Anda di halaman 1dari 5

READINESS CRITERIA PELAKSANAAN

1. Persyaratan/Penilaian Kesiapan Pelaksanaan Proyek (Readiness Criteria)

a. Feasibility Study

b. Detailed Engineering Design (DED)

c. Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) /Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

d. Kesiapan Tanah/Lahan untuk Pembangunan

e. SIPPA (Surat Izin Pemanfaatan Penggunaan Air) /SIPAT (Surat Izin Penggunaan Air Tanah)

2. Kriteria Kelayakan Penyediaan Air Baku

a. Kelayakan Alokasi Air

b. Kelayakan Kontinuitas

c. Kelayakan Kualitas Air Baku

d. Kelayakan Teknis Infrastruktur (Pengambilan, Reservoir, Jaringan Transmisi) beserta Utilitasnya

e. Kelayakan Proses Pembangunan

f. Kelayakan Ekonomi

g. Kelayakan Operasional

h. Kelayakan Keberlanjutan Pemanfaatan Prasarana Air Baku

3. Usulan Kegiatan Pembangunan/Peningkatan Air Baku

a. Analisa Urgensi dan Kelayakan Alokasi Air

i. Mengapa perlu adanya kegiatan ini dan apa dampaknya bila tidak ada kegiatan ini

ii. Kondisi dan proyeksi Neraca Air pada Wilayah Sungai yang bersangkutan sehingga dibutuhkan kegiatan pembangunan/peningkatan ini

Situasi dan Proyeksi Kebutuhan Air Baku pada WS ybs

Situasi dan Proyeksi Pemenuhan Air Baku hingga saat ini

Proyeksi rencana pemenuhan kebutuhan air baku

iii. Penjelasan Neraca Air pada sumber air serta alokasi air eksisting dan rencana pada sumber air dari hulu ke hilir, termasuk debit minimal pemeliharaan sungai (untuk sumber air berupa sungai)

iv. Mengapa dipilih kegiatan ini sebagai prioritas dari beberapa alternatif rencana pemenuhan kebutuhan air baku

Layak apabila Debit Pengambilan Rencana sudah sesuai dengan alokasi air pada neraca air wilayah sungai dan sumber air air yang bersangkutan

b. Analisa Kelayakan Keberlanjutan Pemanfaatan

i. Untuk SPAM : Status MoU dan PKS serta tindak lanjutnya Untuk AB Pedesaan : Surat Usulan Masyarakat, Surat Kesediaan Lahan untuk Hidran Umum

ii. Status/rencana selesainya serta mekanisme pembangunan WTP/IPA air minum (Untuk SPAM)

Layak apabila potensi masalah dalam pembangunan infrastruktur lanjutan yang diperlukan (WTP dan distribusi) sudah saat diantisipasi/diatasi dan masyarakat akan mau memanfaatkan hasil pembangunan

c. Analisa Kelayakan Kontinuitas Air Baku

i. Asumsi dasar perhitungan Q intake

ii. Tabel dan perhitungan pemenuhan debit andalan 95% secara bulan- bulanan selama 20 tahun di intake (untuk sungai/embung/tampungan sebagai sumber air baku) atau analisa Q 95% (untuk mata air/air tanah resapan sebagai sumber air baku)

iii. Penjelasan kelangsungan terjaganya catchment area (dengan plotting

catchment area pada peta RTRW)

iv. Penjelasan rencana konservasi SDA di hulu dan di catchment area

v. Penjelasan status dan rencana sempadan sungai/embung/tampungan/mata air/sumber air pada mata air resapan permukaan permukaan

Layak apabila

debit rencana pengambilan sudah sesuai dengan Q andalan 95%

debit keluaran di ujung pipa transmisi sesuai rencana (setelah ditambah efek tampungan dan dikurangi losses di jaringan pembawa)

potensi masalah degradasi lahan di catchment area sudah diantisipasi

d. Analisa Kelayakan Kualitas Air Baku sebagai Air Minum

i. Penjelasan standar kualitas air dan metode pengambilan sampel yang digunakan

ii. Penjelasan proses pengambilan sampel (lokasi, situasi, waktu kedalaman, tahapan dll)

iii. Penjelasan dan analisa hasil uji kualitas air

iv. Penjelasan dan analisa upaya/alternatif treatment bila diperlukan

v. Penjelasan pengaruh banjir terhadap kualitas air (boulder/kayu/sampah/peningkatan sedimen/debris)

Layak apabila kualitas air baku yang sampai di WTP sesuai standar

e. Analisa Kelayakan Teknis Infrastruktur Air Baku

i. Kerangka berpikir dan asumsi dasar bangunan pengambilan dan/atau reservoir beserta utilitasnya (misal kantong lumpur/bak saring)

ii. Analisa perilaku sungai/mata air/mata air resapan

iii. Analisa alternatif bangunan pengambilan dan/atau reservoir beserta utilitasnya (mengapa dipilih bangunan seperti itu)

iv. Analisa dimensi, jagaan, stabilitas, hidrolis, dst pada bangunan pengambilan dan/atau reservoir beserta utilitasnya

v. Situasi jaringan transmisi (kontur, dokumentasi, potongan memanjang), alternatif jalur dan penjelasan mengapa dipilih jalur demikian

vii.

Analisa stabilitas transmisi air baku (pengaku, dsb)

viii. Analisa potensi masalah/obstacle pada rencana jalur transmisi beserta rencana penanganannya (menyeberang sungai/laut/jalan/padat penduduk/property pribadi/bukaan pada transmisi untuk akses penduduk sekitar) dan dokumentasinya

Layak apabila Desain Infrastrukturya sudah sesuai kaidah

f. Analisa Kelayakan Proses Pembangunan

i. Analisa historis dan rencana tahapan pembangunan beserta tahapan outpunya

ii. Analisa ketersediaan lahan (status sosialisasi rencana pembangunan; rencana pembebasan lahan bila perlu pembebasan, surat menyurat)

iii. Analisa akses ke lokasi (pengambilan) dan metode langsir material beserta pengadaan pompa (bila ada)

iv. Analisa dampak lingkungan

Layak apabila potensi masalah dalam proses pembangunan sudah dapat diantisipasi/diatasi

g. Analisa Kelayakan Ekonomi

i. Rencana harga jual air

ii. Analisa Ekonomi

iii. Biaya investasi total dari desain sampai dengan distribusi dan running

test

iv. Biaya operasional masing-masing infrastruktur

Layak apabila nilai investasi sesuai dengan nilai ekonomi

h. Analisa Kelayakan Operasional

i. Rencana kesiapan petugas operasional (training dan ketersediaan)

ii. Rencana kesiapan prasarana operasional (bangunan, kendaraan, utilitas, dokumen, misal manual, jalan inspeksi, alat-alat ukur, dsb)

iii. Penjelasan mekanisme pelaksanaan operasional masing-masing infrastruktur

iv. Rencana metode running test

Layak apabila potensi masalah pada saat pengoperasian sudah dapat diantisipasi/diatasi

Form Readiness Criteria Pelaksanaan Pekerjaan Air Tanah dan Air Baku

1

 

Nama Balai

1

No

2

No. DIPA

3

 

Nama Paket

4

Lokasi

 

4A

Kelurahan/Desa

 

4B

Kecamatan

 

4C

Kota/Kabupaten

 

4D

Provinsi

 

4E

Koordinat

5

Pagu

 

5A

APBN

 

5B

SBSN

 

5C

Total

6

Dokumen Lelang

7

Dokumen Kontrak

8

Dokumen Pendukung

 

8A

Surat Usulan Masyarakat

 

8B

Surat Tanah

 

8C

SPPL/UKL-PL/AMDAL

 

8D

SIPPA/SIPAT

 

8E

Surat HGB*

 

8F

Surat Izin Pinjam/Pakai Lahan

 

8G

KAK

 

8H

Dokumen Nota Desain

 

8J

RAB

 

8K

Dokumen Manual OP

 

8L

Shop Drawing

9

Kelayakan Alokasi Air

 

9A

Situasi & Proyeksi Kebutuhan

 

9B

Situasi & Proyeksi Pemenuhan

 

9C

Proyeksi Rencana Pemenuhan Kebutuhan

 

9D

Neraca Air & Alokasi Air Eksisting

10

Kelayakan Keberlanjutan Pemanfaatan

 

10A

MoU & PKS

 

10B

Hasil Sinkronisasi dgn Cipta Karya (Waktu & Mekanisme Pembangunan WTP)

 

10C

Hasil Sinkronisasi dgn Pemda (Waktu & Mekanisme Jaringan Distribusi)

11

Kelayakan Kontinuitas Air Baku

 

11A

Perhitungan Debit Andalan

 

11B

Hasil Analisa Debit Andalan

 

11C

Dokumen Rencana Pengembangan Wilayah

 

11D

Dokumen Rencana Konservasi Hulu dan DTA

12

Kelayakan Air Baku sebagai Air Minum

 

12A

Hasil Analisa Kualitas Air

 

12B

Analisa Alternatif Treatment (jika ada) *alternatif treatment apabila sumber air tidak memenuhi standar kualitas

13

Kelayakan Proses Pembangunan

 

13A

Rencana Output

 

13B

Rencana Outcome

 

13C

Dokumen Hasil Capaian Output

 

13D

Dokumen Hasil Capaian Outcome (Hasil Running Test)

14

Status Kesiapan

Angket Penilaian Pemahaman Responden terhadap Database Readiness Criteria Pelaksanaan Pekerjaan Air Tanah dan Air Baku

Petunjuk pengisian :

1. Berilah tanda silang (x) pada kolom kriteria penilaian sesuai dengan pilihan Anda

2.

No.

 

Indikator

 

Kriteria Penilaian

1

Apakah anda memahami ruang lingkup paket pekerjaan pada database readiness criteria pelaksanaan ini?

Sangat

Paham

 

Paham

2

Apakah Anda memahami apa yang dimaksud komponen Lokasi (Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Provinsi, koordinat)?

     

3

Apakah Anda memahami apa yang dimaksud dengan Pagu (APBN, SBSN, Total)?

     

4

Apakah anda memahami apa yang dimaksud dengan Hasil Perencanaan (FS, DED, Dokumen Nota Desain)?

     

5

Apakah anda memahami apa yang dimaksud dengan Rencana Output?

     

6

Apakah anda memahami apa yang dimaksud dengan Rencana Outcome?

     

7

Apakah anda memahami Dokumen Pendukung sebagai berikut:

 
 

a.

Surat Usulan Masyarakat

     
 

b.

Surat tanah

     
 

c.

SPPL/UKL-PL/AMDAL

     
 

d.

SIPPA

     
 

e.

Surat HGB

     
 

f.

Surat Izin Pinjam/Pakai Lahan

     
 

g.

KAK

     
 

h.

RAB

     
 

j.

Dokumen Manual OP

     
 

k.

MoU dan PKS

     
 

m. Hasil Sinkronisasi dengan Cipta Karya

     
 

n.

Hasil Sinkronisasi dengan Pemda

     

8

Apakah Anda memahami apa yang dimaksud Dokumen Lelang?

     

9

Apakah Anda memahami apa yang dimaksud dengan Dokumen Kontrak?

     

10

Apakah Anda memahami apa yang dimaksud Status Kesiapan?

     

11

Apakah Anda dapat menggunakan database readiness criteria pelaksanaan ini?

     

12

Apakah menurut anda penggunaan database readiness criteria pelaksanaan ini mudah?

     

Apakah anda memiliki kritik dan saran untuk Database Readiness Criteria Pelaksanaan Pekerjaan Air Tanah dan Air Baku ini?

……………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………