Anda di halaman 1dari 14

Klien sebagai peserta didik dan kebutuhan pendidikan kesehatan klien

Sriwidya Astuti Khati, STr.Keb, M.K.M

Klien sebagai peserta didik dan kebutuhan pendidikan kesehatan klien Sriwidya Astuti Khati, STr.Keb, M.K.M

PENGERTIAN KLIEN

Menurut KBBI (2001) Klien adalah orang yang memperoleh bantuan, orang yang membeli sesuatu atau memperoleh layanan.

Menurut fundamental keperawatan (Potter ; Perry) Klien adalah orang yang mencari pelayanan kesehatan dan anggota
Menurut fundamental keperawatan
(Potter ; Perry) Klien adalah orang
yang mencari pelayanan kesehatan dan
anggota keluarga klien atau orang
yang berarti bagi orang yang mencari
pelayanan kesehatan .
Pengertian pendidikan kesehatan
Pengertian pendidikan
kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah segala upaya yang direncanakan untuk

mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat,

sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku

pendidikan atau promosi kesehatan. Dan batasan ini tersirat unsur-unsur input (sasaran dan pendidik dari pendidikan), proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain) dan output (melakukan apa yang diharapkan). Hasil yang diharapkan dari suatu promosi atau

pendidikan kesehatan adalah perilaku kesehatan, atau perilaku untuk

memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif oleh sasaran dari promosi kesehatan. (Notoadmojo, 2012).

Dalam keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien
Dalam keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk
intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik
individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya
perawat berperan sebagai perawat pendidik. Pelaksanaan pendidikan
kesehatan dalam keperawatan merupakan kegiatan pembelajaran
dengan langkah-langkah sebagai berikut : pengkajian kebutuhan
belajar klien, penegakan diagnosa keperawatan, perencanaan
pendidikan kesehatan, implementasi pendidikan kesehatan, evaluasi
pendidikan kesehatan, dan dokumentasi pendidikan kesehatan
(Suliha, 2002).
Peranan Pendidikan Kesehatan
Peranan Pendidikan
Kesehatan

Menurut Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku pendidikan kesehatan dipengaruhi oleh 3 faktor:

1. Faktor-faktor prediposisi (predisposing factors)
1. Faktor-faktor prediposisi (predisposing factors)
2. Faktor-faktor yang mendukung (enabling factors)
2. Faktor-faktor yang mendukung (enabling factors)
3. Faktor-faktor yang memperkuat atau mendorong (reinforcing factors
3. Faktor-faktor
yang
memperkuat
atau
mendorong
(reinforcing factors
Proses Pendidikan Kesehatan
Proses Pendidikan Kesehatan

1. Persoalan masukan (input) Persoalan masukan dalam pendidikan kesehatan adalah menyangkut sasaran

belajar (sasaran didik) yaitu individu, kelompok atau masyarakat yang sedang

belajar itu sendiri dengan berbagai latar belakangnya.

2. Proses

adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan (prilaku) pada diri subjek belajar tersebut. Di dalam proses ini terjadi pengaruh timbal balik antara

berbagai faktor, antara lain : subjek belajar, pengajar (pendidik atau fasilitator)

metode dan teknik belajar, alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang dipelajari.

3. Keluaran(output)

adalah hasil belajar itu sendiri yaitu berupa kemampuan atau perubahan perilaku dari subjek belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ini ke dalam 4

kelompok besar, yakni: Faktor materi (bahan mengajar), lingkungan,

instrumental, dan subjek belajar. Faktor instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardware) seperti perlengkapan belajar dan alat-alat peraga, dan perangkat lunak (software) seperti fasilitator belajar, metode belajar, organisasi dan sebagainya.

Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Tempat Pelaksanaan Pendidikan
Kesehatan
Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan 1. Pendidikan kesehatan di sekolah 2. Pendidikan kesehatan di pelayanan
Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan 1. Pendidikan kesehatan di sekolah 2. Pendidikan kesehatan di pelayanan
Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan 1. Pendidikan kesehatan di sekolah 2. Pendidikan kesehatan di pelayanan
1. Pendidikan kesehatan di sekolah 2. Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan, dilakukan di pusat kesehatan
1.
Pendidikan kesehatan di sekolah
2.
Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan,
dilakukan di pusat kesehatan masyarakat, balai
kesehatan, rumah sakit umum maupun khusus
dengan sasaran pasien dan keluarga pasien
3.
Pendidikan kesehatan di tempat – tempat kerja
dengan sasaran buruh atau karyawan
4.
Pendidikan Kesehatan di tempat umum
,misalnya pasar,terminal,bandar udara,tempat-
tempat pembelanjaan,tempat tempat olah raga,
taman kota.
Aspek Sosial Budaya Dalam Pendidikan Kesehatan
Aspek Sosial Budaya Dalam
Pendidikan Kesehatan
Aspek Sosial Budaya Dalam Pendidikan Kesehatan 1.Persepsi masyarakat terhadap sehat dan sakit 2.Kepercayaan
1.Persepsi masyarakat terhadap sehat dan sakit 2.Kepercayaan 3.Pendidikan rendah 4.Nilai Kebudayaan
1.Persepsi masyarakat terhadap sehat dan
sakit
2.Kepercayaan
3.Pendidikan rendah
4.Nilai Kebudayaan

Tujuan dan Manfaat Pendidikan Kesehatan

1.

Menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.

2.

Menolong individu agar mampu secara mandiri atau berkelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat

3.

Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada.

4.

Agar penderita (masyarakat) memiliki tanggung jawab yang lebih besar pada kesehatan (dirinya).

5.

Agar orang melakukan langkah-langkah positif dalam mencegah terjadinya sakit, mencegah berkembangnya sakit menjadi parah dan mencegah penyakit menular.

6. Membudayakan

perilaku

hidup

bersih

dan

sehat

bagi

pribadi, keluarga dan masyarakat umum sehingga dapat

memberikan dampak yang bermakna terhadap derajat kesehatan masyarakat

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan

Dimensi Sasaran

1. Pendididkan kesehatan individual dengan sasaran individu. 2. Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok.
1. Pendididkan kesehatan individual
dengan sasaran individu.
2. Pendidikan kesehatan kelompok
dengan sasaran kelompok.
3. Pendidikan kesehatan
masyarakat dengan
sasaran masyarakat.
Dimensi Tempat Pelaksanaannya
Dimensi Tempat Pelaksanaannya
Pendidikan kesehatan di sekolah
Pendidikan kesehatan di sekolah
Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan
Pendidikan kesehatan di pelayanan
kesehatan
Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan.
Pendidikan kesehatan di tempat-tempat
kerja dengan sasaran buruh atau karyawan.
Tingkat Pelayanan Pendidikan Kesehatan
Tingkat Pelayanan Pendidikan
Kesehatan

Promosi kesehatan (Health Promotion) Misal : peningkatan gizi, perbaikan sanitasi

lingkungan, gaya hidup dan sebagainya.

Perlindungan khusus (Specific Protection) Misal : Imunisasi

pengobatan

Diagnosa dini

dan

segera

(Early

Diagnosis

and Prompt Treatment)

Misal : dengan pengobatan layak dan sempurna dapat menghindari dari resiko kecacatan.

Rehabilitasi (Rehabilitation) Misal : dengan memulihkan kondisi cacat melalui latihan- latihan tertentu.

kecacatan.  Rehabilitasi (Rehabilitation) Misal : dengan memulihkan kondisi cacat melalui latihan- latihan tertentu.

Terimakasih