Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

KUNJUNGAN PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK

ANNISA CITRA ISLAMI


K111 16 524

DEPARTEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
KATA PENGANTAR
hsvdhjhjSHKVhsvbh vsdhjshjV SVhfYVsv hvsdikonsumsi dan menjadi
pemimpin di industri makanan”.
Misi: “Menjadi perusahaan transnasional yang dapat membawa nama
Indonesia di bidang industri makanan”.
a. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur diatas masuk


kedalam jenis departementalisasi fungsional.
Struktur yang terdapat pada setiap organisasi pada dasarnya merupakan
kerangka pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pegawai yang
melaksanakan pekerjaan. Setiap unsur-unsur harus dirancang dan ditaati sebaik-
baiknya, sebagai pertimbangan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Kejelasan
dari struktur ini didapat dalam satu organisasi dan dapat diketahui hubungan kerjanya
secara fungsional antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Dalam pengelolaan kegiatan perusahaan dilaksanakan oleh dewan direksi.
Dewan direksi dipimpin oleh seorang direktur utama dengan dibantu tiga orang wakil
direktur, serta enam direktur. Fungsi dari direktur utama adalah sebagai pimpinan
umum dalam mengelola perusahaan, memegang kekuasaan secara penuh dan
bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan,
menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan
seluruh kegiatan perusahaan.

2
Struktur organisasi yang ada telah berjalan dengan baik, dilengkapi dengan
uraian tugas yang jelas, didalamnya telah tercermin adanya pendelegasian wewenang
serta tanggung jawab yang jelas pula, serta tergambar adanya pemisahan fungsi yang
memungkinkan bekerjanya sistem pengendalian intern dan pengawasan.
A. Pengelolaan Lingkungan Industri
Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang
kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan
lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau
memperbaiki mutu lingkugan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-
baiknya.
Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap
lingkungannya, secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air
yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan
produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu
lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia
diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan..
Manusia bukan hanya menderita sakit karena menghirup udara yang tercemar,
tetapi juga akibat mengasup makanan yang tercemar logam berat. Sumbernya sayur-
sayuran dan buah-buahan yang ditanam di lingkungan yang tercemar atau daging dari
ternak yang makan rumput yang sudah mengandung logam berat yang sangat berbahaya
bagi kesehatan manusia. Akhir-akhir ini kasus keracunan logam berat yang berasal dari
bahan pangan semakin meningkat jumlahnya. Pencemaran lingkungan oleh logam berat
dapat terjadi jika industri yang menggunakan logam tersebut tidak memperhatikan
keselamatan lingkungan, terutama saat membuang limbahnya. Logam-logam tertentu
dalam konsentrasi tinggi akan sangat berbahaya bila ditemukan di dalam lingkungan.
Pencemaran terjadi akibat bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas
masuk lingkungan hingga terjadi perubahan kualitas lingkungan, Sumber bahan beracun
dan berbahaya dapat diklasifikasikan:
· Industri kimia organik maupun anorganik
· Penggunaan bahan beracun dan berbahaya sebagai bahan baku atau bahan
penolong

3
· Peristiwa kimia-fisika, biologi dalam pabrik.
Limbah yang mengandung bahan pencemar akan merubah kualitas lingkungan
bila lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan kondisinya sesuai dengan daya
dukung yang ada padanya, Oleh karena itu penting diketahui sifat limbah dan komponen
bahan pencemar yang terkandung. Pada beberapa daerah di Indonesia sudah ditetapkan
nilai kualitas limbah air dan udara. Namun baru sebagian kecil. Sedangkan kualitas
lingkungan belum ditetapkan. Perlunya penetapan kualitas lingkungan mengingat
program industrialisasi sebagai salah satu sektor yang memerankan andil besar terhadap
perekonomlan dan kemakmuran bagi suatu bangsa.
Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-
pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan
pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat
tercemari oleh limbah perusahaan industri. Semua perusahaan industri harus
memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan dimana segala macam hasil
buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni.
Untuk maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus
diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa
yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan
cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang keluar bebas dari bahan-
bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-
bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia
sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.

Pemilihan cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor


a) Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut
b) Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan
c) Derajat efektifnya cara yang dipakai
d) Kondisi lingkungan setempat
Selain oleh bahan bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-
bahaya oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak

4
konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit dari
hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan produk-produk ini
perlu pengujian telebih dahulu secara seksama dan teliti apakah tidak akan merugikan
masyarakat.
Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang
pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai
berikut: · sembrono dan tidak hati-hati
· tidak mematuhi peraturan
· tidak mengikuti standar prosedur kerja.
· tidak memakai alat pelindung diri
· kondisi badan yang lemah
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang
tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan
lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan
perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah
disebutkan di atas.

5
BAB III
PEMBAHASAN

A. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk


PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk berdiri sejak tahun 1991. Industri ini
memproduksi produksi berbagai macam makanan dan minuman. PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk Cabang Makassar terletak di Kawasan Industri Makassar (KIMA). PT KIMA
(Kawasan Industri Makassar) terbentang terletak disebelah utara kota Makassar di atas areal
seluas 203 Ha dan akan dikembangkan menjadi 703 Ha, terletak 15 km dari pusat kota
Makassar yang juga ibukota provinsi Sulawesi Selatan tepatnya berada didaerah Daya. Dari
kawasan jarak yang diitempuh dari pelabuhan laut yaitu selama 20 menit, 30 menit dari
Bandar Udara Hasanuddin.
Di dalam kawasan Industri Makassar terdapat sebanyak 230 industri yang
beroperasi di dalamnya. Salah satu industri yang ada di dalam kawasan Industri Makassar
adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tepatnya berlokasi di Jl. KIMA 10, Daya
Makassar. Khusus untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk pada Kawasan Industri
Makassar hanya memproduksi makanan jenis mie instan seperti merk Indomie, Supermie,
Sahmi, Sakura dan Pop Mie. Adapun bumbu, dan pembungkusnya di datangkan dari luar
Makassar tetapi bumbu-bumbu ini berasal dari PT Indofood yang berada di pulau Jawa.
Bumbu tidak di buat di Makassar karena tidak memenuhi syarat, yaitu untuk mendirikan
pabrik bumbu Mie Instan didaerah tersebut harus terdapat 5 pabrik mie. Untuk industri ini
mempekerjakan sebanyak 600 orang pekerja dengan lamanya produksi dalam sehari selama
21 jam. Sarana dan Prasarana yang ada di Industri ini adalah sebagai berikut:
-Pabrik Mie Instan,
-Ruang untuk menerima tamu
-Tempat parkir,
-Mushalla,
-Mini Market, dll.
Masa kadaluarsa mie yaitu 8 bulan kedepan mulai dari hari produksi sampai ke
konsumen dengan tidak menggunakan bahan pengawet. Salah satu alasan mengapa proses
produksi harus higienis dan menggunakan bahan yang berkualitas adalah untuk menjaga mie

6
agar awet selama 8 bulan setelah tanggal produksi. Untuk pemasaran. Mie yang telah
disimpan diangkut ke truk untuk didistribusikan dengan tetap menjaga kualitas mie yang
akan dibawa. Salaha satu upaya untuk menjaga agar mie tidak cepat rusak yaitu dengan
menutupkan plastik dan terpal pada belakang truk agar panas maupun hujan tidak
mempengaruhi mie.
Sebagian besar proses dilakukan dengan mesin. Untuk menghindari kontaminasi
bakteri pada produk, para karyawannya menggunakan pakaian khusus yang hanya
digunakan ketika berada dalam pabrik dilengkapi dengan pelindung kepala dan masker serta
diwajibkan mencuci tangan dengan menggunakan desinfektan seperti alcohol sebelum mulai
bekerja.
Proses pengolahan mi instan telah memperoleh sertifikat halal dari LP POM MUI
(Lembaga Penelitian Pemeriksaan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia) dan telah
memiliki sertifikat ISO 9001: 2000. Berbagai sertifikat yang telah diperoleh industri
pengolahan indomie mencerminkan betapa PT Indofood selalu berusaha menjamin bahwa
mutu setiap bungkus mi instan indomie aman dan layak dikonsumsi.
Untuk pengolahan limbah padat, selama proses produksi mie instan PT Indofood
dihasilkan limbah padat dari sisa-sisa produksi mi (mi rusak). Hal ini terjadi karena ada
kesalahan dari system produksinya. Mie yang telah rusak karena hancur dan pecah dijadikan
pakan ternak.
Untuk limbah cair, PT Indofood belum memiliki system pengolahan sendiri, tapi
memanfaatkan System Waste Water Treatment Plant yang akan diolah pada satu tempat
sehinnga limbahnya dialirkan melaui pipa yang dikelola oleh PT. KIMA.

B. Permasalahan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk


Berdasarkan hasil kunjungan, di PT Indofood Sukses Makmur Tbk Cabang
Makassar tidak ditemukan permasalahan yang signifikan, namun saat proses pengemasan
mie instan tenaga kerja didalam ruang produksi tidak mengenakan sarung tangan yang
berisiko tinggi mengakibatkan terjadinya kontaminasi bakteri pada produk mie instan yang
dikemas sehingga mengurangi tingkat higienitas dari produk tersebut. Walaupun tenaga
kerja mencuci tangan dengan disinfektan sebelum memasuki ruang produksi / pengemasan,

7
seharusnya mereka juga mengenakan sarung tangan karena tidak dapat dipungkiri jika bias
saja mereka terkontaminasi bakteri yang berada di dalam ruang produksi tersebut.
Permasalahan lain yang ditemukan saat kunjungan di PT. Indofood Sukses Makmur
Tbk. adalah perusahaan tersebut ternyata belum memiliki dokumen AMDAL karena berada
di dalam kawasan industri KIMA.

8
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan industri yang memproduksi berbagai
macam makanan dan minuman. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang
Makassar terletak di Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan hanya memproduksi
makanan jenis mie instan. Adapun bumbu, dan pembungkusnya di datangkan dari pulau
Jawa. Bumbu tidak di buat di Makassar karena tidak memenuhi syarat. Masa kadaluarsa
mie yaitu 8 bulan kedepan mulai dari hari produksi sampai ke konsumen dengan tidak
menggunakan bahan pengawet. Sebagian besar proses dilakukan dengan mesin. Proses
pengolahan mi instan telah memperoleh sertifikat halal dari LP POM MUI dan telah
memiliki sertifikat ISO 9001: 2000. Untuk pengolahan limbah padat yaitu sisa-sisa
produksi mi (mi rusak) akan dijadikan pakan ternak dan untuk limbah cair, PT Indofood
belum memiliki system pengolahan sendiri, tapi memanfaatkan System Waste Water
Treatment Plant yang akan diolah pada satu tempat sehinnga limbahnya dialirkan melaui
pipa yang dikelola oleh PT. KIMA.
2. Permasalahan yang ditemukan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang
Makassar adalah pada proses pengemasan mie instan tenaga kerja didalam ruang
produksi tidak mengenakan sarung tangan yang berisiko tinggi mengakibatkan
terjadinya kontaminasi bakteri pada produk mie instan yang dikemas sehingga
mengurangi tingkat higienitas dari produk tersebut.

B. Saran
1. Saran terhadap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang Makassar yaitu
sebaiknya karyawan mengenakan sarung tangan dalam proses pengemasan mie instan
agar mengurangi risiko kontaminasi bakteri pada produk.

9
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Subagya. 2008. Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi. PT. Elex Media Komputindo.
Jakarta
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. UI Press: Jakarta.
FAOStat. 2013. FAO Statistical Pocketbook World Food and Agriculture. Food and
Agriculture Organization of The United Nations: FAO.
Ginting, Perdana. 2007. Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri.: Yrama
Widya: Bandung.
Kusnoputranto H. 1986.Kesehatan Lingkungan. FKM UI: Jakarta.
Muljati, R. 2008. GMP dan HACCP di Industri Bakery. Foodreview Indonesia: Jakarta.
Rustiadi, Ernan et al. 2010. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka
Obor Indonesia: Jakarta

10
11
12
13