Anda di halaman 1dari 15

1

LAMPIRAN 1
MODUL

TATA NAMA
GAYAALKENA,
ALKANA, VAN DER
DAN WAALS
ALKUNA

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


2

DAFTAR ISI

COVER....................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI.............................................................................................................. 2
PETA KONSEP ........................................................................................................ 3
PENDAHULUAN
A. Deskripsi Singkat Materi ....................................................................................... 4
B. Petunjuk Penggunaan Modul ........................................................................../..... 4
C. Kompetensi Dasar ................................................................................................ 4
ISI
A. Tujuan ................................................................................................................... 5
B. Indikator Pencapaian Kompetensi......................................................................... 5
C. Uraian Materi......................................................................................................... 6
D. Latihan Soal......................................................................................................... 12
E. Umpan Balik..........................................................................................................13
F. Rangkuman ...........................................................................................................14
PENUTUP................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 16

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


3

PETA KONSEP

Perhatikan baik-baik peta konsep yang diberikan, agar mudah memahami hubungan antara
konsep yang satu dengan konsep yang lain serta dapat memahami struktur materi dari pokok
bahasan Hidrokarbon : Gaya Van Der Waals

Sekilas info
Tokek dapat menempel di
dinding karena adanya
gaya Van Der Waals

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


4

PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat Materi


Modul ini berisi tentang Gaya Van Der Waals

B. Petunjuk Penggunaan
 Simaklah dengan seksama kompetensi dasar dan indikator yang tertera dalam modul
ini.
 Perhatikan dan pahami dengan baik peta konsep yang diberikan untuk melihat
keterkaitan satu konsep dengan konsep lain.
 Pahami kembali konsep-konsep yang mendukung pemahaman tentang materi tata
nama Gaya Van Der Waals.
 Kerjakan lembaran kerja dan lembaran tes setelah anda menyelesaikan lembaran
kegiatan siswa dan memahami konsep tata nama Gaya Van Der Waals
 Bacalah dan pahami rangkuman yang berisi poin-poin penting pada materi ini

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


5

ISI

A. Tujuan
Dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Guru menyampaikan materi
agar :
1. Peserta didik mampu menjelaskan proses terjadinya gaya Van Der Waals.
2. Peserta didik dapat menghubungkan prinsip gaya Van Der Waals terhadap sifat-sifat
fisik zat.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator


3.7. Menghubungkan interaksi antar 3.7.2. Menjelaskan proses terjadinya gaya
ion, atom dan molekul dengan Van der Waals
sifat fisika zat

4.7. Menerapkan prinsip interaksi antar 4.7.2. Menerapkan prinsip gaya Van Der
ion, atom dan molekul dalam Waals dalam menjelaskan sifat-sifat
menjelaskan sifat-sifat fisik zat di fisik zat.
sekitarnya

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


6

C. Materi

Kehidupan di dunia tidak akan terlepas dari ikatan. Coba bayangkan dapatkah kalian
hidup sendirian tanpa teman? Rasanya sangat sulit bukan? Semua makhluk selalu ingin
berikatan. Manusia hidup dengan menjalin berbagai ikatan, mulai dari ikatan keluarga,
rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), sampai ikatan yang lebih besar .
Demikian pula dengan atom dan molekul tidak luput dari ikatan. Ikatan yang terjadi
antaratom beraneka ragam, mulai dari ikatan karena perbedaan muatan (positif negatif),
ikatan karena gaya berdasarkan gaya tarik-menarik dipol-dipol sesaat, ikatan yang
membentuk jembatan hidrogen, dan ikatan-ikatan yang lain.
Gaya tarik-menarik antarmolekul, yaitu gaya yang menyebabkan antarmolekul
menjadi terikat dalam satu kelompok atau merupakan interaksi antara molekul-molekul
dalam suatu zat (unsur atau senyawa) melalui gaya elektrostatis. Gaya antarmolekul ini
sangat dipengaruhi kepolaran dari masing- masing molekul. Gaya tarik-menarik
antarmolekul sangat berkaitan dengan sifat fisika dari senyawa yang bersangkutan.
Beberapa sifat fisika dari senyawa antara lain titik didih, titik beku, kelarutan, kerapatan,
tekanan uap, dan tekanan osmosis.
Gaya Van Der Waals
Gaya Van Der Waals adalah gaya antar molekul. Nama gaya ini diambil dari nama
seorang ilmuwan yaitu Johannes Van der Waals. Gaya ini terjadi pada molekul-molekul
yang terjadi dipol permanen misalnya pada molekul ionik dan kovalen polar. Apabila
molekul memiliki kutub yang sama maka keduanya akan tolak menolak. Sebaliknya, jika
kutub keduanya berbeda maka akan tarik menarik.

Gambar 1 . Gaya Van der Waals pada dipol-dipol sehingga dinamakan gaya dipol-dipol

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


7

Gaya Van der Waals ini bila terjadi ini apabila terjadi pada molekul polar atau molekul-
molekul dipol permanen, maka dinamakan sebagai gaya dipol-dipol. Nah, semakin besar
nilai momen dipol yang dimiliki molekul-molekulnya, maka akan semakin besar
gayanya.
Gaya van der waals merupakan ikatan intermolekul . ikatan ini lebih kecil kekuatannya
daripada ikatan intramolekul. Jika ikatannya lebih besar dari ikatan intramolekul maka
molekul tidak stabil dan terdekomposisi, dan akan terjadi reaksi.
Gaya van der waals dapat diprediksi dari :
o Titik leleh
o Titik didih
o Perubahan entalpi fusi
o Perubahan entalpi penguapan
Macam-macam gaya Van der Waals yaitu gaya tarik menarik dipol-dipol, gaya induksi,
dan gaya London atau gaya dispersi.
1. Gaya London
Gaya London ditemukan oleh fisikawan asal Jerman yang bernama Fritz
London pada tahun 1928. Gaya London ini adalah merupakan gaya tarik-menarik
antarmolekul nonpolar akibat adanya dipol terimbas yang ditimbulkan oleh
perpindahan electron dari satu orbital yang lain membentuk dipol sesaat. Gaya London
ini mengakibatkan molekul nonpolar yang bersifat agak polar.
Pada waktu membahas struktur elektron, kita mengacu pada peluang untuk
menemukan elektron di daerah tertentu pada waktu tertentu. Elektron senantiasa
bergerak dalam orbit. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya
menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar,
sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut
dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik. Pada saat
berikutnya, dipol itu hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya.
Polarisasi awan elektron

Gambar 2. Proses terbentuknya dipol sesaat

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


8

Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul nonpolar di
sekitarnya, sehingga membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya
tarik-menarik antarmolekul yang lemah. Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini
dikemukakan oleh Fritz London pada tahun 1928. Oleh karena itu gaya ini disebut
gaya London (disebut juga gaya dispersi). Gambar berikut memperlihatkan proses
terbentuknya gaya London.
Induksian

Molekul dengan Molekul


dipol sesaat tanpa dipol

Molekul dengan
Molekul dengan dipol induksia
dipol sesaat

Gaya London

Gambar 3. proses terbentuknya gaya London


Kemudahan suatu molekul menghasilkan dipol sesaat yang dapat mengimbas
ke molekul disekitarnya yang disebut dengan Polarisabilitas. Polarisabilitas ini
berkaitan dengan massa molekul relative (Mr) dan bentuk molekul. Apabila massa
molekul relative semakin besar, molekul semakin mudah mengalami polaritas
sehingga Gaya London semakin kuat. Dengan massa molekul relative yang sama
besar, molekul yang bentuknya panjang akan lebih mudah mengalami polarisasi
dibandingkan dengan molekul yang kecil, kompak, dan simetris. Maka semakin
mudah molekul mengalami polarisasi, maka semakin tinggi pula titik didih dan titik
lelehnya. Maka dari itu, apabila massa molekul relative zat semakin besar maka titik
didih lelehnya semakin tinggi.
Jenis gaya tarik yang sangat lemah ini pada umumnya terjadi diantara molekul-
molekul kovalen nonpolar, seperti N2, H2, atau CH4. Gaya tarik ini dihasilkan oleh
menyurut dan mengalirnya orbital-orbital electron sehingga memberikan pemisahan
muatan yang sangat lemah dan sangat singkat disekitar katan. Gaya London ini
meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah electron. Dan gaya London juga akan
meningkat seiring dengan bertambahnya massa molar zat, pasalnya mlekul yang
memiliki massa molar besar cenderung memiliki lebih banyak electron. Adanya

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


9

percabangan akan menurunkan kekuatan gaya London sebab adanya percabangan


akan memperkecil area kontak antarmolekul. Dan titik didih senyawa sebanding
sekaligus mencerminkan kekuatan gaya London.
2. Intraksi Dipol Terimbas (Dipol Terinduksi)
Gaya antarmolekul ini terjadi saat molekul polar mengimbas (menginduksi)
molekul nonpolar. Sebagi contoh, molekul air (H2O) yang bersifat polar dapat
menginduksi molekul klor (Cl2) yang bersifat nonpolar. Dipol terimbas inilah yang
mengakibatkan gas oksigen larut dalam air.
Apabila molekul polar dan molekul nopolar berada pada jarak tertentu, molekul
polar dapat menginduksi molekul non polar sehingga pada molekul non polar tersebut
terjadi dipol induksian. Setelah proses induksian berlangsung, maka antara kedua
molekul tersebut terjadi gaya tarik elektrostatik yang disebut gaya dipol permanen-
dipol induksian atau gaya dipol-dipol induksian. Dipol permanen pada molekul polar
biasanya hanya disebut dipol. Gambar berikut menunjukan proses terbentuknya gaya
dipol-dipol induksian
Induksi

Molekul polar dengan Molekul nonpolar


dipol permanen tanpa dipol

Molekul polar dengan Molekul nonpolar


dipol permanen dengan dipol induksian

Gaya dipol-dipol induksian

Gambar 4. proses terbentuknya gaya dipol-dipol induksian

3. Interaksi Dipol-Dipol
Gaya antarmolekul ini terjadi jika ujung positif dari salah satu molekul dipol
ditarik keujung negative dari dipol molekul lainnya. Dan gaya ini lebih kuat dari gaya
London, namun tetap sangat lemah. Dan interaksi ini terjadi pada senyawa kovalen
polar, seperti HCI dan HBr atau HCl dengan HCl.
Gaya dipol-dipol berlaku hanya untuk molekul yang bersifat polar. Molekul
polar memiliki dua kutub yaitu kutub positif (δ+) dan kutub negatif (δ-). Dipol-dipol
ini bersifat permanen akibat distribusi elektron yang tidak merata. Selanjutnya kedua
dipol ini akan saling tarik-menarik pada dipol yang berlawanan muatan dan akan
terjadi tolakan pada kutub yang sejenis. Berdasarkan fakta yang ada, gaya tarik-
menarik ini akan lebih besar daripada gaya tolakannya. Sehingga terjadi gaya tarik-

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


10

menarik antar molekul. Inilah yang disebut gaya tarik-menarik dipol-dipol. Gambar
dibawah menunjukan proses terbentuknya gaya dipol-dipol.

Gaya dipol-dipol

Gambar 5. proses terbentuknya gaya dipol-dipol

Bagaimana penerapan gaya Van Der


Waals dalam menjelaskan sifat fisik zat ?

Sifat fisik suatu molekul


Gaya antarmolekul memiliki pengaruh terhadapa sifat fisik suatu molekul. Semakin
kuat gaya antarmolekulnya, maka semakin tinggi pula titik didik dan titik lelehnya.
Kekuatan gaya antarmolekul berturut-turut dari yang besar ke yang kecil adalah
ikatan hidrogen > gaya dipol-dipol > gaya induksi > gaya London. Misalkan:
Senyawa Mr Titik Didih
Propana 44 12 o C
Etanol 46 78 o C
Etanol memilikititik didih yang sangat tinggi dibandingkan dengan propana, padahal
Mr keduanya tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan karena dalam molekul etanol
terdapat ikatan hidrogen, sedangkan dalam molekul propana tidak terdapat ikatan
hidrogen.

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


11

LATIHAN SOAL

1. Senyawa yang mempunyai Gaya Van der Walls adalah ….


A. HF
B. NH3
C. H2O
D. CH4
E. NaCl

2. Manakah molekul yang memiliki gaya tarik-menarik dipol-dipole antarmolekulnya?


(Gunakan tabel periodik yang tersedia)

A. AsH3
B. BCl3
C. Cl2
D. CO2
E. XeF4

3. Jelaskan mana yang lebih besar titik didihnya HI atau HCl?

BELAJARLAH DENGAN
TEKUN.......
KERJAKAN SOAL DENGAN
TELITI......

TETAP SEMANGAT TETAP


BERKARYA ....

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


12

UMPAN BALIK

Setelah menyelesaikan soal latihan ini, Anda dapat memperkirakan


tingkat keberhasilan Anda dengan membahas soal latihan dengan
teman sekelas dan guru anda. Jika Anda memperkirakan bahwa
pencapaian Anda sudah melebihi 80%, silahkan Anda terus
mempelajari Kegiatan pembelajaran berikutnya, namun jika Anda
menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 80%, sebaiknya
Anda ulangi kembali kegiatan pembelajaran ini.

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


13

RANGKUMAN

1. Gaya Van Der Waals adalah gaya tarik antar molekul dimana gaya ini relatif jauh
lebih lemah dibandingkan gaya yang timbul karena ikatan valensi
2. Gaya van der waals dapat diprediksi dari :
a. Titik leleh
b. Titik didih
c. Perubahan entalpi fusi
d. Perubahan entalpi penguapan
3. Jenis-jenis gaya Van Der Waals ada 2 yaitu :
a. Gaya London
b. Gaya antar dipol
4. Gaya antar dipol terdiri dari :
a. Intraksi Dipol Terimbas (Dipol Terinduksi)
b. Interaksi ion dan dipol
c. Interaksi dipol dan dipol
5. Kekuatan gaya antarmolekul berturut-turut dari yang besar ke yang kecil adalah ikatan
hidrogen > gaya dipol-dipol > gaya induksi > gaya London

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


14

PENUTUP

Setelah menyelesaikan modul ini, Anda berhak mengikuti tes evaluasi untuk menguji

kompetensi yang telah Anda pelajari. Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat

kelulusan evaluasi, maka Anda berhak melanjutkan ke standar kompetensi selanjutnya.

Jika Anda belum dinyatakan memenuhi syarat kelulusan, maka Anda wajib

mempelajari modul ini kembali

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi


15

DAFTAR PUSTAKA

 Buku kurikulum 2013 mata pelajaran Kimia Kelas XI, Kemendikbud, Tahun 2016
 Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Erlangga : Jakarta
 James E Brady. 2010. Kimia Universitas Asas & Struktur Jilid 1, Binarupa Aksara :
Jakarta
 Buku referensi yang relevan
 Internet

Modul kimia /GAYA VAN DER WAALS/Sri Supatmi