Anda di halaman 1dari 2

1.

Kemampuan Kognitif

Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti

mengetahui. Dalam arti luas, cognition (kognisi) ialah perolehan, penataan, dan

penggunaan pengetahuan (Neisner dalam Syah, 1999). Dalam perkembangan

selanjutnya, Syah (1999) mengungkapkan bahwa istilah kognitif menjadi populer

sebagai salah satu domain atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku

mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi,

pemecahan masalah, dan keyakinan.

Bruner dalam Dahar (1988) mengungkapkan bahwa belajar melibatkan tiga proses

kognitif, yaitu: (1) memperoleh informasi baru, informasi baru dapat merupakan

penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang, atau informasi itu dapat

bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang

dimiliki seseorang; (2) transformasi pengetahuan, seseorang memperlakukan

pengetahuan agar cocok atau sesuai dengan tugas baru. Jadi, transformasi menyangkut

cara kita memperlakukan pengetahuan, apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan

mengubah menjadi bentuk lain; (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan,

dengan menilai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan itu cocok dengan tugas

yang ada, dengan kata lain sampai manakah pengetahuan yang kita peroleh itu dapat

dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain.

Dalam taksonomi Bloom yang sudah direvisi, proses kognitif merupakan salah

satu dimensi pembelajaran yang terdiri dari enam kategori. Menurut Anderson dan

Krathwohl (2001), enam kategori yang dimaksud jika disusun secara hierarki disajikan

dalam Tabel 2.1.


Tabel 2.1 Dimensi Proses Kognitif (Anderson dan Krathwohl)