Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

Judul Acara Praktikum Penggambaran Peta Sederhana


Nama Nasrudin Dwi Jatmiko Nilai Total Laporan :
NIM 19/438814/GE/08949
Kelompok Praktikum Senin, Pukul 09.00-11.00
Asisten 1. Widiya Setyaningrum
2. Eska Hanifah
Komponen Penilaian Laporan dikumpulkan pada
A : Pretest A: Tanggal : Jam :

B : Kegiatan Praktikum B: Praktikan Asisten


C : Laporan Praktikum C:
D : Tugas D:
( )

TUJUAN
1. Membaca peta dan menyajikannya dalam bentuk deskripsi.
2. Membandingkan penggambaran peta secara manual dan digital.
3. Mengetahui klasifikasi peta dan mengidentifikasinya.
Nilai

MEDIA PEMBELAJARAN
1. Gambar atau peta acuan (guide map)
2. Peta RBI lembar 1408-212 daerah Brosot skala 1:25000
3. Kertas Kalkir
4. Kertas HVS
5. Alat tulis (pensil, drawing pen, penggaris)
6. Laptop atau komputer*
7. Peta dalam format digital*
*) untuk kepentingan demonstrasi oleh asisten
Nilai

LANGKAH KERJA

1. Membaca Peta

Peta RBI lembar 1408-


212 daerah Brosot skala Deskripsi Peta Cetak
1:25000
Membaca Peta
Deskripsi Peta Digital
Peta Digital
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

2. Penggambaran Peta

Menyalin di Kertas Kalkir Peta Salinan


dan pencantuman Guide Map
kelengkapan peta di Kertas
Kalkir

Peta Acuan (Guide


Map)

Menyalin di Kertas HVS Peta Salinan


dan pencantuman Guide Map di
kelengkapan peta Kertas HVS

Mengamati cara
Deskripsi
Peta Digital penggambaran peta
penggambaran
digital
peta digital

3. Klasifikasi Peta

Mengidentifikasi
Kelengkapan Tabel Klasifikasi
Peta dari Internet
Peta Peta

Keterangan :
: Input

: Proses

: Output

Nilai
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

HASIL DAN PEMBAHASAN


Peta merupakan representasi keruangan suatu lingkungan yang disajikan dalam bentuk grafik
(Kimerling et. al., 2016). Sedangkan menurut Kraak dan Ormeling (2010), peta merupakan visualisasi
data geospasial, yang merujuk pada atribut atau lokasi sebuah objek atau fenomena di Bumi, yang
membantu penggunanya untuk memahami informasi yang berkaitan dengan jarak, arah, dan luas
wilayah, serta pola dan hubungannya dalam keruangan. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa peta adalah representasi keruangan suatu lingkungan yang memuat
berbagai informasi yang terkait dengan objek atau fenomena di Bumi, agar penggunanya dapat
memahami informasi yang ada. Agar informasi yang diterima bisa maksimal, maka kita harus bisa
dalam melakukan pembacaan peta.
Salah satu jenis peta dasar adalah Peta Rupabumi Indonesia (RBI) yang dikeluarkan oleh Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, yang sekarang bernama Badan Informasi Geospasial. Peta
RBI memuat beberapa informasi, yaitu muka peta, judul seri peta, edisi peta, nomor lembar peta,
petunjuk letak peta, data geodetis, inset, keterangan penerbitan, catatan hak cipta, keterangan
riwayat, legenda, orientasi, skala, singkatan-singkatan, selang kontur, dan keterangan batas
administrasi (Soendjojo dan Riqqi, 2012). Peta tersebut menjadi peta topografi resmi yang dimiliki
bangsa Indonesia, sebab sebelumnya hanya memanfaatkan peta Army Map Service (AMS) yang dibuat
oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Peta memiliki unsur-unsur penting didalamnya, salah satunya adalah simbol. Simbol merupakan
sebuah penanda yang melambangkan suatu makna tertentu. Dalam peta, simbol berfungsi untuk
menandai suatu bentukan atau tempat, agar bisa dikenali oleh pembaca peta. Simbol sangat penting
dalam sebuah peta, agar memudahkan pembaca dalam memahami isi peta, dan tidak terjadi
kesalahan tafsir oleh pembaca peta. Simbol dapat berupa titik, garis, maupun bidang. Sedangkan
untuk gambar simbol yang digunakan, dapat berupa simbol piktorial yang berkaitan dengan
kenampakan di lapangan, maupun simbol abstrak atau geometrik yang menggunakan bentuk
geometri sebagai simbol peta.
Unsur lain yang krusial didalam sebuah peta adalah skala, yang merupakan perbandingan antara
ukuran di peta dengan ukuran yang sebenarnya di lapangan. Semua peta menggunakan skala dalam
penggambarannya. Penggambaran skala dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu rasio, verbal,
maupun grafik. Skala dalam bentuk rasio menggambarkan skala dalam bentuk pecahan atau
perbandingan, sebagai contoh 1:25000 atau 1/25000 yang artinya 1 cm di peta sama dengan 25000
cm di lapangan. Skala dalam bentuk verbal menggambarkan skala dalam bentuk kata-kata, sebagai
contoh “one inch to one mile” yang bermakna satu inci di peta menggambarkan satu mil di lapangan.
Skala dalam bentuk grafik menggambarkan skala dalam bentuk skala garis maupun skala batang
(Tyner, 2010).
Peta sebagai dokumen ilmiah memiliki beberapa jenis yang berbeda. Peta dapat dikategorikan
berdasar beberapa aspek. Peta berdasar fungsinya, menurut Tyner (2010) diklasifikasikan menjadi tiga
jenis, yaitu :
1. General-purpose maps atau reference maps, yang menggambarkan fenomena geografis dan
menyajikan gambarannya secara umum, dengan penggambaran memiliki ketelitian tinggi,
sehingga dapat dijadikan dasar untuk membuat peta lain, terutama peta tematik.
2. Special-purpose maps, yang ditujukan untuk kalangan spesifik, contohnya peta geologi, peta
tanah, dan peta kadaster. Beberapa ahli juga memasukkan peta navigasi dalam kategori ini,
meskipun sebagian lain mengklasifikasikan secara terpisah.
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

3. Thematic maps atau peta tematik, yang menggambarkan informasi tertentu (biasanya hanya
menggambarkan satu topik tertentu).

Peta cetak yang disediakan adalah peta RBI lembar 1408-212 seperti gambar diatas. Peta
tersebut memiliki skala 1:25000, artinya 1 cm pada peta tersebut sama dengan 25000 cm (250 m)
pada kondisi sebenarnya. Peta tersebut menggambarkan daerah tenggara Kabupaten Kulonprogo,
dan sebagian kecil daerah barat daya Kabupaten Bantul. Peta tersebut memuat berbagai unsur
kenampakan muka Bumi di daerah tersebut, diantaranya adalah kontur elevasi, tutupan lahan,
keberadaan bangunan dan gedung, kawasan perairan, jalur transportasi, batas administrasi wilayah,
dan toponimi wilayah, serta legenda atau keterangan pendukung peta. Pada daerah tersebut, tutupan
lahan yang ada didominasi oleh perkebunan dan persawahan. Kawasan persawahan banyak terdapat
di sekitar aliran air sungai, sedangkan kawasan perkebunan tersebar hampir merata di beberapa
bagian area tersebut.

Pembacaan peta digital hampir serupa dengan pembacaan peta cetak. Peta diatas adalah peta
digital yang akan digunakan untuk pembacaan. Peta digital tersebut menampilkan kawasan sekitar
Fakultas Geografi UGM. Tampilan peta yang digunakan, yaitu OSM Carto, Thunderforest Cycle,
Geofabrik Basic Colour, dan Geofabrik Topo. Dari pembacaan peta yang dilakukan, diperoleh beberapa
perbedaan tiap peta. Pada peta OSM Carto, lokasi pada suatu titik digambarkan dengan simbol dan
nama tempat, dan jumlahnya lebih lengkap dari ketiga peta yang lain. Sebagai contoh, untuk kawasan
pepohonan, diberi simbol piktorial berupa pohon. Namun, untuk penggambaran jaringan jalan, terasa
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

kurang mendetail. Sementara itu, untuk peta Thunderforest Cycle, kesan menonjol terletak pada
penggambaran jaringan jalan yang lebih mendetail dibandingkan dengan peta OSM Carto. Namun,
untuk penggambaran lokasi pada suatu titik kurang mendetail. Ada beberapa tempat yang
tergambarkan di peta OSM Carto, namun di peta Thunderforest Cycle tidak tergambarkan. Batas-batas
jalan juga digambarkan dengan lebih tegas. Kawasan pepohonan, diberi simbol piktorial berupa
pohon, dengan kepadatan yang lebih tinggi daripada peta OSM Carto.
Untuk peta Geofabrik Basic Colour, hampir mirip dengan OSM Carto, namun dengan tingkat
detail penggambaran yang lebih rendah. Lokasi pada suatu titik juga hanya digambarkan dengan nama
tempat tersebut. Seperti namanya, variasi warna yang digunakan hanya sederhana, sehingga
kedetailan peta berkurang. Penggambaran jaringan jalan juga lebih kurang mendetail dibanding peta
OSM Carto. Penggambaran area tidak disertai dengan simbol-simbol seperti pada dua peta
sebelumnya. Untuk peta Geofabrik Topo, penggambaran lebih berfokus pada kondisi topografi
kawasan tersebut. Jaringan jalan digambarkan lebih detail dibanding dengan peta Thunderforest
Cycle. Warna yang digunakan lebih mendasar, hampir seperti peta Geofabrik Basic Colour. Bentukan
seperti sungai dan kolam digambarkan dengan lebih tegas. Penggambaran area pada peta ini juga
tidak disertai dengan simbol-simbol penjelas.
Dalam melakukan penggambaran peta, pembuat peta harus memperhatikan representasi dunia
nyata dalam peta yang digambar. Representasi tersebut yakni representasi titik, representasi garis,
dan representasi area. Penggambaran pada praktikum kali ini dibuat dalam dua jenis, yaitu metode
manual menggunakan kertas dan menggunakan piranti lunak untuk membuat peta digital. Untuk
metode manual, penggambarannya menggunakan dua media, yaitu kertas kalkir dan kertas HVS yang
terlampir. Penggambaran dilakukan dengan metode menyalin menggunakan alat drawing pen, pensil,
dan penggaris. Peta yang disalin merupakan peta kawasan kota Amsterdam, Belanda. Kenampakan
yang ada pada peta tersebut antara lain kenampakan titik seperti titik lokasi St. Antonispoort,
kenampakan garis seperti jaringan jalan dan sungai, dan kenampakan area seperti area gedung-
gedung. Sementara, untuk penggambaran peta digital, dapat menggunakan piranti lunak yang sesuai
dengan kebutuhan. Contoh piranti lunak yang digunakan untuk menggambar peta digital diantaranya
adalah QuantumGIS dan ArcGIS. Untuk menggambar peta digital, diperlukan piranti keras berupa
laptop atau komputer dengan spesifikasi yang sesuai. Contoh peta digital adalah peta dibawah ini.
Terlihat bahwa dalam peta digital, penggambarannya dilakukan per lapisan (layer) yang membentuk
satu kesatuan peta.

Perbedaan mendasar antara penggambaran peta manual dan peta digital yaitu wujudnya. Peta
manual digambarkan pada media kertas, sedangkan peta digital digambarkan melalui media piranti
lunak. Jika terjadi kesalahan atau adanya pengubahan di lapangan, maka pembaruan lebih mudah
dilakukan pada peta digital dengan mengganti komponen yang berubah secara langsung. Lain halnya
dengan peta manual, yang apabila mengalami pembaruan maka perlu adanya penggambaran ulang.
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

Peralatan yang digunakan untuk membuat penggambaran peta manual lebih banyak daripada
penggambaran peta digital. Penggambaran peta manual memerlukan alat tulis seperti drawing pen,
pensil, penggaris, dan sejenisnya. Penggambaran peta digital hanya memerlukan laptop atau
komputer dan perlengkapan pendukungnya.
Berdasarkan tabel klasifikasi peta yang dibuat (terlampir), dapat diketahui bahwa lembaga
pembuat peta bervariasi, terutama pembuat peta tematik dan peta navigasi. Sebagai contoh, Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat Peta Kekuatan Gempabumi Donggala pada 2018.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat Peta Penutupan
Lahan Indonesia. Tidak hanya membuat peta tematik, BNPB juga membuat peta topografi. Sementara
itu, pihak swasta juga bisa membuat peta, contohnya adalah peta navigasi yang dibuat oleh Indoavis.
Dalam pembuatannya, rata-rata menggunakan peta Rupabumi Indonesia sebagai peta dasar untuk
membuat peta tersebut. Skala yang digunakan juga variatif, tergantung informasi yang akan
ditampilkan.
Nilai

KESIMPULAN
1. Peta adalah representasi keruangan suatu lingkungan yang memuat berbagai informasi yang terkait dengan
objek atau fenomena di Bumi, agar penggunanya dapat memahami informasi yang ada.
2. Simbol merupakan unsur penting dalam peta, yang berfungsi untuk menandai kenampakan yang ada di
lapangan.
3. Menurut fungsinya, peta diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu General-purpose maps atau reference maps,
Special-purpose maps, dan Thematic maps.
4. Skala merupakan perbandingan antara ukuran di peta dengan ukuran yang sebenarnya di lapangan, menjadi
unsur yang tidak kalah penting.
5. Peta RBI memuat informasi mendetail mengenai kenampakan yang ada di lapangan, dan mempunyai
informasi tepi yang sangat penting untuk mengantisipasi kesalahan pembacaan peta.
6. Peta digital memiliki tampilan dan layer yang berbeda, tergantung lembaga pembuatnya dan tujuan peta
tersebut.
7. Pembuat peta harus memperhatikan representasi dunia nyata dalam peta yang digambar.
8. Peta digital memiliki beberapa kelebihan dibanding peta manual, salah satunya lebih mudah diubah.
9. Lembaga pembuat peta bervariasi (tidak hanya lembaga pemerintah), terutama pembuat peta tematik dan
peta navigasi.
Nilai

DAFTAR PUSTAKA
Kimerling, A. J., et al. (2016). Map use : Reading, analysis, interpretation (8th ed.). California: ESRI
Press.
Kraak, M. -J. & Ormeling, F. (2010). Cartography : Visualization of spatial data (3rd ed.). Essex: Pearson
Education Ltd.
Soendjojo, H. & Riqqi, A. (2012). Kartografi. Bandung: Penerbit ITB.
Tyner, J. A. (2010). Principles of map design. New York: The Guilford Press.
Nilai
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

Lampiran
Tabel Klasifikasi Peta
No Judul Peta Klasifika Skala Isi Peta Instansi Tahun Sumber Peta
. si Peta Peta Pembu- Pembua-
at tan
1 Peta Peta 1:25000 Peta ini meng- BNPB 2018 http://geo
Kekuatan Tematik gambarkan spasial.bnpb.
Guncangan kekuatan gempa- go.id/wp-
bumi Donggala. content/upl
Gempabu-
Terdapat legenda oads/2018/09
mi
dan infor- /20180928
Donggala masi instansi _Kekuatan_
M7,4 pembuat. guncangan_
donggala_EQ.jp
g

2 Peta Peta 1:5000000 Peta tersebut KLHK 2018 https://drive.


Penutupan Tematik memuat berbagai google.com/
Lahan macam area file/d/1dTKd
penutupan lahan
Indonesia Jx30pxnjdeLv
Indonesia. Me-
Tahun 2017 pedmL6odE
muat legenda,
sistem proyeksi,
jrNQuP7/view
orientasi, dan
keterangan pen-
dukung lain.
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

3 Peta Peta 1:250000 Menggambarka BNPB 2010 http://omah


Topografi Topografi n topografi peta.blog
Kabupaten sebagian spot.com
Sleman kawasan Jawa /2014/01/
Tengah bagian download-
selatan dan DIY, peta-
terutama topografi-
Kabupaten cetak-
Sleman seluruh.html

4 Sectional Peta 1:500000 Menggambarkan Indo- 2014 https://i.pi


Aeronautical Navigasi jalur navigasi avis nimg.com/
Chart (Peta pesawat di daerah originals/5
Navigasi Jawa bagian timur 3/f6/c5/53
Udara hingga ke f6c5ead3c
Perbagian) Mataram, NTB 3f6d546a9
Bali-Mataram 55f614e9f
db6.jpg
PRAKTIKUM KARTOGRAFI [GKP 0101]

Peta Rupabumi Indonesia (digunakan dalam pembacaan peta cetak)

Sumber : http://tanahair.indonesia.go.id/portal-web/downloadpetacetak?skala=25K

Perbandingan Empat Peta Digital (Digunakan untuk pembacaan peta digital)

Sumber : http://tools.geofabrik.de/mc/#17/-7.7666/110.3785&num=4&mt0=mapnik&mt1=thunderforest-
cycle&mt2=geofabrik-basic-colour&mt3=geofabrik-topo