Anda di halaman 1dari 17

KESETIMBANGAN UAP-CAIR

FLUIDISASI
ALIRAN FLUIDA
PENGERINGAN
ABSORPSI GAS
TANGKI BERPENGADUK
EKSTRAKSI PADAT-CAIR
(1) Dekomposisi protein langkah 10g
dari larutan kalium laurat berair
(konten padat konsentrasi: 20%)
bertindak sebagai Surfaktan dan 0,5 g
protease ditambahkan ke 167 g
amonia alami tinggi getah karet (dari
Malaysia, konsentrasi konten padat:
60%, kandungan nitrogen total:
0,200%) untuk menyiapkan reaksi
sistem, yang kemudian secara
seragam tersebar dan disimpan di 50
Selama 5 jam. (2) Langkah
pravulkanisasi Kemudian, Sistem
reaksi dibiarkan ke Stand,
menghasilkan didinginkan dan setelah
itu 4 g dispersi Sulfur (konsentrasi
konten padat: 50%), 2 g dispersi seng
oksida (konsentrasi konten padat:
50%), 1 g seng di-n-butyl
dithiocarbamate (konsentrasi konten
padat: 50% , kandungan nitrogen
total: 0,06%) bertindak sebagai
accelera Vulcanization dan 1 g
dispersi antioksidan tipe fenolik
(Konsentrasi konten padat: 50%,
kandungan nitrogen total: 0%) yang
bertindak sebagai antioksidan
ditambahkan ke Sistem reaksi.
Selanjutnya, sistem reaksi dipanaskan
pada 50 C untuk 15 jam saat diaduk,
menghasilkan lateX yang con
mempertahankan kandungan non-
karet (protease, Surfaktan,
akselerator Vulcaniza, produk
proteolisis dan sejenisnya) yang
diperoleh.
(3) Langkah pembentukan Kemudian,
lateks yang disiapkan kemudian
dilemparkan ke atas piring kaca dan
dibiarkan berdiri pada suhu kamar
selama 24 jam, sehingga suatu produk
antara dibentuk menjadi bentuk
seperti film disediakan dalam jumlah
106,7 g. (4) Langkah Pembersihan
Selanjutnya, 106,7 g zat antara seperti
film terbentuk produk dan 10 kg
larutan natrium hidroksida berair
0,1% ditambahkan ke tangki
pembersih ekstraksi (Volume: 20 liter)
dan disimpan pada suhu 40 ° C
selama 2 menit sambil diaduk. (5)
Pasca vulkanisasi Kemudian, produk
antara dibentuk dikeluarkan tangki
pembersihan ekstraksi dan kemudian
dikenakan pasca vulkanisasi pada 90 °
C selama 30 menit, menghasilkan
terbentuk akhir produk dalam bentuk
film yang diperoleh dalam jumlah
104.2 g. Hasil pengukuran hasil film
dan a kandungan nitrogen totalnya
seperti yang ditunjukkan pada Tabel
1. (Kandungan Protein) Kandungan
protein diukur menurut metode
Kjeldahl (Y. Tanaka et al., J. Nat. Rubb.
Res. 7 (2), hal 152-155 (1992)). (Hasil)
Hasil dihitung berdasarkan ekspresi
berikut: Hasil (%)

CONTOH 2 SAMPAI 5 Dalam masing-


masing dari Contoh 2 sampai 5,
produk lateks karet alam yang
terbentuk diproduksi menurut proses
yang ditunjukkan dalam Gambar. 1.
Bahan lateks karet alam untuk produk
yang dibentuk adalah sama seperti
pada Contoh 1 dan Subjek yang sama
prosedur dan kondisi perawatan
seperti pada Contoh 1. A Langkah
pembersihan dilakukan dua kali dalam
kondisi yang ditunjukkan pada Tabel 1
dan Langkah Pengupasan dieksekusi
di antara keduanya eksekusi Langkah
pembersihan. Perawatan dalam
Langkah Pengupasan dilakukan
menggunakan detackifier yang
mengandung 0,1% dari silikon emulsi
dan 1% tepung jagung. Hasil dan total
konten protein seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 1. CONTOH
PERBANDINGAN 1. Produk karet alam
yang terbentuk diperoleh menurut
proses yang ditunjukkan dalam
Gambar. 2. Bahan lateks karet alam
untuk produk yang dibentuk adalah
sama dengan yang ada dalam Contoh
1 dan Tunduk pada prosedur dan
kondisi perawatan yang sama seperti
yang ada dalam Contoh 1.
Pemusingan dilakukan menggunakan
De. Separator sentrifugal tipe Laval
(akselerasi selama centri fuging:
sekitar 10000 G), menghasilkan
konten yang solid terkonsentrasi
menjadi sekitar 65%. Hasil dan total
konten protein seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 1. CONTOH
PERBANDINGAN 2 dan 3 Produk karet
alam yang terbentuk diperoleh
menurut proses yang ditunjukkan
dalam Gambar. 3. Bahan lateks karet
alam karenanya sama seperti pada
Contoh 1 dan Tunduk pada Prosedur
dan kondisi perlakuan yang sama
seperti pada Contoh 1. Sentrifugasi
dilakukan dalam kondisi yang sama
seperti pada Contoh Pembanding 1.
Hasil dan kandungan total protein
seperti yang ditunjukkan pada Tabel
1. CONTOH PERBANDINGAN 4 Produk
karet alam yang terbentuk diperoleh
menurut proses yang ditunjukkan
dalam Gambar. 4. Bahan lateks karet
alam
karenanya sama seperti pada Contoh
1 dan Tunduk pada Prosedur dan
kondisi perawatan yang sama seperti
pada Contoh 1. Hasil dan kadar total
protein seperti yang ditunjukkan pada
Tabel 1.