Anda di halaman 1dari 6

Anggota Kelompok 5:

Mandur Boznan Morin (1306305089/ 1)


Muhammad Emil Ibrahim (1506305119/ 2)
I Putu Andika Prasetyo (1707531072/ 9)
Kadek Rizky Riyan Pratama (1707531077/ 10)

RPS 6
Pengaruh Faktor Politis pada Standar Akuntansi

1. Pengaruh Lobi pada Standar Akuntansi

Menurut Zainal Abidin Partao (2006) pelobian adalah bentuk


partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk
menghubungi para pejabat Pemerintah atau pemimpin politik dengan tujuan
mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan
sejumlah orang. Menurut Tarsis Tarmudji (1993) lobi adalah sebuah bentuk
“pressure group” yang mempraktikkan seni mendapatkan teman yang
berguna, dan mempengaruhi orang lain. Namun, yang menjadi benang
merah dari ketiga definisi itu adalah kata “mempengaruhi”. Artinya lobi
mengupayakan sesuatu yang sudah ditentukan/ diputuskan baik dalam
bentuk hukum atau standar moral/etika bahkan hak asasi manusia, hal ini
lah yang pada akhirnya menjadikan upaya lobi berada pada jalur informal.

Pelobian dalam regulasi akuntansi pada umumnya sangat


berpengaruh pada putusan dalam standar akuntansi yang akan dibuat.
Dalam penjelasan di atas, sudah di utarakan pelobian yang dimaksud dalam
arti yang benar guna melindungi kepentingan umum.

Proses penyusunan standar merupakan proses politik yang di


dalamnya terdapat berbagai pengaruh terhadap penyusun standar (Hodges
& Mellett, 2002). Tindakan yang paling dapat diobservasi untuk mengukur
pengaruh lobi yaitu melalui jumlah tanggapan tertulis atas suatu exposure
draft standar akuntansi. Hal tersebut sejalan dengan the Interest Group
Theory yang menyatakan keberadaan penyusun standar tidak terlepas dari
pengaruh konstituen yang memperjuangkan kepentingannya melalui
penerbitan standar (Scott, 2000). Di Indonesia standar akuntansi dikenal
dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang

1
disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) melalui due
process procedure yang memungkinkan keterlibatan konstituen.

Berdasarkan survey ke Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) maka data


yang tersedia di IAI hanya tanggapan tertulis atas 4 PSAK yaitu PSAK 8,
PSAK 38, PSAK 51 dan PSAK 57. Penelitian ini menemukan pengaruh lobi
konstituen terhadap penyusunan PSAK adalah rendah (hanya 12,88 %
tanggapan yang diakomodasi), namun jika dilihat dari masing-masing
PSAK hasilnya bervariasi yaitu tidak berpengaruh pada PSAK 08 dan
PSAK 38, berpengaruh rendah pada PSAK 51 dan berpengaruh sedang pada
PSAK 57.

Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan kelompok yang paling


banyak memberikan tanggapan adalah KAP bukan pembuat laporan
keuangan, hal tersebut diduga karena adanya pandangan pelaku bisnis
bahwa standar merupakan tanggung jawab IAI. Kemudian melalui uji beda
proporsi ditemukan tidak terdapat perbedaan pengaruh antar konstituen, hal
ini tidak konsisten dengan the Interest Group Theory. Selanjutnya tidak
ditemukan juga perbedaan pengaruh antara tanggapan yang bersifat
substantif dan yang bersifat bahasa. Namun perbedaan pengaruh ditemukan
antar standar yang berarti pengaruh lobi konstituen tergantung dari
standarnya

2. Pengertian dan Contoh Konsekuensi Ekonomis Standar Akuntansi

2.1 Pengertian Konsekuensi Ekonomis

Economic Consequences adalah salah satu konsep yang


menegaskan (selain teori efisiensi market hipotesis) dimana pilihan
kebijakan akuntansi akan mempengaruhi nilai perusahaan (scott, 2007).
Terutama gagasan dari Economic Consequences mengenai kebijakan
akuntansi yang dipilih perusahaan, dan mengapa perusahaan memilih
mengubah kebijakan akuntansinya.

Jadi dari pengertian diatas, dapat di simpulkan Konsekuensi


Ekonomi adalah konsep yang menegaskan, meskipun implikasi dari

2
teori pasar sekuritas efisien, bahwa pilihan kebijakan akuntansi dapat
mempengaruhi / memberi dampak pada nilai perubahaan.

2.2 Konsekuensi Ekonomi SFAS 8

Manajemen perusahaan-perusahaan multinasional diintervensi


dalam proses penyusunan standar yang berhubungan dengan translasi
pertukaran asing. Reaksi manajemen Massey-Ferguson adalah tipikal
dan konsisten dengan dampak konsekuensi ekonomi yang
dideskripsikan oleh Zeff. Terlihat bahwa intervensi pemilik manajemen
cukup mampu bahwa FASB mundur dan SFAS 8 pada alternatif yang
lebih dapat diterima secara politik, atau dalam istilah Zeff, alternatif
yang lebih "delicately balanced", meski dukungan yang dapat
dipertimbangkan untuk SFAS 8 dalam teori ekonomi.

Tetapi SFAS 8 tidak memiliki pengaruh arus kas langsung.


Keuntungan dan kerugian pertukaran hanyalah item kertas. Jadi, dalam
teori pasar efisien, harga saham perusahaan multinasional yang
terpengaruh tidak akan dipengaruhi oleh kerugian dan keuntungan
pertukaran.

2.3 Review SFAS 52

Sebagai hasil dari penyebarluasan fokus yang sama dengan


yang ditimbulkan oleh manajemen Massey-Ferguson, FASB
memutuskan di tahun 1979 untuk menguji ulang akuntansi untuk
translasi mata uang asing. Hasilnya adalah SFAS 52, yang dikeluarkan
pada Desember 1981. Terdapat beragam metode translasi yang
diperlukan dalam SFAS 52. Tahap pertama adalah pembukuan laporan
keuangan asing dalam mata uang lokalnya. Dalam tahap kedua, laporan
keuangan ini ditranslasikan ke dalam pembukuan mata uang fungsional
menggunaka metode temporal (kecuali mata uang lokal adalah mata
uang fungsional). Dalam tahap ketiga, laporan mata uang fungsional
ditranslasikan (kecuali mata uang fungsionalnya adalah dollar US) ke
dollar US mengunakan metode tarif sekarang.

3
2.4 Contoh Konsekuensi Ekonomis Standar Akuntansi

Zeff (1978) mendefinisikan economic consequences sebagai


dampak laporan akuntansi terhadap perilaku pengambilan keputusan
bisnis, pemerintah, dan kreditor. Esensi definisi tersebut adalah bahwa
laporan akuntansi dapat mempengaruhi (affect) keputusan nyata oleh
manajer dan pihak lain, tidak hanya sekedar menggambarkan
(reflecting) hasil keputusan yang dibuat. Zeff mendokumentasikan
beberapa contoh di Amerika Serikat dimana bisnis, asosiasi industri,
dan pemerintah mencoba mempengaruhi, atau telah mempengaruhi,
standar akuntansi yang disusun oleh Accounting Principles Board
(APB) dan pendahulunya The Committee on Accounting Procedure
(CAP).

Economic consequences adalah konsep yang menyatakan


bahwa, walaupun bertentangan dengan implikasi teori pasar modal
efisien, pilihan kebijakan akuntansi dapat mempengaruhi nilai
perusahaan. Walaupun dengan implikasi kebijakan teori pasar modal
efisien, tampak bahwa pilihan kebijakan akuntansi memiliki
konsekuensi ekonomi bagi pamakai laporan keuangan, walaupun tidak
secara langsung mempengaruhi aliran kas perusahaan.

Esensi dari economic consequences adalah bahwa kebijakan


akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi tersebut merupakan suatu
permasalahan (matter), terutama permasalahan bagi manajemen. Akan
tetapi, apabila hal tersebut merupakan permasalahan bagi manajemen,
kebijakan akuntansi juga permasalahan bagi investor yang memiliki
perusahaan karena manajer dapat mengubah hasil operasi perusahaan
sesungguhnya dengan melakukan perubahan kebijakan akuntansi.

Economic consequences muncul karena perusahaan melakukan


kontrak seperti kompensasi eksekutif (executive compensation) dan
kontrak utang (debt contract). Kebijakan akuntansi yang digunakan
dapat merupakan sumber informasi yang penting bagi investor.
Manajer dapat menggunakan sumber informasi berupa pilihan

4
kebijakan akuntansi yang dipilih sebagai signal tentang informasi
dalam dari perusahaan.

5
DAFTAR PUSTAKA

Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan.


Yogyakarta: BPFE.