Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL BOOK REVIEW

OLEH :

KELOMPOK 10 :

1. SITI CHALIZA HARUN


2. TAMIA ANGGRAINI
3. ZESSY FLAVIA GINTING

PENDIDIKAN BIOLOGI F 2017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.P 2018/2019
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik
dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Critical Book
Review dengan judul Replikasi DNA
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah MIKROBIOLOGI.
Yang dimana kami menggunakan 2 buku untuk menjadi pedoman dan referensi dalam
mengerjakan tugas kami.
Kami menyadari mungkin masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah
ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. Sekian
dan kami ucapkan terimakasih.
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Medan, 07 Oktober 2019

Kelompok 10

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii

BAB I Pengantar...................................................................................................................1

BAB II Ringkasan..................................................................................................................2

BAB III Keunggulan Penelitian.............................................................................................5

a. Keterkaitan antar bab..................................................................................................5


b. Kemuktahiran isi buku................................................................................................5

BAB IV Kelemahan Penelitian..............................................................................................6

a. Keterkaitan antar bab..................................................................................................6


b. Kemuktahiran isi buku................................................................................................6

BAB V Implikasi Terhadap....................................................................................................7

a. Teori............................................................................................................................7
b. Program Pembangunan di Indonesia..........................................................................7
c. Analisis mahasiswa....................................................................................................7

BAB VI Penutup.....................................................................................................................8

a. Kesimpulan.................................................................................................................8
b. Saran...........................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................9

ii
BAB I
PENGANTAR

Identitas Buku I

1. Judul buku : Alcamo’s Fundamental Mikrobiology

2. Edisi : Jilid I

3. Penulis : Jeffry c

4. Penerbit : Jonnet and Barkit

5. Kota terbit : Jakarta

6. Tahun Terbit : 2011

7. ISBN : -

Identitas Buku II

1. Judul Buku : Foundation In Microbiology

2. Penulis : Talaro

3. Penerbit : Gadjah Mada University Press

4. Kota Terbit : Yogyakarta

5. Tahun Terbit : 2008

6. ISBN : 979-420-084-0

1
BAB II
RINGKASAN BUKU

Buku Utama :

 Replikasi DNA prokariota

Replikasi DNA kromosom prokariota, khususnya bakteri, sangat berkaitan dengan


siklus pertumbuhannya. Daerah ori pada E. coli, contohnya, memuat empat buah tempat
pengikatan protein inisiator DnaA, yang masing-masing panjangnya 9 pb. Sintesis
protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga
sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi;
DNA kromosom prokariota bisa mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru
terbentuk sebelum putaran replikasi yang pertama akhir-akhirnya. Akibatnya, sel-sel
hasil pembelahan akan menerima kromosom yang beberapa telah bereplikasi. Protein
DnaA membuat bentuk kompleks yang terdiri atas 30 sampai 40 buah molekul, yang
masing-masing akan terikat pada molekul ATP.

Daerah ori akan mengitari kompleks DnaA-ATP tersebut. Bagian ini memerlukan
keadaan superkoiling negatif DNA (pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga
terbuka). Superkoiling negatif akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetitif
sepanjang 13 pb yang kaya dengan AT sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan
protein DnaB, yang adalah enzim helikase, yaitu enzim yang akan memanfaatkan energi
ATP hasil hidrolisis kepada bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan
memisahkannya.

Untai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi


oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein (Ssb) kepada
mengawasi DNA untai tunggal dari kerusakan fisik dan mencegah renaturasi. Enzim
DNA primase selanjutnya akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang
pendek kepada memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah. Supaya replikasi
bisa terus berjalan menjauhi ori, diperlukan enzim helikase selain DnaB. Hal ini sebab
pembukaan heliks akan disertai oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling
positif. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata kekurangan kepada
menandinginya sehingga diperlukan enzim lain, yaitu topoisomerase tipe II yang
dinamakan dengan DNA girase. Enzim DNA girase ini adalah target

2
serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik bisa mencegah berlanjutnya replikasi
DNA bakteri.

 Replikasi DNA eukariota

Pada eukariota, replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. Kepada
mengikuti fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang dinamakan
siklin dan kinase tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases (CDKs), yang
berulang-ulang akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel.
Beberapa CDKs akan melakukan fosforilasi dan mengaktifkan protein-protein yang
diperlukan kepada inisiasi pada masing-masing ori. Berhubung dengan kompleksitas
bentuk kromatin, garpu replikasi pada eukariota bergerak hanya dengan kecepatan 50 pb
tiap detik.

Sebelum melakukan penyalinan, DNA harus dihindarkan dari nukleosom pada garpu
replikasi sehingga pergerakan garpu replikasi akan diperlambat menjadi sekitar 50 pb
tiap detik. Dengan kecepatan seperti ini diperlukan waktu sekitar 30 hari kepada
menyalin molekul DNA kromosom pada lebih jumlah mamalia.

Sederetan sekuens tandem yang terdiri atas 20 sampai 50 replikon mengalami


inisiasi secara serempak pada waktu tertentu selama fase S. Deretan yang mengalami
inisasi paling awal yaitu eukromatin, sedangkan deretan yang lebih kurang lambat
yaitu heterokromatin. Daerah sentromer dan telomer dari DNA bereplikasi paling lambat.
Pola semacam ini mencerminkan aksesibilitas bentuk kromatin yang berbeda-beda
terhadap faktor inisiasi.

Buku Pembanding :

Replikasi adalah peristiwa penggandaan DNA yang terjadi pada semua sel hidup.
DNA perlu digandakan untuk mempersiapkan terjadinya pembelahan sel, karena tiap sel
baru yang terbentuk akan memiliki copian DNA yang sama. Replikasi membutuhkan
bantuan dari beberapa enzim untuk membuka rantai DNA, membentuk DNA baru, dan
menggabungkan DNA yang terbentuk.

3
Proses replikasi DNA adalah sebagai berikut:

 Protein tertentu akan mengenal ori dan mengawali terbentuknya gelembung replikasi.
 Enzim helikase akan akan memutuskan ikatan hidrogen pada nukleotida sehingga
menyebabkan rantai ganda DNA berpisah.
 DNA yang telah terpisah akan diikat oleh protein pengikat rantai tunggal untuk
mencegah rantai tunggal tersebut menyatu kembali.
 Dua rantai tunggal yang terbentuk memiliki formasi yang terbalik. Satu rantai
memiliki formasi awal 3’ - 5’, sedangkan rantai pasangannya memiliki formasi 5’ - 3’.
 Replikasi selalu berjalan dari ujung 3’ menuju ujung 5’. Oleh karena itu replikasi akan
berjalan pada arah yang berlawanan pada dua rantai tunggal DNA yang ada.
 Rantai tunggal yang terbentuk awalnya akan tegang sehingga membutuhkan kerja
enzim topoisomerase untuk merilekskannya.
 Rantai tunggal DNA masing-masing menjadi template atau cetakan untuk rantai baru
yang akan terbentuk. Molekul nukleotida sebagai bahan baku DNA akan ditambahkan
dan ditempelkan pada DNA tunggal yang menjadi cetakan tersebut sehingga terbentuk
kembali rantai ganda.
 Enzim primase akan mensintesis primer yang menjadi awal terjadinya rantai baru.
Primer merupakan rantai pendek RNA yang akan menjadi awalan untuk terbentuknya
rantai DNA baru.
 Enzim DNA polimerase yang bertugas memperpanjang rantai DNA tidak dapat
membentuk DNA baru. DNA polimerase hanya mampu menembahkan nukleotida ke
rantai yang telah ada, dan diawali dengan menempelkan nukleotida pada primer yang
dibentuk primase.
 DNA polimerase akan menambahkan satu-persatu nukleotida pada rantai tunggal
yang ada. Pada bakteri dapat terjadi penambahan sekitar 500 nukleotida per detik,
sedangkan pada manusia terjadi penambahan sekitar 50 nukleotida per detik.
 Rantai 3’-5’ disebut sebagai leading strand, artinya replikasi dapat terjadi hanya
dengan satu primer saja. Sedangkan rantai 5’-3’ disebut sebagai lagging strand karena
replikasi berjalan berkebalikan dengan arah pembukaan rantai ganda DNA. Oleh karena

4
itu lagging strand membutuhkan banyak primer dan membentuk rantai-rantai pendek
DNA yang disebut fragmen okazaki.
 Enzim ligase akan menyambungkan rantai-rantai pendek DNA yang terjadi pada
lagging strand.
BAB III
KEUNGGULAN

a. Keterkaitan antar bab

Pada bab buku utama menjelaskan lebih rinci mengenai sel eukariota pada
DNA dan juga prokariot pada DNA Sedangkan pada bab buku pembanding
menjelaskan secara rinci mengenai proses replikasi DNAnya saja

b. Kemuktahiran isi bab

Pada buku pembanding dan buku utama sama-sama membahas :


Setelah terbentuk copian DNA yang memiliki sifat sama, sel akan memulai
pembelahan sel dan menyerahkan masing-masing copian DNA tersebut pada sel baru
yang terbentuk.

5
BAB IV
KELEMAHAN

a. Keterkaitan antar bab

Kekurangan hanya terdapat pada bab buku pembanding tidak menjelaskan


secara rinci mengenai sel eukariota dan prokariota

b. Kemuktahiran isi bab

Hubungan pada bab buku utama dan bab buku pembanding tidak memberikan
dampak negatif bagi para pembaca bahkan memberikan pelajaran yang sangat
bermakna, dan memberi wawasan positif bagi pembacanya mengenai replikasi DNA

6
BAB V
IMPLIKASI TERHADAP

1. Teori/Konsep
Replikasi adalah peristiwa penggandaan DNA yang terjadi pada semua sel hidup.
DNA perlu digandakan untuk mempersiapkan terjadinya pembelahan sel, karena tiap sel baru
yang terbentuk akan memiliki copian DNA yang sama.

2. Program pembangunan di Indonesia


Pembangunan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa .
Replikasi membutuhkan bantuan dari beberapa enzim untuk membuka rantai DNA,
membentuk DNA baru, dan menggabungkan DNA yang terbentuk.

3. Analisis mahasiswa (posisi kritis mahasiswa)


Secara tidak langsung dengan kritik buku ini mahasiswa telah meningkatkan
keterampilan mahasiswa dalam pengetahuan dan menganalisis suatu permasalahan. Selain itu
dapat memahami point demi point yang peserta sebagai pegangan dalam menulis karya
ilmiah yang nantinya diharapkan agar mahasiswa dapat membuat buku yang sesuai dengan
kaidah dan aturan yang berlaku.

7
BAB VI
PENUTUP

a. Kesimpulan

Replikasi adalah peristiwa penggandaan DNA yang terjadi pada semua sel hidup.
DNA perlu digandakan untuk mempersiapkan terjadinya pembelahan sel, karena tiap sel
baru yang terbentuk akan memiliki copian DNA yang sama. Replikasi membutuhkan
bantuan dari beberapa enzim untuk membuka rantai DNA, membentuk DNA baru, dan
menggabungkan DNA yang terbentuk.

Replikasi DNA kromosom prokariota, khususnya bakteri, sangat berkaitan dengan


siklus pertumbuhannya. Daerah ori pada E. coli, contohnya, memuat empat buah tempat
pengikatan protein inisiator DnaA, yang masing-masing panjangnya 9 pb. Sintesis protein
DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan
dengan laju pertumbuhan bakteri.

Pada eukariota, replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase.
Kepada mengikuti fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang
dinamakan siklin dan kinase tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases
(CDKs), yang berulang-ulang akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai
permukaan sel.

b. Saran

Menurut pendapat saya pada kedua buku tersebut sudah sangat baik, akan tetapi
bahasa dan materi yang dipaparkan terlalu banyak dan kurang simpel sehingga sulit
memahami inti buku tersebut.

8
DAFTAR PUSTAKA

C, Jeffry.2011. Alcamo’s Fundamental Mikrobiology. Jakarta : Jonnet and Barkit

Talaro. 2008. Foundation In Microbiology. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press