Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

“ZAKAT”

DISUSUN OLEH :
Ahmad Soaduwon Harahap
Chandra Widiatmoko
Erma Irmawati
Melati As.
Via Putri Lestari

GURU PEMBIMBING :
SITI AMINAH, S.Pd.I

SMP NEGERI 1 KERUMUTAN


TP. 2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, zakat merupakan suatu
ibadah yang paling penting kerap kali dalam Al-Qur’an, Allah menerangkan zakat
beriringan dengan menerangkan sembahyang. Pada delapan puluh dua tempat
Allah menyebut zakat beriringan dengan urusan shalat ini menunjukan bahwa zakat
dan shalat mempunyai hubungan yang rapat sekali dalam hal keutamaannya shalat
dipandang seutama-utama ibadah badaniyah zakat dipandang seutama-utama
ibadah maliyah. Zakat juga salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam.
Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah
memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti
shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan al-
Qur'an dan as-Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan
kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.
Seluruh ulama Salaf dan Khalaf menetapkan bahwa mengingkari hukum
zakat yakni mengingkari wajibnya menyebabkan di hukum kufur. Karena itu kita
harus mengetahui definisi dari zakat, harta-harta yang harus dizakatkan, nishab-
nishab zakat, tata cara pelaksanan zakat dan berbagai macam zakat akan dibahas
dalam bab selanjutnya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana definisi/ pengertian zakat?
2. Apa saja macam-macam zakat?
3. Apa saja harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya?
4. siapa saja yang berhak menerima zakat?
5. Apa saja hikmah dari zakat?
6. Apa dalil-dalil tentang zakat?
BAB II
PEMBAHASAN

Zakat termasuk Rukun Islam Ke-4 Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan
oleh umat Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir
miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah. Zakat termasuk
rukun Islam ke-4 dan menjadi salah satu unsur paling penting dalam menegakkan syariat
Islam.

Oleh karena itu, hukum zakat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi
syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti shalat, puasa, dan
lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

Zakat terdiri dari dua macam:


A. ZAKAT FITRAH
Zakat fitrah ini adalah zakat yang berupa makanan atau sembako yang
pembayarannya bisa di lakukan pada hari pertama Ramadhan atau bisa di hari akhir
bulan Ramadhan, selama belum melakukan shalat Idul Fitri. Karena jika sudah
melewati batas tersebut dianggap sebagai shadaqah.
Sebagian besar masyarakat Indonesia sering membayar zakat fitrah ini dalam
bentuk beras. Jumlah untuk zakat fitrah ini adalah satu sa’ atau 3,2 liter, atau setara
dengan 2,5 kg.
Zakat fitrah ini tidaklah hanya sekedar ibadah saja, melainkan juga sebagai
bentuk ‘pembersih’ diri kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

1. Syarat Zakat Fitrah


Orang yang wajib zakat ini juga punya syarat-syaratnya sendiri, yakni:
 Muslim (Orang tersebut beragama Islam)
 Masih mempunyai simpanan makanan yang lebih, untuk dirinya sendiri,
dan keluarganya sampai pada waktu Hari Raya Idul Fitri datang
 Orang yang masih hidup sampai waktu terbenamnya matahari di waktu
akhir Ramadhan, termasuk bayi yang baru lahir. Adapun bayi yang
dilahirkan pada waktu malam Idul Fitri sudah tidak terkena wajib zakat.
2. Rukun Zakat Fitrah
Rukun atau sesuatu yang harus dipenuhi dalam melaksanakan zakat fitrah ini
adalah:
 Niat
 Muzakki (orang yang melakukan zakat)
 Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat)
 Sesuatu yang dizakatkan

3. Waktu Zakat Fitrah


Seperti keterangan di atas bahwa zakat fitrah ini dikeluarkan hanya pada bulan
Ramadhan. Adapun waktu pengeluaran zakat fitrah di sini terbagi menjadi lima
macam:
 Waktu yang diperbolehkan (Mubah). Waktu ini diawali dari hari pertama
hingga batas akhir bulan Ramadhan
 Waktu yang Wajib. Waktu wajib ini adalah mengeluarkan zakat fitrah
ketika matahari sudah terbenam di akhir bulan Ramadhan
 Waktu afdhal. Waktu afdhal ini dilaksananakan ketika selesai melaksanakan
shalat shubuh sampai sebelum mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.
 Waktu makruh. Yakni mengeluarkan zakat fitrah sesudah melaksanakan
sholat Idul Fitri tetapi sebelum terbenamnya matahari pada waktu Hari Raya
tersebut
 Waktu yang haram. Waktu yang mana pengeluarannya dilakukan setelah
terbenamnya matahari pada Hari Raya tersebut.

4. Perhitungan Zakat Fitrah


Zakat Fitrah per orang = 3,5 liter x harga beras per liter. Contoh: harga beras
yang biasa kamu makan sehari-hari Rp 10.000 per liter, maka zakat fitrah yang
harus dibayar per orang sebesar Rp 35.000. Jika dihitung dari segi berat, maka
zakat fitrah per orang = 2,5 kg x harga beras per kg.
5. Niat Zakat Firah

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah
Taala.”

6. Hikmah Zakat Firah


Zakat ini tentu sangatlah bermnafaat, baik bagi diri kita maupun orang lain
yang memutuhkan zakat tersebut. Sebagian manfaat dari zakat fitrah tersebut
adalah:
Menghindarkan diri daris sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan
Mensucikan diri kita dari perbuatan-perbatan yang tidak bermanfaat dan
sia-sia
Tidak merasakan khawatir atas dirinya maupun harta yang dimilikinya,
sehingga membuat hidup menjadi tenang
Mempererat persaudaraan satu sama lain

7. Dalil Kewajiban Zakat Fitrah

Artinya:
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Diriwayatkan oleh sahabat nabi Ibnu Abbas r.a, berikut ini:

Artinya:
Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: Rasulullah saw., telah menfardhukan zakat
fitrah sebagai pembersih diri bagi orang yang melakukan puasa dari segala
bentuk perbuatan atau perkataan yang sia-sia atau yang kotor. Dan juga sebagai
bentuk makanan terhadap orang-orang miskin. Maka, siapa saja yang
melakukan (membayarkan) zakat fitrah tersebut setelah melaksanakan shalat
Idul fitri, tidak lain itu hanyalah sebagian dari sedekah seperti biasanya. (HR.
Ibnu Majah dan Abu Dawud)
Artinya :
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan
telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman:
"Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat
dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu
mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya
Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan
ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa
yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan
yang lurus. (Q.S. Al-maidah Ayat 12)

Artinya :
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang
yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka
tunduk (kepada Allah). (Q.S. Al-Maidah Ayat 55)

Artinya:
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:
"Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah
zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari
mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya
kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya
Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa
tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada
beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar
dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak
akan dianiaya sedikitpun.
B. ZAKAT MAL
1. Syarat Zakat Mal
Karena berkaitan dengan harta, maka juga ada syarat-syarat tertentu bagi orang
yang akan mengeluarkan zakat maal ini, yakni:
Beragama Islam
Merdeka
Sudah mencapai ukuran nisab harta tersebut
Sudah mencapai satu tahun (untuk hasil pertanian maka dikeluarkan setiap
kali panen)
Milik pribadi, tidak punya orang lain atau yang bersifat hutang

2. Harta yang wajib dibayarkan zakat mal


Berbagai macam harta yang wajib dizakati ini adalah:
Harta kekayaan

Zakat Maal = 2,5% x jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun.


Menghitung nisab zakat maal = 85 x harga emas pasaran per gram.

Contoh: Umi punya tabungan Rp 100 juta, deposito Rp 200 juta, rumah
kedua yang dikontrakkan senilai Rp 500 juta, dan emas perak senilai Rp
200 juta. Total harta yang dimiliki Rp 1 miliar. Semua harta sudah dimiliki
sejak 1 tahun lalu.
Hewan ternak, seperti kambing, sapi, unta , dan lain sebagainya
1. Zakat hewan ternak unta:

a. 5 (lima) sampai 9 (sembilan) ekor unta, zakatnya 1 ekor kambing.


b. 10 (sepuluh) sampai 14 (empat belas) ekorr unta, zakatnya 2 ekor
kambing.
c. 15 (lima belas) sampai 19 (saembilan belas) ekor unta, zakatnya 3
ekor kambing
d. 20 (du puluh) sampai 24 (dua puluh empat) ekor unta, zakatnya 4
ekor kambing.

2. Zakat hewan ternak sapi atau kerbau:

a. 30 – 39 ekor sapi /kerbau, zakatnya 1 (satu) ekor sapi jantan/betina


usia 1 tahun
b. 40 – 59 ekor sapi/kerbau, zakatnya 2 (dua) ekor anak anak sapi
betina usia 2 tahun
c. 60 – 69 ekor sapi/kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan
d. 70 – 79 ekor sapi/kerbau, zakatnya 2 (dua) ekor anak sapi betina
usia 2 tahun ditambah 1 (satu) ekor anak sapi jantan 1 tahun. dan
seterusnya.

3. Zakat hewan ternak kambing atau domba:

 0 (nol) – 120 ekor, zakatnya 1 (satu) ekor kambing.


 120 – 200 ekor, zakatnya 2 (dua) ekor kambing.
 201 – 399 ekor, zakatnya 3 (tiga) ekor kambing
 400 – 499 ekor, zakatnya 4 (empat) kambing dan seterusnya setiap
100 (seratus) ekor zakatnya ditambah 1 (satu) ekor kambing.

Benda berharga seperti emas, perak, dan lain-lainnya


Harta hasil pertanian atau makanan pokok

Hasil pertanian dan panen buah-buahan juga wajib untuk dizakatkan. Nisab
zakat pertanian dan buah-buahan adalah 5 wasq atau setara dengan 653
kg. Zakat yang dikeluarkan bila diairi dengan air hujan atau air sungai 10
persen dan bila diari dengan air yang memakan biaya lain seperti diangkut
kendaraan, menggunakan pompa dan sebagainya, zakat yang dikeluarkan 5
persen, dan dizakati setiap panen.

Harta hasil perniagaan


Setiap harta hasil berniaga atau berdagang wajib dizakatkan meliputi
barang dagangan, ditambah uang kontan, dan piutang yang masih mungkin
kembali. Besar zakatnya 2,5 persen dikeluarkan setelah dikurangi utang
dan kerugian, telah mencapai nisab (85 gram emas) dan telah berusia satu
tahun haul.

Harta rikaz (barang temuan)

Setiap penemuan harta terpendam dalam tanah selama bertahun-tahun atau


rikaz, berupa emas atau perak yang tidak diketahui lagi pemiliknya maka
wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 20 persen.

Profesi
berdasarkan fatwa MUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan
selama satu tahun dan ditunaikan setahun sekali atau boleh juga ditunaikan
setiap bulan untuk tidak memberatkan. Model bentuk harta yang diterima
ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-
kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan).

Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas
(harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) dan zakatnya dikeluarkan
setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Contohnya: minimal zakat profesi yaitu @se-gram Rp. 300.000 x 85


(gram) = 25.500.000. Adapun penghasilan total yang diterima oleh pak
Nasir Rp. 30.000.000 (gaji perbulan Rp. 2.500.000) harta ini sudah
melebihi nishab dan wajib zakat Rp. 30.000.000 x 2,5 %= sebesar Rp.
750.000,- (pertahun) Rp. 62.500 (perbulan)

3. Asnab 8 / Orang yang berhak menerima zakat


1.) Fakir (orang yang memang benar-benar sudah tidak mempunyai apapun)
2.) Miskin (orang yang masih punya penghasilan tetapi tidak bisa untuk
mencukupi kebutuhan hariannya)
3.) ‘Amil zakat (panitia zakat)
4.) Muallaf (orang yang baru masuk Islam)
5.) Riqab atau budak yang dijanjikan merdeka dengan tebusan uang
6.) Orang yang terlilit hutang
7.) Orang-orang yang sedang dalam kondisi sabilillah
8.) Ibnu sabil (Musafir)
4. Dalil tentang asnab orang yang berhak menerima zakat
Para Mustahik ini dalam al-Qur’an juga sudah dijelaksan dalam QS. at-Taubah
(9): 60, yang berbunyi

Artinya:
“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang
miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk
(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan
untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang
diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

5. Hikmah Zakat
Hikmah disyariatkannya zakat fitrah,antara lain
a) Meringankan beban penderitaan fakir miskin,terutama pada Hari Raya
Idulfitri agar mereka turut merasakan kesenangan
b) Menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama serta menjauhkan dari
sifat tamak,egois,dan bakhil.
c) Membersikan perbuatan-perbuatan tidak baik dan ucapan-ucapan kotor
dari orang yang berpuasa
d) Menyucikan jiwa orang yang memberikan zakat fitrah.
e) Menyempurnakan nilai puasa Ramadhan

Hikmah disyariatkannya zakat mal,antara lain


a) Menanamkan sifat pemurah dan menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap
sesama
b) Menghilangkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin
c) Menjauhan diri dari sifat tamak,egois,dan bakhil.
d) Dapat menentramkan dan memperkukuh keimanan bagi mualaf
e) Dapat membersihkan harta yang dimiliki dan hak orang lain.
f) Sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT
g) Terhindar dari ancaman azab Allah SWT
h) Mengurangi tingkat kejahatan di tengah masyarakat
BAB III
PENUTUP

SIMPULAN:
Secara bahasa, zakat berarti tumbuh (numuww) dan bertambah (Ziyadah). Sedangkan
menurut istilah zakat adalah penyerahan atau penunaian hak yang wajib yang terdapat di
dalam harta untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak.

Zakat terbagi dua yaitu zakat Fitrah dan zakat Maal (Zakat Harta)
Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada
bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang
ada di daerah bersangkutan.
Zakat Maal (Zakat Harta ) adalah zakat kekayaan yang harus dikeluarkan dalam
jangka satu tahun sekali yang sudah memenuhi nishab mencakup hasil perniagaan,
pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak
serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-
sendiri.

Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu :


Zakat Maal (Zakat Harta)
1. Emas, perak dan mata uang
2. zakat harta perniagaan
3. Zakat binatang ternak
4. Zakat hasil bumi
5. Zakat barang tambang dan barang temuan

Orang yang berhak menerima zakat itu ialah sebagai berikut:


Fakir Hamba sahaya
Miskin Gharimin
’Amil Sabilillah dan
Muallaf Musafir
Yang tidak berhak menerima zakat :
Orang kaya
Hamba sahaya
Keturunan Rasulullah
Orang yang dalam tanggungan yang berzakat
Orang kafir

Adapun hikmah zakat itu adalah sebagai berikut:


Zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata dan tangan para pendosa
dan pencuri.
Zakat merupakan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang yang sangat
memerlukan bantuan.
Zakat menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil.
Zakat diwajibkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat harta yang telah dititipkan
kepada seseorang.