Anda di halaman 1dari 6

UPEJ 7 (1) (2018)

Unnes Physics Education Journal


http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej

Penggunaan Video Based Laboratory (VBL) dalam Menentukan Nilai Modulus


Elastisitas Penggaris Aluminium

Irnin Agustina Dwi Astuti, Ria Asep Sumarni, Yoga Budi Bhakti
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indraprasta PGRI

Info Artikel Abstrak


Sejarah Artikel: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai modulus elastisitas penggaris aluminium
Diterima Januari 2018 menggunakan Video Based Laboratory (VBL) dan analisis tracker. Pokok bahasan yang dibahas
Disetujui Januari 2018 mengenai materi elastisitas, karena materi ini masih abstrak dan masih berkaitan dengan
Dipublikasikan Maret kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diciptakan inovasi
2018 pembelajaran dalam bentuk alat peraga fisika yang inovatif yang dapat menarik respon siswa
Keywords: dalam belajar fisika. Eksperimen adalah suatu usaha terencana untuk menjawab sebuah
VBL, Modulus elastisitas, pertanyaan dengan membuat suatu kegiatan dibawah kondisi-kondisi terkontrol. Alat ini terdiri
Penggaris dari penggaris aluminium, beban, jangka sorong, mikrometer skrup, skrup, neraca, laptop, dan
kamera. Beban yang digunakan dalam penelitian divariasi sebanyak enam yaitu beban dengan
massa 8,5 gram; 16,3 gram; 22,7 gram; 30,6 gram; 38,0 gram; dan 45,8 gram. Metode yang
digunakan adalah dengan analisis regresi linier hubungan antara kuadrat dari periode osilasi T2
terhadap massa beban M dan pengambilan data untuk penentuan nilai modulus elastisitas bahan
dilakukan dengan osilasi penggaris dengan variasi massa beban yang di video kemudian
dianalisis dengan menggunakan software tracker. Selanjutnya dari data T2 terhadap M ini
dilakukan dengan regresi linier dan diperoleh nilai gradien yang akan digunakan untuk
menentukan nilai modulus elastisitas penggaris. Nilai modukus elastitisas penggaris aluminium
(61,91±5,69)×109 N/m2 mendekati nilai acuan yaitu 70×109 N/m2 dengan ralat relatif sebesar
11,6%.

Abstract
This study aims to determine the value of elastic modulus of aluminum rod using Video Based
Laboratory (VBL) and tracker analysis. The subject discussed about the material of elasticity, because the
material is still abstract and still related to everyday life. To overcome these problems then created a learning
innovation in the form of innovative visual aids that can attract students' responses in physics learning.
Experiments are a planned effort to answer a question by creating an activity under controlled conditions.
This tool consists of an aluminum ruler, load, slide, micrometer couplers, couplers, balance sheets, laptops,
and cameras. The load used in the research varied as much as six loads with mass of 8.5 grams; 16.3 grams;
22.7 grams; 30.6 grams; 38.0 grams; And 45.8 grams. The method used is linear regression analysis the
relationship between the square of the period of T2 oscillation to the load mass M and the data collection for
the determination of the modulus value of elasticity of the material is done by ruler oscillation with variation
of load mass in the video then analyzed by using tracker software. Furthermore, from T2 data to M is done
by linear regression and obtained gradient value which will be used to determine modulus value of ruler
elasticity. The value of the aluminum rod elastitis modulus (61.91 ± 5.69) × 109 N / m2 approximates the
reference value of 70 × 109 N / m2 with a relative ration of 11.6%.

© 2018 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: ISSN 2252-6935
E-mail : irnin.agustina@gmail.com
Irnin Agustina Dwi Astuti / Unnes Physics Education Journal 7 (1) (2018)

PENDAHULUAN elastisitas bahan dilakukan dengan


menggunakan metode osilasi cantilever. Metode
Sifat-sifat mekanik zat padat seperti yang digunakan adalah dengan analisis regresi
kekuatan tarik (tensile strength), kekuatan tekan linier hubungan antara kuadrat dari periode
(compressive strength), modulus elastis (modulus osilasi T2 terhadap massa beban M dan
young, modulus geser dan modulus bulk), pengambilan data untuk penentuan nilai
keuletan, ketangguhan, kekerasan dan kekuatan modulus elastisitas bahan dilakukan dengan
impak merupakan sifat-sifat fisis zat padat yang osilasi penggaris dengan variasi massa beban.
perlu mendapatkan perhatian bagi para peneliti Setelah dilakukan regresi dari 30 data
yang melakukan penelitian tentang rekayasa eksperimen diperoleh nilai koefisien elastisitas
bahan, karena sifat-sifat tersebut memberikan bahan sebesar (117,00 ± 5,74) ×109 N/m2,
peranan penting bagi terciptanya suatu bahan mendekati nilai acuan modulus elastisitas besi
yang sesuai dengan yang dikehendaki (Tipler, cor abu-abu 130×109 N/m2.
2005:189). Martini (2009:23) melakukan penelitian
Suatu bahan elastis apabila diberi gaya terus tentang penentuan nilai modulus elastisitas
menerus lama kelamaan akan mengalami bahan kawat besi dengan menggunakan metode
deformasi plastis. Jika gaya semakin besar maka regangan. Diperoleh nilai modulus elastisitas
bahan tersebut akan patah (fracture) (Adi, 2011). kawat besi sebesar (1,44 ± 0,02)×1011 N/m 2.
Elastisitas didefenisikan sebagai Hasil itu terlalu kecil jika dibandingkan dengan
kemampuan bahan untuk menerima tegangan nilai acuan yaitu sebesar 2,1×1011 N/m2.
tanpa mengakibatkan tejadinya perubahan Penelitian lain menentukan modulus elastisitas
bentuk yang permanen setelah tegangan juga bisa dilakukan dengan metode Two Point
dihilangkan. Loading oleh Iswanto (2008), yaitu pengujian
Penggaris merupakan salah satu benda dengan dua pembebanan yaitu kasus dimana
padat yang memiliki sifat elastisitas. Tingkat beban ditempatkan pada dua titik dengan jarak
keelastisitas penggaris juga bermacam-macam yang sama jauh dari titik reaksi tumpuan.
tergantung dari jenis bahannya, ada yang terbuat Dalam dunia pendidikan, konsep elastisitas
dari plastik, kayu maupun besi. Semakin sifat sudah sangat dikenal untuk menunjukkan
penggaris tersebut lentur, maka semakin besar seberapa kuat atau lenturnya suatu bahan.
sifat elastisnya. Namun hampir sebagian besar belum
Tabel 1. Nilai Modulus Elastisitas Berbagai Jenis mengetahui faktor elastisitas bahan tersebut
Bahan (Hikam, 2005:48) pada kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan
Material Modulus seperti besi, kayu, aluminium, tembaga, dan yang
elastisitas (N.m-2) lainnya memiliki nilai modulud elastisitas yang
Besi 100 x 109 berbeda-beda. Baja merupakan bahan yang
Baja 200 x 109 memiliki nilai modulus elastisitas yang paling
Kuningan 100 x 109 besar.
Aluminium 70 x 109 Dari percobaan-percobaan yang sudah
Beton 20 x 109 pernah dilakukan dalam menentukan elastisitas
Batu bata 14 x 109 penggaris terlalu banyak menggunakan metode
Batu granit 50 x 109 regresi linear biasa sehingga terkesan rumit
Kayu 10 x 109 dalam analisisnya, sehingga perlu dilakukan
Tulang 15 x 109 percobaan penentuan elastisitas penggaris
Nilon 5 x 109 dengan metode yang lebih praktis dan sederhana
tetapi mampu menganalisis konsep tersebut.
Percobaan yang dilakukan oleh Ferawati Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan
(2013:39) mengenai penentuan modulus pengukuran dan perhitungan otomatis pada
92
Irnin Agustina Dwi Astuti / Unnes Physics Education Journal 7 (1) (2018)

sistem pengukuran tersebut, agar lebih mudah,


cepat dan tepat dalam menentukan nilai modulus
elastisitas bahan. Hal inilah yang mendorong
peneliti untuk dapat menganalisis modulus
elastisitas suatu bahan dengan metode yang
lebih sederhana dan praktis sehingga
pengukuran ini memiiliki keakuratan dan dapat
dipakai oleh semua lapisan masyarakat. Dan nilai
modulus elastisitas penggaris dalam penelitian
ini bisa dibandingkan dengan nilai secara teori. Gambar 1. Skema eksperimen penentuan
Pada penelitian ini akan dilakukan penentuan modulus elastisitas bahan menggunakan metode
elastisitas penggaris berbasis Video Based osilasi cantilever
Laboratory (VBL) dengan analisis tracker. VBL Dari Gambar 1, strain = z/R, maka diperoleh
meruapakan media pembelajaran berbasis 𝐸𝑧
𝑠𝑡𝑟𝑒𝑠𝑠/𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = (2)
analisa objek yang terdapat pada sebuah video. 𝑅
Slight bending dirumuskan sebagai berikut
Tracker merupakan perangkat lunak yang
1 𝑑2𝑦
memiliki kemampuan menganalisa suatu objek = (3)
𝑅 𝑑𝑥 2
yang terekam pada sebuah video (Habibullah, Karena
2014:30). Dalam analisisnya dari video yang 𝑑2 𝑦
1 𝑑𝑥2
sudah dilakukan kemudian dianalisis dengan = 𝑑𝑦
(4)
𝑅 {1+( )2 }3/2
𝑑𝑥
menggunakan software tracker.
Dengan menggunakan Video Based
dan dy/dx kecil sehingga
Laboratory (VBL) dan analisis tracker akan 𝑑2𝑦
𝐸𝐼 = = 𝑊(𝐿 − 𝑥) (5)
membantu peneliti dalam menganalisis gejala- 𝑑𝑥 2
gejala fisika dengan mudah dan efisien. Oleh Persamaan (3), diintegralkan menghasilkan
𝑑𝑦 1
karena itu penelitian ini bisa digunakan sebagai 𝐸𝐼 = 𝑊 (𝐿𝑥 − 𝑥 2 ) (6)
𝑑𝑥 2
sumber belajar mahasiswa dalam jadi
mengaplikasikan konsep-konsep dasar fisika. 𝑥2 𝑥3
𝐸𝐼𝑦 = 𝑊𝐿 −𝑊 (7)
Hasil penelitian ini di dunia pendidikan 2 6

diharapkan bisa menjadi sumber belajar baru Pada titik B, x=L dan y=S, maka
𝐿2 𝐿3
yang dapat mendukung proses pembelajaran 𝐸𝐼𝑆 = 𝑊𝐿 −𝑊 (8)
2 6
tentang konsep elastisitas. maka
Faktor-faktor eksternal yang 𝑊𝐿3
𝐸= , (9)
mempengaruhi langsung dari elastisitas bahan 3𝐼𝑆

antara lain adalah gaya yang diberikan dan luas dengan S merupakan perubahan panjang pegas,
permukaan tekan. Faktor-faktor internal yang maka
𝑊𝐿3
mempengaruhi elastisitas antara lain duktilitas 𝑆= (10)
3𝐼𝐸
bahan, ketahanan bahan, dan kekerasan bahan. Persamaan (8), disubstitusikan ke persamaan
Penentuan nilai koefisien elastisitas bahan periode osilasi, maka
(Modulus Young) dapat dicari dengan 4𝜋2 𝑀𝐿3
𝑇2 = (11)
menggunakan persamaan berikut 3𝐼𝐸
𝑠𝑡𝑟𝑒𝑠𝑠 𝜎 dan
𝐸= = , (1)
𝑠𝑡𝑟𝑎𝑖𝑛 𝜀 4𝜋2 𝑀𝐿3
𝐸= (12)
3𝐼𝑇 2
dengan
1
I = 12 𝑟𝑑 3 (13)

93
Irnin Agustina Dwi Astuti / Unnes Physics Education Journal 7 (1) (2018)

dengan r adalah tebal penggaris dan d adalah 16 2 L3


T2  m (15)
kedudukan z dari lebar penggaris, maka rd 3 E
𝐸=
16𝜋2 𝑀𝐿3
(14) dengan: T2 = kuadrat periode osilasi (s2), m =
𝑟𝑑 3 𝑇 2
massa beban (kg), r = tebal penggaris (m), L =
dengan M adalah massa beban, L adalah panjang
panjang penggaris (m), d = kedudukan beban
penggaris, dan T2 adalah kuadrat periode osilasi.
dari lebar penggaris (m), dan E = modulus
elastisitas (N/m2).
METODE PENELITIAN
Maka diperoleh persamaan regresi linear
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium y = ax + b (16)
Fisika Universitas Indraprasta PGRI Jalan Raya Dengan memisalkan m = x dan T2 = y. Adanya
Tengah No 80, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta massa beban yang berosilasi ini ini akan
Timur. menimbulkan perubahan periode sehingga
Alat penelitian eksperimen ini terdiri dari massa beban sebagai variabel bebas dan periode
penggaris, statif, neraca, jangka sorong, sebagai variabel terikat. Sesuai dengan
mikrometer skrup, kamera, dan laptop. Beban persamaan regresi linear (16), maka diperoleh
yang digunakan dalam penelitian terdiri dari persamaan gradien
enam yaitu beban dengan massa 8,5 gram; 16,3 16 2 L3
a (17)
gram; 22,7 gram; 30,6 gram; 38,0 gram; dan 45,8 rd 3 E
gram. Maka persamaan untuk menentukan modulus
Langkah-langkah yang dilakukan dalam elastisitas adalah
eksperimen ini adalah sebagai berikut 16 2 L3
E (18)
1) Menyusun alat-alat menjadi rangkaian sistem ard 3
perangkat penelitian seperti gambar 3.8. Dalam setiap pengukuran terdapat
2) Memasang penggaris besi pada batang kesalahan atau ketidakpastian. Untuk
penyangga (statif). menentukan beberapa nilai koefisien modulus
3) Meletakkan beban pada ujung penggaris. elastisitas penggaris besi, dianalisis beberapa
4) Pada setiap variasi massa beban diosilasikan kesalahan atau ketidakpastian supaya
sebanyak 10 kali. mendapatkan hasil yang mendekati kebenaran.
5) Menghitung periode pada setiap variasi Ralat modulus elastisitas penggaris adalah
massa beban.  E   E   E   E 
2 2 2 2

SE   Sa    SL    Sr    S d  (19)
6) Merekam dengan menggunakan kamera pada  a   L   r   d 
saat beban sedang berosilasi untuk
mendapatkan video eksperimen. HASIL DAN PEMBAHASAN
7) Ulangi langkah no 3-6 untuk massa beban
yang beragam Penelitian Penelitian dilakukan dengan cara
Metode yang digunakan pada penelitian menggerakkan ujung penggaris yang terpasang
penentuan koefisien modulus elastisitas beban ke arah bawah untuk diosilasikan,
penggaris besi yaitu dengan menggunakan kemudian divideo. Setelah selesai untuk
persamaan linear atau garis lurus model y = ax + pengambilan data pada masing-masing beban
b, dimana x adalah variabel bebas yang terletak kemudian dianalisis dengan menggunakan
pada sumbu datar, dan y adalah variabel terikat software tracker.
yang terletak pada sumbu tegak. a adalah
kemiringan (gradien) garis dan b adalah titik
potong garis lurus dengan sumbu tegak.
Dari persamaan (14) kemudian diubah
dalam bentuk

94
Irnin Agustina Dwi Astuti / Unnes Physics Education Journal 7 (1) (2018)

periode kuadrat (s2) sebagaimana dilihat pada


Gambar 3.

Gambar 2. Alat penelitian eksperimen

Pada saat menganalisis dengan


menggunakan tracker, diperoleh berbagai data
siantaranya seperti waktu (s) dan periode (s).
Besarnya periode diperoleh dari hasil gelombang Gambar 3. Grafik hubungan antara massa beban
yang ditampilkan pada sofwtare tracker yang (kg) dengan periode kuadrat (s2)
diambil sebanyak lima kali getaran. Setiap massa
memiliki periode yang berbeda-beda. Semakin Berdasarkan pencocokkan data T terhadap
besar massanya, maka semakin besar pula M secara linier diperoleh persamaan
periodenya. Karena massa berbanding lurus yˆ  6,027 x  0,1258 (20)
dengan besarnya periode. Dari hasil analisis data diperoleh nilai a
Setelah dari masing-masing beban sebesar (6,03±0,45) s2/kg dan b sebesar
dilakukan percobaan dan dianalisis dengan (0,16±0,01) s2. Dengan adanya nilai a yang sudah
menggunakan tracker, maka diperoleh hubungan didapatkan, maka besarnya modulus elastisitas
antara massa (kg) dan kuadrat periode (s2) penggaris bisa dicari dengan memasukkan nilai a
seperti pada tabel 2. (6,03±0,45) s2/kg, r (52,0±0,5)×10-5 m, d
Tabel 2. Data nilai massa (kg) dan kuadrat (28,0±0,5)×10-4m dan L (30,00±0,05)×10-2 m ke
periode (s2) dalam persamaan (20).
No M (kg) T2 (s2) Sesuai dengan grafik menunjukkan nilai R2
1 0,0085 0,1764 = 0,9787. Dari slope grafik tersebut dapat
2 0,0163 0,2401 ditentukan nilai modulus elastisitas penggaris
3 0,0227 0,254016 mengikuti persamaan (20) dan ralatnya
4 0,0306 0,298116 mengikuti persamaan (19). Maka nilai modulus
5 0,038 0,345744 elatisitas penggaris adalah E = (70,0±5,6)×109
6 0,0458 0,416025 Nm-2.
Nilai modulus elastisitas penggaris yang
Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa setiap diperoleh nilai (61,91±5,69)×109 N/m2
penambahan beban menghasilkan besarnya mendekati nilai acuan yaitu 70×109 N/m2 dengan
periode osilasi yang berbeda. Nilai periode osilasi ralat relatif sebesar 11,6% atau 0,116. Percobaan
yang dihasilkan semakin besar terhadap penentuan nilai modulus elastisitas penggaris
kenaikan massanya. Kenaikan massa berbanding yang diperoleh dengan menggunakan Video
lurus terhadap besarnya periode osilasi. Semakin Based Laboratory dan analisis tracker ini terbukti
berat massa beban yang ditambahkan, maka mampu menganalisis dan meneliiti modulus
semakin besar regangan penggarisnya, sehingga elastisitas penggaris secara efektif karena tidak
menghasilkan periode osilasi yang semakin memerlukan banyak waktu untuk
besar. Dari data hasil pengukuran dapat dibuat menganalisisnya. Dengan bantuan tracker
grafik hubungan antara massa beban (kg) dengan analisis dapat dilakukan dengan cepat dan
akurat. Selama percobaan ditemui kesulitan
95
Irnin Agustina Dwi Astuti / Unnes Physics Education Journal 7 (1) (2018)

dalam proses video dan tracking dalam software


tracker. Hal ini disebabkan oleh kesulitan untuk DAFTAR PUSTAKA
memulai tracking pada saat penggaris mulai
berosilasi dengan cepat. Adi, Pribadi dkk. 2011. Karakteristik Elastisitas Bahan.
Bandung: ITB Bandung Indonesia.
SIMPULAN
Ferawati, Rita dan Oki Mustava. 2013. Penentuan
Modulus Elastisitas besi Cor Abu-abu
Dari hasil penelitian penggunaan Video
Menggunakan Metode Osilasi Cantilever.
Based Laboratory (VBL) untuk menentukan
Prosiding Seminar Nasional Quantum 2013.
moduus stisitas penggaris dapat disimpulkan
Program Studi Pendidikan Fisika
bahwa nilai modukus elastitisas penggaris Universitas Ahmad Dahlan. ISBN 978-602-
aluminium (61,91±5,69)×109 N/m2 mendekati 14-134-0-1.
nilai acuan yaitu 70×109 N/m2 dengan ralat
relatif sebesar 11,6%. Hikam, Muhammad; Pamulih B.Prasetyo; dan Djonaedi
Pada penelitian ini pengujian alat Saleh. 2005. Eksperimen Fisika dasar untuk
eksperimen baru dilakukan dengan penggaris Perguruan Tinggi. Jakarta: Prenada Media.
eluminium. Untuk penelitian lebih lanjut
Martini, Dwi, dan R. Oktova. 2009. Penentuan Modulus
disarankan agar mengganti logam yang akan
Young Kawat Besi Dengan Percobaan
dihitung modulus elastisitas, tidak harus
Regangan. Jurnal Berkala Fisika Indonesia,
menggunakan aluminium lagi agar kita Vol. 2 No.1,
mengetahui nilai modulus elastisitas logam yang http://journal.uad.ac.id/index.php/BFI/ar
lain. Perlu ketelitian pada saat tracking dengan ticle/view/274/109.
analisis software tracker agar hasil yang Tipler, Paul,A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik Edisi
diperoleh bisa lebih bagus. Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

96