Anda di halaman 1dari 13

TUGAS KELOMPOK

(KASUS BAB 6)
Dosen: Drs. Arifin Akhmad, M.Si., Ak., CA

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7

Cindy Tania Damanik (160503064)


Edward Prima Tarigan (160503066)
Merry Novrita Malau (160503087)
Yohana Elisabeth Tamba (160503091)
Rosina Naibaho (160503109)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
T.P. 2019/2020
LAPORAN HASIL AUDIT MANAJEMEN PT SERAT SUTRA

Surabaya, 01 Januari 2008

No : 024/KAP/IV/2008

Lampiran : 3 eksemplar

Perihal : Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada

Yth, Direksi PT. Serat Sutera

Di Surabaya

Kami telah melakukan audit atas keterlambatan pengiriman barang yang terjadi karena
keterlambatan proses produksi pada PT Serat Sutera untuk periode tahun 2006/2007. Audit
kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan
perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan
tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Proses Produksi yang dimiliki (terjadi pada)
perusahaan PT. Serat Sutera. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai ekonomisasi
(kehematan), efisiensi (daya guna), dan efektivitas (hasil guna) pelaksanaan produksi.
Pengelolaan program proses produksi yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas
kelemahan pengelolaan program proses produksi yang dilakukan dan memberikan saran
perbaikan atas kelemahan pengelolaan program proses produksi yang ditemukan selama audit,
sehingga diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan
tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien, dan lebih efektif
dalam mencapai tujuannya.

Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi :
Bab I : Informasi Latar Belakang
Bab II : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III : Rekomendasi
Bab IV : Ruang Lingkup Audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan
kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas kerja sama ynga telah
terjalin dengan baik ini.

Kantor Akuntan Publik

Rawiatmaja & Partner

Tn. Pram Sanjaya


BAB I

INFORMASI LATAR BELAKANG

Nama Perusahaan : PT. Serat Sutera

Jenis Usaha : Pabrik Tekstil

PT Serat Sutera adalah pabrik tenu tradisional dengan fasilitas produksi berupa Alat
Tenun Bukan Mesin (ATBN). Ny. Shri Utami adalah generasi terakhir dari penggunaan ATBN
di pabrik ini. PT Serat Sutera menghasilkan beberapa jenis kain dengan bahan dasar dan merk
yang berbeda. Bahan baku sebagian masih merupakan bahan impor terutama yang tidak
tersedia cukup di dalam negeri.

Mulai tahun 1995 perusahaan ini secara total meninggalkan ATBN untuk
memproduksi komersialnya dan menggunakan teknologi modern dengan investasi yang cukup
besar. Penggunaan ATBN hanya digunakan untuk menghormati pendahulunya, sehinnga
budaya menenun di kalangan keluarga tidak hanya tinggal sejarah. Perusahaan mampu
mengakumulasikan laba sebesar Rp. 3,5 triliun dalam lima tahun terakhir.

Susunan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama : Ny. Shri Utami


2. Direktur Pemasaran : Tn. Hendro Sukanja
3. Direktur Akuntansi dan Keuangan : Ny. Trini Ray

Sedangkan tujuan untuk Dilakukan Audit adalah:

1. Menilai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas Proses produkasi Tekstil yang dimiliki
perusahaan.
2. Memberikan berbagai saran perbaikan ats kelemahan Proses Produksi yang ditemukan.
BAB II
KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut :
Kondisi:
1. Tujuan produksi telah diumuskan secara tertulis adalah untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan dalam kuantitas, kualitas, dan waktu pengiriman yang tepat dan harga
bersaing.
2. Berdasarkan kebijakan bisnis perusahaan, pengiriman barang sudah dilakukan paling
lambat dalam waktu 7 hari sejak pesanan diterima.
3. Jadwal produksi terintergrasi dengan jadwal penerimaan bahan baku.
4. Operator mesin dan bagian pemeliharaan fasilitas produksi dikendalikan oleh kepala
bagian yang berbeda.
5. Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan
perubahan jadwal produksi, jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari
pelanggan.
6. Laporan biaya kualitas terdokumentasi denganbaik dan digunakan sebagai umpan balik
dalam peningkatan kualitas produk.
7. Tidak ada mekanisme penyesuaina (cross check) program antara bagian produksi,
pembelian bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya
keterlambatan produksi

Kriteria:
1. Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan yang secara keta
menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis
produk.
2. Jadwal produksi harus mampu meminimumkan
a. Biaya persediaan, dimana persediaan maksimum 5% dari produksi setiap bulan
untuk setiap jenis barang.
b. Biaya penyetelan (setup) mesin.
c. Upah lembur, dan
d. Penggunaan sumber daya.
3. Jadwal produksi harus terintegrasi dengan :
a. Jadwal penerimaan bahan baku ; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi
pabrik 6 jam sebelum proses produksi dimulai.
b. Pemeliharaan fasilitas produksi ; mesin selalu dalam keadaan siap untuk di
operasikan.
c. Pengiriman barang ; barang jadi dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan
diterima.
4. Jadwal produksi harus mampu mengoptimalkan tingkat penggunaan kapasitas
produksi.
5. Jadwal produksi harus selaras dengan jadwal pada fungsi-fungsi yang lain.
6. Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang
di akibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak
mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.

Penyebab:
1. Perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutma untuk produk berbahan dasar
sutera yang masih diimpor) sering tidak tepat, sehingga kedatangan bahan baku sering
terlambat. Dari catatan penerimaan tahun 2006 rata-rata terjadi kekurangan bahan baku
sebanyak 15% dari kebutuhan produksi.
2. Karena proses produksi harus berjalan terus, supervisor memrintahkan untuk
memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi pabrik,
walaupun belum waktunya untuk di proses.
3. Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya.
4. Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya pemesanan pelanggan yang
sifatnya mendadak, sehingga belum termasuk dalam jadwal produksi yang telah
ditetapkan.
5. Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas produk tidak disesuaikan dengan
terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan.

Akibat:
1. Karena keterlambatan pengiriman bahan baku, proses produksi hanya mampu
mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan
pelanggan sesuai dengan jadwal pengiriman yang telah ditetapkan.
2. Terjadi penumpukan persediaan rata-rata 15% untuk produk nonsutera.
3. Pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih
diperbaiki, yang berakibat terjadinya waktu tunggu rata-rata 1 jam dalam setiap hari.
4. Pesanan pelanggan yang mendadak, menyebabkan tertundanya pengiriman barang
yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
5. Jika terjadi perubahan pesanan dari pelanggan, proses produksi terhambat rata-rata 18
jam dalam 1 minggu.

Pejabat yang bertanggungjawab:


1. Direktur Utama
2. Direktur Pemasaran
DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT
No Kondisi Kriteria Penyebab Akibat
1. Tidak adanya Jadwal produksi Jadwal produksi tidak Keterlambatan proses
mekanisme telah selaras dengan selaras dengan jadwal produksi
penyesuaian (cross jadwal pada fungsi- pada bagian
check) program antara fungsi lainnya pembelian bahan baku
bagian produksi, dan pemeliharaan
pembelian bahan baku fasilitas produksi
dan pemeliharaan
fasilitas produksi
2. Pada tahun 2006, Penentuan tingkat Perusahaan Tertundanya
terjadi keterlambatan persediaan minimum menetapkan kebijakan pengiriman barang yang
pemenuhan pesanan telah persediaan yang terjadwal rata-rata 2
dan perusahaan tidak mempertimbangkan sangat minimum hari untuk setiap
mampu menempatkan kemungkinan untuk menjaga pesanan karena faktor
barangnya di pasar terjadinya: kestabilitasan ketidak sesuaian antara
tepat waktu dalam keterlambatan keuangannya tanpa jadwal produksi dengan
kuantitas sesuai pasokan bahan baku, mempertimbangkan perubahan permintaan
dengan kebutuhan pemeliharaan terjadinya: pasar dan
fasilitas produksi, keterlambatan kekurangmampuan
perubahan pasokan bahan baku, perusahaan dalam
permintaan pasar pemeliharaan fasilitas mencapai kuantitas
produksi, perubahan produksi dalam
permintaan pasar memenuhi pesanan
pelanggan karena faktor
keterlambatan pasokan
bahan baku

3. Di dalam gudang Jadwal produksi Supervisor Terjadi penumpukan


menumpuk beberapa harus mampu memerintahkan untuk persediaan rata-rata
jenis barang yang
menunggu untuk mengoptimalkan memproduksi terlebih 15% untuk produk
dikirim kepada tingkat penggunaan dahulu produk yang nonsutra di dalam
pelanggan
kapasitas produksi bahan bakunya gudang
tersedia di lokasi
pabrik karena proses
produksi harus
berjalan terus
4. Tidak terdapat Jadwal produksi Perencanaan Karena keterlambatan
prosedur yang dapat harus terintegrasi kebutuhan bahan baku pengiriman bahan baku,
menjamin bahwa dengan: perusahaan (temtama proses produksi hanya
setiap perencanaan a. Jadwal untuk produk mampu mencapai
bahan baku akan dapat penerimaan bahan berbahan dasar sutra kuantitas 90% dari
terpenuhi secara tepat baku; bahan baku yang masih diimpor) produk yang
waktu, khususnya sudah tersedia dan sering tidak tepat, dibutuhkan untuk
bahan dasar sutera siap di lokasi pabrik sehingga kedatangan memenuhi pesanan
impor yang akhirnya 6 jam sebelum bahan baku sering pelanggan sesuai
menyebabkan proses produksi terlambat. Dari catatan dengan jadwal
kedatangan bahan baku dimulai. penerimaan bahan pengiriman yang telah
itu sering terlambat. b. Pemeliharaan tahun 2006 rata-rata ditetapkan
fasilitas produksi; terjadi kekurangan
mesin selalu dalam bahan baku sebanyak
keadaan siap untuk 15% dari kebutuhan
dioperasikan. produksi
c. Pengiriman
barang; barang jadi
dikirim paling
lambat 7 hari kerja
sejak pesanan
diterima.
5. Perusahaan tidak Perusahaan harus Jadwal produksi tidak Jika terjadi perubahan
(belum) memiliki memiliki pedoman disesuaikan dengan pesanan dari pelanggan,
pedoman tertulis tertulis tentang terjadinya pemesanan proses produksi
sebagai dasar untuk perubahan jadwal dari pelanggan yang terhambat rata-rata 18
melakukan perubahan produksi yang sifatnya mendadak, jam dalam 1 minggu
jadwal produksi, jika diakibatkan oleh sehingga belum
terjadi tambahan adanya tambahan termasuk dalam
(perubahan) (perubahan) pesanan jadwal produksi yang
permintaan dari pelanggan, agar telah ditetapkan.
pelanggan. tidak mengganggu
rencana produksi
dan pengiriman yang
telah terjadwal.
BAB III
REKOMENDASI
Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi
perhatian menejemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini meliputi :

1. Keterlambatan pengiriman terjadi karena keterlambatan proses produksi.


2. Kebijakan pengiriman produk yang terlalu cepat.
3. Penumpukan persediaan terjadi karena jadwal produksi yang tidak sesuai.
4. Belum adanya prosedur tertulis untuk perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh
adanya tambahan (perubahan) permintaan pelanggan.

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi
atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi :

1. Perusahaan perlu menyususn jadwal produksi dengan menyesuaikan antara bagian


produksi, pembelian bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah
terjadinya keterlambatan produksi.
2. Perusahaan harus membuat jadwal produksi yang terintegrasi dengan :
a. Jadwal penerimaan bahan baku ; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik
6 jam sebelum proses produksi dimulai.
b. Pemeliharaan fasilitas produksi; mesin harus selalu alam keadaan siap untuk
dioperasikan.
c. Pengiriman barang; barang jadi di kirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan
diterima.
3. Perusahaan dapat menerapkan sistem produksi secara just in time dengan hanya
memproduksi barang sesuai dengan pesanan pelanggan sehingga meminimalkan
penumpukan persediaan yang dapat menyebabkan meningkatnya biaya persediaan.
4. Perusahaan perlu membuat pedoman tertulis mengenai kemungkinan perubahan jadwal
produksi jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan pelanggan yang mendadak.
Perusahaan sebaiknya selalu siap terhadap kemungkinan-kemungkinan penambahan
atau perubahan pesanan pelanggan yang terjadi secra mendadak dengan
mempersiapkan juga bahan baku serta dapat memanfaatkan kapasitas mesin yang masih
menganggur sebagai antisipasi perubahan pesanan tersebut.
5. Perusahaan perlu melakukan evaluasi atas prosedur yang telah dilaksanakan sebagai
tolak ukur dari keberhasilan dan ketepatan produksi, baik dalam hal waktu, kuantitas,
maupun kualitas produk.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada
manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki, kami mengkhawatirkan akan
terjadi akibat yang lebih buruk pada pelaksanaan proses produksi perusahaan di masa
mendatang.
BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi
masalah Keterlambatan Produksi PT Serat Sutra untuk periode tahun 2006/2007. Audit kami
mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen Proses Produksi,
kebijakan pengiriman bahan baku, dan jadwal penerimaan bahan baku.

Anda mungkin juga menyukai