Anda di halaman 1dari 4

https://vantheyologi.wordpress.

com/2011/01/2
1/wabah-penyakit-legionella-apa-ada-di-bali/
Wabah penyakit Legionella, apa ada di Bali?
1 Reply

2 Votes

Penyakit Legionella (Pontiac Fever).

Sumber : http://www.republika.co.id

Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menyelidiki dugaan wabah legionella di Bali
setelah dilaporkan ada beberapa turis Australia terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri ini
menyerang saluran pernafasan.

Dalam bahasa Inggris penyakit ini disebut Legionaire Disease dan masuk ke dalam tubuh
melalui pernafasan. Bakteri Legionella biasanya berkembang di air, khususnya pada lingkungan
yang hangat seperti pada bak mandi dengan air panas, tangki berisi air panas, sistem pipa dan
sistem pendingin udara.
Dalam situs kalbe.co.id, legionellosis adalah suatu penyakit infeksi bakteri akut yang bersifat
new emerging diseases. Secara keseluruhan baru dikenal 20 spesies dan penyebab Legionellosis
adalah Legionella pneumophila.

Legionellosis terjadi di Philadelphia Amerika Serikat pada tahun 1976 dengan jumlah kasus 182
dan kematian 29 orang. Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996),
di Karawaci Tangerang (1999), dan di sejumlah kota lainnya. Dari hasil survai tahun 2001 atas
petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 90
persen pernah terpajan bakteri Legionella.

Bakteri Legionella biasa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas,
genangan air bersih, air menara sistem pendingin di gedung bertingkat, hotel, spa, pemandian air
panas, air tampungan sistem air panas di rumah-rumah, air mancur buatan yang tidak terawat
baik, endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran, atau benda asing lainnya.
Bakteri ini juga terdapat di peralatan rumah sakit seperti alat bantu pernafasan.Legionella
pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak
mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan
plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 26 mg/l. Legionella dapat
hidup pada suhu antara 5,7°C – 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C – 45°C.

Penularan Legionella pada manusia, antara lain melalui aerosol di udara atau minum air yang
mengandung Legionella; dapat pula melalui aspirasi air yang terkontaminasi, inokulasi langsung
melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi. Masa
inkubasi 1-10 hari.

“Di Australia, memang sering terjadi ‘outbreak’ penyakit ini. Dalam lima tahun terakhir sudah
belasan kali,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE di
Jakarta.

Gejala Penyakit.

DEFINISI
Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)adalah suatu infeksi saluran
pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophilia dan spesies lainnya dari
Legionella; yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam
sampai pneumonia.

Penyakit ini merupakan 1-8% dari semua kasus pneumonia dan sekitar 4% dari pneumonia berat
yang didapat di rumah sakit. Penyakit ini cenderung terjadi pada akhir musim panas dan awal
musim gugur.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah bakteri Legionella Pneumophilla dan spesies lainnya dari Legionella.
Bakteri ini ditemukan di dalam sistem pengaliran air dan bisa bertahan di dalam sistem penyejuk
udara yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran, termasuk rumah sakit. Karena itu
jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau rumah sakit, maka bisa
terjadi wabah yang luas.

Mulai dari timbulnya gejala, keadaan akan semakin memburuk pada 4-6 hari pertama, dan 4-5
hari kemudian mulai membaik. Kebanyakan infeksi menyerang usia pertengahan atau usia lanjut,
meskipun juga bisa menerang anak-anak. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya tidak terlalu
berat.

Faktor resiko terjadinya penyakit Legionnaire:

 Merokok sigarret
 Penyakit tertentu (misalnya gagal ginjal, kanker, diabetes atau penyakit paru obstruktif
menahun)
 Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi, kortikosteroid atau penyakit
(misalnya kanker dan leukemia)
 Alkoholik
 Usia pertengahan atau usia lanjut

GEJALA
Gejalanya berupa:
– Sakit dan kaku otot,
– Nyeri persendian,
– Tidak bertenaga,
– Merasa tidak enak badan,
– Sakit kepala,
– Demam,
– Menggigil,
– Batuk kering,
– Batuk darah,
– Sesak nafas,
– Nyeri dada,
– Diare, dan
– Ataksia (gangguan koordinasi).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut:

 Pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop akan terdengar suara ronki halus
 Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan DFA (direct fluorescent antibody) menunjukkan
adanya Legionella
 Biakan bakteri dari saluran pernafasan
 Tes urin antigen menunjukkan hasil positif
 Rontgen dada menunjukkan adanya pneumonia
 Analisa gas darah arteri menunjukkan rendahnya konsentrasi oksigen
 Hitung jenis darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih
 Laju endap darah meningkat
 Natrium serum rendah.

PENGOBATAN
Erythromycin merupakan antibiotik terpilih untuk mengobati penyakit Legionnaire. Pada kasus
yang tidak terlalu berat, dapat diberikan per-oral (melalui mulut); jika tidak memungkinkan, bisa
diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jika terjadi gangguan pernafasan yang sangat berat, maka sebaiknya penderita dirawat di rumah
sakit guna mendapatkan cairan dan elektrolit serta oksigen tambahan (baik melalui sungkup
muka maupun melalui ventilator mekanik). Sebagian besar penderita yang diobati dengan
erythomycin akan menunjukkan perbaikan, tetapi proses penyembuhannya memerlukan waktu
yang lama. Angka kematian adalah sekitar 20%. Angka kematian yang lebih tinggi ditemukan
pada mereka yang mendapatkan penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem
kekebalan.

Sumber: http://www.spesialis.info

Anda mungkin juga menyukai