Anda di halaman 1dari 15

METODE PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN JALAN KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN


PROVINSI KALIMANTAN UTARA DI KOTA BARU MANDIRI
TANJUNG SELOR SEGMEN 2

A. PENDAHULUAN
Lingkup pekerjaan pada Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan
Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2, dimana lingkup
pekerjaan yang ada meliputi Mobilisasi, Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air,
Timbunan Biasa dari Galian dan Pembersihan dan Pengupasan Lahan dengan rencana metode
pelaksanaan ini juga akan digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan nantinya.

MANAJEMEN PROYEK
Pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan dikelola oleh tenaga-tenaga yang berkompeten dari
CV. MURNI yang telah berpengalaman dalam penanganan proyek –proyek khususnya dibidang
jalan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan sesuai harapan semua pihak terkait.
PROYEK : PERUSAHAAN EKSTERNAL
Rencana Mutu Terdiri dari : Manual/prosedur Standar Peraturan
1. Struktur Organisasi
Metode Konstruksi Administrasi Keppres
Pelaksanaan proyek di lapangan dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala
Instruksi Kerja Prosedur Kepmen
Proyek
Jadwal yangPelaksanaan
Waktu dalam pelaksanaannya Organisasi
sehari-hari dibantu oleh beberapa tenaga
Perda,staf
dll kantor dan
Prosedur Kerja, dll Personal
tenaga pelaksana lapangan yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing. Dengan
Kuangan
pengelolaan manajemen proyek diusahakan adanya kerja-sama yang baik dengan pihak-pihak
terkait baik dari Owner, Konsultan, Pemerintah, dan Instansi terkait lainnya, dengan harapan
pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih baik sesuai rencana yang dipersyaratkan.
SUPERVISI

INPUT OUTPUT
Bahan Produk Akhir
2. Metode CONSTRUCTION PROCESS
AlatPengendalian Proyek BMW (Biaya,
a. Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:
Mutu, Waktu)
Tenaga Kerja

Z INSPECTION & TEST EVALUASI

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 1


KRITERIA
Provinsi Kalimantan UtaraKEBERTERIMAAN PELAPORAN
di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2+
Gambar
Spesifikasi MONITORING
Mock Up
b. Laporan harian serta request pekerjaan
Laporan harian BAGAN
serta request pekerjaan
ALIR PENGADAAN harus selalu di isi dan dilaporkan serta
MATERIAL
dikoordinasikan kepada Direksi, maupun konsultan sehingga pekerjaan sesuai dengan syarat
dan spesifikasi yang telah ditentukan,
START disamping itu dengan adanya kontrol ini sekecil apapun
masalah yang terjadi dilapangan akan segera dapat diselesaikan.

c. Pemilihan Alat SURVEY SUPLYER MATERIAL


(Logistik)
Pemilihan peralatan baik dari jenis, kapasitas dan jumlah disesuaikan dengan volume
pekerjaan, waktu pekerjaan dan kondisi medan/lokasi proyek dengan demikian diharapkan
tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan yakni tepat waktu, mutu dan biaya.
CHEK
PEMERIKSAAN
(Enginering)
SPESIFIKASI TEKNIS
d. Pengadaan Bahan
Untutk pengadaan material di proyek YES ini pada dasarnya mengacu pada spesifikasi yang
dituntut harus terpenuhi sesuai dengan yang disyaratkan. Sistem pengadaan material
PENGAJUAN MATERIAL
digambarkan dalam bagan alir berikut
(Direksi) ini :
DATA SPESIFIKASI TEKNIS

YES
NO

CHEK PEMERIKSAAN
(Direksi) SPESIFIKASI TEKNIS

YES

UJI MATERIAL PEMERIKSAAN


(Kontraktor & Direksi) SPESIFIKASI TEKNIS
YES
NO

CHEK PEMERIKSAAN
(Direksi) SPESIFIKASI TEKNIS
METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 2
Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
YES

UJI MATERIAL
(Kontraktor & Direksi)
Dalam metode pelaksanaan ini diuraikan beberapa hal sebagai berikut :
- Flow Chart
- Pekerjaan Persiapan
- Joint Survey
- Umum
- Mobilisasi
- Drainase
- Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
- Pekerjaan Tanah Dan Geosintetik
- Timbunan Biasa dari Galian
- Pembersihan dan Pengupasan Lahan

B. METODE KERJA
I. Flow Chart

Flow Chart adalah merupakan sketsa/diagram dari rencana urutan pekerjaan untuk pekerjaan
Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru
Mandiri Tanjung Selor Segmen 2. Untuk rencana detail digambarkan dalam bentuk Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan yang dibuat dengan bentuk Kurva S tersebut dapat tergambarkan
hubungan logis antar-aktivitas/kegiatan atau gambar tentang urutan – urutan pekerjaan
realistis.

START

PERSIAPAN
METODE PELAKSANAAN
Site office | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 3
Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
Mobilisasi
Join Survey Rekayasa Engineering

PEKERJAAN TANAH DAN DRAINASE


GEOSINTETIK Galian untuk Selokan
Drainase dan Saluran Air
- Timbunan Biasa dari Galian

- Pembersihan dan Pengupasan Lahan

SELESAI / SERAH
TERIMA

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 4


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
II. PEKERJAAN UMUM :

Pekerjaan persiapan/pendahuluan meliputi :


 Mobilisasi
 Demobilisasi

Pekerjaan Mobilisasi Staf & Personil Lapangan


Dalam rangka untuk menyelesaikan proyek ini agar tepat waktu dan mutu yang sesuai yang
disyaratkan, maka perlu manajemen di lapangan yang tepat dan terdokumentasi dengan
baik.Untuk itu perlu dilakukan mobilisasi staf dan personil sesuai dengan kebutuhan.
Personil terdiri dari :
1. PROJECT MANAGER : 1 ORANG
2. PELAKSANA PEKERJAAN JALAN : 1 ORANG
3. JURU UKUR PEKERJAAN JALAN/JEMBATAN : 1 ORANG
4. AHLI K3 : 1 ORANG
5. JURU UKUR KUANTITAS PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN : 1 ORANG
6. JURU HITUNG KUANTITAS : 1 ORANG
7. JURU GAMBAR PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN : 1 ORANG

Pekerjaan Mobilisasi Peralatan


Untuk menunjang agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang
direncanakan maka perlu menyediakan peralatan yang memadai. Untuk mobilisasinya ke
proyek akan dilakukan sesuai dengan rencana jadwal pelaksanaan.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi Peralatan yang dilakukan terdiri dari:
1. BULLDOZER : 1 UNIT
2. DUMP TRUCK : 4 UNIT
3. MOTOR GRADER : 1 UNIT
4. VIBRATOR ROLLER : 1 UNIT
5. WATER TANKER : 1 UNIT
6. EXCAVATOR : 1 UNIT

Pekerjaan Demobilisasi Peralatan


Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebagai tempat
penyimpanan alat, gudang, dan lain sebagainya kembali ke kondisi awal.

Penyediaan Air Kerja


Untuk keperluan jalannya proyek diperlukan air kerja untuk menyiram saat dilakukannya
pemadatan tanah dan Agregat Kelas B, maka diperlukan air kerja yang memadai. Untuk
keperluan tersebut air kerja biasa digunakan dari Air Sungai dengan mesin Water Pump dan
diangkut dengan water tanker.

Pembuatan Papan Nama Kegiatan

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 5


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
- Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memasang Papan Nama Kegiatan ditempat
lokasi kegiatan dan dipancangkan ditempat yang mudah dilihat umum.
- Pemasangan Papan Nama Kegiatan dilakukan pada saat dimulainya pelaksanaan
kegiatan dan dicabut kembali setelah proyek selesai dan mendapat persetujuan Direksi
pekerjaan.
- Bentuk, ukuran, isi tulisan ditentukan kemudian atau sesuai dengan dokumen lelang.

Dokumentasi dan Pelaporan


Dokumentasi ini diambil pada saat :
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan ( 0 % )
- Sedang dalam pelaksanaan pekerjaaan ( 50 % )
- Selesai pelaksanaan pekerjaan ( 100 % )
Sedangkan laporan harian, mingguan dan bulanan dibuat untuk mengetahui kemajuan dari
tiap-tiap atau bagian pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. Deviasi dari realisasi dan
rencana pekerjaan dapat diketahui sehingga bisa dipergunakan untuk mengontrol pekerjaan
agar dapat selesai tepat waktu.

III. PEKERJAAN JOIN SURVEY


Join survey atau Field Engineering (Rekayasa Lapangan) diawali dengan pengukuran
lapangan secara bersama antara Kontraktor dengan Direksi atau Pengawas Lapangan. Survey
ini dilaksanakan untuk mencari dan mengetahui data-data akurat dilapangan yang berkaitan
erat dengan design yang ada dan berhubungan dengan volume pekerjaan, sehingga dari data
survey ini dapat dipastikan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan design
yang ada atau dapat juga dilakukan perubahan-perubahan sesuai kondisi lapangan jika
memang itu diperlukan dengan persetujuan pihak Direksi atau Pengawas Lapangan, dari data
survey tersebut dapat dihitung volume untuk berbagai jenis item pekerjaan sehingga dapat
dibandingkan volume yang tertera dalam kontrak dengan hasil survey lapangan sehingga dapat
dievaluasi perlu atau tidaknya pekerjaan kurang – tambah. Pekerjaan survey awal diantaranya
meliputi pengukuran panjang, lebar luas jalan yang akan dikerjakan, pengukuran elevasi tanah,
penentuan titik-titik koordinat. Disamping pengukuran lapangan/survey, juga dilakukan
pengecekan kondisi tanah, lingkungan, dll.

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 6


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
Dari rekayasa lapangan ini dihasilkan Justifikasi Teknik sebagai pedoman untuk pelaksanaan
pekerjaan. Pada pelaksanaan ini digunakan alat kerja sbb :
1. Theodolit dan Waterpass : 1 set
2. Bak ukur : 2 Set
3. Alat bantu lainnya

IV. PEKERJAAN DRAINASE


Pekerjaan ini meliputi galian untuk selokan drainase dan saluran air yang berada di sisi kiri
kanan jalan. Drainase ini dilakukan agar air di badan jalan kering akibat air hujan maupun air
kondisi rawa.

Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air


Asumsi :
- Pelaksanaan ini menggunakan alat berat (secara mekanik)
- Lokasi pekerjaan sesuai gambar rencana

Bahan :
- Tidak ada bahan yang dipakai

Peralatan :
- Excavator : 1 Unit
- Dump truck : 4 Unit

Tenaga Kerja :
- Mandor : 1 Orang
- Pekerja : 4 Orang

Pelaksanaan :
a. Galian akan dilakukan dari satu sisi jalan, yaitu sebelah kiri dan sisi kanan badan jalan.
b. Galian menggunakan Excavator
- Pelaksanaan pekerjaan dengan alat berat dalam bentuk penggalian/pengerukan
tanah hingga mencapai peil rencana maupun membentuk penampang galian saluran
sesuai gambar kerja dan pengarahan Direksi.
- Hasil galian akan ditempatkan disisi luar badan jalan dan selanjutnya akan
digali/diambil oleh excavator standar untuk ditempatkan dilokasi disposal sementara
- Pengangkutan tanah hasil galian dengan menggunakan Dump truck untuk dibuang ke
lokasi Disposal Area.

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 7


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
Visualisasi / Gambaran Pekerjaan :

Pek. Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air ini akan dilaksanakan dalam waktu
1 Minggu, dengan analisa seperti berikut ini :

Volume : 300,00 m3
Peralatan Yang Dipakai : Excavator dan Dump Truck (1 Excavator dan 2 Dump Truck)
Jumlah Peralatan : 1 unit (Excavator yang menentukan kapasitas per hari)
Produktifitas : 947,33 m3/hari
Waktu Yang Dibutuhkan : ((Volume / (Jumlah Alat x Produktifitas Perhari))
: (( 300,00 / ( 1 x 947,33 )) = ( 300,00 / 947,33 )
: 0,32 hari atau = 1 minggu

Pekerjaan dilaksanakan pada Minggu ke-08

“Jadwal pelaksanaan diberikan seperti pada time schedule”

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 8


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
V. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK

a. Timbunan Biasa dari Galian

Asumsi :
- Pelaksanaan ini menggunakan alat berat (secara mekanik)
- Lokasi pekerjaan sesuai gambar rencana

Bahan :
- Tanah Timbunan dari galian

Peralatan :
- Excavator : 1 Unit
- Dump truck : 4 Unit
- Motor Grader : 1 Unit
- Vibator Roller : 1 Unit
- Water tank truck : 1 Unit

Tenaga Kerja :
- Mandor : 1 Orang
- Pekerja : 4 Orang

Pelaksanaan :
- Material timbunan didatangkan dari hasil galian.
- Material timbunan tanah biasa diangkut menggunakan Dump Truck ke lokasi pekerjaan.
- Penghamparan dilakukan dengan Motor Grader dengan ketebalan 20 cm setiap lapisnya
(layer per layer)
- Timbunan tanah disiram dengan menggunakan Water tank truck dan dipadatkan dengan
menggunakan Vibrator Roller dengan jumlah lintasan 12 kali tiap lapisnya.
- Setelah mencapai elevasi yang ditentukan sesuai instruksi Pengawas/Direksi Teknik
kemudian dilakukan pengetesan kepadatan tanah (sand cone test).
- Jika kepadatan belum terpenuhi pemadatan tanah timbunan dilakukan kembali.

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 9


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
Visualisasi / Gambaran Pekerjaan :

Pek. Timbunan Biasa Dari Galian ini akan dilaksanakan dalam waktu 2 Minggu, dengan analisa
seperti berikut ini :

Volume : 10.065,58 m3
Peralatan Yang Dipakai : Excavator, Dump Truck, Motor Grader, Vibrator Roller, dan
Water Tank Truck (1 Exc., 4 DT, 1 MG, 1 VR dan 1 WTT )
Jumlah Peralatan : 1 unit (Excavator yang menentukan kapasitas per hari)
Produktifitas : 750,29 m3/hari
Waktu Yang Dibutuhkan : ((Volume / (Jumlah Alat x Produktifitas Perhari))
: (( 10.065,58 / ( 1 x 750,29 )) = ( 10.065,58 / 750,29 )
: 13,42 hari atau = 2 minggu

Pekerjaan dilaksanakan pada Minggu ke-06 s/d Minggu ke-07

“Jadwal pelaksanaan diberikan seperti pada time schedule”

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 10


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
d. Pembersihan dan Pengupasan Lahan

Asumsi :
- Menggunakan alat (cara mekanik)

Bahan :
- Tidak ada bahan yang digunakan

Peralatan :
- Excavator : 1 Unit
- Bulldozer : 1 Unit
- Alat Bantu : 1 Set

Tenaga Kerja :
- Mandor : 1 Orang
- Pekerja : 5 Orang

Uraian Pekerjaan :
1. Sebelum dilaksanakan pekerjaan, ditentukan terlebih dahulu lokasi pekerjaan berupa
panjang dan lebar lokasi pekerjaan

2. Dilaksanakan pembersihan lokasi pekerjaan dengan peralatan berat dengan uraian


pekerjaan sebagai berikut :

2.1. Pekerjaan Pembersihan (land clearing) & Pembongkaran (grubbing) Pembersihan lokasi
pekerjaan dari material yang tidak diperlukan sesuai dengan spesifikasi teknis
(semak, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-tonggak, dll) yang harus
dibersihkan dengan menggunakan Excavator sesuai dengan spesifikasi teknis.
Hasil pembersihan dikumpulkan untuk kemudian dibuang ke lokasi pembuangan.
Pengumpulan dilakukan pada lokasi yang dianggap aman, dijaga dan tidak
membahayakan/merugikan lingkungan sekitar.

2.2. Pengupasan lapisan top soil (stripping)


Pekerjaan ini dilaksanakan pada lokasi pekerjaan yang telah ditentukan).
Stripping dilakukan dengan menggunakan Bulldozer sesuai dengan spesifikasi teknis.
Bulldozer mengupas dengan kedalaman kurang lebih 15 s/d 20 cm. Pohon-pohon
dibongkar sampai keakar-akarnya, kemudian bekas akar diisi dengan tanah kemudian
dipadatkan.

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 11


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
Visualisasi / Gambaran Pekerjaan :

Pekerjaan Perintisan dan


Land Clearing ( Pembersihan Lahan/Lokasi )
Pembersihan

Clearing Area 2. Stripping Area dengan tebal kupas sesuai


spesifikasi teknis yang ada dalam dokumen Pembersihan lokasi pekerjaan
lelang
dari material yang tidak diperlukan
sesuai dengan spesifikasi teknis
(semak, rerumputan, semak
belukar, pepohonan, tonggak-
tonggak, dll)

Peralatan:
Pembersihan dengan Bulldozer
- Gergaji Mesin / Chain saw
- Bulldozer`

3. Pembuangan Clearing dan Stripping 4. Finished clearing and Atau ditentukan lain, Material hasil
material ke Diposal area stripping area pembersihan dibuang ke lokasi
pembuangan / disposal area
- Excavator
Loading
- Dump Truck hauling &
Dumping ke disposal area /
lokasi pembuangan

Pengupasan Lapisan Atas /


>At first, clearing tress, grass, etc from the surface
Stripping
>Cutting / stripping of top soil, minimum 20 cm thick - Pengupasan lapisan top soil
>All the materials thrown to dispasal area / araund location (stripping) Pekerjaan ini
dilaksanakan pada lokasi
pekerjaan yang telah
ditentukan. Stripping dilakukan
dengan kedalam minimal 15 -
20 cm atau ditentukan lain
sesuai yang dipersyaratkan.
Pohon-pohon dibongkar sampai
keakar-akarnya, kemudian
bekas akar diisi dengan tanah
kemudian dipadatkan.
Finish
Peralatan:
- Bulldozer  Stripping

Pekerjaan Pembersihan dan Pengupasan Lahan ini akan dilaksanakan dalam waktu

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 12


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
2 minggu, dengan analisa seperti berikut ini :

Volume : 6.000,00 m2
Peralatan Yang Dipakai : Excavator, Bulldozer dan Alat bantu ( 1 Exc, 1 BZ dan 1 AB)
Jumlah Peralatan : 1 unit (Excavator yang menentukan kapasitas per hari)
Produktifitas : 500,00 m2/hari
Waktu Yang Dibutuhkan : (Volume / (Jumlah Alat x Produktifitas Perhari))
: ( 6.000,00 / ( 1 x 500,00 )) = ( 6.000,00 / 500,00 )
: 12,00 hari = 2 minggu

Pekerjaan ini dilakukan pada Minggu ke-04 s/d Minggu ke-05

“Jadwal pelaksanaan diberikan seperti pada time schedule”

C. TAHAPAN PEKERJAAN PASCA PELAKSANAAN KONSTRUKSI

1. PEMERIKSAAN PEKERJAAN 100%


Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan kemudian diadakan pemeriksaan lapangan
oleh tim Panitia Pemeriksa Pekerjaan.

2. AS BULIT DRAWING
Gambar As built drawing dibuat mengacu pada keadaan yang sebenarnya di lapangan.

3. FOTO 100%
Setelah pekerjaan mencapai prestasi 100% kemudian diambil gambarnya dengan posisi
mengacu pada hasil foto 0% dan 50%.

4. PENYERAHAN I (PHO)
Setelah pekerjaan selesai maka kontraktor mengajukan permohonan untuk diadakan
pemeriksaan pekerjaan dalam rangka penyerahan yang pertama kalinya ( PHO ).
Kegiatan Provisional Hand Over (PHO)
- Yang dimaksud dengan PHO adalah serah terima awal dari seluruh pekerjaan fisik
yang dilaksanakan oleh Kontraktor dengan baik dan benar.
- Pada umumnya dipersyaratkan bahwa PHO dapat diusulkan oleh kontraktor jika
pekerjaan major sudah mencapai prestasi 100%.
- Tujuan : Memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan oleh Kontraktor,
secara prinsip telah dapat diterima, namun secara total Kontraktor masih harus
menyelesaikan sisa pekerjaan yang masih belum terselesaikan dan harus terus
memeliharanya sampai batas FHO dinyatakan selesai.

 Prosedur PHO :

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 13


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
- Pekerjaan telah mencapai 100 % pekerjaan major item, Kontraktor mengajukan
tertulis (request PHO) kepada Konsultan Pengawas untuk PHO.
- Konsultan Pengawas meneliti dan mengajukan permohonan tersebut kepada Pemberi
Tugas dalam tempo paling lama 10 hari sejak hari permohonan Kontraktor.
- Konsultan membuat rekomendasi kepada Pemberi Tugas tentang usulan PHO yang
diajukan oleh kontraktor.
- Pemberi Tugas memproses pembentukan Panitia Penilai PHO
- Panitia Penilai PHO membuat daftar kerusakan dan kekurangan dari pekerjaan dan
hasil pengujian yang relevan harus dilampirkan pada proses verbal PHO.
- Untuk perbaikan penyimpangan-penyimpangan dan kerusakan-kerusakan, Panitia Penilai
hanya memberi ijin satu periode penundaan tidak lebih dari 30 hari sejak terakhir
penyelesaian pelaksanaan pekerjaan (atau perpanjangannya).
- Dibuat Berita Acara PHO jika seluruh persyaratan telah dipenuhi.

5. PEMELIHARAAN
Sebagaimana yang telah ditentukan dalam Dokumen Lelang bahwa Pelaksana/
Kontraktor wajib melaksanakan waktu pemeliharaan pekerjaan minimal 180 (Seratus
delapan puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Serah Terima I (Pertama) pekerjaan
pelaksanaan. Selanjutnya setelah masa waktu pemeliharaan pekerjaan tersebut berakhir,
akan dilakukan pemeriksaan lapangan kembali guna diadakan Serah Terima II (Kedua)
pekerjaan pelaksanaan.

Tugas utama Pelaksana/Kontraktor dalam masa pemeliharaan konstruksi adalah


melaksanakan perbaikan kerusakan-kerusakan yang terjadi.

Adapun kegiatan-kegiatan pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam masa waktu


pemeliharaan konstruksi adalah sebagai berikut :
a. Menugaskan Pelaksana Lapangan di lokasi proyek secara berkala ( 1 kali dalam
seminggu) untuk melaksanakan monitoring (kontrol) terhadap semua jenis pekerjaan,
utamanya yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan antara lain :
 Pek. Timbunan
 Semua kerusakan-kerusakan yang terjadi di lapangan
b. Melaksanakan segera semua perbaikan-perbaikan pekerjaan apabila terjadi hal-hal seperti
tersebut di atas.
c. Melaksanakan koordinasi dan laporan-laporan selama masa waktu pemeliharaan
tersebut kepada Pengguna Anggaran dan Unsur Pengelola Teknik Kegiatan.
d. Melaksanakan rapat-rapat koordinasi dengan Instansi yang terkait dengan pekerjaan
ini, bilamana diperlukan.

6. PENYERAHAN II (FHO / Final Hand Over)

 FHO adalah serah terima akhir dari seluruh pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh
Kontraktor dengan baik dan benar, setelah Kontraktor menyelesaikan seluruh perbaikan
yang tertera pada daftar perbaikan yang disusun oleh Panitia Penilai PHO dan telah
melewati masa pemeliharaan sesuai bunyi kontrak.
 Tujuan : untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor telah
selesai dan dapat diterima dengan baik.

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 14


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2
 Yang perlu diperhatikan adalah unsur-unsur :
- Kelengkapan admnistrasi
- Kondisi fisik pekerjaan yang baik dan benar sesuai spesifikasi teknik
- Kesesuaian dengan perencanaan.

 Prosedur :
- Pemberi Tugas mengundang kembali Panitia Penilai PHO / FHO untuk melaksanakan
proses FHO.
- Panitia Penilai memeriksa ulang seluruh data yang terdapat pada daftar pekerjaan yang
harus diperbaiki.
- Panitia Penilai akan memeriksa pekerjaan-pekerjaan dan mendokumentasikan
semua kerusakan.
- Jika telah dilakukan penyelesaian semua perbaikan pekerjaan, Konsultan
Pengawas akan memberikan rekomendasi dan Pemberi Tugas akan memberi
keputusan dan mengeluarkan berita acara FHO.

Setelah proses verbal FHO dilaksanakan seperti diuraikan dan kerusakan-kerusakan diperbaiki
seperti dijelaskan maka pada saat yang sama “Retention Money“ yang masih tertinggal
dikembalikan.

D. PENUTUP

Demikian uraian metode Pelaksanaan beserta aspek-aspek yang terkait di dalamnya, semoga
uraian diatas dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk kelengkapan Dokumen
Penawaran Paket : Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan
Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2.

Tanjung Selor, 21 Juni 2019

Penawar
CV. MURNI

GATOT HARYONO
DIREKTUR

METODE PELAKSANAAN | Pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan 15


Provinsi Kalimantan Utara di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Segmen 2