Anda di halaman 1dari 37

AKUNTANSI MANAJEMEN

“Biaya dan Manajemen Berdasarkan Aktivitas”

DOSEN PENGAMPU : HJ. RINA TJANDRAKIRANA.DP. SE,MM,AK.

AYU LIANASARI MARDHOTILLAH | 01031381722189

MOCHAMAD RAIHAN FATIHA | 01031381722139

MUHAMMAD AZIZURRAHMAN | 01031381722183

YORA MILENDA | 01031381722213

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2018/2019

1
DAFTAR ISI

Cover .....................................................................................................................................i

Daftar isi.............................................................................................................................. ii

Kata Pengantar ................................................................................................................... iii

BAB I Pendahuluan .............................................................................................................4

1.1 latar belakang ................................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................................4

1.3 Manfaat dan Tujuan Kegiatan ........................................................................................ 4

BAB II Pembahasan .............................................................................................................5

2.1 Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya Berdasarkan Fungsional ...................................5

2.2 Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Aktivitas ....................................................... 16

2.3 Biaya Berdasarkan Aktivitas Pelanggan dan Biaya Berdasarkan Aktivitas Pemasok .18

2.4 Analisis Nilai Proses ....................................................................................................22

BAB III Penutup ................................................................................................................ 30

3.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 30

BAB IV Soal dan Jawaban ................................................................................................ 31

Daftar Pustaka .................................................................................................................... 37

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayah-Nyalah penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat beriring salam selalu kita panjatkan
kepada Rasullullah SAW, karena kegigihan beliau dan ridho-Nyalah kita dapat merasakan
kenikmatan dunia seperti sekarang ini.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan
olah dosen pembimbing pada bidang studi Akuntansi Manajemen, makalah ini juga bertujuan
untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca sekalian.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu HJ.RINA TJANDRAKIRANA.DP. SE,MM,AK


selaku dosen pembimbing mata kuliah Akuntansi Manajemen yang telah membimbing penulis
dalam menyelesaikan penulisan makalah ini tepat waktunya. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan sembangsihnya dalam penulisan makalah
ini.

Penulis menyadari bahwasanya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
kritik dan saran penulis harapkan dari pembaca sekalian demi terciptanya kesempurnaan dalam
penyusunan makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang memerlukan.Terima kasih.

Palembang, 23 Februari 2019

Penulis

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi aktivitas adalah factor penting untuk mengoperasionalkan perbaikan


berkelanjutan, meningkatnya persaingan harus terus mencari berbagai cara untuk unggul dari
perusahaan lain, contohnya dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efesiensi. Nilai terhadap
pelanggan sangat penting sehingga perusahaan dituntut agar memberikan barang atau jasa yang
bermanfaat bagi penggunanya dan tentunya berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Memperbaiki berbagai proses berarti memperbaiki cara berbagai aktivitas yang terkait, jadi
manajemen berbagai aktivitas bukan biaya adalah kunci keberhasilan pengendalian bagi
perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan perbaikan yang berkelanjutan. Perwujudan dari
berbagai aktivitas tersebut adalah hal penting untuk perbaikan perhitungan biaya dan pengendalian
yang lebih baik mengarah pada pandangan baru atas berbagai proses bisnis yang disebut sebagai
manajemen berdasarkan manajemen aktivitas.

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa itu keterbatasan sistem akuntansi biaya berdasarkan fungsional?
2) Bagaimana perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas?
3) Apa itu biaya berdasarkan aktivitas pelanggan dan biaya?
4) Apa itu analisis nilai proses?

1.3 Manfaat dan Tujuan

Mengetahui system hubungan perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas dan manajemen
berdasarkan aktivitas, analisis nilai proses dan ukuran kinerja aktivitas.

BAB II
PEMBAHASAN

4
2.1 Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya Berdasarkan Fungsional

Tarif pabrik (plane wide) dan departemental berdasarkan jam tenaga kerja langsung, jam
mesin, atau ukuran berdasarkan volume telah digunakan selama beberapa dekade untuk
membebankan biaya-biaya overhead ke produk dan masih terus digunakan secara sukses oleh
banyak organisasi. Sebagai contoh, asumsikan dua orang sahabat, Lisa dan Jessie, pergi ke Cold
Stone Creamery untuk membeli hidangan penutup. Lisa memesan es krim cokelat berukuran kecil
tanpa mix in dalam wadah plastik, seharga $3, dan Jessie memesan pisang stroberi medium dalam
piring yang terbuat dari wafel (yang memiliki empat mix in, yaitu graham cracker pie crust, white
chocolate chips, stroberi, dan pisang) seharga $10. Jika total tagihan dibagi rata di antara kedua
sahabat tersebut, maka setiap orang harus membayar sebesar $6,50, yang tidak secara akurat
mewakili biaya aktual dari setiap es krim. Harga es krim Lisa lebih mahal sebesar $3,50 dan harga
es krim Jessie lebih murah sebesar $3,50. Jika mengetahui harga setiap es krim merupakan suatu
hal yang penting maka pendekatan rata-rata menjadi tidak tepat.

Dengan cara yang sama, tarif pabrik dan departmental dapat menghasilkan biaya rata-rata
yang menyebabkan biaya setiap produk menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena itu,
Cold Stone Creamery menjadi sangat tertarik untuk mengetahui biaya dari sejumlah produknya
dan tidak puas dengan pendekatan rata-rata.Distorsi biaya produk bisa sangat merusak, khususnya
bagi perusahaan-perusahaan yang lingkungan bisnisnya memiliki karakteristik sebagai berikut.

 Tekanan persaingan yang tinggi atau meningkat (sering kali pada tingkatan dunia)
 Margin laba yang kecil
 Perbaikan berkelanjutan
 Manajemen kualitas total
 Total kepuasan pelanggan
 Teknologi yang canggih
Kebutuhan akan biaya produk yang lebih akurat telah memaksa banyak perusahaan untuk
memperhatikan prosedur perhitungan biaya mereka dengan lebih seksama. Berikut dua faktor
utama yang mengacaukan kemampuan tarif pabrik dan departemental berdasarkan unit dalam
membebanka biaya overhead secara akurat.

 Besarnya proporsi biaya overhead yang tidak terkait dengan unit jika dibandingkan
dengan total biaya overhead
 Tingkat perbedaan antarproduk sangat besar

A. Biaya Overhead yang Tidak Terkait dengan Unit

Untuk aktivitas tingkat unit (unit level activities) aktifitas-aktifitas yang dilakukan setiap
kali unit produksi-asumsi tersebut masuk akal.Secara tradisional, sistem biaya berdasarkan volume

5
menamai biaya-biaya yang terkait dengan aktivitas tingkat unit sebagai baiaya variabel karena
biaya-biaya tersebut dapat naik atau turun dalam proporsi langsung seiring dengan bertambah atau
berkembang aktivitas tingkat unit sebagai biaya variabel karena biaya-biaya tersebut dapat naik
atau turun dalam proporsi langsung seiring dengan bertambah atau berkurangnya tingkat
unit.Semua biaya lainnya (yaitu, biaya yang bukan merupakan tingkat unit) dianggap sebagai biaya
tetap oleh sistem biaya berdasarkan volume.

Namun, bagaimana jika terdapat aktivitas tingkat non unit (non-unit level activities)
aktivitas-aktivitas yang tidak dilakukan setiap kali sebuah unti produk diproduksi?Biaya-biaya
yang terkait dengan aktivitas tingkat non-unit tidak mungkin berubah (yaitu, naik atau turun)
mengikuti jumlah unit yang diproduksi.Pendukung biaya berdasarkan aktivitas (activity-based
costing-ABC) menamakannya sebagai hirarki biaya ABC yang mengelompokkan biaya-biaya
sebagai tingkat unit (yaitu, berubag mengikuti volume ah taoutuput), tingkah batch (yaitu, berubah
mengikuti jumlah kelompok atau batch yang dilaksanakan), product-sustaining (yaitu, berubah
mengikuti keragaman dari lini produk atau jasa), atau facility-sustaining (yaitu, tidak berubah
mengikuti setiap faktor, tetapi diperlakukan dalam mengoperasikan pabik).

Pemicu Aktivitas Tingkat Non-Unit

Contoh aktivitas tingkat non unit adalah rekayasa ulang produk.Terkadang, berdasarkan
umpan balik dari pelanggan, perusahaan dihadapkan pada kebutuhan untuk merancang ulang
produk-produk mereka.Aktivitas rekayasa ulang produk ini diotorisasi oleh sebuah dokumen yang
disebut dengan pesanan pekerjaan rekayasa. Sebagai contoh, multibras S.A. electrodomesticos,
produsen alat-alat elektronik rumah tangga yang berlokasi di brazil ( dan anak perusahaan
whirlpool), dapat menerbitkan pesanan pekerjaan rekayasa untuk memperbaiki kesalahan desain
kulkas, freezer, dan mesin cuci yang diproduksinya. Biaya rekayasa ulang produk lebih bergantung
pada bebagai jumlah pesanan pekerjaan rekayasa(biaya keberlanjutan produk atau product-
sustaining cost) bukan jumlah unin produk yang diproduksi.

Oleh karena itu, pemicu aktivitas tingkat non-unit atau nounit-level actvity drivers (yaitu,
batch, product-sustaining, dan facility-sustaining) adalah faktor-faktor yang mengukur konsumsi
aktivitas tingkat non-unit oleh produk dan objek biaya lainnya, sedangkan pemicu aktivitas tingkat
unit (unit level actvity drivers) mengukur konsumsi dari aktivitas tingkat unit. Kemudian, pemicu
aktivit (activity drivers) merupakan faktor-faktor yang mengukur konsumsi dari aktivitas-aktivitas
oleh produk dan objek biaya lainnya serta dapat dikelompokkan dengan baik sebagai tingkat unit
maupun tingkat non-unit.

B. Keragaman Produk

Adanya biaya overhead nonunit yang besar memang diperlukan, tetapi tidak cukup memadai
untuk kegagalan tarif pabrik dan departemental (yaitu, biaya yang terdistorsi).Adanya keragaman

6
produk juga diperlukan agar distorsi biaya produk terjadi.Keragaman produk (product diversity)
berarti bahwa produk megonsumsi aktivitas overhead dalam proporsi yang berbeda-beda secara
sistematis.Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk perbedaan dalam hal berikut.

 Ukuran Produk
 Kerumitan produk
 Waktu stuk
 Ukuran batch

C. Ilustrasi Kegagalan dari Tarif Overhead Berdasarkan Unit

Untuk mengilustrasikan bagaimana tarif overhead berdasarkan unit tradisional dapat


mendistorsi biaya-biaya produk, kita mengacu pada data pabrik Porto Behlo di Rio Novo dalam
tampilan 7.2 (asumsikan bahwa ukuran yang digunakan adalah hasil yang diharapkan dan hasil
aktual).Pabrik Porto Behlo memproduksi dua model mesin cuci, yaitu model deluxe dan
reguler.Oleh karena jumlah model reguler yang diproduksi sepuluh kali lebih banyak dari model
deluxe, model reguler dinyatakan sebagai produk bervolume tinggi dan model deluxe adalah model
bervolume rendah.Kedua model diproduksi dalam batch.

Biaya utama bersifat langsung, maka biaya ini dapat ditelusuri ke setiap unit yang
diproduksi.Biaya tidak langsung biasanya diperlakukan berbeda oleh jenis sistem biaya yang
berbeda.Untuk memudahkan, diasumsikan hanya terdapat empat jenis aktivitas overhead dan
dilakukan oleh empat departemen pendukung yang berbeda, yaitu sebagai berikut.

 Set-up peralatan untuk setiap batch (konfigurasi yang berbeda diperlukan bagi komponen
elektronik yang terkait dengan setiap model)
 Memindahkan batch
 Permesinan
 Perakitan (dilakukan setelah operasi setiap departemen)

Permasalahan Terkait Akurasi Biaya

Dari tampilan 7.2, dapat dilihat bahwa model reguler, produk yang memiliki volume tinggi,
menggunakan jam tenaga kerja langsung empat kali lebih banyak dibandingkan dengan model
deluxe, produk yang volumenya rendah (80 jam berbanding 20 jam). Oleh karena itu, jika tarif
pabrik yang digunakan, model reguler akan dibebani biaya overhead empat kali lebih banyak
dibandingkan model deluxe.

Tampilan 7.2 : Data Perhitungan Biaya Produk untuk Pabrik Porto Behlo pada Rio Novo

Ukuran Penggunaan Aktivitas Data Biaya Aktivitas (Aktivitas Overhead)

7
Deluxe Reguler Total Aktivitas Biaya Aktivitas
Unit yang diproduksi 10 100 110 Set-up peralatan $1000
Biaya utama $800 $8000 $8800 Memindahkan barang 1000
Jam tenaga kerja 20 80 100 Permesinan 1500
langsng
Jam mesin 10 40 50 Perakitan 500
Jam setup 3 1 4 Total $4000
Jumlah pemindahan 6 4 10

Pemeriksaan data dalam Tampilan 7.2 menunjukkan bahwa sebagian besar biaya overhead
bukan dipicu atau disebabkan oleh jam tenaga kerja langsung. Setiap permintaan produk terhadap
aktivitas set-up peralatan dan pemindahan bahan baku, lebih masuk akal untuk dikaitkan dengan
jam setup dan jumlah pemindahan. Aktivitas non unit ini mewakili 50 persen ($2000/$4000) dari
total biaya overhead – persentase yang cukup besar. Perhatikan bahwa produk dengan volume
rendah, yaitu model deluxe, menggunakan jam setup tiga kali lebih banyak (3/1) dan pemindahan
satu setengah lebih banyak (6/4) dibandingkan dengan model reguler. Namun, dengan penggunaan
tarif pabrik berdasarkan jam tenaga kerja langsung, pemicu aktivitas berdasarkan unit akan
membebankan biaya setup dan pemindahan bahan baku empat kali lebih banyak ke model regler
dibandingkan model deluxe. Oleh karena itu, keragaman produk akan terjadi dan kita akan
berharap terjadinya distorsi biaya produk karena kuantitas dari overhead berdasarkan unit yang
dikonsumsi oleh setiap produk tidak berubah dalam proporsi langsung mengikuti kuantitas yang
dikonsumsi dari overhead yang berdasarkan non unit.

Biaya produk akan terdistorsi kapan pun kuantitas overhed berdasarkan unit yang
dikonsumsi oleh sebuah produk tidak berubah dalam proporsi langsung mengikuti kuantitas yang
dikonsumsi oleh overhead berdasarkan non unit. Proporsi dari setiap aktivitas yang dikonsumsi
oleh sebuah produk didefiniskan sebagai rasio konsumsi (consumption ratio) dan dihitung dengan
rumus berikut.

Jumlah Pemicu Aktivitas per Produk


Rasio Konsumsi = Total Kuantitas Pemicu

Contoh Soal (Landasan 7.1)

Diketahui :

8
Ukuran Penggunaan Aktivitas Data Biaya Aktivitas (Aktivitas Overhead)
Deluxe Reguler Total Aktivitas Biaya Aktivitas
Unit yang diproduksi 10 100 110 Set-up peralatan $1000
Biaya utama $800 $8000 $8800 Memindahkan barang 1000
Jam tenaga kerja 20 80 100 Permesinan 1500
langsng
Jam mesin 10 40 50 Perakitan 500
Jam setup 3 1 4 Total $4000
Jumlah pemindahan 6 4 10

Diminta :

Hitunglah rasio konsumsi untuk setiap produk.

Solusi :

 Langkah 1 : Identifikasi pemicu akivitas untuk setiap aktivitas


 Langkah 2 : Bagi jumlah pemicu yang digunakan untuk setiap produk dengan total
kuantitas pemicu

Rasio Konsumsi

Aktivitas Overhead Model Deluxe Model Reguler Pemicu Aktivitas

Set-up peralatan 0,75a 0,25a Jam setup

Pemindahan barang 0,60b 0,40b Jumlah pemindahan

Permesinan 0,20c 0,80c Jam mesin

Perakitan 0,24d 0,80d Jam tenaga kerja langsung

Menghilangkan Permasalahan Distorsi Biaya

Distorsi biaya ini dapat dihilangkan dengan menggunakan tarif aktivitas.Alih-alih


membebankan biaya overhead meggunakan tarif pabrik tunggal, setiap tarif aktivitas
overheaddapat dihitung dan digunakan untuk membebankan biaya overhead. Landasan 7.2
memperlihatkan cara menghitung tarif-taruf tersebut.

Menghitung Tarif Aktivitas


9
Tarif aktivitas adalah alat untuk membebankan biaya aktivitas ke produk. Tarif untuk setiap
aktivitas dihitung dengan cara membagi biaya-biaya aktivitas dengan pemicu aktivitas. Sebuah
hubungan sebab-akibat menjadi dasar penentu aktivitas yang digunakan dalam perhitungan tarif.

Contoh soal

Diketahui :

Biaya aktivitas dan data pemicu pabrik Porto Behlo yang terdapat di Rio Novo disajikan sebagai
berikut.

Aktivitas Biaya Aktivitas ($) Pemicu Kuantitas Pemicu

Set-up mesin 1000 Jam setup 4

Pemindahan barang 1000 Jumlah pemindahan 10

Permesinan 1500 Jam mesin 50

Perakitan 500 Jam tenaga kerja 100


langsung

Diminta :

Hitunglah rasio aktivitas.

Solusi:

Bagi biaya aktivitas dengan total kuntitas pemicu :

Tarif setup : $1.000/4 jam setup = $250 per jam setup

Tarif penanganan bahan baku : $1.000/10 pemindahan = $100 per pemindahan

Tarif mesin : $1.500/50 jam mesin = $30 per jam mesin

Tarif perakitan : $500/100 jam tenaga kerja langsung = $5 per jamtenaga


kerja langsung

Menghitung Biaya per Unit Berdasarkan Aktivitas

Untuk meningkatkan akurasi dari pembebanan biaya overhead, faktor-faktor penyebab,


disebut pemicu aktivitas, dipilih yang akan mengukur jumlah aktivitas yang dikonsumsi oleh
sebuah produk. Tarif aktivitas dikalikan dengan jumlah yang digunakan oleh setiap aktivitas akan

10
menentukan jumlah biaya aktivitas yang dibebankan biaya ke suatu produk. Jumlah dari semua
biaya aktivitas yang dibebankan adalah total overhead yang dikonsumsi oleh sebuah produk. Biaya
overhead ditambah biaya utama dibagi dengan jumlah yang diproduksi akan menghasilkan biaya
per unit.

Contoh Soal (Landasan 7.3)

Diketahui :

Data tarif aktivitas pada pabrik Porto Behlo di Rio Novo untuk model deluxe dan reguler disajikan
sebagai berikut.

Deluxe Reguler Tarif Aktivitas

Jumlah unit yang 10 100


diproduksi

Biaya utama $800 $8000

Jam setup 3 1 $250

Jumlah pemindahan 6 4 $100

Jam mesin 10 40 $30

Jam tenaga kerja 20 80 $5


langsung

Diminta :

Hitunglah biaya per unit untuk model deluxe dan reguler.

Solusi :

Deluxe Reguler

Biaya utama $800 $8000

Biaya overhead:
Setup :
$250 x 3 jam setup 750
$250 x 1 jam setup 250

11
Pemindahan bahan baku
$100 x 6 jam pemindahan 600
$100 x 4 jam pemindahan 400

Permesinan :
$30 x 10 jam mesin 300
$30 x 40 jam mesin 1200

Perakitan :
$5 x 20 jam tenaga kerja 100
langsung
$5 x 80 jam tenaga kerja 400
langsung

Total biaya produksi $2550 $10250

Jumlah unit yang diproduksi : 10 : 10

Biaya per unit (Total $255 $102,50


biaya/jumlah unit)

Perbandingan Biaya Produk Berdasarkan Fungsional dan Berdasarkan Aktivitas

Tarif pabrik berdasarkan jam tenaga kerja langsung dihitung sebagai berikut.

Total Biaya 𝑂𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑


Tarif Overhead =
Total Jam Tenaga Kerja Langsung

$4000
= $40 per jam tenaga kerja langsung
100

Biaya produk untuk setiap produk dengan menggunakan tarif overhead tunggal tersebut dihitung
sebagai berikut.

Deluxe Reguler
Biaya utama $800 $8000

12
Biaya overhead
$40 x 20 800
$40 x 80 3200
Total Biaya $1600 $11200
Jumlah yang diproduksi : 10 : 10
Biaya per unit $160 $112

Sedangkan, bandingkan biaya produk tersebut dengan biaya berbasis aktivitas dalam
Landasan 7.3.Perbandingan tersebut secara jelas mengilustrasikan pengaruh dari penggunaan
pemicu aktivitas berdasarkan unit untuk membebankan biaya overhead.Pembebanan biaya
berdasarkan aktivitas mencerminkan pola konsumsi overhead sehingga menjadi ukuran yang lebih
akurat.Perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas memperlihatkan bahwa perhitungan biaya
berdasarkan fungsional membuat model deluxe dengan volume rendah memiliki biaya lebih
rendah dan model reguler dengan volume tinggi memiliki biaya lebih tinggi. Pada kenyataannya,
pembebanan ABC meningkatkan biaya model deluxe yang dilaporkan sebesar $95 per unit dan
menurunkan biaya model reguler yang dilaporkan sebesar $9,50 per unit – perpindahan ke arah
yang benar berdasarkan pola konsumsi overhead.

D. Mengilustrasikan Hubungan : Keragaman Produk dan Akurasi Perhitungan Biaya


Produk

Untuk tarif overhead tingkat unit yang mengalami kegagalan, produk-produk biasanya
mengonsumsi aktivitas tingkat non unit dengan selisih yang cukup besar dengan aktivitas tingkat
unit.Semakin besar keragaman pola konsumsinya, semakin besar potensi terjadinya distorsi pada
biaya produk.Sebagai contoh, model reguler di Rio Novo mengonsumsi aktivitas dalam proporsi
berikut.

 25 persen dari jam setup


 40 persen dari jumlah pemindahan
 80 persen dari jam mesin
 80 persen dari jam tenaga kerja langsung
Oleh karena tarif overhead pabrik menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung, pemicu
tingkat unit, 80 persen dari total overheadakan dibebankan ke model reguler. Namun, model
reguler sebenarnya hanya mengonsumsi overhead tingkat non unit rata-rata sebesar 32,5 persen
[(0,25 + 0,4)/2] sehingga kita perkirakan akan terjad distorsi biaya yang cukup besar. Secara
intuisi, jika rasio konsumsi rata-rata dari aktivitas tingkat non unit memiliki selisih yang cukup
besar dengan rasio konsumsi tingkat unit, karena 32,5 persen jauh selisihnya dengan 80 persen,
maka terdapat keragaman produk dan distorsi biaya yang lebih besar.

13
Hubungan keragaman-akurasi ini dapat dilihat dalam contoh Rio Novo pada Landasan 7.2
dan 7.3, dengan membiarkan rasio konsumsi tingkat non unit rata-rata bervariasi.Kita lihat struktur
khusus yang memiliki karakteristik fitur-fitur berikut ini.

 Produk Deluxe dan Reguler sama-sama memiliki rasio konsumsi (masing-masing sebesar
0,20 dan 0,80) untuk aktivitas tingkat unit (permesinan dan perakitan).
 Biaya aktivitas tingkat non unit, set up dan pemindahan, keduanya sama ($1000 untuk
setiap aktivitas)
 Total biaya aktivitas, baik tingkat unit maupun non unit sebesar $2000

Biaya Overhead = Rasio Konsumsi Rata-Rata x Total Biaya dari Setiap Rangkaian Aktivitas

Rasio konsumsi rata-rata untuk produk reguler adalah sebagai berikut.

Aktivitas Tingkat Unit = (0,80 + 0,80)/2


= 0,80

Aktivitas Tingkat Non unit = (0,25 + 0,40)/2


= 0,325

Oleh karena itu, untuk produk reguler adalah sebagai berikut.

Biaya Overhead = (0,80 x $2000) + (0,325 x $2000)


= $1600 + $650
= $2250

Biaya overhead tersebut sama dengan pembebanan menggunakan masing-masing aktivitas


dan tarif aktivitas.

Untuk mengkaji pengaruh dari akurasi keragaman produk, kita tetapkan rasio konsumsi
tingkat unit sama dan membiarkan rasio konsumsi tingkat non unit rata-rata berubah. Hal ini
menghasilkan persamaan sebagai berikut.

Biaya overhead = $1600 + Rasio Konsumsi Non unit Rata-Rata x $2000

Dengan menggunakan persamaan tersebut, Tampilan 7.4 memperlihatkan biaya overhead


yang dibebankan ke model reguler saat rasio konsumsi tingkat non unit rata-rata berubah.

14
Perhatikan saat kedua garis tersebut berpotongan pada angka $3200, biaya overhead yang
dibebankan oleh sistem ABC dan tarif pabrik besarnya sama (rasio konsumsi rata-ratanya sebesar
0,80 sama besar dengan rasio konsumsi untuk tarif pabrik). Saat rata-rata rasio turun, selisih antara
pembebanan dengan ABC dan tarif pabrik meningkat.Garis vertikal menunjukan selisih antara
pembebanan biaya overhead dengan sistem ABC dan tarif pabik.

2.2 Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Aktivitas

Perhitungan biaya overhead/berdasarkan fungsional memerlukan dua tahapan penting,


sebagai berikut.
1. Biaya overhead dibebankan ke suatu unit organisasi (pabrik atau departemen)
2. Biaya overhead kemudian dibebenkan ke objek biaya
Sistem biaya berdasakan aktivitas (activity based costing system – ABC system) juga tediri atas
dua tahapan proses, sebagai berikut.
1. Menelusuri biaya aktivitas
2. Menelusuri biaya aktivitas ke objek biaya
Asumsi dasarnya adalah akivitas mengomsumsi sumber daya, dan objek biaya pada
akhirnya akan mengomsumsi aktivitas juga. Namun sistem ABC menekankan penelusuran
langsung dan penelusuran pemicu (mengkaji hubungan sebab dan akibat), sementara sistem
perhitungan biaya berdasarkan volume cenderung fokus pada alokasi (sangat mengabaikan
hubungan sebab dan akibat.

A. Mengindentifikasi Aktivitas dan Atributnya


Suatu akivitas (activity) adalah tindakan yang diambil atas pekerjaan yang dilakukan oleh
peralatan atau orang untuk orang lain. Mengindentifikasi aktivitas biasanya dilakukan dengan
mewawancarai para manajer atau perwakilan bagian fungsional (departemen).
Kamus aktivitas (activity dictionary) berisi daftar aktivitas dalam organisasi dan beberapa atribut
aktivitas yang penting.Atribut aktivitas adalah informasi keuangan dan nonkeuangan yang

15
menjelaskan masing-masing kativitas. Contoh atribut aktivitas yang berkaitan dengan tujuan
perhitugan biaya adalah:

 Jenis sumber daya yang dikonsumsi


 Jumlah ( pesentase) waktu yang dihabiskan di suatu aktivitas oleh para pegawai
 Objek biaya yang mengonsumsi output aktivitas (alasan dilakukannya suatu aktivitas)
 Ukuran dari output aktivitas (pemicu aktivitas)
 Nama aktivitas

B. Membebankan Biaya ke Aktivitas


Setelah aktivitas diidentifikasikan dan dideskripsikan, tugas berikutnya adalah menentukan
berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakan setiap aktivitas. Penentuan
ini membutuhkan identifikasi mengenai sumber daya yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas.
Aktivitas menggunakan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, energi, dan modal. biaya
dari sumber daya didapatkan dari buku besar umum, tetapi seberapa besar biaya yang dihabiskan
pada setiap aktivitas tidak dapat dillihat. oleh karena itu, biaya sumber daya pada aktivitas perlu
dibebankan dengan menggunakan penelusuran langsung dan penelusuran pemicu.Matriks
distribusi kerja (work distribution matrix) mengindentifikasi jumlah tenaga kerja yang
dikonsumsi oleh setiap aktivitas dan identifikasi tersebut diperoleh dari proses wawancara (atau
survei tertulis).

C. Mebebankan Biaya ke Produk

Biaya akivitas dibebankan ke produk dengan mengalihkan tarif aktivitas yang telah
ditenttukan sebelumnya dengan pemakaian aktivitas, seperti diukur oleh pemicu
aktivitas.Mengindentifikasi pemicu aktivitas untuk masing-masing aktivitas (empat aktivitas)
tersebbut.

 Jumlah transaksi untuk pemrosesan transaksi


 Jumlah laporan untuk penyusunan laporan
 Jumlah penggilan untu menjawab pertanyaan
 Jumlah transaksi teller untuk aktivitas penyediaan teller terotomatissal

16
Untuk menghitung tarif aktivitas, kapasitas praktis dari setiap aktivitas harus ditentukan.
Untuk membebankan biaya, jumlah dari setiap aktivitas yang dikomsumsi oleh setiap produk juga
harus diketahui.

2.3 Biaya Berdasarkan Aktivitas Pelanggan dan Biaya Berdasakan Aktivitas Pemasok

Sistem ABC pada awalnya populer karena kemapuannya untuk meningkatkan akurasi
perhitungan biaya produk dengan menelusuri biaya-biaya aktivitas ke produk yang mengomsusi
aktivitas.Namun, sejak awal abad ke-21, penggunaan ABC semakin meluas hingga ke wilayah
upstream atau hulu dan downstream atau hilir dari produksi.Secara khusus, ABC sering diguakan
untuk menentuka berbagai biaya upstream dari pemasok dan downstream dari pelanggan secara
lebih akurat.Pengetahuan mengenai berbagai biaya pemasok dan pelanggan dapat menjadi
informasi penting dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

LSI Logic, produsen semikonduktor berteknologi tinggi, menerapkan perhitungan biaya


berdasarkan aktivitas pelanggan dan mendapati bahwa 10% dari pelanggannya menanggung sekita
90% keuntungan perusahaan. LSI juga menyadari bahwa sekitar 50% dari pelanggannya
menyebakan kerugian bagi perusahaan. LSI berusaha mengubah pelanggan-pelanggannya yang
tidak menguntungkan menjadi menguntungkan dan mempersilakan para pelanggan yang tidak
memberikan imbal hasil yang sewajarnya untuk memindahkan bisnis meraka ke tempat lain.
Konsekuensinya, penjualan LSI turun, tetapi labanya naik tiga kali lipat.Kurva dibawah
memperlihatkan hubungan yang menarik, tetapi tidak umum, antara pelanggan dan kontribusinya
terhadap keuntungan perusahaan.Beberapa manajer menyebut kurva tersebut sebagai “whale
curva” dari keuntungan perusahaan.Bagian yang perlu diamai dari kurva tersebut adalah para
pelanggan disebalah kira punuk, atau puncak, kurva yg berkontribusi dalam meningkatkan
keuntungan perusahaan sementara para pelanggan yang berada disebalah kanan punuk kurva
menyebabkan menurunnya keuntungan perusahaan.

17
A. Biaya Berdasarkan Aktivitas Pelanggan

Pelanggan adalah objek biaya yang paling mendasar.Seperti yang digambarkan oleh
pengalaman LSI Logic, pengelolaan pelanggan dapat menghasilkan keuntungan berupa laba yang
cukup besar. Kemungkinan bagi perusahaan untuk memiliki pelanggan yang beragam sama besar
dengan kemungkinan untuk memiliki produk yang beragam. Sumber keragaman pelanggan terdiri
atas frekuensi pemesanan, frekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan dan
promosi, dan persyaratan dukungan teknis.Pengetahuan mengenai jumlah biaya yang dikeluarkan
dalam melayani berbagai pelanggan dapat menjadi infomasi penting untuk keperluan berikut ini.

 Penetapan harga
 Penentuan bauran pelanggan
 Peningkatan keuntungan

Selain itu karena adanya keragaman pelanggan, beberapa pemicu diperlukan untuk
menelusuri biaya secara akurat.Hal ini berarti bahwa ABC hanya dapat digunakan oleh perusahaan
yang memiliki suatu produk, produk yang homogen, atau struktur just-in-time (JIT) yakni
penelusuran langsung dapat mengurangi nilai ABC dalam perhitungan biaya produk.

Perhitungan Biaya Pelanggan dan Perhitungan Biaya Produk

Pembebanan biaya layanan pelanggan kepada para pelanggan dilakukan dengan cara yang
sama saat membebankan biaya pabrik ke produk. Aktivitas aktivitas yang dipicu olehpelanggan,
seperti pemasukan pesanan, pengambilan pesanan, pengiriman, membuat panggilan penjualan,
dan mengevaluasi piutang pelanggan adalah kamus aktivitas yang dapat diidentifikasikan dan
dibuatkan urutannya.Biaya dari sumber daya yang dikonsumsi di bebankan ke berbagai aktivitas
dan biaya dari aktivitas dibebankan kepada setiap pelanggan.

18
Pembebanan biaya menggunakan biaya berdasarkan aktivitas memperlihatkan gambaran
yang sangat berbeda dari biaya pelayanan stiap tipe pelanggan.

Apakah yang diungkapkan analisis tersebut kepada manajemen mengenai informasi yang
tidak diketahui sebelumnya?Pertama, pelanggan dengan pembelian yang besar menghabiskan
biaya pelayanan yang lebih rendah dibandingkan pelanggan dengan pembelian yang lebih sedikit
sehingga seharusnya dibebankan harga jual yang lebih rendah.Kedua, analisis tersebut
memunculkan banyak pertanyaan yang berkaitan dengan pelanggan yang jumlah pembeliannya
sedikit.

B. Biaya Berdasarkan Aktivitas Pemasok

ABC juga dapat membantu para manager dalam mengidentifikasi biaya sesungguhnya dari
pemasok perusahaan. Biaya dari pemasok lebih sekedar dari harga komponen atau bahan baku.
Seperti halnya pelanggan, pemasok dapat mempengaruhi aktivitas aktivitas didalam perusahaan
dan meningkatkan biaya secara signifikan.

Contoh :

Menghitung biaya berdasarkan aktivitas pelanggan

Pemicu aktivitas digunakan untuk menelusuri biaya biaya aktivitas yang berkaitan dengan
keandalan, kualitas, dan keterlambatan pengiriman dari pemasok ke masing masing
pemasok.Biaya biaya tersebut kemudian di tambahkan ke biaya pembelian langsung. Hasil
perhitungan tersebut memungkinkan para manajer untuk memperbaiki evalaluasi dan pemilihan
pemasok mereka, dengan tujuan untuk mengurangi total biaya pemasok.

Informasi :

Asumsikan bahwa manajer pembelian menggunakan dua pemasok, yaitu murray Inc. dan
plata associates, sebagai pangkalan dua suku cadang mesin : suku cadang A1 dan suku cadang B2.
perhatikan dua aktivitas yaitu perbaikan produk (dengan garansi) dan percepatan produk.
Perbaikan produk terjadi karena kerusakan suku cadang (dibeli dari pemasok).Percepatan produk
terjadi karena pemasok terlambat dalam mengirimkan suku cadang yang dibutuhkan. Informasi
biaya aktivitas dan data lainnya yang dibutuhkan untuk perhitungan biaya pemasok disajikan
sebagai baerikut :

Pelanggan besar Sepuluh pelanggan kecil

Jumlah unit yang dibeli 500.000 500.000

Jumlah pesanan yang dimasukkan 2 200

Jumlah panggilan penjualan 10 210

19
Biaya produksi $ 3.000.000 $3.000.000

Alokasi biaya pemenuhan pesanan $ 202.000 $ 202.000

Alokasi biaya tenaga penjual $ 110.000 $ 110.000

Saat ini biaya biaya yang dipicu oleh pelanggan dibebankan kepada para pelanggan berdasarkan
jumlah unit yang terjual, pemicu tingkat unit.

Diminta :

Bebankan biaya biaya kepada pelanggan dengan menggunakan pendekatan ABC.

Solusi :

Pemicu yang tepat adalah pesanan yang ditempatkan dan jumlah panggilan penjualan.

Tariff aktivitas adalah :

$404.000/202 pesanan = $2.000 per pesanan

$202.000/220 pesanan = $1.000 per panggilan

Dengan menggunakan informasi ini biaya yang dipicu oleh pelanggan dapat diberikan ke setiap
kelompok pelanggan sebagai berikut.

Pelanggan besar Sepuluh Pelanggan Kecil

Biaya pemenuhan pesanan :

($2.000 x 2) $4.000

($2.000 x 200) $400.000

Biaya tenaga penjualan :

($1.000 x 10) 10.000

($1.000 x 210) 210.000

$14.000

$610.000

Manajer kemudian diminta untuk mengevaluasi para pemasok berdasarkan total biaya.

Metodologi Perhitungan Biaya Pemasok

20
Pembebanan biaya dari aktivitas aktivitas yang berkaitan dengan pemasok mengikuti pola
yang sama seperti perhitungan biaya untuk produk dan pelanggan dengan ABC. Beberapa contoh
dari aktivitas yang dipicu pemasok disajikan sebagai berikut.

 pembelian.
 penerimaan.
 pemeriksaan komponen yang dating.
 pengerjaan ulang produk.
 mempercepat produk.
 pemberian garansi.

2.4 Analisis Nilai Proses

Analisis nilai proses adalah hal mendasar dalam manajemen berdasarkan


aktivitas.Manajemen berdasarkan aktivitas adalah pendekatan system yang terintegrasi yang
memfokuskan perhatian manajemen aktivitas aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai
pelanggan dan laba yang diperoleh dengan memberikan nilai tersebut. Analisis nilai proses fokus
pada pengurangan biaya bukan pada pembebanan biaya, dan menekankan pada pemaksimalan
kinerja semua system.

Analisis nilai proses memperhatikan hal berikut.

 Analisis pemicu
 Analisis aktivitas
 Pengukuran kinerja

A. Analisis Pemicu : Pencarian Akar Permasalahan

Setiap aktivitas memiliki input dan output. Input aktivitas adalah sumber daya yang
dikonsumsi oleh aktivitas dalam menghasilkan output.Output aktivitas adalah hasil dari atau
produk dari suatu aktivitas. Misalnya aktivitas adalah memindahkan bahan baku, inputnya bias
jadi merupakan suatu seperti forklift, pengemudi forklift, bahan bakar , dan peti kayu. Outputnya
adalah barang dan bahan baku yang berpindah tempat.

Ukuran output aktivitas adalah berapa kali sebuah aktivitas dikerjakan. Ukuran output
aktivitas adalah ukuran output yang dapat diukur. Ukuran output secara aktivitas efektif adalah
ukuran permintaan yang ditempatkan pada sebuah aktivitas dan apa yang disebut dengan pemicu
aktivitas, saat permintaan terdapat suatu aktivitas berubah, biaya aktivitas juga dapat berubah.

Model Analisis Nilai Proses

21
Aktivitas secara khusus, penyusunan ulang tata letak pabrik dapat menekankan biaya
pemindahan bahan baku. Sebagai contoh biaya pemeriksaan suku cadang yang dibeli dan
pemesanan ulang dapat disebabkan kualitas pemasok yang rendah. Melalui kerjasama dengan
pemasok untuk mengurangi jumlah pasokan komponen yang rusak, permintaan terhadap
pemeriksaan suku cadang yang dibeli dan pemesanan ulang akan turun, sehingga perusahaan dapat
menghemat uang.

Analisis Aktivitas :Mengidentifikasi dan Menilai Muatan Nilai (Value Content)

Inti dari analisis dari nilai proses adalah analisis aktivitas. Analisis aktivitas adalah proses
mengidentifikasi, menguraikan, dan mengevaluasi aktivitas aktivitas yang dilakukan oleh
organisasi. Aktivitas aktivitas menghasilkan 4 hal berikut.

1. aktivitas aktivitas apa saja yang dilakukan.


2. berapa jumlah orang yang melakukan aktivitas.
3. waktu dan sumber daya yang diperlakukan untuk melaksanakan aktivitas.
4. penaksiran nilai dari aktivitas ke organisasi termasuk rekomendasi untuk memilih dan hanya
mempertahankan aktivitas aktivitas bernilai tambah.

Aktivitas bernilai tambah

Aktivitas-aktivitas yang diperlukan agar perusahaan tetap dapat menjalankan usahanya


disebut dengan aktivitas bernilai tambah. Aktivitas yang bersifat diskreksi dikelompokkan
sebagai aktivitas bernilai tambah jika secara simultan memenuhi semua kondisi berikut.

 Aktivitas menghasilkan perubahan bentuk.


 Perubahan bentuk tidak dapat diperoleh dari aktivitas sebelumnya.
 Aktivitas membuat aktivitas lainnya dapat dilaksanakan

Aktivitas Tidak Bernilai Tambah

Semua aktivitas selain aktivitas aktivitas penting yang tetap harus ada di perusahaan,
dianggap aktivitas yang tidak diperlukan sehingga disebut sebagai aktivitas tidak bernilai
tambah. Aktivitas tidak bernilai tambah dapat ditentukan melalui kegagalannya dalam memenuhi
salah satu dari ketiga kondisi sebelumnnya untuk memberikan nili tambah.

Biaya Tidak Bernilai Tambah

Biaya tidak bernilai tambah adalah biaya biaya yang disebabkan baik oleh aktivitas tidak
bernilai tambah maupun kinerja yang tidak efisien dari aktivitas bernilai tambah. Untuk aktivitas
yang tidak bernilai tambah, biaya tidak bernilai tambah adalah biaya dari aktivitas tersebut.Untuk

22
aktivitas aktivitas ernilai tambah yang tidak efisien, biaya aktivitas harus dipisahkan menjadi
komponen bernilai tambah dan tidak bernilai tambah.

Contoh aktivitas tidak bernilai tambah pemesanan ulang suku cadang percepatan produksi,
dan pengerjaan ulang karena adanya bagian yang rusak adalah contoh aktivitas tidak bernilai
tambah.Dalam operasi manufaktur, aktivitas aktivitas utama berikut sering dianggap sebagai
pemborosan dan tidak diperlukan.

 penjadwalan
 pemindahan
 menunggu
 pemeriksaan
 penyimpanan

Menekan biaya

Pengelolan aktivitas dilakukan dengan tujuan untuk menekan biaya. Kondisi persaingan yang
kompetitif memaksa perusahaan perusahaan harus mengirimkan produk yang diinginkan
pelanggan tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Pengelolaan aktivitas dapat
menekan biaya dengan empat cara yaitu sebagai berikut.

 penghapusan aktivitas
 pemilihan aktivitas
 pengurangan aktivitas
 pembagian aktivitas

Penghapusan aktivitas

Fokus pada aktivitas aktivitas tidak bernilai tambah.Setelah aktivitas aktivitas yang gagal
memberi nilai tambah diidentifikasi, tindakan harus segera diambil untuk menghapus aktivitas
tersebut dari perusahaan.

Pemilihan Aktivitas (Activity Selection)

Pemilihan aktivitas melibatkan penyeleksian sekumpulan aktivitas berbeda yang timbul


dari berbagai strategi bersaing. Strategi yang berbeda menimbulkan aktivitas yang berbeda. Setiap
strategi perancangan produk memiliki serangkaian aktivitas dan biaya terkait. Jika semua hal lain
bersifat tetap, strategi perancangan dengan biaya yang terendahlah yang seharusnya dipilij. Oleh
karena itu, pemilihan aktivitas dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap pengurangan biaya.

Pengurangan Biaya (Activity Reduction)

23
Pengurangan aktivitas menurunkan waktu dan sumber daya yang diperlukan oleh suatu
aktivitas. Pendekatan pengurangan biaya ini terutama harus diarahkan pada peningkatan efisiensi
aktivitas yang diperlukan atau sebuah strategi jangka pendek untuk memperbaiki aktivitas tidak
bernilai tambah sampai aktivitas-aktivitas tersebut dapat dihapuskan.

Pembagian Aktivitas (Activity Sharing)

Pembagian aktivitas dapat meningkatkan efisiensi aktivitas-aktivitas yang diperlukan


dengan menggunakan skala ekonomis. Terutama, kuantitas pemicu biaya akan meningkat tanpa
diikuti peningkatan total biaya dari aktivitas tersebut. Hal ini akan menurunkan biaya per unit dari
pemicu biaya dan jumlah biaya yang dapat ditelusuri ke produk yang mengonsumsi aktivitas.

B. Pengukuran Kinerja Aktivitas

Ukuran kinerja aktivitas dapat berbentuk keuangan dan nonkeuangan. Ukuran-ukuran


tersebut dirancang untuk menilai seberapa baik aktivitas dilakukan dan hasil yang dicapai. Ukuran-
ukuran ini juga dirancang untuk mengetahui apakah perbaikan secara terus-menerus dapat
direalisasikan. Inti pengukuran kinerja aktivitas berada pada tiga dimensi utama, yaitu:

 Efisiensi
 Waktu
 Kualitas

a. Efisiensi (Efficiency)
Efisiensi fokus pada hubungan antara input dan output aktivitas. Misalnya, meningkatkan
efisiensi aktivitas adalah dengan cara memproduksi output aktivitas yang sama, tetapi biaya
input yang digunakan harus lebih rendah. Oleh karena itu, biaya dan tren biaya menjadi ukuran
efisiensi yang penting.

b. Waktu (Time)
Waktu yang lebih lama biasanya menunjukkan lebih banyaknya sumber daya yang dikonsumsi
dan kemampuan untuk merespons permintaan pelanggan menjadi lebih rendah. Ukuran waktu
kinerja cenderung merupakan ukuran non-keuangan, sedangkan ukuran efisiensi dan kualitas
dapat berupa ukuran keuangan dan non-keuangan.

c. Kualitas (Quality)
Kualitas berkaitan dengan melakukan aktivitas secara benar sejak awal aktivitas tersebut
dikerjakan. Jika output aktivitasnya cacat, aktivitas tentu harus diulang sehingga menyebabkan
timbulnya biaya yang tidak diperlukan dan menurunkan tingkat efisiensi.

Menghitung Waktu Siklus dan Velositas

24
Waktu siklus (Waktu/Jumlah unit yang diproduksi) dan velositas (Jumlah unit
yangdiproduksi/Waktu) mengukur waktu yang diperlukan oleh suatu perusahaan untuk merespons
sesuatu, seperti pesanan pelanggan, keluhan pelanggan, dan pengembangan produk baru.
Tujuannya adalah untuk menurunkan waktu siklus (meningkatkan velositas) sehingga
meningkatkan waktu pemberian respons dan membuat perusahaan menjadi lebih kompetitif.

Informasi:
Asumsikan bahwa Frost Company membutuhkan 10.000 jam untuk memproduksi 20.000 unit
produk.

Diminta:

Berapakah velositas dalam jam? Berapakah waktu siklus dalam jam? Berapakah waktu siklus
dalam semenit?

Solusi:

Velositas = 20.000/10.000

= 2 unit per jam

Waktu siklus = 10.000/20.000

= ½ jam

= 10.000 (60 menit) / 20.000

= 30 menit

C. Manajemen Biaya Kualitas

Biaya kualitas dapat menjadi sangat besar dalam ukuran dan sebagai sumber penghematan
yang signifikan jika dikelola secara efektif. Meningkatkan kualitas dapat menghasilkan perbaikan
yang signfikan dalam keuntungan dan efisiensi secara keseluruhan. Peningkatan kualitas dapat
meningkatkan keuntungan dengan dua cara yaitu:

 Dengan meningkatkan permintaan pelanggan sehingga meningkatkan pendapatan penjualan.


 Dengan menekan biaya.

Aktivitas Terkait Kualitas

25
Aktivitas yang berkaitan dengan kualitas adalah benar ada. Definisi dari aktivitas terkait
kualitas menunjukkan adanya empat kelompok biaya kualitas, yaitu sebagai berikut.

 Biaya pencegahan
 Biaya penilaian
 Biaya kegagalan internal
 Biaya kegagalan eksternal

Oleh karena itu, biaya kualitas berhubungan dengan dua subkelompok aktivitas terkait
kualitas, yaitu aktivitas pengendalian dan aktivitas kegagalan.

1. Aktivitas Pengendalian

Aktivitas Pengendalian (Control Activities) dilaksanakan oleh perusahaan untuk mencegah


atau mendeteksi kualitas yang buruk.

 Biaya Pengendalian (Control Costs)


Biaya pengendalian adalah biaya yang timbul karena pelaksanaan aktivitas
pengendalian. Aktivitas pengendalian terdiri atas pencegahan dan penilaian.
o Biaya Pencegahan (Prevention Costs)
Biaya pencegahan dikeluarkan untuk mencegah kualitas yang buruk dalam
produk atau jasa yang diproduksi. Saat biaya pencegahan meningkat, kita
berharap agar biaya kegagalan akan turun. Contoh biaya pencegahan, yaitu
pelaporan kualitas dan tinjauan rancangan
o Biaya Penilaian (Appraisal Costs)
Biaya penilaian dikeluarkan untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai
dengan persyaratannya atau kebutuhan pelanggan. Contoh biaya penilaian,
yaitu penerimaan proses, dan pemeriksaan pengemasan.

2. Aktivitas Kegagalan

Aktivitas kegagalan (Failure Activities) dilakukan oleh perusahaan atau pelanggannya


sebagai respons terhadap kualitas yang buruk.

 Biaya Kegagalan (Failure Costs)


Biaya kegagalan adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan karena
dilakukannya aktivitas kegagalan.
o Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Costs)
Biaya kegagalan internal terjadi saat produk atau jasa tidak sesuai dengan
spesifikan atau kebutuhan pelanggan. Contoh biaya kegagalan internal, yaitu
pengerjaan ulang, pemeriksaan ulang, dan pengujian ulang.
o Biaya Kegagalan Eksternal (External Failure Costs)

26
Biaya kegagalan eksternal terjadi saat produk atau jasa gagal memenuhi
persyaratan atau memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk atau jasa
tersebut dikirimkan kepada pelanggan. Contoh biaya kegagalan eksterna, yaitu
retur karena kualitas yang buruk, perbaikan, dan garansi.

D. Manajemen Biaya Lingkungan

Sebelum informasi biaya lingkungan dapat disampaikan kepada manajemen, biaya


lingkungan harus diuraikan. Oleh karena itu, biaya lingkungan disebut dengan biaya kualitas
lingkungan. Biaya lingkungan adalah biaya pelaksanaan aktivitas-aktivitas. Biaya lingkungan
dikaitkan dengan penciptaan, pendeteksian, pemulihan, dan pencegahan terhadap penurunan
kondisi lingkungan. Biaya lingkungan dikelompokkan dalam empat kategoti, sebagai berikut:

 Biaya pencegahan
 Biaya pendeteksian
 Biaya kegagalan internal
 Biaya kegagalan eksternal

Biaya kegagalan eksternal dapat dibagi menjadi kelompok yang terealisasi dan tidak
tereaslisasi. Seperti biaya kualitas, biaya lingkungan berkaitan dengan dua subkategori aktivitas
yang berkaitan dengan lingkungan, yaitu aktivitas pengendalian dan aktivitas kegagalan.

1. Aktivitas Pengendalian
a. Biaya Pencegahan Lingkungan (Environmental Prevention Costs)
Biaya pencegahan lingkungan adalah biaya adari aktivitas yang dilaksanakan untuk
mencegah produksi polutan dan/atau limbah yang dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan. Contoh aktivitas pencegahan, yaitu mengevaluasi dan memilih pemasok,
melatih pegawai, dan mendaur ulang produk
b. Biaya Deteksi Lingkungan (Environmental Detection Costs)
Biaya deteksi lingkungan adalah biaya dari aktivitas yang dilakukan untuk menentukan
apakah produk, proses, dan aktivitas lain di dalam perusahaan sudah sesuai dengan standar
lingkungan yang ada. Contoh aktivitas deteksi, yaitu aktivitas audit lingkungan,
pemeriksaan produk dan proses, dan mengukur tingkat pencemaran

2. Aktivitas Kegagalan
a. Biaya Kegagalan Internal Lingkungan (Environmental Internal Failure Costs)
Biaya kegagalan internal lingkungan adalah biaya dari aktivitas yang dilakukan karena
sudah adanya polutan dan limbah, tetapi belum mencemari lingkungan. Oleh karena itu,
biaya kegagalan internal dikeluarkan untuk menghilangkan dan mengelola polutan atau
limbah setelah dihasilkan. Contoh aktivitas kegagalan internal, yaitu memperlakukan dan
membuang bahan-bahan beracun, memelihara peralatan polusi.

27
b. Biaya Kegagalan Esternal Lingkungan (Environmental External Failure Costs)
Biaya kegagalan eksternal lingkungan adalah biaya dari aktivitas yang dilakukan setelah
polutan dan limbah mencemari lingkungan.
c. Biaya Kegagalan Esternal yang Terealisasi (Realized External Failure Costs)
Biaya kegagalan eksternal yang terealisasi atau biaya personal adalah biaya yang
dikeluarkan dan dibayarkan oleh perusahaan. Contoh biaya kegagalan eksternal yang
terealisasi, yaitu membersihkan danau yang tercemar, dan kehilangan penjualan akibat
reputasi lingkungan yang buruk.
d. Biaya Kegagalan Esternal yang Tidak Terealisasi (Unrealized External Failure Costs)
Biaya kegagalan eksternal yang tidak terealisasi atau biaya sosial timbul karena
perusahaan, tetapi ditanggung dan dibayarkan oleh pihak-pihak di luar perusahaan. Contoh
biaya sosial, yaitu mendapatkan perawatan medis karena udara yang tercemar dan
ekosistem yang rusak karena pembuangan limbah padat.

28
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Manajemen berdasarkan aktivitas berfokus pada aktivitas dengan tujuan berfokus


memperbaiki nilai bagi pelanggan dan meningkatkan profitabilitas yang kokoh. Analisis nilai
proses melibatkan analisis penggerak biaya, analisis aktivitas, dan pengukuran kinerja. Dimensi
ini lah yang menghubungkan analisis volume proses dengan konsep perbaikan lanjutan. Kinerja
aktivitas dievaluasi dengan menggunakan tiga dimensi: efesiensi, kualitas dan waktu. Penulusuran
biaya yang digerakkan pelanggan kepada pelanggan dapat menyediakan informasi penting untuk
manajer.Keakuratan biaya pelanggan memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan
penentuan harga, keputusan bauran pelanggan, dan keputusan yang berhubungan dengan
pelanggan secara lebih baik, sehingga dapat memperbaiki profitabilitas. Sama halnya, penulusuran
biaya yang digerakkan pemasok kepada pemasok akan memungkiinkan manajer untuk memilih
pemasok yang benar-benar berbiaya rendah sehingga menghasilkan keunggulan bersaing yang
lebih tinggi dan meningkatkan profitabilitas.

29
BAB IV
SOAL DAN JAWABAN

Pilihan Ganda

1. Pemicu tingkat batch dikonsumsi oleh sebuah produk setiap kali dan setiap
a. Sebuah batch dari produk diproduksi.
b. Sebuh unit diproduksi.
c. Sebuah pesanan pembelian diterbitkan.
d. Terjadinya keluhan pelanggan.
e. Tidak ada jawaban yang benar.

2. Manakah dari poin berikut ini yang merupakan pemicu tingkat nonunit?
a. Jama tenaga kerja langsung
b. Jam mesin
c. Bahan baku langsung
d. Jam setup
e. Jam perakitan

3. Tahapan pertama dari ABC melibatkan pembebanan dari


a. Biaya sumber daya ke departemen.
b. Biaya aktivitas ke produk atau pelanggan.
c. Biaya sumber daya ke tarif pabrik.
d. Biaya sumber daya ke saluran distribusi.
e. Biaya sumber daya ke masing-masing aktivitas.

4. Tahapan kedua ABC melibatkan pembebanan dari


a. Biaya aktivitas ke produk atau pelanggan.
b. Biaya sumber daya ke departemen.
c. Biaya sumber daya ke tarif pabrik.
d. Biaya sumber daya ke masing-masing aktivitas.
e. Biaya sumber daya ke saluran distribusi.
5. Pertanyaan-pertanyaan wawancara diajukan untuk menentukan
a. Aktivitas apakah yang sedang dikerjakan.
b. Siapakah yang melaksanakan aktivitas.
c. Jumlah waktu yang dikeluarkan oleh setiap aktivitas oleh masing-masing pekerja.
d. Pemicu aktivitas yang mungkin untuk membebankan biaya ke produk.
e. Semua jawaban benar.

6. Departemen penerimaan mempekerjakan satu orang pekerja yang mnghabiskan 25 persen dari
waktunya pada aktivitas penerimaan dan 75 persen dari waktunya pada pemeriksaan produk-

30
produk. Gaji pekerja tersebut sebesar $40.000. Jumlah biaya yang dibebankan ke aktivitas
penerimaan adalah
a. $34.000.
b. $40.000.
c. $10.000.
d. $30.000.
e. Tidak ada jawaban yang benar.

7. Asumsikan bahwa aktivitas pemindahan memiliki biaya yang diharapkan sebesar $80.000. Jam
ternaga kerja langsung yang diharapkan adalah 20.000 dan jumlah pemindahan yang
diharapkan adalah 40.000. Tarif aktivitas terbaik untuk pemindahan adalah
a. $4 per pemindahan.
b. $1,33 per jam pemindahan.
c. $4 per jam.
d. $2 per pemindahan.
e. Tidak ada jawaban yang benar.

8. Manakah dari poin berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar tentang biaya
berdasarkan aktivitas pelanggan?
a. Keragaman pelanggan membutuhkan jumlah pemicu yang lebih dari satu untuk menelusuri
biaya secara akurat kepada para pelanggan.
b. Para pelanggan mengonsumsi aktivitas-aktivitas yang dipicu oleh pelanggan dalam
proporsi yang sama.
c. Biaya berdasarkan aktivitas pelanggan jarang menghasilkan perubahan dalam bauran
pelanggan perusahaan.
d. Biaya berdasarkan aktivitas pelanggan tidak pernah meningkatkan keuntungan.
e. Tidak ada jawaban yang benar.

9. Manakah dari poin berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar tentang biaya
berdasarkan aktivitas pemasok?
a. Biaya pemasok adalah harga beli dari sebuah komponen atau bahan baku yang dibeli.
b. Menndorong para manajer untuk meningkatkan jumlah pemasok.
c. Mendorong para manajer untuk mengevaluasi pemasok berdasarkan biaya pembelian.
d. Para pemasok dapat memengaruhi banyak aktivitas internal perusahaan dan secara
signifikan meningkatkan biaya pembelian.
e. Semua jawaban benar.

31
10. Manakah dari poin berikut ini yang merupakan peryataan yang benar tentang biaya
berdasarkan aktivitas pelanggan?
a. Keragaman pelanggan membutuhkan jumlah pemicu yang lebih dari satu untuk
menelusuri biaya secara akurat kepada para pelanggan.
b. Para pelanggan mengonsumsi aktivitas-aktivitas yang dipicu oleh pelanggan dalam
proporsi yang sama.
c. Biaya berdasarkan aktivitas pelanggan jarang menghasilkan perubahan dalam bauran
pelanggan perusahaan.
d. Biaya berdasarkan aktivitas pelanggan tidak pernah meningkatkan keuntungan.
e. Tidak ada jawaban yang benar.

32
I. Tarif Pabrik

Gee Company memproduksi dua jenis stereo, yaitu deluxe dan reguler. Untuk tahun terakhir,
Gee melaporkan data sebagai berikut.

Overhead yang dianggarkan $180.000


Aktivitas yang diharapkan (dalam jam tenaga kerja langsung) 50.000
Aktivitas aktual (dalam jam tenaga kerja langsung) 51.000
Overhead aktual $200.000

Deluxe Reguler

jumlah unit yang diproduksi 5.000 50.000


biaya utama $40.000 $300.000
jam tenaga kerja langsung 5.000 46.000

Diminta:
1. Hitunglah tarif overhead yang telah ditentekuan sebelumnya berdasarkan jam tenaga kerja
langsung
2. Berapakah nilai overhead yang diterapkan?
3. Berapakah nilai overhead underapplied atau overapplied?
4. Hitunglah biaya per unit dari setiap stereo?

Jawab:
1. Tarif = $180.000/50.000 = $3,60 per jam tenaga kerja langsung
2. Overhead yang diterapkan = $3,60 x 51.000 = $183.600
3. Varian overhead = $200.000 - $183.600 = $16.400 underapplied
4. Biaya per unit
Deluxe Reguler
Biaya utama $40.000 $300.000
Biaya overhead:
$3,60 x 5.000 18.000
$3,60 x 46.000 165.600
Total biaya produksi $58.000 $465.000
Jumlah yang diproduksi +5.000 +50.000
Biaya per unit (total biaya/jumlah unit) $11,60 $9,31

II. Tarif Departemental


Gee Company mengumpulkan data departemen berikut untuk tahun kedua. Dua jenis
stereo yang diproduksi adalah deluxe dan reguler.
Fabrikasi Perakitan

33
Overhead yang dianggarkan $120.000 $60.000
Pemakaian yang diharapkan dan aktual (jam tenaga
Kerja langsung)
Deluxe 3.000 2.000
Reguler 3.000 43.000
6.000 45.000
Pemakaian yang diharapkan dan aktual (jam mesin)
Deluxe 2.000 5.000
Reguler 18.000 5.000
20.000 10.000
Selain data departemen, infomasi berikut juga disediakan
Deluxe Reguler
Jumlah unit yang diproduksi 5.000 50.000
Biaya utama $40.000 $300.000

Diminta:
1. Hitunglah tarif overhead departemental dengan menggunakan jam mesin untuk
fabrikasi dan jam tenaga kerja langsung untuk perakitan.
2. Hitunglah overhead yang diterapkan per departemen.
3. Hitunglah overhead yang diterapkan per produk.
4. Hitunglah biaya per unit

Jawab:
1. Tarif departemental
Fabrikasi =$120.000/20.000 = $6,00 per jam mesin
Perakitan =$60.000/45.000 =$1,33* per jam tenaga kerja langsung
*pembulatan
2. Overhead yang diterapkan per departemen:
Fabrikasi =$6,00 x 20.000 =$120.000
Perakitan =$1,33 x 45.000 =$59.850
3. Overhead yang diterapkan per produk:
Deluxe =($6,00x2.000)+($1,33x2.000)=$14.600
Reguler =($6,00x118.000)+($1,33x43.000)=$165.190
4. Biaya per unit
Deluxe =($40.000+$14.660)/5.00=$10,93*
Reguler =($300.000+$165.190)/50.000=$9,30*
*pembulatan sampai dua angka dibelakang koma

34
Soal Kasus

Perhatikan percakapan antara Leonard Bryner, direktur sebuah perusahaan manufaktur


berdasarkan pesanan, dan Chuck Davis, certified management accountant, controller perusahaan
sebagai berikut.

Leonard : Chuck, seperti yang Anda tahu,perusahaan kita telah kehilangan pangsa pasar selama
3 tahun terakhir. Kita kehilangan banyak penawaran dan saya tidak paham alasannya. Awalnya
saya pikir perusahaan-perusahaan lain memotong harga penawarannya hanya untuk mendapatkan
peluang bisnis, tetapi setelah memeriksa beberapa laporan keuangan perusahaan terbuka, saya
yakin mereka mendapatkan tingkat imbal hasil yang layak. Saya akhirnya mulai merasa bahwa
biaya dan metode perhitungan biaya kita memiliki kelemahan.

Chuck : Saya kurang setuju dengan pendapat Anda. Kita memiliki pengendalian biaya yang
baik. Seperti sebagian besar perusahaan di industri yang sama, kita menggunakan sistem
perhitungan pesanan normal. Saya tidak melihat adanya pemborosan di pabrik.

Leonard : Setelah saya berbincang-bincang dengan beberapa anajer lain di konvensi industri
yang baru saja berlangsung, saya menjadi tidak begitu yakin bahwa permasalahannya ada di
pemborosan. Mereka berbicara tentang manajemen berdasarkan aktivitas, biaya berdasarkan
aktivitas, dan perbaikan berkelanjutan. Mereka menyebutkan penggunaan sesuatu yang disebut
dengan “pemicu aktivitas” untuk membebankan overhead. Mereka berkata bahwa prosedur-
prosedur baru itu dapat membantu menghasilkan kegiatan manufaktur yang lebih efisien,
pengendalian overhead yang lebih baik, dan perhitungan biaya yang lebih akurat. Banyak usaha
yang dilakukan untuk menghilangkan aktivitas tidak bernilai tambah. Mungkin penawaran kita
terlalu tinggi karena perushaan-perusahaan lain telah menemukan cara untuk menekan biaya
overhead dan meningkatkan akurasi perhitungan biaya produk mereka.

Chuck : Saya meragukannya. Untuk satu hal, saya tidak melihat bagaimana kita dapat
meningkatkan akurasi perhitungan biaya produk. Sebagian besar biaya kita adalah biaya tidak
langsung. Kemudian, setiap orang menggunakan beberapa ukuran dari aktivitas produksi untuk
membebankan biaya overhead. Saya membayangkan bahwa apa yang mereka sebut dengan
“pemicu aktivitas” hanya merupakan kata kunci untuk ukuran-ukuran dari volume produksi. Gaya
dalam perhitungan biaya datang dan pergi. Saya tidak merasa khawatir mengenai hal itu. Saya
bertaruh bahwa permasalahan kita terkait penjualan yang turun hanya merupakan permasalahan
yang bersifat sementara. Anda tentu ingat bahwa kita mengalami hal yang sama sekitar 12 tahun
yang lalu – dua tahun sebelum akhirnya membaik.

35
Diminta :

1. Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan Chuck Davis dan saran yang dia berikan ke
Leonard Bryner? Jelaskan.

2. Apakah ada yang salah atau tidak beretika dalam perilaku yang diperlihatkan oleh Chuck Davis?
Jelaskan alasan Anda.

Jawab :

1. Tidak setuju. Chuck mengungkapkan pendapat yang kurang informasi. Dia belum
menghabiskan upaya untuk mencari tahu persis apa yang manajemen dan biaya berbasis
aktivitas coba lakukan. Oleh karena itu, dia tidak memiliki kemampuan nyata menawarkan
kritik konstruktif atas kemungkinan manfaat dari kedua pendekatan ini.

2. Tidak ada yang salah dalam perilaku yang diperlihatkan oleh Chuck karena Chuck
mengekspresikan pendapat. Menawarkan pendapat yang kurang informasi memiliki
konsekuensi kecil di banyak pengaturan. Maslah serius muncul ketika seseorang ahli
diandalkan oleh orang lain untuk membuat keputusan atau mengambil tindakan yang bisa
salah atau berbahaya untuk diri mereka sendiri atau organisasi mereka. Ini sangat baik untuk
pengaturan Chuck dan perilakunya mungkin dianggap tidak etis.

36
DAFTAR PUSTAKA
Mowen, Maryanne M, Hansen dan Heitger. 2017. Dasar-Dasar Akuntansi Manajerial. Edisi

Kelima. Jakarta : Salemba Empat

37