Anda di halaman 1dari 11

17/03/2019

BARRATAGA Outline
(Bangunan Rumah Rakyat Tahan 1. Latar Belakang
Gempa): a. Jenis Bencana dan Seismisitas Indonesia
Tantangan dan Jawaban b. Mekanisme Gempa menjadi Bencana
c. Mitigasi bencana gempa
2. Kondisi yang ada
Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE, Ph.D.
Penasehat Dewan Pimpinan Pusat 3. Tantangan yang dihadapi oleh BARRATAGA®
Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI)
Inovator 4. Alternatif Jawaban BARRATAGA®
BARRATAGA®, SIMUTAGA®, BARRALAGA®
• Profesor Senior
Rekayasa Kegempaan dan Dinamika Struktur, FTSP Universitas Islam Indonesia
5. Kesimpulan dan Saran
• Unsur Pengarah
BNPB RI (2009 – 2020)
Seminar LPJKN, Pekan SDM Ahli Jasa Konstruksi, 23 Februari2019 Presentasi Prof. Sarwidi prof.sarwidi@gmail.com 2

Earthquake

Volcano Eruption

Tsunami

Geological
dynamic Flood / Innundation

1. Kejadian: Bisa siang, malam, kemarau,


Flash Flood
Climatological
penghujan, dsb
Natural Disaster process 2. Juga, sumber gempa tdk dpt dipindah
In Typhon
Indonesia
3. manusia/penghuninya juga tidak mau
Hybrid dipindah
Land movement

Ancaman Gempa
Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa,
namun, penerapanbangunan tahan gempa
belum memadai

Makalah Prof. Sarwidi 5 Makalah Prof. Sarwidi 6

1
17/03/2019

2. Causes & Alternative Solutions in earthquake disaster


1. Strong
Shaking (>200
millions, 2/3 pop.)
2. Tsunami
1. Goncangan Kuat -> Merobohkan
bangunan di permukiman
Erthquake 2. Tsunami menghempas pesisir
prediction and permukiman
Earthquake Warning
3. Tanah gerak (longsor dsb)
Increasing awareness &
simulations
Gempa menghantam permukiman
Sulteng 4. Liquifaksi membenamkan permukiman

Zonation & 2018 5. Tanah turun (ke bumi / ke dalam laut)


3. Land movement Earthquake
resistant Structuires
Volcano 6. Kebakaran
eruption 4 Liquefaction PRB = H x V x E / C
7. Penjarahan
Source: Sarwidi, 2018

OPSI MENGURANGI / MENGHINDARI


BENCANA

• MENJAUHKAN MANUSIA DARI SUMBER


BENCANA,
1

• MENJAUHKAN SUMBER BENCANA DARI


MANUSIA,
2

• HIDUP HARMONI DENGAN ANCAMAN


BENCANA MENGGUNAKAN IPTEK(S) DAN
3 KEARIFAN LOKAL YANG NALAR

Pemilihan Opsi 1, 2, 3 dapat berdiri sendiri-sendiri


atau merupakan kombinasi (Sarwidi, 2012)

MENCEGAH GEMPA MENIMBULKAN BENCANA: MEMUTUS MATA RANTAI


MEMBIARKAN GEMPA MENIMBULKAN BENCANA

Korban (Luka, Tidak ada Korban


Fenomena dinamika alam Fenomena dinamika alam
Rumah Tidak Meninggal,) (Gempa dan gunung api) Rumah Tidak (Tdk Luka,
(Gempa dan gunung api)
Tahan Gempa Kerugian harta Tahan Gempa Tdk Meninggal,
Tdk Kerugian harta

H (Hazard) V (Vulnerability) = R (Risk) H (Hazard) X V (Vulnerability) = R (Risk)


X

C (Capacity) ? C (Capacity) ?

Makalah Prof. Sarwidi 11 Makalah Prof. Sarwidi 12

2
17/03/2019

Structural Type: Engineered


Structural Types: Engineered, Non-Engineered & Semi-
Engineered
Non-
SETTLEMENT Engineered
Structures
STRUCTURES

Engineered Semi-Engineered Non-Engineered

Structural Type: Non-Engineered Structural Type: Semi- vs. Non-


Engineered

Structural Type: Semi-Engineered


JENIS BANGUNAN SEDERHANA
TEMBOKAN 1 LANTAI

RANGKA MOMEN DINDING MASIF


(RISHA, RISBAR, (Blok dinding beton,
RUSPIN, dll) Dinding Sandwich, dll)

INTEGRATIF (Riko,
BARRATAGA/BARR
ALAGA, dll)

Semi-engineered Houses Using Masonry Walls (NEHMW)

3
17/03/2019

2. Roadmap of earthquake DRR acivities (BBM  BMW)

Since 2016 :
Since 2012: research of
Research in the wall /
sand layers DITAGA &
beneath and joints of
Since 2004: foundation BARRATAGA
research in
Since2002:
material ,
lybrary
sosialisation
study and
of BARRATAGA
making the
, and appliyng
concept of
Since 1998: by PAMAN
BARRATAGA
active to do BATAGA
reconnaisance

Source: ICSBE 3rd – ISTEcS 4th –


UII & Puskim PU 2014 , Website

Bangunan Tahan Gempa


Bangunan Tahan Gempa (BTG) adalah
bangunan yang tidak roboh oleh
goncangan gempa kuat yang diprediksikan
menggoncang di lokasi bangunan tersebut,
walaupun bangunan tersebut boleh
mengalami kerusakan-kerusakan, asalkan,
tidak membahayakan penghuninya.
Di Indonesia juga disebut sebagai Bangunan
Aman Gempa (BAG)

Makalah Prof. Sarwidi 22

Versi Publik (VP


01/1998 – VP
Ciri-Ciri BTG 08/2018)

1. material ringan namun mempunyai


kekuatan yang tinggi,
2. material dan struktur daktil (tidak getas),
3. dipasang sistem kontrol struktur bila
mendesak diperlukan, dan
4. sistem struktur maupun non-struktur
yang stabil menyatu.
Makalah Prof. Sarwidi 23

4
17/03/2019

SOSIALISASI KEPADA CALON PEMILIK BANGUNAN


DAN
PELATIHAN MANDOR BANGUNAN

Makalah Prof. Sarwidi 26

Versi Publik (VP www.museumgempasarwidi.org


Versi Publik
01/1998 – VP Google search: “Sarwidi Gempa”
(VP 08/2018)
08/2018)

www.museumgempasarwidi.org
Google search:
“Sarwidi Gempa” atau “Barrataga” atau “simutaga”

5
17/03/2019

BBM: Bentuk,
Bahan, Metode
1. UU RI No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana,
BMW: Biaya,
Pasal 75 & Pasal 76 tentang konsekuensi hukum berat Mutu, Waktu
untuk kegiatan pembangunan yang tidak
mengadaptasi ancaman bencana yang diterapkan
2. Peraturan Menteri PUPR No. 05/2016 & No. 06/2017
yang perlu diterapkan secara ketat dan dikembangkan
aspek BMW
3. Arahan Presiden dan Kepala BNPB pada 02 Feb 2019
tentang perlunya penerapan bangunan tahan gempa
di wilayah2 rawan gempa yang perlu diviralkan
4. Perlu pemberian peran secara proporsional antara
pemegang kebijakan/wewenang dan masyarakat ahli
konstruksi bersertifikat LPJKN dan LSP lainnya serta PT
dan dunia usaha dalam bingkai industri PB

Biaya BMW: Biaya,


Mutu, Waktu

Mutu

Berbagi keuntungan inovasi


/ riset:
1. Pengguna / Masyarakat
2. Pelaksana
3. Inovator / Peneliti Waktu
4. Negara / Bangsa / Dunia
(ummat manusia)

D. Non-Structural ( Af, Vf, Df )


elements
BERBAGAI MACAM BAHAN
UNTUK MENYERAP ENERGI
GETARAN GEMPA YANG
MERAMBAT MENUJU BANGUNAN
TAHAN GEMPA
(As, Vs, Ds)
C. Confinment h
elements

B. Masonry walls
A. Sand layers
beneath
foundations

Makalah Prof. Sarwidi 36

6
17/03/2019

Table 2. Maximum acceleration (|A|max) and the reduction factor


Sand Layer Thickness
5 cm 10 cm 15 cm 20 cm 25 cm
|Af|max = |A|max of top layer (A) (mm/s2)
2500.22 2390.91 2163.66 1901.00 1868.80
|As|max = |A|max of bottom layer (B)
(mm/s2) 2499.76 2499.76 2499.76 2499.76 2681.61
rA = Reduction factor
-0.02% 4.35% 13.45% 23.95% 30.31%

Table 3. The total energy of acceleration EA and the reduction factor


Sand Layer Thickness
5 cm 10 cm 15 cm 20 cm 25 cm
EAf = EA of top layer (A) (mm/s)
8241.43 7861.81 7007.16 6123.25 4121.74
EAs = EA of bottom layer (B) (mm/s)
8240.06 8240.96 8240.96 8240.96 6168.20
rEA = Reduction factor
-0.01% 4.60% 14.90% 25.70% 33.37%

Research # 3: Joints of
BARRATAGA
Foundation

Columns

Beams

Walls

Roof

Tabel 3.2 Variasi Benda Uji

10 cm Notasi Variasi
(Lihat Tabel 3.1)
s/3
pu 10 mm , 8 mm
s/3 l 20 pu , 15pu ,10 pu ,5pu
s/3 dt 22 mm, 20 mm
s/3 ps 8 mm

s 150 mm
4 pu
s = 15 cm
l/2 P8 – s P8 – s

l
10 cm
pu
s
A A 10 cm
Potongan A - A
s/3

pu P8 – s/3
P8 – s
dt
dt
6 cm 10 cm
B B
pu
P8– s/3
10 cm 10 cm

PotonganB - B

Gambar 3.2Benda Uji

7
17/03/2019

V1 V2 V3 V4 C5 V6 V7 V8

Notasi

pu(mm) 10 10 10 10 8 8 8 8

l 20 pu 15pu 10 pu 5pu 20 pu 15pu 10 pu 5pu

dt (mm) 22 22 22 22 20 20 20 20

( Af, Vf, Df )

BERBAGAI MACAM BAHAN


UNTUK MENYERAP ENERGI
GETARAN GEMPA YANG
MERAMBAT MENUJU BANGUNAN
TAHAN GEMPA
(As, Vs, Ds)
h

Makalah Prof. Sarwidi 48

8
17/03/2019

Sharing of Risk berbagi risiko Semi Fabrikasi: Dibuat fabrikasi pada


dalam inovasi, untuk mengurangi beberapa komponen bangunan yang
memerlukannya karena keterbatasan SDM dan
sisi kelemahan pemerintah waktu (mulai VF 09/2018). Full Fabrication: VF
13/2022.

Prinsip: Struktur Barrataga merupakan satu kesatuan


system ketahanan dari beban umum dan gempa yang
terdiri atas elemen rangka pengekang, dinding, dan
fondasi. Elemen non-struktur harus dipasang saling
mengait stabil dengan elemen struktur dan elemen non-
strutur lainnya untuk meningkatkan keamanan gempa

Pertimbangan ukuran komponen bangunan:


(1) Zonasi ancaman gempa, (2) jenis tanah, (3)
Sharing of Benefit berbagi manfaat dalam tebal dan jenis lapisan pasir di bawah fondasi,
inovasi, untuk menambah sisi kekuatan (4) bahan bangunan (rasio kekuatan/berat,
pemerintah daktilitas), dan (5) ukuran bangunan

1. SIMULASI & PROGRAM SIAGA BENCANA (SSB)

Dynamic Museum & Gallery:


WISATA EDUKASI:

BARRATAGA® “Kegempaan dan Pengurangan


Risiko Bencana”

VF 09/2018 & VF 2. PEMUTARAN FILM PENANGGULANGAN


BENCANA

10/2019
(BARRALAGA®)
3. PERMAINAN REKAYASA KEGEMPAAN & STUDI
DISPLAY DOKUMEN MUSEUM

Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi


(MUSEGA SARWIDI)
4. SOSIALISASI & SOFTBOUND PENGURANGAN
Address:
Klas BARRATAGA® / Jl. Malangyudo No. 25, Kota Wisata Kaliurang, RISIKO BENCANA (PAUD – MAHASISWA –
UMUM)
BARRALAGA®: Yogyakarta, Indonesia 55585

1. Sosial Kemanusiaan (HS) 5. PELATIHAN BANGUNAN TAHAN GEMPA /


Website: BARRATAGA (BANGUNAN RUMAH RAKYAT
2. Subsidi (SB)
Version: 13 Jul 2016

www.museumgempasarwidi.org TAHAN GEMPA) / KONSTRUKSI RISA (RUMAH


3. Standar (SN) Email: INSTAN SEDERHANA)
contact@museumgempasarwidi.org
4. Mewah (LX) museumgempasarwidi@yahoo.com
SMS/Phone/WA: 6. MERAPI LAVA TOUR & JELAJAH LAVA BANTAL
082227455900, 08112512687, 08122940177 (WATU KEMLOSO MERAPI)

9
17/03/2019

PUBLIKASI KEBERHASILAN PEMILIK BANGUNAN


DAN
PELATIHAN MANDOR BANGUNAN
KARENA MENERAPKAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Makalah Prof. Sarwidi 56

BARRATAGA
(Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)
INOVASI METODE SOSIALISASI
DAN PELATIHAN MANDOR
BANGUNAN
TAHAN GEMPA

Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE, Ph.D.


• Inovator
BARRATAGA®, SIMUTAGA®, BARRALAGA®
• Profesor Senior
INOVASI SISTEM STRUKTUR DAN JurusanTeknik Sipil, FTSP Universitas Islam Indonesia
PENYERAPAN GETARAN PADA • Unsur Pengarah
BNPB RI (2009 – 2020)
BANGUNAN TAHAN GEMPA (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia)
Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 09 November 2018
Makalah Prof. Sarwidi 57 58

5. KESIMPULAN & SARAN Inovasi elemen fisik dan inovasi elemen non-
Kebutuhan Inovasi Yang fisik dalam penerapan BTG:
Mendesak 1. kotmitmen pemerintah dalam upaya penyelamatan
bangsa dari bencana perlu selalu diviralkan, metode
1. Penyebab utama serangkaian bencana gempa di
Indonesia dekade terakhir ini adalah karena
sosialisasi untuk meningkatkan minat masyarakat;
banyaknya rumah rakyat tembokan yang roboh. 2. metode pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan
2. sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal atau dan kemampuan masyarakat konstruksi, terutama
menginginkan tinggal di bangunan semacam itu para mandor;
3. jumlah kebutuhan hunian di Indonesia sangat 3. teknologi struktur bangunan yang berkualitas,
tinggi dan semakin tinggi sejalan dengan sederhana, murah, mudah, dan cepat dalam
pertambahan jumah penduduk penerapannya;
Makalah Prof. Sarwidi 59 Makalah Prof. Sarwidi 60

10
17/03/2019

4. teknologi kontrol struktur bangunan yang


berkualitas, sederhana, murah, mudah, dan
cepat dalam penerapannya;
5. teknologi material bangunan yang berkualitas,
sederhana, murah, mudah, dan cepat dalam
pemasangannya;
6. metode pembiayaan dalam untuk memiliki
rumah; dan
7. metode evaluasi dan monitoring (monev)
fungsi dan kualitas rumah.
Makalah Prof. Sarwidi 61

11

Anda mungkin juga menyukai