Anda di halaman 1dari 48

AFIFAH U

A. PERENCANAAN USAHA PENGELOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH


YANG DIMODIFIKASI

Memulai bisnis usaha produk makanan khas daerah dapat


memberikankeuntungan cukup besar. Dengan mempelajari dan memahami cara-
carauntuk mencapai keberhasilan, memungkinkan kita untuk memulaimengolah
produk makanan khas daerah dengan cara yang benar.Keberhasilan wirausaha
makanan khas daerah bergantung pada rencana bisnis (bussinis plan) yang dibuat.
Berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan saat membuat rencana bisnis
pengolahan makanan khasdaerah.

1. Pemilihan Jenis Usaha


Tentukan jenis usaha yang akan dilakukan, contohnya keripik sanjai.Keripiksanjai
merupakan salah satu produk makanan khas daerah Sumatra Baratyang banyak
digemari konsumen. Rasanya gurih, renyah, dan hargaterjangkau menjadi alasan
mengapa produk ini digemari oleh banyak orang.Bahan baku singkong sangat
mudah didapat, dan pengolahannya pun tidakmemerlukan banyak investasi
peralatan. Pemilihan bahan baku dan bahankemasan yang baik, akan meningkatkan
daya simpan (keawetan) dari produk ini.

2. Nama Perusahaan
Perusahaan ini diberi nama CV. Bercahaya,dengan pendiri perusahaan terdiri atas 3
orangatau lebih.

3. Lokasi perusahaan
Lokasi usaha ditentukan di daerah yang dekat dengan bahan baku, tidak jauh
darilokasi rumah pengelola, dan tidak terlalu jauh dari jangkauan pasar yang
akandituju. Tahap awal bisa menggunakan salah satu ruangan di rumah atau
menyewarumah sekitar tempat tinggal.

4. Perizinan usaha
Izin usaha yang disiapkan, antara lain NPWP dari kantor pajak, akte notaris
darikantor notaris, SIUP/TDP dari Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten, dan izin
PIRTdari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

5. Sumber daya manusia


Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan terdiri atas 3 orang pendiri,
yangmempunyai tugas masing-masing sebagai:
• penanggung jawab produksi
•penanggung jawab pemasaran
•penanggung jawab administrasi dan keuangan.
6. Melakukan survei pasarg. Memperhatikan aspek produksi
Hal-hal yang harus diperhatikan pada aspek produksi ialah bahan baku dan bahan
tambahan yang digunakan.
•Peralatan yang digunakan.
•Jumlah tenaga kerja yang diperlukan.
•Hasil produksi.

7. Aspek keuangan
Hal-hal yang harus diperhatikan pada aspek keuangan adalah seperti berikut.
•Biaya variabel, seperti: pembelian bahan baku, membayar gaji, dan lain-lain
•Biaya tetap.
•Total biaya.
•Penerimaan kotor.
•Pendapatan bersih.
SOAL SOAL PILGAN

1. Cara merubah bentuk dan rasa makanan khas daerah dari yang kurang menarik
menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan bentuk dan rasa aslinya, serta
menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya adalah….
a. Makanan modern yang dimodifikasi
b. Makanan khas daerah yang dimodifikasi
c. Makanan modern
d. Makanan khas daerah
e. Makanan Laut

2.Berikut ini yang bukantermasuk tujuan modifikasi makanan khas daerah adalah…
a. Memberikan varian rasa
b. Memberikan varian bentuk
c. Memperpanjang usia produk agar lebih awat
d. Meningkatkan tingkat higine produk
e. Meningkatkan banyaknya porsi makanan

3.Membuat rasa yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya merupakan
salah satu tujuan modifikasi makanan khas daerah yaitu…
a. Memberikan varian rasa
b. Memberikan varian bentuk
c. Memperpanjang usia produk agar lebih awat
d. Meningkatkan tingkat higine produk
e. Meminimalisir pesaing jualan

4. Makanan yang biasa di konsumsi di suatu daerah disebut….


a. Makanan daerah
b. Masakan daerah
c. Makanan khas daerah
d. Masakan khas daerah
e. Makanan kampong

5. Di bawah ini adalah makanan khas daerah Jawa Barat, kecuali...


a. Comro d. Colenak
b. Karedok e. Gudeg
c. Pepes Ikan

6. Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut....


a. Daun pisang d. Plastik
b. Karton e. Kertas Minyak
c. Alumunium foil

7. Kerak Telor adalah makanan khas...


a. Jawa Barat
b. Betawi
c. Sumatera
d. Bali
e. Kalimantan
8. Makanan yang banyak menggunakan sayur-sayur mentah seperti karedok atau
sekedar lalap mentah yang disantap bersama sambal ,temasuk masakan dari
daerah ….
A. Jawa Tengah
B. Jawa Barat
C. Jawa Timur
D. Betawi
E. Yogyakarta

9. Karbohidrat merupakan sumber kalori utam bagi manusia. Contoh makanan khas
daerah yang mengandung karbohidrat adalah …
A. Getuk , Nasiliwet
B. Bika ambon
C. telur Asin
D. Keripik pisang
E. Karedok

10. Makanan khas Palembang yang terbuat dari sagu dan ikan yaitu…..
A. Pempek
B. Mochi
C. Seruit
D. Bika ambon
E. Rendang

SOAL SOAL ESAY

1. Mengapa perlu dilakukan modifikasi makanan khas daerah?


2. hal yang perlu diperhatikan saat membuat rencana bisnis pengolahan
makanan khas daerah yaitu?
3. Identifikasi keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya!
4. Bandingkan kemasan makanan khas daerah masa lampau dengan masa
sekarang!
5. Terangkan hal terpenting untuk melakukan modifikasi makanan khas daerah yang
laris di pasaran!

JAWABAN
1. karena merubah bentuk dan rasa makanan agar diminati masyarakat sekitar.
2. A. Pemilihan Jenis Usaha
B. Nama Perusahaan
C. lokasi perusahaan
D. perizinan perusahaan
E. sumber daya manusia
3. keyakinan yang kuat dalam berusaha sikap mental yang positif dalam berusaha
inovativ dan kreatif mengembangkan diri.
4.masa lampau masih menggunakan daun-daunan seperti daun pisang,janur,waru
masa sekarang sudah menggunakan kemasan yang terbuat dari kertas ataupun
plastik yang sudah di modifikasi sehingga kelihatan menarik.

TUGAS 1

Membuat daftar dan deskripsi makanan daerah

 Di daerah tempat tinggalmu dan sekitarnya tentu ada makanan khas


daerah. Carilah informasi melalui pengamatan,wawancara, maupun dari
liperatur tentang makanan khas daerahmu. Tuliskan menjadi sebuah
daftar seperti contoh tabel dibawah ini.
 Pillihlah salah satu dari jenis makanan khas daerah dari daftar tersebut
yang paling disukai. Tulis dan gambarkan informasi tentang makanan
tersebut pada kertas A4 dengan 500-1.000 karakter.

5.merubah warna warna dan merubah kemasan yang menarik

Makanan khas daerah

Nama daerah:

Kategori
No Nama Makanan Asal Daerah Ciri Khas
Hewani / Nabati
Terbuat dari
1. Binte Biluhuta Nabati Gorontalo
tepung

Terbuat dari
2. Bika Ambon Nabati Medan
tepung

Terbuat dari
3. Rendang Hewani Padang
daging sapi

Terbuat dari
4. Pempek Hewani Palembang
ikan

Terbuat dari
5. Otak – otak Hewani Kepulauan Riau
seafood
LINTANG S R

B. SISTEM PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH YANG DIMODIFIKASI

A. Produk Makanan Khas Daerah

Produk makanan khas daerah terdiri atas makanan dan minuman khas
daerah. Pangan khas daerah juga dapat dibagi berdasarkan bahan utamanya.
Bahan utama pangan adalah bahan nabati dan hewani. Di Indonesia dengan
keragaman olahan pangan yang kaya, produk pangan berbahan nabati lebih banyak
daripada yang berbahan hewani.
B. Produk makanan dapat juga dikelompokan menjadi :

1. makanan jadi adalah makanan yang dapat langsung disajikan dan dimakan.
contohnya keripik balado dari daerah Sumatera Barat dan kuku macan dari
Kalimantan Timur
2. makanan setengah jadi adalah makanan yang membutuhkan proses untuk
mematangkannya sebelum siap untuk disajikan dan dimakan. misalnya
kerupuk udang Sidoarjo dan dendeng sapi Aceh

C. Menurut bahan bakunya, makanan khas daerah dikelompokkan

1. makanan khas daerah yang berbahan nabati


2. makanan khas daerah yang berbahan hewani

D. Makanan khas daerah yang dimodifikasi

Makanan khas daerah yang dimodifikasi adalah makanan atau minuman yang
diproduksi di suatu daerah, yang merupakan identitas daerah tersebut, dan menjadi
pembeda dengan daerah lainnya, kemudian dilakukan sentuhan inovasi pada
produk tersebut, sehingga mempunyai mutu yang lebih baik.

Berbagai makanan khas daerah di Indonesia menjadi ciri khas daerah tersebut.
Berwirausaha di bidang makanan khas daerah, dapat menjadi pilihan yang sangat
tepat, karena kita lebih banyak mengenal produk makanan khas daerah kita
daripada daerah lainnya.
E. Produk Makanan Hewani Khas Daerah

1. Makanan khas daerah hewani

adalah makanan khas daerah yang bahan baku utamanya berasal dari bahan
hewani, seperti ayam, daging sapi, ikan, telur, dan sejenisnya. Beberapa contoh
produk makanan khas daerah hewani yang ada di Indonesia misalnya telur asin,
dadih, dan rendang. Ketiga produk ini sudah cukup dikenal di Indonesia, dan
masih bisa terus dikembangkan, baik mutu produknya maupun kemasannya.
a) Telur Asin

Telur asin adalah makanan yang berbahan baku telur (mayoritas telur
itik), yang dilakukan proses pengawetan dengan cara penggaramanatau diasinkan.
Penambahan garam bertujuan untuk mengawetkan produk dan memberi cita rasa
khas pada telurnya. Setelah dilakukan penggaraman, telur tersebut menjadi awet
sampai 30 hari pada suhu ruang. Telur asin dikenal sebagai makanan khas daerah
Brebes-Jawa Tengah, meskipun banyak daerah lain yang juga sudah membuatnya.

b) Ikan Asin

Ikan asin adalah ikan laut yang diawetkan dengan penambahan garam dan
penjemuran untuk mengurangi kadar airnya. Ikan asin merupakan makanan khas
terutama di daerah pantai, yang dekat dengan sumber bahan bakunya. Ikan asin
dapat ditemukan hampir di setiap daerah di Indonesia. Saat sangat disayangkan
masih banyak ikan asin yang diolah dengan menggunakan Bahan Tambahan
Pangan (BTP) yang tidak diijinkan dan jumlah yang berlebih. Peluang wirausaha
ikan asin adalah memproduksi ikan asin yang lebih higienis dan sehat serta juga
membuat ikan asin yang Ready To Eat (RTE) agar konsumen langsung dapat
mengkonsumsinya tanpa harus mengolahnya.

c) Rendang
Rendang adalah makanan berbahan dasar daging sapi, mempunyai cita rasa
pedas, yang dalam pembuatannya diperkaya dengan campuran dari berbagai
bumbu dan rempah-rempah, terutama cabe merah dan kelapa. Rendang semula
adalah makanan khas Padang- Sumatera Barat, tetapi saat ini sangat mudah
ditemui di berbagai kota di Indonesia bahkan dunia, karena cita rasanya yang relatif
disukai oleh berbagai kalangan konsumen. Peluang pengembangan rendang adalah
penyediaan rendang dengan berbagai level tingkat kepedasan, peningkatan mutu
yang lebih baik dan seragam, serta peningkatan keawetan dengan bantuan
pengemasan yang lebih baik.

2. Produk Makanan Nabati Khas Daerah

Makanan khas daerah nabati adalah makanan khas daerah yang bahan baku
utamanya berasal dari bahan nabati, seperti dari sayur-sayuran, buah-buahan,
umbi-umbian, kacang-kacangan, dan sejenisnya. Produk makanan nabati khas
daerah jumlahnya sangat banyak di Indonesia, hampir di setiap daerah
mempunyai banyak makanan khas daerah yang berbahan baku nabati.
Beberapa contoh produk makanan khas daerah hewani yang ada di Indonesia,
misalnya asinan, fruit leather (kulit buah) dan mochi. Ketiga produk ini juga sudah
cukup dikenal di Indonesia, tetapi inovasi terhadap produk ini masih bisa terus
dilakukan, baik inovasi produk maupun kemasannya.

a) Asinan

Asinan merupakan jenis makanan yang terbuat dari buah-buahan atau


sayuran segar, yang diberi kuah dengan paduan berbagai jenis bumbu, terutama
cabe, gula, dan pengasam (asam jawa atau cuka makan). Asinan dikenal sebagai
oleh-oleh khas dari kota Bogor-Jawa Barat, walaupun sudah banyak ditemukan juga
di daerah lainnya. Tantangan dan peluangnya adalah peningkatan mutu asinan,
tingkat keawetan, dan pengemasan yang lebih baik agar konsumen lebih nyaman
dalam membawanya dan mengonsumsinya.

b) Fruit Leather
Fruit leather adalah jenis makanan dari buah-buahan, yang sudah diproses
dengan cara penghancuran buah, pencetakan, yang kemudian dikeringkan. Fruit
leather mulai dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia yang mempunyai
Sumber Daya Alam (SDA) buah-buahan yang melimpah, seperti di Jawa Barat dan
Jawa Timur. Tantangan dan peluang untuk wirausaha fruit leather ini masih sangat
terbuka, karena pesaingnya masih sedikit, bahan baku melimpah, dan pasar cukup
besar. Inovasi produk dan kemasan masih sangat terbuka lebar untuk
dikembangkan.

c) Keripik Buah

Adalah keripik yang terbuat dari berbagai jenis buahbuahan yang diproduksi
dengan menggunakan teknologi vacuum frying. Teknologi ini digunakan karena buah
mengandung kadar air yang tinggi. Keripik buah banyak dikembangkan di berbagai
daerah, terutama di Malang-Jawa Timur. Tantangan dan peluangnya sangat
menarik, karena produk ini relatif sangat disukai oleh banyak kalangan. Peningkatan
mutu produk, inovasi produk dan kemasan perlu dilakukan untuk dapat memasuki
bisnis ini.

d) Mochi

adalah makanan yang terbuat dari


ketan yang ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk sesuai
selera. Makanan ini di Indonesia banyak ditemukan di Sukabumi-Jawa Barat,
dengan bentuk dan kemasan yang saat ini sudah cukup membaik. Tantangan
wirausaha mochi adalah stabilitas mutu terutama keawetan. Peluang wirausaha
mochi adalah pengembangan variasi bentuk, rasa dan isi, serta kemasannya.
Tugas 2

Tantangan Makanan Khas Daerah

 Carilah informasi melalui pengamatan, wawancara, maupun dari literaur


tentang makanan khas daerahmu atau daerah lain di Nusantara.

 Diskusikan dengan teman tentang asal daerah, jenis makanan, tantangan


yang ada saat ini, sehingga bisa dilakukan modifikasi dari makanan khas
daerah tersebut berdasarkan tantangannya.

 Tuliskan data dalam bentuk tabel seperti contoh di bawah ini.

 Buat presentasi yang informatif dan menarik dengan memanfaatkan


paparan tulisan dan gambar.

Tantangan Makanan Khas Daerah

Kategori Hewani/
No. Nama Makanan Daerah Tantangan
Nabat
- Kurang awet
- Kurang variasi rasa
1. Dadih Minangkabau Minuman
- Kemasan kurang
menarik
- Kurang awet
2. Lontong Sayur Makanan Nabat
- Kurang variasi rasa
- Mudah mengeras
- Mudah berbau
3. Pempek Makanan Hewani
- Cenderung
berwarna gelap
- Mudah berbau
4. Tempoyak Makanan Nabat - Bahan sukar
didapat
- Kurang awet
- Kurang variasi rasa
5. Es Kacang Merah Minuman
SOAL PILGAN

1. Pempek dan tekwan merupakan makanan khas dari daerah...


A. DKI Jakarta
B. Palembang.
C. Surabaya
D. DIY Yogyakarta
E. Tangerang

2. Makanan khas daerah adalah…


A. Makanan yang biasa di konsumsi di suatu daerah.
B. Makanan yang tidak biasa di konsumsi di suatu daerah
C. Makanan yang hanya di konsumsi di suatu lurah
D. Makanan yang biasa di konsumsi di luar negri
E. Makanan yang biasa di konsumsi di seluruh dunia

3. Berikut ciri-ciri makanan khas dari Jawa Barat kecuali…


A. Banyak menggunakan sayur-mayur mentah
B. Sedikit pedas dan asam
C. Bersantan.
D. Biasanya panas
E. Dominan masakan terbuat dari ikan

4. Contoh makanan khas dari Jawa Tengah adalah…


A. Gulai Ayam
B. Chicken Steak
C. Karedok
D. Rujak cingur
E. Gudeg.

5. Daerah pegunungan biasanya menghasilkan makanan yang…


A. Terbuat dari sayur mayur dan serba panas atau pedas
B. Terbuat dari Ikan dan serba asin
C. Terbuat dari santan
D. Terbuat dari buah-buahan
E. Terbuat dari sayur mayur dan serba dingin atau asam

6. Bahan Nabati adalah…


A. Bahan yang terbuat dari kacang-kacangan
B. Bahan yang terbuat dari hewan
C. Bahan yang terbuat dari kelapa
D. Bahan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan
E. Bahan yang terbuat dari daging ayam

7. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah..


A. Bahan Nabati dan Kimia
B. Bahan Nabati dan Hewani
C. Bahan Hewani dan Pengawet
D. Bahan Nabati dan Sintesis
E. Bahan Hewani dan Protein

8. Apa fungsi dari Karbohidrat bagi tubuh manusia?


A. Meningkatkan system imunitas tubuh
B. Menurunkan penglihatan
C. Sebagai Zat pembangun
D. Sumber kalori utama bagi manusia
E. Sumber kelemahan bagi manusia

9. Lemak dapat berfungsi untuk melarutkan vitamin-vitamin ini, kecuali…


A. Vitamin A
B. Vitamin K
C. Vitamin E
D. Vitamin B12
E. Vitamin D

10. Kenapa pada masakan rendang banyak mengandung Lemak?


A. Karena terasa pedas
B. Karena menggunakan bahan pengawet
C. Karena menggunakan santan yang kental
D. Karena berasal dari Sumatra Barat
E. Karena berwarna coklat
ESSAY
1. Apa yang dimaksud dengan Makanan Khas Daerah yang
dimodifikasi?

Jawab : Modifikasi makanan adalah suatu kegiatan untuk


meningkatkan menu sehingga lebih berkualitas dalam hal
rasa, warna, aroma, tekstur, dan nilai gizi. selain itu juga
merupakan cara untuk menambah keanekaragaman menu
pada suatu daerah atau intitusi. Modifikasi ini dilakukan
dengan cara mengubah cara memasak, penambahan
bahan, pencampuran bumbu, perubahan bentuk, warna, cita
rasa, dan penggunaan alat atau mesin.

2. Terangkan mengenai Fruit Leather !


Jawab : Fruit Leather adalah jenis makanan dari buah-
buahan yang sudah diproses dengan cara pengancuran buah,
pencetakan, yang kemudian dikeringkan. Fruit Leather mulai
dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia yang mempunyai
SDA buah-buahan yang melimpah, seperti di Jawa Barat dan
Jawa Timur. Tantangan dan peluang untuk wirausaha Fruit Leather
ini masih sangat terbuka, karena pesaingnya masih sedikit, bahan
baku melimpah, dan pasar cukup besar.

3. Sebut dan jelaskan pengelompokkan produk makanan kahs


daerah disertai contoh !

Jawab :
- Makanan khas daerah hewani adalah makanan khas
daerah yang bahan baku utamanya bearsal dari bahan
hewani, seperti ayam, daging sapi, ikan, telur, dan
sejenisnya.
Contoh = rendang, telur asin, dan dadih.
- Makanan khas daerah nabati adalah makanan khas
daerah yang bahan utamanya berasal dari bahan
nabati, seperti kacang-kacangan, sayur- sayuran,
buah-buahan, umbi-umbian, dan sejenisnya.
Contoh = asinan, mochi, dan Fruit Leather.
4. Mengapa perlu dilakukan modifikasi makanan khas daerah?
Jawab : Karena modifikasi dilakukan untuk beberapa tujuan,
diantaranya
1. Memberikan variasi rasa. Variasi rasa dapat dimodifikasi dengan
berbagai cara misalnya dengan cara membuat rasa yang berbeda
dengan yang sudah ada sebelumnya.
2. Memberikan variasi bentuk. Bentuk makanan dapat dimodifikasi
dengan cara membuat bentuk makanan yang berbeda.
3. Memperpanjang usia produk agar lebih awet. Modifikasi cara
memperpanjang usia makanan dilakukan dengan cara : penambahan
bahan kimia, misalnya asam sitrat, garam, gula, secara biologi.
4. Meningkatkan tingkat higine produk. Cara produksi pangan yang
baik sangat berguna bagi kelangsungan hidup industri pangan. Melalui
cara produksi pangan yang baik industri pangan dapat menghasilkan
pangan yang bermutu, layak dikonsumsi, dan aman bagi kesehatan.

5. Terangkan hal terpenting untuk melakukan modifikasi makanan


khas daerah yang laris di pasaran !

Jawab : untuk memodifikasi makanan khas daerah sebaiknya hanya


memodifikasi bentuknya saja agar lebih menarik jika rasa dan aroma ikut
di modifikasi maka akan hilang ciri khas makanan daerah tersebut.
RAISSA P M

C. Perhitungan Harga Jual Makanan Khas Daerah


yang Dimodifikasi
Perhitungan biaya produksi makanan awetan dari bahan nabati pada
dasarnya sama dengan cara biaya produksi lainnya. Biaya yang harus
dihitung adalah biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan
alat/gedung, dll), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja dan
overhead). Bahan baku dapat terdiri dari bahan baku utama dan bahan
baku tambahan, serta bahan kemasa.

Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan
baku. Biaya produksi termasuk biaya tenaga kerja. Jasa tenaga kerja
ditetapkan sesuai keterampilan yang dimiliki pekerja dan sesuai
kesepakatan antara pekerja dan pemilik usaha atau kesepakatan dalam
kelompok kerja.

Biaya produksi menentukan harga jual produk. Penentuan harga jual


juga harus mempertimbangkan modal dan biaya yang sudah dikeluarkan
untuk produksi. Pengolahan produk kesehatan membutuhkan peralatan
dan mesin kerja. Biaya pembelian alat-alat kerja tersebut dihitung
sebagai modal kerja. Biaya modal kerja ini akan terbayar dengan laba
yang diperoleh dari hasil penjualan.

Titik impas (Break Even Point) adalah seluruh biaya modal yang telah
dikeluarkan sudah kembali. Setelah mencapat titik impas, sebuah usaha
akan mulai dapat menghitung keuntungan penjualan. Harga jual produk
adalah sejumlah harga yang dibebankan kepada konsumen yang
dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar produksi seperti biaya
distribusi dan promosi. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang harus
dikeluarkan untuk terjadinya produksi barang. Unsur biaya produksi
adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead.

Secara umum biaya overhead dibedakan atas biaya overhead tetap,


yaitu biaya overhead yang jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah
produksinya berubah dan biaya overhead variabel, yaitu biaya overhead
yang jumlahnya berubah secara proporsional sesuai dengan perubahan
jumlah produksi. Biaya yang termasuk ke dalam overhead adalah biaya
listrik, bahan bakar minyak, dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk
mendukung proses produksi. Biaya pembelian bahan bakar minyak,
sabun pembersih untuk membersihkan bahan baku, benang, jarum, lem
dan bahan bahan lainnya dapat dimasukan ke dalam biaya overhead.
Jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan tersebut menjadi Harga Pokok
Produksi (HPP).
Pada bahasan kali ini, akan dipaparkan contoh perhitungan harga untuk
minuman lidah buaya. Diasumsikan dalam satu kali proses produksi
akan diproduksi 500 mangkok lidah buaya, masing-masing berisi 240
gram lidah buaya (buah dan kuah).
Perhitungan biaya produksi meliputi biaya investasi, biaya tetap
dan tidak tetap (variabel) untuk lidah buaya disajikan berikut ini. Hal ini
untuk menjadi bahan pembelajaran jika akan membuat perencanaan
kewirausaah jenis produk lainnya.

1. Investasi Alat dan Mesin


Investasi alat dan mesin, yaitu pembelian perlengkapan alat dan mesin
produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Alat dan mesin
produksi yang dibeli harus sesuai dengan kapasitas produksi, dan hal
teknis lainnya, seperti ketersediaan daya listrik, dan lainnya. Pada
proses produksi lidah buaya, alat dan mesin yang dibutuhkan pada
Tabel Berikut.
2. Biaya Tidak tetap (Variabel) Lidah Buaya
Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan · jumlah
produksi. Jadi, sifatnya tidak tetap, bisa berubah sesuai jumlah
produksinya. Biaya tidak tetap ini, biasanya meliputi biaya bahan baku,
bahan pembantu dan bahan kemasan. Pada proses produksi minuman
lidah buaya, kebutuhan bahan baku pada Tabel.

3. Biaya Tetap Lidah Buaya


Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan yang jumlahnya tetap setap bulannya, berapa pun jumlah
produksinya. Biaya tetap meliput biaya tenaga kerja, listrik/air, gas, penyusutan alat, dan lainnya.
Pada produk lidah buaya, biaya tetap yang dibutuhkan tersaji pada Tabel.
4. Total Biaya Lidah Buaya
Total biaya adalah jumlah keseluruhan biaya tidak tetap dan biaya tetap.
Pada proses produksi lidah buaya, total biaya yang dibutuhkan adalah

5. Harga Pokok Produksi (HPP)


Harga Pokok Produksi (HPP) adalah harga pokok dari suatu produk.
Jika dijual dengan harga tersebut, produsen tidak untung dan juga tidak
rugi. HPP ditentukan untuk bisa menentukan harga jual. Harga jual
adalah HPP ditambah margin keuntungan yang akan diambil. Untuk
produk lidah buaya ini, HPP-nya adalah
Total Biaya I Jumlah produksi
Rp 1. 408.950,- I 500 = Rp. 2.818,-

6. Harga Jual
Harga jual adalah harga yang harus dibayarkan pembeli untuk mendapatkan produk tersebut. Harga
jual bisa ditentukan dengan mempertmbangkan HPP dan juga produk pesaing. Harga jual ini
meliput harga dari pabrik dan harga konsumen. Harga dari pabrik tentu lebih mu rah karena saluran
distribusi (agen, toko, counter, dll) tentu juga harus mendapatkan keuntungan.
Pada produk-lidah-buaya dalam kemasan mangkok ini, melihat HPP-nya yaitu Rp2.818,- dan produk
pesaing dengan volume yang relatf sama dijual berkisar Rp5.000,- sampai Rp?.000,-, ditetapkan
harga jual untuk minuman lidah buaya dari pabrik adalah Rp 4.000,- (pada Tabel 4), dengan harapan
di tngkat konsumen, harganya adalah Rp 4.500,- sampai Rp 6.000,

7. Penerimaan Kotor
Penerimaan kotor adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan oleh perusahaan, sebelum
dipotong total biaya. Pada produksi lidah buaya ini, jumlah penerimaan kotor pada Tabel

8. Pendapatan Bersih (Laba)

Pendapatan bersih adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan


oleh perusahaan, setelah dipotong total biaya. Pada produksi lidah
buaya ini, jumlah penerimaan bersih adalah:
Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor - Total biaya
= Rp2.000.000 - Rp 1.408.950
= Rp591.050

Jadi perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi, yaitu sebanyak 500
mangkok lidah buaya, akan mendapatkan laba/keuntungan sebesar Rp
591.050,- (lima ratus Sembilan puluh satu ribu lima puluh rupiah).
Tugas 3
Membuat Perencanaan Usaha
 Buatlah kelompok, terdiri dari 5-8 orang.

 Pilih salah satu makanan khas daerah yang kelompok kamu sukai,
bisa nabati atau hewani.

 Buatlah perencaan usahanya dengan lengkap.

 Tentukan harga pokok dan harga jualnya.

 Presentasikan di depan kelas.

GADO – GADO
Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari
Indonesia yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan
dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus dari
kacang tanah dan yang dihaluskan disertai irisan telur dan
pada umumnya banyak yang menambahkan kentang rebus
yang sudah dihaluskan untuk saus gado gado kentang rebus
dimasak bersamaan dengan bumbu kacang kemudian di
atasnya ditaburi bawang goreng.

A. Analisa Usaha Gado - Gado

Peralatan Harga

Etalase Rp 1.650.000

Kompor dan tabung gas Rp 500.000


Panci Rp 185.000

Wajan Rp 135.000

Penghalus bumbu Rp 500.000

Pisau Rp 65.000

Talenan Rp 95.000

Pengaduk Rp 90.000

Baskom Rp 150.000

Spanduk Rp 125.000

Meja dan kursi Rp 500.000

Alat tambahan Rp 185.000

Jumlah Investasi Rp 4.195.000

B. Biaya Operasional per Bulan

Biaya Tetap Nilai Harga

Penyusutan etalase 1/48 x Rp 1.600.000 Rp 34, 375


Penyusutan kompor
1/36 x Rp 1.500.000 Rp 13,889
gas

Penyusutan panci 1/48 x Rp 6.200.000 Rp 3,854

Penyusutan wajan 1/36 x Rp 5.300.000 Rp 3,750


Penyusutan penghalus
1/36 x Rp 150.000 Rp 13,889
bumbu
Penyusutan pisau 1/36 x Rp 65.000 Rp 1,806

Penyusutan talenan 1/36 x Rp 90.000 Rp 2,639

Penyusutan pengaduk 1/36 x Rp 80.000 Rp 2,500

Penyusutan spatula 1/24 x Rp 100.000 Rp 625

Penyusutan baskom 1/24 x Rp 750.000 Rp 6,250

Penyusutan spanduk 1/36 x Rp 100.000 Rp 3,472

Penyusutan meja kursi 1/48 x Rp 650.000 Rp 10,417

Penyusutan alat
1/48 x Rp 90.000 Rp 3,854
tambahan

Total Biaya Tetap Rp 101,319

C. Biaya Varibel
Tahu Rp 40.000 x 30 Rp 1.200.000

Tempe Rp 35.000 x 30 Rp 1.050.000

Taoge Rp 15.000 x 30 Rp 450.000

Kol rebus Rp 20.000 x 30 Rp 600.000

Telur Rp 30.000 x 30 Rp 900.000

Kentang Rp 35.000 x 30 Rp 1.050.000

Kacang tanah Rp25.000 x 30 Rp 750.000

Gula merah Rp 15.000 x 30 Rp 450.000

Kemasan Rp 10.000 x 30 Rp 300.000

Gas LPG Rp 23.000 x 4 Rp 92.000


Listrik Rp 50.000 x 1 Rp 50.000

Biaya sewa Rp 600.000 x 1 Rp 600.000

Biaya air Rp 80.000 x 1 Rp 80.000

Promosi Rp 100.000 x 1 Rp 100.000

Bahan lain Rp 80.000 x 30 Rp 2.400.000

Total Biaya Variabel Rp 10.072.000

Total Biaya Operasional


Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 10,173,319
Pendapatan per Bulan
Penjualan rata – rata =
38 kemasan x Rp. 10,000 = Rp. 380,000
Rp. 380,000 x 30 hr = Rp. 11,400,000

Keuntungan per Bulan


Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 11,400,000 – Rp. 10,173,319 =
Rp. 1,226,681

Lama Balik Modal


Total Investasi / Keuntungan
Rp. 4,195,000 : Rp 1,226,681 =
Rp 3,419,796

SOAL PILGAN
1. Karbohidrat merupakan sumber kalori utam bagi manusia. Contoh
makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat adalah …
a. Getuk , Nasiliwet
b. Bika ambon
c. Telur Asin
d. Kerpik pisang
e. Karedok

2. Beriku faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha


1. Pengetahuan yang dimiliki
2. Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
3. Kesuitan yang dihadapi sehari-hari
4. Pengalaman dari individu itu sendiri
5. Pengalaman saat ia meihat orang lain menyelesaikan masalah
6. Kebutuhan yang belum terpenuhi
Yang termasuk faktor internal adalah …
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 2, 3, dan 6
d. 1, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5
3. Yang termasuk factor eksternal ….
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 2, 3, dan 6
d. 1, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5
4. Hal – hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah …
a. Yakin
b. Mental yang positif
c. Kesehatan terganggu
d. Percaya diri
e. Kreatif

5. Suatu analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal wira


usaha/perusahaan disebut analisis ...
a. WOTS
b. TSWO
c. TOWS
d. SWOT
e. OWST

6. Berikut ini contoh analisis SWOT pada makanan khas daerah ,kecuali ….
a. Strength
b. Weakness
c. Opportunity
d. Metode
e. Threat

7. Menurut George Robert Terry ada beberapa prinsip manajemen dalam


mengelola usaha, Kecuali.....
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Pelaksanaan/Penerapan
d. Actuate (Penggerakkan)
e. Controling (Pengawasan/Pengendalian)

8. Makanan khas tradisional pada masa lampau biasanya dikemas dengan


menggunakan kemasan...
A. Mika
B. Anyaman Daun pisang
C. Gelas
D. Alumunium foil
E. Stainless steel

10. Berikut ini yang bukan termasuk tujuan modifikasi makanan khas daerah
adalah… a. Memberikan varian rasa
b. Memberikan varian bentuk
c. Memperpanjang usia produk agar lebih awat
d. Meningkatkan tingkat higine produk
e. Meningkatkan banyaknya porsi makanan

ESSAY
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Perencanaan Wirausahaan!
Jawab: Perencanaan kewirausahaan adalah satu langkah awal yang dibuat
bila ingin memulai usaha.Biasanya disajikan dalam bentuk proposal,
sebagai pengajuan rencana kegiatan.
2.Tuliskan apa saja tahapan pengembangan wirausaha!
Jawab:1.Pemilihan Jenis Usaha
2.Nama Perusahaan
3.Lokasi Perusahaan
4.Perizinan Usaha
5.Sumber Daya Manusia (SDM)
6.Aspek Produksi
7.Aspek Keuangan
3.Tuliskan rumus untuk mencari Total Biaya!
Jawab: Total Biaya = Biaya variabel + Biaya tetap
4.Jelaskan pengertian dari Harga Pokok Produksi (HPP)!
Jawab: Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan total keseluruhan biaya
yang dikeluarkan secara langsung oleh suatu perusahaan untuk
mendapatkan barang atau jasa yang dijual.
5. Jelaskan perbedaan laba bersih dan laba kotor!
Jawab: Laba Bersih = Laba/Profit yang nilainya sudah di kurangi dengan
pemotongan pajak..
Laba Kotor = Laba, Profit atau Selisih Positif antara nilai penjualan
dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan.

AHMAD BAGAS U

D. Penentuan Media Promosi Makanan Khas Daerah Yang Dimodifikasi


A. Pangan Khas Daerah sebagai Pendukung Pariwisata

Indonesia memiliki keberagaman pangan yang tersebar di berbagai daerah.


Makanan khs daerah juga menjadi ciri khas dari daerah asalnya. Sehingga makanan
khas daerah juga dapat mendukung pariwisata daerahnya. Saat ini ada 30 jenis
kuliner yang menjadi ikon makanan khas Indonesia. Makanan ini terbagi menjadi
makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup. Panganan khas
daerah Indonesia akan menjadi daya tarik pariwisata lokal maupun mancanegara
untuk datang ke daerah-daerah Nusantara.

B. Kewirausahaan Produk Pangan Khas Daerah

Kewirausahaan bidang pangan olahan dapat menjadi ide alternatif yang sangat
menjanjikan. Apa lagi Indonesia merupakan negara yang kaya akan panganan khas
daerah. Sebagai seorang wirausahawan pemula sangat dianjurkan untuk lebih
kreatif dan inovatif dengan wirausaha yang dijalankannya, artinya selalu melakukan
diversifikasi produk atau pengembangan produk agar memiliki varian lebih dan
mempunyai kelebihan dibanding pesaingnya. Inovasi juga dilakukan agar konsumen
tidak jenuh dengan produk yang sudah ada. Walaupun produk khas daerah, inovasi
tetap bisa dilakukan, baik inovasi dari sisi rasa, bentuk, maupun kemasannya.

Beberapa strategi untuk perencanaan promosi makanan khas daerah:


1. Buatlah nama untuk bisnis makanan semenarik mungkin

Nama usaha akan menjadi image yang akan tertanam pada konsumen, sehingga
mereka mudah untuk mengingat usaha makanan yang dibuat. Oleh karena itu
sebelum membuka usaha makanan, siapkanlah nama usaha makanan yang
menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Disamping itu sesuaikan
nama dengan usaha yang dijalankan dengan daerah asal makanan. Nama usaha
dapat ditempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x
– baner dengan ukuran yang besar dan mudah terlihat agar konsumen yang
kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan yang ditawarkan.

2. Perkenalkan usaha olahan makanan kepada masyarakat

Mulailah pemasaran dengan mengenalkan makanan khas daerah yang dibuat


kepada masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat acara dan
mengundang masyarakat luas untuk berkunjung ke lokasi usaha. Selain itu
pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil karyawan yang bertempat tinggal
di sekitar lokasi. Secara tidak langsung karyawan tersebut akan mempromosikan
tempat kerja mereka kepada kerabat serta rekan mereka. Pada kesempatan
tersebut dapat juga dilakukan survey untuk mengetahui kelamahan dan kelebihan
produk dari pendapat konsumen secara langsung melalui angket. Dengan demikian
kita dapat selalu mengadakan perbaikan produk sesuai dengan keinginan
konsumen.

3. Berikan potongan harga untuk acara tertentu


ulang tahun usaha tersebut dan lain-lain. Selain itu dapat juga memberikan paket
harga khusus pada saat hari – hari tertentu, misalnya memberikan harga paket
keluarga di hari raya seperti lebaran atau tahun baru. Potonganharga atau harga
paket khusus akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk
berkunjung ke tempat usaha. Gunakanlah brosur, pamflet, atau pun spanduk untuk
mempromosikan hal tersebut.

4. Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung

Jaringan merupakan pemasaran yang sangat efektif. Mulailah denganmembuat


jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat yang memang bisa membantu
untuk mengembangkan bisnis. Cara membangun jaringan bisa dilakukan dengan
memberikan tesproduk pada rekan atau kerabat, misalnya dengan mengajak rekan
dan kerabat untuk berkunjung mencicipi makanan yang dibuat.

Jika rekan dan kerabat tertarik dengan produk tersebut, mereka akan senang jika
diajak untuk bekerja sama dengan usaha yang sudah dibuat. Begitu banyak peluang
yang akan muncul, bila memiliki jaringan usaha yang cukup luas.

5. Menciptakan inovasi pada menu – menu yang ditawarkan

Untuk menghindari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu–menu yang


ditawarkan minimal 6 bulan sekali. Banyaknya variasi menu yang ditawarkan, akan
menjadi daya tarik tersendiri. Misalnya usaha bakso, malang bisa diberikan inovasi
dengan menambah menu bakso isi keju, bakso isi telur, bakso isi buah, hingga
bakso ikan dan bakso udang. Menu yang bervariasi akan menarik minat masyarakat
untuk mengunjungi warung usaha bakso yang sudah dirintis.

6. Meningkatkan kualitas pelayanan

Dalam memberikan pelayanan bagi para konsumen, perhatikan waktu penyajian


makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan tempat
usaha. Konsumen akan merasa tidak nyaman jika menunggu penyajian makanan
yang terlalu lama, untuk itu usahakan untuk tepat waktu dalam memberikan
pelayanan.

Selain itu jaga kualitas cita rasa makanan yang diproduksi, sehingga konsumen tidak
kecewa jika makanan yang mereka pesan ternyata tidak enak. Jagalah kebersihan
serta keamanan lokasi usaha makanan khas daerah yang dibuka, sehingga
konsumen yang makan merasa nyaman dan senang untuk berkunjung kembali ke
lokasi usaha.

Pada dasarnya, pemasaran usaha sangatlah penting, untuk itu lakukan promosi
usaha secara total baik dari mulai dibuka sampai usaha makanan khas daerah
sudah dapat berjalan, lakukan terus promosi dan pemasaran secara terus menerus.
Jika perlu sisihkan 5 – 10 % omset untuk biaya promosi dan pemasaran usaha.

Berikut beberapa media yang dapat digunakan

Promosi Media Cetak


Promosi melalui media cetak adalah cara promosi yang paling banyak digunakan.
Promosi ini biasanya dilakukan dengan membuat spanduk, banner, iklan di koran,
majalah, buku, sticker, pamflet, flyer, dan lain sebagai. Promosi jenis ini sangat
mudah dijangkau oleh masyarakat kalangan atas hingga bawah. Biaya untuk
promosi menggunakan media cetak ini cukup terjangkau dan dapat menghemat
biaya.

Promosi Media Elektronik

Media elektronik juga menjadi salah cara ampuh untuk melancar pemasaran produk.
Dengan menggunakan televisi misalnya, atau melalui radio. Promosi menggunakan
media elektronik ini membutuhkan budget yang tidak sedikit.

Promosi Media Internet

Ini adalah kemajuan dari promosi melalui media elektronik. Promosi menggunakan
media internet ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengguna internet di jaman
sekarang ini. Perkembangan teknologi telah merubah segalanya termasuk dalam
bidang bisnis. Namun ini sangat menjadi kemudahan untuk melancarkan proses jual
beli. Beriklan melalui media internet ini biasanya melalui media banner website dan
juga program iklan berbayar lainnya seperti Google AdWordsd dan facebook ads.

Promosi Media Produk

Maksud adalah promosi yang dilakukan melalui sebuah produk seperti tas, kaos,
topi, dll. Nah, biasanya ketika Anda mengikuti seminar, Anda akan mendapatkan
sebuah tas dengan logo sebuah perusahaan. Itu selain sebagai souvenir juga dapat
dimanfaatkan sebagai media promosi. Biasanya tas-tas semacam ini bisa dipesan di
pabrik tas, sehingga dapat memesan sesuai selera.

SOAL PILGAN
1. Berikut media promosi sebuah produk kecuali...
A.media cetak C.media elektronik
B.media internet D.media suara
2. Ada Berapa Jenis ikon makanan khas indonesia...
A.14 C.30
B.25 D.99
3. Cara merubah bentuk dan rasa makanan khas daerah dari yang kurang menarik
menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan bentuk dan rasa aslinya, serta
menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya adalah….
a. Makanan modern yang dimodifikasi
b. Makanan khas daerah yang dimodifikasi
c. Makanan modern
d. Makanan khas daerah
e. Makanan Laut

4. Berikut ini yang bukan termasuk tujuan modifikasi makanan khas daerah
adalah…
a. Memberikan varian rasa
b. Memberikan varian bentuk
c. Memperpanjang usia produk agar lebih awat
d. Meningkatkan tingkat higine produk
e. Meningkatkan banyaknya porsi makanan

5. Membuat rasa yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya merupakan
salah satu tujuan modifikasi makanan khas daerah yaitu…
a. Memberikan varian rasa
b. Memberikan varian bentuk
c. Memperpanjang usia produk agar lebih awat
d. Meningkatkan tingkat higine produk
e. Meminimalisir pesaing jualan
6. Apakah yang dimaksud dengan makanan khas daerah ?
a. Makanan yang biasa dikonsumsi disuatu daerah
b. Makanan yang dijual di semua daerah
c. Makanan Modern
d. Makanan Import
e. Makanan Kadaluwarsa

7. Manakah yang bukan makanan khas daerah yang banyak mengandung Lemak
a. Nasi Liwet
b. Nasi Jamblang
c. Telur Asin
d. Rendang Daging
e. Karedok

8.Contoh makanan khas dari Jawa Timur yaitu


a. Rujak Cingur
b. Lumpia
c. Wingko babat
d. Gudeg
e. Karedok

9. Daerah pembuat makanan khas daerah Rendang yaitu


a. Jawa tengah
b. Jawa Barat
c. Jawa Timur
d. Kalimantan Utara
e. Sumatra

10. Banyak menggunakan santan dalam masakan , merupakan ciri makanan khas
daerah
a. Kalimantan timur
b. Jawa Barat
c. Jawa Timur
d. Jawa Tengah

ESSAI
1.Sebutkan Media promosi yang dapat digunakan!

Jwb:-Media Promosi Cetak


-Media promosi elektronik
-Media promosi internet
-Media promosi produk

2.sebutkan contoh alat yang dapat digunakan dalam media promosi elektronik!
Jwb:Hp,Radio,Laptop,Televisi,dll

3.Jelaskan pengertian media promo cetak!


Jwb:Promosi media cetak adalah cara promosi yang paling banyak
diigunakan.promosi ini biasa nya dilakukan dengan membuat spanduk ,banner,iklan
di koran,majalah,,buku,dll

4.sebutkan beberapa strategi perencanaan promosi makanan khas daerah!


Jwb:-Buatlah nama untuk bisnis makanan semenarik mungkin
-perkenalakan usaha olahan makanan ke masyarakat
-Berikan potongan harga untuk acara tertentu
-membangun jaringan dengan usaha lain
-menciptakan inovasi pada menu menu yang ditawarkan
-meningkatakan kualitas pelayanan

5.apa yang dimaksud promosi?


Jwb:promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau
jasa pada dengan tujuan menarik calonkonsumen untuk membeli atau
mengkonsumsi

GALIH ALFARIZ

E.ANALISIS SISTEM KONSINYASI YANG DIMODIFIKASI


Sistem Pemasaran

Sistem pemasaran produk :

1. penjualan langsung
2. penjualan tidak langsung

 Penjualan langsung juga terbagi menjadi beberapa jenis, misalnya


penjualan melalui outlet sendiri, atau sistem penjajaan langsung pada
konsumen.

 Penjualan tidak langsung, yaitu penjualan dengan menggunakan


perantara dan/atau menggunakan saluran distribusi. Saluran distribusi yang
digunakan bisa pendek ataupun panjang, tergantung jenis dan kapasitas
produksinya.
Pemilihan sistem pemasaran yang tepat, menjadi salah satu penentu keberhasilan
dari penerimaan produk tersebut di tangan konsumen. Salah satu sistem yang akan
diterapkan pada sistem pemasaran produk makanan khas daerah adalah sistem
konsinyasi.

Sistem konsinyasi adalah sistem kerjasama pemasaran, antara pemilik barang


(produsen) dengan pemilik warung/toko/outlet (pemasar), atau sering disebut
sistem titip jual.

Sistem konsinyasi ini tidak rumit, produsen hanya perlu mencari warung/toko/outlet
yang bersedia menerima produknya, dengan membuat kesepakatan kerjasama
dengan maksud menitipkan barang dagangan di warung atau toko tersebut. Jika
sudah sepakat maka kita hanya perlu memasok barang dagangan, menunggu
beberapa hari, dan kembali untuk mengambil bayaran dan mengganti barang
dagangan yang sudah lama. Periode penitipan disepakati kedua belah pihak,
biasanya rata-rata seminggu.

Sistem bisnis ini adalah sistem bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.
Bagi produsen yang menitipkan barang dagangannya, hanya perlu
menitipkannya saja dan pihak warung/toko/outlet yang akan memasarkan
produknya, sedangkan bagi pemilik warung/toko/outlet, mereka untung karena
bisa menjual barang dagangan tanpa modal dan mendapatkan hasil keuntungan
dari hasil penjualannya tersebut, kalaupun barang rusak atau tidak laku, tidak
menjadi tanggung jawab pemiliki warung/toko/outlet.

Walaupun sistem ini terlihat mudah dan menguntungkan, tapi tetap harus berhati-
hati saat menjalankannya, jangan lupa membuat catatan barang yang dititipkan,
karena banyak pemilik warung/toko/outlet yang kadang lupa atau nakal dalam
menghitung barang dagangan titipan. Jadi, perlu mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan terlebih dahulu. Hubungan kerjasama yang baik dan kepercayaan
yang terbentuk dengan sistem ini, lebih menguatkan sistem pemasaran produk
makanan khas daerah, karena resiko yang ditimbulkan sangat kecil. Satu sama lain
saling mengenal, dan terjalin hubungan simbiosis mutualisme yang cukup baik.
 Untung Rugi Sistim Penjualan Konsinyasi

Seringkali sistim penjualan konsinyasi ini di berlakukan untuk sebuah produk atau
merk baru yang belum memiliki nilai reputasi yang dikenal di pasaran. Jenis
produknya bisa berupa apapun juga, mulai dari makanan, minuman, pakaian, dan
lain sebagainya.

Bagi pemilik produk cara penjualan seperti ini mungkin bisa sedikit merugikan,
pasalnya barang terjual namun tidak ada kepastian kapan akan menjadi uang.
Berbeda dengan sistim penjualan menggunakan tempo pembayaran yang
setidaknya ada kepastian waktu akan mendapatkan pembayaran, atau sistim
penjualan putus yang langsung mendapatkan pembayaran setelah barang dikirim ke
tempat penjual.

Namun begitu bukan berarti tidak ada keuntungannya bagi pemilik produk, sistim
penjualan konsinyasi seperti ini bisa menjadi ajang awal mengenalkan produk ke
pasaran atau promosi, hingga nantinya reputasi yang positif sudah terbangun maka
sistim penjualan secara langsung pun akan bisa dilakukan dengan mudah.

Berbeda dengan pemilik toko, sistim konsinyasi bisa cukup menguntungkan,


pasalnya mereka bisa mendapatkan produk tanpa harus langsung mengeluarkan
modal. Sehingga resiko produk tidak laku terjual atau lambat terjual bisa terhindari.

 Tips Menjalankan Sistim Penjualan Konsinyasi

Sebagai langkah awal untuk mengenalkan produk ke pasaran, sistim seperti ini bisa
dilakukan agar pihak toko mau menjajakan produk kita yang harapannya sampai
terjual ke tangan konsumen. Karena untuk produk baru biasanya toko akan
meragukan apakah produknya bisa laku di pasaran atau tidak, maka dengan titip jual
ini mereka bisa terbebas dari resiko demikian.

Akan tetapi jika kita menjadi salah satu pemilik produk yang berniat akan menempuh
sistim konsinyasi, hendaknya slektif membuat ketentuan agar produk bisa laku
terjual, beberapa tips yang bisa di lakukan adalah sebagai berikut.

 Pilih toko yang strategis, ramai pembeli, dan banyak didatangi pelanggan.
Harapannya tentu agar produk kita pun cepat di kenal dan cepat terjual.
 Cek secara rutin produk yang di konsinyasikan, apalagi untuk produk berupa
makanan atau minuman yang memilki jangka waktu kadaluarsa sebentar.
 TUGASJalin
5 hubungan baik dengan pemilik toko. Dengan cara ini di harapkan pihak
toko mau menawarkan produknya kepada konsumen, terlebih jika sudah cukup
banyak
 produk serupa dari kompetitor.
Konsiyasi Produk
 Buatlah survei singkat tentang model distribusi produk makanan yang biasa
digunakan oleh para pelaku usaha mikro dan kecil.
 Gunakan metode survei waancara, buatlah beberapa pertanyaan terkait
model distribusi produk.
 Lakukan wawancara pada minimal 5 produsen.
 Tuliskan hasil survei kamu dalam bentuk laporan lengkap, 5-10 halaman,
dalam kertas a4, huruf arial, ukuran 12, spasi 1,5.
Daftar Pertanyaan :

1. Apa latar belakang Bapak memilih usaha ini?


“Sebelum saya memulai usaha ini, saya memang sudah bekerja di salah satu
bengkel di kota (Ruteng). Sebagai seorang anak yang baru tamat SMA waktu itu
saya hanya jadi pesuruh ka’e-ka’e di bengkel atau hanya mengerjakan pekerjaan
kecil seperti mengganti oli dan tambal ban. Dari pekerjaan saya di bengkel inilah
saya belajar bagaimana caranya memperbaiki motor atau mobil, berawal dari hanya
menonton ka’e-ka’e kerja lalu akhirnya saya hafal cara kerjanya. Kalau mau dibilang,
saya bukan seorang yang tamatan permesinan. Saya belajar sendiri dari
pengalaman kerja di bengkel. Dari pengalaman inilah akhirnya saya berencana
membuka tempat tambal ban dan ganti oli, dan memanfaatkan ruang kosong di
samping kiosnya om.”

2. Bagaimana sejarah perkembangan usaha ini hingga sekarang?


“Awalnya dulu pas tahun 2008, saya berniat buka tempat tambal ban dan ganti oli.
Waktu itu saya benar-benar bosan harus disuruh-suruh terus di bengkel tempat saya
kerja. Mungkin karena saya baru tamat SMA, jadi mereka (ka’e-ka’e) belum bisa
kerja yang rumit, padahal saya mau sekali coba. Akhirnya waktu itu saya keluar
dengan modal gaji yang tidak banyak dan kebetulan ada teman yang jual kompresor.
Akhirnya saya beli itu kompresor dan buka tempat tambal ban dan ganti oli di
ruangan kosong samping saya punya amang punya kios.dari situ saya mulai
kumpul-kumpul uang sedikit-sedikit. Dari itu uang yang saya kumpul, kebetulan saya
punya amang pindah, akhirnya saya rencana untuk bertahan dan buka kios baru.
Dari usaha kios dan tambal ban, akhirnya saya bisa beli alat-alat bengkel yang lain,
dan mulai perbaik-perbaik motor dan sampai sekarang usaha ini masih jalan.
Mungkin penghasilan saya tidak banyak, tetapi setidaknya saya masih bisa kasi
makan istri sama anak.”

3. Apa kendala yang dialami Bapak selama menjalani usaha ini?


“Kalo bicara kendala, saya kira banyak sekali kendala yang saya hadapi. Mungkin
yang pertama adalah modal. Jujur, saya tidak suka pinjam uang. Jadi semua
barang-barang bengkel ini saya beli dari uang hasil kumpul usaha. Walaupun pelan,
tetapi setidaknya akhirnya ada hasil.”

4. Bagaimana cara Bapak untuk mengatasi masalah tersebut?


“Seperti yang saya bilang tadi, saya lebih memilih untuk kumpul sedikit-sedikit. Kalo
saya ada target mau beli barang baru, saya selalu usahakan simpan uang dulu
untuk bisa secepatnya beli.”

5. Berapa modal yang Bapak keluarkan untuk membuka usaha ini?


“Kalo modal awal saya buka usaha dulu, seperti yang saya bilang tadi; Rp.
2.500.000. Sekarang, tiap bulannya saya mungkin keluarkan modal kira-kira 2 jutaan
untuk beli barang bengkel dan barang kios supaya selalu terisi. Untuk barang
bengkel, karena mahal, biasanya saya beli setelah tahu kerusakan yang harus
diperbaiki. Kecuali oli dan barang kecil lainnya, biasanya saya beli per dus.”

6. Berapa penghasilan perbulan/perharinya?


“Kalo penghasilan bersih perbulan, biasanya saya bisa dapat 5-6 juta.itu dari usaha
bengkel dan kios. Kadang saya beli motor yang rusak atau alat-alat lain yang rusak
lalu saya perbaiki dan jual kembali. Dari situ biasanya saya dapat penghasilan yang
besar. Misalnya ada genset rusak dan orang jual Rp. 300.000, saya bisa jual lagi
sekitar Rp.800.000 sampai Rp. 1.000.000.”

7. Apakah sebelumnya Bapak pernah berpikir/ berkeinginan untuk membuka


usaha lain selain usaha-usaha yang sudah Bapak tekuni?
“Saya belum berpikir untuk buka usaha lain. Saya hanya punya rencana untuk buka
bengkel ini menjadi lebih besar. Mungkin karena ini saja keterampilan saya, jadi
saya mau menjadi benar-benar berhasil jadi anak bengkel. Sementara yang
mengurus kios sekarang saya serahkan ke istri saya. Saya mau menjadi lebih fokus
di bengkel.”

8. Apa strategi yang bapak terapkan dalam berusaha?


“Yang pertama, saya selalu kerja jujur. Kedua, ramah dan senyum kepada orang
yang datang. Ketiga, saya tidak mengambil keuntungan yang terlalu berlebihan dari
pelanggan. Keempat, banyak-banyak relasi, sehingga kalau ada orang yang rusak
motornya, orang-orang yang sudah kenal bagaimana saya kerja disini bisa
rekomendasikan ini bengkel ke orang-orang tersebut. Kelima, kerja jangan
setengah-setengah, beri yang terbaik ke pelanggan. Dengan begitu pelanggan akan
merasa nyaman dan akan datang terus ke kita.”

9. Menurut Bapak, apa tips untuk menjadi pengusaha?


“Pokoknya kalo kita ada kemampuan atau keterampilan, kerja saja! Coba fokus di
satu bidang dan tekuni itu. Jangan putus asa karena masalah itu akan datang terus.
Dan juga, pimtar-pintar atur uang.”
GALIH ALFARIZ

SOAL PILGAN
1. Pengawetan makanan pada hakekatnya merupakan suatu tindakan atau usaha
yang dilakukan agar bahan makanan menjadi...
A. Segar dan Bergizi
B. Lezat dan enak
C. Awet dan tahan lama
D. Kering dan renyah
E. Basah dan legit

2. Contoh makanan yang diawetkan dengan cara jangka pendek adalah...


A. Susu ultra
B. Sarden
C. Cornet
D. Telur asin
E. Sosis

3. Pengawetan bahan makanan dengan cara memanaskan hingga 70 oC – 90oC


selama kurang lebih setengah jam disebut...
A. Pasteurisasi
B. Sterilisasi
C. Pengeringan
D. Destirilisasi
E. Freezerisasi

4. Contoh makanan awetan dengan cara pasteurisasi adalah...


A. Yakult
B. Dendeng
C. Sarden
D. Cornet
E. Ikan asin

5. Contoh pengawetan jangka panjang adalah...


A. Pengeringan
B. Iridasi
C. Inkubasi
D. Freezerisasi
E. Sterilisasi
6. Cornet beef adalah produk pengawetan dengan cara...
A. Pasterurisasi
B. Sterilisasi
C. Freezerisasi
D. Pengasapan
E. Penggaraman

7. Pengawetan dengan suhu dingin berfungsi untuk...


A. Menghambat kerusakan, menjaga kesegaran
B. Mematikan mikroorganisme
C. Menjaga kelembaban
D. Menjaga kesegaran, memperkuat rasa
E. Mengaktifkan enzim

8. Yang dimaksud dengan sterilisasi adalah...


A. Memanaskan bahan makanan dengan suhu 70 oC – 90oC selama setengah jam
B. Memanaskan bahan makanan dengan suhu 70 oC – 90oC selama satu jam
C. Memanaskan bahan makanan dengan suhu 100 oC selama satu jam
D. Memanaskan bahan makanan dengan suhu 100 oC selama setengah jam
E. Memanaskan bahan makanan dengan suhu 100 oC selama satu setengah jam

9. Yang merupakan salah satu metode pengawetan dengan gelombang


elektromagnetik adalah...
A. Pasteurisasi
B. Sterilisasi
C. Freezerisasi
D. Inkubasi
E. Iridasi

10. Yang dimaksud metode pengawetan dengan atificial frying adalah...


A. Penjemuran
B. Pengeringan dalam api
C. Pengeringan dengan matahari
D. Pengeringan buatan
E. Pengeringan alami
ESSAY
1. Jelaskan yang dimaksud pengawetan makanan!
2. Sebutkan 4 tujuan pengawetan makanan!
3. Sebutkan 2 teknik pengawetan makanan jangka panjang dan berikan contohnya!
4. Sebutkan 3 syarat bahan kemasan makanan!
5. Mengapa makanan awetan perlu dikemas?

Jawaban :
1. Tindakan atau usaha yang dilakukan untuk membuat bahan makanan menjadi
awet, tahan lama, dan tidak mudah rusak.

2. – Menghambat atau mencegah terjadinya kerusakan pada makanan


- Mempertahankan kualitas makanan
- Menambah variasi makanan dari bahan yang sama
- Menambah harga jual

3. – Sterilisasi : sarden, cornet beef


- Pasteurisasi : susu UHT, yakult

4. – Tidak bereaksi dengan makanan tersebut


- Tidak merubah warna, rasa, isi, dan bau
- Dapat melindungi mutu dalam waktu yang lama

5. – Untuk membantu mengurangi terjadinya kerusakan


- Melindungi isinya dari kontaminasi
- Memudahkan makanan disimpan, diatur, dihitung maupun dijual
- Metode promosi dan menarik konsumen

TUGAS KELOMPOK
WIRAUSAHA PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH YANG
DIMODIFIKASI

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Ketua: Lintang Syafa Ramadhanti
Anggota: 1. Afifah umairi
2. Ahmad Bagas Ulinha
3. Akbaru fajrin
4. M Galih Alfariz
5. Raissa Putri Meidina
Guru Pembina: Saudah S.Pd

SMA PATRA MANDIRI 01 PALEMBANG


TAHUN AJARAN 2019/2020

AKBARU FAJRIN

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadiran Allah Swt, yang senantiasa telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua dalam keadaan
sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Kami juga
panjatkan kehadiran Allah Swt, karena hanya dengan keridhoan-Nya
Makalah dengan judul “ Wirausaha Pengolahan Makanan Khas Daerah Yang
Dimodofikasi” dapat terselesaikan.
Kemudian kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada guru pembimbing ibu Saudah S.Pd yang telah
memberikan tugas mata pelajaran prakarya dan wirausahaan sehingga
sehingga menambah wawasan kami tentang wirausaha pengolahan
makanan khas daerah yang dimodifikasi tersebut.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa
bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini
agar kedepannya bisa diperbaiki.

Palembang, 23 September 2019

Penyusun

AKBARU FAJRIN

DAFTAR ISI
KATA
PENGHANTAR…………………………………………………………………………………..
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………………...
PETA
KONSEP…………………………………………………………………………………………….
TUJUAN
PEMBELAJARAN…………………………………………………………………………....
BAB IV WIRAUSAHA PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH
DIMODIFIKASI………………………………………………………………………………………….
.

A. PERENCANAAN USAHA MAKANAN KHAS DAERSAH YANG DI


MODOFIKASI……………………………………………………………………………………
B. SISTEM PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH YANG
DIMODIFIKASI………………………………………………………………………………..
C. PENGHITUNGAN HARGA JUAL MAKAN KHASDAERAH YANG
DIMODIFIKASI………………………………………………………………………………..
D. PENENTUAN MEDIA PROMOSI MAKANAN KHAS DAERAH YANG DI
MODIFIKASI……………………………………………………………………………………
E. ANALISIS SISTEM KONSINYASI
YANGDIMODIFIKASI………………………………………………………………………..

KESIMPULAN……………………………………………………………………………………………

SARAN…………………………………………………………………………………………………...…

LAMPIRAN……………………………………………………………………..
…………………………
AKBARU FAJRIN

DAFTAR PUSTAKA
https://www.synaoo.com/wirausaha-pengolahan-modifikasi-pangan-
khas-daaerah-materi-prakarya-dan-kewirausahawan-kelas-12/

http://renjerpink.blgspot.com/2017/07/wirausaha-pngolahan-
makanan-modifikasi.html?m=1

http://animator-mungkajaya.blogspot.com/2016/09/perhitingan-
biaya-makanan-awetan-bahan.html?m=1

http://maxmanroe.com/cara-promosi-usaha-makanan.html

http;//www.academia.edu/4651720//Analisa-Sistem-Penjualan-
Secara-Konsinyasi-DAD

LAMPIRAN
AKBARU FAJRIN

PETA KONSEP

Wirausaha Produk
Pengolahan Makanan khas
Daerah Yang Dimodifikasi

A Perencanaan usaha Makanan khas B Teknologi Pengolahan Makanan


Daerah Modifikasi Khas Daerah Modifikasi

-Keragaman makanan khas daerah -Prinsip pengolahan


-Metode pengolahan sederhana -Metode pengemasan dan pelabelan
-Sumber bahan baku melimpah -Contoh olahan: dadih, telur asin, asinan, dll
-

C Penghitungan Harga Makanan Khas Daerah


Modifasi

-Penentuan biaya investasi


-Penentuan biaya tetap dan tdak tetap
-Penentuaan harga pokok produksi(HPP)
-Penentuan harga jual
-Perhitungan laba/rugi

D Media Promosi Makanan Khas Daerah E Konsunyasi Makanan Khas Daerah


Modifikasi Modifikasi

-Pengenalan ke masyarakat sekitar -Pemilihan warung/toko/outlet


-Pertemuan rut sepert arisan Pembinaan hubungan kerja sama dengan
-Pameran besar pemasaran
-Melalui sosial media sosial (facebook, twitter, dll) -kehat-hatan memilih pemasaran