Anda di halaman 1dari 19

Makalah Perilaku Organisasi

tentang
“PENTINGNYA STRUKTUR ORGANISASI DALAM SEBUAH
ORGANISASI”

Disusun Oleh :
DWI MAYRANI
(1662201023)
4C Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU – RIAU

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiratan Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat,


karunia, dan ridha-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan
makalah ini yang berjudul “Pentingnya Struktur Organisasi Dalam Sebuah
Organisasi”. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas
Individu pada mata kuliah “Perilaku Organisasi”.
Dalam kesempatan ini Penulis tidak lupa mengucapkan Terima Kasih kepada
Ibu Lili Erti.SE.MM selaku dosen mata kuliah Perilaku Organisasi. serta semua
pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini, sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran perbaikan
dari semua pihak yang terkait. Sehingga kekurangan yang ada dapat diperbaiki dan
disempurnakan.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis berharap semoga makalah ini dapat
berguna dan bermanfaat sebagaimana mestinya, khususnya bagi mahasiswa.

Pekanbaru, April 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. 2


DAFTAR ISI ................................................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 4
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 6
1.3 Tujuan .............................................................................................................. 6
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 7
2.1 Struktur Organisasi ........................................................................................... 7
2.2 Spesialisasi Kerja .............................................................................................. 12
2.3 Depaetementalisasi/Divisi Dalam Organisasi ................................................... 14
2.4 Rantai Kepemimpinan/Rantai Komando .......................................................... 15
2.5 Ukuran Organisasi ............................................................................................. 16
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 17
3.2 Saran .................................................................................................................. 18
REFERENSI

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Struktur organisasi selalu menjadi faktor penting yang mempengaruhi


perilaku individu-individu dan kelompok-kelompok yang ada di dalam organisasi
aturan-aturan baru mengenai manajemen dalam lingkungan bisnis global saat ini
membuat pertimbangan-pertimbangan struktur menjadi lebih kritis. Kini para
manajer dihadapkan dengan berbagai kemungkinan struktur yang berbeda.
Organisasi memiliki tujuan dan berorientasi pada tujuan sehingga struktur
organisasi pun juga memiliki tujuan dan berorientasi pada tujuan. Konsep mengenai
struktur organisasi melibatkan berbagai tujuan, dan meyakini bahwa para pemimpin
organisasi seharusnya memikirkan struktur dalam kaitanya dengan kontribusi
struktur terhadap keefektifan organisasi. Meskipun hubungan yang pasti antara
struktur dan keefektifan organisasi sulit diketahui.
Bagi sebuah perusahaan adanya struktur organisasi sangat diperlukan.
Terutama bagi mereka yang percaya bahwa bagan organisasi diperlukan guna
menjamin manajemen yang efektif, akan menjadi bingung bila hal tersebut tidak ada.
Individu tidak akan memahami pekerjaan mereka, apa yang harus dilakukan,
bagaimana pekerjaan mereka akan bisa memenugi pekerjaan subunit lain. Dengan
tidak adanya bagan organisasi untuk mengklarifikasikan hubungan, maka hal yang
tidak logik dan kekaburan akan terjadi. Kenyataannya, setiap proses dari pembuatan
bagan organisasi merupakan tes yang baik bagi keberadaan bagian tersebut, karena
setiap hubungan yang tidak bisa dibuatkan bagannya tampkanya akan menjadi
kurang kuat dan karenanya membingungkan mereka yang bekerja di dalamnya.

4
Mereka yang mendukung dengan kuat percaya bahwa manajemen akan
memilih struktur organisasi dengan spesifikasi tertulis atas persyaratan-persyaratan
penting dari masing-masing tingkat manajemen, departemen , komite dan pekerjaan
atau kelompok pekerjaan yang sama. Materi ini memberikan kepada kita individu
dan kelompok informasi guna membantu memahami bagaimana usaha mereka
berkorelasi dengan usaha pihak lain. Dibeberapa contoh, perusahaan kecil yang
dapat berjalan dengan baik di tahap awal perkembangan mereka, mulai gagal bila
pendirinya tidak bisa terus menerus memanajemeni denan gaya pribadi mereka.
Transisi dari keberhasilan perusahaan kecil menjadi perusahaan besar ang berhasil,
terganggu karena karyawan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian
dan keterampilan khusus mereka dibanding dengan pekerjaan yang diperlukan utnuk
kinerja organisasi. Bagan organisasi dan dokumen pendukung diperlukan dari saat
awal keberadaan perusahaan, tidak hanya bila telah menjadi besar bagi satu orang
untuk memanajemeni.
Struktur organisasi dihasilkan dari keputusan manajerial mengenai empat
atribut penting dari seluruh organisasi: pembagian kerja, dasar departementasi,
ukuran departemen, dan pendelegasian wewenang. Keputusan yang dibuat manajer
dipengaruhi oleh faktor desain pekerjaan dan desain organisasi seperti perbedaan
individu, kompetensi tugas, teknologi , ketidakpastian lingkungan strategi, dan
karakteristik manajer tertentu. Atribut struktur menentukan seberapa luas organisasi
mencerminkan dimensi formal, kompleksitas dan sentralisasi. Struktur organisasi
berkontribusi pada efektivitas organisasi dan hubungannya dalam menjustifikasi
minat.

5
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi struktur organisasi?


2. Apa definisi dari spesialisasi kerja?
3. Bagaimana cara men-departementalisasi/divisi dalam sebuah organisasi?
4. Bagaimana sebaiknya menyususun rantai kepemimpinan organisasi?
5. Mengapa dalam sebuah organisasi harus ada ukuran organisasi?

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui definisi spesialisasi kerja.


2. Untuk mengetahui men-departementalisasi/divisi dalam sebuah organisasi.
3. Untuk mengetahui menyusun rantai kepemimpinan organisasi.
4. Untuk mengetahui ukuran organisasi.

6
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Struktur Organisasi
2.1.1. Pengertian Struktur
Struktur adalah sekumpulan variabel yang masing-masing dapat berbeda tipe,
dan dikelompokkan ke dalam satu nama (menurut Pascal, struktur juga dikenal
sebagai record). Struktur membantu mengatur data-data yang rumit, khususnya
dalam program yang besar, karena struktur membiarkan sekelompok variabel
diperlakukan sebagai satu unit daripada sebagai entity yang terpisah.
Salah satu contoh struktur tradisional adalah record daftar gaji karyawan,
dimana karyawan digambarkan dengan susunan lambang seperti nama, alamat,
nomor jaminan sosial, gaji dan sebagainya. Beberapa dari lambang tersebut biasanya
berupa struktur, nama mempunyai komponen begitu juga alamat dan gaji.

2.1.2. Pengertian Organisasi


Organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang
untuk bekerja sama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu. Organisasi
biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya lingkungan, cara tau
metode, material, mesin , uang dan beberapa sumberdaya lain dalam rangka
mencapai tujuan organisasi tersebut. Orang- orang yang terkumpul dalam sebuah
organisasi sepakat untuk mencapai tujuan tertentu melalui suatu sumber daya secara
sistematis dan rasional yang terkendali dan adanya pemimpin organisasi yang akan
memimpin operasional organisasi dengan terencana.

Berikut pengertian Organisasi menurut para ahli :


1. Menurut Stoner, pengertian organisasi adalah suatu pola hubungan tertentu
antara orang-orang di bawah pengarahan atasan (pimpinan) untuk mengejar
tujuan bersama.
2. Menurut James D. Mooney, organisasi adalah suatu sistem aktifitas orang-orang
yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama.
3. Menurut Chester I Bernard, organisasi adalah aktifitas kerjasama uang
dilakukan oleh sedikitnya dua orang atau lebih.

7
4. Menurut Stephen P. Robbins, menyatakan sebuah organisasi merupakan suatu
kesatuan sosial yang secara sadar dikoordinasi dengan suatu batasan yang telah
ditentukan yang bekerjasama secara terus menerus untuk mencnapai satu atau
sekelompok tujuan bersama.

2.1.3. Pengertian Struktur Organissasi

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan
dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan
bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang
baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.

Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen dalam


mencapai tujuannya. Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada
anggotanya. Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan
mengarah pada suatu kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan
bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara
formal.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :


1. Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat
yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2. Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri
kea rah kanan atau sebaliknya.
3. Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai
dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat
lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

8
4. Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea
rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
5. Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips
kearah bidang elips.
6. Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan
organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk pyramid
terbalik.

2.1.4 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi. Ernie (2006),


menyatakan ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi struktur organisasi antara lain:

 Strategi Organisasi

Strategi organisasi dibuat sebagai upaya pencapaian tujuan organisasi. Oleh


karena itu, jika struktur organisasi dibentuk sebagai jalan untuk pencapaian tujuan
maka struktur organisasi pun selayaknya sejalan dengan strategi organisasi. Maka,
jika terjadi perubahan pada strategi organisasi akan berdampak pula pada perubahan
struktur organisasi.

 Skala Organisasi

Organisasi dapat dibedakan skalanya menurut berbagai faktor diantaranya


adalah dari jumlah penjualan, pangsa pasar hingga jumlah tenaga kerja. Organisasi
yang berskala besar artinya organisasi tersebut barangkali memiliki berbagai cabang
diberbagai daerah dikarenakan pangsa pasarnya yang luas, dengan demikian
memiliki tenaga kerja yang juga tidak sedikit. Tapi walaupun tanpa cabang,
organisasi dapat dikatakan berskala besar jika tenaga kerja yang ada berjumlah
ribuan seperti pabrik-pabrik garmen penghasil produk-produk konveksi.

9
Organisasi yang berskala besar karena ruang lingkup aktivitasnya yang luas
maka memerlukan pendelegasian wewenang dan pekerjaan sehingga dalam
mendesain struktur organisasinya pun perlu mempertimbangkan berbagai faktor
yang terkait dengan aktifitas yang luas tersebut.
Sedangkan organisasi berskala kecil biasanya memiliki jumlah tenaga kerja
yang sedikit karena pangsa pasar yang mungkin masih sedikit, jumlah penjualan atau
produksi yang juga sedikit. Organisasi yang berskala kecil biasanya memiliki
struktur organisasi yang lebih sederhana dan tidak terlalu banyak terjadi
pendelegasian wewenang dan pekerjaan.

 Teknologi

Faktor teknologi yang dimaksudkan disini adalah terkait dengan cara


bagaimana suatu pekerjaan dilakukan. Selain itu juga, faktor teknologi terkait dengan
penggunaan alat-alat bantu dalam sebuah organisasi.

 Lingkungan

Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi juga untuk menyesuaikan diri


secara dinamis. Proses penyesuaian yang dilakukan oleh organisasi juga termasuk
dalam penentuan struktur organisasinya. Lingkungan yang dinamis akan mendorong
organisasi untuk selalu menyesuaikan struktur organisasi dengan tuntutan
lingkungan yang senantiasa berubah. Sebaliknya, lingkungan yang cenderung statis
tidak akan terlalu banyak mengubah struktur organisasi.

10
2.1.5 Fungsi Struktur Organisasi

 Kejelasan Tanggung Jawab

Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus
dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada
pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan
kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.

 Kejelasan Kedudukan

Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya


mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya
keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.

 Kejelasan Uraian Tugas

Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak


pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan
dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang
jelas.

 Kejelasan Jalur Hubungan

Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan atau
pegawai dalam sebuah organisasi, maka dibutuhka kejelasan hubungan yang
tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian pekerjaan akan semakin
efektif dan dapat saling menguntungkan.
Pola dasar struktur organisasi sebaiknya tersusun relatif permanen, artinya
tidak perlu selamanya mengalami perubahan. Dalam aktivitas yang dilakukan harus
ada jaminan fleksibilitas, artinya aktivitas itu senantiasa dapat diperluas
jangkauannya, namun pola dasar struktur organisasi tidak perlu mengalami
perubahan. Yang perlu mendapat perhatian dalam mengisi struktur organisasi adalah
manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan jenis tugas dalam bagian-
bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut.

11
Penggolongan aktivitas dalam struktur dapat kita bagi menjadi empat unsur

 unsur pimpinan
 unsur pembantu pimpinan
 unsur pelakasana tugas pokok
 unsur pelaksana tugas-tugas fungsional

2.2 Spesialisasi Kerja

Spesialisasi kerja atau pembagian tenaga kerja yaitu menggambarkan sejauh


mana berbagai kegiatan dalam organisasi dibagi-bagi menjadi beberapa pekerjaan
tersendiri. Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah bahwa ketimbang seluruh
pekerjaan dilakukan oleh seorang individu, pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi
sejumlah tahap, dengan masing-masing tahap diselesaikan oleh seorang individu
tersendiri. Intinya, individu mengkhususkan diri dalam melakukan bagian dari suatu
kegiatan ketimbang seluruh kegiatan.

Spesialisasi kerja merupakan sarana yang paling efisien untuk memanfaatkan


keterampilan karyawan. Di sebagian organisasi, beberapa tugas tertentu
membutuhkan keterampilan yang sangat tinggi dan beberapa yang lain dapat
dijalankan oleh pekerja yang kurang terlatih. Para manajer juga melihat efisiensi lain
yang dapat dicapai melalui spesialisasi pekerjaan. Keterampilan karyawan dalam
menjalankan tugas dengan berhasil meningkat berkat pengulangan. Selain itu,
pelatihan untuk spesialisasi lebih efisien dari perspektif organisasi. Lebih mudah dan
murah mencari dan melatih pekerja untuk menjalankan tugas-tugas yang spesifik dan
berulang. Terakhir, spesialisasi pekerjaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas
dengan cara mendorong penciptaan penemuan dan mesin khusus.

12
Namun demikian spesialisasi pekerjaan juga akan menimbulkan kerugian
ekonomi seperti rasa jenuh, kelelahan, stres, produktivitas yang rendah, kualitas yang
buruk, meningkatnya kemangkiran kerja, dan tingginya perputaran karyawan. Dalam
kasus-kasus semacam ini, produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara memperluas,
alih-alih mempersempit, dan cakupan kegiatan kerja. Selain itu, sejumlah perusahaan
mendapati bahwa dengan memberi karyawan beragam kegiatan untuk dilakukan,
yang memungkinkan mereka melakukan suatu pekerjaan secara menyeluruh dan
lengkap, dan menempatkan mereka dalam tim-tim dengan keterampilan yang dapat
saling melengkapi, mereka dapat mencapai hasil yang secara signifikan lebih tinggi,
dengan tingkat kepuasan karyawan yang lebih tinggi.

2.2.1 Manfaat Spesialisasi Kerja

 Sangat diperlukan dalam setiap organisasi karena tidak semua pekerjaan


membutuhkan keahlian dan tidak semua orang mempunyai keahlian yang sama
sebab setiap orang mempunyai kelebihan dan keterbatasan sendiri.
 Orang akan memilih mengerjakan yang terbaik sesuai dengan bakat dan
kemampuan masing-masing, sehingga orang-orang akan ahli dalam bidangnya,
dan menjadi pakar dalam bidang tersebut.
 Adanya spesialisasi berarti setiap orang tidak perlu menghasilkan setiap barang
yang dibutuhkan secara sendiri-sendiri. Akan tetapi hanya menghasilkan satu
barang saja. Kelebihan barang atau kebutuhan sendiri itu dapat diperdagangkan.
 Smith juga percaya bahwa para pekerja dengan spesialisasi lebih mungkin untuk
berinovasi, untuk menciptakan alat atau mesin untuk membuat tugas-tugas
mereka bahkan lebih efisien.
 Dapat membantu mengurangi biaya tenaga kerja monitor yang banyak memiliki
banyak keahlian.
 Menghemat waktu dan biaya dalam suatu pekerjaan, karena pekerjaan yang
rumit yang biasanya dilakukan oleh banyak orang kini hanya dilakukan oleh satu
orang yang ahli.
 Produk hasil dari spesialisasi pekerjaan tersebut juga bisa dikatakan memuaskan
karena dikerjakan oleh ahlinya.

13
2.3 Departementalisasi/Divisi Dalam Organisasi

Setelah memecah-mecah pekerjaan melalui spesialisasi, perlu


mengelompokkannya bersama sehingga tugas-tugas yang sama dapat dikoordinasi
dalam satu basis. Dasar pengelompokan bersama pekerjaan ini disebut
departementalisasi (departementalizational).

Salah satu cara paling populer untuk mengelompokkan kegiatan adalah


berdasarkan fungsi-fungsi yang dijalankannya. Seorang manajer manufaktur bisa
saja mengorganisasi sebuah pabrik dengan cara memisahkan para ahli teknik,
akuntansi, manufaktur, personalia, dan persediaan ke dalam berbagai departemen
yang lazim dikenal. Tentu saja, departementalisasi berdasarkan fungsi, dapat
digunakan di semua jenis organisasi. Hanya saja, fungsi tersebut dapat berubah guna
mencerminkan tujuan dan aktivitas organisasi. Keuntungan utama dari cara
pengelompokkan semacam ini adalah didapatnya efisiensi dari disatukannya para
spesialis yang sama. Departementalisasi fungsional berusaha mencapai skala
ekonomi dengan cara menempatkan orang-orang dengan keterampilan dan orientasi
yang sama ke dalam unit yang sama.

Pekerjaan dapat juga didepartementalisasikan berdasarkan jenis produk yang


dihasilkan oraganisasi. Keuntungan utama cara pengelompokkan ini adalah
meningkatnya akuntabilitas terhadap kinerja produk, karena semua kegitan yang
terkait dengan sebuah produk tertentu berada di bawah kendali seorang manajer
tunggal. Jika kegiatan sebuah organisasi terkait dengan jasa ketimbang produk, tiap
jasa akan dikelompokkan dengan sendirinya. Masing-masing menawarkan sederet
jasa yang sama di bawah kendali seorang manajer produk atau jasa.

14
Cara lain untuk melakukan departementalisasi adalah berdasarkan faktor
geografis atau wilayah. Fungsi penjualan, misalnya mungkin terbagi ke dalam
wilayah barat, selatan, timur, dan utara. Tiap wilayah ini pada dasarnya merupakan
sebuah departemen yang diorganisasi secara geografis. Jika pelanggan suatu
organisasi tersebar ke wilayah geografi yang luas dan memiliki kebutuhan yang
sama berdasarkan lokasi mereka, bentuk departementalisasi semacam ini akan
bermanfaat.

Kategori terakhir dari departementalisasi adalah menggunakan pelanggan


tertentu yang organisasi coba jangkau. Microsoft, misalnya diorganisasi menurut
kategori empat pasar pelanggan yaitu konsumen, perusahaan besar, pengembang
piranti lunak, dan usaha kecil. Asumsi yang mendasari departementalisasi pelanggan
ini adalah bahwa pelanggan di tiap-tiap departemen memiliki masalah dan kebutuhan
yang sama yang dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya memiliki spesialis untuk
masing-masing.

2.4 Rantai Kepemimpinan Organisasi/Rantai Komando

Para manajer kontemporer tetap harus mempertimbangkan implikasinya


ketika memutuskan bagaimana sebaiknya menyususun struktur organisasi mereka.
Rantai komando (chain of command) adalah suatu garis wewenang tanpa putus dari
puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siap bertanggung jawab
kepada siapa.

Dua konsep lain yang melengkapi rantai komando, yaitu wewenang dan
kesatuan komando.

1. Wewenang (authority) mengacu pada hak-hak yang melekat dalam sebuah


posisi manajerial untuk memberikan perintah dan untuk berharap bahwa
pemerintah itu dipatuhi. Untuk memfasilitasi koordinasi, tiap posisi manajerial
diberi sebuah tempat dalam rantai komando, dan tiap manajer diberi tingkat
wewenang tertentu untuk memenuhi tanggung jawabnya.

15
2. Prinsip kesatuan komando (unity of command) membantu melanggengkan
konsep garis wewenang yang tidak terputus. Prinsip ini menyatakan bahwa
seseorang hanya mempunyai satu atasan yang kepadanya ia bertanggung jawab
secara langsung. Jika kesatuan komando putus, seorang karyawan mungkin
harus menghadapi berbagai permintaan atas prioritas yang saling bertentangan
dari beberapa atasan.

Konsep rantai komando, wewenang, dan kesatuan komando sudah tidak lagi
terlalu relevan saat ini karena:

 Kemajuan teknologi informasi dan tren ke arah pemberdayaan karyawan


 Karyawan yang bekerja kini turut diberdayakan untuk membuat keputusan yang
sebelumnya merupakan hak eksklusif manajemen.

2.5 Ukuran Organisasi

Teradapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah


organisasi secara signifikan mempengaruhi strukturnya. Sebagai contoh, organisasi-
organisasi besar biasanya mempekerjakan 2.000 orang atau lebih-cenderung memilih
lebih banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertical, serta aturan dan
ketentuan daripada organisasi kecil. Namun, hubungan itu tidak bersifat linier. Alih-
alih, ukuran mempengaruhi struktur dengan kadar yang semakin menurun. Dampak
ukuran menjadi kurang penting tatkala organisasi meluas. Hal ini dikarenakan pada
hakikatnya, bila ketika memiliki sekitar 2.000 karyawan, sebuah organisasi sudah
menjadi cukup mekanistis. Tambahan 500 karyawan tidak akan berpengaruh banyak.
Sebaliknya, menambah 500 karyawan pada organisasi yang baru memiliki 300
anggota mungkin akan menyebabkan pergeseran signifikan kearah struktur yang
lebih mekanistis.

16
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah bahwa ketimbang seluruh
pekerjaan dilakukan oleh seorang individu, pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi
sejumlah tahap, dengan masing-masing tahap diselesaikan oleh seorang individu
tersendiri. Intinya, individu mengkhususkan diri dalam melakukan bagian dari suatu
kegiatan ketimbang seluruh kegiatan.
Salah satu cara paling populer untuk mengelompokkan kegiatan adalah
berdasarkan fungsi-fungsi yang dijalankannya. Keuntungan utama cara
pengelompokkan ini adalah meningkatnya akuntabilitas terhadap kinerja produk,
karena semua kegitan yang terkait dengan sebuah produk tertentu berada di bawah
kendali seorang manajer tunggal.
Rantai komando (chain of command) adalah suatu garis wewenang tanpa
putus dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siap
bertanggung jawab kepada siapa. Dua konsep lain yang melengkapi rantai komando,
yaitu wewenang dan kesatuan komando.
Ukuran sebuah organisasi secara signifikan mempengaruhi strukturnya.
Organisasi besar cenderung memiliki lebih banyak spesialisasi, departementalisasi,
tingkatan vertikal serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil.

17
3.2 Saran
Dengan adanya struktur organisasi di dalam sebuah organisasi, maka
organisasi tersebut bisa terkendali dengan baik. Karena disebuah organisasi itu harus
memiliki spesifikasi kerja yang jelas, departementalisasi/divisi dalam organisasi
yang tepat, rantai kepemimpinan organisasi/komando yang jelas, dan ukuran
organisasi yang baik. Karena jika sebuah organisasi tidak memiliki unsur-unsur
tersebut maka tidak akan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu wajib hukumnya
setiap organisasi memiliki unsur-unsur tersebut.

18
REFERENSI

Stephen P. Robbins, Timothy A Judge.2008. Perilaku Organisasi Buku 2.Salemba


Empat.Jakarta.

Sukanto R & T. Hani Handoko.1990. Organisasi Perusahaan.BPFE.Yogyakarta.

http://teknikkepemimpinan.blogspot.co.id/2012/04/modul-struktur-organisasi-dalam-
prilaku.html

http://aldairchristiawan.blogspot.co.id/2013/06/struktur-organisasi.html

http://stimbedua.blogspot.co.id/2015/05/makalah-pengorganisasian-dan-
struktur.html

http://idamuhlida.blogspot.co.id/2016/11/makalah-struktur-organisasi.html

19