Anda di halaman 1dari 79

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari berfungsi sebagai alat

komunikasi. Oleh karena itu, agar manusia dapat berkomunikasi dengan

baik, maka ia harus terampil berbahasa. Dalam berbahasa terdapat tiga

komponen dasar, yakni tata bahasa (grammar), kosakata (vocabulary), serta

pelafalan (pronunciation). Selain itu, setiap bahasa memiliki empat

keterampilan dasar yang harus juga dipelajari jika seseorang benar-benar

ingin berbahasa dengan baik dan benar. Empat keterampilan dasar tersebut

adalah keterampilan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca

(reading), dan menulis (writing). Menyimak dan berbicara sering disebut

sebagai keterampilan berbahasa lisan, sedang membaca dan menulis disebut

sebagai keterampilan berbahasa tulis.

Diantara keempat keterampilan tersebut saling terdapat keterkaitan.

Satu kegiatan dengan kegiatan yang lain saling mempengaruhi serta

merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pada satu sisi bahasa

adalah sarana komunikasi. Namun, pada sisi yang lain bahasa juga

mengandung konsep ilmu kebahasaan yang tidak dapat diabaikan begitu

saja. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa harus diajarkan pada siswa

melalui pendekatan-pendekatan tertentu yang sesuai dengan hakikat dan

fungsinya. Selain penggunaan beberapa pendekatan yang sesuai, juga

dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada pada diri peserta didik,

1
lingkungan belajar serta berbagai penunjang lain yang berhubungan dengan

pembelajaran bahasa tersebut.

Pembelajaran bahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh banyak hal.

Diantaranya adalah pengaruh penguasaan terhadap bahasa pertama.

Seringkali ditemui bahasa Inggris Indonesia, yang merupakan kalimat

berbahasa Inggris namun dengan susunan tata bahasa bahasa Indonesia.

Kesalahan-kesalahan dalam melafalkan kosakata berbahasa Inggris pun

sering terjadi dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Dalam pembelajaran menulis, siswa tidak hanya diharapkan

mampu mengembangkan kemampuan membuat karangan, namun juga

diperlukan kecermatan ketika membuat argumen, memiliki kemampuan

untuk menuangkan ide atau gagasan dengan membuat susunan kata-kata

(yang berupa kalimat) yang menarik untuk dibaca. Selain itu, dalam

pembelajaran menulis bahasa Inggris juga diperlukan ketepatan dalam

penyusunan susunan kata atau grammar. Oleh karena itu, tidak

mengherankan jika keterampilan menulis sering disebut sebagai

keterampilan yang paling sulit. Bahkan oleh seorang native speaker.

Peserta didik mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara

sederhana dengan guru di sekolah tempat penelitian, Hal ini karena di SMK

Negeri 1 Tual, pelajaran bahasa Inggris diberikan sejak siswa berada di

kelas X dan Pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan pun sudah mulai

menerapkan bahasa pengantar bahasa Inggris sedikit demi sedikit di kelas

bawah (kelas 1). Sedangkan untuk kelas atas, mulai dipergunakan bahasa

2
Inggris secara ideal. Namun, para siswa terkadang masih mengalami

kesulitan dalam berbahasa Inggris.

Berdasarkan kondisi literasi yang masih kurang, maka

pembelajaran bahasa perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari

semua pihak. Hal ini karena kita belajar dengan menggunakan bahasa dan

bahasa dapat dikuasai dengan cara menggunakannya. Selama ini, kondisi

pembelajaran kita lebih banyak memberikan pengetahuan bahasa kepada

peserta didik, padahal kurikulum mengarahkan kepada penggunaan bahasa.

Di masyarakat kita, kriteria mutu pembelajaran bahasa hanya didasarkan

pada besarnya angka ujian akhir saja. Anggapan inilah yang perlu

diluruskan agar kegiatan literasi dapat berkembang dengan baik.

Dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti merasa

terdorong untuk melihat pengaruh pembelajaran terstruktur dan pemberian

balikan terhadap prestasi belajar siswa dengan mengambil judul

“Penggunaan Metode Poster Comment Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X. ARL semester

2 Tahun Pelajaran 2016/2017.

B. Rumusan Masalah

Merujuk pada uraian latar belakang di atas, dapat dikaji ada beberapa

permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:

3
1. Apakah pembelajaran Poster Comment berpengaruh terhadap hasil belajar

Bahasa Inggris siswa kelas X. ARL semester 2 tahun pelajaran

2016/2017?

2. Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris

dengan diterapkannya metode pembelajaran Poster Comment pada siswa

Kelas X. ARL semester 2 tahun pelajaran 2016/2017

C. Tujuan Penelitian

Berdasar atas rumusan masalah di atas, maka tujuan dilaksanakan

penelitian ini adalah:

1. Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Poster Comment terhadap

hasil belajar Bahasa Inggris siswa Kelas X. ARL semester 2 tahun

pelajaran 2016/2017.

2. Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata

pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran Poster

Commentt pada siswa Kelas X. ARL semester 2.

D. Pentingnya Penelitian

1. Hasil dan temuan penelitian ini dapat memberikan informasi tentang

pembelajaran Poster Comment dalam pembelajaran Bahasa Inggris oleh

guru Kelas X. ARL semester 2.

2. Sekolah sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris .

4
3. Guru, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode

pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.

4. Siswa, dapat meningkatkan motiviasi belajar dan melatih sikap sosial

untuk saling peduli terhadap keberhasilan siswa lain dalam mencapai

tujuan belajar.

5. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru

Bahasa Inggris dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar Bahasa

Inggris .

6. Sumbangan pemikiran bagi guru Bahasa Inggris dalam mengajar dan

meningkatkan pemahaman siswa belajar Bahasa Inggris .

E. Batasan Masalah

Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah

meliputi:

1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa Kelas X. ARL semester 2 tahun

pelajaran 2016/2017

2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret semester genap tahun pelajaran

2016/2017

5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Keterampilan Menulis

Menulis merupakan sebuah bentuk komunikasi secara tidak

langsung. Wikipedia menyebutkan, writing is the representation of

language in a textual medium through the use of a set of signs or symbols

(known as a writing system). Menulis merupakan representasi suatu bahasa

dalam bentuk tertulis yang mempergunakan seperangkat tanda atau simbol,

yang biasa dikenal dengan sistem penulisan.

Writing is the productive skill in the written mode. It, too, is more

complicated than it seems at first, and often seems to be the hardest of the

skills, even for native speakers of a language, since it involves not just a

graphic representation of speech, but the development and presentation of

thoughts in a structured way.

Menulis merupakan keterampilan yang produktif dalam

keterampilan berbahasa tulis. Keterampilan menulis ini berkembang

menjadi lebih rumit dan terkadang menjadi keterampilan yang paling sulit,

bahkan bagi penutur asli suatu bahasa. Hal ini karena menulis bukan hanya

representasi berbicara, namun juga pengembangan dan penyajian dari

pemikiran dalam bentuk yang terstruktur.

Keterampilan menulis dibagi ke dalam tiga aspek, yaitu (1) menulis

sebagai proses berpikir, (2) menulis sebagai proses aktivitas, (3) menulis

berkaitan erat dengan membaca.

6
Roekhan mengungkapkan pengertian menulis dalam empat hal,

yakni:

1. Mencipta (menulis) menuntut seseorang melahirkan idenya dalam

bentuk tulis.

2. Mengarang (menulis) merangsang kreativitas karena dalam menulis

selalu terjadi perubahan, penambahan, atau pengurangan.

3. Mengarang (menulis) berarti mengabadikan ide. Dengan

terabadikannya sebuah ide akan merangsang lahirnya ide-ide

berikutnya. Semakin sering seseorang menulis, semakin banyak ide

yang akan dilahirkannya.

4. Mengarang (menulis) dapat mematangkan ide. Seseorang tidak mau

menuliskan idenya sebelum ide itu dianggap matang atau siap ditulis.

Hal ini yang mendorong kreativitas seseorang. Beberapa fungsi

yang dimiliki oleh kegiatan menulis adalah: (1) fungsi berkorespondensi, (2)

fungsi melukiskan, (3) fungsi meyakinkan, (4) fungsi memberi petunjuk, (5)

fungsi mengingat, dan (6) fungsi pengisahan.

Fungsi berkorespondensi Dalam kehidupan sehari-hari kita

terkadang ingin memberitahukan sesuatu, menanyakan sesuatu, meminta

persetujuan, atau menolak persetujuan kepada orang lain dengan bahasa

tulis, maka media surat peranannya sangat penting untuk menyampaikan

gagasan-gagasan kita tersebut.

7
 Fungsi melukiskan

Dalam karangan, penulis ingin menggambarkan atau

mendeskripsikan sesuatu, baik tentang keadaan atau wujud sesuatu

tersebut. Tujuannya agar pembaca diharapkan mempunyai gambaran

tentang keadaan atau wujud sesuatu yang kita utarakan dalam bahasa

tulis.

 Fungsi meyakinkan

Penulis dalam menyampaikan gagasan atau ide-ide dengan

cara meyakinkan kepada para pembaca tentang sesuatu hal dengan

tujuan agar pembaca terdorong untuk melakukan sesuatu hal tersebut.

Dalam karangan ini biasanya penulis berusaha mempengaruhi dengan

alasan-alasan atau bahkan juga ditunjang dengan hasil-hasil

pembuktian. Sehingga pembaca merasa yakin dan terdorong mengikuti

jalan pikiran penulis yang pada akhirnya pembaca ingin dan melakukan

sesuatu dengan pikiran penulis.

 Fungsi memberi petunjuk

Dalam karangan ini penulis memberi petunjuk tentang cara

atau suatu aturan dalam melaksanakan sesuatu. Tujuan yang diharapkan

adalah pembaca dalam melakukan sesuatu atau aturan dalam

melaksanakan sesuatu itu dapat mengikuti petunjuk-petunjuk penulis.

Karangan ini biasanya berbentuk pedoman, juklak, resep dan

sebagainya.

8
 Fungsi mengingat Dalam karangan ini penulis mencatat peristiwa,

keadaan, atau keterangan dengan maksud agar penulis sendiri tidak

lupa hal-hal atau kejadian-kejadian yang pernah dialaminya. Karangan

ini dimaksudkan baik untuk diri penulis sendiri atau orang lain yang

ingin membacanya. Biasanya karangan ini terdapat pada buku harian,

memori dan sejenisnya.


Fungsi pengisahan Dalam karangan ini penulis mengisahkan atau

menceritakan sesuatu dengan maksud mengemukakan peristiwa agar

pembaca dapat mengikuti jalannya peristiwa-peristiwa itu, baik para

pelakunya, perwatakannya, serta tempat kejadiannya. Karangan ini biasanya

terdapat pada novel, biografi drama, kisah sejarah, dan sejenisnya.

Pembelajaran keterampilan menulis akan dapat dilaksanakan secara terarah

dan efektif apabila guru berpedoman kepada prinsip-prinsip pembelajaran.

Dixon menyatakan prinsip-prinsip pembelajaran keterampilan menulis

sebagai berikut:

1. Pada tahap kegiatan pembelajaran keterampilan menulis diarahkan pada

satu topik. Pemilihan topik dapat didasarkan pada kegemaran,

kesenangan, kemampuan siswa maupun rambu-rambu yang berlaku

pada tema yang ditentukan dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Pembelajaran keterampilan menulis diawali dengan percakapan. Prinsip

ini mengisyaratkan agar kegiatan pembelajaran keterampilan menulis

didahului dengan berbicara tentang pengalaman, pengetahuan, dan

kegemaran atau kesenangan siswa yang berkaitan dengan topik

karangan.

9
3. Pembelajaran keterampilan menulis adalah keterampilan berbahasa

yang sulit dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya.

Berdasarkan prinsip tersebut maka seharusnyalah pembelajaran

keterampilan menulis diajarkan dalam konteks yang menyenangkan.

B. Proses Menulis

Metode yang sering dipergunakan oleh guru dalam mengajarkan

keterampilan menulis kepada siswa adalah dengan meminta siswa untuk

menulis mengenai suatu topik. Sebagai contoh mengenai "what do you

like?" atau ”what is your hobby?”. Guru lebih mementingkan hasil akhir

dari tulisan tersebut, bukan pada bagaimana proses menulis yang dilakukan

oleh siswasiswanya.

Dalam menulis terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui oleh

para penulis, yakni: tahap pre-writing (sebelum menulis): sebuah awal untuk

memulai, tahap perencanaan untuk menyusun draf, tahap pembuatan draf,

dan tahap post-writing.18 Dalam sumber yang lain disebutkan tahapan yang

harus dilalui oleh seorang penulis saat melakukan kegiatan menulis adalah:

prewriting, drafting, revising, editing dan publishing.19 Pada intinya kedua

sumber menyebutkan tahapan yang hampir sama. Diawali dengan tahapan

awal (prewriting), pengembangan dan tahapan akhir (postwriting).

a. Prewriting

Dalam tahapan menulis, prewriting merupakan tahapan awal yang

harus dilalui. Miriam Myers dalam Your Fourth Grader and Writing

10
mengemukakan bahwa: "This is the first stage of the writing process in

which the writer gathers information. Prewriting activities may include

filling out a graphic organizer, such as a cluster map of his thoughts or a

Venn diagram comparing two ideas, a drawing, free writing or

brainstorming. During this stage, the writer should be thinking of whom

he is writing for or the target audience. The writer should be sure the

writing and the audience is a good "fit"."

Tahapan prewriting adalah tahapan dimana penulis

mengumpulkan informasi awal sebagai permulaan yang akan

dikembangkan pada tahapan selanjutnya. Aktivitas prewriting dapat diisi

dengan membuat sebuah grafik seperti peta (mind map) mengenai apa

yang difikirkan siswa, atau dengan membuat diagram Venn sebagai

pembanding antara dua ide.

Prewriting dapat pula diisi dengan menggambar, menulis bebas

ataupun curah pendapat. Selama tahapan ini, penulis akan berfikir untuk

siapa sebenarnya dia menulis atau siapakah sasaran yang menjadi

pembaca.

b. Drafting

Setelah mengumpulkan informasi awal yang dilakukan dalam

prewriting, tahapan selanjutnya dalam menulis adalah drafting. "The

writer then develops his topic on paper or the computer. At this stage the

focus is on the content of the writing and not the mechanics. The writer

begins to organize his thoughts and develop the structure of the paper.

11
He begins to think about the "hook" that will engage the reader and

develops a conclusion that ties everything together."

Penulis kemudian mengembangkan topik yang telah dipilihnya

pada selembar kertas, komputer ataupun pada media lain yang dipilih

oleh penulis. Proses inilah yang disebut dengan drafting. Fokus pada

tahapandrafting adalah mengenai isi dari tulisan yang akan dibuat oleh

penulis.

Penulis mulai menyusun ide-ide yang berkembang di otaknya dan

mengembangkannya. Dia mulai memikirkan sesuatu hal yang akan

menarik pembaca dan mengembangkannya menjadi sebuah kesimpulan.

Pada akhirnya kesimpulan tersebut yang menghubungkan semua hal

yang ditulis.

c. Revising

Revising merupakan suatu tahapan yang juga harus dilalui oleh

seorang penulis. Masih menurut Miriam Myers:

"Next the writer makes changes to the draft to improve the writing and

make it clear. This may include additions or deletions, changes in the

sentence structure or organization. At this stage it is helpful to have

input from a peer or the teacher."

Tahapan selanjutnya adalah revising, yakni melakukan revisi

atau perubahan-perubahan yang diperlukan dalam rangka membuat

tulisannya lebih sesuai. Dalam revising, dilakukan penambahan atau

pengurangan kata, perubahan susunan kalimat dan lain sebagainya.

12
Bantuan dari guru atau teman sebaya sangat diperlukan pada tahapan

ini.

c. Editing
Setelah seorang penulis menyelesaikan tahapan revising, penulis

melaksanakan tahapan editing. "In the editing stage the writer pays

attention to mechanics such as spelling, punctuation, grammar and

handwriting. It is helpful to have a peer or teacher edit the work."


Tahap editing diperlukan untuk membenahi teknik penulisan,

berupa ejaan, tanda baca, ataupun grammar. Tahap ini juga memerlukan

bantuan dari guru atau teman untuk membantu meng-edit tulisan

tersebut.
d. Publishing,
Sebagai tahapan terakhir dimaksudkan untuk membantu siswa

berbagi dengan teman mereka mengenai tulisan yang telah mereka buat.
Wendy Miller, seorang konsultan dan pemenang North Carolina's

Teacher of the Year menyebutkan: "Publishing is an important part of

the writing process because it helps the writer interact with the reader

through a finished document. Students understand that this is 'my

writing at its best.' This helps the student transform her thinking from a

writer to an author. It is important for students to share their work with

others and reflect on their reactions in order to improve future writing"


Mempublikasikan sebuah karya merupakan hal yang sangat

penting, karena dengan mempublikasikasikan karya yang mereka buat

penulis dapat berinteraksi dengan pembaca melalui karya yang telah

mereka buat.
Bagi peserta didik, mereka akan memahami bahwa inilah hasil

karya saya dan karya ini merupakan karya terbaik saya. Dengan

13
publikasi ini, peserta didik akan belajar menjadi seorang pengarang,

bukan hanya seorang penulis. Selain itu, saling berbagi dengan teman

mereka akan membuat hasil tulisan mereka menjadi lebih baik lagi

nantinya. Karena peserta didik akan belajar mengenai kesalahan serta

kekurangtepatan penggunaan kata ataupun tanda baca yang mereka

lakukan sebelumnya.

C. Pembelajaran bahasa Inggris

Belajar adalah proses perubahan yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman

individu dan bukan karena proses pertumbuhan. Definisi belajar menurut

Hilhard Bower dalam buku Theories of Learning: belajar berhubungan

dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi yang

disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu,

dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar

kecenderungan respon pembawaan kematangan.

Belajar sering juga didefinisikan sebagai perubahan yang relatif

menetap dalam tingkah laku yang disebabkan oleh latihan atau pengalaman.

Anderson menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan yang

relatif menetap terjadi dalam tingkah laku potensial sebagai hasil dari

pengalaman.

Dari definisi-definisi di atas, terlihat bahwa belajar melibatkan tiga

hal pokok. Pertama, belajar mengakibatkan adanya perubahan tingkah laku.

Kedua, perubahan yang terjadi karena belajar bersifat relatif permanen atau

14
tetap. Ketiga, perubahan tersebut disebabkan oleh hasil latihan atau

pengalaman bukan oleh proses pertumbuhan atau perubahan kondisi fisik.

Pembelajaran yang efektif ditandai dengan berlangsungnya proses belajar

dalam diri siswa. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar jika

dalam dirinya terjadi perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu,

dari tidak bisa menjadi bisa dan sebagainya.

Dalam pembelajaran, hasil belajar dapat dilihat secara langsung.

Oleh karena itu, agar kemampuan siswa dapat dikontrol dan berkembang

semaksimal mungkin dalam proses belajar di kelas, maka program

pembelajaran tersebut harus dirancang terlebih dahulu oleh para guru

dengan memperhatikan berbagai prinsip pembelajaran yang telah diuji

keunggulannya.

Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan

siswa, atau dapat pula diartikan bagaimana membuat siswa dapat belajar

dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari

apa (what to) yang teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan

(needs) peserta didik. Prinsip-prinsip pembelajaran adalah: 26 prinsip

kesiapan (readiness), prinsip motivasi (motivation), prinsip perhatian,

prinsip persepsi, prinsip retensi, prinsip transfer.

D. Metode Pembelajaran bahasa Inggris

Metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian yang umum,

metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara

15
melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara

sistematis.

Dalam dunia psikologi, metode berarti prosedur sistematis (tata

cara berurutan) yang biasa digunakan untuk menyelidiki fenomena (gejala-

gejala) kejiwaan. Maka metode pembelajaran artinya cara yang berisi

prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya

kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah,

dan cara yang digunakan oleh guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Dapat dikatakan juga bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari

pendekatan. Suatu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode

pembelajaran. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Metode

dipilih berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan.

Metode merupakan cara, yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk

mencapai tujuan kegiatan.

Metode menurut sebagian ahli adalah penentuan bahan yang akan

diajarkan, adapula yang mengatakan cara-cara penyajian bahan.Pada intinya

metode mencakup beberapa faktor, yaitu penentuan bahan, penentuan urutan

bahan, cara-cara penyajian, dan sebagainya yang kesemuanya dilandaskan

pada suatu sistem tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula. Jeremy

Harmer dalam The Practice of English Language Teaching menyebutkan

"The method by which students are taught must have some effect on their

motivation. If they find it deadly boring they will probably become

16
demotivated, whereas if they have confidence in the method they will find it

motivating. But perhaps this is the most difficult area of all to be certain of".

Metode pembelajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi

peserta didik untuk belajar. Jika peserta didik merasa bosan, maka mereka

akan kurang termotivasi untuk belajar. Sebaliknya, jika mereka merasa

metode yang dipergunakan oleh guru tidak membuat mereka bosan, mereka

akan termotivasi untuk belajar. Namun, Jeremy Harmer juga menyebutkan

bahwa bidang ini sangat sulit untuk dipastikan.

Peserta didik yang sungguh-sungguh termotivasi untuk belajar

mempunyai kemungkinan untuk tetap sukses dengan metode pembelajaran

seperti apapun. Setiap peserta didik juga mempunyai ketertarikan yang

berbeda terhadap metode pembelajaran yang dipergunakan oleh guru.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan pun tidak ada yang secara pasti

menyatakan bahwa salah satu metode lebih baik dari metode yang lain.

Kesuksesan suatu metode sebagian besar berada di tangan guru

termotivasi untuk belajar. Namun, Jeremy Harmer juga menyebutkan bahwa

bidang ini sangat sulit untuk dipastikan. Peserta didik yang sungguh-

sungguh termotivasi untuk belajar mempunyai kemungkinan untuk tetap

sukses dengan metode pembelajaran seperti apapun. Setiap peserta didik

juga mempunyai ketertarikan yang berbeda terhadap metode pembelajaran

yang dipergunakan oleh guru.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan pun tidak ada yang secara

pasti menyatakan bahwa salah satu metode lebih baik dari metode yang lain.

17
Kesuksesan suatu metode sebagian besar berada di tangan guru. opportunity

to practice the language in real contexts or in situations in which they can

use it to communicate their ideas orally or in written forms"

Media gambar dapat digunakan untuk memberikan kesempatan pada peserta

didik yang sedang belajar bahasa Inggris untuk melatih bahasa mereka

dalam konteks nyata untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka secara lisan

maupun tertulis.

Wayne D. Lance menyebutkan "For some beginning school-age

children, “writing” may be conveying their ideas through pictures. Pictures

actually serve as a rehearsal for writing. They provide a framework for

putting thoughts and ideas into words". Bagi sebagian siswa pemula,

gambar merupakan salah satu media penyampaian ide mereka. Gambar-

gambar tersebut diberikan sebagai latihan untuk menulis. Gambar tersebut

juga berfungsi sebagai penyedia gambaran awal untuk mengubah ide dan

gagasan menjadi rangkaian kata-kata.

Kini poster mulai sering dipakai oleh pendidik untuk menyajikan

pelajaran. Sifat poster yang statis sebenarnya memiliki kelebihan

dibandingkan media elektronik yang menyajikan gambar bergerak. Karena

sifat statisnya, poster yang ditempel di dinding akan memungkinkan

anakanak untuk melihatnya sesering mungkin tanpa harus menyalakan

computer atau televisi.

Satu hal yang paling penting, poster yang dirancang dalam ukuran

yang tepat memungkinkan setiap anak untuk belajar dengan mengaktifkan

18
otak bawah sadar mereka. Kita tentu sudah pernah mendengar tentang

betapa efektifnya belajar dengan kekuatan otak bawah sadar. Otak bawah

sadar mencerna informasi dengan sistem kerja otak kanan, di mana setiap

informasi masuk tanpa melalui proses menyaring. Semua mengalir masuk

tanpa beban. Berbeda dengan otak sadar, yang diyakini membawa sifat-sifat

otak kiri yang cenderung melakukan pemilahan atau penyaringan informasi

karena sifat kritisnya.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah, anak-anak selau ingin tahu

segala hal yang ada dan terjadi di sekitarnya. Rasa ingin tahu yang dimiliki

anak-anak inilah yang memberi mereka motivasi untuk belajar.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Jeremy Harmer: "More than anything

else, children are curious, and this in itself is motivating. At the same time

their span of attention and concentration is less than that of an adult...

Children need frequent changes of activity: they need activities which are

exciting and stimulate their curiousity: they need to be involved in

something active (they will usually not sit and listen!), and they need to be

appreciated by the teacher, an important figure for them..."

Para siswa memerlukan perubahan aktivitas pembelajaran, mereka

memerlukan aktivitas yang menyenangkan dan menstimulasi rasa ingin tahu

mereka. Mereka harus dilibatkan pada aktivitas yang dapat mengaktifkan

mereka, sehingga mereka tidak hanya duduk dan mendengarkan saja.

Apresiasi dari pendidik juga dibutuhkan oleh para siswa. Hal ini karena

pendidik merupakan sosok yang penting bagi mereka.

19
A. Metode Poster Comment

a. Pengertian metode poster comment

Metode ini merupakan salah satu bagian dari strategi pembelajaran aktif

atau active learning. Metode ini sering juga disebut sebagai

metodemengomentari gambar, yakni suatu strategi yang digunakan

pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk memunculkan

ide apa yang terkandung dalam suatu gambar.

Gambar tersebut tentu saja harus berkaitan denganpencapaian suatu

kompetensi dalam pembelajaran. Metode ini bertujuan untuk

menstimulasi dan meningkatkan kreaktifitas dan mendorong

penghayatan siswa terhdap suatu permasalahan.

Dalam metode ini siswa di dorong untuk bisa mengungkapkan

pendapatnya secara lisan tentang gambar atau poster.

b. Prosedur metode poster comment

1) Pilihlah sebuah gambar atau poster yang ada kaitannya dengan topik

bahasan yang akan dibahas.

2) Mintalah siswa untuk mengamati terlebih dahulu gambar atau poster

tersebut.

3) Mintalah mereka untuk berdiskusi secara berkelompok, kemudian

4) mereka diminta memberikan komentar atau pendapat tentang

gambar atau poster tersebut.

20
5) Siswa diminta untuk memberikan solusi atau rekomendasi berkaitan

dengan gambar atau poster tersebut.

c. Kelebihan metode poster comment

1) Media gambar lebih konkrit.

2) Dapat mengatasi batasan ruang, waktu, dan indera.

3) Membuatnya relative murah dan mudah dibuat dan digunakan dalam

pembelajaran di kelas.

d. Kelemahan metode poster comment

1) Hanya menekankan persepsi indra mata, ukurannya terbatas

sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar.

2) Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan menimbulkan

kesalahan persepsi

B. Materi Pembelajaran Bahasa Inggris Let Me Introduce Myself

In your daily life you often meet new people and you need to

introduce yourself to them or possibly introduce your friends to others. You

may also need to respond to others who introduce themselves to you. Do

you know how to do them very well?

When you meet others you usually greet them, ask them how they

are, say goodbye, etc. Do you know how to do them?

You like reading and writing, don’t you? The texts that you read may

include recount texts such as experiences in joining extracurricular activities

21
and competitions. Can you read and write such texts effectively? Learn

those and more in this unit through challenging tasks.

In pairs, discuss the following activities with your classmate. The following
words may help you.

Ceremony (kb) : upacara

Classroom (kb) : ruang kelas

Club (kb) : klub; perkumpulan

Cxtracurricular (ks) : ekstrakurikuler

Join (kkt) : mengikuti

Listen to the following short dialogues. Then, complete the missing


expressions. The listening script is in the Appendix.

1) Ayu : Good morning.

Andi : ____________________

Ayu : Do you know when the class meeting starts?

Andi : It starts at 9 a.m. today.

Ayu : I see. Thanks for telling.

Andi : You’re welcome.

2) Virga : How are you, Den?

Denias : ____________________

Virga : Well, you look different today.

Denias : Really? How do I look?

Virga : You look great.

Denias : Thanks. You do too.

3) Retno : I think we need to discuss our plan for next month.

22
Arnys : You’re right.

Retno : What if we meet at the canteen this afternoon?

Arnys : Sure.

Retno : So, ___________________

Arnys : See you.

Study the following expressions. Work in pairs.


In the dialogues in Task 2 you find expressions with different functions.

Here are the expressions presented in a table.

Expressions Functions
Good morning. Greeting someone
How are you, Den? Asking how someone is
See you. Saying good bye
Good afternoon/evening. Greeting someone
Hi!/Hello!
How are you doing? Asking how someone is
I’m fine, thanks. Saying how you are
Very well, thanks.
Not so bad, thanks.

Good bye. Saying good bye


Bye.
See you soon/later/tomorrow.

Cultural Tips

Meeting and Greeting in Australia

• Shake hands with everyone present upon meeting and before leaving.
• Allow women to offer their hands first.
• Women generally do not shake hands with other women.
• Use titles, Mr, Mrs, and Miss when first introduced.

Complete the dialogues below with correct expressions.

23
1) Arnys : …

Ruben : Very well, thank you.

2) Ayu : Good evening.

Denias : …

3) Andi : How are you doing?

Retno : …

4) Adib : See you tomorrow.

Virga : …

5) Anita : Take care.

Marcell : …

Listen to the conversation and then answer the questions. Before listening,
read the questions. The listening script is in the Appendix.

Situation: Andi, Denias, and Adib are new students. They are at the students’

association office.

Questions

1. What does Andi say to Denias to introduce himself?

2. What does Denias say to Andi to introduce himself?

3. What does Andi say to Denias to introduce Adib?

4. Who joined pencak silat extracurricular activity in the Junior High

School?

5. What does Andi say to end the conversation?

Study the following expressions. Work in pairs.

24
In the conversation you find expressions with different functions. Here are

the expressions presented in a table.

Complete the following conversation with the correct expressions in the


box. Compare your answers with a classmate’s. Then, act the conversation
out.

Situation: Adib, Arnys, and Retno are new students. They meet at the
students’ orientation course.

Adib : Hi, Are you a new student?

Arnys : Yes, I am. By the way, are you a new student, too?

Adib : I’m a new student too. 1) _______________

25
Arnys : 2) __________ Well, Adib, 3) ____________ She was my

classmate in the Junior High School.

Adib : 4) ___________ Nice to meet you?

Retno : Nice to meet you too.

Adib : Anyway, we still have half an hour before the class starts. Shall

we go to the canteen?

Arnys & Retno : Okay.

Have a conversation in groups of three. Introduce yourself and one of your

classmates to your group. Look at the example.

Anita : Hi, my name is Anita.

Virga : Hi, Anita. My name is Virga.

Anita : Virga, this is Ayu.

Virga : Hi, Ayu. It’s nice to meet you.

Ayu : It’s nice to meet you too, Virga.

In small groups, introduce yourself to your classmates. The following


guidance will help you.

• Greet your classmates.


• Introduce yourself: name, place/date of birth, address.
• Mention your hobbies and your ambitions.
• Tell the activities you ever joined and recent activities you have.

Good morning, everybody! Let me introduce myself. My name is Anita

Mumpuni. I was born in Semarang, on 29 August 1992. I live at Diponegoro

street no. 27. My hobbies are dancing, singing, and swimming. I want to be

26
a professional dancer someday. I joined the music club in the Junior High

School. Now, I join the dancing club. I practise hard to reach my ambition.

27
Read the following text carefully and then write T if the statement is true
and F if the statement is false. Correct the false statements. Compare your
work with a classmate’s. Look at the example.

Joining the Traditional Dance Competition

I joined the Traditional Dance Competition in Jakarta last year. I represented

my Junior High School. It was my biggest competition. I practised hard with

my teacher for a month.

We also prepared the best costume we had. We only had one day in Jakarta.

We went there by plane. We left at 6 a.m. and arrived in Jakarta at 7 a.m. We

took a taxi to take us to the place where the competition was held. It took an

hour to get there. There were already some participants when we arrived.

The competition would start in an hour.

First, my teacher and I went to the dressing room. My teacher helped me do

the make-up and the costume. We spent almost an hour for the preparation. I

told my teacher that I was really nervous. I was not ready for this. However,

she told me that everything was alright, and I felt better.

28
Then, the time came for me to perform on stage. There were five judges and

about two hundred people watching me. However, I did not feel nervous

anymore. I performed on the stage confi dently. I really did the best I could.

I was glad when it ended smoothly.

After that, we waited for the announcement of the result. It was 4 p.m. when

the judges finished making their final decision. I was so impatient to hear

the result. I still could not believe when they called my name as the first

winner. I was so happy to be given the trophy. My teacher was also proud of

my achievement. Finally, we went back to Yogyakarta in the evening. We

were so tired. However, we were satisfied because our effort was not

useless.

29
Study the following notes.

The text is a recount text telling ‘what happened’. The purpose of the story

is to tell a series/sequence of events and evaluate their significance in some

way. It has expressions of attitude and feeling, usually made by the writer

about the events.

The text is organized to include:

30
- An information about ‘who’, ‘where’ and ‘when’;

- A record of events usually in chronological order;

- Personal comments or evaluative remarks, which are arranged over

throughout the record of events; and a reorientation which ‘rounds off’

the sequence of events.

The grammatical patterns of the text include:

- Use of nouns and pronouns to identify people or things involved;

- Use of action verbs to refer to events;

- Use of past tense to locate events in relation to writer’s time;

- Use of conjunction and time connectives to sequence the events;

- Use of adverbs and adverbial phrases to indicate place and time; and

- Use of adjectives to describe nouns.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian

31
1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan

penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini

bertempat di SMK Negeri 1 Tual.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat

penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan

Februari sampai dengan April semester genap tahun pelajaran 2016/2017

Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis melakukan prosedur

penelitian sebagai berikut dengan jadwal sebagai berikut:

No Jadwal kegiatan Januari Februari Maret April


1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan awal pelaksanaan
penelitian
2 Persiapan instrument dan alat
3 Pegumpulan data
 Penulis mengadakan
penelitian dengan Metode
Poster Comment yaitu dengan
mencari nilai raport dan nilai
ulangan harian siswa.
 Penulis mengadakan
penelitian dengan
menggunakan Metode Poster
Comment yaitu siklus I
 Penulis mengadakan
penelitian dengan
menggunakan Metode Poster
Comment yaitu siklus II
 Penulis mengadakan
penelitian dengan
menggunakan Metode Poster
Comment yaitu siklus III
4 Analisis data

32
5 Penyusunan Laporan

3. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa kelas X. ARL semester 2 SMK

Negeri 1 Tual tahun pelajaran 2016/2017.

A. Rancangan Penelitian

Dalam kegiatan penelitian kali ini peneliti bekerja sendirian tanpa

kolaborasi dengan orang lain. Kehadiran peneliti dalam kegiatan belajar

mengajar dilakukan seperti biasa seperti tidak ada penelitian. Jadi siswa

dibiarkan melakukan semua kegiatan seperti biasa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu bentuk kajian yang

bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan

kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas,

memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu,

serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan

(dalam Mukhlis, 2003: 3).

Sedangkan menurut Muhlis (2003: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian

yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki

kondisi pembelajaran yang dilakukan.

Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/

meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan

33
tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru

(Mukhlis, 2003: 5).

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,

maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan

Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu

ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action

(tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada

siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan,

pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan

pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.


Puta
ran
1

Refleksi Rencana
Rencana
awal/rancangan Puta
awal/rancangan
ran
Tindakan/ 2
Observasi
Rencana yang
Refleksi Rencana yang
direvisi Puta
direvisi
ran
Tindakan/ 3
Observasi

Rencana yang
Refleksi Rencana yang
direvisi
direvisi

Tindakan/
Observasi

Gambar 3.1 Alur PTK

Penjelasan alur di atas adalah:

34
1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti

menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,

termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.

2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti

sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati

hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran menggunakan

poster commnent.

3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau

dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan

yang diisi oleh pengamat.

4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat

membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus

berikutnya.

Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaitu putaran 1, 2 dan 3, dimana masing

putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan

membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir

masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki

sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.

C. Instrumen Penelitian

35
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP)

Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai

pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-

masing RPP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar,

tujuan pembelajaran, dan kegiatan belajar mengajar.

3. Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan

dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan penguasaan dan

pemahaman menggunakan poster comen. Tes formatif ini diberikan setiap

akhir putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif).

Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 45 soal yang telah diujicoba,

kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah diuji

validitas dan reliabilitas pada tiap soal. Analisis ini digunakan untuk

memilih soal yang baik dan memenuhi syarat digunakan untuk mengambil

data. Langkah-langkah analisis butir soal adalah sebagai berikut:

a. Validitas Tes

Validitas butir soal atau validitas item digunakan untuk

mengetahui tingkat kevalidan masing-masing butir soal. Sehingga

dapat ditentukan butir soal yang gagal dan yang diterima. Tingkat

kevalidan ini dapat dihitung dengan korelasi Product Moment:

N  XY    X   Y 
rxy 
N  X 2
  X 
2
N  Y 2
 Y 
2

36
(Suharsimi Arikunto, 2001: 72)

Dengan: rxy : koefisien korelasi product moment

N : jumlah peserta tes

ΣY : jumlah skor total

ΣX : jumlah skor butir soal

ΣX2 : jumlah kuadrat skor butir soal

ΣXY : jumlah hasil kali skor butir soal

b. Reliabilitas

Reliabilitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan rumus

belah dua sebagai berikut:

2r1 / 21 / 2
r11  (Suharsimi Arikunto, 20001: 93)
(1  r1 / 21 / 2 )

Dengan: r11 : koefisien reliabilatas yang sudah disesuaikan

r1/21/2 : korelasi antara skor-skor setiap belahan tes

Kriteria reliabilitas tes jika harga r11 dari perhitungan lebih besar dari

harga r pada tabel product moment maka tes tersebut reliable.

c. Taraf Kesukaran

Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal

adalah indeks kesukaran. Rumus yang digunakan untuk menentukan

taraf kesukaran adalah:

B
P (Suharsimi Arikunto, 2001: 208)
Js

Dengan: P : Indeks kesukaran

B : banyak siswa yang menjawab soal dengan benar

37
Js : Jumlah seluruh siswa peserta tes

Kriteria untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai

berikut:

- Soal dengan P = 0,000 sampai 0,300 adalah sukar

- Soal dengan P = 0,301 sampai 0,700 adalah sedang

- Soal dengan P = 0,701 sampai 1,000 adalah mudah

d. Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk

membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa

yang berkemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya

pembeda disebut indeks diskriminasi. Rumus yang digunakan untuk

menghitung indeks diskriminasi adalah sebagai berikut:

B A BB
D   PA  PB (Suharsimi Arikunto, 2001: 211)
JA JB

Dimana:

D : Indeks diskriminasi

BA : Banyak peserta kelompok atas yang menjawab dengan benar

BB : Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab dengan benar

JA : Jumlah peserta kelompok atas

JB : Jumlah peserta kelompok bawah

BA
PA   proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar.
JA

BB
PB   proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
JB

38
Kriteria yang digunakan untuk menentukan daya pembeda

butir soal sebagai berikut:

- Soal dengan D = 0,000 sampai 0,200 adalah kurang

- Soal dengan D = 0,201 sampai 0,400 adalah cukup

- Soal dengan D = 0,401 sampai 0,700 adalah baik

- Soal dengan D = 0,701 sampai 1,000 adalah sangat baik

D. Metode Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui

observasi pengolahan cara belajar aktif menggunakan poster comen, observasi

aktivitas siswa dan guru dan tes formatif.

E. Teknik Analisa Data

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan

pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan

teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat

menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh

dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga

untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta

aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan

siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara

memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.

39
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:

1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang

selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut

sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

X 
X
N
Dengan : X = Nilai rata-rata

Σ X = Jumlah semua nilai siswa

Σ N = Jumlah siswa

2. Untuk ketuntasan belajar

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan

secara klasikal. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,

keberhasilan pengajaran dikatakan tuntas apabila seorang siswa telah

mencapai skor di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dimana KKM

ini ditentukan oleh masing-masing lembaga pendidikan. KKM mata

pelajaran Bahasa Inggris yang ditetapkan di SMK Negeri 1 Tual yakni 70

% atau nilai 70. Dan kelas dikatakan tuntas belajar bila di kelas tersebut

terdapat 85 % yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan

70 %. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus

sebagai berikut:

P
 Siswa. yang.tuntas.belajar x100%
 Siswa

40
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

41
A. Analisa Data

Suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan dianggap tuntas secara

klasikal jika siswa yang mendapat nilai 65 lebih dari atau sama dengan 85%,

sedangkan seorang siswa dinyatakan tuntas belajar pada pokok bahasan atau

sub pokok bahasan tertentu jika mendapat nilai minimal 65.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran

yang terdiri dari rencana pembelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-

alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar

observasi pengelolaan Poster Comment, dan lembar observasi aktivitas

guru dan siswa.

b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I

dilaksanakan pada tanggal 10 maret 2017 di Kelas X. ARL semester 2,

jumlah siswa adalah 25 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai

pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana

pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi)

dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I

dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam

proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil

penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut.

42
Tabel 4.1. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus I

Penilaian Rata
No Aspek yang diamati
P1 P2 -rata
Pengamatan KBM
A.Pendahuluan
1. Memotivasi siswa 2 2 2
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 2 2
3. Menghubungkan dengan pelajaran 2 2 2
sebelumnya
4. Mengatur siswa dalam kelompok- 2 2 2
kelompok belajar

B. Kegiatan inti
1. Mempresentasikan langkah-langkah
I 3 3 3
metode pembelajaran poster comment
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
3 3 3
3. Melatih keterampilan
3 3 3
4. Mengawasi setiap kelompok secara
bergiliran
3 3 3
5. Memberikan bantuan kepada kelompok
yang mengalami kesulitan
C. Penutup
1. Membimbing siswa membuat
3 3 3
rangkuman
3 3 3
2. Memberikan evaluasi
II Pengelolaan Waktu 2 2 2
Antusiasme Kelas
III 1. Siswa antusias 2 2 2
2. Guru antusias 3 3 3
Jumlah 32 32 32

Keterangan : Nilai : Kriteria


1) : Tidak Baik
2) : Kurang Baik
3) : Cukup Baik
4) : Baik
Berdasarkan tabel di atas aspek-aspek yang mendapatkan

kriteria kurang baik adalah memotivasi siswa, menyampaikan tujuan

pembelajran, pengelolaan waktu, dan siswa antusias. Keempat aspek

yang mendapat nilai kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan

43
yang terjadi pada siklus I dan akan dijadikan bahan kajian untuk

refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II.

Tabel 4.2 Nilai Tes Formatif Pada Siklus I

Keterangan
No Nama Siswa Skor
T TT
1. 100 
AYUNI DERWOTUBUN
2. 60 
DEWI MUTIA BORUT
3. 80 
DJUANDI MADUBUN
4. 60 
DARMA BUGIS
5. 70 
ESLILI YAMLEAN
6. 80 
ERNA FOKAUBUN
7. 70 
HALILA TAMHER
8. 60 
HASTUTI RAHAGIAR
9. 70 
ISKANDAR YAMLEAN
10. 60 
MELATI LANGSAMBA
11. 90 
MARYAM RAHAKBAU
12. 80 
MUTAWALI KATMAS
13. 60 
MUH. DJAUHARI JOHAR
14. 70 
NADIA TAMNGE
15. 70 
NUR AFIFI OHOIWUI
16. 80 
NASRUM BACO
17. SANDI DIFINUBUN 70 

18. SRI J. DAENG TALENG 60 

44
19. RAJUDIN 60 

20. RIZALDI RUMRA 100 

21. TIMAYA RAHAYAAN 60 

22. ZAKIA MARWAN 70 

23. ZAINUDIN MADAMAR 60 

24. ZULFAHIRA KABAKORAN 75 

25. ZULKARNAIN REFRA 80 

JUMLAH 1795 16 9

Keterangan:
T : Tuntas
TT : Tidak tuntas
Jumlah Siswa yang tuntas : 16
Jumlah Siswa yang tidak tuntas : 9
Skor Maksimal Ideal : 2500
Skor Tercapai : 1795
Rata-rata Skor Tercapai : 71
Prosentase Ketuntasan : 64

Tabel 4.3. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I


1 Nilai rata-rata tes formatif 71
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 16
3 Persentase ketuntasan belajar 64

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan

menerapkan pembelajaran dengan Poster Comment diperoleh nilai

rata-rata prestasi belajar siswa adalah 71 dan ketuntasan belajar

mencapai 64% atau ada 16 siswa dari 25 siswa sudah tuntas belajar.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal

45
siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai  65

hanya sebesar 64% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang

dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih

merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan

digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan Poster

Comment.

c. Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh

informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

1) Guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa dan dalam

menyampaikan tujuan pembelajaran

2) Guru kurang maksimal dalam pengelolaan waktu

3) Siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung

d. Refisi

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih

terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan

pada siklus berikutnya.

1) Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas

dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak

untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

2) Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan

menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi

catatan.

46
3) Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi

siswa sehingga siswa bisa lebih antusias.

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran

yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat

pengajaran yang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II

dilaksanakan pada tanggal 17 maret 2017 di Kelas X. ARL semester 2

dengan jumlah siswa 25 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak

sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada

rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga

kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus

II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan

pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II

dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam

proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang

digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada

siklus II adalah sebagai berikut.

47
Tabel 4.4. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus II

Penilaian Rata
No Aspek yang diamati
P1 P2 -rata
Pengamatan KBM
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa 3 3 3
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 3 4 3
3. Menghubungkan dengan pelajaran 4 3 3
sebelumnya 3 3 3
4. Mengatur siswa dalam kelompok- 3 4 4
kelompok belajar
B. Kegiatan inti
1. Mempresentasikan langkah-langkah 3 4 3
I metode pembelajaran poster comment
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan 4 4 4
2. Melatih keterampilan siswa 4 4 4
3. Mengawasi setiap kelompok secara 4 4 4
bergiliran
4. Memberikan bantuan kepada kelompok 3 3 3
yang mengalami kesulitan
C. Penutup
1. Membimbing siswa 3 4 3
membuat rangkuman 4 4 4
2. Memberikan evaluasi
II Pengelolaan Waktu 3 3 3
Antusiasme Kelas
III 1. Siswa antusias 4 3 3
2. Guru antusias 4 4 4
Jumlah 52 54 51

Keterangan : Nilai : Kriteria


1) : Tidak Baik
2) : Kurang Baik
3) : Cukup Baik
4) : Baik

Dari tabel di atas, tanpak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan

belajar mengajar (siklus II) yang dilaksanakn oleh guru dengan

menerapkan metode pembelajarn Poster Comment mendapatkan

penilaian yang cukup baik dari pengamat. Maksudnya dari seluruh

48
penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian

tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa

aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan

penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-aspek tersebut adalah

memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/

menemukan konsep, dan pengelolaan waktu.

Dengan penyempurnaan aspek-aspek di atas dalam penerapan

metode pembelajarn Poster comment diharapkan siswa dapat

menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan

pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa ynag

telah mereka lakukan

Tabel 4.5. Nilai Tes Formatif Pada Siklus II

Keterangan
No Nama Siswa Skor
T TT
1. 100 
AYUNI DERWOTUBUN
2. 70 
DEWI MUTIA BORUT
3. 80 
DJUANDI MADUBUN
4. 70 
DARMA BUGIS
5. 80 
ESLILI YAMLEAN
6. 82 
ERNA FOKAUBUN
7. 80 
HALILA TAMHER
8. 60 
HASTUTI RAHAGIAR
9. 80 
ISKANDAR YAMLEAN
10. MELATI LANGSAMBA 60 

49
11. 92 
MARYAM RAHAKBAU
12. 80 
MUTAWALI KATMAS
13. 60 
MUH. DJAUHARI JOHAR
14. 89 
NADIA TAMNGE
15. 88 
NUR AFIFI OHOIWUI
16. 80 
NASRUM BACO
17. SANDI DIFINUBUN 75 

18. SRI J. DAENG TALENG 60 

19. RAJUDIN 70 

20. RIZALDI RUMRA 100 

21. TIMAYA RAHAYAAN 60 

22. ZAKIA MARWAN 80 

23. ZAINUDIN MADAMAR 70 

24. ZULFAHIRA KABAKORAN 80 

25. ZULKARNAIN REFRA 85 

JUMLAH 1931 20 5

Keterangan:
T : Tuntas
TT : Tidak tuntas
Jumlah Siswa yang tuntas : 20
Jumlah Siswa yang tidak tuntas : 5
Skor Maksimal Ideal : 2500
Skor Tercapai : 1931
Rata-rata Skor Tercapai : 77
Prosentase Ketuntasan : 80%

50
Tabel 4.6. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II


1 Nilai rata-rata tes formatif 77
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 20
3 Persentase ketuntasan belajar 80%

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa

adalah 76 dan ketuntasan belajar mencapai 80% atau ada 20 siswa dari

25 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada

siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami

peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan

kemampuan berbicara siswa ini karena setelah guru menginformasikan

bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada

pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu

siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan

diinginkan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan Metode

Pembelajaran Poster Comment.

c. Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari

hasil pengamatan sebagai berikut:

1) Memotivasi siswa

2) Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep

3) Pengelolaan waktu

51
d. Revisi Rancangan

Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat

kekurangan-kekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan

pada siklus III antara lain:

1) Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa

lebih termotivasi selama proses belajar mengajar berlangsung.

2) Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan

takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau

bertanya.

3) Guru harus lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan

kesimpulan/menemukan konsep.

4) Guru harus mendistribusikan waktu secara baik sehingga kegiatan

pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

5) Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh soal dan memberi

soal-soal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan

belajar mengajar.

3. Siklus III

a. Tahap perencanaan

52
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran

yang terdiri dari rencana pelajaran 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat

pengajaran yang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III

dilaksanakan pada tanggal 24 maret 2017 di Kelas X. ARL semester 2

dengan jumlah siswa 25 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak

sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada

rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II,

sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi

pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan

dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III

dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam

proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang

digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada

siklus III adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus III

Penilaian Rata
No Aspek yang diamati
P1 P2 -rata

53
I Pengamatan KBM
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa 4 4 4
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4 4 4
3. Menghubungkan dengan pelajaran 4 4 4
sebelumnya
4. Mengatur siswa dalam kelompok- 4 4 4
kelompok belajar

B. Kegiatan inti
1. Mempresentasikan langkah- 4 4 4
langkah metode pembelajaran poster
comment 4 4 4
2. Membimbing siswa 4 4 4
melakukan kegiatan
3. Melatih keterampilan siswa 4 3 4
4. Mengawasi setiap kelompok
secara bergiliran 3 4 4
5. Memberikan bantuan kepada
kelompok yang mengalami kesulitan
C. Penutup
1. Membimbing siswa membuat 4 4 4
rangkuman 4 4 4
2. Memberikan evaluasi
II Pengelolaan Waktu 4 4 4
Antusiasme Kelas
III 1. Siswa antusia 4 4 4
2. Guru antisias 4 4 4
Jumlah 55 55 56

Keterangan : Nilai : Kriteria


1 : Tidak Baik
2. : Kurang Baik
3. : Cukup Baik
4. : Baik

Dari tabel di atas, dapat dilihat aspek-aspek yang diamati pada

kegiatan belajar mengajar (siklus III) yang dilaksanakan oleh guru

dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Poster

comment mendapatkan penilaian cukup baik dari pengamat adalah

54
memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan

kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu.

Penyempurnaan aspek-aspek diatas dalam menerapkan metode

pembelajaran Metode Poster Comment diharapkan dapat berhasil

semaksimal mungkin.

Tabel 4.8 Nilai Tes Formatif Pada Siklus III


Keterangan
No Nama Siswa Skor
T TT
1. 100 
AYUNI DERWOTUBUN
2. 80 
DEWI MUTIA BORUT
3. 90 
DJUANDI MADUBUN
4. 82 
DARMA BUGIS
5. 90 
ESLILI YAMLEAN
6. 94 
ERNA FOKAUBUN
7. 90 
HALILA TAMHER
8. 70 
HASTUTI RAHAGIAR
9. 94 
ISKANDAR YAMLEAN
10. 77 
MELATI LANGSAMBA
11. 100 
MARYAM RAHAKBAU
12. 90 
MUTAWALI KATMAS
13. 80 
MUH. SAJIR
14. 96 
NADIA TAMNGE
15. 88 
NUR AFIFI OHOIWUI
16. 95 
NASRUM BACO

55
17. SANDI DIFINUBUN 85 

18. SRI J. DAENG TALENG 87 

19. RAJUDIN 98 

20. RIZALDI RUMRA 100 

21. TIMAYA RAHAYAAN 60 

22. ZAKIA MARWAN 95 

23. ZAINUDIN MADAMAR AN 74 

24. ZULFAHIRA KABAKOR 95 

25. ZULKARNAIN REFRA 100 

JUMLAH 2210

Keterangan:
T : Tuntas
TT : Tidak tuntas
Jumlah Siswa yang tuntas : 24
Jumlah Siswa yang tidak tuntas : 1
Skor Maksimal Ideal : 2500
Skor Tercapai : 2210
Rata-rata Skor Tercapai : 88%
Prosentase Ketuntasan : 96%

Tabel 4.9. Hasil Formatif Siswa Pada Siklus III

No Uraian Hasil Siklus III


1 Nilai rata-rata tes formatif 88%
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 24%
3 Persentase ketuntasan belajar 96%

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif

sebesar 88% dan dari 25 siswa telah tuntas sebanyak 24 siswa dan 1

siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal

56
ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 88% (termasuk kategori

tuntas). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari

siklus II. Adanya peningkatan kemampuan berbicara pada siklus III ini

dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam

menerapkan pembelajaran dengan metode pembelajaran Poster

Comment sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran

seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang

telah diberikan.

c. Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan

baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar

dengan penerapan pembelajaran dengan Poster Comment. Dari data-

data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua

pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang

belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-

masing aspek cukup besar.

2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif

selama proses belajar berlangsung.

3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami

perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.

57
4) Kemampuan berbicara siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.

d. Revisi Pelaksanaan

Pada siklus III guru telah menerapkan pembelajaran dengan

Poster Comment dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta

kemampuan berbicara siswa pelaksanaan proses belajar mengajar

sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu

banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya

adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada

dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar

selanjutnya penerapan model pengajaran Poster Comment dapat

meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran

dapat tercapai.

B. Pembahasan

1. Ketuntasan Kemampuan berbicara Siswa

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran

dengan Poster Comment memiliki dampak positif dalam meningkatkan

prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya

pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan

belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 64%,

80%, dan 96%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal

telah tercapai.

2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

58
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

belajar mengajar dengan menerapkan model pengajaran Poster Comment

dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif

terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan

meningkatnya nilai rata-rata siswa pad setiap siklus yang terus mengalami

peningkatan.

3. Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran Bahasa Inggris dengan model pengajaran Poster Comment

yang paling dominan adalah, mendengarkan/memperhatikan penjelasan

guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat

dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah

melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan

menerapkan pengajaran konstekstual model pengajaran berbasis masalah

dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya

aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep,

menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab

dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

59
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan poster

comment yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh

pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai

berikut:

1. Pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan poster comment dengan cara

belajar aktif memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar

siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam

setiap siklus, yaitu siklus I (64%,), siklus II (80%), siklus III (96%).

2. Penerapan cara belajar aktif menggunakan poster comment pada mata

pelajaran Bahasa Inggris ini mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat

meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan rata-rata

jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat

dengan model belajar aktif sehingga mereka menjadi termotivasi untuk

belajar

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar

proses belajar mengajar Bahasa Inggris lebih efektif dan lebih memberikan

hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

60
1. Untuk melaksanakan belajar aktif memerlukan persiapan yang cukup

matang, sehingga guru harus mempu menentukan atau memilih topik yang

benar-benar bisa diterapkan dengan cara belajar aktif menggunakan poster

comen dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang

optimal.

2. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya

dilakukan di Kelas X. ARL semester 2 SMK Negeri 1 Tual Tahun

Pelajaran 2016/2017

61
DAFTAR PUSTAKA

Adinawan M. Cholok dan Sugijono, Bahasa Inggris Untuk Smp Kelas X,


(Erlangga, 2005)

Arend Richardi, Classroom Instruction dan Management, (New York: MCGRow-


Hill Companies inc, 1997)

Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:


Rineka Cipta, 1998)

E.Robert Slavin, Educational Pshycologi Theory and Practice Fifth Edition, Allyn
dan Bacon.1997.

Enco Mulyasa, Menjadi Guru Professional, (Bandung: Rosda Karya, 2005)

Erman Suherman, Commond Text Book (Edisi Revisi): Strategi Pembelajaran


Bahasa Inggris Kontemporer, (Bandung: JICA Universitas Pendidikan
Indonesia, 2003).

Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000).

Herman Hudojo, Strategi Mengajar Belajar Bahasa Inggris, (Malang: IKIP


Malang).

Hisyam Zaini, Munthe Bermawy, dan Sekar Ayu Ariyani, Strategi Pembelajaran
Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insane Madani, 2008).

Ibrahim Muslimin dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: UNESA University


Pres, 2000).

Isjoni. Cooperative Learning, (Bandung: Alfabeta, 2009).

M. Cholok Adinawan dan Sugijono, Bahasa Inggris Untuk Smp Kelas VII,
(Erlangga, 2005).

M. Nur dan Prima Retno Wikandari, Pengajaran Berpust pada Siswa dan
Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran, (Surabaya: UNESA, 1999).

Mardalis, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003).

Masriyah, Pengantar Dasar Bahasa Inggris, (Surabaya: Unipress Unesa, 2007).

Mulyasa Enco, Menjadi Guru Professional, (Bandung: Rosda Karya, 2005).

62
Muslimin Ibrahim dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: UNESA
University pres, 2000).

Nuharini Dewi dan Wahyuni Tri, Bahasa Inggris Atau Konsep dan Aplikasinya,
(Jakarta: Pusat Perbukuan, 2008).

Nur Hadi, dkk, Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK,


(Malang: Universitas Negeri Malang, 2004).

Hill, L. A. Elementary Comprehension Pieces. London: Oxford University Press,


1963.

Madya, Suwarsih. Learning English Pronunciation Systematically. Yogyakarta:


State University of Yogyakarta, 2000.

Murphy, Raymond. English Grammar in Use. Cambridge: Cambridge University


Press, 1985.

63
Lampiran 1

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 TUAL
Alamat : Jalan Baldu Wahadat, Kec. Pulau Dullah Selatan, HP: 0812 4748 3924

Tual, 9 Februari 2017

Nomor : 421.5/147/2017
Lampiran :-
Hal : Surat Izin Penelitian

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMK Negeri 1 Tual, memberikan izin
kepada:

Nama : Mariati, S. Pd. I


NIP : 19810223 201111 2 001
Jabatan : Guru Bahasa Inggris

Untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas di kelas X. AP SMK Negeri 1


Tual, pada semester 2 tahun ajaran 2016/2017 dengan judul ” Penggunaan
Metode Poster Comment Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X. ARL Semester 2 Tahun
Pelajaran 2016/2017” mulai bulan Februari 2017 sampai dengan bulan April
2017.

Demikian surat ini dibuat agar bisa digunakan seperlunya.

Kepala Sekolah,

SAMSUDIN RUMAF, S. Pd
Nip. 19680915 199303 1 016

64
Lampiran 2

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 TUAL
Alamat : Jalan Baldu Wahadat, Kec. Pulau Dullah Selatan, HP: 0812 4748 3924

SURAT KETERANGAN
Nomor :421.5/ SMKN 1/ 24 / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Samsudin Rumaf, S. Pd


NIP : 19680915 199303 1 016
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SMK Negeri 1 Tual

Menerangkan dengan sebenar-benarnya yang tersebut di bawah ini:

Nama : Mariati, S. Pd. I


NIP : 19810223 201111 2 001
Unit Kerja : SMK Negeri 1 Tual

Telah menyelesaikan laporan Penelitian Tindakan Kelas, serta menyeminarkan


laporan tersebut. Selanjutnya laporan tersebut diarsipkan di perpustakaan
sekolah.

Tual, 24 Maret 2017


Kepala Sekolah,

Samsudin Rumaf, S. Pd
Nip. 19680915 199303 1 016

65
Lampiran 3

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 TUAL
Alamat : Jalan Baldu Wahadat, Kec. Pulau Dullah Selatan, HP: 0812 4748 3924

SURAT KETERANGAN
Nomor : 421.5/ SMKN 1/ 28 / 2017

TENTANG
PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Yang bertanda tangan di bawah ini :


I. Nama : MARIATI, S. Pd. I
NIP : 19810223 201111 2 001
Jabatan : Kepala Perpustakaan SMKN 1 Tual
II. Nama : SAMSUDIN RUMAF, S.Pd
NIP : 19680915 199303 1 016
Jabatan : Kepala SMKN 1 Tual

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa buku yang berjudul : “ Penggunaan


Metode Poster Comment Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X. ARL Semester 2 Tahun
Pelajaran 2016/2017”

Nama Pengarang : Mariati, S. Pd. I


Tahun Karangan : 2017
Kelompok Buku : Referensi
Buku tersebut diatas benar-benar telah menjadi koleksi buku Perpustakaan di
Sekolah kami, dan telah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Tual, 28 April 2017
Kepala Perpustakaan
SMKN 1 Tual Penulis

MARIATI, S. Pd. I Mariati, S.Pd. I


NIP. 19810223 201111 2 001 NIP. 19810223 201111 2 001
Mengetahui,
Kepala SMKN 1 Tual

SAMSUDIN RUMAF, S.Pd

66
NIP. 19680915 199303 1 016
Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Tual


Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : X / Genap
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untukmemecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.4. Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
beberapa teks lisan dengan memberi dan meminta informasi terkait teks
berbentuk: narrative, descriptive, dan news item pendek dan sederhana,
sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.4. Menyusun teks lisan pendek dan sederhana, terkait teks berbentuk:
narrative, descriptive, dan news item, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai
konteks.

67
C. Indikator
3.4.1. Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasan teks
lisan terkait teks berbentuk: narrative, descriptive, dan news item
dengan penuh percaya diri dan bertanggung jawab.
3.4.2. Membedakan struktur teks dan unsur kebahasaan pada teks lisan
terkait teks berbentuk: narrative, descriptive, dan news item.
3.4.3. Mengemukakan struktur teks dan unsur kebahasaan pada teks lisan
terkait teks berbentuk: narrative, descriptive, dan news item.
3.4.4. Menyimpulkan struktur teks dan unsur kebahasaan pada teks lisan
terkait teks berbentuk: narrative, descriptive, dan news item.
4.4.1. Menyunting teks tulis tentang teks berbentuk: narrative, descriptive,
dan news item.
4.4.2. Menyusun teks lisan sederhana tentang teks berbentuk: narrative,
descriptive, dan news item.

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, Siswa dapat:
 Menyusun dan menggunakan pengumuman lisan, monolog untuk
mengiklankan sesuatu atau sebuah berita.
 Menyampaikan sebuah deskripsi, bercerita, menjadi reporter, toryteller
dengan bahasa lisan.
 Melakukan teks monolog lisan berbentuk narrative.

E. Materi Pokok
Teks lisan dan tulis terkait expressing Congratulate and compliment others; &
Perform a monologue of narrative texts.

F. Metode Pembelajaran/Teknik:
 Pendekatan : Scientific
 Model : Poster Comment
 Metode : Diskusi, tanya jawab, presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran

68
Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Siswa dapat membuat dan Siswa mampu Siswa mampu
menggunakan menganalisa mengerjakan dan
pengumuman lisan, pengumuman lisan, mengerti pengumuman
monolog untuk monolog untuk lisan, monolog untuk
mengiklankan sesuatu atau mengiklankan sesuatu mengiklankan sesuatu
sebuah berita, atau sebuah berita, atau sebuah berita,
menyampaikan sebuah menyampaikan sebuah menyampaikan sebuah
deskripsi , bercerita, deskripsi , bercerita, deskripsi , bercerita,
menjadi reporter , menjadi reporter , menjadi reporter ,
toryteller dengan bahasa toryteller dengan bahasa toryteller dengan bahasa
lisan dan melakukan teks lisan dan melakukan teks lisan dan melakukan teks
monolog lisan berbentuk monolog lisan berbentuk monolog lisan berbentuk
narrative. narrative. narrative.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Awal (10’)
 Mengucapkan salam
 Mengecek kehadiran siswa
 Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
 Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD
 Siswa berdiskusi mengenai pertanyaan yang tertera di buku teks

Kegiatan Inti (70’)

Eksplorasi
 Memberikan stimulus berupa pemberian materi teks lisan fungsional
pendek berupa Pengumuman Kematian dengan tindak tutur: mengingat
kejadian tertentu.

69
 Mendiskusikan materi bersama siswa (Buku : Bahan Ajar Bahasa Inggris
mengenai tindak tutur: berkenalan, bertemu dan berpisah.
 Memberikan kesempatan pada peserta didik mengkomunikasikan secara
lisan atau mempresentasikan berbagai teks lisan fungsional pendek
berupa Pengumuman Kematian dengan tindak tutur: mengingat kejadian
tertentu.
 Siswa diminta membahas contoh soal dalam Buku : Bahan Ajar Bahasa
Inggris mengenai tindak tutur: berkenalan, bertemu dan berpisah.

Elaborasi
 Membiasakan siswa berbagai teks lisan fungsional pendek berupa
Pengumuman Kematian dengan tindak tutur: mengingat kejadian
tertentu.
 Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas mengerjakan latihan soal
yang ada pada buku ajar Bahasa Inggris untuk dikerjakan secara
individual.

Konfirmasi
 Memberikan umpan balik pada siswa dengan memberi penguatan dalam
bentuk lisan pada siswa yang telah dapat menyelesaikan tugasnya.
 Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh
siswa melalui sumber buku lain.
 Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman
belajar yang sudah dilakukan.
 Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang dan belum bisa
mengikuti dalam materi teks lisan fungsional pendek berupa
Pengumuman Kematian dengan tindak tutur: mengingat kejadian
tertentu.

70
Kegiatan Akhir (10’)
 Siswa diminta membuat rangkuman dari materi teks lisan fungsional
pendek berupa Pengumuman Kematian dengan tindak tutur: mengingat
kejadian tertentu.
 Siswa dan Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
 Siswa diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi teks lisan
fungsional pendek berupa Pengumuman Kematian dengan tindak tutur:
mengingat kejadian tertentu.
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

H. Sumber/Bahan/Alat
 Developing English Competencies for Grade X Senior High School
(SMA/MA)
 Tape/CD Player
 OHP/LCD
 Foto/ Poster
 Gambar
 Koran berbahasa Inggris
 Majalah

I. Penilaian
 Teknik: Tugas individu, Kuis, Ulangan harian.
 Bentuk Instrumen: Tertulis uraian singkat dan pilihan ganda, Lisan.
Instrumen :
Work in pairs and make a dialogue based on the following situations. Use
the expressions and responses you have learned.
 You introduce yourself to a new neighbour and ask him/her to come to
your house.

71
 You meet a new classmate at school. Ask his/her name, hometown and
address.
 You introduce yourself to a new English teacher in the classroom.
 Your brother/sister brings his/her friends to the house. Introduce
yourself to them.
 When you are going shopping with your father, you meet your father's
friend. Introduce yourself to him/ her.

Tual, 12 Februari 2017

Mengetahui;
Kepala SMKN 1 Tual Guru Mata Pelajaran,

SAMSUDIN RUMAF, S. Pd Mariati, S. Pd. I


Nip. 19680915 199303 1 016 Nip. 19810223 21111 2 001

72
Lampiran 5

Soal Instrumen

I. Complete the following conversation with the correct expressions in the box.
Compare your answers with a classmate’s. Then, act the conversation out.
 Situation: Adib, Arnys, and Retno are new students. They meet at the
students’ orientation course.

Adib : Hi, Are you a new student?

Arnys : Yes, I am. By the way, are you a new student, too?

Adib : I’m a new student too. 1) _________

Arnys : 2) ______ Well, Adib, 3) ______ She was my classmate in the

Junior High School.

Adib : 4) __________ Nice to meet you?

Retno : Nice to meet you too.

Adib : Anyway, we still have half an hour before the class starts. Shall

we go to the canteen?

Arnys & Retno : Okay.

II. Have a conversation in groups of three. Introduce yourself and one of your
classmates to your group. Look at the example.

Anita : Hi, my name is Anita.

Virga : Hi, Anita. My name is Virga.

Anita : Virga, this is Ayu.

73
Virga : Hi, Ayu. It’s nice to meet you.

Ayu : It’s nice to meet you too, Virga.

III. In small groups, introduce yourself to your classmates. The following


guidance will help you.

• Greet your classmates.


• Introduce yourself: name, place/date of birth, address.
• Mention your hobbies and your ambitions.
• Tell the activities you ever joined and recent activities you have.

Good morning, everybody! Let me introduce myself. My name is Anita

Mumpuni. I was born in Semarang, on 29 August 1992. I live at Diponegoro

street no. 27. My hobbies are dancing, singing, and swimming. I want to be

a professional dancer someday. I joined the music club in the Junior High

School. Now, I join the dancing club. I practise hard to reach my ambition.

Lampiran 6

74
PEMERINTAH PROVINSI MALUKU
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 TUAL
Alamat : Jalan Baldu Wahadat, Kec. Pulau Dullah Selatan, HP: 0812 4748 3924

Daftar hadir siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode poster


comment.
Kegiatan
No Nama Siswa Pre- Post- Siklus Siklus Siklus Keterangan
Tes Tes 1 2 3
1 AYUNI DERWOTUBUN
2 DEWI MUTIA BORUT
3 DJUANDI MADUBUN
4 DARMA BUGIS
5 ESLILI YAMLEAN
6 ERNA FOKAUBUN
7 HALILA TAMHER
8 HASTUTI RAHAGIAR
9 ISKANDAR YAMLEAN
10 MELATI LANGSAMBA
11 MARYAM RAHAKBAU
12 MUTAWALI KATMAS

13 MUH. SAJIR
14 NADIA TAMNGE

15 NUR AFIFI OHOIWUI

16 NASRUM BACO
17 SANDI DIFINUBUN
18 SRI J. DAENG TALENG
19 RAJUDIN
20 RIZALDI RUMRA
21 TIMAYA RAHAYAAN

75
22 ZAKIA MARWAN
23 ZAINUDIN MADAMAR

24 ZULFAHIRA
KABAKORAN
25 ZULKARNAIN REFRA

Tual, 12 Februari 2017


Peneliti,

Mariati, S. Pd. I
Nip. 19810223 21111 2 001

Lampiran 7

DOKUMENTASI HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS


DENGAN METODE POSTER COMMENT
SMK NEGERI 1 TUAL

Gambar 1. Lokasi Penelitian

76
Gambar 2. Proses pembelajaran
dengan metode poster comment (siklus 1)

Gambar 3. Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran

Gambar 4. Proses pembelajaran


dengan metode poster comment (siklus 2)

77
Gambar 5. Siswa menyusun text; narrative, descriptive,
dan news item dalam kelompok

Gambar 6. Proses pembelajaran


dengan metode poster comment (siklus 3)

Gambar 7. Siswa latihan role play dalam kelompok

78
Gambar 8. Speeking practice; Role play

79

Anda mungkin juga menyukai