Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM III

Fisika dasar
“ Ayunan Matematis”

disusun oleh:

nama : Ulva Putri Tangdiesak


NIM : 19101103065
programstudi : Matematika
kelompok : VI (enam)

Tanggal :
ACC :

Asisten Dosen

LABORATURIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2019
I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menentukan percepatan gravitasi di Unsrat.
2. Memahami hubungan antara getaran harmonik dengan percepatan gravitasi.
3. Menentukan kecepatan maksimum ayunan.
4. Mahasiswa dapat menerapkan dan mengintepretasikan ke dalam grafik.

II. ALAT DAN BAHAN


1. Mistar berskala
2. Tali
3. Bola
4. Statif
5. Digital counter atau stop watch

III. TEORI DASAR


Bandul matematis adalah suatu titik benda digantungkan pada suatu titk tetap dengan
tali. Jika ayunan menyimpang sebesar sudut  terhadap garis vertikal maka gaya yang
mengembalikan :

F = - m . g . sin 

Untuk  dalam radial yaitu  kecil maka sin  =  = s/l, dimana s = busur lintasan bola dan l =
panjang tali , sehingga :

mgs
F 
l

Kalau tidak ada gaya gesekan dan gaya puntiran maka persamaan gaya adalah :

d 2 s mg d 2s g
m 2  s atau m 2  g  0
dt l dt l

Ini adalah persamaan differensial getaran selaras dengan periode adalah :

l
T  2
x
Dengan bandul matematis maka percepatan gravitasi g dapat ditentukan yaitu dengan
hubungan :

l
T  2
x
4 2 l
g
T2

Harga l dan T dapat diukur pada pelaksanaan percobaan dengan bola logam yang cukup berat
digantungkan dengan kawat yang sangat ringan (Anonim, 2007).

Menurut Hendra, 2006. Beban yang diikat pada ujung tali ringan yang massanya dapat
diabaikan disebut bandul. Jika beban ditarik kesatu sisi, kemudian dilepaskanmaka beban
akan terayun melalui titik keseimbangan menuju ke sisi yang lain. Bila amplitudo ayunan
kecil, maka bandul sederhana itu akan melakukan getaran harmonik. Bandul dengan massa m
digantung pada seutas tali yang panjangnya l. Ayunan mempunyai simpangan anguler θ dari
kedudukan seimbang. Gaya pemulih adalah komponen gaya tegak lurus tali.

F = - m g sin θ

F=ma

maka

m a = - m g sin θ

a = - g sin θ

Untuk getaran selaras θ kecil sekali sehingga sin θ = θ. Simpangan busur s = l θ atau θ=s/l ,
maka persamaan menjadi: a= gs/l . Dengan persamaan periode getaran harmonik

s
T  2 maka didapat menjadi:
a

s l
T  2 atau T  2
 gs / l g

Dimana :

l = panjang tali (meter)

g= percepatan gravitasi (ms-2)

T= periode bandul sederhana (s)


Dari rumus di atas diketahui bahwa periode bandul sederhana tidak bergantung pada massa
dan simpangan bandul, melaikan hanya bergantung pada panjang dan percepatan gravitasi,
yaitu:

4 2 l
g
T2

Menurut Sutrisno, 1997. Gerak osilasi yang sering dijumpai adalah gerak ayunan. Jika
simpangan osilasi tidak terlalu besar, maka gerak yang terjadi dalam gerak harmonik
sederhana. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa dan tak
dapat mulur. Ini dijunjukkan pada gambar dibawah ini. Jika ayunan ditarik kesamping dari
posisi setimbang, dan kemudian dilepasskan, maka massa m akan berayun dalam bidang
vertikal kebawah pengaruh gravitasi. Gerak ini adalah gerak osilasi dan periodik. Kita ingin
menentukan periode ayunan. Pada gambar di bawah ini, ditunjukkan sebuah ayunan dengan
panjang l, dengan sebuah partikel bermassa m, yang membuat sudut θ terhadap arah vertical.
Gaya yang bekerja pada partikel adalah gaya berat dan gaya tarik dalam tali. Kita

pilih suatu sistem koordinat dengan satu sumbu menyinggung lingkaran gerak (tangensial)
dan sumbu lain pada arah radial. Kemudian kita uraikan gaya berat mg atas komponen-
komponen pada arah radial, yaitu mg cos θ, dan arah tangensial, yaitu mg sin θ.

Komponen radial dari gaya-gaya yang bekerja memberikan percepatan sentripetal yang
diperlukan agar benda bergerak pada busur lingkaran.Komponen tangensial adalah gaya
pembalik pada benda m yang cenderung mengembalikan massa keposisi setimbang. Jadi gaya
pembalik adalah :

F  mg sin 

Perhatikan bahwa gaya pembalik di sini tidak sebanding dengan θ akan tetapi sebanding
dengan sin θ. Akibatnya gerak yang dihasilkan bukanlah gerak harmonic sederhana. Akan
tetapi, jika sudut θ adalah kecil maka sin θ ≈ θ (radial). Simpangan sepanjang busur lintasan
adalah

x=lθ ,

dan untuk sudut yang kecil busur lintasan dapat dianggap sebagai garis lurus. Jadi kita peroleh

 x
F  mg sin   mg  mg 
l
mg
F  x
l
Gambar. 1. Gaya-gaya yang bekerja pada ayunan sederhana adalah gaya tarik T dan gaya
berat mg pada massa m

Jadi untuk simpangan yang kecil, gaya pembalik adalah sebanding dengan simpangan, dan
mempunyai arah berlawanan. Ini bukan laian adalah persyaratan gerak harmonic sederhana.
Tetapan mg/l menggantikan tetapan k pada F=-kx.

Perioda ayunan jika amplitude kecil adalah:

m m
T  2  2
k mg / l
l
T  2
g

Gambar 2.Pendulum, gaya pemulih yang timbul berkaitan dengan pengaruh gravitasi pada massa M.
Dapat anda menyebutkan kondisi apa saja yang berlaku untuk pendulum sederhana seperti di
samping.
Menurut Yahya, 2005. Gaya pemulih muncul sebagai konsekuensi gravitasi terhadap
bola bermassa M dalam bentuk gaya gravitasi Mg yang saling meniadakan dengan gaya
Mdv/dt yang berkaitan dengan kelembaman. Adapun frekuensi ayunan tidak bergantung
kepada massa M.

Dalam kasus sistem ayunan seperti yang disajikan dalam gambar di atas, maka gerakan massa
M terbatasi atau ditentukan oleh panjang pendulum L, dan persamaan gerak yang berlaku
adalah :

d 2
ML  mg sin 
dt 2

dimana dalam hal ini kecepatan bola sepanjang lintasannya yang berupa busur lingkaran
adalah vt   L t  . Faktor sinθ merupakan komponen yang searah dengan gravitasi dari gaya
yang bekerja pada bola dalam arah θ. Selanjutnya dengan membuang M dari kedua sisi
d 2 g
persamaan di atas, diperoleh bentuk  sin   0 , yang merupakan persamaan
dt 2 L
diferensial tak linear untuk θ.

Jika dianggap simpangan awal ayunan cukup kecil , maka berlaku sin θ=θ
sehingga persamaan dapat diubah menjadi bentuk linear sebagai berikut,

d 2 g
  0
dt 2 L

persamaan merupakan gambaran untuk ayunan sinusuidal dengan frekuensi diberikan oleh:

g l
 maka T  2
l g

Pada bandul matematis, berat tali diabaikan dan panjang tali jauh lebih besar dari pada
ukuran geometris dari bandul. Pada posisi setimbang, bandul berada pada titik A. Sedangkan
pada titik B adalah kedudukan pada sudut di simpangan maksimum (θ). Kalau titik B adalah
kedudukan dari simpangan maksimum, maka gerakan bandul dari B ke A lalu ke B’ dan
kemudian kembali ke A dan lalu ke B lagi dinamakan satu ayunan. Waktu yang diperlukan
untuk melakukan satu ayunan ini disebut periode (T). Seperti pada gambar 3
f= komponen w menurut garis
singgung pada lintasan bandul

P= gaya tegang tali

N= komponen normal dari W=mg

l= panjang tali

θ= sudut simpangan

Gambar 3. bandul matematis, berat tali diabaikan dan panjang tali dan panjang tali yang memiliki
ukuran lebih besar.

Dengan mengambil sudut θ cukup kecil sehingga BB’= busur BAB’, maka dapat dibuktikan
bahwa

l
T  2
g

Dengan mengetahui panjang tali dan periode, maka percepatan gravitasi bumi dapat dihitung
(Anonim, 2004).

Menurut Anonim, 2003. Cara sederhana mengukur g adalah dengan menggunakan


bandul matematis sederhana. Bandul ini terdiri dari beban yang diikatkan pada ujung benang
(tali ringan) dan ujung lainnya dogantungkan pada penyangga tetap. Beban dapat berayun
dengan bebas. Ketika disimpangkan, bandul bergerak bolak-balik. Waktu satu kali gerak
bolak-balik disebut satu periode. Kita nyatakan periode dengan symbol T. Periode bandul
memenuhi rumus :

4 2 L
T2 
g

T= periode bandul (s)

L= panjang penggantung (m)

g= percepatan gravitasi (m/s2)

Gambar 4. bandul yang diikat pada tali


IV. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Alat percobaan dirangkai seperti pada gambar (6.1).
2. Panjang tali ditetapkan sampai ke pangkal bola adalah 120 cm, 110cm, 100 cm,…,
atau menurut petunuk Dosen/Asisten
3. Ayunan disimpangkan sehingga membentuk sudut kira-kira 50 sampai 100
kemudian dilepaskan.
4. Waktu diukur untuk tiap-tiap panjang tali untuk 15 kali.
5. Lakukan 3 kali ulangan untuk masing-masing panjang tali.
V. TABEL PENGAMATAN

No. l (m) t1 (s) t2(s) t3(s) t͞ (s) T (s)

1. 1,2 m 33,60 33,47 33,71 33,59 2,23

2. 1,1 m 31,96 31,91 31,79 31,88 2,12

3. 1,0 m 30,42 30,36 30,62 30,46 2,03

4. 0,9 m 28,90 28,66 28,69 28,75 1,95

5. 0,8 m 27,10 27,25 27,63 27,33 1,82

6. 0,7 m 25,67 25,80 25,74 25,73 1,71

7. 0,6 m 23,93 23,99 23,94 23,95 1,59

8. 0,5 m 21,92 21,93 21,63 21,82 1,45

9. 0,4 m 19,96 19,90 19,82 19,89 1,32

10. 0,3 m 17,55 17,52 17,56 17,54 1,16


VII.PENUTUP
8.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, saya menarik kesimpulan yaitu
1. Hubungan antara percepatan gravitasi bumi dengan bandul matematis adalah,
perepatan gravitasi mempengaruhi besar periode dan frekuensi
bandul.
2. Kecepatan maksimum ayunan dapat dihitung atau ditentukan jika percepatan sudut
sama dengan 0.
3.Untuk menerapkan dan mengintepretasikan grafik digunakan koordinat garis
dimana sumbu-x untuk panjang tali dan sumbu-y untuk T2.
8.2 Saran
1.Alat-alat praktikum sebaiknya diganti dan dilengkapi agar dalam melakukan
percobaan tidak terjadi kesalahan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2003. Bandul_Matematis.Yogyakarta

Anonim.2004. Ayunan Sederhana. Jakarta: Depdiknas

Anonim.2007.Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika).Semarang:Aneka Ilmu.

Bevington dan Robinson.2003.Data Reduction and Error Analysis for the physical Sciences.
McGrawHill

Hendra.2006.Bandul Matematis.Semarang: Aneka Ilmu.

Sutrisno.1997.Mekanika seri Fisika Dasar. Bandung : ITB.

Yahya. 2005.Ayunan Matematis. Solo. Seminar nasional