Anda di halaman 1dari 4

KOPERASI SIMPAN PINJAM ...........................

Badan Hukum Nomor : ..../KWK ....../../.....


Tanggal : .............................
Alamat : .............................

PERATURAN KHUSUS
Pengurus KSP ........................ memutuskan, menetapkan
Peraturan khusus nomor : .../Persus/..../..../.....

Tentang :
Peraturan khusus tentang mengamankan asset dan infrastruktur , perolehan,
perawatan, pengamanan, purnajual, assuransi pada koperasi simpan pinjam
”...........................”.

Menimbang :
a) Bahwa koperasi simpan pinjam ”...........................” sebagai
badan usaha perlu untuk mengembangkan kegiatan usahanya
dalam rangka mencapai apa yang menjadi tujuan berkoperasi
yaitu mensejahterakan anggota pada khususnya serta
masyarakat pada umumnya.

b) Bahwa Aktiva dan Infrastruktur yang dimiliki koperasi simpan


pinjam ”...........................” sangatlah penting untuk
mendukung seluruh kegiatan usaha koperasi secara effektif,
effisien dan optimal

c) Bahwa sebagai badan usaha yang bergerak di bidang simpan


pinjam, KSP ”...........................” perlu membuat kebijakan
yang mengatur tentang penggunaan atau pemanfaatan aktiva
tetap dan infrastruktur koperasi simpan pinjam
”...........................”

d) Bahwa untuk mencapai tujuan tersebut diatas maka


diperlukan untuk menetapkan peraturan khusus tentang
mengamankan asset dan infrastruktur , perolehan, perawatan,
pengamanan, penjualan, assuransi pada koperasi simpan
pinjam ”...........................”.

Mengingat :
1. Undang-undang No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian
2. Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 1995
3. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor
19.5/Per/M.KUKM/VIII/2006 tentang Pedoman Umum Akuntansi
4. Peraturan Menteri Negara dan UKM Nomor
19/Per/M/KUKM/XI/2008 Tanggal 13 November 2008 tentang
Pedoman Penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam dan
Unit simpan pinjam koperasi
5. Peraturan Menteri Negara dan UKM Nomor
20/Per/M/KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi.
6. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi
Simpan pinjam ”...........................”
7. SOM / SOP Koperasi simpan pinjam ”...........................”

Memutuskan :

Menetapkan : Persus tentang tentang mengamankan asset dan infrastruktur ,


perolehan, perawatan, pengamanan, dan penjualan pada
koperasi simpan pinjam ”...........................”.
Bab I
Pasal 1
Ketentuan Umum
(1). Koperasi simpan pinjam ”...........................” adalah koperasi
sebagaimana dimaksud dalam badan hukum koperasi No. ...........
(2). Kegiatan usaha koperasi simpan pinjam ”...........................” hanya dapat
melaksanakan kegiatan usaha penghimpunan dana dan penyaluran
dana.
(3). Koperasi simpan pinjam ”...........................” tidak dibenarkan mempunyai
kegiatan usaha di sektor riil dan kegiatan usaha diluar ketentuan pasal 1
ayat 2 peraturan ini.
(4). Kegiatan usaha sebagaimana pasal 1 ayat 2 peraturan ini dijabarkan
pada peraturan-peraturan khusus lainnya.
(5). Yang dimaksud dengan asset dan infrastruktur adalah total harta
kekayaan yang dikuasai penuh Koperasi simpan pinjam
”...........................” dan seluruh sistem yang dimiliki oleh Koperasi
simpan pinjam ”...........................”
(6). Pengamanan adalah sebuah istilah yang identik dengan pendekatan
pengendalian intern terhadap keberadaan kekayaan yang dimiliki oleh
koperasi simpan pinjam ”...........................”, sehingga aset dan
infrastruktur yang dimilikinya senantiasa dalam posisi aman dan
terlindungi serta bermanfaat sesuai dengan fungsi dari aset dan
infrastruktur tersebut.
(7). Aktiva tetap adalah aktiva yang masa keterkaitan atau manfaatnya
dalam operasi cukup lama, lebih dari satu tahun bahkan dapat mencapai
lebih dari 20 tahun

Bab II
Pasal 2
Pengadaan (perolehan) Aktiva Tetap
(1) Pembelian aktiva tetap harus mendapat persetujuan menurut garis
kewenangan yang ada pada koperasi simpan pinjam ”...........................”
(2) Garis kewenangan yang dimaksud adalah garis kebijakan organisasi dan
atau kewenangan pembelanjaan / penggunaan pengeluaran biaya pada
koperasi simpan pinjam ”...........................”
(3) Pembelian atau pengadaan aktiva tetap pada Koperasi simpan pinjam
”...........................” harus dianggarkan, dengan mencantumkan :
a. Jenis aktiva tetap yang akan dibeli
b. Tujuan pembelian
c. Taksiran harga dan manfaat yang diperoleh
d. Sumber dana untuk pembeliannya, apakah kredit, atau dana
sendiri.
(4) Pembelian Aktiva tetap harus mengambil penawaran bebas untuk
mendapatkan harga yang kompetitif dan kualitas yang baik.
(5) Untuk pengadaan aktiva tetap yang jumlahnya besar, seperti
pembangunan gedung kantor wajib membentuk panitia atau team yang
bertanggung jawab kepada Pengurus.
(6) Tahapan garis kewenangan sebagaimana ayat 2 pasal 2 dijabarkan
sebagai berikut :
a. Untuk pengadaan aktiva tetap maksimal Rp. 1.000.000,- kebijakan
pembelian diputuskan oleh pengelola.
b. Untuk pengadaan aktiva tetap dari diatas Rp.1.000.000,- sampai
maksimal Rp. 50.000.000,- kebijakan pengadaan aktiva tetap
diputuskan oleh pengurus diketahui oleh pengawas.
c. Untuk pengadaan aktiva tetap diatas Rp. 50.000.000,- kebijakan
pengadaan aktiva tetap diputuskan melalui Rapat anggota

Bab III
Pasal 3
Pengamanan aktiva tetap
(1). Pihak managemen dalam hal ini manager operasional wajib melaksanakan
inventarisasi terhadap aktiva tetap yang dimiliki KSP “...........................
termasuk didalamnya keabsyahan dokumen inventaris tersebut..
(2) Manager operasional wajib mengelompokan hasil inventerisasinya untuk
mempermudah penyimpanan maupun pencarian dokumen..
(3) Dalam hal manager operasional telah melaksanakan inventarisasi serta
pengelompokan, manager operasional wajib melakukan penyimpanan atas
dokumen berharga kedalam filling cabinet / brangkas khusus.
(4) Dalam hal pengamanan asset, infrastructur dan atau aktiva tetap oleh manager
operasional dapat melakukan kerjasama dengan pihak ketiga (assuransi) jika
memang diperlukan serta semata-mata untuk kepentingan pengamanan harta
koperasi.

Bab IV
Pasal 4
Perawatan Aktiva Tetap
(1). Manager operasional harus menjamin sekaligus memastikan bahwa
asset dan infrastruktur telah terawat dengan baik.
(2). Keterawatan asset dan infrastruktur KSP “...........................” oleh
manager operasional dapat didelegasikan kepada masing-masing unit
kerja melalui nota kesepahaman antara manager operasional dengan
masing-masing unit kerja.
(3) Nota kesepahaman yang ditandatangani merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari peraturan khusus ini serta merupakan surat tugas
khusus yang diberikan koperasi kepada unit-unit kerja dalam
melaksanakan perawatan atas asset dan infrastruktur koperasi simpan
pinjam “...........................”
(4). Pelaksanaan atas perawatan asset dan infrastruktur oleh masing-
masing unit kerja sebelumnya harus dikonfirmasikan kepada kepala
cabang untuk mendapatkan persetujuan minimal untuk pemanfaatan
atas biaya perawatan asset dan infrastructur.
(5). Sebelum mendapatkan persetujuan sebagaimana pasal 4 ayat 4
peraturan ini masing-masing unit kerja dilarang untuk melaksanakan
perawatan.
(6) Biaya yang timbul akibat dari perawatan asset dan infrastructur
dibebankan kepada koperasi simpan pinjam “...........................”
dibuktikan dengan kwitansi / bukti perawatan atas asset dan
infrastruktur.
(7) Batasan pengeluaran biaya sebagaimana ayat 6 pasal 4 peraturan ini
dijabarkan sebagai berikut
a. Untuk biaya perawatan maksimal Rp. 100.000,- kebijakan
pengeluaran biaya hanya dapat dilaksanakan minimal oleh kepala
bagian.......
b. Untuk biaya perawatan diatas Rp.100.000,- sampai dengan
maksimal Rp. 500.000,- kebijakan pengeluaran biaya hanya dapat
dilaksanakan oleh minimal manager / pengelola
c. Untuk biaya perawatan diatas Rp.500.000 sampai dengan
maksimal Rp. 5.000.000,- kebijakan pengeluaran biaya hanya
dapat dilaksanakan oleh pengurus.
d. Untuk biaya perawatan diatas Rp. 5.000.000,- kebijakan
pengeluaran biaya hanya dapat dilaksanakan melalui mekanisme
Rapat Anggota.
(6) Perawatan yang dilakukan oleh masing-masing unit kerja dapat berupa
perawatan rutin (berkala) dan atau perawatan seremonial sesuai dengan
kebutuhan.
Bab V
Pasal 5
Penjualan Aktiva Tetap
(1). Koperasi simpan pinjam “...........................” dapat melaksanakan
penjualan terhadap aktiva tetap dengan syarat dan ketentuan sebagai
berikut :
a. Manfaat dan kegunaan dari aktiva tetap sudah tidak ada.
b. Nilai aktiva tetap dalam neraca sudah tidak bernilai (Rp. 1 )
c. Peremajaan akan aktiva tetap.
d. Aktiva tetap yang dimaksud sudah tidak ada.
(2) Penjualan aktiva tetap yang masih bernilai jual oleh Koperasi simpan
pinjam “...........................” melalui mekanisme lelang secara terbuka
dilaksanakan oleh panitya lelang yang dibentuk melalui mekanisme
rapat pengurus.
(3). Penentuan harga dasar penjualan aktiva tetap dilakukan oleh panitya
lelang berdasarkan harga pasaran yang berlaku untuk aktiva tetap
tersebut serta semata-mata untuk kepentingan koperasi.
(4). Penentuan harga dasar untuk aktiva tetap yang bernilai jual lebih dari
Rp. 50.000.000,- harus melalui mekanisme rapat anggota.
(5) Dalam melaksanakan penjualan aktiva tetap panitia lelang harus
memperhatikan juga peserta lelang, panitia lelang harus mengutamakan
pembeli dengan urutan karyawan koperasi, pengurus koperasi,
pengawas koperasi, anggota koperasi serta terakhir masyarakat umum.
(6). Keputusan pemenang lelang oleh panitia lelang tidak dapat diganggu
gugat oleh siapapun.

Bab VI
Pasal 6
Sanksi
(1) Pelanggaran terhadap peraturan khusus ini akan dilihat sejauhmana
tingkat pelanggarannya.
(2) Sanksi terhadap pelanggaran peraturan ini akan disesuaikan dengan
tingkat pelanggaran sesuai dengan peraturan perusahaan koperasi
simpan pinjam ”...........................”
(3) Pelanggaran peraturan khusus untuk pengambil kebijakan dalam hal ini
pengelola dan pengurus, sanksi akan diberikan melalui mekanisme
Rapat anggota

Bab VII
Ketentuan Penutup
Pasal 7
Peraturan khusus tentang mengamankan asset dan infrastruktur , perolehan,
perawatan, pengamanan, purnajual, assuransi pada koperasi simpan pinjam
”...........................”.ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar diketahui oleh
setiap anggota koperasi simpan pinjam ”...........................” dan masyarakat
pada umumnya.

Keputusan in berlaku sejak ditetapkan

Ditetapkan di : ....................
Tanggal : ....................

Koperasi Simpan Pinjam


...........................

Ketua Sekretaris

(.....................) (.........................)

Anda mungkin juga menyukai