Anda di halaman 1dari 2

PENCUCIAN SPERMA (SPERM

WASHING)
Terakhir Diperbaharui pada : Kamis, 10 Oktober 2019 ~ Dilihat 6149 Kali

Teknologi reproduksi saat ini berkembang sangat pesat. Teknologi tersebut pada awalnya
ditujukan untuk peningkatan sifat reproduksi, mulai bergeser ke arah teknologi reproduksi.
Salah satu teknologi reproduksi yang telah dikembangkan adalah peningkatan kualitas
sperma yang disebut pencucian sperma (sperm washing).

Pencucian sperma (sperm washing) adalah proses dimana individual sperma dipisahkan dari
semen. Semen adalah sekresi kelamin jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam
saluran kelamin betina saat kopulasi. Semen terdiri atas sel sperma dan cairan (plasma)
semen. Seminal plasma adalah suatu komponen essensial yang berfungsi pembawa dan
pelindung sperma dan merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat,
vesicular dan kelenjar bulbouretralis yang dituangkan ke dalam uretra.

Tujuan dari pencucian sperma (sperm washing) adalah untuk memilih sperma yang baik dan
mempunyai gerakan yang gesit.

Metode yang digunakan dalam pencucian sperma adalah antara lain simple washing, swim
up, dan metode density gradient column. Metode simple washing merupakan metode yang
sederhana berupa mencuci semen dalam media kultur dengan sentrifus dan mengumpulkan
pellet dimana pellet spermatozoa yang terbentuk yang akan dievaluasi kualitasnya. Metode
swim up dengan teknik layering merupakan medium kultur spesial yang diletakkan di bagian
atas tabung untuk melakukan washing semen. Kualitas sperma yang baik akan berenang ke
atas permukaan medium kultur selama 45 – 60 menit , sperma yang ada dipermukaan diambil
dan dievaluasi kualitasnya. Metode yang lain adalah dengan menggunakan density gradient
column, dengan cara ini dibuat gradient densitas dan memisahkan spermatozoa dengan al
at sentrifugasi. Pelet spermatozoa yang dihasilkan dievaluasi kualitasnya. Metode ini efektif
sebagai alat filtrasi spermatozoa secara bertahap, untuk memisahkan spermatozoa dari
plasma semen, debris dan sel-sel epitel. Spermatozoa hasil washing dengan metode ini lebih
bersih. Metode density gradient column ini paling banyak digunakan dan telah terbukti lebih
efektif serta efisien dibandingkan metode swim up.

Pencucian sperma (sperm washing) dipakai dalam inseminasi buatan menggunakan Teknik
Inseminasi Intra uterus atau Intra Uterine Insemination (IUI) dan In Vitro Fertilization (IVF).
Pencucian sperma (sperm washing) bermanfaat dalam penangan infertilitas.

Penulis : Drh. Dwi Utami / Medik Veteriner Muda