Anda di halaman 1dari 17

MATA KULIAH : AKUNTANSI II

TUGAS PERTEMUAN : 1 (Satu)


DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. Data berikut ini diperoleh untuk mencocokkan rekening bank milik PT. Alvent:

Saldo per bank Rp.13.450.000


Saldo per catatan perusahaan Rp.11.655.000
Beban administrasi bank Rp.45.000
Setoran yang belum dicatat oleh bank Rp.3.000.000
Cek kosong Rp.1.800.000
Cek yang belum diuangkan Rp.6.640.000

a) Berapakah saldo yang disesuaikan dalam rekonsiliasi bank?


b) Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk PT. Alvent berdasarkan rekonsiliasi bank.

2. Buatlah ayat jurnal untuk masing-masing kasus berikut ini.

a) Mengeluarkan cek untuk membentuk dana kas kecil sebesar Rp.1.150.000


b) Jumlah kas dalam dana kecil adalah sebesar Rp.250.000. Mengeluarkan cek untuk
mengisi kembali dana berdasarkan rangkuman penerimaan kas kecil berikut: beban
perbaikan Rp.725.000 dan beban penjualan lain-lain Rp.150.000. Catat dana yang
hilang dalam akun Kas Kurang atau Kas Lebih.

3. Data keuangan perusahaan PT. ALvent adalah sebagai berikut:


Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2015

Kas pada Desember 31, 2015 Rp.69.350.000


Arus kas dari kegiatan operasi Rp.114.000.000

Hitung rasio kas terhadap beban kas bulanan


JAWABAN
1. Saldo dan Jurnal Rekonsiliasi Bank untuk PT.Alvent
a) Saldo Kas (Bank) Rp.13.450.000
Setoran yang belum dicatat Bank Rp.3.000.000
Rp.16.450.000
Cek yang belum diuangkan (Rp.6.640.000)
Saldo yang disesuaikan Rp.9.810.000

Saldo Kas (PT.Alvent) Rp.11.655.000


Cek Kosong Rp.1.800.000
Beban Administrasi Bank Rp.45.000
Rp.1.845.000
Saldo yang disesuaikan Rp.9.810.000

b) Piutang Usaha 1.800.000


Beban Lain-lain 45.000
Kas 1.845.000

2. Jurnal Dana Kas Kecil PT.Alvent


Kas kecil Rp.1.150.000
Jumlah kas dalam Dana Kas Kecil Rp.250.000
Beban Perbaikan Rp.725.000
Beban Penjualan Lain-lain Rp.150.000
(Rp.1.125.000)
Kas Kurang Rp.25.000

a) Kas Kecil 1.150.000


Kas 1.150.000

b) Beban Perbaikan 725.000


Beban Penjualan Lain-lain 150.000
Kas Kurang 25.000
Kas 900.000

3. Rasio Kas terhadap Beban kas bulanan

Beban kas bulanan = Rp.114.000.000 = Rp.9.500.000


12
Rasio kas Beban bulanan = Rp.69.350.000 = 7,3 bulan
Rp.9.500.000
MATA KULIAH : AKUNTANSI II
TUGAS PERTEMUAN : 2 (Dua)
DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi berikut dengan menggunakan metode
penghapusan langsung untuk piutang tak tertagih:
Feb 15 Menerima pembayaran piutang sebesar Rp.750.000 dari Chelsea Olivia dan
menghapus sisa piutang sebesar Rp.2.450.000 yang dianggap tak tertagih.
Mei 22 Mencatat kembali piutang Chelsea Olivia yang telah dihapuskan dan menerima
kas untuk pembayaran sisa piutang sebesar Rp.2.450.000.

2. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi berikut yang dilakukan oleh PT. Kevin Sanjaya,
sebuah perusahaan restoran yang menggunakan metode penhapusan langsung untuk piutang
tak tertagih:
Jan 29 Menjual barang secara kredit kepada Markus Gideon sebesar Rp.85.000.000
dengan beban pokok penjualan sebesar Rp.50.000.000
Juni 2 Menerima pembayaran piutang sebesar Rp.48.000.000 dari Markus Gideon dan
menghapus sisa piutang dari penjualan tanggal 29 Januari yang dianggap tak
tertagih
Nov 28 Mencatat kembali piutang Markus Gideon yang telah dihapuskan tanggal 2 juni
dan menerima kas untuk sisa pembayaran piutang sebesar Rp. 37.000.000.

3. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi berikut dengan menggunakan metode
penyisihan untuk piutang tak tertagih:
Okt 7 Menerima pembayaran piutang sebesar Rp.900.000 dari Andre Taulany dan
menghapus sisa piutang sebesar Rp3.500.000 yang dianggap tak tertagih
Des 23 Mencatat kembali piutang Andre Taulany yang telah dihapuskan dan menerima
kas untuk pembayaran sisa piutang sebesar Rp.3.500.000.

4. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi berikut yang dilakukan oleh CV. Ricis Medical,
sebuah perusahaan perlengkapan kesehatan yang menggunakan metode penyisihan untuk
pouting tak tertagih:
Mar 17 Menjual barang secara kredit kepada Irfan Gunawan sebesar Rp.37.500.000
dengan beban pokok penjualan sebesar Rp. 23.000.000
Ags 31 Menerima pembayaran piutang sebesar Rp.22.000.000 dari Irfan Gunawan dan
menghapus sisa piutang dari penjualan tanggal 17 Maret yang dianggap tak
tertagih
Des 22 Mencatat kembali piutang CV. Ricis Medical yang telah dihapuskan tanggal 31
Agustus dan menerima kas untuk sisa pembayaran piutang sebesar Rp.15.500.000.
1. Jurnal transaksi (Metode penghapusan langsung)
15 Feb Kas 750.000
Beban Piutang Tak Tertagih 2.450.000
Piutang Usaha (Chelsea Olivia) 3.200.000
22 Mei Piutang Usaha (Chelsea Olivia) 2.450.000
Beban Piutang Tak Tertagih 2.450.000
22 Mei Kas 2.450.000
Piutang Usaha (Chelsea Olivia) 2.450.000

2. Jurnal PT.Kevin Sanjaya (Metode penghapusan langsung)


29 Jan Piutang Usaha (Markus Gideon) 85.000.000
Penjualan 85.000.000
29 Jan Beban Pokok Penjualan 50.000.000
Persediaan 50.000.000
02 Jun Kas 48.000.000
Beban Piutang Tak Tertagih 37.000.000
Piutang Usaha (Markus Gideon) 85.000.000
28 Nov Piutang Usaha (Markus Gideon) 37.000.000
Beban Piutang Tak Tertagih 37.000.000
28 Nov Kas 37.000.000
Piutang Usaha (Markus Gideon) 37.000.000

3. Jurnal transaksi (Metode penyisihan)


07 Okt Kas 900.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih 3.500.000
Piutang Usaha (Andre Taulany) 4.400.000
23 Des Piutang Usaha (Andre Taulany) 3.500.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih 3.500.000
23 Des Kas 3.500.000
Piutang Usaha (Andre Taulany) 3.500.000

4. Jurnal PT.Ricis Medical (Metode penyisihan)


17 Mar Piutang Usaha (Irfan Gunawan) 37.500.000
Penjualan 37.500.000
17 Mar Beban Pokok Penjualan 23.000.000
Persediaan 23.000.000
31 Ags Kas 22.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih 15.500.000
Piutang Usaha (Irfan Gunawan) 37.500.000
22 Des Piutang Usaha (Irfan Gunawan) 15.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih 15.000.000
22 Des Kas 15.000.000
Piutang Usaha (Irfan Gunawan) 15.000.000
MATA KULIAH : AKUNTANSI II
TUGAS PERTEMUAN : 3 (Tiga)
DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. Pada akhir tahun berjalan, piutang usaha PT. Ahmad Dani memiliki saldo sebesar
Rp.685.000.000, penyisihan piutang tak tertagih memiliki saldo kredit sebesar Rp.9.000.000,
dan penjualan bersih untuk tahun tersebut berjumlah Rp7.400.000.000. Beban piutang tak
tertagih diestimasi sebesar 0,75% dari penjualan bersih. (a) Hitunglah Beban piutang tak
tertagih dengan menggunakan metode persentase penjualan dan buatlah beserta jurnalnya
penyesuaiannya, (b) Hitunglah saldo yang disesuaikan untuk penyisihan piutang tak tertagih,
(c) Hitunglah nilai realisasi bersih dari piutang usaha.

2. Pada akhir tahun berjalan, piutang usaha CV. Christiano Ronaldo memiliki saldo sebesar
Rp.3.460.000.000, penyisihan piutang tak tertagih memiliki saldo kredit sebesar
Rp12.500.000, dan penjualan bersih untuk tahun tersebut berjumlah Rp46.300.000.000.
Beban piutang tak tertagih diestimasi sebesar 0,5% dari penjualan bersih. (a) Hitunglah
Beban piutang tak tertagih dengan menggunakan metode persentase penjualan dan buatlah
beserta jurnalnya penyesuaiannya, (b) Hitunglah saldo yang disesuaikan untuk penyisihan
piutang tak tertagih, (c) Hitunglah nilai realisasi bersih dari piutang usaha.

3. Pada akhir tahun berjalan, piutang usaha PT. Sultan Hassanudin memiliki saldo sebesar
Rp.450.500.000, penyisihan piutang tak tertagih memiliki saldo kredit sebesar
Rp.17.500.000, dan penjualan bersih untuk tahun tersebut berjumlah Rp9.900.000.000.
Saldo penyisihan piutang tak tertagih diestimasi sebesar Rp.50.000.000. (a) Hitunglah Beban
piutang tak tertagih dengan menggunakan metode analisis piutang dan buatlah beserta
jurnalnya penyesuaiannya, (b) Hitunglah saldo yang disesuaikan untuk penyisihan piutang
tak tertagih, (c) Hitunglah nilai realisasi bersih dari piutang usaha.

4. Pada akhir tahun berjalan, piutang usaha CV. Taufik Hidayat memiliki saldo sebesar
Rp.4.000.000.000, penyisihan piutang tak tertagih memiliki saldo kredit sebesar
Rp.18.250.000, dan penjualan bersih untuk tahun tersebut berjumlah Rp21.350.000.000.
Saldo penyisihan piutang tak tertagih diestimasi sebesar Rp.245.000.000. (a) Hitunglah
Beban piutang tak tertagih dengan menggunakan metode analisis piutang dan buatlah
beserta jurnalnya penyesuaiannya, (b) Hitunglah saldo yang disesuaikan untuk penyisihan
piutang tak tertagih, (c) Hitunglah nilai realisasi bersih dari piutang usaha.
JAWABAN
1. Estimasi Piutang Tak Tertagih PT.Ahmad Dani (Metode Persentase Penjualan)
a) Beban Piutang Tak Tertagih
Penjualan Bersih Rp.7.400.000.000
Estimasi Beban Piutang Tak Tertagih 0,75%
Rp.55.500.000
b) Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih)
Beban Piutang Tak Tertagih Rp.55.500.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.9.000.000
Rp.64.500.000
c) Nilai realisasi bersih Piutang Usaha
Piutang Usaha Rp.685.000.000
Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih) (Rp.64.500.000)
Rp.620.500.000

2. Estimasi Piutang Tak Tertagih CV. Christiano Ronaldo (Metode Persentase Penjualan)
a) Beban Piutang Tak Tertagih
Penjualan Bersih Rp.46.300.000.000
Estimasi Beban Piutang Tak Tertagih 0,5%
Rp.231.500.000
b) Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih)
Beban Piutang Tak Tertagih Rp.231.500.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.12.500.000
Rp.244.000.000
c) Nilai realisasi bersih Piutang Usaha
Piutang Usaha Rp.3.460.000.000
Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih) (Rp.244.000.000)
Rp.3.216.000.000

3. Estimasi Piutang Tak Tertagih PT. Sultan Hassanudin (Metode Analisis Piutang)
a) Beban Piutang Tak Tertagih
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.50.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.17.500.000)
Rp.32.500.000
b) Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih)
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.50.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.17.500.000)
Rp.32.500.000
c) Nilai realisasi bersih Piutang Usaha
Piutang Usaha Rp.450.500.000
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.50.000.000)
Rp.400.500.000
4. Estimasi Piutang Tak Tertagih CV. Taufik Hidayat (Metode Analisis Piutang)
a) Beban Piutang Tak Tertagih
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.245.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.18.250.000)
Rp.226.750.000
b) Saldo disesuaikan (Penyisihan Piutang Tak Tertagih)
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp.245.000.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.18.250.000)
Rp.226.750.000
c) Nilai realisasi bersih Piutang Usaha
Piutang Usaha Rp.4.000.000.000
Estimasi Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Rp.245.000.000)
Rp.3.755.500.000
MATA KULIAH : AKUNTANSI II
TUGAS PERTEMUAN : 4 (Empat)
DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. PT. Yuki Kato menerima wesel tagih pada 10 Agustus 2015 sebesar Rp.210.000.000 dengan
waktu 30 hari dan bunga 5% per tahun dari seorang pelanggan yang membeli secara kredit.
a) Hitunglah tanggal jatuh tempo wesel tagih
b) Hitunglah nilai jatuh tempo wesel tagih
c) Buatlah ayar jurnal untuk mencatat penerimaan atas pembayaran saat wesel tagih jatuh
tempo

2. PT. Dilan Milea menerima wesel tagih pada 17 April 2016 sebesar Rp.450.000.000 dengan
waktu 120 hari dan bunga 8% per tahun dari seorang pelanggan yang membeli secara kredit.
a) Hitunglah tanggal jatuh tempo wesel tagih
b) Hitunglah nilai jatuh tempo wesel tagih
c) Buatlah ayar jurnal untuk mencatat penerimaan atas pembayaran saat wesel tagih jatuh
tempo

3. Data laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember untuk PT Bakso
Jaya adalah sebagai berikut:
2015 2014
Penjualan Bersih Rp.2.912.000.000 Rp.2.958.000.000
Piutang Usaha: Awal tahun Rp.300.000.000 Rp.280.000.000
Akhir tahun Rp.340.000.000 Rp.300.000.000
a) Tentukan perputaran piutang usaha pada tahun 2015 dan 2014
b) Tentukan jumlah hari penjualan pada piutang untuk tahun 2014 dan 2015
c) Apakah perubahan perputaran piutang usaha dan jumlah hari penjualan pada piutang dari
2014 ke 2015 mengindikasikan tren yang menguntungkan atau tidak?

4. Data laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember untuk PT
Markisa Enak adalah sebagai berikut:
2017 2016
Penjualan Bersih Rp.7.906.000.000 Rp.6.726.000.000
Piutang Usaha: Awal tahun Rp.600.000.000 Rp.540.000.000
Akhir tahun Rp.580.000.000 Rp.600.000.000
a) Tentukan perputaran piutang usaha pada tahun 2017 dan 2016
b) Tentukan jumlah hari penjualan pada piutang untuk tahun 2016 dan 2017
c) Apakah perubahan perputaran piutang usaha dan jumlah hari penjualan pada piutang dari
2016 ke 2017 mengindikasikan tren yang menguntungkan atau tidak?
JAWABAN
1. Wesel tagih PT.Yuki Kato
a) Tanggal jatuh tempo:
Agustus 21 hari (31 – 10)
September 9 hari = 9 September 2015
Total 30 hari

b) Nilai jatuh tempo:


Wesel Tagih + Pendapatan Bunga
Wesel Tagih + (Wesel Tagih x Bunga per tahun x Waktu jatuh tempo)
360
Rp.210.000.000 + (Rp.210.000.000 x 5% x 30 )
360
Rp.210.000.000 + 875.000 = Rp.210.875.000

c) Jurnal penerimaan wesel tagih jatuh tempo


Kas 210.875.000
Wesel Tagih 210.000.000
Pendapatan Bunga 875.000

2. Wesel tagih PT.Dilan Milea


a) Tanggal jatuh tempo:
April 13 hari (30 – 17)
Mei 31 hari
Juni 30 hari
Juli 31 hari
Agustus 15 hari = 15 Agustus 2016
Total 120 hari

b) Nilai jatuh tempo:


Wesel Tagih + Pendapatan Bunga
Wesel Tagih + (Wesel Tagih x Bunga per tahun x Waktu jatuh tempo)
360
Rp.450.000.000 + (Rp.450.000.000 x 8% x 120 )
360
Rp.450.000.000 + 12.000.000 = Rp.462.000.000

c) Jurnal penerimaan wesel tagih jatuh tempo


Kas 462.000.000
Wesel Tagih 450.000.000
Pendapatan Bunga 12.000.000
3. Perputaran Piutang dan Jumlah Hari Piutang PT.Bakso Jaya
a) Perputaran Piutang (2014)
Piutang Rata-rata = Rp.280.000.000 + Rp.300.000.000 = Rp.290.000.000
2
Perputaran Piutang = Rp.2.958.000.000 = 10,2 kali
Rp.290.000.000

Perputaran Piutang (2015)


Piutang Rata-rata = Rp.300.000.000 + Rp.340.000.000 = Rp.320.000.000
2
Perputaran Piutang = Rp.2.912.000.000 = 9,1 kali
Rp.320.000.000

b) Jumlah Hari Penjualan pada Piutang (2014)


Penjualan Harian Rata-rata = Rp.2.958.000.000 = Rp.8.104.109
365
Jumlah Hari Piutang = Rp.290.000.000 = 35,8 hari
Rp.8.104.109

Jumlah Hari Penjualan pada Piutang (2015)


Penjualan Harian Rata-rata = Rp.2.912.000.000 = Rp.7.978.082
365
Jumlah Hari Piutang = Rp.320.000.000 = 40,1 hari
Rp.7.978.082

c) Penurunan pada perputaran piutang usaha PT.Bakso Jaya dari 10,2 kali ke 9,1 kali dan
peningkatan jumlah hari penjualan pada piutang usaha dari 35,8 hari ke 40,1 hari
menunjukkan tren negatif dan merugikan dalam efisiensi terhadap pengumpulan piutang.

4. Perputaran Piutang dan Jumlah Hari Piutang PT.Markisa Enak


a) Perputaran Piutang (2016)
Piutang Rata-rata = Rp.540.000.000 + Rp.600.000.000 = Rp.570.000.000
2
Perputaran Piutang = Rp.6.726.000.000 = 11,8 kali
Rp.570.000.000

Perputaran Piutang (2017)


Piutang Rata-rata = Rp.600.000.000 + Rp.580.000.000 = Rp.590.000.000
2
Perputaran Piutang = Rp.7.906.000.000 = 13,4 kali
Rp.590.000.000
b) Jumlah Hari Penjualan pada Piutang (2016)
Penjualan Harian Rata-rata = Rp.6.726.000.000 = Rp.18.427.397
365
Jumlah Hari Piutang = Rp.570.000.000 = 30,9 hari
Rp.18.427.397

Jumlah Hari Penjualan pada Piutang (2017)


Penjualan Harian Rata-rata = Rp.7.906.000.000 = Rp.21.660.273
365
Jumlah Hari Piutang = Rp.590.000.000 = 27,2 hari
Rp.21.660.273

c) Peningkatan pada perputaran piutang usaha PT.Markisa Enak dari 11,8 kali ke 13,4 kali
dan penurunan jumlah hari penjualan pada piutang usaha dari 30,9 hari ke 27,2 hari
menunjukkan tren positif dan menguntungkan dalam efisiensi terhadap pengumpulan
piutang.
MATA KULIAH : AKUNTANSI II
TUGAS PERTEMUAN : 5 (Lima)
DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. Tiga unit identik dari Barang Alpha dibeli selama bulan Februari seperti ditunjukkan
berikut:

Barang Alpha Unit Biaya


9 Februari Pembelian 1 Rp.40.000
17 Februari Pembelian 1 Rp.42.000
26 Februari Pembelian 1 Rp.44.000
Diasumsikan satu unit terjual pada tanggal 28 Februari senilai Rp.75.000.
Hitunglah laba kotor untuk bulan Februari dan persediaan akhir per 28 Februari
menggunakan:
a) Metode FIFO
b) Metode LIFO
c) Metode biaya rata-rata tertimbang.

2. Tiga unit identik dari Barang S77 dibeli selama bulan Februari seperti ditunjukkan berikut:

Barang Alpha Unit Biaya


2 Juni Pembelian 1 Rp.50.000
17 Juni Pembelian 1 Rp.60.000
26 Juni Pembelian 1 Rp.70.000
Diasumsikan satu unit terjual pada tanggal 27 Juni senilai Rp.110.000.
Hitunglah laba kotor untuk bulan Februari dan persediaan akhir per 30 Juni menggunakan:
a) Metode FIFO
b) Metode LIFO
c) Metode biaya rata-rata tertimbang.
JAWABAN
1. Metode Aliran Biaya Barang Alpha
a) FIFO
Penjualan Rp.75.000
Biaya Persediaan (HPP) 9 Feb (Rp.40.000)
Laba Kotor Rp.35.000

Biaya Persediaan (HPP) 17 Feb Rp.42.000


Biaya Persediaan (HPP) 26 Feb Rp.44.000
Persediaan Akhir Rp.86.000

b) LIFO
Pejualan Rp.75.000
Biaya Persediaan (HPP) 26 Feb (Rp.44.000)
Laba Kotor Rp.31.000

Biaya Persediaan (HPP) 9 Feb Rp.40.000


Biaya Persediaan (HPP) 17 Feb Rp.42.000
Persediaan Akhir Rp.82.000

c) Biaya Rata-rata Tertimbang


Penjualan Rp.75.000
Biaya Persediaan Rata-rata (Rp.40.000 + 42.000 + 44.000)/3 (Rp.42.000)
Laba Kotor Rp.33.000

Total Biaya Persediaan Rp.126.000


Biaya Persediaan Rata-rata (Rp.42.000)
Persediaan Akhir Rp.84.000

2. Metode Aliran Biaya Barang S77


a) FIFO
Penjualan Rp.110.000
Biaya Persediaan (HPP) 2 Jun (Rp.50.000)
Laba Kotor Rp.60.000

Biaya Persediaan (HPP) 17 Jun Rp.60.000


Biaya Persediaan (HPP) 26 Jun Rp.70.000
Persediaan Akhir Rp.130.000
b) LIFO
Pejualan Rp.110.000
Biaya Persediaan (HPP) 26 Jun (Rp.70.000)
Laba Kotor Rp.40.000

Biaya Persediaan (HPP) 2 Jun Rp.50.000


Biaya Persediaan (HPP) 17 Jun Rp.60.000
Persediaan Akhir Rp.110.000

c) Biaya Rata-rata Tertimbang


Penjualan Rp.110.000
Biaya Persediaan Rata-rata (Rp.50.000 + 60.000 + 70.000)/3 (Rp.60.000)
Laba Kotor Rp.50.000

Total Biaya Persediaan Rp.180.000


Biaya Persediaan Rata-rata (Rp.60.000)
Persediaan Akhir Rp.120.000
MATA KULIAH : AKUNTANSI II
TUGAS PERTEMUAN : 6 (Enam)
DOSEN PENGAMPU : Rendy Aziz Syahputra, SE.,M.Ak

1. Persediaan awal, pembelian, dan penjualan barang SJ69 adalah sebagai berikut:

1 Mei Persediaan 45 Unit biaya per unit Rp.120.000


9 Mei Penjualan 30 Unit
13 Mei Pembelian 60 Unit biaya per unit Rp.130.000
28 Mei Penjualan 18 Unit
Diasumsikan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual. Hitunglah
Beban pokok penjualan dan Persediaan per 31 Mei dengan menggunakan metode:
a) FIFO
b) LIFO
c) Biaya Rata-rata Tertimbang

2. Unit dari suatu barang tersedia untuk dijual oleh PT. Alvent selama tahun berjalan adalah
sebagai berikut:

1 Jan Persediaan 24 Unit biaya per unit Rp.135.000 Rp.3.240.000


7 Mei Pembelian 36 Unit biaya per unit Rp.150.000 Rp.5.400.000
23 Nov Pembelian 30 Unit biaya per unit Rp.162.000 Rp.4.860.000
Tersedia untuk dijual 90 Unit Rp.13.500.000
Terdapat 23 unit barang dalam persediaan fisik per 31 Desember. Asumsikan PT.
Alvent menggunakan sistem persediaan periodik. Hitunglah Persediaan akhir dan Beban
pokok penjualan dengan menggunakan metode:
a) FIFO
b) LIFO
c) Biaya Rata-rata Tertimbang
JAWABAN
1. Metode Aliran Biaya Barang Alpha
a) FIFO
Beban Pokok Penjualan : 15 unit Rp.120.000 per unit Rp.2.160.000
3 unit Rp.130.000 per unit Rp.390.000
18 unit Rp.2.550.000

Persediaan 31 Mei : 57 unit Rp.130.000 per unit Rp.7.410.000

b) LIFO
Beban Pokok Penjualan : 18 unit Rp.130.000 per unit Rp.2.340.000

Persediaan 31 Mei : 15 unit Rp.120.000 per unit Rp.2.160.000


42 unit Rp.130.000 per unit Rp.5.460.000
57 unit Rp.7.620.000

c) Biaya Rata-rata Tertimbang


15 unit Rp.120.000 per unit Rp.2.160.000
60 unit Rp.130.000 per unit Rp.7.800.000
75 unit Rp.9.960.000
Biaya Rata-rata Rp.9.960.000/75 unit = Rp.132.800

Beban Pokok Penjualan : 18 unit Rp.132.800 per unit Rp.2.390.400

Persediaan 31 Mei : 57 unit Rp.132.800 per unit Rp.7.569.600

2. Metode Aliran Biaya Barang S77


a) FIFO
Persediaan Akhir : 23 unit Rp.162.000 per unit Rp.3.726.000

Biaya barang tersedia dijual Rp.13.500.000


Persediaan Akhir Rp.3.726.000
Beban Pokok Penjualan Rp.9.774.000

b) LIFO

Persediaan Akhir : 23 unit Rp.135.000 per unit Rp.3.105.000

Biaya barang tersedia dijual Rp.13.500.000


Persediaan Akhir Rp.3.105.000
Beban Pokok Penjualan Rp.10.395.000
c) Biaya Rata-rata Tertimbang
Biaya Rata-rata Rp.13.500.000/90 unit = Rp.150.000
Persediaan Akhir : 23 unit Rp.150.000 per unit Rp.3.450.000

Biaya barang tersedia dijual Rp.13.500.000


Persediaan Akhir Rp.3.450.000
Beban Pokok Penjualan Rp.10.050.000

Beri Nilai