Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

Sistem Saraf Vertebrata


Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Struktur Hewan

Dosen Pembimbing: Fitri


Aryanti, M.Pd.,M.T.
Disusun oleh:
1. Dilla Fitri Hermawan
(185040014)
2. Selly Monica Millenia (185040036)
3. Adinda Sukma Putri (185040042)
4. Anggia Wulandari (185040052)
5. Siti Unayah (185040057)

KELOMPOK 9
KELAS BIOLOGI A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


UNIVERSITAS PASUNDAN
Bandung
2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohiim..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami telah selesai menyusun makalah yang
berjudul “Sistem Saraf Vertebrata” dan makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Struktur Hewan. Walaupun penyajiannya sangat sederhana tapi
kami yakin bahwa makalah ini kami susun dengan sistematis dan sebaik mungkin
berdasarkan pada hasil yang sebenarnya.
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang
sangat berperan penting, terutama pada dosen mata kuliah Ibu Fitri
Aryanti,M.Pd.,M.T. yang telah memberikan bimbingan serta arahan kepada kami.
Tak lupa kami juga menyusun makalah ini membutuhkan narasumber yang
kompeten melalui orang tua, media elektronik maupun media internet. Dengan
tujuan menambah wawasan untuk penyusun sendiri.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Kami juga meminta
maaf apabila banyak kesalahan dalam penyusunan makalah ini dan kami berharap
kritik dan saran untuk Evaluasinya.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Bandung, 3 Februari 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................
Daftar Isi....................................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang............................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................
C. Tujuan.........................................................................................
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Saraf pada Vertebrata...................................
B. Sistem Saraf pada Pisces
1. Mekanisme.....................................................................
2. Bagian-bagian Sistem saraf pada Pisces.......................
C. Sistem Saraf pada Amphibia
1. Mekanisme Pengantar impuls dan Mekanisme Gerak
Refleks............................................................................
2. Bagian-bagian Sistem saraf pada Amphibia.................
D. Sistem Saraf pada Reptilia
- Mekanisme dan Bagian-bagian Sistem saraf pada
Reptilia.............................................................................
E. Sistem Saraf pada Aves
1. Mekanisme......................................................................
2. Bagian-bagian Sistem saraf pada Aves.........................
F. Sistem Saraf pada Mamalia
1. Mekanisme......................................................................
2. Bagian-bagian Sistem saraf pada Mamalia...................
G. Perbandingan Sistem Saraf pada Vertebrata..............................
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................
B. Saran...........................................................................................
Daftar Pustaka...........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap
terhadap rangsang eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan
makanan dalam bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Setiap individu,
baik pada hewan yang uniseluler maupun pada hewan yang multiseluler,
merupakan suatu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti setiap bagian dari
tubuhnya merupakan subordinate dari individu sebagai keseluruhan, baik sebagai
bagian satu sel maupun seluruh sel.
Suatu organisme hidup baik yang uniseluler maupun yang multiseluler, dapat
berada sebagai individu terpisah maupun sebagai suatu agregat/kumpulan yang
bebas satu sama lain (koloni). Sebuah koloni hewan mungkin terdiri dari hewan
uniseluler atau hewan multiseluler, namun hewan multiseluler bukan sebuah
koloni hewan uniseluler. Walaupun demikian, ada juga sebuah koloni hewan
multiseluler yang karena aktivitas hidupnya bermanifestasikan suatu kesatuan,
maka koloni itu dianggap sebagai suatu organisme.
Sistem koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem
organ agar dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk
menerima rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk
menaggapi rangsangan tadi. Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima
melalui indera kita, akan diolah di otak. Kemudian otak akan meneruskan
rangsangan tersebut ke organ yang bersangkutan. Setiap aktivitas yang terjadi di
dalam tubuh, baik yang sederhana maupun yang kompleks merupakan hasil
koordinasi yang rumit dan sistematis dari beberapa sistem dalamtubuh.
Sistem koordinasi pada hewan meliputi sistem saraf beserta indera dan sistem
endokrin (hormon). Sistem saraf merupakan sistem yang khas bagi hewan, karena
sistem saraf ini tidak dimiliki oleh tumbuhan. Sistem saraf yang dimiliki oleh
hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan semakin komplek sistem
sarafnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari sistem saraf pada vertebrata?
2. Bagaimana sistem saraf pada pisces?
3. Bagaimana sistem saraf pada amphibia?
4. Bagaimana sistem saraf pada reptilia?
5. Bagaimana sistem saraf pada aves?
6. Bagaimana sistem saraf pada mamalia?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian sistem saraf pada vertebrata
2. Untuk mengetahui sistem saraf pisces
3. Untuk mengetahui sistem saraf amphibia
4. Untuk mengetahui sistem saraf reptilia
5. Untuk mengetahui sistem saraf aves
6. Untuk mengetahui sistem saraf mamalia

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Saraf pada Vertebrata
Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling penting karena
terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung . Pada dasarnya sistem
saraf vertebrata mirip dengan manusia, karena sama-sama mempunyai sistem
saraf pusat. Vertebrata menanggapi rangsangan lingkungan melalui organ-organ
indera, lalu disampaikan ke otak atau sumsum tulang belakang setelah itu baru ke
otot atau kelenjar. Sistem saraf pada hewan terdiri atas serabut syaraf yang
tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi
indrawi, aktivitas motorik volunter dan involunteer organ atau jaringan tubuh, dan
homeotasis berbagai proses fisiologi tubuh.
Perbedaanya terletak pada tingkat kesempurnaanya (tingkat
perkembangannya). Hewan-hewan bertulang belakang memiliki otak yang dapat
dibedakan atas 3 bagian:
(1) Otak depan
- Tumbuh menjadi otak besar dan lobus olfaktorius.
- Otak besar untuk belajar dan gerakan yang disadari.
- Lobus olfaktorius berfungsi sebagai lobus pembau.
(2) Otak tengah, berfungsi sebagai lobus penglihatan.
(3) Otak belakang
 Atap otak belakang menebal membentuk otak kecil (cerebellum) yang
berfungsi untuk keseimbangan dan koordinasi gerakan.
 Dasar otak belakang membentuk sumsum penghubung (medula
oblongata) sebagai pusat pengatur denyut jantung, pembuluh darah dan
gerakan pernapasan.
Pada sistem saraf vertebrata ini di bagi menjadi 5 kelas yaitu:
pisces,amphibia,reftilia, aves dan mamalia.

B. Sistem Saraf pada Pisces


Ikan memiliki variasi habitat dan perbedaan anatomi yang lebih besar dari
kelompok vertebrata lainya . hal inilah yang menyebabkan sering menimbulkan
informasi simpang siur mengenai ikan yang meliputi informasi tentang sistem
saraf dan endokrinya. (Lagler, 1977)
1. Mekanisme
Ikan menerima rangsang dari lingkungannya melalui organ perasa.
Rangsangan tersebut selanjutnya diteruskan dalam bentuk impuls ke otak.
Respon yang diberikan oleh otak dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku.
Sel-sel saraf mulai berkembang sejak permulaan stadia embrio dan berasal dari
lapisan germinal terluar (ectoderm).

2. Bagian-bagian Sistem Saraf pada Pisces


(1) Sistem saraf pusat (systema nervorum centrale), disusun oleh
otak (encephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
a) Otak
Otak memiliki fungsi utama yaitu:
 menerima input dan menginterpretasikan informasi dari semua
organ-organ sensor, baik intenal maupun eksternal
 menghasilkan output berupa perintah untuk koordinasi semua
bagian badan sebagai impuls saraf atau hormon integrasi antara
kedua aspek fungsi otak.
Pada embrio terbagi atas 3 bagian:
 Bagian depan (prosencephalon)
 Bagian tengah (mesencephalon)
 Bagian belakang (rhombencephalon)
Pada Dewasa:
 Prosencephalon berkembang menjadi telencephalon dan
diencephalon
a. Telencephalon: Termasuk otak depan yang berfungsi:
penerimaan, elaborasi, dan penghantar impuls bau. memiliki
vasomotor untuk fungsi sensorik. Pada bagian anterior
telencephalon terdapat sebuah bulbus pencium dan dibagian
caudalnya terdapat lobus penciuman dan dua bagian
internalnya berupa rongga ventrikel otak I dan II.
b. Diencephalon: bagian dari otak muka (prosencephalon)terletak
di sebelah belakang dari telencephalon bagian ventral.
Terdapat thalamus, hypothalamus, lobus inferior, dan saccus
vasculosus. Organ pineal adalah struktur yang berfungsi
sebagai photosensory, kemoreseptor terhadap tekanan dan
mediator dalam respon penciuman untuk exohormones.
 Mesencephalon: atau otak tengah ikan mempunyai ukuran relatif
besar. Mesensefalon terdiri dari tectum RSAL optik, pada dorsal
terdapat dua lobus optik, dan pada ventral terdapat tegmentum.
 Rhombencephalon berkembang menjadi metencephalon dan
myelencephalon.
a. Metencephalon: Pada metencephalon terdapat bagian menonjol
yang disebut Cerebellum, memiliki fungsi utama yaitu
mengatur kesetimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan
otot dan daya orientasi terhadap ruang. Pada ikan bertulang
sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar, yaitu valvula
membrane dan corpus membrane yang besarnya tergantung
spesiesnya.
b. Myelencephaion: bagian otak paling belakang (posterior),
dengan membran oblongata sebagai komponen utamanya.
Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan
keluar melalui saraf cranial. Myelencephalon merupakan pusat
dari saraf sensorik kecuali pada saraf kranial penciuman (I) dan
penglihatan ( II ) .
b) Sumsum tulang belakang: Anatomi sum-sum tulang belakang
pisces: Fissura dorsal kelihatan, ventral fissure tidak ada. Gray-
matter triangulair, apex menjadi satu titik ke arah dorsal. Mula-
mula gray-matter ada sepasang columna ventralis. Pada
Orthogoriscus, proporsinya radiculair, panjang 8 kaki, medulla
spinalis 31/2 inci, lebih pendek dari otak. Pada classis Osteichtyes
medulla spinalis terdapat di dalam arcus neuralis.
(2) Sistem saraf tepi (systema nervorum periphericum)
a) Saraf cranial: Dari otak, terdapat 11 saraf otak (nervi cerebralis) yang
menyebar ke organ-organ sensori tertentu dan otot-otot tertentu.
1) Nervus terminalis (NC 0)
2) Nervus olfactorius (NC I)
3) Nervus opticus (NC II)
4) Nervus oculomotoris (NC III)
5) Nervus trochlearis (NC IV)
6) Nervus trigeminalis (NC V)
7) Nervus abducens (NC VI)
8) Nervus facialis (NC VII)
9) Nervus acousticus (NC VIII)
10) Nervus glossopharyngeal (NC IX)
11) Nervus vagus (NC X)

b) Saraf spinal: suatu tabung, tetapi alur pusatnya (central canal)


berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. Serabut-serabut
syaraf ini dibungkus dan dikumpulkan dalam satu ikatan sesuai
dengan fungsinya.
Anatomi saraf spinalis pisces: Akar dorsal dan ventral bersatu,
tetapi persatuan di luar columna vertebralis. Pada beberapa spesies
tidak ada dan hanya berupa akar ventral yang ada. Mereka disebut
nervus spino-occipitale. Serabut-serabut membentuk nervus
hypobranchial yang terdiri serabut-serabut motoris saja.

C. Sistem Saraf pada Amphibia


Amphibia mempunyai gurat sisi yang merupakan suatu saluran dibawah kulit
yang mempunyai saluran keluar tubuhnya. Dipermukaan tubuhnya saluran-saluran
itu merupakan lubang-lubang membentuk barisan dalam satu garis. Pada saluran
gurat sisi terdapat rambut-rambut sensoris yang letaknya teratur disebut
neuromast. Neuromast ini mempunyai kepekaan terhadap tekanan dan arus air.
Selain itu juga untuk mengetahui obyek yang bergerak berupa mangsa atau yang
memangsanya.

Mata amphibia digerakkan oleh 6 otot, yaitu otot-otot superior, inferior,


rektus internal, rektus eksternal, oblikus interior, dan oblikus superior. Telinga
dengan organ pendengar dan keseimbangan yang berupa 3 saluran semisirkular,
yaitu vertikal anterior, vertikal posterior, dan horizontal. Membran timpani (dalam
telinga tengah, tetapi tidak ada telinga luar), membawa implus-implus ke
kolumella (tulang tipis dalam telinga tengah yang memancarkan implus-implus
melalui stapes ke koklea).

1. Mekanisme Penghantar Impuls dan Mekanisme Gerak


Refleks
a) Mekanisme Penghantaran Impuls
1) Penghantaran Impuls melalui Sel Saraf: Penghantaran impuls baik
yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf
(akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik
antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf
beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif
terdapat di bagian dalam sel saraf. Impuls akan dihantarkan sampai
ke ujung akson.
2) Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis: Titik temu antara terminal
akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis.
Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan
melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan
melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter
adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari
neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter kemudian
berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang
terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan
Neurontransmitter pada reseptor menimbulkan impuls pada sel
saraf berikutnya.
b) Mekanisme gerak refleks pada amfibi
Rangsangan → induksi nervous implus (badan sel saraf ke tulang
belakang) → Sinapsis → Neuron motorik.

2. Bagian-bagian Sistem Saraf pada Amphibia


a. Sistem Saraf Pusat

1) Otak (ensefalon)

a) Lobus olfaktorius: pada amphibi memiliki trunckus bulbus


olfaktorius. Lobus ini tidak terlalu berkembang.
b) Otak besar (Cerebrum): merupakan sumber dari semua
kegiatan atau gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak,
walaupun ada juga beberapa gerakan reflex otak. Cerebrum
pada amphibi terdiri atas sepasang hemispermiun serebri.
Otak besar berhubungan dengan indra pencium dan otak kecil
hanya merupakan lengkung mendatar yang menuju ke
sumsum lanjutan yang tidak berkembang dengan baik.
Otak terbagi atas lima bagian dan serebellum merupakan
bagian yang terkecil.
c) Otak tengah (Mesenchephalon): Otak tengah terletak di
depan otak kecil. Di depan otak tengah terdapat talamus dan
kelenjar hipofisis. Thalamus amphibi terletak di bagian dorsal
otak dan merupakan jembatan antara serebrum dan
mesenshefalon. Sedangkan kelenjar hipofisis terletak pada
bagian ventral otak yang berfungsi mengatur kerja kelenjar-
kelenjar endokrin.
d) Otak kecil (Serebelum): Serebelum mempunyai fungsi utama
dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Serebelum pada amphibi
mereduksi, karena aktifitas otot relative berkurang.
2) Sumsum lanjutan (Medulla oblongata): Sumsum
lanjutanberfungsi menghantar impuls yang datang dari medula
spinalis menuju ke otak. Sumsum lanjutan juga mempengaruhi
refleks fisiologi seperti detak jantung (pusat pengatur percepatan
dan penghambat denyut jantung), tekanan darah (pusat
pengaturan penyempitan dan pelebaran pembuluh darah).
b. Sistem Saraf Tepi
1. Sistem Saraf Sadar (Sistem Sensori Somatik)
Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial),
yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang
belakang (saraf spinal), yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum
tulang belakang.

Pada amphibi saraf Otak (Saraf Cranial) berjumlah 10 pasang


 3 pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
 5 pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
 4 pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor
5, 7, 9, dan 10
Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf
gabungan. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang
dibedakan atas :
 8 pasang saraf leher,
 12 pasang saraf punggung,
 5 pasang saraf pinggang,
 5 pasang saraf pinggul, dan satu pasang saraf ekor.
2. Saraf Tidak Sadar (Sistem Sensori Autonom)
Sistem saraf autonom disusun oleh serabut saraf yang
berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju
organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur
dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan
juga membentuk ganglion. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas
sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

D. Sistem Saraf pada Reptilia


Mekanisme dan Bagian-bagian Sistem Saraf pada Reftilia

a) Sistem Saraf Pusat :


1) Otak

Terdiri atas dua lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral,


2 lobus optikus, serebellum, medulla oblongata yang melanjut ke korda
saraf. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan syaraf
optikus, infundibulum, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf kranial.
Pasangan-pasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit tubuh.
Pada lidah terdapat kuncup-kuncup perasa, dan terdapat organ pembau
pada rongga hidung. Mata dengan kelenjar air mata. Telinganya seperti
telinga vertebrata rendah. Saluran auditori eksternal tertutup kulit, dengan
membran tympani. Telinga dalam dengan tiga saluran semi sirkular untuk
mendengar. Dari ruang tympani ada saluran eustachius dan bermuara
dalam faring di belakang hidung dalam.
a. Otak besar (serebrum): Otak besar merupakan sumber dari semua
kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak dan berfungsi
sebagai pusat saraf pembau.
b. Otak tengah (mesensefalon): Otak tengah terletak di depan otak
kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus
dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar
endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus
optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil
mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
c. Otak kecil (serebelum): Serebelum mempunyai fungsi utama
dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang
merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak
mungkin dilaksanakan.
d. Jembatan varol (pons varoli) : Jembatan varol berisi serabut saraf
yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga
menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
e. Sumsum sambung (medulla oblongata): Sumsum sambung
berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan,
refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan
kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar
pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak
refleks yang lain.

Reptil memiliki lobus olfaktorius yang panjang sehingga


reptil memiliki penciuman yang tajam.Lobus optikulus yang
berada ditengah menyebabkan lobus optikulus terdesak oleh otak
besar sehingga reptil kurang baik dalam penglihatan .

2) Sumsum Tulang Belakang


 Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada
bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut
tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls
sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang
belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari
sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju
efektor.
 Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung
(asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf
sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada
bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut
saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa
impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang
membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan
saluran desenden.

b) Sistem Saraf Tepi


1) Sistem Saraf Sadar: Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak
(saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf
sumsum tulang belakang
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:

1. Tiga pasang saraf sensorik

2. Lima pasang saraf motorik

3. Empat pasang saraf gabungan sensorik dan motorik

2) Sistem Saraf autonomy: Sistem saraf otonom disusun oleh serabut


saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang
belakang. terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur
membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk
ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut
urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion
disebut urat saraf post ganglion.
 sistem saraf simpatik (ganglion yang terletak di sepanjang
tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang
sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek)
 sistem saraf parasimpatik (urat pra ganglion yang panjang
karena ganglion menempel pada organ tertentu.

E. Sistem Saraf pada Aves


Sistem saraf terjadi berhubungan dengan alat indra yang digunakan pada aves
dimana alat indra pada aves memiliki ciri khas atau terdapat perbedaan tersendiri
meliputi :
1. Indera Penglihatan
Aves memiliki indera penglihatan yang sangat tajam. Penglihatan terhadap
warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak.
2. Indera Peraba
Kulit burung memiliki saraf sensorik seperti pada mamalia yang dapat
mendeteksi panas, dingin, tekanan, dan sakit. Saraf sensorik ini dapat
ditemukan pada bulu yang digunakan untuk terbang dan memiliki peranan
yang sangat penting dalam penerbangan.
3. Indera Pendengaran
Telinga aves dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian luar, tengah dan dalam.
Pada sebagian besar burung, bulu-bulu khusus menutupi bukaan telinga untuk
meminimalisir guncangan. Sedangkan ada koklea yang berfungsi
mentransmisikan getaran kepada saraf pendengaran.
4. Indera Pengecap
Tunas pengecap terletak pada bagian belakang pada lidah dan dinding
faring. Jumlah dari tunas pengecap aves lebih sedikit dibandingkan mamalia.
Aves dapat merasakan rasa manis, asin, asam dan pahit.
1. Mekanisme
Burung (aves) merupakan hewan aktif yang banyak melakukan pergerakan
serta memiliki keseimbangan yang bagus terutama saat terbang. Beberapa
burung memiliki ketajaman penglihatan yang bagus. Karena itu pusat
koordinasi gerak dan keseimbangan burung berkembang baik, hal ini dapat
terlihat dari adanya lekukan-lekukan pada otak kecil burung. Seluruh kegiatan
dan aktivitas tubuh diatur oleh saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang
belakang.
2. Bagian-bagian Sistem Saraf pada Aves

Sistem saraf pada aves terdapat 2 sistem yaitu :


1. Sitem Saraf Pusat
a. Otak
1) Cerebrum (Otak besar) : Pada otak besar tidak banyak
mempunyai neuron (Unit struktural dan fungsional dari sistem
saraf) dan bentuknya juga tidak berlipat-lipat.
2) Cerebellum (Otak kecil) : Di permukaan otak kecil terdapat
lipatan lipatan yang mampu menampung sel-sel saraf lebih
banyak. Sel saràf yang makin banyak pada otak kecil
menunjukkan pusat keseimbangan burung ketika terbang
berkembang dengan baik.
3) Mesencephalon (Otak tengah) : Otak tengah burung berbentuk 2
gelembung, berkembang dengan cukup pesat dan sebagai pusat
saraf penglihat berkembang baik dengan membentuk gelembung
sehingga indra penglihat burung berkembang dengan baik.
4) Medulla (Sumsum lanjutan) : Sumsum lanjutan berfungsi
sebagai penghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju otak. Sumsum lanjutan ini mengandung sel saraf
(neuron) yang membantu mengatur detak jantung, respirasi dan
tekanan darah.
b. Saraf tulang belakang
Aves memiliki ruas tulang belakang yang berwarna abu-abu yang
terletak disepanjang tubuhnya dan membentuk saraf tulang belakang
yang merupakan sistem koordinasi dan berfungsi sebagai pengantar
pesan dan informasi ke otak. Pada saat burung memutuskan untuk
bergerak, saraf tulang belakang mengirimkan pesan ke otak kemudian
ke otot yang berhubungan dengan pergerakan itu dan menghasilkan
gerakan.

2. Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa
impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara
kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu :
a) Sistem Saraf Sadar yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan
yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau
otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua
yaitu: sistem saraf kepala (cranial) dan sistem saraf tulang belakang
(spinal),
b) Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak
maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang
bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-
masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk
ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat
saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat
saraf post ganglion. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas :
1) Sistem Saraf Simpatik: Mempunyai ganglion yang terletak di
sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang
belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek.
Contohnya memperlambat denyut jantung, memperkeil pupil, dll.
2) Sistem Saraf Parasimpatik: Mempunyai urat pra ganglion yang
panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.
Contohnya mempercepat denyut jantung, memperbesar pupil, dll.

F. Sistem Saraf pada Mamalia


1. Mekanisme
 Skema gerak biasa adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik >
otak > saraf motorik > otot > gerakan.

 Skema gerak refleks adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik >
sumsum tulang belakang > saraf motorik > otot > gerak refleks
2. Bagian-bagian Sistem Saraf pada Mamalia
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan
yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika
dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih
besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian
lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior.
Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan
vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan
medulla oblongata.
Sistem saraf tersusun oleh berjuta–juta sel saraf yang mempunyai bentuk
bervariasi. Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf neuron.
Setiap neuron tersusun atas bagian berikut :
 Badan sel mengandung nukleus.
 Dendrit berfungsi meneruskan impuls saraf ke badan sel
 Akson/neurit ,berfungsi meneruskan impuls dari badan sel ke sel lain
 Sel neuron,mempunyai selubung meilin sebagai pelindung /isolator
bagian yang tidak terselubung disebut nodus ranvier,selubung tersebut
tersusun oleh sel –sel pipih yang disebut sel Schwann.
Sel saraf dibedakan atas 3 macam berdasarkan fungsinya yaitu:
b) Sel saraf sensorik (aferen) berfungsi sebagai pengatar rangsang dari
reseptor menuju ke otak /sumsum tulang belakang
c) Sel saraf motorik (eferen) berfungsi sebagai pengatar rasang dari otak
sumsum tulang belakang menujuefektor /otot.
d) Sel saraf konektor berfungsi untuk meneruskan rangsang dari saraf
sensorik ke saraf motorik.
Gerak merupakan salah satu aktifitas tubuh yang dapat digunakan
umtuk menjelaskan penghataran impul oleh saraf .gerakanyang dilakukan
dengan kesadaran disebut gerak biasa atau gerak sadar. Sedangkan gerakan
yang dilakukan tanpa kita sadari disebut gerak refleks

a) Sistem Saraf Pusat


Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat.
Sistem ini yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk
untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui
saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan
sumsum tulang belakang.
1) Otak
Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum
tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu
kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan
ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu:
piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling
dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid,
merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara
arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan.
Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal
fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
Bagian-bagian dari otak adalah:
a. Otak Besar
Otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang
berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu
dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus
frontalis (bagian dahi), lobus parietalis (bagian ubun-ubun), lobus
temporalis (bagian pelipis), lobus oksipitalis (bagian belakang kepala).
Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan
dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan,
ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran,
pernapasan dan sebagainya. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh
bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan
dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan
ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah
belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa
yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga
pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis
selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.
b. Otak tengah (mesencephalon)
Otak tengah manusia berukuran cukup kecil,dan terletak didepan
otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata,
misalnya mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.
c. Otak belakang
Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri
atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang
terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak
kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga
bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan Varol berisi
serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil,
menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil,
terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua
belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai
pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan
rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah
batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis,
misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak
alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.
2) Sumsum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang
belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai
tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis
centralis vertebrae).
Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks,
penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa
impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat
sumsum punggung dan cairan serebrospinal.
Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak
dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya
berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung
dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam
berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap (huruf
H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak
mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor.
Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal,
mengandung badan neuron sensorik.
b) Saraf Tepi
Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah
lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke
dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi
dibedakan menjadi dua yaitu : Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf
yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau
dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem
saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (kranial)
da`n sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar.
Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu:
saraf simpatik dan saraf parasimpatik.
G. Perbandingan Sistem Saraf pada Vertebrata
Jenis
No Pisces Amfibi Reptil Aves Mamalia
Perbedaan
1. Sistem  Otak  Otak  Otak  Otak  Otak
syaraf  Sumsum  Sumsum  Sumsum  Sumsum  Sumsum
pusat tulang tulang tulang tulang tulang
belakang belakang belakang belakang belakang
2. Sistem  serabut-  serabut-  serabut-  serabut-  serabut-
syaraf tepi serabut serabut serabut serabut serabut
saraf yang saraf yang saraf yang saraf yang saraf yang
berasal dan berasal dan berasal dan berasal dan berasal dan
sela-sela sela-sela sela-sela sela-sela sela-sela
ruas tulang ruas tulang ruas tulang ruas tulang ruas tulang
belakang belakang belakang belakang belakang
Jenis
No Pisces Amfibi Reptil Aves Mamalia
Perbedaan
dan serabut dan serabut dan serabut
pada otak pada otak pada otak
Struktur  Terdiri atas  Terdiri atas  Terdiri atas  Terdiri atas  Terdiri atas
otak otak depan, otak depan, otak depan, otak depan, otak besar,
otak tengah, otak tengah, otak tengah, otak tengah, otak tengah
otak kecil otak kecil otak kecil otak kecil otak kecil
dan dan dan dan dan
sumsum sumsum sumsum sumsum sumsum
lanjutan lanjutan lanjutan lanjutan lanjutan

 Otak depan  Otak depan  Otak besar  Otak besar  Semua


berhubung- berbentuk berkembang sebagai bagian otak
an dengan panjang baik, dan bagian berlipat-
saraf menyerupai meluas utama dan lipat
pencium oval. sehingga otak depan
dan hidung,  Ujung depan menutupi terbagi
sedangkan otak tengah. menjadi
otak besar
otak tengah belahan
berhubung-  Secara
berhubung- kanan dan
an dengan keseluruhan
an dengan belahan kiri.
indra , otak
saraf pencium. berbentuk  Otak besar
penglihatan. Otak tengah memanjang tidak
 berhubung- ke arah berlipat-
an dengan depan. lipat
indra  otak tengah
penglihat (l membentuk
obus gelembung-
optikus). gelembung
 Otak kecil
Jenis
No Pisces Amfibi Reptil Aves Mamalia
Perbedaan
berbentuk  otak kecil
lengkung berlipat-
mendatar lipat
menuju ke
arah
sumsum
lanjutan
4. Perkemba- Otak depan Otak tengah Otak besar Otak besar Otak kecil
ngan otak dan otak berkembang berkembang berkembang dan otak
tengah tidak cukup baik pesat pada , tetapi lebih besar
berkembang sebab otak bagian pesat berkembang
, tapi otak lobus perkembang dengan
kecil tidak
kecil olfaktorius, an otak baik.
seberapa
berkembang berkembang sedangkan kecilnya.
baik otak tegah
tidak
berkembang

5. Kemampu Penglihatan Penglihatan Penciuman Kemampu- Hampir


an khusus dan yang lebih yang lebih an bergerak, semua
penciuman tajam. tajam, tapi penglihatan, aspek
tidak terlalu penglihatan- dan difungsikan
baik, nya kurang keseimbang dengan
namun Ke- an yang baik.
mampuan bagus.
bergerak
dan
keseimba-
ngan yang
Jenis
No Pisces Amfibi Reptil Aves Mamalia
Perbedaan
bagus,
namun

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa
penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan
perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan
kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf adalah sebagai
sistem koordinasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan dan
perubahan status kehidupan (reproduksi dsb). Perubahan lingkungan akan
diinformasikan ke sistem saraf (saraf pusat dsb), saraf akan merangsang
kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon-hormon yang hormon dikirim
ke organ target dan aktivitas metabolisme dibutuhkan akan merangsang
jaringan-jaringan.
Semakin tinggi tingakatan taksanya maka system saraf pada vetebrata
semakin kompleks, hal ini dibuktikan dengan masing bagian dari vetebrata
memiliki struktur yang berkembang secara continiutas pada tiap tingkatannya.
Mamalia menduduki posisi yang jauh lebih sempurna system sarafnya
dibanding vetebrata lainnya.

B. Saran
Makalah ini tidak luput dari kesalahan, baik penulisan, litelatur, maupun
isi dari makalah ini sendiri. Kritik dan saran yang konstruktif dibutuhkan
guna perbaikan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Nabilah, Inka. 2015. Sistem Saraf Mamalia.
Diambil dari: http://inkadurorinnabilah.blogspot.com/2015/12/sistem-saraf-
mamalia.html (3 Februari 2019 13:55 WIB)

Muninggar, Asti. 2015. Perbandingan Sistem Syaraf.


Diambil dari: http://astimuninggar.blogspot.com/2015/12/perbandingan-sistem-
syaraf-antara.html (3 Februari 2019 19:54 WIB)

Lolita, Astari. 2013. Sistem Syaraf Vertebrata.


Diambil dari: http://astarilolita.blogspot.com/2013/12/sistem-syaraf-
vertebrata.html (5 Febuari 2019 16:36 WIB)

Ana. 2014. Sistem Saraf Hewan Vertebrata.


Diambil dari: http://www.artikelsiana.com/2014/10/Sistem-Saraf-Hewan-
Vertebrata-Avertebarata.html (5 Februari 2019 16:42 WIB)