Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

ANALISIS KETERSEDIAAN FASILITAS DAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH


TANGGA DI KELURAHAN KAMPUNG SALO KECAMATAN KENDARI KOTA KENDARI

Abdul Sahidi1 Erick Apriansyah Fauzi2 Santriwati3 Waode Dalmiah4

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Sahidinstore.kdi@gmail.com1 erickapriansyah750@gmail.com2 7mirdal@gmail.com3


santri_kesmas@gmail.com4

ABSTRAK

Pendahuluan : Sampah yang terus bertambah dan tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan
masalah baik pada pemerintah, sosial masyarakat, kesehatan, dan lingkungan.
Permasalahan dari penelitian ini adalah proses pengelolaan sampah yang dilakukan
belum masuk dalam kategori yang baik dan benar dikarenakan proses pengelolaan
dilakukan dengan pembuangan yang tidak pada tempatnya dan dengan proses
pembakaran.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pembuangan
sampah dan pengelolaan sampah rumah tangga di kelurahan Kampung Salo,agar
aparat pemerintah dan warga setempat bias mengetahui akibat yang ditimbulkan
oleh sampah yang menupuk.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode
penelitian deskriptif dimana data yang digunakan diambil dari hasil pengambilan
data pengalaman belajar lapangan mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat
universitas halu oleo.
Hasil : Hasil penelitian menggambarkan bahwa walaupun semua masyarakat Kampung
Salo memiliki tempat sampah rumah tangga masing – masing, kualitas dari tempat
sampah mereka sama sekali tidak memenuhi syarat. Memiliki tempat sampah
masing – masing tidak serta merta membuat masyarakat mengolah sampahnya
sendiri, hal ini dibuktikan dengan 97 dari 100 responden tidak mengolah sampah
mereka dikarenakan banyak faktor seperti tidak mengetahui caranya, tidak punya
waktu, dll.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Kata Kunci : Fasilitas Pembuangan Sampah, TPS, Pengelolaan Sampah, Kelurahan Kampung
Salo

Introduction : Waste that continues to grow and is not well managed can cause problems for the
government, social community, health, and the environment. The problem of this
research is that the waste management process that is carried out is not included in
the category of good and right because the management process is carried out with
inappropriate disposal and combustion.

Purpose : This study aims to analyze the availability of waste disposal facilities and household
waste management in the village of Kampung Salo, so that government officials and
local residents can be aware of the effects caused by fertilizing garbage.

Method : The method used in this study is to use a descriptive research method in which the data
used is taken from the results of data collection on field learning experiences of
students at the Faculty of Public Health, University of Halu Oleo.

Results : The results of the study illustrate that although all the people of Kampung Salo have
their own household bins, the quality of their bins does not meet the requirements at
all. Having a rubbish bin - each does not necessarily make people process their own
waste, this is evidenced by 97 out of 100 respondents who do not process their
rubbish due to many factors such as not knowing how, do not have time, etc.

Keywords : Waste Disposal Facilities, TPS, Waste Management, Kampung Salo Village
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
dan dengan proses pembakaran. Sampah yang

PENDAHULUAN tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan

Untuk mencapai kondisi masyarakat lingkungan menjadi kotor dan menyebabkan

yang hidup sehat dan sejahtera di masa yang pendangkalan sungai yang mengakibatkan

akan datang, akan sangat diperlukan adanya timbulnya banjir. Selain itu, sampah dapat

lingkungan permukiman yang sehat. Dari aspek mengakibatkan meningkatnya penyebaran

persampahan, maka kata sehat akan berarti penyakit, bau menyengat dan lainlain sehingga

sebagai kondisi yang akan dapat dicapai bila mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

sampah dapat dikelola secara baik sehingga Hasil penelitian yang dilakukan pada

bersih dari lingkungan permukiman dimana daerah sub-urban di Srilanka menunjukkan

manusia beraktifitas di dalamnya. Persoalan pengelolaan sampah dilakukan oleh bagian

lingkungan yang selalu menjadi isu besar di kesehatan masyarakat pemerintah kota. Hal ini

hampir seluruh wilayah perkotaan adalah mengambarkan bahwa masyarakat bekerjasama

masalah sampah (Febrianie dalam Kompas 10 dengan pemerintah kota terdekat untuk

Januari 2004). Arif Rahmanullah dalam pengelolaan sampah. Lain halnya de ngan

Kompas, 13 Agustus 2003 mengatakan bahwa daerah pedesaan, penduduknya lebih mudah

laju pertumbuhan ekonomi di kota mengelola sampah karena banyak diantara

dimungkinkan menjadi daya tarik luar biasa sampah tersebut yang tergolong kepada sampah

bagi penduduk untuk hijrah ke kota biodegradable (dapat terurai sendirinya di

(urbanisasi). Akibatnya jumlah penduduk alam). Masyarakat di daerah pedesaan juga

semakin membengkak, konsumsi masyarakat mempunyai tempat dan sarana yang lebih luas

perkotaan melonjak, yang pada akhirnya akan untuk mengelola sampah.

mengakibatkan jumlah sampah juga meningkat.


Di Indonesia, sekitar 56% sampah
Sampah yang terus bertambah dan tidak
dikelola oleh pemerintah. Sisanya dikelola
dikelola dengan baik dapat menimbulkan
dengan cara dibakar sebesar 35%, dikubur
masalah baik pada pemerintah, sosial
7,5%, dikompos 1,6%, dan dengan cara lain
masyarakat, kesehatan, dan lingkungan.
15,9%. Apabila sampah dapat ditangani dengan
Permasalahan dari penelitian ini adalah proses
lebih baik dan profesional, kondisi lingkungan
pengelolaan sampah yang dilakukan belum
akan menjadi lebih bersih. Pembinaan dengan
masuk dalam kategori yang baik dan benar
meningkatkan peran serta masyarakat juga
dikarenakan proses pengelolaan dilakukan
diperlukan agar mereka tidak lagi
dengan pembuangan yang tidak pada tempatnya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
membuang sampah sembarangan seperti di Metode penelitian ini digunakan dengan
sungai, kolam atau parit untuk mengeliminasi memakai pendekatan secara deskriptif yaitu
menumpuknya timbunan sampah. analisis objek penelitian melalui uraian serta
penjelasan dari data-data yang di dapatkan guna
Kondisi geografis di Kelurahan
di oleh menjadi beberapa informasi (retno,
Kampung Salo yang merupakan daerah dataran
2010)
rendah yang diapit dan dikelilingi oleh
pegunungan serta dialiri kali yang langsung
GAMBARAN UMUM LOKASI
menuju ke laut mendukung perilaku masyarakat
PENELITIAN
yang membuang sampah sembarangan. Pada
Secara geografis luas wilayah
tempat-tempat yang biasanya dijadikan tempat
Kelurahan Kampung Salo ± 100 Ha, yang
pembuangan sampah telah terdapat pamflet dan
terdiri dari 4 RW, dan wilayah Kelurahan
papan pemberitahuan yang berisi larangan agar
Kampung Salo berbatasan dengan : 1. Sebelah
masyarakat tidak membuang sampah
utara berbatasan dengan Kelurahan Gunung
sembarangan, tetapi belum ada sanksi tegas
Jati, 2. Sebelah timur berbatasan dengan
untuk peraturan ini.
Kelurahan Mangga Dua, 3. Sebelah selatan
berbatasan dengan Kelurahan Kendari Caddi, 4.
METODE
Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan
Metode yang di gunakan dalam
kandai.
penelitian ini yakni memadukan antara metode
analisis kualitatif dan kuantitatif. Sumber data Pada dasarnya Kelurahan Kampung
utama dalam penelitian kualitatif adalah hasil Salo memiliki ciri – ciri iklim yang sama
pengisian Kuesioner pengalaman belajar dengan daerah lain di Sulawesi Tenggara yang
lapangan mahasiswa fakultas kesehatan umumnya beriklim tropis dengan keadaaan
masyarakat Universitas Halu Oleo, sedangkan suhu rata – rata 25,300 C. Kelurahan Kampung
data kuantitatif adalah data berupa hasil Salo berada pada dataran rendah dari
observasi dan wawancara intensif yang permukaan laut dengan curah hujan yang cukup
dilakukan di lapangan dengan informan dari tinggi. Daerah ini sebagaimana daerah di
aparat pemerintahan dan beberapa warga yang Indonesia memiliki 2 musim dalam setahun
mengetahui tentang lingkungan kelurahan yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
Kampung Salo.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Jenis Tempat Sampah

HASIL PENELITIAN Distribusi responden menurut jenis

Kepemilikan Tempat Sampah tempat sampah di Kelurahan Kampung


Salo dapat dilihat pada tabel 2 :
Distribusi responden menurut
Tabel 2
kepemilikan tempat sampah di
Distribusi Responden Menurut
Kelurahan Kampung Salo dapat dilihat
Jenis Tempat Sampah di
pada tabel 1 :
Kelurahan Kampung Salo Tahun
Tabel 1
2019
Distribusi Responden Menurut
Jenis Nilai
Kepemilikan Tempat Sampah di
No. Tempat Jumlah
Kelurahan Kampung Salo Tahun 2019 (%)
Sampah (n)
Kepemil Nilai wadah
N 1. 26 26%
ikan Jum tertutup
o (%
Tempat lah wadah
. )
Sampah (n) 2. tidak 50 50%
1 ya 10 tertutup
100
. 0% Di angkut
2 Tidak 3. petugas 4 4%
0 0%
. sampah
10 Kantong
Total 100
0.0 4. plastik, 9 9%
Sumber: Data Primer Kelurahan dibungkus
Kampung Salo Tahun 2019 lubang
5. 1 1%
Berdasarkan tabel 1, distribusi tertutup
responden menurut kepemilikan tempat Tempat
6. 3 3%
sampah, dari 100 responden semua terbuka
memiliki tempat sampah 7. Lainnya 7 7%
Total 100 100%
Sumber: Data Primer Kelurahan
Kampung Salo Tahun 2019
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Berdasarkan tabel 2, distribusi sebanyak 9 responden dengan
responden menurut jenis tempat presentase 9.0%, dengan lubang
sampah, dari 100 responden terdapat terbuka sebanyak 3 responden
banyak responden memiliki tempat dengan presentase 3.0% dan di
sampah, dengan jenis tempat tempat terbuka sebanyak 1
sampah dengan wadah tertutup responden.
sebanyak 26 responden dengan Berdasarkan table 2, distribusi
presentase 26.0%, dengan wadah responden yang mempunyai tempat
tidak tertutup sebanyak 50 sampah yang memenuhi syarat
responden dengan presentase 50.0%, sebanyak 24.1 %.
dengan kantong plastik/dibungkus
Pengelolaan Sampah
Distribusi responden menurut Berdasarkan tabel 3, distribusi
pengelolaan sampah, dapat dilihat pada responden menurut cara pengelolaan
tabel 3 : sampahnya, dari 100 responden paling
Tabel 3 banyak mengelolah sampahnya dengan
Distribusi Responden Menurut Cara cara yang lain dengan jumlah 62
Pengelolaan Sampah di Kelurahan responden atau 62.0%. 2 responden atau
Kampung Salo Tahun 2019 2.0% mengolah sampah dengan dibakar,
1 responden atau 1.0% mengolah

Pengelolaan Frekuensi Persentase sampah dengan dibuang ke pekarangan.


No. Dan 35% responden tidak tahu cara
Sampah (n) (%)
mengolah sampah.
1. Dibakar 2 2%
Dibuang ke
2. 1 1%
pekarangan
3. Tidak tahu 35 35%
4. Lainnya 62 62% PEMBAHASAN
Mekanisme pengelolaan sampah dalam UU
Total 100 100%
N0.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sumber: Data Primer Kelurahan Kampung Sampah meliputi, kegiatan – kegiatan berikut :
Salo Tahun 2019 Pengurangan sampah, yaitu kegiatan
untuk mengatasi timbulnya sampah sejak dari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
produsen sampah (rumah tangga, pasar, dan Salo cenderung membuang sampahnya
lainnya), mengguna ulang sampah dari langsung ke kali.
sumbernya dan/atau di tempat pengolahan, dan Ketersediaan Tempat Sampah di Rumah
daur ulang sampah di sumbernya dan atau di Tangga
tempat pengolahan. Pengurangan sampah akan Menurut data yang telah kami peroleh,
diatur dalam Peraturan Menteri tersendiri. dari 100 responden semuanya memiliki tempat
Penanganan sampah, yaitu rangkaian sampah di rumah tangga masing – masing.
kegiatan penaganan sampah yang mencakup Namun saat kita berbicara kualitas kesehatan
pemilahan (pengelompokan dan pemisahan tempat sampah mereka Cuma 26 dari 100
sampah menurut jenis dan sifatnya), responden yang menggunakan wadah tertutup
pengumpulan (memindahkan sampah dari sebagai tempat sampah rumah tangga, 50
sumber sampah ke TPS atau tempat pengolahan responden menggunakan wadah terbuka, dan
sampah terpadu), pengangkutan (kegiatan sisanya menggunakan kantong plastic bahkan
memindahkan sampah dari sumber, TPS atua ada yang tidak punya tempat sampah rumah
tempat pengolahan sampah terpadu, pengolahan tangga.
hasil akhir (mengubah bentuk, komposisi,
Hal ini mengindikasikan bahwa
karateristik dan jumlah sampah agar diproses
walaupun masyarakat Kampung Salo memiliki
lebih lanjut, dimanfaatkan atau dikembalikan
tempat sampah rumah tangga sendiri, kualitas
alam dan pemprosesan aktif kegiatan
kesehatan dari tempat sampah mereka tidak
pengolahan sampah atau residu hasil
memenuhi syarat kesehatan.
pengolahan sebelumnya.
Data – data ketersediaan fasilitas tempat Pengelolaan Sampah Masyarakat Kelurahan
sampah dan pengelolaa sampah hasil penelitian Kampung Salo
yang telah di analisis di kelurahan Kampung Menurut Reksosoebroto (1985) dalam
Salo : Efrianof (2001) pengelolaan sampah sangat
Ketersediaan Fasilitas Tempat Sampah penting untuk mencapai kualitas lingkungan
Sarana persampahan merupakan yang bersih dan sehat, dengan demikian
fasilitas dasar yang dapat menunjang terlaksana sampah harus dikelola dengan sebaik-baiknya
kegiatan penanganan sampah. Berdasarkan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang negatif
hasil observasi di lapangan bisa di temukan ada bagi kehidupan tidak sampai terjadi. Dalam
4 tempat sampah sementara yang terletak di ilmu kesehatan lingkungan, suatu pengelolaan
sekitar kelurahan Kampung Salo, kurangnya sampah dianggap baik jika sampah tersebut
TPS ini yang membuat masyarakat Kampung tidak menjadi tempat berkembangbiaknya bibit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa
media perantara menyebar luasnya suatu melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif
penyakit. Syarat lainnya yang harus terpenuhi dengan metoda dan keahlian khusus untuk
dalam pengelolaan sampah ialah tidak masing masing jenis zat. (Anonimous, 2012)
mencemari udara, air, dan tanah, tidak Untuk masyarakat Kampung Salo
menimbulkan bau (segi estetis), tidak sendiri, menurut data yang telah dikumpulkan
menimbulkan kebakaran dan lain sebagainya. dan diolah, terdapat 35 responden yang tidak
Techobanonglous (1977) dalam tahu cara pengolahan sampah rumah tangga,
Maulana (1998) mengatakan pengelolaan setelah sampah dikumpulkan mereka langsung
sampah adalah suatu bidang yang berhubungan membawanya ke TPS. Namun masalah
dengan pengaturan terhadap penimbunan, sebenarnya ada pada 62 responden yang
penyimpanan (sementara), pengumpulan, dilabeli “lainnya”, setelah mengumpulkan
pemindahan dan pengangkutan, pemrosesan sampah mereka langsung membuangnya ke kali
dan pembuangan sampah dengan suatu cara padahal hal tersebut sangatlah berbahaya untuk
yang sesuai dengan prinsip-prinsip terbaik dari kesehatan diri mereka dan keberlangsungan
kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik kehidupan biota yang ada di kali tersebut.
(engineering), perlindungan alam
(conservation), keindahan dan pertimbangan KESIMPULAN
lingkungan lainnya dan juga Fasilitas tempat pembuangan sampah sementara
mempertimbangkan sikap masyarakat. Menurut di kelurahan Kampung Salo masih kurang
Cunningham (2004) tahap pengelolaan sampah mencukupi untuk aktifitas rumah tangga
modern terdiri dari 3R (Reduce, Reuse, masyarakat, hal ini yang mendorong perilaku
Recycle) sebelum akhirnya dimusnahkan atau masyarakat untuk membuang sampah di kali
dihancurkan karena menurut mereka cara itu tergolong
Pengelolaan sampah adalah praktis. Selain itu kurangnya fasilitas
pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pengelolaan sampah seperti kompos, bank
pendaur-ulangan, atau pembuangan dari sampah, dll yang dulunya dijalankan di
material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu kelurahan Kampung Salo sudah tidak berfungsi
pada material sampah yg dihasilkan dari lagi, hal ini membuat masyarakat tidak peduli
kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk dengan pengelolaan sampah rumah tangga
mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, mereka sendiri.
lingkungan atau keindahan. Pengelolaan
sampah juga dilakukan untuk memulihkan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
DAFTAR PUSTAKA 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33
1. Tobing, I. S. L. . Dampak Sampah terhadap Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan
Kesehatan Lingkungan dan Manusia. Makalah Sampah.
pada Lokakarya “Aspek Lingkungan dan
8. Standar Nasional Indonesia. 2008. tentang
Legalitas Pembuangan Sampah serta Sosialisasi
pengelolaan sampah dipermukiman
Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan
menjelaskan lima aspek sebagai persyaratan
Baku Pembuatan Kompos” Kerjasama
umum terkait pengelolaan limbah padat
Universitas Nasional dan DIKMENTI DKI,
(sampah). SNI 3242-2008. Jakarta.
Jakarta. 2005
9. Nurlela. Dampak Keberadaan Tempat
2. Hakim, M., Wijaya, J., Sudirja, R. Mencari
Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse dan
Solusi Penanganan Masalah Sampah Kota.
Recycle) Vipa Mas Terhadap Lingkungan
Bandung :Direktorat Jenderal Hortikultura,
Sosial Ekonomi Masyarakat diKelurahan
DEPTAN RI ; 2006.
Bambu Apus Kecamatan Pamulang
3. Bandara, N.J.G.J., Hettiaratchi, J. P. A. KotaTangerang Selatan. Skripsi. Jakarta
Environmental Impacts with Waste Disposal Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Practices in a Suburban Muni cipality in Sri Hidayatullah. 2017
Lanka. International Journal of Environment
and Waste Management, Volume. 6, No. ½;
2010.

4. Chimbuya, S. A Conceptual Framework for


Urban Environmental Planning and
Management. International Council for Local
Environmental Initiatives. 2012.

5. Trihadiningrum, Y. MDG’s Sebentar Lagi.


PT. Kompas Media Nusantara. 2010.

6. Creswell JW. Research Design: Qualitative,


Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
London : Sage Publication, Inc. 2013