Anda di halaman 1dari 2

PRE WORK - SINOPSIS

NAMA DIKLAT : SUPERVISORY EDUCATION I BATCH VI


MATERI PELAJARAN: OPERATIONAL EXCELLENCE
NAMA INSTRUKTUR : YUDI WINARDI
HARI / TANGGAL : RABU / 14 AGUSTUS 2019
NAMA PESERTA / NIP : ADI SURYA PERMADI / 8909010R2
UNIT KERJA : PT PLN (PERSERO) UP3 RENGAT ULP TEMBILAHAN - WRKR

Lesson Learn :
Tujuan diklat operational excellence adalah memahami, mengetahui tujuan dan lingkup operational
excellence. Adapun hal-hal yang dibahas adalah sebagai berikut :

Operational Excellence atau keunggulan operasional ialah upaya menciptakan nilai keunggulan pada
setiap proses operasional melalui penerapan berbagai prinsip, sistem, dan tools yang menuju perbaikan
berkelanjutan (Wikipedia), yang dapat diibaratkan membangun sebuah rumah, maka pondasinya adalah
Budaya, dinding batu batanya disusun satu persatu melalui proses perbaikan berkelanjutan agar semakin
kokoh, dan diselaraskan agar dapat berdiri tegak, menuju sebuah hasil (result) sebuah bangunan rumah
indah yang dapat dicitrakan (shingo model).

Prinsip dasar operational excellence ialah sebuah naluri untuk terus mencari perbaikan-perbaikan,
mengejar gairah kesempurnaan, berupaya tanpa henti mebuat hal baru dan selalu berfikir untuk
keunggulan. Prinsip ini akan tertanam dalam perilaku / behavior, mengakar kuat dalam sebuah karakter,
dan dikembangkan dalam lingkup budaya organisasi.

Dalam menerapakan prinsip operational excellence tidak mudah, karena perlu sebuah kerja keras, dan
tidak dapat didelegasikan, melainkan harus ditanamkan / ditransformasikan kedalam sebuah budaya setiap
hari, dari hal yang paling kecil, dari waktu ke waktu melalui proses perjalanan pribadi memahami prinsip
tersebut, serta proses pembelajaran cara pandang lama ke cara pandang baru, serta bagaimana benar-
benar mempengaruhi perubahan. Pemimpin harus mampu mendorong prinsip operational excellence
kedalam suatu budaya yang mengakar kuat.

Suatu organisasi memiliki visi-misi, strategi, dan kebijakan-kebijakan, serta actionplan yang dijalankan
selaras dalam sebuah sistem manajemen. Sistem ini dirancang untuk mencapai sasaran tertentu, melalu
proses plan – do – check – action, memiliki struktur organisasi yang jelas, dan menjalankan fungsi-fungsi
kerja, dimana didalamnya terdapat proses bisnis yang dijalankan oleh sekelompok individu. Menanamkan
budaya operational excellence pada setiap individu yang menjalankan fungsi kerja, serta mendorong setiap
perilaku dengan cara sistematis dan konsisten, adalah cara bagaimana membangun keselarasan antara
prinsip operational excellence dengan sistem dalam sebuah organisasi.

Peran Manajer harus bergeser tidak hanya mencari solusi persoalan, namun lebih kepada merancang,
menyelaraskan dan memperbaiki sistem, serta membangun budaya keunggulan. Kemampuan seorang
manajer untuk menjalankan Operational Excellence dalam sebuah perusahaan, ialah dimulai dari
membangun budaya, lingkungan yang saling menghormati, kepemimpinan yang rendah hati dan
komunikasi terbuka, serta penciptaan tata nilai. Langkah selanjutnya ialah fokus proses perbaikan
berkelanjutan, mengakomodir pemikiran rasional dan pendekatan metode ilmiah untuk setiap usulan
perbaikan, membuat mengefisienkan waktu proses, menghilangkan hambatan yang tidak efektif,
memahami setiap potensi / sumber permasalahan dan segera diantisipasi, mencari kesempurnaan dengan
perbaikan berkelanjutan dan sistematis. Penyelarasan dengan tata nilai, visi-misi, strategi, dan kebijakan
perusahaan dengan prinsip-prinsip operational excellence yang memungkinkan perusahaan
mempertahankan budaya perbaikan berkelanjutan ialah dengan kemampuan berfikir sistematis yang terdiri
atas kemampuan analisa, sintesa, holistik, dinamis, dan ada feedback terhadap suatu tata nilai yang dapat
dikembangkan secara berkelanjutan dalam suatu perusahaan, serta memastikan keselarasan prinsip,
strategi dan visi misi perusahaan sudah dijalankan pada setiap lini secara konsisten. Dari proses tersebut
di atas hasil akhir yang diharapkan adalah terciptanya suatu Nilai yang dapat diterima oleh pelanggan,
stake holder, mitra, pemerintah, masyarakat dan setiap lini perusahaan.

“Simple – Inspiring – Performance – Phenomenal”


1 Resume Maximal 2 halaman
PRE WORK - SINOPSIS

NAMA DIKLAT : SUPERVISORY EDUCATION I BATCH VI


MATERI PELAJARAN: OPERATIONAL EXCELLENCE
NAMA INSTRUKTUR : YUDI WINARDI
HARI / TANGGAL : RABU / 14 AGUSTUS 2019
NAMA PESERTA / NIP : ADI SURYA PERMADI / 8909010R2
UNIT KERJA : PT PLN (PERSERO) UP3 RENGAT ULP TEMBILAHAN - WRKR

Dimensi yang mendukung keberhasilan operational excellence pada The Shingo House adalah :

1. DIMENSI PERTAMA : CULTURE ENABLER


Pembangunan budaya (Culture Enabler); membuat orang yang berada di organisasi menjadi
tehubung dengan perubahan transformasi, perkembangan pemahaman dan sebagai tujuan adalah
membangun budaya untuk melakukan operational excellence. Hal ini tidak bisa dicapai hanya dari
pengarahan Top-Down, tetapi berdasarkan komitmen dari organisasi untuk melakukan pekerjaan
sesuai dengan prinsip dari Operational Excellence. Budaya dapat dibangun dengan cara:
menunjukkan penghormatan untuk semua individu, membangun budaya saling menghormati dan
berkomitmen yang berkesinambungan.
2. DIMENSI KEDUA : CONTINOUS PROCESS IMPROVEMENT
Penyempurnaan proses berkelanjutan (Continous Process Improvement) selalu mengacu dari
sudut pandang pelanggan. Continuous Process Improvement merupakan aktivitas terus melakukan
perbaikan secara berkesinambungan dalam hal proses bisnis dan sistem serta prosedur demi
memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. DIMENSI KETIGA : ENTERPRISE ALIGNMENT
Salah satu kegagalan yang sering terjadi dalam manajemen modern adalah terfokus pada strategi
dan planning tanpa mempertimbangkan bisa terlaksana atau tidak (eksekusi). Untuk berhasil,
organisasi harus mengembangkan sistem managemen yang sesuai dengan proses kerja dan
perilaku dengan prinsip dan memberikan arah yang simpel, kompresensif, bisa dilakukan dan
standar. Intinya adalah operational excellence merupakan definisi dari kesuksesan membangun
strategi saat strategi bisnis diselaraskan dengan prinsip yang tepat.
4. DIMENSI KEEMPAT : RESULT
Setiap pemimpin saling berbagi tanggung jawab dan mereka bertanggung jawab terhadap hasil.
Hasil yang baik dikarenakan mengikiti prinsip yang telah ditetapkan. Hasil yang ideal sesuai dengan
perilaku ideal

Breakthrough :

 Akan terus melakukan knowledge sharing kepada lingkungan kerja terkait operational excellence
 Akan merencanakan di unit kerja nanti rencana kerja “ Unit Service Excellence “ dengan program
antara lain :
1. Tertib pelanggan > 41,5 kVA
2. 5 R (SK penunjukan tim 5R berikut foto dokumentasi sebelum dan sesudah)
3. Visual manajemen (SK PIC Visual manajemen dan foto dokumentasi sebelum dan sesudah)
4. Berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat untuk membuat “ Kawasan tertib Listrik “

“Simple – Inspiring – Performance – Phenomenal”


2 Resume Maximal 2 halaman