Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS OENUNTONO
Desa Oenuntono Kec.Amabi Oefeto Timur
Kode Pos : 85363
e-mail :pkmoenuntono@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO


NOMOR :………………………………….

TENTANG

KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS


DI PUSKESMAS OENUNTONO
TAHUN 2019

KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan arahan pada


penyelenggaraan kegiatan program perlu adanya
peningkatan kinerja pegawai melalui penetapan
kebijakan mutu di lingkup Puskesmas Oenuntono;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a perlu ditetapkan dengan
keputusan Kepala Puskesmas Oenuntono;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-
pokok kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974
Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 304)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara tahun 1999
Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 53);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 298, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5607);
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1676).
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO


TENTANG KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS OENUNTONO
TAHUN 2019.
KESATU : Menetapkan Kebijakan Mutu Puskesmas Oenuntono tahun
2019 sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan
ini;
KEDUA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya
keputusan ini, dibebankan pada anggaran rutin
Puskesmas Oenuntono;
KETIGA : keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan
dengan ketentuan akan ditinjau kembali apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya.

Ditetapkan Di Oenuntono
pada tanggal …………………………. 2019
KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

OKTOVIANUS TUNBONAT
LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO
NOMOR :
TANGGAL :

KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS OENUNTONO

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab Upaya Kesehatan


Perorangan (UKP) dan penanggung jawab Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) wajib berpartisipasi dalam program mutu dan
keselamatan pasien mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring
dan evaluasi.
2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan
Program mutu dan keselamatan pasien yang diselenggarakan di
seluruh jajaran puskesmas.
3. Tata nilai dalam menyediakan pelayanan baik UKM maupun UKP
disepakati bersama danmenjadi acuan dalam pemberian pelayanan
kepada masyarakat
4. Tata nilai Puskesmas Oenuntono:
a. Handal
b. Aman
c. Terbuka
d. Inovatif
5. Kebijakan mutu dan tata nilai puskesmas dalam memberikan
pelayanan disusun secara bersama dan dituangkan dalam pedoman
mutu dan kinerja.
6. Pedoman mutu dan perencanaan mutu / kinerja disusun berdasarkan
visi, misi, dan tujuan Puskesmas.
7. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran Puskesmas
Oenuntono dengan pendekatan multi disiplin, dan dikoordinasikan
oleh Ketua Tim Mutu dan Keselamatan pasien.
8. Perencanaan mutu meliputi perencanaan mutu manajemen,
perencanaan mutu UKM, dan perencanaan mutu pelayanan klinis
9. Perencanaan mutu manajemen meliputi :
a. Penilaian kinerja manajemen
b. Pelaksanaan audit internal
c. Pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen
d. Kaji banding kinerja dengan puskesmas lain
10. Perencanaan mutu UKM meliputi :
a. Penilaian kinerja UKM dan tindak lanjutnya
11. Perencanaan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien meliputi:
a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil
monitoring dan evaluasi indikator, maupun keluhan pasien /
keluarga / staf dengan mempertimbangkan kekritisan, risiko tinggi
dan kecenderungan terjadinya masalah.
b. Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien
c. Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan
keselamatan pasien yang terkoordinasi dari semua unit kerja dan
unit pelayanan.
d. Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan
pemilihan indikator, pengumpulan data, untuk kemudian
dianalisis dan ditindaklanjuti dalam upaya peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
e. Indikator meliputi indicator manajerial, indicator kinerja UKM,
indicator klinik, yang meliputi indicator struktur. Proses dan
outcome.
f. Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui
standarisasi, perancangan sistem, rancang ulang system untuk
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
g. Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik
pelayanan klinik maupun penyelanggaraan UKM.
h. Manajemen risiko klinik untuk mencegah terjadinya kejadian
sentinel, kejadian tidak diharapkan, kejadian nyaris cedera, dan
keadaan potensial cedera.
i. Program dan Kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan
klinis dan keselamatan pasien, termasuk di dalamnya program
peningkatan mutu laboratorium dan program peningkatan
mutupelayanan kefarmasian.
j. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
k. Rencana pertemuan sosialisasi dan koor dinasi untuk
menyampaikan permasalahan, tindak lanjut, dan kemajuan tindak
lanjut yang dilakukan.
l. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan
pasien.
12. Dalam upaya perbaikan mutu puskesmas dan keselamatan pasien
melibatkan/ memberdayakan lintas sektor, lintas program, dan
masyarakat sebagai pengguna pelayanan untuk berperan mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut
program-program kegiatan mutu puskesmas dan keselamatan pasien
13. Perancangan sistem/proses pelayanan memperhatikan butir-butir di
bawah ini:
a. Konsisten dengan visi, misi, tujuan dan tata nilai Puskesmas, dan
perencanaan Puskesmas,
b. Memenuhi kebutuhan pasien, keluarga, masyarakat, dan staf,
c. Menggunakan pedoman penyelenggaraan UKM, pedoman praktik
klinis, standar pelayanan klinis, kepustakaan ilmiah dan berbagai
panduan dari profesi maupun panduan dari Kementerian
Kesehatan,
d. Sesuai dengan praktik bisnis yang sehat,
e. Mempertimbangkan informasi dari keselamatan pasien,
f. Dibangun sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang ada
di Puskesmas,
g. Dibangun berbasis praktik klinis yang baik,
h. Menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan yang terkait,
i. Mengintegrasikan serta menggabungkan berbagai proses dan
system pelayanan.
14. Seluruh kegiatan mutupuskesmas dan keselamatan pasien harus
didokumentasikan.
15. Hasil – hasil peningkatan mutu dan keselamatan pasien harus
disosialisasikan kepada pihak-pihak terklait yang membutuhkan.
16. Penanggung jawab Manajemen Mutu wajib melaporkan kegiatan
peningkatan mutu dan keselamatan pasien kepada Kepala Puskesmas
tiap tribulan.
17. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien / keluarga dan staf,
serta mempertimbangkan kekritisan, risiko tinggi, dan potensial
bermasalah, maka area prioritas yang perlu mendapat perhatian
dalam peningkatan mutu / kinerja pelayanan klinis dan keselamatan
pasiena dalah:
a. Pelayanan 6 sasaran keselamatan pasien
b. Pelayanan Rawat jalan
c. Pelayanan Kefarmasian
d. Pelayanan Gawat Darurat

KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

OKTOVIANUS TUNBONAT