Anda di halaman 1dari 15

PERHITUNGAN BIAYA VARIABEL DAN

LAPORAN SEGMEN ALAT UNTUK MANAJEMEN

Disusun Oleh :

1. Ilma Nurlaely 1702040018


2. Lina Rosiana 1702040026

PRODI AKUNTANSI D3

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2019
Perhitungan Biaya Variabel dan Laporan Segmen Alat untuk Manajemen

Dua Pendekaatan yang digunakan dalam penentuan harga produk untuk tujuan penilaian
persedian dan penentuan harga pokok penjualan. Salah satu pendekatan dinamakan perhitungan
biaya penyerapan (Absorption Costing) yang digunakan untuk laporan keuangan eksternal.
Sedangkan pendekatan lainnya adalah perhitungan biaya variabel (Variable Costing) yang lebih
disukai manajer untuk pengambilan keputusan internal harus digunakan dengan laporan laba rugi
kontribusi.

1. Gambaran Umum Perhitungan Biaya Variabel dan Biaya Penyerapan


a. Perhitungan Biaya Variabel
Dalam baiaya variabel (variable costing), hanya biaya produksi yang berubah-
ubah sesuai dengan output diperlakukan sebagai biaya produk. Termasuk didalamnya
adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variabel. Biaya
overhead pabrik tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produk dalam metode ini.
Sebaliknya, biaya overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai biaya periodik seperti
beban administrasi dan penjualan. Beban tersebut dibebankan secara utuh kedalam
pendapatan setiap periodenya. Konsekuensinya, biaya perunit produk dalam
persediaan atau dalam harga pokok penjualan dalam metode perhitungan biaya
variabel tidak mengandung elemen biaya overhead tetap. Perhitungan biaya variabel
sering disebut sebagai perhitungan biaya langsung (direct costing or marginal
costing).

Kegunaan variable costing adalah untuk :


1. Membebankan seluruh biaya tetap kepada perhitungan laba rugi
2. Perencanaan laba
3. Pengambilan keputusan reduksi biaya
4. Memisahkan beban (expenses) menurut perilaku biaya
5. Memudahkan menyusun laba rugi segmen tingkat unit, tingkat batch,
tingkat produksi

b. Perhitungan Biaya Penyerapan


Perhitungan biaya penyerapan (absorption costing) memperlakukan semua biaya
produksi sebagai biaya produk, tanpa membedakan apakah biaya itu variabel atau
tetap. Dengan demikian biaya produk per unit terdiri atas bahan langsung, tenaga
kerja langsung, dan overhead variabel dan tetap. Jadi, perhitungan biaya penyerapan
mengalokasikan sebagian dari overhead pabrik teatp ke dalam tiap unit produk,
bersama dengan biaya overhead variabel. Karena perhitungan biaya penyerapan
melibatkan semua biaya produksi, metode ini sering disebut sebagai metode biaya
penuh (full cost).

Klasifikasi biaya sebagai biaya produk atau periode


menurut perhitungan biaya variabel dan absorpsi

Perhitungan Biaya Absorpsi Perhitungan Biaya Variabel

Biaya Produk Bahan Baku Langsung Bahan baku langsung

Tenaga kerja langsung Tenaga Kerja Langsung

Overhead variabel Overhead Variabel

Overhead tetap

Biaya Periode Beban Penjualan Overhead Tetap

Beban Administrasi Beban penjualan

Beban Administrasi

c. Beban Penjualan dan Administrasi


Beban penjualan dan administrasi tidak pernah diperlakukan sebagai biaya
produk, apapun metode yang digunakan. Sehingga dalam biaya penyerapan atau
biaya variabel, biaya variabel dan tetap untuk penjualan dan administrasi selalu
diperlakukan sebagai biaya periode dan dibebankan pada saat terjadinya.

Ringkasan Perbedaan. Perbedaan penting antara biaya variabel dan biaya


penyerapan adalah perlakuan untuk biaya overhead untuk biaya overhead tetap-
pabrikan (fixed manufacturing overhead cost). Sedangkan untuk biaya lainnya diluar
biaya overhead tetap pabrikan, diperlakukan sama untuk kedua metode. Dalam biaya
penyerapan, biaya tetap overhead pabrikan dimasukkan dalam perhitungan nilai
produksi di akun barang dalam proses. Ketika unit selesai dikerjakan dan nilainya
ditransfer kea kun barang jadi dan hanya pada saat terjadi penjualan, aliran biaya ini
muncul di laporan laba rugi sebagai bagian dari harga pokok penjualan. Dalam biaya
variabel, biaya overhead tetap pabrikan diperlakukan sebagai biaya periode- sama
seperti biaya penjualan dan administrasi- langsung dimasukkan ke dalam laporan laba
rugi biaya periode.

2. Pengerjaan Biaya Variabel dan Biaya Absorpsi


Contoh:
Sebuah perusahaan Weber Light Aircraft memproduksi pesawat rekreasi ringan
dengan data yaitu dibawah ini :

Saat Anda meninjau data di atas, penting untuk disadari bahwa selama
bulan Januari, Februari, dan Maret, harga jual per pesawat terbang, biaya variabel
per pesawat terbang, dan total Biaya tetap bulanan tidak pernah berubah. Satu-
satunya variabel yang berubah dalam contoh ini adalah Jumlah unit yang
diproduksi (Januari = 1 unit diproduksi; Februari = 2 unit diproduksi;
Maret = 4 unit diproduksi) dan jumlah unit yang terjual (Januari = 1 unit terjual;
Februari = 1 unit terjual; Maret = 5 unit terjual).
Pertama-tama, kami akan membuat laporan pendapatan variabel
pendapatan perusahaan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret. Kemudian kita
akan menunjukkan bagaimana pendapatan operasional bersih perusahaan
ditentukan pada bulan yang sama dengan menggunakan biaya penyerapan
a. Variabel biaya kontribusi Format laporan laba rugi
Untuk menghitung laporan laba rugi dengan perhitungan biaya
penyerapan dan variabel, dalam menghitung kita menggunakan data
Weber Light Aircraft diatas . dengan cara :

1. Menghitung biaya per unit

Karena biaya produksi variabel setiap bulan adalah $ 25.000 per


pesawat, maka variabel biaya barang yang terjual selama tiga bulan
dapat dengan mudah dihitung sebagai berikut:

Setelah menghitung biaya barang yang terjual selama tiga bulan


lalu menghitung total penjualan dan beban administrasi yaitu :

Dari gambar diatas cara menghitung contribution margin yaitu :


Lalu untuk menghitung pendapatan operasional bersih

(Net Operating Income (Loss)) yaitu :

Lalu disimpulkan bahwa pada bulan januari dan februari


mengalami kerugian sebesar $25,000 karena penjualan pada bulan tersebut
hanya sebesar 1 unit, karena biaya tetap bulanan tetap konstan. Tetapi
pada bulan maret mengalami keuntungan sebesar $235,000 karena pada
bulan maret dapat menjual 5 unit dan setelah dikurangi biaya tetap
hasilnya untung.

a. Membuat Laporan Pendapatan Biaya Penyerapan dalam membuat


laporan kita masih menggunakan laporan pada data Weber Aircraft,
dan cara pembuatan laporan diperlukan langkah-langkah. Langkah-
langkah tersebut yaitu :

1. Menentukan biaya produk per unit untuk setiap bulan


Perhatikan bahwa di setiap bulan, biaya overhead manufaktur tetap Weber
sebesar $ 70.000 dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi untuk menentukan
biaya overhead manufaktur tetap per unit.

Dengan biaya produk unit ini, penyerapan biaya operasi perusahaan


Pendapatan setiap bulan akan ditentukan seperti ditunjukkan pada Tampilan 6-3
Penjualan selama tiga bulan pada Tampilan 6-3 sama dengan penjualan yang
ditunjukkan dalam laporan pendapatan variabel biaya. Biaya barang Januari dijual
terdiri dari satu unit yang diproduksi pada bulan Januari dengan biaya $ 95.000
sesuai dengan sistem biaya penyerapan. Biaya barang bulan Februari yang dijual
terdiri dari satu unit yang diproduksi pada bulan Februari dengan biaya $ 60.000
sesuai dengan sistem biaya penyerapan. Biaya barang bulan Maret yang terjual ($
230.000) terdiri dari satu unit yang diproduksi pada bulan Februari dengan biaya
penyerapan sebesar $ 60.000 ditambah empat unit yang diproduksi pada bulan
Maret dengan total biaya penyerapan sebesar $ 170.000 (= 4 unit diproduksi × $
42,500 per unit). Beban penjualan dan administrasi sama dengan jumlah yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi variabel; Namun mereka dilaporkan sebagai
satu jumlah daripada dipisahkan menjadi komponen variabel dan komponen tetap.
Perhatikan bahwa meskipun penjualan sama persis pada bulan Januari dan
Februari dan struktur biaya tidak berubah, pendapatan operasional bersih adalah $
35.000 lebih tinggi di bulan Februari daripada pada bulan Januari di bawah biaya
penyerapan. Hal ini terjadi karena satu pesawat yang diproduksi pada bulan
Februari tidak terjual hingga Maret. Pesawat ini memiliki biaya overhead
manufaktur tetap sebesar $ 35.000 yang terpasang pada bulan Februari, namun
tidak akan dicatat sebagai bagian dari harga pokok penjualan sampai bulan Maret.

4. Rekonsiliasi Laba Operasional Biaya Variabel dengan Biaya Penyerapan


Ketika unit yang diproduksi melebihi unit yang dijual sehingga persediaan
meningkat laba neto operasi dengan biaya penyerapan lebih tinggi daripada biaya
variable. Terjadi karena sebagian biaya overhead pabrik tetap yang terjadi di periode
sebelumnya dilepas dari persediaan di metode biaya penyerapan. Ketika unit yang
diproduksi sama dengan unit yang dijual, tidak ada perbedaan di jumlah persediaan
makalaba neto operasi akan sama untuk metode penyerapan dan biaya variable. Laba
neto operasi untuk metode biaya penyerapan dan biaya variable dapat direkonsiliasi
dengan menentukan jumlah biaya tetap overhead yang ditangguhkan atau dilepas dari
persediaan selama periode.

5. Kelebihan dari Biaya Variabel dan Pendekatan Kontribusi


a. Memudahkan Analisis BVL
Analisis BVL mensyaratkan kita memecah biaya menjadi komponen biaya tetap
dan variabel karena laporan laba rugi biaya variabel mengkategorikan biaya sebagai
biaya tetap dan variabel. Lebih mudah menggunakan laporan laba rugi format biaya
variabel untuk melakukan analisis BVL daripada menggunakan format biaya
penyerapan yang mencampur biaya tetap dan variabel bersama-sama. Laba neto biaya
penyerapan
b. Penjelasan Perubahan Laba Neto Operasi
Pada konesepnya laba usaha bersih Semua hal lainnya sama, saat penjualan naik,
pendapatan operasional bersih naik. Saat penjualan turun, pendapatan operasional
bersih turun. Bila penjualan konstan, pendapatan operasional bersih adalah konstan.
Jumlah unit yang dihasilkan tidak mempengaruhi pendapatan operasional bersih.

c. Membantu dalam Membuat Keputusan


Laporan laba rugi biaya variabel membantu mengidentifikasikan tambahan beban
variabel bila perusahaan memproduksi tambahan satu unit atau lebih. Juga
menekankan pengaruh pada beban tetap pada laba neto operasi. Total jumlah beban
tetap produksi muncul dengan jelas dilaporan laba rugi sehingga member tahu jumlah
yang harus ditutup untuk bisa mendapatkan laba. Dalam biaya penyerapan, terlihat
beban tetap overhead pabrik muncul bersama-sama dengan beban variabelnya sesuai
dengan jumlah unit yang terjual, padahal sebetulnya tidak. Salah arti dalam biaya
produksi per unit sebagai biaya variabel dalam biaya penyerapan dapat menyebabkan
banyak masalah seperti salah dalam membuat keputusan tentang harga jual,
keputusan untuk menghentikan produksi untuk produk yang sebenarnya memberi
laba yang menguntungkan.
d. Mengadaptasi Teori Kendala
Laporan laba rugi biaya variabel memerlukan satu penyesuaian bila menggunakan
teori kendala yaitu biaya tenaga kerja langsung harus dikeluarkan dari biaya produksi
variabel dan disajikan sebagai biaya tetap produksi dan dibebankan sebagai biaya
periode didalam periode terjadinya. Teori kendala memperlakukan biaya tenaga kerja
langsung sebagai biaya tetap yang dibebankan seluruhnya di periode terjadinya
dengan alasan sebagai berikut: Pertama, meskipun upah tetap dibayarkan berdasarkan
jam tetapi karena Undang-Undang Perburuhan mensyaratkan perusahaan membayar
Upah Jam Minimum. Kedua, upah langsung itu bukan kendala, sehingga tidak ada
alasan untuk menaikannya. Mempekerjakan karyawan lebih banyak, akan
meningkatkan biaya tanpa meningkatkan unit keluaran yang dapat dijual. Ketiga,
teori kendala menekankan pada perbaikan yang terus menerus untuk
mempertahankan daya saingnya. Tanpa komitmen dan semangat kerja, daya saing
susah dicapai. Karena pemecatan karyawan mempunyai efek yang menyengsarakan
dan tidak bagus untuk moral karyawan, manajer yang terlibat dengan teori kendala
jarang memecat karyawan.
Untuk alasan ini, kebanyakan manajer di perusahaan yang menerapkan teori
kendala menganggap bahwa tenaga kerja langsung sebagai committed fixed cost dan
bukan biaya variabel. Dengan demikian, dalam bentuk modifikasi perhitungan biaya
variabel yang digunakan dalam perusahaan yang menerapkan teori kendala, tenaga
kerja langsung tidak dimasukkan sebagai biaya produk.
6. Laporan Laba Rugi Bersegmen dan Pendekatan Kontribusi
a. Beban Tetap yang Dapat Ditelusuri dan Umum dan Margin Segmen
Beban tetap yang dapat ditelusuri (traceable fixed cost) dari segmen adalah
biaya tetap yang terjadi karena adanya segmen. Jika segmen tidak pernah ada biaya
tetap tidak akan pernah terjadi dan jika segmen dihilangkan, beban tetap akan hilang.
Contoh dari biaya tetap yang dapat ditelusuri (traceable fixed cost) adalah sebagai
berikut:
1) Gaji manajer produksi di Frito perusahaan PepsiCo adalah biaya tetap
yang dapat ditelusuri dari segmen bisnis Frito dari perusahaan PepsiCo.
2) Biaya pemeliharaan bangunan tempat merakit Boeing 747 adalah biaya
tetap yang dapat ditelusuri dari segmen bisnis 747 dari perusahaan
Boeing.
3) Asuransi liabilitas di Disney World adalah biaya tetap yang dapat
ditelusuri dari segmen bisnis di perusahaan Disney Corporation.

Biaya tetap umum (common fixed cost) adalah biaya tetap yang menunjang
operasi satu atau lebih segmen tetapi tidak dapat ditelusuri keseluruhan atau sedikit
dari satu segmen. Bahkan bila segmen tersebut dihilangkan. Dan tidak ada perubahan
di dalam biaya tetap umum. Contohnya:

1) Gaji Komisaris di General Motors adalah biaya tetap umum dari berbagai
divisi di General Motors.
2) Biaya pemanas di supermarket Safeway atau Kroger adalah biaya tetap
umum di berbagai departemen- makanan, sayuran, bakeri, daging dan lain-
lain.
3) Gaji resepsionis di kantor dibagi rata dengan jumlah dokter yang ada
adalah biaya tetap umum dari dokter-dokter tersebut bukan dari satu
dokter saja.

Untuk menyiapkan laporan laba rugi bersegmen, beban variabel dikurangi dari
penjualan dan menghasilkan margin kontribusi segmen. Margin kontribusi
menjelaskan apa yang terjadi pada laba bila volume berubah- kapasitas segmen
dan beban tetap konstan. Margin kontribusi berguna untuk membuat keputusan
yang memerlukan informasi mengenai kapasitas yang tersisa untuk mengerjakan
pesanan khusus. Jenis keputusan ini hanya memerlukan informasi biaya variabel
dan pendapatan- dua komponen dari margin kontribusi.

Margin segmen (segment margin) didapat dari biaya tetap segmen yang dapat
ditelusuri dikurangi margin kontribusi segmen. Itu menyajikan margin yang
tersedia setelah segmen tertutup oleh biaya-biayanya. Margin segmen adalah alat
terbaik untuk mengukur laba jangka panjang segmen karena hanya mencakup
biaya-biaya yang disebabkan. Jika sebuah segmen tidak dapat menutupi biayanya
maka seharusnya segmen tersebut harus ditutup (kecuali ada hal lain yang penting
untuk segmen lainnya).Dari sisi pengambilan keputusan, margin segmen adalah
yang paling berguna dalam pengambilan keputusan terbesar yang berpengaruh
pada kapasitas perusahaan misalnya dengan menutup segmen.

b. Mengidentifikasikan Biaya Tetap yang Dapat Ditelusuri


Perbedaan jelas antara biaya tetap yang dapat ditelusuri dan biaya tetap umum
adalah penting dalam laporan segmen karena biaya tetap yang dapat ditelusuri
dibebankan ke segmen dan biaya tetap umum tidak dibebankan ke segmen. Panduan
umum yang yang digunakan untuk membedakan biaya yang dapat ditelusuri atau
tidak adalah apakah biaya-biaya tersebut berhenti bila segmen tadi ditutup.
Contohnya, bila salah satu divisi perusahaan dijual, dihentikan/ditutup, sehingga tidak
perlu lagi menggaji manajer departemen tersebut. Gaji manajer tersebut dapat
diklasifikasikan biaya tetap yang dapat ditelusuri.tetapi gaji komisaris perusahaan
jelas tetap akan dibayar meskipun divisi tadi sudah tidak ada lagi. Kemungkinan
malah gaji komisaris tersebut bertambah dengan hilangnya satu divisi lagi. Gaji
komisaris adalah biaya tetap umum untuk divisi perusahaan dan seharusnya tidak
dibebankan ke divisi tersebut.
Ketika membebankan biaya ke segmen, hal yang harus dihindari adalah
mengalokasikan biaya tetap umum (misalnya depresiasi dari fasilitas kantor) dan akan
tetap ada walaupun walaupun segmen itu ada atau tidak. Semua alokasi biaya tetap
umum ke segmen akan mengurangi nilai margin segmen sebagai ukuran laba jangka
panjang dan kinerja segmen.
c. Biaya Tetap yang Dapat Ditelusuri Dapat Menjadi Biaya Tetap Umum
Biaya tetap yang dapat ditelusuri di suatu segmen dapat menjadi biaya tetap
umum di segmen yang lain. Contohnya, United Airlines mungkin ingin Laporan Laba
Rugi segmen yang menunjukkan margin segmen untuk penerbangan dari Chicago ke
Paris di segmen lagi menurut kelas utama, kelas bisnis dan kelas ekonomi. United
Airlines harus membayar biaya mendarat di lapangan terbang di Charles DeGaulle,
Paris. Biaya tetap untuk mendarat adalah biaya tetap yang dapat ditelusuri untuk
United Airlines tetapi biaya tetap umum untuk segmen kelas utama, kelas bisnis, dan
kelas ekonomi. Meskipun bila kelas utama kosong penumpang, keseluruhan biaya
mendarat di lapangan terbang harus dibayar. Jadi, biaya mendarat di lapangan terbang
bukn biaya tetap yang dapat ditelusuri untuk kelas utama. Tetapi membayar biaya
mendarat adalah harus untuk kelas utama, kelas bisnis, dan kelas ekonomi. Sehingga
biaya mendarat adalah biaya tetap umum dari kelas utama, kelas bisnis, dan kelas
ekonomi.
7. Kesalahan Umum dalam Laporan Rugi Bersegmen
a. Menghilangkan Sebagian Biaya
Biaya yang dibebankan ke segmen harus meliputi semua biaya yang berperan
terhadap segmen tersebut dari keseluruhan perusahaan. Semua fungsi perusahaan dari
Riset dan Pengembangan, desain produk, pabrikan, pemasaran, penyaluran, dan
layanan pelanggan diharapkan bekerja dengan baik menyediakan barang atau jasa
kepada pelanggan dan menghasilkan pendapatan.
Akan tetapi hanya biaya produksi yang ada di biaya produk dengan metode biaya
penyerapan yang memang disyaratkan dalam laporan keuangan eksternal. Untuk
menghindari dua sistem perhitungan dan memberi konsistensi antara pihak luar
(eksternal) dan internal (manajemen, banyak perusahaan menggunakan Biaya
Penyerapan untuk tujuan internalnya seperti laporan Laba Rugi Bersegmen.
Akibatnya banyak perusahaan menghilangkan analisis laba (profitability analysis)
sebagai bagian dari biaya yang besar dari suatu produk misalnya seperti biaya
pemasaran, penyaluran, dan layanan pelanggan. Biaya nonproduksi ini juga penting
dalam menentukan laba produk sama seperti biaya produksi juga. Biaya yang
mempunyai andil besar atau kecil yang termasuk di biaya penjualan dan administrasi
di laporan laba rugi secara penyerapan, andil setengah atau lebih dari total biaya
produksi dari keseluruhan perusahaan. Bila biaya yang mempunyai andil yang besar
atau kecil ini dihilangkan dalam analisis laba akhirnya harga produk dinilai dinilai
terlalu rendah dan manajemen sepertinya tidak bersedia untuk mengembangkan
produknya untuk jangka panjang.
b. Metode yang Tidak Tepat dalam Membebankan Biaya yang Dapat Ditelusuri diantara
Segmen yang Ada
Untuk tambahan penghilangan biaya di atas tadi, banyak perusahaan tidak mau
menangani biaya tetap yang dapat ditelusuri dengan benar pada laporan laba rugi.
Pertama, manajer tidak mau menelusuri biaya tetap yang dapat ditelusuri ke segmen
padahal manajer dapat melakukannya. Kedua, manajer menggunakan dasar alokasi
yang salah untuk mengalokasikan biaya tidak langsung yang dapat ditelusuri ke
segmen.
Kegagalan untuk Menelusuri Biaya secara Langsung. Biaya yang dapat
ditelusuri langsung ke segmen khusus harus dibebankan langsung ke segmen tersebut
dan jangan dialokasikan ke segmen yang lain. Misalnya, biaya sewa kantor cabang
dari suatu perusahaan asuransi seharusnya dibebankan ke kantor cabang daripada
dibebankan ke kantor pusat sebagai overhead utama yang kemudian baru dibagi rata
ke seluruh cabang.
Dasar Alokasi yang Salah. Banyak perusahaan menggunakan dasar alokasi
secara tidak jelas (arbitrary). Misalnya, beberapa perusahaan megalokasikan biaya
penjualan dan administrasinyaberdasarkan pendapatan penjualannya. Sehingga jika
segmen menghasilkan 20% dari total penjualan perusahaan, segmen tersebut akan
menerima alokasi sebesar 20% dari biaya penjualan dan administrasi perusahaan,
sebagai alokasi yang wajar dan adil. Dasar prosedur yang sama dilakukan terhadap
harga pokok penjualan atau ukuran lain digunakan sebagai basis alokasi.
Biya-biaya seharusnya dialokasikan ke segmen untuk tujuan pengambilan
keputusan pihak manajemen hanya bila basis alokasi benar-benar menghasilkan biaya
yang akan dialokasikan nantinya (atau sangat erat hubungannya dengan aktivitas
biaya sesungguhnya). Contohnya, penjualan seharusnya digunakan untuk
mengalokasikan biaya penjualan dan administrasi hanya jika ada kenaikan 10%
penjualan yang akan mengakibatkan kenaikan 10% di biaya penjualan dan
administrasi. Kenyataannya bahwa biaya penjualan dan administrasi tidak
diakibatkan oleh jumlah penjualan, sehinna biaya-biaya ini dialokasikan secara salah-
dengan persentase yang tidak tepat dari biaya penjualan dan administrasi yang
dibebankan ke segmen dengan dasar penjualan terbesar.
c. Pembagian yang Tidak Jelas untuk Biaya Tetap Umum diantara Segmen yang Ada
Praktik yang salah yang menyimpang dalam membuat laporan keuangan adalah
membebankan biaya yang tidak dapat ditelusuri ke segmen-segmen. Sebagai contoh,
beberapa perusahaan mengalokasikan biaya umum dari Bangunan Kantor Pusat ke
Laporan Segmen. Tetapi dalam perusahaanyang mempunyai banyak produk, tidak
ada satu produk yang bertanggung jawab untuk biaya-biaya besar yang terjadi
(misalnya, biaya bangunan kantor pusat tadi). Bahkan bila salah satu produk tidak di
produksi lagi, biaya bangunan kantor pusat tadi akan tetap ada. Singkatnya, tidak ada
hubungan sebab akibat antara biaya bangunan kantor pusat dengan keberadaan suatu
barang. Konsekuensinya mengalokasikan biaya bangunan kantor pusat ke produk
adalah pembagian yang tidak jelas.
Biaya umum seperti Biaya Bangunan Kantor Pusat adalah penting untuk
menjalankan operasi seluruh organisasi, tetapi praktik mengalokasikan biaya umum
dengan pembagian yang tidak jelas kadang-kadang dibenarkan oleh pernyataan
“bahwa harus ada seseorang yang menangani biaya umum”. Tidak dapat dipungkiri
bahwa perusahaan harus menutup biaya umumnya untuk menghasilkan laba,
mengalokasikan biaya umum dengan pembagian tidak jelas ke segmen-segmen tidak
dapat dipastikan tidak akan terjadi. Faktanya, menambah biaya umum ke biaya aktual
segmen akan membuat segmen berlaba menjadi segmen yang rugi. Bila manajer
menutup segmen yang rugi, biaya aktual yang dapat ditelusuri dapat diselamatkan
tetapi kehilangan pendapatan segmen tersebut. Biaya tetap umum tidak dapat dikelola
oleh manajer yang mendapat alokasi biaya dengan pembagian yang tidak jelas. Biaya-
biaya tetap umum itu menjadi tanggung jawab manajer dengan level yang lebih
tinggi. Bila biaya tetap umum dialokasikan kepada manajer, manajer itu mempunyai
tanggung jawab terhadap biaya-biaya tersebut meskipun mereka tidak dapat
mengontrolnya.
8. Laporan Laba Rugi untuk Pihak Luar
Dalam praktiknya laporan laba rugi biaya penyerapan disyaratkan oleh U.S.
GAAP (Generally Accepted Accounting Principle). Sehingga, IFRS (International
Financial Reporting Standards) juga mensyaratkan penggunaan laporan laba rugi biaya
penyerapan juga. Mungkin karena penghematan biaya dan mengurangi kebingungan
membuat dua sistem biaya- satu untuk pihak luar, satu untuk pihak dalam- kebanyakan
perusahaan menggunakan laporan laba rugi biaya penyerapan untuk pengguna eksternal
dan internal.
Biaya penyerapan lebih disukai oleh manajer dan akuntan sebab sesuai dengan
prinsip kaitan biaya dengan pendapatan (matching cost agains revenue). Pendukung dari
biaya penyerapan mengatakan bahwa semua biaya produksi harus dibebankan ke produk
agar beban dan pendapatan dapat dikaitkan ketika produnya dijual. Beban tetap seperti
depresiasi, pajak, asuransi, gaji supervisor, dan lain-lain sama pentingnya seperti biaya
variabel lainnya.
Pendukung dari biaya penyerapan mengatakan bahwa beban tetap pabrikan bukan
benar-benar biaya produksi dari satu jenis produk. Biaya ini dikeluarkan untuk
menghasilkan kapasitas untuk membuat barang selama periode tertentu dan pasti akan
terjadi meskipun tidak ada barang yang diproduksi selama periode itu. Sehingga bila ada
unit yang dibuat atau tidak, biaya tetap pabrikan akan tetap sama, sehingga pendukung
dari biaya penyerapan mengatakan bahwa biaya tetap pabrikan bukan bagian dari biaya
produksi dari suatu produk dan sesuai dengan prinsip pengaitan biaya tetap pabrikan
seharusnya dibebankan ke periode terjadinya.