Anda di halaman 1dari 2

ANALISA BEBAN KERJA DAN KEBUTUHAN TENAGA

INSTALASI FARMASI RSU KERTHA USADA TAHUN 2017

BerdasarkanPermenkes No. 72 Tahun 2016 analisa beban kerja dan kebutuhan tenaga
kefarmasian di Rumah Sakit Tipe C

A. Kebutuhan Apoteker :
1. Pelayanan Farmasi Rawat Inap
Rasio Apoteker : Jml TT = 1 : 30
Jumlah tempat tidur RSU KerthaUsada : 112
Jumlah Apoteker : 112/30 = 4 orang

2. Pelayanan Farmasi Rawat Jalan


Rasio Apoteker : Jml Pasien = 1: 50
Jumlah Rata-Rata resep rawat jalan per hari :100 lembar
Jumlah Apoteker = 100/50 = 2 orang

B. Kebutuhan Asisten Apoteker


1 Apoteker di bantu oleh 1 Asisten Apoteker
Jumlah Apoteker = 7
Jumlah Asisten Apoteker = 7 x 1 orang = 7 orang

TABEL KEBUTUHAN SDMK MINIMAL (Permenkes No. 72 Tahun 2016)

NO JENIS TENAGA STANDAR RS TIPE C JUMLAH TENAGA


(Orang) TERSEDIA (Orang)
A Apoteker
Kepala Instalasi Farmasi RS 1 1
Rawat Jalan 2 3
Rawat Inap 4 -
Koordinator penerimaan dan 1 -
distribusi farmasi
Jumlah 8 4

B Tenaga Teknis Kefarmasian


Rawat Jalan 2 1
Rawat Inap 4 -
Membantu tugas coordinator 1 -
penerimaan dan distribusi
Jumlah 7 1

C Tenaga Non Teknis 2 6


Jumlah 2 6
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan tenaga tersebut untuk di Instalasi Farmasi RSU Kertha
Usada terdapat kekurangan tenaga sebagai berikut:
1. Tenaga Apoteker = 4 orang
2. Tenaga Asisten Apoteker = 7 orang – 1 orang AA- 4 orang (tenaga non teknis)
= 2 orang

Demikian analisa kebutuhan tenaga kefarmasian untuk di Instalasi Farmasi, semoga dapat
digunakan sebagai pertimbangan dalam menambah jumlah tenaga kefarmasian.

Singaraja, 27 Desember 2017


Mengetahui,
Kepala Bidang Pelayanan Medik Kepala Instalasi Farmasi
RSU KerthaUsada RSU KerthaUsada

dr. Luh Sumiari, S.Ked Made Dwi Rantiasih, S.Farm.,Apt.