Anda di halaman 1dari 27

TEKNIK PEMERIKSAAN

PELAKSANAAN AUDIT INTERN


LANJ UTAN
BPR DAN BPRS
Kantor Regional 1 DKI Jakarta dan Banten
Tangerang, 26 September 2019
Latar Belakang

Masih terdapat kelemahan Audit Intern BPR/BPRS


1. Ruang lingkup pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern hanya memeriksa kelengkapan
dokumen.
2. Audit Intern belum melakukan pemeriksaan terhadap laporan bulanan, belum melakukan on the
spot, belum melakukan pemeriksaan kas (cash opname), belum melakukan stock opname terhadap
persediaan bilyet deposito dan buku tabungan.
3. Ruang Lingkup pekerjaan Audit Intern belum mencakup pemeriksaan dan penilaian atas
kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian intern BPR serta penilaian kualitas kerja.
4. Masih terdapat Audit Intern yang mengerjakan kegiatan operasional.
5. Audit Intern belum mendokumentasikan dokumen hasil audit secara tertib dan rapi.
6. Audit Intern belum membuat laporan pemantauan tindak lanjut hasil audit, baik audit internal
maupun eksternal.

2
Struktur Organisasi, Fungsi, Tugas, dan
Tanggung Jawab

Fungsi Audit Intern


• Memastikan BPR dapat mengelola dan mengamankan dana yang dihimpun dari
masyarakat sehingga dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam melayani masyarakat
sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan, Direksi, Dewan Komisaris, dan
pemegang saham.

Tugas dan tanggung jawab SKAI atau PE (Pasal 60 POJK Tata Kelola BPR)
• Membantu Direktur Utama dan Dewan Komisaris dalam mengawasi operasional BPR
• Membuat analisis dan penilaian
• Identifikasi kemungkinan untuk perbaikan dan efisiensi
• Saran perbaikan dan informasi objektif
Wewenang, tugas, dan tanggung jawab SKAI atau PE
Dalam dokumen tertulis, disetujui oleh Dewan Komisaris, paling sedikit
mencantumkan:
• Kedudukan SKAI atau PE
• Kewenangan akses terhadap catatan, karyawan, sumber daya, dana, aset
• Ruang lingkup kegiatan audit intern
• Pernyataan tidak boleh mempunyai wewenang atau tanggung jawab dalam kegiatan
operasional
3
Pedoman Standar
Pelaksanaan Audit Intern
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

5 Tahap kegiatan audit yaitu:

Tindak Lanjut
Hasil Audit
Pelaporan
Hasil Audit
Pelaksanaan
Audit
Penyusunan
Program Audit
Persiapan
Audit

4
Pedoman Standar
Persiapan Audit
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

Metode Pendekatan Auditor Intern

•Cara dan penetapan sampling, teknik pengujian, minimal bukti yang diperlukan, dan
cara mendapatkannya serta konsep materialitas

Penetapan Penugasan

•Pemberitahuan auditor intern yang melaksanakan audit dalam bentuk surat yang
ditandatangani oleh Direktur Utama

Pemberitahuan Audit

•Surat pemberitahuan pelaksanaan audit dari SKAI atau Pejabat Eksekutif yang
disampaikan sebelum atau pada saat audit dilakukan.

Penelitian Pendahuluan

•Dimaksudkan untuk mengenal dan memahami kegiatan atau fungsi Auditee agar audit
dapat difokuskan pada hal strategis dan tujuan Auditor lebih jelas. 5
Pedoman Standar
Penyusunan Program Audit
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

Program audit paling sedikit mencakup:

•Prosedur dalam rangka mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasikan dan


mendokumentasikan informasi selama pelaksanaan audit
•Tujuan audit
•Luas, tingkat, dan metodologi pemeriksaan
•Jangka waktu pemeriksaan
•Identifikasi aspek-aspek teknis, risiko, proses dan transaksi yang harus diuji termasuk
pengolahan data elektronik

6
Pedoman Standar
Pelaksanaan Penugasan Audit
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

Proses Audit

Kumpulkan bukti dan informasi yang cukup Evaluasi hasil audit


dan relevan
Kesimpulan pelaksanaan program audit
Periksa, evaluasi, dan konfirmasi bukti dan
informasi
Evaluasi hasil audit terhadap sasaran audit
Tetapkan metode dan teknik sampling
Pembuatan ikhtisar temuan dan
Dokumentasi kertas kerja audit rekomendasi hasil audit

Membahas hasil audit dengan auditee

7
Pedoman Standar
Pelaporan Hasil Audit
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

Temuan berupa fraud atau misconduct yang signifikan  segera dilaporkan oleh
Tim Audit kepada Kepala SKAI atau PE tanpa menunggu selesainya audit

Standar pelaporan:
1. Tertulis
2. Diuraikan secara singkat dan mudah
dipahami
3. Didukung kertas kerja yang
memadai
4. Objektif
5. Konstruktif
6. Ditandatangani oleh auditor intern
7. Dibuat dan disampaikan tepat
waktu
8. Sistematis

8
Pedoman Standar
Tindak Lanjut Hasil Audit
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

SKAI atau PE harus memantau dan menganalisis serta melaporkan


perkembangan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah dilakukan
Auditee meliputi:

Pemantauan
Analisis
atas Laporan Tindak
Kecukupan
pelaksanaan Lanjut
Tindak Lanjut
tindak lanjut

9
Pedoman Standar
Dokumentasi dan Administrasi
Pelaksanaan Fungsi
Audit Internal BPR

Untuk mendukung hasil audit, SKAI atau PE harus mendokumentasikan dan


mengadministrasikan bukti-bukti dokumen sejak tahap perencanaan, persiapan,
pelaksanaan, analisis, evaluasi dan pelaporan hasil audit.

Produk yang didokumentasikan dan diadministrasikan adalah semua berkas Kertas Kerja
Audit termasuk surat-menyurat dan Laporan Hasil Audit.

10
LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN
KAS BPR
PEMERIKSAAN KEUANGAN - KAS

Tujuan : Untuk meyakini kebenaran jumlah Kas secara fisik dengan pencatatan Buku
Besar dan Neraca.

Dokumen Yang
Diperiksa

Lakukan Cash Opname


Terhadap Fisik Uang
1 Neraca Harian

Daftar Rician kas


2 Tanggal terakhir Berita Acara
Rekening Buku Pemeriksaan Kas
3
Besar Kas

12
KAS

(1) Teliti ketentuan intern mengenai


pengelolaan kas.

(2) Lakukan pencocokan saldo fisik kas pada


tanggal pemeriksaan dengan buku kas, buku
besar/sub buku besar dengan neraca intern.

(3) Teliti kewajaran dan pelaksanaan atas


kebijakan di bidang pengelolaan kas terutama
yang berkaitan dengan likuiditas.

13
KAS
(4) Lakukan penilaian atas efektivitas pengendalian
intern di bidang kas.
a) Pengamanan penyimpanan uang dalam brankas menggunakan kunci
rangkap sebagai dual control dan adanya log book.
b) Pemindahan uang dari brankas harus melalui prosedur tertentu dan
disertai bukti tertulis.
c) Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam
pengelolaan kas.
d) Penerimaan dan pengeluaran kas dilengkapi dengan bukti yang
ditandatangani oleh petugas berwenang.
e) Keberadaan buku kas besar yang mencatat posisi seluruh uang
tunai.
f) Kebenaran laporan kas harian dicocokkan dengan fisik uang oleh
pejabat yang berwenang.
g) Lokasi teller merupakan area terbatas.
h) Keberadaan pejabat lain yang secara berkala memeriksa uang
tunai.
14
KAS
(5) Periksa kebenaran fisik kas

a) Lakukan pencocokan fisik uang kas dengan saldo laporan


harian posisi kas terakhir.
b) Lakukan cash opname seluruh uang tunai baik kas besar
maupun kas teller.
c) Apabila terdapat selisih kas wajib dicari penyebab
terjadinya selisih tersebut.
d) Dalam hal BPR memiliki kas kecil, lakukan pencocokan antara
saldo kas dengan catatan buku kas kecil.
e) Buat berita acara pemeriksaan kas.

15
LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN
PERKREDITAN BPR
PEMERIKSAAN KREDIT

PERIKSA SO & SOP Perkreditan


Nominatif
Rekening/
Data dan Dokumen Kartu Debitur
File Kredit
Data pengurus/PS
1 Debitur Grup
& keluarganya
Debitur Terkait
2 Data AO dan kredit AO
Kredit restru/NPL
3 Laporan BMPK & penyelesaiannya
PEMERIKSAAN KREDIT

LANGKAH PEMERIKSAAN Permohonan Kredit


BERKAS KREDIT
Analisis Kredit

Penilaian Agunan

Untuk menilai :
Pemutusan Kredit
 Kualitas Kredit dan, Pelaksanaan Kredit
 Kecukupan PPAP PK dan Pencairan
Penatausahaan Kredit
OTS Pemantauan Kredit
(Kunjungan
Lapangan)
Penyelesaian Kredit
PEMERIKSAAN KREDIT

(a) Permohonan Kredit

i. Periksa kesesuaian permohonan kredit dengan prosedur BPR.

ii. Periksa kelengkapan pengisian dan akurasi data debitur.

iii. Periksa apakah telah dilakukan survei terhadap debitur.


PEMERIKSAAN KREDIT

(b) Analisis Kredit


i. apakah analisis kredit sesuai kebijakan dan prosedur.
ii. apakah analisis kredit dilakukan berjenjang.
iii. apakah analisis kelayakan usaha dilakukan secara wajar, a.l:
– analisis dilengkapi data keuangan;
– penetapan plafond kredit sesuai kemampuan debitur.
iv. apakah jumlah kredit sesuai kebutuhan riil usaha debitur, a.l:
– analisis berisi prediksi perkembangan usaha debitur;
– usaha dapat diyakini memiliki prospek;
– sarana dan prasarana untuk mengelola dana kredit dapat diyakini;
– kemampuan debitur membayar kembali dapat diyakini.
v. apakah persyaratan dalam usulan kredit memperhatikan aspek, a.l:
– prinsip kehati-hatian dan asas-asas perkreditan yang sehat;
– SPK diisi lengkap oleh debitur dan pengurus BPR sesuai pedoman intern;
– teliti Agunan;
– terdapat tanda tangan pemilik pada surat kuasa agunan.
PEMERIKSAAN KREDIT

(c) Aspek Penilaian Agunan


i. Periksa aspek legalitas kelengkapan dokumen.
ii. Apakah Surat kuasa pencairan agunan tunai kepada BPR dan agunan
tunai tersebut telah diblokir.
iii. Pelaksanaan survei lokasi agunan (marketable).
iv. Apakah nilai agunan telah meng-cover.
v. Periksa agunan-agunan atas kredit bermasalah.
vi. Periksa kembali pedoman mengenai penilaian agunan debitur.
PEMERIKSAAN KREDIT

(d) Pemutusan Kredit


i. apakah pengambilan keputusan kredit objektif, a.l:
– penetapan besarnya plafond kredit;
– pemutusan kredit sesuai dengan kewenangan;
ii. apakah pemutusan kredit, antara lain:
– persyaratan dan prosedur sesuai ketentuan;
– analisis kredit apakah didasarkan atas hasil analisis
usaha/kemampuan bayar debitur;
– pemutusan kredit apakah sesuai dengan kewenangan.
PEMERIKSAAN KREDIT

(e) Pelaksanaan Kredit

i. Periksa pemberian kredit berdasarkan SPK yang diisi lengkap sesuai


dokumen pendukung.
ii. Kesesuaian pelaksanaan pencairan kredit dengan persyaratan.
iii. Periksa pemenuhan persyaratan kredit.
iv. Periksa penghitungan dan pembebanan bunga/biaya lainnya.
v. Periksa proses pencairan kredit baik (tunai/ pemindahbukuan).
vi. Periksa kesesuaian pengikatan agunan.
vii. Periksa kesesuaian realisasi penggunaan kredit.
PEMERIKSAAN KREDIT

(f) Penatausahaan Kredit dan Agunan


i. Periksa dokumen kredit dan penatausahaan agunan.
ii. Periksa pemenuhan kewajiban oleh debitur.
iii. Periksa kesesuaian agunan yang dikuasai dengan SPK.

(g) Pemantauan Kredit


i. Periksa laporan hasil pemantauan pemberian kredit.
ii. Periksa kesesuaian pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan usaha
debitur dengan prosedur.
iii. Periksa tindakan bank atas debitur yang tidak memenuhi kewajibannya.
PEMERIKSAAN KREDIT

(h) Penyelesaian kredit


i. Pastikan langkah-langkah BPR dalam upaya penyelamatan terhadap
kredit.
ii. Pastikan pelaksanaan restrukturisasi tidak ditujukan untuk:
– menghindari penurunan kualitas kredit;
– menghindari pembentukan PPAP;
– menghindari penghentian pengakuan pendapatan bunga secara
akrual.
iii. Teliti kesesuaian prosedur penyelesaian kredit yang dihapusbukukan.
iv. Teliti penerimaan kembali tagihan dari kredit yang telah dihapusbuku.
PEMERIKSAAN ASET LAIN-LAIN

(1) Teliti pelaksanaan kebijakan serta pengendalian intern

(2) Teliti rincian aset lain-lain kemudian cocokkan dengan buku


besar/ sub buku besarnya, neraca intern serta laporan bulanan

(3) Teliti rincian setiap jenis pos dan cocokkan dengan dokumen-
dokumen pendukungnya

(4) Teliti kewajaran dan kebenaran mutasi pos ini

(5) Teliti biaya dibayar di muka

(6) Teliti pos aset lain-lain yang mengendap terlalu lama serta
pos-pos yang berjumlah besar
27