Anda di halaman 1dari 20

MATA KULIAH ANALISIS OBAT, KOSMETIK, DAN MAKANAN

MATERI KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAHAN TAMBAHAN


PANGAN (BTP)

OLEH:
PUTU WIJAYANTI (1703051001)
DITHA FEBBY HANDAYANI (1703051006)
KOMANG ARMATINI (1703051018)
NI MADE GANGGA DWISARI (1703051019)

PROGRAM STUDI ANALIS KIMIA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
limpahan rahmat, anugerah, dan kekuatan kepada penyusun sehingga makalah ini
dapat diselesaikan. Makalah ini berjudul “Kelebihan Dan Kekurangan Bahan
Tambahan Pangan (BTP)”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
materi analisis obat, kosmetik, dan makanan. Makalah ini berisi tentang kelebihan
dan kekurangan dari masing-masing bahan tambahan pangan. Penyusun telah
berusaha menyusun makalah ini sebaik-baiknya, tetapi kekurangan dan kesalahan
pasti ada. Memang benar kata orang bijak bahwa di dunia ini tidak ada yang
sempurna. Yang sempurna adalah kesempurnaan itu sendiri. Atas dasar kenyataan
tersebut, saran, dan kritik yang bersifat membangun agar makalah ini menjadi
lebih baik sangat diharapkan dan diterima penyusun dengan tangan terbuka.
Semoga makalah ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi yang membaca.

Singaraja, September 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 2
1.3 Tujuan ..................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahan Tambahan Pangan ...................................................... 3
2.2 Jenis-jenis Bahan Tambahan Pangan ...................................................... 3
2.3 Kelebihan dan Kekurangan Bahan Tambahan Pangan ........................... 4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 16
3.2 Saran ........................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahan tambahan makanan dikenal istilah BTM adalah bahan atau
campuran bahan secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku
pangan, tetapi ditambah kedalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau
bentuk pangan, antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti
gumpal, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan untuk membuat
makanan tampak lebih berkualitas, lebih menarik, serta rasa dan teksturnya
lebih sempurna. Zat-zat itu ditambahkan dalam jumlah sedikit, namun
hasilnya memuaskan bagi produsen maupun konsumen.
BTM ternyata sudah lama digunakan dalam pengawetan makanan, apalagi
penggunanya sering dijumpai. Penggunaan bahan tambahahan makanan atau
zat adiktif makanan didefinisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan
dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Di
sini bahan tambahan makanan atau zat adiktif makanan sudah termasuk:
pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, antioksidan, pengemulsi,
penggumpal, pemucat, pengental dan anti gumpal.
Bahan Tambahan Makanan alami yang berasal dari tumbuah-tumbuhan
tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia.
Bahan Tambahan Makanan bukan alami dikenal dengan istilah zat adiktif
sintesis, yang bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang
kemudian direaksikan. Zat adiktif sintesis yang berlebihan dapat
menimbulkan beberapa efek samping, misalnya gatal-gatal dan kanker.
Sesungguhnya yang menjadi masalah dalam penggunaan adiktif makanan
di Indonesia sehingga timbulnya bahaya bagi konsumen terutama karena
penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak semestinya. Sebagai contoh,
penggunaan pewarna tekstil untuk makanan, penggunaan bahan kimia bukan
adiktif makanan sebagai pengawet, contohnya formalin, borax, terusi dan
sebagainya.

1
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan bahan tambahan pangan?
1.2.2 Apa saja jenis-jenis bahan tambahan pangan?
1.2.3 Apa keuntungan dan kerugian penggunaan masing-masing bahan
tambahan pangan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian bahan tambahan pangan
1.3.2 Untuk mengetahui jenis-jenis bahan tambahan pangan
1.3.3 Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian penggunaan masing-
masing bahan tambahan pangan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahan Tambahan Pangan


Pengertian bahan tambahan pangan secara umum adalah bahan yang
biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan
komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang
dengan sengaja ditambahkan kedalam makanan untuk maksud teknologi pada
pembuatan, pengolahan penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, dan
penyimpanan (Cahyadi, 2006).
Peraturan pemerintah nomor 33 tahun 2012 tentang bahan tambahan
pangan pada bab 1 pasal 1 menyebutkan, yang dimaksud dengan bahan
tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan kedalam pangan untuk
mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Tujuan penggunaan bahan tambahan
pangan adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi dan
kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah dihidangkan, serta
mempermudah preparasi bahan pangan.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88
dijelaskan bahwa BTM adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai
pangan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas pangan, mempunyai
atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan kedalam
pangan. Tujuan penggunaan bahan tambahan makanan adalah untuk 4
meningkatkan dan mempertahankan nilai gizi dan kualitas makanan.

2.2 Jenis-jenis Bahan Tambahan Pangan


Penggolongan BTM yang diizinkan digunakan pada pangan menurut
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 adalah sebagai
berikut :
1. Pewarna, yaitu BTM yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada
pangan.
2. Pemanis buatan, yaitu BTM yang dapat menyebabkan rasa manis pada
pangan, yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi.

3
3. Pengawet, yaitu BTM yang dapat mencegah atau menghambat
fermentasi, pengasaman atau peruaian lain pada pangan yang disebabkan
oleh pertumbuhan mikroba.
4. Antioksida, yaitu BTM yang dapat mencegah atau menghambat proses
oksidasi lemak sehingga mencegah terjadinya ketengikan.
5. Antikempal, yaitu BTM yang dapat mencegah mengempalnya
(menggumpalnya) pangan yang berupa serbuk seperti tepung atau bubuk.
6. Penyedapa rasa dan aroma, menguatkan rasa, yaitu BTM yang dapat
memberikan, menambah atau mempertegas rasa aroma
7. Pengatur keasaman (pengasam, penetral dan pendapar) yaitu BTM yang
dapat mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat
keasaman pangan.
8. Pemutih dan pematang tepung, yaitu BTM yang dapat mempercepat
proses pemutihan dan atau pematang tepung sehingga dapat memperbaiki
mutu pemanggangan.
9. Pengemulsi, pemantap dan pengental yaitu BTM yang dapat membantu
terbentuknya dan memantapkan sistem dipersi yang homogen pada
pangan.
10. Pengeras, yaitu BTM yang dapat memperkeras atau mencegah
melunaknya pangan.
11. Sekuestran, yaitu BTM yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam
pangan, sehingga memantapkan warna, aroma dan tekstrur.

2.3 Kelebihan dan Kekurangan Bahan Tambahan Pangan


A. Pemanis
Buatan :
Keuntungan: (Cahyadi, 2006).
1. Rasanya lebih manis
2. Tidak mengandung kalori atau mengandung kalori yang jauh lebih rendah
sehingga cocok untuk penderita penyakit gula (diabetes). Pada penderita
diabetes mellitus disarankan mengunakan pemanis sintesis untuk menghindari

4
bahaya gula. Dari tahun 1955 sampai 1966 digunakan campuran siklamat dan
sakarin pada pangan dan minuman bagi penderita diabetes.
3. Memenuhi kebutuhan kalori rendah untuk penderita kegemukan.
Kegemukan merupakan salah satu faktor penyakit jantung yang merupakan
penyebab utama kematian. Untuk orang yang kurang aktif secara fisik
disarankan untuk mengurangi masukan kalori per harinya. Pemanis sintesis
merupakan salah satu bahan pengan untuk mengurangi masukan kalori.
4. Menghindari kerusakan gigi.
Pada pangan seperti permen lebih sering ditambahkan pemanis sintesis karena
bahan permen ini mempunyai rasa manis yang lebih tingi dari gula,
pemakaian dalam jumlah sedikit saja menimbulkan rasa manis yang
diperlukan sehingga tidak merusak gigi.
5. Harganya lebih murah.
Pada industri pangan, minuman, termasuk industri rokok, pemanis sintesis
yang dipergunakan dengan tujuan untuk menekan biaya produksi karena
pemanis sintesis ini selain mempunyai tingkat rasa manis yang lebih tinggi
juga harganya relatif murah dibandingkan dengan gula yang diproduksi di
alam

Kekurangan :
Beberapa dampak yang dapat ditimbulakan dari penggunaan bahan
pemanis sintetis diantaranya: (Winarno, 1994)
1. Penggunaan sakarin dosis tinggi dapat menyebabkan kanker dan kanker
kantong kemih.
2. Konsumsi siklamat juga dapat memicu karsinogen dan kanker kantong
kemih.
3. Aspartam diperkirakan dapat memicu keterbelakangan mental karena ketidak
mampuan tubuh untuk memetabolisme asal fenilpiruvat yang terbentuk dari
fenilalanin.

5
Alami : (Winarno, 1994)
Kelebihan Kekurangan
1. Lebih aman dikonsumsi 1. Harganya lebih mahal
2. Mengandung kalori tinggi
3. Tidak dianjurkan dikonsumsi oleh
penderita diabetes

B. Pewarna
Alami : (Sari, I. P. 2010)
Kelebihan Kekurangan
2. Tidak memiliki efek samping bagi 4. Warna cenderung kurang stabil
kesehatan 5. Warna tidak terlalu mencolok
3. Mengandung antioksidan dan (lebih pucat)
beberapa vitamin serta nutrisi yang 6. Warna bisa memudar ketika
bermanfaat bagi tubuh terjadi pengolahan (pemanasan)

Buatan/ Sintesis : (Badan POM. R.I., 2012)


Kelebihan Kekurangan
1. Harganya lebih terjangkau 1. Memiliki resiko tinggi
2. Warna yang dihasilkan lebih cerah menyebabkan alergi
3. Warna yang dihasilkan lebih stabil 2. Sering terkontaminasi zat0zat kimia
terhadap proses pengolahan berbahaya
4. Lebih praktis dan mudah didapat 3. Memiliki resiko memicu timbulnya
5. Memiliki sifat kelarutan yang baik kanker (karsinogenik)
dan mudah tercampur dengan 4. Menyebabkan gangguan pada
bahan makanan psikologis anak (hiperaktif)
5. Menigkatkan sensitivitas pada
penyakit yang disebabkan virus
6. Menyebabkan kerusakan sistem
urin

6
C. Pengawet
Pengawet makanan memiliki fungsi untuk menjaga kualitas produk
makanan untuk jangka waktu yang cukup lama dari biasanya tetapi dalam proses
pembuatan pengawet makanan digunakan fermentasi dan penambahan enzim
seperti enzim bromelin sehingga jika lebih dari dosis yang ditentukan bisa
menyebabkan kanker usus. (Sari, I. P. 2010)
Kelebihan :
1. Menjaga produk makanan dari mikroorganisme.
2. Menjauhi agar produk tetap utuh tampilannya.
3. Didapatkan dengan harga relatif murah

Kekurangan :
1. Bisa menyebabkan penyakit usus jika berlebihan.
2. Tampilannya akan terasa kurang asli karena ada efek-efek tertentu pada
makanan yang menjadikan makanan itu tidak biasa.
3. Terasa sedikit kesat setelah memakannya.

Kekurangan penggunaan pengawet buatan (natrium benzoate) :


1. Penggunaan pengawet natrium benzoat dalam jangka panjang dapat
menimbulkan penyakit Lupus (Systemic Lupus Eritematosus/SLE).
2. Efek samping lain yang bisa timbul adalah edema (bengkak) akibat dari
retensi (tertahannya cairan di dalam tubuh) dan bias juga karena naiknya
tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma akibat
pengikatan air oleh natrium.
3. Dapat menyebabkan kanker karena natrium benzoat berperan sebagai agen
karsinogenik. Misalnya saja pada minuman berisotonik dimana vitamin C
(ascorbic acid) yang ditambahkan dalam minuman isotonik akan bereaksi
dengan natrium benzoat menghasilkan benzen. Benzen tersebut dikenal
sebagai polutan udara dan dapat menyebabkan kanker.
4. Untuk asam benzoat dan natrium benzoat bisa menimbulkan reaksi alergi dan
penyakit saraf.

7
5. Berdasarkan penelitian Badan Pangan Dunia (FAO), konsumsi benzoat yang
berlebihan pada tikus akan menyebabkan kematian dengan gejala-gejala
hiperaktif, sariawan, kencing terus-menerus serta penurunan berat badan.
6. Sebagai tambahan, dalam riset yang dilakukan oleh Sheffield University di
Inggris terhadap bahan pengawet makanan dan minuman yang umum
digunakan, menyatakan bahwa natrium benzoat diperkirakan dapat merusak
DNA. Hal ini dikemukakan oleh Pete Piper (professor bidang biologi
molekuler dan bioteknologi) yang telah meneliti natrium benzoat sejak 1999.
Ia pernah menguji natrium benzoat pada sel ragi yang hidup, yang akhirnya
menemukan bahwa substansi tersebut (natrium benzoat) dapat merusak
DNA mitokondria pada ragi. Di dalam tubuh, mitokondria berfungsi
menyerap oksigen untuk menghasilkan energi. Dan bila dirusak, seperti
terjadi pada sejumlah kondisi pada saat sakit, maka sel mulai mengalami
kegagalan fungsi yang sangat serius. Sehingga di dalam tubuh akan terjadi
kerusakan DNA di dalam mitokondria.

D. Penyedap/ panguat rasa


Penyedap rasa memiliki fungsi sebagai penguat rasa untuk makanan, hal
ini untuk menambah kesan lezat pada makanan tanpa memerlukan bumbu yang
banyak (garam) tetapi penyedap rasa biasanya mempunyai efek samping karena
dalam proses pembuatannya memerlukan bakteri untuk mensintesis tetesan tebu
untuk MSG sehingga jika sering digunakan sangat tidak baik untuk usus karena
bisa membuat rasa mual, pusing bahkan muntah. (Cahyadi ,W. 2012)
Kelebihan :
1. Membuat makanan terasa lebih lezat.
2. Tidak perlu banyak-banyak menambahkan bahan bumb karena pasti sudah
terasa cukup rasanya walau sedikit.
3. Didapatkan dengan harga relatif murah.

Kekurangan :
1. Bisa menyebabkan mual,muntah dan pusing jika dikonsumsi terlalu banyak
dan berlanjut.

8
2. Lidah akan terasa sedikit pahit sesudah memakan makanan itu.
3. Biasanya rasanya cendrung sangat terasa berlebih dari yang aslinya.
4. Kerusakan otak, kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi,
mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma,
ketidak mampuan belajar, dan depresi

E. Antioksidan (Cahyadi ,W. 2012)


Kelebihan :
Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat
yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga
didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek
berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal
bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya

Kekurangan:
Antioksidan akan menyebabkan beberapa dampak bila penggunaannya
berlebihan, diantaranya:
1. Penuaan Dini
Kelebihan Pemakaian antioksidan dapat menyebabkan penuaan dini.
Penuaan dini adalah kondisi dimana sudah terlihat tua pada kulit maupun rupa
meskipun usia belum memasuki usia tua. Antioksidan alami lebih aman
dikonsumsi sebab kadar antioksidan yang terkandung sangat seimbang dan
stabil.
2. Berpengaruh pada Kerja Tubuh
Radikal bebas juga bisa habis karena kelebihan antioksidan dalam tubuh.
Saat ini menurut penelitian tubuh manusia ternyata membutuhkan radikal
bebas sebagai keseimbangan, hal ini dikarenakan tubuh manusia juga mampu
memproduksi antioksidan sendiri dan hal itu menjadi sebuah keseimbangan
bagi kesehatan manusia. Pada saat melakukan aktifitas olahraga tubuh
manusia dengan sendirinya membentuk radikal bebas dari hasil metabolisme
tubuh, dan radikal bebas inilah yang merangsang tubuh untuk menghasilkan

9
antioksidan. Produksi antioksidan dalam tubuh dipengaruhi oleh tingkat
aktifitas gerak tubuh.
3. Pemicu Sel Kanker Berkembang
Kelebihan antioksidan akan membahayakan tubuh dan menjadi pemicu sel
kanker berkambang. Hal ini dikarenakan batas wajar yang menjadikan
antioksidan dalam tubuh sia-sia. Dengan kesia-siaan itulah sel kanker dapat
tumbuh serta berkembang dengan baik, jadi untuk hal yang tidak diinginkan
mengkonsumsi sayur-sayuran lebih baik daripada mengkonsumsi antioksidan
dalam bentuk kapsul.
4. Merusak keseimbangan Proses Mekanisme Alami Bagi Tubuh
Kelebihan antioksidan menyebabkan fungsi kinerja tubuh terganggu, serta
proses mekanisme alami tubuh dapat rusak. Hal itu membuat tubuh menjadi
tidak seimbang dan malah akan membahayakan tubuh.
5. Tubuh akan Mengalami Lemas dan Sakit
Kelebihan antioksidan bagi tubuh sama halnya kelebihan makanan atau
kekenyangan, dalam hal ini kesamaannya terletak pada rasa lemas dan mudah
terserang penyakit sehingga hati yang menampung dan menyaring
antioksidan membuat kinerjanya terganggu.

F. Anti Kempal
Kelebihan :
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/MENKES/PER/ IX/88, anti
kempal dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk.

Kekurangan :
Antikempal dapat dimetabolisme dalam tubuh atau tidak menunjukkan akibat
keracunan pada tingkat penggunaan yang tepat, akan tetapi adanya ferrosianida
dalam golongan antikempal dapat membahayakan jika dikonsumsi.
Beberapa efek anti kempal terhadap kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Aluminium natrium silikat
Beberapa laporan telah menyarankan bahwa aluminium yang tinggi akan
berbahaya bagi beberapa pasien sakit tulang atau perusakan ginjal.

10
2. Kalium ferrosianida
Ferrosianida mampu menkonversi haemoglobin dalam sel darah merah
dari ferro menjadi ferri. Dalm keadaan feri, haemoglobin tidak mampu
mentranspor oksigen.

G. Pengatur keasaman
Keuntungan :
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.722/MENKES/Per/IX/88 bahwa yang dimaksud dengan pengatur keasaman
adalah bahan tambahan pangan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan
mempertahankan derajat keasamaan. Salah satu tujuan utama penambah asam
pada bahan pangan adalah untuk memberikan rasa asam, dan mengintensifkan
penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau
ion hidrogenium H3O+. Fungsi penambahan penetral/pendapar adalah untuk
menjaga agar pH suatu bahan menjadi tetap. Pengatur keasaman ini biasanya
digunakan di dalam bahan pangan, seperti salad, margarine, baking powder, bir,
roti, selai, jeli, natural cheese, es krim, bahan pangan yang dikalengkan (sarden,
pangan bayi, sayuran, dan buah-buahan), dan lain-lain.

Kerugian :
Pada umumnya, semua bahan kimia jika dipakai dalam jumlah berlebihan
akan bersifat racun, baik pada hewan maupun pada manusia. Beberapa bahan
asam sifatnya sangat korosif, sehingga pada saat masuk ke mulut akan terasa
panas yang membakar disertai dengan rasa sakit yang tidak terhingga. Gejala
racun dari asam adalah :
1. Korosif pada selaput lender mulut, kerongkongan, disertai dengan sakit, dan
sukar menelan. Dapat menyebabkan jaringan mati dan perubahan warna dari
putih menjadi kelabu kemudian menghitam.
2. Sakit di daerah lambung.
3. Luka yang bergelembung. Gelembung yang terjadi pada kulit dapat pecah dan
terjadi peradangan.

11
H. Pemutih dan pematang tepung
Keuntungan :
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/1988
tentang Bahan Tambahan Pangan, Pemutih dan pematang tepung adalah bahan
tambahan makanan yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematang
tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pematangan.
Kerugian :
Beberapa contoh efek dari bahan tambahan pangan pemutih, pematang terhadap
kesehatan adalah sebagai berikut ;
1. Asam askorbat { Vitamin C }
Bahan pangan yang mengandung bahan tambahan asam askorbat vitamin
C dsiketahui bebas dari pengaruh merugikan bagi tubuh apabila dikonsumsi
dalam dosis untuk pencegahan timbulnya penyakit. Peran fungsional vitamin
C adalah suatu kofaktor untuk hidroksilase protokolagen, yaitu suatu enzim
yang bertanggung jawab untuk hidroksilase residu prolil dan lisil dalam rantai
peptida protein jaringan pengikat. Kelebihan vitamin C dapat mnyebabkan
diare, karena vitamin C dapat diserap oleh usus dengan cara difusi sederhana
atau dengan cara transpor aktif. Dan vitamin C yang tidak diserap oleh usus
halus akan dialirkan ke usus besar, yang menimbulkan perubahan tekanan
osmotik di dalam usus besar, yang berakibat meningkatnya kandsungan air
feses (feses berair).
2. Kalsium steroil-2-laktilat, natrium steroil fumarat,dab natrium-2-laktilat
Toksisitas pemasukan kalsium yang berlebihan dapat
menyebabakan hiperkalsemia dalam darah yang trrjadi apabila dalam tubuh
terjadi kelainan klinik. Ion-ion pengurai dari bahan-bahan kimia tersebut
dapat berperan dalam pembentukan jaringan tulang. Toksisitas pemasukan
kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsimea dalam darah
yang terjadi apabila dalam tubuh terjadi kelainan klinik. Sedangkan Natrium
perannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan asam basa dan
mengatur tekanan osmosis jaringan. Konsentrasi Na yang tinggi dapat
diekskresikan bersama kalor melalui urine dan keringat.

12
3. L – sistein
Berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh.
Kelebihannya dapat ditemukan alam urine. Defisiensi dari L –sistein bagi
tubuh dapat menyebabkan penyakit seborrhea, keruhan kuku atau jaringan
tanduk { keratin }, dan alopecia.

I. Pengemulsi (Cahyadi ,W. 2012)


Keuntungan Emulsifier:
1. Keuntungan menggunakan emulsifier adalah
2. Lebih ekonomis
3. Bahan telur bisa dikurangi
4. Adonan tetap stabil meski lama belum bisa dimasukkan ke dalam oven
5. Pengocokan bisa dilakukan dalam waktu singkat namun cepat mengembang.
6. Membuat cake lebih halus.

Kekurangan Emulsifier :
Kandungan emulsifier yang berlebih pada makanan bisa meningkatkan
risiko kanker usus untuk pengonsumsi makanan tersebut. Para peneliti
menemukan bahwa zat emulsi yang terkandung di dalam emulsifier dan beberapa
zat aktif lainnya akan membuat perkembangan serta pertumbuhan sel kanker di
usus semakin meningkat. Tak hanya itu saja, kandungan zat emulsi ini juga sangat
memungkinkan usus maupun sistem pencernaan mengalami masalah radang dan
sejenisnya.
Para peneliti dari Georgia State University menyebutkan jika makanan
yang mengandung emulsifier berlebih mengandung bakteri jahat yang bisa
memicu pertumbuhan dan perkembangan sel kanker di usus. Bakteri tersebut juga
memungkinkan merangsang tumbuhnya bakteri jahat di usus sehingga hal ini akan
mengganggu sistem pencernaan seseorang.

J. Pengeras
Keuntungan :

13
Pengeras (Firming Agent) merupakan bahan tambahan pangan yang
berfungsi untuk memperkeras atau mencegah melunaknya bahan makanan hasil
olahan. Bahan tambahan pangan pengeras ditambahkan ke dalam bahan pangan
pada saat proses pengolahan dimaksudkan agar bahan pangan menjadi lebih keras
atau mencegah terjadinya pelunakan pada bahan pangan tersebut.

Kekurangan :
Selain dapat meningkatkan struktur makanan dan berfungsi sebagai
pengeras, penggunaan yang berlebih dalam jangka panjang terhadap firming
agents juga mempunyai dampak lain terhadap kesehatan antaralain : (Devita,
2010)
1. Menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan yang dapat disebabkan oleh
senyawa kalsium glukonat dalam bahan tambahan pangan pengeras
2. Gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh senyawa aluminium sulfat dalam
bahan tambahan pangan pengeras.
3. Mengganggu perkembangan enzim-enzim pada balita dan bayi yang
disebabkan oleh kalsium laktat.

K. Sekuestran (Cahyadi ,W. 2012)


Kelebihan :
Penggunaan sekuestran dalam bahan pangan bertujuan untuk mencegah
kerusakan pangan yang diakibatkan oleh kandungan logam yang dapat berasal
dari dalam maupun luar bahan pangan tersebut. Ion logam bebas mudah bereaksi
dan mengakibatkan perubahan warna, ketengikan, kekeruhan, maupun perubahan
rasa.

Kekurangan :
Penggunaan EDTA yang berlebihan dalam bahan pangan akan
menyebabkan tubuh kekurangan Ca dan mineral lain. Hal ini disebabkan EDTA
sangat efektif mengkelat ion logam. Karena itu dalam garam EDTA ditambahkan
juga Ca dalam bentuk garam EDTA dari Na dan Ca.

14
Penambahan sekuestran yang melebihi kadar yang dianjurkan akan
menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Tubuh yang kehilangan zat besi
berlebihan akan mengalami anemia. Konsumsi sekuestran yang berlebihan juga
dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan zinc. Menurut Lonnerdal, jika
tubuh tidak mendapat suplai seng yang cukup, biasanya akan muncul tanda-tanda
atau gejala:
1. Rata-rata pertumbuhan yang lambat pada anak dan remaja
2. Tidak ada selera atau nafsu makan
3. Penyembuhan luka yang lambat
4. Kelelahan yang hebat
5. Kerontokan pada rambut
6. Ketidaknormalan pada kemampuan mengecap rasa dan mencium bau
7. Kesulitan dalam melihat di kegelapan
8. Menurunnya produksi hormon pada pria (infertilitas)

15
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bahan Tambahan Makanan (BTM) adalah senyawa yang sengaja
ditambahkan ke dalam makanan dengan jumlah dan ukuran tertentu dan
teribat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan atau penyimpanan. BTM
secara umum bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi makanan, memperbaiki
nilai estetika dan sensori makanan. Dan memperpanjang umur simpan (shelf
life) makanan.
BTM terdapat dalam berbagai jenis yaitu : Antioksidan; Antikempal;
Pengatur keasaman; Pemanis; Pemutih dan pematang; Pengawet; Pengemulsi;
Pewarna sintetis dan alami; Penyedap rasa dan aroma, Sekuestran. Masing-
masing BTP memiliki keuntungan dan kekurangan. Apabila BTP digunakan
secara berlebihan akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

3.2 Saran
Berdasarkan uraian materi yang telah dibahas pada makalah ini, penulis
menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap dosis bahan tambahan
pangan yang dikonsumsi terutama yang sintesis, karena akan sangat
berdampak terhadap kesehatan. Sedangkan kepada produsen, disarankan
untuk menggunakan bahan tambahan pangan sesuai dengan batas yang telah
dianjurkan, serta sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan bahan
tambahan pangan yang dilarang.

16
DAFTAR PUSTAKA

Badan POM. R.I., 2012. Bahaya Rhodamin B sebagai Pewarna pada Makanan.
http://ik.pom.go.idwp-contentuploads201111-Bahaya-Rhodamin-B-
sebagai-Pewarna-pada-Makanan.pdf.
Cahyadi ,W. 2012. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan.
Jakarta : PT Bumi Aksara
Depkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan.
Jakarta : 1988. Pdf
Devita, S. 2010. Bahan Tambahan Makanan. Jakarta : CV. Rajawali.
Sari, I. P. 2010. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. pdf
Sirah Ibnu Hisyam, IV/164.pdf
Winarno F.G. 2004. Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama