Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Paradigma keperawatan ialah cara pandang tentang profesi keperawatan / kerangka


acuan (konsep) yang mendasari perawat untuk bertindak. Sedangkan menurut La Ode
Jumadi, 1991 : 28.

Paradigma keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita
melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap fenomena
yang ada dalam keperawatan. Empat komponen paradigma keperawatan yaitu keperawatan,
kesehatan, manusia, dan lingkungan. Namun, yang akan kita bahas lebih lanjut adalah
mengenai manusia.

Manusia adalah makhluk bio – psiko – sosial dan spiritual yang utuh, dalam arti
merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani serta unik karena mempunyai
berbagai macam kebutuhan sesuai tingkat perkembangannya (Konsorsium Ilmu Kesehatan,
1992).
Manusia adalah sistem yang terbuka senantiasa berinteraksi secara tetap dengan lingkungan
eksternalnya serta senantiasa berusaha selalu menyeimbangkan keadaan internalnya
(homeoatatis), (Kozier, 2000). Manusia memiliki akal fikiran, perasaan, kesatuan jiwa dan
raga, mampu beradaptasi dan merupakan kesatuan sistem yang saling berinteraksi, interelasi
dan interdependensi (La Ode Jumadi, 1999 :40).

Jadi, konsep manusia menurut paradigma keperawatan adalah manusia sebagai


sistem terbuka, sistem adaptif , personal dan interpersonal yang secara umum dapat
dikatakan holistik atau utuh.

1. Sistem terbuka, peka terhadap lingkungan (biologis, psikologis, sosial dan spiritual)
2. Sistem adaptif, merespond lingkungan
3. Sistem personal, mempunyai kepribadian yang unik
4. Sistem interpersonal, hubungan dengan individu lain

B. Manusia Dalam Pandangan Islam


Manusia dalam pandangan Islam terdapat dua kekuatan dalam dirinya, yaitu kekuatan
kebaikan pada hati nuraninya dan kekuatan jahat pada hawa nafsunya. Manusia memilki
naluriyah hewaniyah dan naluriyah ruhaniyah malaikah. Dua naluri tersebut harus dibimbing
oleh akhlak islam supaya tetap berada dalam keseimbangan.
Naluriyah hewani yang tidak dapat dipisahkan dari jasad manusia, melainkan harus
diarahkan untuk disalutkan sesuai dengan prosedur dan aturan-aturan dalam Islam. Manusia
adalah makhluk yang berakal, bermartabat dan terhormat, kalau terus berada dan
mengembangkan fitrah religiusitasnya. Namun manusia dapat meluncur ketingkat yang
paling rendah, hina dina bagaikan hewan, kalau tidak dapat menjaga fitrah bahkan melawan
fitrah tersebut, dengan selalu berbuat nista. Akhlak Islam menjaga manusia agar selalu
beradap ada tingkat kemanusiaan dan menuntun kepada kebahagiaan yang seimbang antara
dunia dan akhirat. QS Al-baqarah(2): 201
Sesunguhnya manusia itu diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sempurna dan bagus,
dan manusia diciptakan sebagai kholifah Allah di Bumi, dan telah dijadikan Bumi seisinya
untuk tunduk kepada manusia. Allah Befirman : (‫) لقد خلقنا اإلنسان فى اًحسن تقويم‬
“Sungguh Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna”
(At Tiin :5)
Kewajiban manusia sebagai kholifah Allah di bumi adalah tidak lain untuk menyembah
Allah semata. Menurut Islam manusia itu terdiri dari dua bagian, yang membuatnya menjadi
manusia sempurna, yaitu terdiri dari jasmani dan rohani, disamping itu manusia telah
dikarunia fitrah. Kita hidup di dunia ini bisa menyaksikan sendiri ada persamaan-persamaan
yang dimiliki manusia, seperti cinta keadilan, kasih sayang, dan lainnya.
A. Mahluk Rohani
Manusia sebagi mahluk rohani yaitu unsur manusia yang tidak kasat mata, yang
menjadikan jasmani menjadi manusia yang hidup. Dalam buku yang ditulis Barmawie
Umary, rohani terdiri dari:

1. Qolbu(hati)
Dari hatilah segala kepribadian manusia muncul. Apabila hati selalu dibina secara
baik sesuai Syari’at maka manusia akan berakhak mulia. Akan tetapi seringkali
kekuasaan hati tertutupi oleh kekuasaan nafsu, apalagi dengan ditambah bisikan-bisikan
syetan, sehingga yang muncul bukanlah cahaya Ilahi akan tetapi bisikan syetan. Oleh
karenanya hati harus selalu disirami tuntunan Islam dengan selalu berzdikir kepada Allah.
Dalam menjaga hatinya, seorang muslim harus selalu wasapada terhadap terjangkitnya
penyakit hati. Penyakit hati sungguh berbahaya bagi kehidupannya.
“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal
darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu
buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang di maksudkan
adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari).
Hati terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
1. Sifat selalu positif
Selalu ingat kepada Allah
2. Sifat selalu negatif
Selalu ingin berbuat yang dilarang oleh Allah. Contohnya : Angkuh, Iri, Dengki dan Sirik
(AIDS).
2. Akal
Dengannya, manusia yang lemah bias mengendalikan kehidupannya di dunia. Berkat
akal pula kehidupan manusia bisajadilebihmudah.Apa yang ada di hadapan anda sekarang
ini adalah bukti kemampuan yang dikaruniakan Allah hanya kepada manusia, yaitu akal.
Dengan Akal pulalah perbedaan antara hewan dan manusia sangat mencolok. Manusia
diciptakan dengan diberi satu karunia yang tidak diberikan Allah kepada makhlukNya
yang lain, yaitu akal. Dengan akal itulah, manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah
di muka bumi, agar manusia mengolaada di muka bumi ini dengan baik, dengan akal
yang diberikan pada mereka.Akal adalah anggota tubuh yang dapat mengetahui segala
hakikat sesuatu secara Rasional dan dapat mempertimbangkan sesuatu yang benar dan
yang salah, akal hanya dapat mengetahui hal-hal yang Empiris dan rasional, akal
berfungsi berdasarkan gerakan hati. Keputusan akal sering bertentangan dengan kemauan
hawa nafsu, karena hawa nafsu selalu mengajak kepada hal yang buruk, akal
mempertimbangkan akibat baik atau buruknya.

3. Nafsu
Nafsu adalah suatu bagian rohani yang dimiliki manusia untuk berkehendak atau
berkeinginan. Tanpa nafsu barangkali takkan ada kemajuan dalam hidup manusia. Akan
tetapi seringkali nafsu mengalahkan hati dan akal sehingga yang terjadi adalah
kerusakan. Masih dari buku karya Barmawie, tersebut bahwa nafsu dikategorikan
menjadi:
a. Nafsul Ammarah : jiwa yang belum mampu membedakan yang baik dan buruk, lebih
mendorong kepada tindakan yang tidak patut.
b. Nafsul Lawwamah : jiwa yang telah memiliki rasa insaf dan menyesal setelah
melakukan suatu pelanggaran, malu perbuatan buruknya diketahui orang lain dan tetapi
belum mampu untuk menghentikan tindakanya
c. Nafsul Musawwalah : Jiwa yang telah bisa membedakan yang baik dan buruk, telah bisa
menggunakan akalnya untuk menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.
d. Nafsul Muthmainnah : jiwa yang telah mendapat tuntunan dan terpelihara sehingga
mendatangkan ketenangan jiwa. Dengan jiwa ini akan melahirkan sikap dan perbuatan
yang baik dan membentengi kekejian
e. Nafsu Mulhamah : jiwa yang memperoleh ilham dari Allah SWT dikaruniai ilmu dan
dihiasi Akhlak Mahmudah.
f. Nafsu Raadliyah : jiwa yang ridho kepada Allah, selalu bersyukur kepada-Nya.
g. Nafsu Mardliyah : jiwa yang diridhoi Allah
h. Nafsu Kaamilah : jiwa yang telah sempurna
4. Roh
Seorang mukmin percaya bahwa manusia hidup karena roh yang ada dalam jasadnya.
Akan tetapi bagaimana bentuk wujudnya itu bukanlah manusia,karena Allah berfirman:
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh itu katakanlah: Roh itu urusan
Rabbku dan kamu tidak di beri ilmu melainkan sedikit. (Al Isra:85) ( ‫وما خلقت الجن واإلنس إال‬
‫) ليعبدون‬
“DantidaklahAkuciptakanmanusiadanjinkecualiuntukmenyembah Ku. (Adzariyat : 56)
Keempat komponen tersebut memiliki derajat kemuliaan yang berbeda. Jasad
menempati derajat terendah, sementara ruh menempati derajat tertinggi. Derajat jasad
terendah karena komponen pembentuknya berasal dari alam kasar atau rendah, sedangkan
ruh berderajat tertinggi karena komponen pembentuknya berasarl dari alam tertinggi,
yaitu alam terdekat dengan tuhan. Dengan bersatunya alam rendah dan alam tinggi dalam
diri manusia, manusia menjadi makhluk yang memiliki bentangan terluas, artinya
manusia bisa terjerambab menuju derajat terendah, namun sebaliknya manusia dapat
menjangkau menuju derajat tertinggi. Manusia berderajat rendah, manakala dia
cenderung kepada alam jasad, dan berderajat tinggi manakala masuk ke dalam alam ruh.
B. Jasmani / Fisik
Sungguh beruntunglah kita yang dikaruniai jasmani yang sempurna. kaki, tangan,
lidah, mata, hidung, telinga, perut dan faraj adalah pemberian Allah yang harus kita
syukuri dengan mempergunakannya untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya. Dengan jasmani kita bias merasakan kenikmatan hidup di dunia ini.
Fisik atau inggris “Body” adalah sebuah kata yang berarti badan/benda dan dapat
terlihat oleh mata juga terdefinisi oleh pikiran . Kata fisik biasanya digunakan untuk suatu
benda / badan yang terlihat oleh mata.
C. Fitrah
Fitrah manusia, merupakan kebutuhan dasar manusia, mengnadung nilai-nilai moral,
etika dan hukum. Di dalamnya, ada rasa cinta keadilan, kasih sayang, dll
BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakekat ilmu Keperawatan dalam Islam


Untuk dunia keperawatan seorang tokoh muslimah yang ikut membantu rasul untuk
mengobati kaum muslimin yang terluka yang bernama Rufaidah Binti Sa’ Ad Al- Asalmiya,
Ummu Attiyah, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan dan keperawatan
lainnya baik dijaman rasul maupun sesudah kerasulan.
Banyak perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, mereka lebih
mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence Nighttingale
seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris. Apabila kita mau menelaah lebih jauh
lagi ke belakang jauh sebelum agama Islam menyentuh dunia barat, dunia barat saat itu
mengalami masa kegelapan dan kebodohan di karenakan kebijakan dari pihak gereja yang
lebih banyak menguntungkan mereka, tapi disisi lain di belahan dunia lainnya yaitu Jazirah
Arab di mana Islam telah diajarkan oleh Rasulullah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan
terutama dalam dunia keperawatan. Bukan berarti rasul menjadi seorang tabib tapi dalam
ajaran Islam yang beliau sampaikan mengandung ajaran dan nilai-nilai kesehatan seperti:
pentingnya menjaga kebersihan diri (Personal Hygiene), menjaga kebersihan makanan,
mencuci tangan, ibadah puasa, berwudhu dan lain sebagainya.
Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam Al-
Khazraj yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yatsrib dan termasuk kaum Ansar yaitu suatu
golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Ayahnya seorang dokter dan dia
mempelajari ilmu keperawatan saat membantu ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang
Rufaidah mengabdikan dirinya merawat kaum muslimin yang sakit dan membangun tenda di
luar Mesjid Nabawi saat dalam keadaan damai. Dan saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dia
menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dia juga mendirikan
Rumah Sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Rasulullah SAW juga
memerintahkan agar para korban yang terluka di bantu olehnya.
Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan dalam
perang Khibar mereka meminta ijin kepada rasul untuk ikut di garis belakang pertempuran
untuk merawat mereka yang terluka dan rasul pun mengijinkannya. Inilah dimulainya awal
mula dunia medis dan dunia keperawatan.
Rufaidah juga memberikan perhatian terhadap aktifitas masyarakat, kepada anak yatim,
penderita gangguan jiwa, beliau mempunyai kepribadian yang luhur danempati sehingga
memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi
kemanusiaan ini penting bagi seorang perawat (nurse), sehingga sisi tekhnologi dan sisi
kemanusiaan (human touch) jadi seimbang.
Itulah sejarah singkat tokoh keperawatan dalam sejarah Islam dan kami akan menjelaskan
sejarah perkembangan dunia keperawatan dalam dunia Islam dari masa ke masa.
1. Masa penyebaran Islam (The Islamic Period) 570 – 632 M. Pada masa ini keperawatan
sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), pada masa inilah Rufaidah binti
Sa’ ad memberikan kontribusinya kepada dunia keperawatan.
2. Masa setelah Nabi (Post prophetic era) 632 – 1000 M. Masa ini setelah nabi wafat, pada
masa ini lebih di dominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh-tokoh Islam dalam
dunia kedokteran seperti Ibnu Sinna (Avicenna), Abu Bakar ibnu Zakariya Ar-Razi (Ar-
Razi), bahkan Ar-Razi sendiri menulis dua karangang tentang ”The Reason why some
persons and common people leave a physician even if he is clever“.
3. Masa pertengahan 1000 – 1500 M. Pada masa ini Negara-negara arab membangun rumah
sakit dengan baik dan mengenalkan perawatan orang sakit, dan di rumah sakit tersebut
dimulai pemisahan antara kamar perawatan laki-laki dan perempuan dan sampai sekarang
banyak diikuti semua rumah sakit di seluruh dunia.
4. Masa Modern ( 1500 – sekarang ). Pada masa inilah perawat-perawat asing dari dunia
barat mulai berkembang dan mulai ada. Tapi pada masa ini seorang perawat bidan
muslimah pada tahun 1960 yang bernama Lutfiyyah Al-Khateeb mendapatkan Diploma
Keperawatan di Kairo.

Jadi, demikianlah sekelumit dunia keperawatan dalam Islam dan kami ingin mengajak
para pembaca terutama para perawat bahwa ilmu pengetahuan sudah dimulai oleh islam
terutama dunia kesehatan dan keperawatan sudah ada di jaman rasul.

Profesi keperawatan merupakan ladang ibadah kita, manakala kita lakukan dengan penuh
kesungguhan serta penuh keihklasan. Oleh karenanya untuk dapat melaksanakan tugas profesi
yang bernilai ibadah tentunya perlu dilandasasi oleh kaidah-kaidah agama yang kita yakini
bersama.

B. Teori- teori Keperawatan


Pengertian keperawatan menurut Abdellah, F.G. (1960) “Nursing is based upon art and
science which would the attitudes, intellectual competencies and technical skills of the
individual nurse into the desire and ability to help people sick or well cope with their health
needs, and may be carried out under general of specific medical direction”
Menurut keperawatan Indonesia “Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu
dan kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio, psiko, sosio, spiritual yang komprehensif,
ditunjukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup
selurug proses kehidupan manusia.
Menurut keislaman adalah suatu manifestasi dari ibadah yang berbentuk pelayanan
professional dan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasari pada
keimanan, keilmuan dan amal.
Pengertian menurut keislaman nantinya dapat kita kaitkan kepada komponen paradigma
keparawatan dalam Islam. Oleh karena itu perlu kita memahami pengertiannya paradigma
keperawatan dalam Islam
1. Teori Peplau
Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh peplau menjelaskan tentang
kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar
hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien, perawat,
masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit (sumber kesulitan), dan proses
interpersonal.
a. Klien
Klien adalah sistem yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis,
interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan
mengintegrasikan belajar pengalaman.
b. Perawat
Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien
yang bersifat pertisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan.
Peran Perawat:
a. Mitra kerja,
b. Nara sumber (resources person)
c. Pendidik (teacher)
d. Kepemimpinan (Leadership)
e. Pengasuh pengganti (surrogate)
f. Konselor (consellor)
c. Sumber Kesulitan/Masalah
Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman
interpersonal yang lalu dengan yang sekarang. Ansietas terjadi apabila komunikasi
dengan orang lain mengancam keamanan psikologik (sakit jiwa) dan biologi
individu. Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting
karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasannya
tingkat ansietas meningkat. Oleh karena itu perawat pada saat ini harus mengkaji
tingkat ansietas klien. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi klien
semakin membaik.
d. Hubungan Interpersonal
Dalam ilmu komunikasi, proses interpersonal didefinisikan sebagai proses interaksi
secara simultan dengan orang lain dan saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan
yang lainnya, biasanya dengan tujuan untuk membina suatu hubungan.
Proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dengan klien ini memiliki empat
tahap diantaranya:
a. Tahap orientasi
Pada tahap ini perawat dan klien melakukan kontrak awal untuk membangun
kepercayaan dan terjadi proses pengumpulan data.
b. Fase identifikasi,
Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan
memberikan asuhan keperawatan. Respon pasien pada fase identifikasi dapat
berupa :
a) Partisipasi mandiri dalam hubungannya dengan perawat.
b) Individu mandiri terpisah dari perwat.
c) Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.
d) Pada tahap identifikasi ini peran perawat apakah sudah melakukan
atau bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi ekspresi perasaan
klien serta melaksanakan asuhan keperawatan.
c. Fase eksplorasi
Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal. Dalam fase ini
perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien dan
seluruh aspek yang terlibat didalamnya.
d. Fase resolusi
Dimana perawat berusaha untuk secara perlahan kepada klien untuk
membebaskan diri dari ketergantungan kepada tenaga kesehatan dan
menggunakan kemampuan yang dimilikinya agar mampu menjalankan secara
sendiri. Pada model Peplau ini dapat dilihat adanya tindakan keperawatan
yang diarahkan kepada hubungan interpersonal atau psikoterapi. Secara
bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan
penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan
menyalurkan energi kearah realisasi potensi.

2. Teori Keperawatan Ida Jean Orlando


Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu fungsi
perawat profesional, mengenal perilaku pasien, respon internal atau kesegeraan, disiplin
proses keperawatan serta kemajuan
a. Tanggung jawab perawat
Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk
memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika
dalam mendapatkan pengobatan atau dalam pemantauan. Perawat harus
mengetahui kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. Perawat harus
mengetahui benar peran profesionalnya, aktivitas perawat profesional yaitu tindakan
yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan
dalam membantu pasien. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan
aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat, sebaiknya hal ini
dikurangi agar perawat lebih terfokus pada aktivitas-aktivitas yang benar-benar
menjadi kewenangannya.
b. Mengenal perilaku pasien
Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien
maupun perilaku nonverbal yang ditunjukan pasien.
c. Reaksi segera
Reaksi segera meliputi persepsi, ide dan perasaan perawat dan pasien.Reaksi segera
adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien ,
berfikir dan merasakan.
d. Disiplin proses keperawatan
Menurut George (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan
sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa
yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu, perilaku pasien,
reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan,
mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk
melakukan tidakan yang tepat.
e. Kemajuan / peningkatan
Peningkatan berarti tumbuh lebih, pasien menjadi lebih berguna dan produktif.

3. Teori Imogene King


King mengawali teori ini melalui studi literatur dalam keperawatan, ilmu-ilmu perilaku
terapan, diskusi dengan beberapa teman sejawat dan menghadiri beberapa konferensi
serta alasan-alasan induktif dan deduktif dari beberapa pemikiran-pemikiran kritis. Dari
informasi yang terkumpul tersebut, kemudian King memformulasikan kedalam suatu
kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) pada tahun 1971.
a. Sistem Personal
Menurut King setiap individu adalah sistem personal (sistem terbuka). Untuk sistem
personal konsep yang relevan adalah persepsi (perception), diri (self), pertumbuhan
dan perkembangan (growth and development), citra diri (body image), ruang
(space), dan waktu (time).
b. Sistem Interpersonal
King mengemukakan sistem interpersonal terbentuk oleh interaksi antar manusia.
Interaksi antar dua orang disebut DYAD, tiga orang disebut TRIAD, dan empat orang
disebut GROUP. Konsep yang relevan dengan sistem interpersonal adalah interaksi,
komunikasi, transaksi, peran dan stress.
c. Sistem Sosial
King mendefinisikan sistem sosial sebagai sistem pembatas peran organisasi sosisal,
perilaku, dan praktik yang dikembangkan untuk memelihara nilai-nilai dan mekanisme
pengaturan antara praktik-praktik dan aturan (George, 1995). Konsep yang relevan
dengan sistem sosial adalah organisasi, otoritas, kekuasaan, status dan pengambilan
keputusan.

4. Teori Kebutuhan Abraham Maslow


Menurut Abraham Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hidup yang akan
selalu berusaha untuk dipenuhi sepanjang masa hidupnya. Kebutuhan tersebut berjenjang
dari yang paling mendesak hingga yang akan muncul dengan sendirinya saat kebutuhan
sebelumnya telah dipenuhi. Setiap orang pasti akan melalui tingkatan-tingkatan itu, dan
dengan serius berusaha untuk memenuhinya, namun hanya sedikit yang mampu
mencapai tingkatan tertinggi dari piramida ini.
Lima tingkat kebutuhan dasar menurut teori Maslow adalah sebagai berikut (disusun dari
yang paling rendah) :
a. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan
kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain
sebagainya.
b. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit,
bebas dari teror, dan semacamnya.
c. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : Memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan
jenis, dan lain-lain.
d. Kebutuhan Penghargaan
Dalam kategori ini dibagi menjadi dua jenis, Eksternal dan Internal.
a) Sub kategori eksternal meliputi : Pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan
banyak lagi lainnya.
b) Sedangkan sub kategori internal sudah lebih tinggi dari eskternal, pribadi
tingkat ini tidak memerlukan pujian atau penghargaan dari orang lain untuk
merasakan kepuasan dalam hidupnya.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri

5. Teori Florence Nightingale


a. Lingkungan
Ada tiga ( 3 ) jenis Lingkungan Menurut Florence Nightingale
a) Fisik
lingkungan berkaitan langsung dengan pencegahan penyakit dan kematian
pasien. Aspek lingkungan fisik mempengaruhi lingkungan sosial dan
psikologis dari orang.
b) Psikologis
a. Dapat dipengaruhi oleh lingkungan fisik yang negatif yang kemudian
menyebabkan STRES
b. Memerlukan berbagai kegiatan untuk menjaga pikiran aktif (yaitu,
pekerjaan manual menarik makanan, lingkungan yang menyenangkan)
c. Melibatkan komunikasi dengan orang, tentang orang, dan tentang orang
lain( harus komunikasi terapeutik, menenangkan, & terburu-buru )
b. Sosial
a) Melibatkan mengumpulkan data tentang penyakit dan pencegahan penyakit.
b) Meliputi komponen lingkungan fisik - udara bersih, air bersih, drainase yang
tepat.
c) Terdiri dari orang rumah atau kamar rumah sakit, serta total masyarakat yang
mempengaruhi lingkungan khusus pasien.
c. Pokok Lingkungan Sehat

Ada Lima ( 5 ) Komponen Pokok Lingkungan Sehat:


a) Peredaran Hawa yang baik.
b) Cahaya yang memadai.
c) Kehangatan yang cukup.
d) Pengendalian kebisingan.
e) Pengendalian effluvia ( Bau yang berbahaya )

b. Komponen Lingkungan Teory Nightingale


Ada 12 macam Komponen Lingkungan yaitu:
a. Kesehatan Rumah
b. Ventilasi dan Pemanasan
c. Cahaya
d. Kebisingan
e. Variasi / Keaneka Ragaman
f. Tempat Tidur
g. Kebersihan Kamar dan Halaman
h. Kebersihan Pribadi
i. Pengambilan Nutrisi dan Makanan
j. Obrolan Harapan dan nasehat
k. Pengamatan Orang Sakit
l. Pertimbangan Sosial
6. Teori Betty Neuman
Asumsi yang dikemukakan Neuman tentang empat konsep utama dari paradigma
keperawatan yang terkait keperawatan komunitas adalah sebagai berikut.
a. Manusia
Merupakan suatu sistem terbuka, yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni dan
merupakan satu kesatuan dari variable-variabel: fisiologis, psikologis, sosiokultural,
perkembangan dan spiritual.
b. Lingkungan
c. Sehat
d. Keperawatan
Sehat menurut model Neuman adalah suatu keseimbangan biopsiko – sosio –
cultural dan spiritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan
resisten. Keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut
dengan berfokus pada empat intervensi yaitu : intervensi yang bersifat promosi
dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis pertahanan normal yang
terganggu. Sedangkan intervensi yang bersifat kurasi atau rehabilitasi dilakukan
apabila garis pertahanan resisten yang terganggu.
C. Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist
Paradigma keperawatan dalam Islam adalah cara pandang, persepsi, keyakinan, nilai-nilai
dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan
sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam.
Oleh karena itu paradigma keperawatan dalam Islam memiliki empat komponen yang
dilandasi oleh prinsip dan ajaran islam Yaitu:
1. Manusia Dan Kemanusiaan.
Firman Allah SWT:

Artinya: “ Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-
baiknya.” (QS. At-Tiin: 4)
Berdasarkan dalil diatas , maka manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang
terbaik bentuknya dan dimuliakan Allah, terdiri dari : Jasad, Ruh, dan Psikologis,
Dimana makhluk lainnya yang ada dilangit dan dibumi ditundukan oleh Allah
kepada manusia kecuali Iblis.
Dalam Al-Quran manusia diistilahkan dengan sebutan : Al-Basyar dan An-Naas.
Al-Basyar mengambarkan manusia dalam bentuk fisik : diciptakan dari tanah , dapat
dilihat, memakan sesuatu, mendengar, berjalan dan berusaha memenuhi kebutuhan
hidupnya.
An-Naas. Mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk social.
Sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Manusia memiliki tiga komponen antara lain:
a. Jasad (fisik )

Artinya: ”Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan
makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.” (QS. Al-
Anbiyaa: 8 )
b. Ruh.

Artinya: ”Maka
apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh
(ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
(QS. Shaad: 72)
c. Nafs (jiwa)

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
2. Lingkungan
a. Lingkungan Internal:
Lingkungan yang berada dalam diri manusia, meliputi:Genetik, struktur dan
tubuh, psikologis dan internal spiritual.
b. Lingkungan Eksternal:
Lingkungan sekitas yang berada diluar diri manusia yang secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan maupun perawatan,
meliputi:Lingkungan fisik, biologis, social, cultural dan spiritual.
3. Sehat dan Kesehatan
Sehat adalah suatu keadaan sejahtera , penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek
jasmani, rohani dan social.
Dilandasi oleh Firman Allah SWT:

Artinya: ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28).
Serta Hadist Tarmudzy dan Ibnu Majah ”Barang siapa sehat badannya, damai dihatinya
dan punyamakanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugrahkan
kepadanya“
Upaya kesehatan adalah sebagai berikut:
a. Promotif
Firman Allah SWT:

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah


kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS.
Al-Baqarah: 222)

b. Prefentif
Firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu


dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” ( QS. At-Tahrim : 6)
c. Kuratif
Firman Allah SWT:

Artinya: “Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-
Syuara: 80)
d. Rehabilitatif.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di


muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka


merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’du: 11)

4. Keperawatan.
Adalah suatu manifestasi dari ibadah yang berbentuk pelayanan professional dan
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasari pada keimanan,
keilmuan dan amal.
Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist mengenai Keperawatan
Allah berfirman :

“Dan orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah)
menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyeruruh (mengerjakan)
yang ma’ruf, mencegah yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat
dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya.” (Q.S. At-Taubah : 71)

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan
jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertawalah kamu
kepada Allah, sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya.” (Q.S. Al-Maa-idah : 2) .

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika
kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” ( Q.S. Al-Israa : 7)
Dan carilah
pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat,
dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat
baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Q.S. Al-Qashash : 77)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q.S. Ali Imran :159)

Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada
hari kiamat, maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya
(HR. Muslim).

Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang
dusukai untuk dirinya. (HR. Ahmad)

Ayat-ayat Quran dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan
Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim, ditambah dengan riwayat-
riwayat wanita-wanita di zaman Rasulullah dalam melakukan perawatan, maka
itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam, bukan hanya
asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi,
tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintah-Nya
melalui ayat-ayat Al quran dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah
Subhanahu Wa Ta’ala.

Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh kelompok kerja Keperawatan


Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan
pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan.
Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari
masukan, proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam
yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist.

D. Prinsip-prinsip Islam dalam Kesehatan

1. Anggota badan dan jiwa manusia merupakan milik Allah


2. Justice
3. Mengutamakan peluang hidup yang lebih tinggi

E. Peran Keperawatan Islam


Sebagai seorang perawat islam perlu adanya peran terhadap ilmu keperawat tersebut.
Peran yang dapat kita lakukan antara lain:
a. Mengintegrasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan
Islam mengajarkan kita beberapa aspek nilai-nilai yang dapat menjadikan manusia itu
terlihat baik disisi Allah SWT. Oleh karena itu nilai-nilai keislaman perlu di
integrasikan terhadap ilmu keperawatan yang berkembang pada saat ini. Adanya
pengintegrasian ini dimaksudkan akan terciptanya seorang perawat yang bercirikan
agama Islam.
b. Mengaplikasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan

Setelah adanya pengintegrasian maka perlu adanya realisasi dari pada nilai-nilai tersebut
untuk diaplikasikan terhadap praktik keperawatan.

Misalnya ketika seorang perawat mendapati pasien yang beragama islam, dan
pasien tersebut memiliki penyakit yang apabila terkena air maka penyakit tersebut
bertambah. Maka seorang perawat tersebut perlu untuk mengajarkan bertayamum
kepada pasien/klien agar klien tidak bertambah sakitnya, namun tidak pula
meninggalkan ibadahnya.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keperawatan dalam islam tidak hanya menjalankan pekerjaannya sebagai profesi tetapi
sebagai bentuk syiar islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman serta
mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan.

Oleh karena itu empat komponen dari paradigma keperawatan dalam Islam perlu untuk
lebih dicermati sehingga terciptanya seorang perawat professional yang Islami.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. 2005. AL-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung: PT Syamil Media
Cipta

Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan Al-Quran – Tafsir Maudhu’I atas Barbagai Persoalan
Umat, Bandung: Penerbit Mizan