Anda di halaman 1dari 8

Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

FISIKA DALAM ATLETIK DAN BELADIRI

Sri Juminia
a
Staff pengajar Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan (FITK)
Universitas Sains AlQuran (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo
Jln. Kalibeber Raya, Km. 03 Wonosobo
a
Email: umyfadhil@yahoo.com

INFO ARTIKEL ABSTRAK


Riwayat Artikel: Seorang olahragawan harus memperhatikan keadaan fisik dan teknik
Diterima : 30 Maret 2016 yang harus dikuasai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
Disetujui : 26 April 2016
dalam melakukan aktivitasnya. Keadaan fisik meliputi kesehatan dan
Kata Kunci:
postur tubuh, sedangkan teknik meliputi teknik olah raga yang harus
Pusat Gravitasi, Momentum, dikuasai, keseimbangan tubuh, penentuan pusat gravitasi, momentum,
Torsi dan Keseimbangan dan torsi. Teknik dalam olah raga ini banyak sekali dibahas dalam fisika.
Tubuh Seorang olahragawan lompat tinggi dan lompat jauh akan sangat baik
dalam aktivitas olah raganya, jika mengetahui pusat gravitasinya dengan
baik. Manusia memerlukan keseimbangan agar segala aktivitas yang
dilakukannya berjalan baik, sehingga tidak ada bagian tubuh yang
cidera. Keseimbangan terjadi jika jumlah semua gaya dan jumlah semua
torsi yang bekerja padanya sama dengan nol,  
F  0,   0.
Sedangkan momentum banyak dilakukan dalam olah raga karate, tinju,
dan lempar peluru. Dalam karate untuk memindahkan momentum yang
besar sering berkaitan dengan kecepatan gerak dari lengan daripada
gerakan seluruh badan. Pada pukulan ke depan, terjadi tumbukan ketika
panjang jangkauan tangan sekitar 70%. Sedangkan dalam lempar peluru
terjadi pemindahan bentuk kecepatan lambat dari gerak massa seluruh
tubuh menjadi kecepatan tinggi disalurkan kepada peluru.

ARTICLE INFO ABSTRACT


Article History An athlete must pay attention to their physical state and technique that
Received : March 30, 2016 must be controlled so it does not happen things that are not desirable in
Accepted : April 26, 2016
their activities. Physical state covers health and posture, while sports
Key Words :
techniques include techniques that must be mastered, the balance of the
Center of Gravity, body, determining the center of gravity, momentum and torque.
Momentum, Torque and Techniques in this sport a lot of discussion in physics. A sportsman's
Body Balance high jump and long jump will be very good in his workout activity, if you
know the center of gravity well. Humans need a balance so that all
activities that do run well, so that no body part is injured. Balance
occurs if the sum of all styles and the sum of all the torque acting on it
equal to zero,  
F  0,   0. While momentum is mostly done in
sport karate, boxing, and shot put. In karate to move the great
momentum often related to the speed of movement of the arm rather than
the movement of the entire body. In a blow to the front, the collision
occurred when the long arm reach around 70%. While in the shot put
event of transfer form slow speed of movement of the whole body mass
be distributed to the high-speed bullet.

89
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

1. Pendahuluan Sebuah objek yang akan ditentukan


Manusia adalah mahkluk ciptaan Allah gravitasi digantungkan melalui sebuah
SWT. Yang paling sempurna.Kesempurnaan titik P . Pusat gravitasi akan berada di
manusia akan senantiasa terwujud, ketika bawah titik gantung (lihat gambar).
mendapatkan asupan yang seimbang. Jasmani
perlu makan dan olahraga, akal butuh
pengetahuan, dan hati butuh siraman rohani
yang bias mensejukannya. Jika ketiganya
seimbang jadilah manusia ini mahkluk
paripurna.
Untuk memiliki jasmani yang sehat, makan Gambar.1.
saja tidak cukup. Butuh istirat dan olah raga
yang cukup sehingga dapat meyeimbangkan
zat-zat dalam tubuh.Tubuh sehat dan tidak
mudah capek Untuk mendapatkan hasil olah
raga yang maksimal, Seorang olahragawan Gambar.2.
harus memperhatikan keadaan fisik dan
tehnik yang harus dikuasai sehingga tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika
melakukan aktivitas olahraganya. Keadaan
fisik meliputi kesehatan dan postur tubuh, hal
ini akan dibahas dalam anatomi, faal olahraga Gambar.3.
atau disiplin ilmu lainnya. Masalah teknik
meliputi teknik olah raga yang dikuasai dan Kemudian objek tersebut digantung
keseimbangan tubuh,serta hal-hal yang sangat melalui titik P1 pusat gravitasi akan
berkaitan dengan bidang fisika, yaitu berada di bawah titik P1. Dengan
mengenai penentuan pusat gravitasi, mengetahui garis vertikal melalui P dan P1
momentum, dan torsi. Masing-masing maka titik pusat gravitasi dapat dicari
memiliki manfaat dalam aktivitas olah raga. dengan mencari titik potong dari kedua
Pengetahuan fisika mengenai pusat garis tersebut.
gravitasi, momentum, dan torsi akan sangat b) Berdiri di atas sebuah papan yang kedua
membantu keselamatan manusia ketika ujungnya terdapat timbangan.
berolahraga. Olah raga menjadi
menyenangkan, dan cidera tubuh bisa
dihindari. Dengan pemahaman sedikit
mengenai beberapa ilmu fisika ini, manusia
juga akan lebih tau kemanfaatan beberapa alat
yang memang diciptakan untuk perlindungan
tubuh manusia. Gambar4. Suatu metode untuk mencari
pusat gravitasi dari tubuh seseorang
2. Pusat Gravitasi Tubuh
Titik yang dipakai gaya gravitasi pada Pada keadaan ini torsi = 0 pada titik P,
tubuh dikenal sebagai pusat gravitasi. Pusat maka:
gravitasi ini merupakan bagian dari pusat
massa. Penentuan pusat gravitasi tubuh 𝜏=0
manusia sangat berguna untuk menganalisa −𝑋 𝑊1 + 𝐿 − 𝑋 𝑊2 = 0
loncat tinggi, gymnastic, dan aktivitas 𝑊2
olahraga lain. Teknik menentukan pusat 𝑋= 𝐿
𝑊1 + 𝑊2
gravitasi ada beberapa cara, yaitu: Lakukan pengukuran dua kali atau lebih
a) Menggantungkan sebuah objek pada titik dengan memutar posisi subjek 900 dan
yang berbeda subjek ditelentangkan. Dengan demikian
akan diperoleh pusat gravitasi.

90
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

Dalam melakukan pengukuran massa, dengan momen gaya dalam sudut yang
besar/luasnya dan pusat gravitasi sama.”
terhadap masing-masing segmen (bagian)
tubuh sangat sulit dan hasilnya bervariasi
dari satu individu tehadap individu
lainnya.
c) Metode grafik

Gambar 6. Menentukan pusat gravitasi


dengan metode analisa
Pusat gravitasi dapat ditentukan dengan
grafik melalui momen dari pusat gravitasi Menentukan pusat gravitasi tubuh
secara berantai. Sebagai contoh manusia melalui perhitungan banyak
menentukan pusat gravitasi pada lengan. memperoleh kesalahan. Hal ini
Mula-mula tentukan gaya pada lengan disebabkan :
atas (G1) yaitu pertengahan antara titik A a. Pusat gravitasi tidak tepat pada axis
dan titik B. longitudinal.
G1 adalah 3% dari berat badan. Kemudian b. Setiap individu mempunyai pusat
tentukan G2 yaitu pertengahan antara titik gravitasi yang berbeda-beda.
B dan C, G2 adalah 2% dari berat badan. c. Sistem biomekanika yang berubah
Dengan cara yang sama dapat ditentukan bentuk (semasih ada pergerakan akan
G3 yang merupakan 1% dari berat badan. tejadi perubahan posisi dari pusat
Setelah memperoleh G1 dan G2 dapat gravitasi).
ditentukan G4, dan G3 dapat menentukan Dengan menggunakan teorema varigon,
G5 yang merupakan pusat gravitasi dari kita menghitung masing-masing momen gaya
lengan. terhadap sumbu X dan Y, dengan demikian
d) Metode analisa pusat gravitasi tubuh manusia dapat dihitung.
Dasar metode analisa adalah teorema dari Dengan mengetahui dan dapat menentukan
varignon yaitu “ jumlah dari momen suatu pusat gavitasi sangat membantu bagi
gaya untuk sembarang sudut adalah sama olahragawan loncat tinggi dan lompat jauh.

(a) (b) (c)


Gambar 7. (a) Seeorang dalam persiapan meloncat, (b) sseseorang dalam keadaan melayang,
(c) pergeseran pusat gravitasi sebesar (d + h).

91
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

Gambar 8 Perubahan pusat gravitasi akibat adanya perubahan tehnik loncatan

3. Keseimbangan padanya dan pensil akan jatuh dengan


Benda pada keseimbangan statik jika tidak arah perpindahan awalnya.
diganggu maka tidak akan mengalami
percepatan translasi maupun rotasi karena
jumlah semua gaya dan jumlah semua torsi
yang bekerja padanya nol. Jika benda
dipindahkan sedikit, maka akan terjadi tiga
kemungkinan: benda kembali ke posisi
semula, dikatakan sebagai kesetimbangan
Gambar 9. keseimbangan stabil
stabil, benda berpindah jauh dari posisi
b) Keseimbangan Stabil
semula, dikatakan sebagai keseimbangan
Keseimbangan stabil dapat tercapai
labil, dan benda tetap berada pada posisinya
apabila benda dalam kedudukan :
yang baru, dikatakan sebagai keseimbangan
a. Kontak dengan dasar /permukaan
netral.
pijakan luas.
a) Keseimbangan Labil
b. Pusat gravitasi terletak rendah dan
Terjadinya keseimbangan labil disebabkan
garis pusat gravitasi terletak di dalam
garis pusat gravitasi jatuh di luar dasar
benda.
penyokong dan luas dasar penyokong
Sebuah bola yang tergantung bebas dari
terlalu kecil. Sebuah pensil yang berdiri
sebuah tali berada dalam keseimbangan
diujungnya merupakan keseimbangan
stabil, jika digerakkan ke satu sisi, bola
labil. Jika pusat gravitasinya tepat di atas
tersebut akan segera kembali ke posisi
ujungnya, gaya total dan torsi total
semula.
padanya akan nol. Tetapi jika dipindahkan
sedikit saja, aka nada torsi yang bekerja

Gambar 10. Keseimbangan Stabil

c) Kesimbangan netral membutuhkan kesetimbangan stabil atau


Sebagai contoh, sebuah bola yang berada disebut juga keseimbangan.Tubuh dalam
di atas meja horizontal, jika digeser status seimbang atau balans apabila gaya
sedikit ke satu sisi, bola tersebut akan yang bekerja padanya saling meniadakan dan
tetap berada pada posisinya yang baru. tubuh tetap dalam keadaan istirahat. Bilamana
Pada sebagian besar situasi, seperti pada ditinjau dari segi pusat gravitasi dan luas
perancangan struktu dan dalam pekerjaan kontak, keseimbangan tubuh bisa tercapai dan
yang berhubungan dengan tubuh manusia, ditingkatkan apabila:

92
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

1) Letak pusat gravitasi direndahkan


misalnya pada posisi duduk atau tidur. 4. Momentum
2) Peningkatan luas pemukaan penyangga Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi
misalnya dalam posisi tidur, duduk, waktu tabrakan, misalnya pemain sepakbola, petinju,
berjalan, bertinju kedua kaki dilebarkan. atau mobil. Gaya yang bekerja selama
Keseimbangan tubuh dapat dikurangi tabrakan berlangsung, seringkali sulit untuk
dengan cara: ditentukan. Apabila terjadi
1) Meningkatkan pusat gravitasi, dengan tabrakan/tumbukan antara dua benda, maka
cara angkat tangan ke atas, menjunjung penggunaan momentum sangat berhasil,
barang di atas kepala. karena total momentum selalu tetap,
2) Mengurangi dasar permukaan penyanggga walaupun momentum tiap benda berubah.
dengan cara menjinjit atau berdiri satu Momentum dari sebuah benda didefinisikan
kaki. sebagai hasil kali massa dan kecepatannya.
Manusia lebih tidak stabil dari mamalia Momentum disimbulkan dengan. Jika 𝑚
berkaki empat, yang tidak hanya memiliki menyatakan massa sebuah benda dan 𝑣
dasar yang lebih besar untuk menopangnya kecepatannya, maka momentum 𝒑 dari benda
dengan adanya keempat kakinya, tetapi juga tersebut adalah:
memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah. 𝒑 = 𝑚𝒗
Manusia telah mengembangkan peralatan Karena momentum adalah vektor (besaran
khusus seperti otot yang kuat, untuk yag punya nilai dan arah), maka momentum
menghadapi masalah mempertahankan dinyatakan dalam bentuk vektor. Sesuai
dirinya tetap tegak dan juga stabil. Karena dengan pesamaan di atas, jika orang yang
posisi yang tegak ini manusia menderita berlari cepat akan memiliki momentum yang
berbagai penyakit, seperti sakit punggung lebih besar dibandingkan dengan orang yang
bagian belakang yang disebabkan oleh gaya- berlari lambat dengan massa yang sama, dan
gaya besar yang terlibat. Ketika berjalan dan orang yang lebih berat memiliki momentum
melakukan gerakan lainnya, manusia terus yang lebih besar daripada orang yang lebih
menggeser tubuh sehingga pusat gravitasinya kecil massanya, yang keduanya bergerak
berada diatas telapak kaki, walaupun pada dengn kecepatan yang sama. Makin besar
orang dewasa normal hal ini tidak momentum yang dimiliki suatu benda, makin
memerlukan pemikiran sadar. Gerakan yang susah menghentikannya, dan makin besar
sederhana seperti membungkuk pun efek yang diakibatkannya jika terjadi tabrakan
membutuhkan gerakan pinggul ke belakang atau tumbukan. Seorang pemain sepakbola
sehingga pusat gravitasi tetap berada di atas mempunyai kemungkinan lebih besar untuk
telapak kaki, dan peletakkan kembali posisi pingsan jika dihadang olah lawan yang besar
ini dilakukan tanpa pemikiran. Untuk hal ini, yang berlari dengan laju secepat-cepatnya
tempatkan posisi tumit dan punggung ke dibandingkan dengan seorang lawan yang
dinding dan coba sentuh jari kaki anda. Anda lebih kecil atau lebih lambat. Untuk
tidak akan bisa melakukannya tanpa jatuh. mendapatkan gambaran yang jelas akan
Orang yang membawa beban berat secara momentum diberikan gambaran peristiwa
otomatis menyesuaikan sikap tubuh mereka tumbukan antara dua benda sebagai berikut:
sehingga pusat gravitasi massa total berada di
atas telapak kaki.

Gambar 11. Kedua benda sebelum tumbukan


Benda A: massa 𝑚1 , kecepatan 𝑣1 , berat 𝑊1 , dan gaya ke atas 𝑁1 .
Benda B: massa 𝑚2 , kecepatan 𝑣2 , berat 𝑊2 , dan gaya ke atas 𝑁2 .

93
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

Gambar 12. Selama tumbukan


F12 = gaya dari m2 terhadap m1; F21 = gaya dari m1 terhadap m2

Gambar 13. Setelah tumbukan


Setelah terjadi tumbukan maka m 1 mempunyai kecepatan 𝑣1′ , degan arah berlawanan dengan
𝑣1 . Demikian pula m2 mempunyai kecepatan 𝑣2′ yang arahnya berlawanan dengan 𝑣2 .
Momentum initial benda A adalah Jika 𝑣0 merupakan kecepatan awal
𝑃1 = 𝑚1 𝑣1 , dan benda B mempunyai nilai benda, dan 𝑣 merupakan kecetannya setelah
momentum initial 𝑃2 = 𝑚2 𝑣 2 . Selama waktu 𝑡 berlaku, maka:
𝑣−𝑣
tumbuan kedua benda dalam keadaan 𝐹 = 𝑚 . 𝑎 = 𝑚. 𝑡 0
setimbang dan ada gaya berlawanan untuk Maka,
tiap-tiap benda. Setelah terjadi tumbukan
𝐹 . 𝑡 = 𝑚 (𝑣 – 𝑣0 ) = 𝑚 . 𝑣 – 𝑚 𝑣0
momentum tiap-tiap benda adalah, 𝑃 1 =
= 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑠 = 𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑠
𝑚1 𝑣′1 dan 𝑃 2 = 𝑚2 𝑣2′ . Untuk merubah
Dengan demikian momentum adalah gaya
momentum suatu benda dibutuhkan sebuah
kali waktu atau massa kali percepatan. Satuan
gaya baik untuk menaikkan momentum,
momentum dalam SI adalah kilogram meter
menurunkannya (menghentikan benda yang
per detik. (Kg.ms-1).
sedang bergerak), atau untuk merubah
arahnya. Perubahan momentum suatu benda
5. Kegunaan Momentum Dalam Bidang
berkaitan erat dengan gaya benda itu sendiri.
Olahraga
Oleh sebab itu dalam mengukur perubahan
Salah satu aktivitas atletik adalah
momentum harus dicari rata-rata gaya yang
mencoba untuk meningkatkan pemindahan
bekerja pada benda. Dahulu Newton
momentum. Sebagai contoh pada waktu
menyatakan hokum keduanya dalam istilah
betinju, pukulan melalui lencangan tangan
momentum, yang bunyinya:
tidak begitu efektif dalam memberikan
“Laju perubahan momentum sebuah benda
momentum kepada lawan kecuali pukulan
sebanding dengan gaya total yang dikenakan
tesebut diikuti dengan gerakan badan. Dalam
padanya.” Secara matematis dapat dituliskan
karate, untuk memindahkan momentum yang
dalam bentuk persamaan sebagai berikut:
besar sering berkaitan sekali dengan
∆p
𝐹= kecepatan gerak dari lengan daripada gerakan
∇t seluruh badan. Sedangkan dalam lempar
Dengan 𝐹 merupakan gaya total yang
peluru terjadi pemindahan bentuk kecepatan
dikenakan pada benda (penjumlahan vector
lambat dari gerak massa seluruh tubuh
seluruh gaya total yang bekerja padanya), dan
menjadi kecepatan tinggi disalurkan kepada
∇𝑝 merupakan perubahan momentum yang
peluru.
dihasilkan dalam selang waktu ∆𝑡. Sehngga
Momentum memainkan peranan penting
dapat dengan mudah diturunkan bentuk
dalam olahraga. Tabel di bawah ini
hukum Newton II dimana gaya sama dengan
memberikan gambaran berbagai olahraga
massa kali percepatan yang dinyatakan dalam
dalam menggunakan bola, mengenai
rumus:
kecepatan, tumbukan dalam kaitan
𝐹 = 𝑚 .𝑎 momentum dan impuls.

94
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

Tabel 1. Beberapa olah raga


Jenis Bola Massa Bola Kec. Bola Kec. Tumb Waktu
(kg) Sblm Ssdh Sblm Sssdh tumbukan
(s)
Base ball 0,15 0 39 31 27 1,35 x 10-3
Boa kaki 0,42 0 28 18 12 8 x 10-3
Boa golf 0,047 0 69 51 35 1,25 x 10-3
Bola tangan 0,061 0 23 19 14 1,35 x 10-2
Sepak bola 0,43 0 26 18 13 8 x 10-3
Squash bal 0,032 0 49 44 34 3 x 10-3
Soft ball 0,17 0 35 32 22 3 x 10-3
Tennis ball 0,058 0 51 38 33 4 x 10-3
Dikutip dari dr. J. F. Gabriel, “ Fisika Kedokteran”, Jakarta : EGC, 1996, hal26

6. Momentum dalam Tenis mv '


M 
Dalam olahraga Tenis, raket, lengan, dan v v'
badan merupakan bagian dari tumbukan. Contoh soal:
Massa raket 0,4 Kg dapat beraksi apabila Hitunglah massa efektif tumbukan pada
tubuh dalam keadaan ekstensi. Massa efektif waktu melakukan serve tennis. Apabila
tumbukan (raket ) tergantung kepada bagian diketahui massa bola (M) 0,058 Kg,
tubuh manusia yang dipakai dan bagaimana kecepatan bola (𝑣’) 51 m/s, kecepatan
cara menggunakan. Apabila seseorang tumbukan sebelum (𝑣) 38 m/s, dan kecepatan
mengayunkan raket, mula-mula di sesudah tumbukan (𝑣’) 33 m/s dan berapa
pergelangan tangan yang beraksi, massa gaya pada bola selama tumbukan
efektif tumbukan sangat kecil, sehingga berlangsung (t=4 X 10-3 s)?
ayunan tangan dapat diabaikan. Apabila raket Jawab:
tenis digunakan memukul bola, menurut Massa efektif tumbukan,
hukum Newton III bola akan menerima gaya mv '
dari raket, sedangkan raket mendapat gaya M
dari tubuh, dan bola akan member gaya ke v v'
(0, 058)(51)
bumi pada saat bola mengenai tanah. Dengan M
demikian momentum yang dibebankan 38  33
kepada bola akan diteruskan ke bumi. Oleh M  0, 059 Kg
karena itu sangatlah tepat apabila dicarikan Gaya pada bola selama tumbukan
massa efektif dari tumbukan. Andaikan berlangsung:
tumbukan raket dan bola adalah dua sistem F .t  m(v ' v)
dimana pengaruh gaya dari luar ditiadakan,
m(v ' v)
sehingga momentum total dari tumbukan F 
raket dan bola adalah konstan. Massa efektif t
bukanlah angka tanpa arti, melainkan dalam 0, 058(51  0)
F 
mempelajari gerakan atlit perlu mengetahui 4.103
cara bagaimana meningkatkan massa efektif F  740 N
tumbukan dan kecepatan bola yang tinggi.
Misalkan massa bola 𝑚, kecepatan awal 7. Momentum dalam Karate
adalah nol. Kecepatan ahir adalah 𝑣’ , masssa Dalam karate momentum tinggi dari suatu
efektif tumbukan 𝑀, mempunyai kecepatan tumbukan dicapai melaui gerakan cepat dari
awal 𝑣 dan kecepatan ahir 𝑣 ′. Jika gerakan lengan. Pada pukulan ke depan, gerakan
daam satu garis lurus maka besarnya mula-mula diperkirakan lurus dan terjadi
momentum adalah: tumbukan ketika gerakan dengan kecepatan
𝑀𝑣 = 𝑀𝑣’ + 𝑚𝑣 maksimum serta panjang jangkauan tangan
Kita asumsikan 𝑚, 𝑣’, 𝑣 diketahui maka 70% (lihat gambar dan grafik). Massa
besarnya massa efektif tumbukan:

95
Jurnal PPKM II (2016) 89-96 ISSN: 2354-869X

tumbukan akan sedikit berkurang atau sama Gaya rata-rata pukulan:


dengan massa lengan. m v ' ma v
F  a
t
7(2,96)  7(5,5)
F 
103
F   17.800 N
Lawan menerima gaya sebesar 17.800 N.
Energi kinetic awal yang dihasilkan lengan :
1 1
Gambar 14. Arah pukulan dalam karate K 0  ma v 2  (7)(5,5) 2  106 J
2 2
Grafik hubungan antara kecepatan denga Energi kinetik setelah tumbukan:
panjang lengan padaperistiwa tumbukan 1 1
K  (ma  mn )(v ')2  (7  6)(2,96)2  57 J
tumbukan bisa dilihat dalam grafik berikut: 2 2
K  K0  106  57  49 J, merupakan energi yang merusak lawan.

Dalam karate orang berusaha


melumpuhkan lawan, kalau mungkin
mematahkan tulang, ini memungkinkan
dengan tumbukan cepat dan mengalihkan
energi yang besar. Pada olahraga tinju
melumpuhkan lawan secara betahap melalui
Gambar 15. Hubungan antara kecepatan pukulan beturut-turut, waktu tumbukan lama
dan panjang lengan pada peristiwa tumbukan. terutama apabila memakai sarung tangan dan
mengalihkan energi per pukulan berkurang
Agar lebih jelas tentanng beberapa gaya sebanding dengan waktu.
pukulan, energi kinetik awal dan enegi
kinetik setelah terjadi tumbukan, diuraikan 8. Daftar Pustaka
contoh sebagai berikut: Douglas C. Giancol. (1996). “ Fisika Edisi Ke
Contoh Soal: empat.” PT Gelora Aksara
Seorang karateka melakukan gerakan pukulan Pratama,Erlangga: Jakarta.
ke depan jangkauan tangan 70% dengan Halliday Resnick. (1985). “ Fisika Jild 1”. P.T
kecepatan bergerak bersama-sama setelah Gelora Aksara Pratama, Erlangga; Jakarta.
tumbukan terjadi. Berapakah gaya rata-rata J.F. Gabriel. (1999). “ Fisika Kedokteran.”
pukulan dan berapa besar energi kinetik yang Universitas Udayana: Bali.
hilang apabila diketahui massa lengan (𝑚𝑎) 7 Marcelo Alonso, Edward J. Finn. (1980).
Kg, massa kepala (𝑚𝑛) 6 Kg, waktu “Dasar-dasar Fisika Universitas Edisi
tumbukan 10-3 s dan kecepatan 𝑣 = 5,5 m/s. Kedua”. P.T Gelora Aksara Pratama,
Jawab: Erlangga: Jakarta.
Rumus momentum: Muslim. (2008). “ Modul I Kinematika”,
ma v  (ma  mn )v ' Fakultas MIPA UGM: Yokyakarta.
ma v Paul A. Tipler. (1996). “ Fisika untuk Sains
v'  dan Teknik”. P.T Gelora Aksara Pratama,
ma  mn
Erlangga; Jakarta.
7(5,5) Rinto Anugraha. (2000). “ Mekanika.” Gava
v' 
76 Media: Yokyakarta.
v '  2,96 m / s

96