Anda di halaman 1dari 5

6 Kerajaan Hindu Budha

1.Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur di tepi Sungai Mahakam.Sumber sejarah Kerajaan Kutai
yaitu ditemukannya tujuh buah prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta.Yupa
adalah tugu batu peringatan yang digunakan untuk menambatkan hewan kurban.Sebenarnya yupa
merupakan peninggalan budaya megalitikum bangsa Indonesia yaitu menhir.

Dari isi prasasti, dapat diketahui bahwa raja pertama yang memerintah Kutai adalah Raja
Kudungga.Setelah Raja Kudungga wafat, tahta kerajaan diberikan secara turun temurun.Pemerintahan
Kerajaan Kutai digantikan oleh putranya yaitu Asmawarman sebagai vamsakarta yaitu pembentuk
keluarga (dinasti).

Kutai mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Mulawarman.Raja Mulawarman
memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana di Vparakeswara (tempat untuk memuja
Dewa Siwa), dan rakyatnya hidup tenteram dan sejahtera.Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui
bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang cukup kaya.Kehidupan ekonomi rakyat Kutai
berdasarkan pada pertanian dan peternakan.Di samping itu juga perdagangan dengan memanfaatkan
letaknya yang strategis berada di jalur pelayaran Selat Makassar.

2.Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah Bogor, Jawa Barat.Mencapai kejayaan pada masa
pemerintahan Raja Purnawarman.Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara ada dua macam yaitu berita
dari Cina dan sumber prasasti.

1) Berita Cina dari Dinasti Tang menyebutkan adanya kerajaan yang bernama To-Lo-Mo yaitu
Tarumanegara yang beberapa kali mengirim utusan ke Cina.
2) Catatan Fa-Hien yang mengatakan ketika ia kembali dari India ke Cina melalui jalur laut singgah di
Bandar Tarumanegara.Pada bandar itu ia menemukan masyarakat yang telah memeluk agama hindu.
3) Sumber prasasti yakni sebagai berikut.
a) Prasasti Ciaruteun yang bercap sepasang telapak kaki
b) Prasasti Kebon Kopi yang terdapat gambar dua telapak gajah.
c) Prasasti Tugu berisi tentang penggalian sebuah saluran sepanjang 6.112 tombak yang diberi nama
Gomati, yang dilakukan pada masa ke-22 pemerintahan Raja Purnawarman.Setelah selesai diadakan
selamatan diamana raja memberikan hadiah 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
d) Prasasti Lebak berisi memuji kebesaran Raja Purnawarman
e) Prasasti Jambu
f) Prasasti Pasir Awi
g) Prasasti Muara Cianten.
Kehidupan sosial masyarakat Tarumanegara sudah terjalin baik.Hal ini terbukti saat penggalian saluran
Gomati.Kehidupan ekonomi masyarakat meliputi perdagangan,peternakan,pertanian, dan
perdagangan.Penggalian sungai Gomati memiliki arti penting bagi pertanian karena selain untuk
mencegah banjir juga agar tidak merusak lahan pertanian, serta untuk irigasi.

3.Kerajaan Holing (Kalingga)

Berita dari Cina menyebutkan letak holing yaitu berbatasan dengan laut di sebelah selatan, Ta-Hen-La di
sebelah utara, Po-Li di sebelah timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat.Nama lain Holing adalah Cho-Po
(Jawa).Dapat disimpulkan bahwa letak Holing berada di Pantai Utara Jawa Tengah.

Sumber sejarah Kerajaan Holing adalah berita Cina yaitu catatan I-Tsing yang mengatakan bahwa
seorang temannya bernama Hui-Ning dengan pembantunya yang bernama Yun-Ki pergi ke Holing (664-
665 M) untuk belajar agama Buddha.Ia juga menerjemahkan kitab agama Buddha ke dalam bahasa Cina
yang dibantu oleh pendeta dari Holing yang bernama Janabadra.

Kerajaan Holing diperintah oleh seorang Ratu Sima yang keras tetapi adil dan bijaksana.Menurut berita
dari Cina, ia beberapa kali mengirim utusan ke Cina.Kerajaan Holing merupakan kerajaan yang cukup
makmur.

4.Kerajaan Kanjuruhan

Sekitar tahun 760 M, di Jawa Timur berdiri Kerajaan Kanjuruhan.Rajanya bernama Dewasingha yang
berputra lima yang setelah menjadi raja bernama Gajahyana.Gajahyana telah memerintahkan
pembangunan candi untuk Sang Agastya yakni Candi Badut.

Kerajaan Kanjuruhan tidak mampu bertahan lama sebab ditaklukkan oleh Raka Watukura dari Kerajaan
Mataram Kuno di Jawa Tengah.Setelah takluk, penguasanya dianggap sebagai raja bawahan dengan
gelar Rakai Kanjuruhan.
5.Kerajaan Sriwijaya

Pusat Kerajaan Sriwijaya terletak di Sungai Musi, Palembang.Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya ada dua
macam, yaitu sumber dari dalam negeri dan sumber dari luar negeri.Berikut ini sumber prasasti dari
dalam negeri.

1) Prasasti Kota Kapur tahun 686 M, berisi tentang usaha Kerajaan Sriwijaya untuk menaklukkan Jawa
yang tidak setia kepada Sriwijaya.

2) Prasasti Talang Tuo tahun 684 M menjelaskan tentang pembuatan taman Sri Ksetra atas perintah
Raja Dapunta Hyang.

3) Prasasti Kedukan Bukit tahun 683 M menyatakan bahwa Dapunta Hyang mengadakan perjalanan
suci dengan perahu.

4) Prasasti Telaga Batu menyatakan tentang kutukan bagi rakyat yang melakukan kejahatan dan tidak
taat pada perintah raja.

5) Prasasti Palas Pasemah menyatakan bahwa Sriwijaya menundukkan Lampung sejak akhir abad VII.

6) Prasasti Karang Berahi tahun 686 M yang isinya menyatakan permintaan kepada dewa agar
menjaga Kerajaan Sriwijaya dan menghukum setiap orang yang bermaksud jahat.

Berikut ini merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri.

1) Prasasti Ligor tahun 775 M ditemukan di Semenanjung Malaya.

2) Prasasti Nalanda ditemukan di India tentang pemberian sebidang tanah dari Raja Dewapaladewa
kepada Sriwijaya yang datang ke Nalanda untuk mendalami agama Buddha

3) Berita Cina, yaitu catatan I-Tsing yang menyebutkan pada tahun 671 M ia singgah di Sriwijaya dalam
perjalanannya ke India dan berhasil menerjemahkan kitab-kitab agama Buddha.

Sriwijaya mencapai kejayaan di bawah pemerintahan Balaputradewa.Pada masa pemerintahan


Balaputradewa, Sriwijaya memainkan beberapa peranan penting yakni sebagai berikut.
1) Sebagai negara maritim

Sriwijaya merupakan negara yang mengutamakan pelayaran dan perdagangan.Letak Kerajaan Sriwijaya
sangat strategis dan dekat dengan selat Malaka yang merupakan penghubung antara pedagang dari
Cina dan pedagang dari India maupun Romawi.

2) Sebagai pusat agama Buddha

Berkembangnya agama Buddha di Sriwijaya disebabkan oleh hubungan baik Kerajaan Sriwijaya dengan
kerajaan di India.Pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa agama Buddha dijadikan sebagai agama
negara.

Wilayah Sriwijaya sangat luas yaitu sebagian besar Sumatra dan Bangka, Jawa Barat, sebagian
Tanjungpura (Kalimantan Barat Daya) dan Semenanjung Malaya.Sejak abad ke-11 pamor Sriwijaya mulai
pudar.

6.Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah, muncul beberapa saat setelah Kerajaan Holing.Ibu
kota Kerajaan Mataram Kuno bernama Medang Kamulan (sekitar daerah Kradenan Grobogan).Daerah
Kerajaan ini dikenal dengan nama Bhumi Mataram.Dinasti yang pernah berkuasa di Mataram Kuno
adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.Sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno antara lain yakni
sebagai berikut.

1) Prasasti Canggal tahun 732 M, dibuat pada masa pemerintahan Raja Sanjaya berkaitan dengan
pendirian lingga, yaitu berarti mendirikan kerajaan.

2) Prasasti Balitung atau prasasti Mantyasih tahun 907 M dikeluarkan oleh Raja Balitung.Isinya
terdapat raja-raja Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya dan menyebutkan bahwa Sanjaya adalah raja
pertama yang memerintah Mataram Kuno.

3) Prasasti Kalasan tahun 776 M yang berisi Raja Panangkaran mendirikan bangunan suci umat Buddha
untuk Dewi Tara dan pendeta yang sekarang dikenal dengan nama Candi Kemalasan.

4) Prasasti Kelurak tahun 782 M berisi Dewa Indra mendirikan bangunan suci dan arca manjusri yang
sekarang dikenal dengan Candi Sewu.
5) Prasasti Karang Tengah tahun 824 M berisi Raja Samaratungga mendirikan bangunan suci di
Wenuawana (Candi Ngawen).Selain itu Pramodawardani membebaskan pajak tanah sekitar bangunan
suci untuk pemeliharaan Kamulan di Bumi Sambhara (Borobudur).

Pemerintah Mataram Kuno dipegang oleh dua dinasti yaitu Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu
dan Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha.Kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno
dilandasi oleh kehidupan religius dan semangat gotong royong.Alasannya dengan jumlah penduduk
sedikit dapat membangun candi cukup banyak.Kehidupan ekonomi Mataram Kuno bersumber pada
pertanian.