Anda di halaman 1dari 3

STANDART

METODE TEKNIK OPERASI RIPPING & DOZING STOCK

NO LANGKAH KERJA GAMBAR

1 Awal Pengoperasian

a. Operator wajib memastikan kondisi unit ready to work ( wajib memastikan kebersihan lubang
pin puller & shank ripper dapat dilakukan penyetelan terkait 3 aplikasi pin puller )

b. Operator wajib mengkomunikasikan dengan group leader terkait sequence ripping.

c. Operator mengetahui jenis dan karakteristik material yang akan di ripping.

d. Mengatur panjang shank ripper sesuai dengan klasifikasi material.

2 PELAKSANAAN RIPPING

a. Lokasi yang akan dilakukan ripping harus dibersihkan dan diratakan terlebih dahulu.

b. Atur ketinggian blade pada saat melakukan ripping 40 - 60 cm dari ground.

c. Saat penetrasi awal jangan menggunakan RPM tinggi( agar kedalaman shank maksimal).

d. Aplikasi transmisi pada saat melakukan ripping dengan speed F1


Pada saat unit mundur dengan menggunakan speed R2, tetapi saat ditemukan kondisi material
hasil ripping material berbongkah dengan menggunakan speed R1. F1 & R2

e.Ripping pertama dengan memotong alur material.

sudut 50-70°

f. Aplikasi sudut shank ripper pada saat penetrasi awal 50 - 70°

g. Gunakan methode tilt in tilt out.

h. Aplikasi sudut shank ripper pada saat proses ripping 45-50°


i.Tidak diperbolehkan meripping dengan posisi menanjak ataupun miring dan jangan melakukan
strering pada saat melakukan ripping.

j. Jarak antar baris ripping .

Untuk material easy, medium, hard menggunakan metode track to shank.

k. Ilustrasi methode ripping + dozing stock D375

1 2 3 4
Dozer melakukan ripping pada bidang area 2

Kemudian melanjutkan pada bidang area 3

Setelah bidang area 3 dilakukan ripping, maka akan distock pada bidang area 2

Proses pembentukan front loading dengan mendorong bidang area 1


1 2 3 4

Dozer melanjutkan ripping pada bidang area 3 dan 4

Proses dozing bidang area 4 lapisan atas pada bidang 3

1 2 3 4

Dozer melanjutkan ripping pada bidang area 4 lapisan bawah.

Proses ripping dan stock dilanjutkan pada bidang are 5 dan seterusnya.
3 AFTER RIPPING

Pastikan dudukan Excavator rata dan material yang diripping dapat diloading oleh Excavator serta
posisikan shank ripper pada posisi intermediate agar tidak bersinggungan tanah pada saat dozing,
spreading, travelling.