Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH INTRUMENTASI

AUTOANALYZER KIMIA KLINIK DAN


BLOOD GAS ANALYZER

DOSEN PENGAJAR
Nurul Inayati,S.Si.,M.Sc

NAMA : BAIQ ROBIATUN HIMNI


PRODI/JURUSAN : DIII ANALIS KESEHATAN
KELAS :A

POLTEKKES KEMENKES MATARAM


TAHUN AJARAN 2018/2019

BAB II

1
PEMBAHASAN

AUTOANALIZER

A. Definisi Autoanalyzer
Autoanalyzer adalah analisa otomatis menggunakan teknik aliran khusus
bernama “analisis aliran kontinu (CFA)”, diciptakan pada tahun 1957 oleh Leonard
Skeggs, PhD dan pertama dibuat oleh Corporation Technicon. Aplikasi pertama
adalah untuk klinis (medis) analisis. Autoanalyzer sangat mengubah karakter
laboratorium pengujian kimia dengan memungkinkan peningkatan yang signifikan
dalam jumlah sampel yang dapat diolah. Desain didasarkan pada pemisahan aliran
terus mengalir dengan gelembung udara sebagian besar mengurangi lambat, ceroboh,
dan kesalahan metode manual rawan analisis.
Autoanalyzer (Chemistry Analyzer) merupakan salah satu alat laboratorium
canggih yang dilengkapi dengan sistem sequensial multiple analysis. Alat ini
mempunyai kemampuan pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk analisa
kimia secara otomatis. Alat ini mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis
manual dalam laboratorium, rumah sakit, dan industri. Autoanalyzer dapat digunakan
untuk menganalisa kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis dari
suatu larutan.
Jenis-jenis tes yang dibutuhkan meliputi tingkat enzim (seperti banyak dari tes
fungsi hati), tingkat ion (misalnya natrium dan kalium), dan lainnya (seperti glukosa,
albumin serum, atau kreatinin). Ion sederhana sering diukur dengan elektroda selektif
ion, yang memungkinkan satu jenis ion melalui, dan perbedaan mengukur tegangan
Enzim dapat diukur dengan tingkat mereka mengubah salah satu zat warna yang lain,
Dalam tes ini, hasil untuk enzim yang diberikan sebagai suatu kegiatan, bukan sebagai
konsentrasi enzim. Tes-tes lain menggunakan perubahan kolorimetri untuk
menentukan konsentrasi bahan kimia yang bersangkutan. Kekeruhan juga dapat
diukur.
Autoanalyzer digunakan terutama untuk analisis laboratorium rutin dalam
bidang medis. Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin, alkali fosfatase,
aspartate transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium, kolesterol,
kreatinin, glukosa, fosfor anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel darah tubuh
serum atau lainnya. Autoanalyzer mengotomatisasi langkah analisis sampel berulang
yang seharusnya dapat dilakukan secara manual oleh seorang teknisi, untuk tes medis
seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan cara ini, sebuah autoanalyzer dapat
menganalisis ratusan sampel setiap hari dengan satu teknisi operasi.

Beberapa contoh dari autoanalyzer :


1. Sysmex

2
2. Mindray

3. ABX Pentra

B. Prinsip Kerja Autoanalyzer


Prinsip Kerja
a. CFA (Continuous Flow Analyzer)
Dalam CFA aliran continue dari material dibagi dengan gelembung udara ke
segmen diskrit di mana reaksi kimia terjadi. Aliran terus-menerus sampel cair
dan reagen digabungkan dan diangkut dalam gulungan tubing dan
pencampuran. Tubing melewati sampel dari satu alat untuk yang lain dengan
alat masing-masing melakukan fungsi yang berbeda, seperti distilasi, dialisis,
ekstraksi, pertukaran ion, pemanasan, inkubasi, dan rekaman berikutnya dari
sinyal. Sebuah prinsip penting dari sistem ini adalah pengenalan gelembung
udara. Gelembung udara setiap segmen sampel ke dalam paket diskrit dan
bertindak sebagai penghalang antara paket untuk mencegah kontaminasi silang
saat mereka melakukan perjalanan di sepanjang pipa. Gelembung udara juga
membantu pencampuran dengan menciptakan aliran turbulen (aliran bolus),
dan menyediakan operator dengan cek cepat dan mudah dari karakteristik
aliran cairan. Sampel dan standar diperlakukan dengan cara yang persis sama
saat mereka melakukan perjalanan panjang pipa, menghilangkan perlunya
sinyal steady state, namun, karena adanya gelembung membuat profil
3
gelombang hampir persegi, membawa sistem ke keadaan stabil tidak secara
signifikan menurunkan throughput (generasi ketiga CFA analisis rata-rata 90
atau lebih sampel per jam) dan diinginkan dalam sinyal steady state
(keseimbangan kimia) yang lebih akurat.
b. FIA (Flow Injection Analyzer)
Metode FIA dapat digunakan untuk kedua reaksi cepat serta reaksi lambat.
Untuk reaksi lambat, pemanas sering dimanfaatkan. Reaksi ini tidak perlu
untuk mencapai penyelesaian karena semua sampel dan standar yang diberikan
pada periode yang sama untuk bereaksi. Untuk tes yang khas biasanya diukur
dengan FIA (misalnya, nitrit, nitrat, amoniak, fosfat) tidak jarang untuk
memiliki throughput 60-120 sampel per jam. Metode FIA dibatasi oleh jumlah
waktu yang diperlukan untuk memperoleh sinyal terukur sejak waktu tempuh
melalui pipa cenderung untuk memperluas puncak ke titik di mana sampel
dapat saling menyatu. Sebagai aturan umum, metode FIA tidak boleh
digunakan jika sinyal yang memadai tidak dapat diperoleh dalam waktu dua
menit, dan sebaiknya kurang dari satu menit.

Macam-macam Autoanalyzer
Autoanaliser adalah suatu alat yang pada prinsipnya diciptakan manusia untuk
memudahkan pekerjaan manusia. Autoanaliser didesign untuk bekerja dengan
ketelitian tinggi dan dengan waktu yang cepat serta dapat menangani banyak sampel
sekaligus. Pada laboratorium klinik terdapat 2 macam autoanaliser, yaitu:
1) Autoanalyzer untuk pemeriksaan hematologic
Adalah alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara
menghitung dan mengukur sel-sel darah secara otomatis berdasarkan variasi
impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan.
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer. Flow cytometri adalah
metode pengukuran jumlah dan sifat-sifat sel yang dibungkus oleh aliran
cairan melalui celah sempit. Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut
sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan
penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan
informasi intraseluler, termasuk inti sel. Pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh
autoanaliser jenis ini adalah kadar Hb, Jumlah sel-sel darah ( eritrosit, lekosit,
trombosit), Jenis lekosit, hematokrit, dsb.
2) Autoanalyzer untuk pemeriksaan kimia klinik
Autoanalyzer ini digunakan untuk pemeriksaan kimia klinik, yaitu mengukur
kadar zat-zat yang terkandung dalam darah, contohnya adalah glukosa, asam
urat, SGOT, SGPT, kolesterol, trigliserid, gamma GT, albumin,dsb. Prinsip
dari alat ini adalah melakukan prosedur pemeriksaan kimia klinik secara
otomatis mulai dari pemipetan sampel, penambahan reagen, inkubasi, serta
pembacaan serapan cahayanya. Kelebihan autoanaliser adalah bahwa tahapan
analitik dapat dilakukan dengan cepat dan bisa digunakan untuk memeriksa
sampel dengan jumlah banyak secara bersamaan.

C. Cara Kerja Autoanalyzer

4
Cara Kerja
Blok Diagram :
Lampu halogen sebagai sumber cahaya merupakan cahaya Polychromatic
yang mempunyai panjang gelombang 400-800 nm memancarkan cahayanya yang
masuk ke Monochomator. Monochomator disini merupakan alat untuk menguraikan
spektrum warna dari cahaya. Di dalam Monochomator ini, cahaya Polychromatic
diuraikan menjadi Monochromatic. Selanjutnya dari Monochromator, cahaya masuk
ke Filter. Filter ini berfungsi memilih atau melewatkan hanya 1 spectrum cahaya saja
sesuai dengan unsur yang akan di ukur. Karena setiap atom hanya akan menyerap
spectrum yang sesuai dengan energi atom itu sendiri. Cahaya yang keluar dari Filter
(I0) menyinari cuvette, sehingga molekul di dalam cuvette akan mengabsorbsi sebuah
eneri cahaya (foton) dengan jarak gelombang tertentu dan menghasilkan I t. Cuvette
disini merupakan tempat menaruh sample yang akan diperiksa.
Cahaya yang keluar dari cuvette (It) ditangkap oleh detektor. Detektor disini
merupakan sensor untuk merubah energi cahaya menjadi bentuk energi (sinyal-sinyal)
listrik yang selanjutnya dikuatkan oleh Amplifier lalu di converter oleh ADC, dimana
ADC disini berfungsi mengubah data analog menjadi data digital. Kemudian dari
ADC diolah oleh Microcontroller dan ditampilkan ke display.

D. Cara Perawatan dan Kalibrasi Autoanalyzer


Cara Perawatan
Inilah hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat - alat yang
bisa dikatakan "bandel". Namun sebandel - bandelnya alat tersebut, tetap saja harus
mendapatkan perhatian khusus seperti:

 Suhu ruangan
 Lakukan control secara berkala
 Selalu cek reagen

5
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini, seperti:
Sampel jangan sampai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah ditambahkan
antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak hasil
jika terhisap.
Cara Kalibrasi
Autoanaliser memang sangat membantu analis dalam mengerjakan tahapan
analitik namun perlu diperhatikan, setiap hari baik autoanaliser hematologi atau kimia
klinik harus selalu dikalibrasi untuk menjamin keakuratan hasil.
Untuk autoanalyzer kimia klinik, cara kalibrasinya adalah dengan
menggunakan serum control. Serum yang sudah diketahui komposisi dan kadarnya
diperiksa dengan menggunakan autoanaliser seperti memeriksa sampel. Hasil yang
didapat dibandingkan dengan kadar serum control. Jika masih dalam range, maka
autoanaliser masih memberikan hasil yang valid sehingga dapat digunakan untuk
memeriksa sampel. Begitu juga untuk autoanaliser hematologi, digunakan darah yang
konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti. Darah control tersebut dilakukan
pemeriksaan sama seperti pemeriksaan sampel lalu hasilnya dibandingkan dengan
kadar darah control sebenarnya.
Kalibrasi yang seperti dijelaskan di atas dilakukan setiap hari sebelum
melakukan pemeriksaan pada sampel sehingga hasil yang didapatkan akurat.

E. Kelebihan dan Kekurangan Autoanalizer


Kelebihan
1. Efisiensi Waktu
Pemeriksaan dengan menggunakan alat autoanalyzer dapat dilakukan dengan
cepat. Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan he, hitung
sel leukosit, Hematokrit, dan hitung jumlah sel Trombosit jika dilakukan
secara manual bisa memakan waktu 20 menit, bandingkan dengan alat
hematologi otomatis ini hanya memerlukan waktu sekitar 3 - 5 menit.
Efektifitas dan efisiensi waktu dalam mengerjakan sampel inilah yang
diperlukan oleh tempat - tempat pelayanan kesehatan dalam hal tanggap
melayani pasien.
2. Sampel
Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, sampel yang
dibutuhkan lebih banyak membutuhkan sampel darah (Whoole Blood). Manual
prosedur yang dilakukan dalam pemeriksaan Lekosit membutuhkan sampel
darah 10 mikron, juga belum pemeriksaan lainnya. Namun, pemeriksaan
hematologi otomaitis ini hanya menggunakan sampel sedikit saja.
3. Dalam beberapa kasus pengambilan darah terhadap pasien kadang sulit
mendapatkan darah yang dibutuhkan, namun dengan penggunaan alat
hematologi otomatis ini sampel darah yang digunakan bisa menggunakan
darah perifer dengan jumlah darah yang lebih sedikit.
4. Ketepatan Hasil
Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya sudah
melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium tersebut, baik
di institusi Rumah Sakit ataupun Laboratorium Klinik Pratama.
Kekurangan
Dibalik kelebihan - kelebihannya ternyata autoanalyzer juga memiliki beberapa
kekurangan, seperti :
1. Tidak dapat menghitung sel abnormal
Pemeriksaan oleh autoanalyzer ini tidak selamanya mulus, namun pada
kenyataannya alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti dalam hal
menghitung sel - sel abnormal. Seperti dalam pemeriksaan hitung jumlah sel,
bisa saja nilai dari hasil hitng leukosit atau trombosit bisa saja rendah karena
ada beberapa sel yang tidak terhitung dikarenakan sel tersebut memiliki bentuk
yang abnormal.

BLOOD GAS ANALYZER

A. Definisi Blood Gas Analyzer

Blood Gas Analyzer (Analisa


Gas Darah) merupakan salah satu alat
diagnosis dan penatalaksanaan penting
bagi pasien untuk mengetahui status
oksigenasi dan keseimbangan asam
basanya. Manfaat dari pemeriksaan
analisa gas darah tersebut bergantung
pada kemampuan dokter untuk
menginterpretasi hasilnya secara tepat.
Pemeriksaan Analisa gas darah
penting untuk menilai keadaan fungsi
paru-paru.pemeriksaan dapat dilakukan melalui pengambilan darah astrup dari arteri
radialis,brakhialis,atau formalis.
Gas darah arteri memungkinkan untuk pengukuran pH (dan juga
keseimbangan asam basa), oksigenasi, kadar karbondioksida, kadar bikarbonat,
saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa. Pemeriksaan gas darah arteri
dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-
pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Meskipun biasanya pemeriksaan ini
menggunakan spesimen dari darah arteri,jika sampel darah arteri tida dapat diperoleh
suatu sampel vena campuran dapat digunakan.
Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan
penunjang yang dilakukan, tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya
dari penilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa saja, kita harus
menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan data-data
laboratorium lainnya.
Pada dasarnya pH atau derajat keasaman darah tergantung pada konsentrasi
ion H+ dan dapat dipertahankan dalam batas normal melalui 3 faktor, yaitu:
1. Mekanisme dapar kimia
2. Mekansime pernafasan.
3. Mekanisme ginjal
Terdapat 4 macam dapar kimia dalam tubuh, yaitu:
1. Sistem dapar bikarbonat-asam karbonat
2. Sistem dapar fosfat
3. Sistem dapar protein
4. Sistem dapar hemoglobin
Mekanismenya terdiri dari:
1. Mekanisme pernafasan
2. Mekanisme ginjal
3. Reabsorpsi ion HCO3-
4. Asidifikasi dari garam-garam dapar
5. Sekresi ammonia
Adapun tujuan lain dari dilakukannya pemeriksaan Blood Gas Analyzer, yaitu :
a) Menilai fungsi respirasi (ventilasi)
b) Menilai kapasitas oksigenasi
c) Menilai Keseimbangan asam-basa
d) Mengetahui keadaan O2 dan metabolisme sel
e) Efisiensi pertukaran O2 dan CO2.
f) Untuk mengetahui kadar CO2 dalam tubuh
g) Memperoleh darah arterial untuk analisa gas darah atau test diagnostik yang
lain.
Disamping itu Analisis gas darah digunakan untuk diagnosa dan pengelolaan :
a) Penyakit pernafasan
b) Pemberian oksigen
c) Kadar oksigenasi dalam darah
d) Kadar CO2
e) Keseimbangan asam-basa
f) Ventilasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan Blood Gas Analyzer :
1. Gelembung udara
Tekanan oksigen udara adalah 158 mmHg. Jika terdapat udara dalam sampel
darah maka ia cenderung menyamakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen
sampel darah kurang dari 158 mmHg, maka hasilnya akan meningkat.
2. Antikoagulan
Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung. Pemberian
heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO2, sedangkan pH tidak
terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH dihambat oleh keasaman
heparin.
3. Metabolisme
Sampel darah masih merupakan jaringan yang hidup. Sebagai jaringan hidup,
ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO2. Oleh karena itu, sebaiknya
sampel diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan. Jika sampel tidak
langsung diperiksa, dapat disimpan dalam kamar pendingin beberapa jam.
4. Suhu
Ada hubungan langsung antara suhu dan tekanan yang menyebabkan tingginya
PO2 dan PCO2. Nilai pH akan mengikuti perubahan PCO2.
Nilai pH darah yang abnormal disebut asidosis atau alkalosis sedangkan nilai
PCO2 yang abnormal terjadi pada keadaan hipo atau hiperventilasi. Hubungan
antara tekanan dan saturasi oksigen merupakan faktor yang penting pada nilai
oksigenasi darah.

B. Prinsip Kerja Blood Gas Analizer


Gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk ke setiap sampel sel
secara bergiliran dimana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar melalui
pemencaran system infra red dimana akan menghasilkan perbedaan panjang
gelombang yang akan dikonversi receiver menjadi signal analog.

C. Cara Kerja Blood Gas Analizer


Standart operasional prosedur:
1. Nyalakan power ON
2. Setiap pertama kali menghidupkan alat, lalu kalibrasi dengan cara tekan
calibrate kemudian enter. Alat akan melakukan kalibrasi secara otomatis.
3. Apabila ada sampel pemeriksaan sebelum melakukan pemriksaan tekan status
untuk mengetahui kondisi apakah pH, PCO2, dan PO2 kondisinya OK. Jika OK
sampel langsung dapat diperiksa. Apabila kondisinya UC ( Un Caliblasi)
lakukan kalibrasi yaitu tekan calibrate kemudian enter.
4. Apabila alat sudah dalam kondisi ready for analysa berarti alat sudah siap
melakukan pemeriksaan, tekan analyzer. Selang penghisap sampel akan keluar
secara otomatis kemudian masukkan sampel bersamaan tekan lagi analyzer
sampai sampel terhisap secara otomatis selang akan masuk sendiri.
 Wadah sampel yang dimasukkan ke selang dapat disesuaikan dengan
kondisi.
a) Syringe

Untuk pengukuran gas darah menggunakan syringe 2 mL. The


Vitalpath Analyzer akan langsung mengaspirasi dari jarum
suntiknya.
b) Tabung Koleksi Heparin
Dapat juga menggunakan tabung DRI-CHEM ® 4000 atau

DRI-CHEM ® 7000 yang sudah berisi heparin. Dengan ukuran


tabung 0,5 mL dan 1,5 mL.
c) Tabung Kapilari
Ketika
pasien
mengalami
dehidrasi
atau
memerlukan
sampel yang sedikit, atau saat melakukan pemeriksaan ulang
dapat menggunakan tabung kapilari berisi 140 uL.

5. Lakukan daftar isian seperti yang terlihat dilayar monitor, sampel ID, Hb, suhu
badan, jenis sampel (0 arteri, 1 vena, 2 kapiler), F102 (volume oksigen yang
dilorelasi dengan persen liha daftar), kemudian clear dua 2x.
6. Alat akan menghitung secara otomatis dalam waktu yang relatif cepat hasil
akan keluar melalui printer.

D. Cara Perawatan dan Kalibrasi Blood Gas Analyzer


Cara Perawatan
1. Hisapkan protein removing layaknya sampel.
2. Lakukan berulang-langkah.
3. Trouble shooting
 Na, Ca, K, Cl over flow solusi  bersihkan aspirasi system (terjadi
sumbatan), lakukan penggantian iner solution ion elektroda.
 Pipet tidak menghisap (no sampel) solusi  bongkar dan bersihkan system
aspirasi (terjadi sumbatan).
 Nilai tidak sesuai (terlalu ttinggi atau rendah) solusi  lakukan kalibrasi
ulang dan baca sampel calibration solution.
Cara Kalibrasi
Blood Gas Analyzer atau analisis gas darah dikalibrasi setiap akan digunakan.
Prosedur Kalibrasi:
1. Tekan CAL 1
2. Tekan CAL 2
3. Alat dalam keadaan kondisi ready

E. Kelebihan dan Kekurangan Blood Gas Analyzer


Kelebihan
 Hasilnya cepat
 Akurat
 Kalibrasi secara otomatis setelah pemeriksaan sampel
 Fleksibel karena wadah sampel bisa disesuaikan dengan kondisi.
 Mencakup elektrolit, hematokrit, dan gas darah.
 Hasil pmeriksaan sudah diklasifikasikan dalam keadaan normal atau tidak
sehinggan memudahkan dalam penarikan kesimpulan.
Kekurangan
 Mahal
 Penggunaannya harus terus menerus
 Perawatan harus rutin dilakukan.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
Autoanalyzer merupakan salah satu alat laboratorium canggih yang dilengkapi
dengan sistem sequensial multiple analysis. Alat ini mempunyai kemampuan
pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk analisa kimia secara otomatis. Alat
ini mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis manual dalam laboratorium,
rumah sakit, dan industri. Auto-analyzer dapat digunakan untuk menganalisa
kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis dari suatu larutan.
Blood Gas Analyzer (Analisa Gas Darah) merupakan salah satu alat diagnosis
dan penatalaksanaan penting bagi pasien untuk mengetahui status oksigenasi dan
keseimbangan asam basanya. Manfaat dari pemeriksaan analisa gas darah tersebut
bergantung pada kemampuan dokter untuk menginterpretasi hasilnya secara tepat.
faktor yang mempengaruhi Blood Gas Analyzer yaitu gelembung udara, antikoagulan,
metabolism dan sugu.

2. Saran
Autoanalyzer memang sangat membantu analis dalam mengerjakan tahapan
analitik namun perlu diperhatikan, setiap hari baik Autoanalyzer Hematologi , Kimia
Klinik atau Blood Gas Analyzer harus selalu dikalibrasi untuk menjamin keakuratan
hasil.
DAFTAR PUSTAKA

http://mohamadsofie.blogspot.com/2014/09/autoanalyzer-chemistry-analyzer.html

http://momotdahyong.blogspot.com/2014/12/blood-gas-analyzer.html

http://dyahdeviyanti.blogspot.com/2016/03/bga-ea.html