Anda di halaman 1dari 128

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS


DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
DI PUSKESMAS KELURAHAN UTAN KAYU UTARA
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

Disusun Oleh :

Nama : dr. Hani Amalia

NIP : 199004072019032006

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III - ANGKATAN 4

TAHUN 2019

1
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS


DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
DI PUSKESMAS KELURAHAN UTAN KAYU UTARA
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA
Oleh :

Nama : dr. Hani Amalia

NIP : 199004072019032006

Disetujui Oleh :

COACH MENTOR

R Yudhy Pradityo Sp, SE, MM dr. Susilo Nugroho


NIP 198705092010011013 NIP 196410062002121001
Tanggal 26 September 2019 Tanggal 26 September 2019

Mengetahui :
KEPALA BIDANG BPSDM
PROVINSI DKI JAKARTA

Wahyu Wijayanto, SE,M.Si


NIP 196905101997031003
Tanggal 26 September 2019

2
SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : dr. Hani Amalia

NIP : 199004072019032006

Pangkat/ Gol : Penata Muda TK I / III b

Jabatan : Dokter Ahli Pertama

Dengan ini menyatakan bahwa laporan ini dibuat secara objektif dengan
menerapkan nilai-nilai dasar, kedudukan dan peran PNS pada kegiatan aktualisasi
yang telah dilaksanakan dari tanggal 10 Juli 2019 sampai dengan 25 September 2019
bertempat di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara.

Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dibuat dalam

keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. Apabila surat pernyataan

ini tidak benar maka saya sanggup menanggung segala risiko sesuai ketentuan yang

berlaku

Jakarta, 26 Oktober 2019

dr. Hani Amalia


NIP 199004072019032006

3
Kata Pengantar

Alhamdulillah, Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat
rahmatNya lah penulis dapat menjalani Diklat Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil dan melaksanakan aktualisasi di tempat kerja sehingga tersusunlah laporan
ini.
Program yang terdapat dalam aktualisasi ini adalah kegiatan di lingkungan
tempat penulis bekerja, yakni di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara. Penulis
merasa perlu adanya progam atau upaya yang dapat meningkatkan kesadaran
pasien Diabetes Melitus terhadap kondisi kesehatannya. Hal tersebut penulis
wujudkan dalam beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di lingkungan tempat
penulis bekerja dan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut penulis menerapkan
nilai-nilai dasar ANEKA, kedudukan dan peran ASN agar kegiatan yang penulis
laksanakan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Penulis menyadari bahwa dalam membuat aktualisasi ini penulis
menemukan banyak hambatan dan kesulitan, namun berkat motivasi dan
bimbingan dari berbagai pihak maka kesulitan dan hambatan ini dapat teratasi.
Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima
kasih kepada :

1. Bapak Drs. Cuhandi, SH., SE, MH, MM, MSi selaku narasumber/ penguji
rancangan aktualisasi
2. Bapak R Yudhy Pradityo Sp, SE, MM selaku Widyaiswara Pembimbing (Coach) yang
telah meluangkan waktunya serta dengan sabar membimbing dan memberikan
pengarahan kepada penulis.
3. Dr. Susilo Nugroho selaku Mentor/Pembimbing lapangan sekaligus kepala UPTD
Puskesmas Kecamatan Matraman yang telah meluangkan waktu dan membimbing
serta memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis.
4. Bapak/Ibu fasilitator (Widyaiswara) yang telah memberikan materi ANEKA selama
proses internalisasi di Jakarta Islamic Center.
5. Orang tua tercinta, yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil.

6. Suamiku tercinta dr. Rudi Firmansyah, dan anakku Pradipta Hardi Virendra yang
4
selalu mendoakan dan memberikan dukungan yang tidak terhingga.
7. Seluruh karyawan UPTD Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara yang telah
membantu dalam aktualisasi dan penyusunan laporan ini.
8. Rekan-rekan Angkatan IV dan seluruh peserta Diklat Latsar Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta Tahun 2019 yang telah berjuang, belajar dan berbagi suka duka
bersama penulis.
9. Panitia dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam pembuatan
laporan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan
penulisan ke depannya. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat untuk kinerja
Aparatur Sipil Negara khususnnya di lingkungan dinas kesehatan Kacamatan
Matraman

Jakarta, 26 September 2019


Penulis,

dr. Hani Amalia

NIP 199004072019032006

5
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................ ..i

SURAT PERNYATAAN…………………………………………………...........ii

KATA PENGANTAR……………………………………………………...….....iii

DAFTAR ISI ............................................................................................... v

DAFTAR TABEL ....................................................................................... vii

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………….....viii

DAFTAR ISTILAH…………………………………………………….………….x

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................... 1

1.2 TUJUAN............................................................................................. 2

1.3 MANFAAT.......................................................................................... 2

1.4 RUANG LINGKUP ............................................................................. 2

BAB II PELAKSANAAN AKTUALISASI................................................... 3

2.1 PROFIL LEMBAGA ........................................................................... 3

2.1.1 VISI DAN MISI ............................................................................. 3

2.1.2 TUGAS ORGANISASI………………………………………………..4

2.1.3 TATA NILAI ORGANISASI ........................................................... 4

2.1.4 STRUKTUR ORGANISASI .......................................................... 5

2.1.5 URAIAN TUGAS………………………………………………………6

2.2 IDENTIFIKASI ISU……………………………………………………….7

2.3 CAPAIAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS…....9

6
2.4 MASALAH DAN CARA MENGATASI MASALAH AKTUALISASI....38

2.5 ANALISA DAMPAK BILA TIDAK DI AKTUALISASIKAN…………...40

BAB III RENCANA AKSI AKTUALISASI .......................................... …..77

BAB IV PENUTUP ............................................................................ ..109

4.1 KESIMPULAN ............................................................................... 109

4.2 SARAN .......................................................................................... 110

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..111

LAMPIRAN…………………………………………………………………….112

7
DAFTAR TABEL

No. Tabel Hal.

2.2.1 Analisa isu 7

2.2.2 Pemecahan Isu 8

2.3 Capaian Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS 9

2.4.1 Masalah dan Cara Mengatasi Masalah Selama Kegiatan Aktualisasi 38

2.5.1 Analisa Dampak Bila Nilai-Nilai Dasar ANEKA, Peran, dan Kedudukan PSN 40
Tidak Diaktualisasikan

2.5.2 Analisa Dampak Bila Kegiatan Tidak Dilaksanakan terhadap Isu 74

3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar, Peran dan Kedudukan PNS Dalam 77
NKRI ( Isu kedua )
3.2 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar, Peran dan Kedudukan PNS Dalam 96
NKRI ( Isu Ketiga )

8
DAFTAR GAMBAR

9
10
DAFTAR ISTILAH

Istilah Makna/Arti

Akuntabilitas Kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung
jawab yang menjadi amanahnya

ASN Aparatur Sipil Negara

Coach Widyaiswara atau penyelenggara Diklat yang dianggap kompeten membimbing


peserta Diklat dalam melakukan aktualisasi.

CPNS Calon Pegawai Negeri Sipil

Diabetes Penyakit gula/kencing manis. Kadar Gula darah tinggi. GDP >126 mg/dL

Efektif Sejauh mana sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.

Efesien Jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi.

Etika Publik Refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau
salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik
dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik

Gratifikasi Pemberian dalam arti luas yang meliputi pemberian uang tambahan (fee),
hadiah uang, barang, rabat (diskon), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket
perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma,
dan fasilitas lainnya.

Inovasi Setiap ide atau pun gagasan baru yang belum pernah ada atau pun diterbitkan
sebelumnya

Komitmen Pemahaman konsep mengenai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu


Mutu penyelenggaraan Pemerintah

Korupsi Tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu


masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan.

KPLDH Ketuk Pintu Layani dengan Hati

Mentor Atasan peserta atau pejabat di tempat magang yang membimbing peserta
melakukan aktualisasi.

Nasionalisme Pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan

Nilai dasar Seperangkat prinsip yang mendasari PNS dalam bekerja. Prinsip ini meliputi
aktuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.

ODGJ Orang dengan Gangguan Jiwa

PJ Penanggung jawab

Promkes Promosi Kesehatan

Prolanis Program Pengelolaan Penyakit Kronis. sistem pelayanan kesehatan dan


pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS
Kesehatan dalam rangka memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang
11
menderita penyakit kronis, sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang
optimal

PTM Penyakit tidak menular

TB Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Tuberculosis atau flek paru

Tindak Pidana Tindakan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja maupun tidak
Korupsi sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat
dipertanggungjawabkan oleh peraturan perundang-undangan

Whole of Sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi


Government pemrintah untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama

12
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 tahun 2014, Pusat
Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama memiliki peranan penting dalam sistem kesehatan nasional,
khususnya subsistem upaya kesehatan(1)
Dokter fungsional di Puskesmas sebagai calon ASN sudah seharusnya
melaksanakan fungsi ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik dalam hal ini masyarakat di bidang kesehatan,
perekat dan pemersatu bangsa(2)
Menurut World Health Organization (WHO), Diabetes adalah penyakit
kronis serius yang menjadi masalah di seluruh dunia, menjadi salah
satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target
tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi
diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir (3)
Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mengatakan bahwa

penderita diabetes melitus di Indonesia meningkat pada tahun 2013

dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2007. Prevalensi Diabetes Melitus pada

tahun 2013 adalah 2,1% sedangkan prevalensi diabetes melitus tahun 2007

adalah sebesar 1,1%t(4)

Berdasarkan data di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara sendiri,

terhitung di triwulan ketiga ( Juli 2019 sampai dengan September 2019 )

Diabetes Melitus menduduki peringkat 8 ( 3,63%) dari 10 peringkat penyakit

tertinggi yang sebelumnya ( pada triwulan kedua ) Diabetes Melitus menduduki

peringkat ke 9. Hal tersebut menunjukan bahwa terjadi peningkatan angka

kesakitan DM di wilayah Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara.

13
1.2 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Aktualisasi adalah :

1. Menginternalisasi nilai-nilai ANEKA dalam setiap kegiatan yang


dilakukan dan mampu berkonstribusi secara optimal dalam memperkuat
visi misi organisasi.

2. Menganalisa dampak yang terjadi apabila nilai-nilai dasar ASN tersebut


tidak diimplementasikan dalam kegiatan aktualisasi
3. Memperbaiki sistem pelayanan yang telah berjalan sebelumnya guna
meningkatkan kualitas pelayanan publik.
4. Memenuhi syarat kelulusan diklat prajabatan golongan III

1.3 Manfaat
Adapun manfaat yang didapat dari aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN
sebagai dokter umum di Puskesmas antara lain:
1. Bagi peserta diklat : mampu menjadi dokter ASN yang kompeten
dan profesional.
2. Bagi institusi: membantu mewujudkan visi misi dan nilai organisasi
Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara
3. Bagi masyarakat: mampu mewujudkan pelayanan prima yang
berorientasi pada kepuasan masyarakat.
4. Bagi negara: menjadi abdi negara yang bekerja dengan sepenuh
hati untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat terutama dalam
bidang kesehatan

Ruang lingkup

Ruang Lingkup dalam laporan aktualisasi ini yaitu bagaimana


mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS yang mencakup
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi
terhadap tupoksi peserta diklat di lingkungan Puskesmas Kelurahan Utan
Kayu Utara yang beralamat di Jl. l. Pengayoman I No.96 - Jakarta Timur,
13120. Dimana waktu pelaksanaan kegiatan rancangan aktualisasi
dilaksanakan selama hari kerja dimulai dari tanggal 10 juli sampai dengan
25 September 2019.
BAB II
PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN
KEDUDUKAN PNS DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
(NKRI)

2.1 PROFIL LEMBAGA

Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara merupakan Unit Pelaksana Teknis


Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan dan
pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Matraman. Di Puskesmas
Kecamatan Matraman sendiri menaungi 7 puskesmas kelurahan dan dipimpin
oleh seorang Kepala Puskesmas yang bertanggung jawab kepada Kepala
Dinas.
2.1.1 Visi dan Misi
VISI : “Menjadi Puskesmas Yang berprestasi dan terakreditasi paripurna
menuju Matraman sehat”

MISI :
1) Mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan
berorientasi pada kepuasan pelanggan

2) Menangani keluhan pelanggan 1x24 jam

3) Mendeteksi dini dan menanggulangi masalah kesehatan masyarakat


dan kesehatan lingkungan

4) Memberdayakan masyarakat dan menjalin kemitraan di bidang


kesehatan

5) Meningkatkan pemanfaatan dan optimalisasi sarana dan prasarana


kesehatan dan teknologi

6) Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis

7) Meningkatkan profesionalisme dan kualitas SDM sesuai dengan


perkembangan ilmu pengetahuan

2.1.2 Tugas Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara


Sesuai dengan Permenkes 75 tahun 2014 Pasal 5 tentang Puskesmas,
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam
rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

2.1.3 Tata Nilai Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara


Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara sebagai sebuah organisasi
memiliki tata nilai, yaitu:
1) Kerja cerdas : kerja secara efektif dan efisien
2) Kerja ikhlas : kerja dengan niat yang tulus
3) Kerja keras : kerja dengan berpikir kreatif dan inovatif
4) Kerja berkualitas : kerja secara profesional sesuai kompetensi
5) Kerja loyalitas : kerja dengan penuh tanggung jawab dan
menjaga kepercayaan
6) Kerja tuntas : kerja sampai tugas selesai
7) Kerja integritas : kerja dengan benar sesuai dgn prosedur
2.1.4 Struktur Organisasi Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara

Kepala Puskesmas Kecamatan Matraman


dr. Susilo Nugroho

Kepala Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara


drg. Henny Oktarian Azis

PJ Manajemen Mutu
dr. Hani Amalia

PJ UKP PJ UKM
dr. Emma Junita bd. Dyan Permata

Pel. Umum : dr. Emma ESSENSIAL


Junita PENGEMBANGAN
KIA : bd. Dyan Permata
Pe. Gigi : drg. Ayu Zora Lansia : zr. Ernawati
KB : bd. Tri Isnani
Pel. KIA : bd. Dyan Jiwa : zr. Ernawati
Imunisasi : bd. Romauli
Pel. KB : bd. Tri Isnani
Gizi : bd. Romauli
Pel. Imunisasi : bd.
Romauli Promkes : br. Ahmad
Pauzi
Pel. Gizi : bd. Romauli
Kesling : br. Ahmad
Pel. TB : zr. Wiwin Pauzi
Setiawati
P2P: zr. Wiwin
Pel. Farmasi : Dwi Setiawati
Pel. Loket : Lyada Lume
Pel. Rekam Medis : Sendi
Casanova

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara


2.1.5 Uraian Tugas
Adapun uraian tugas penulis sebagai dokter umum di Puskesmas
Kelurahan Utan Kayu Utara sebagai berikut:
1) Melakukan Pelayanan medik umum
2) Melakukan tindakan darurat medik/P3K
3) Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien bersalin
4) Mengolah data dalam rangka pengamatan epidemologi penyakit
5) Melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat di luar gedung
6) Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
7) Melayani konsultasi dari luar
8) Melayani konsultasi dari dalam
9) Melakukan pembinaan kesehatan nakes & kader
10) Melayani pemeriksaan kesehatan dan pembinaan keluarga
(KPLDH)
11) Melakukan penyuluhan medik
12) Membuat catatan medik rawat jalan
13) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diperintahkan pimpinan baik
lisan maupun tertulis
2.2. Identifikasi Isu/Permasalahan dan alternatif kegiatan sebagai solusi
Identifikasi Isu :
1) Masih banyaknya ODGJ yang belum mendapatkan pengobatan secara
Kontinyu
2) Meningkatnya angka penderita Diabetes Mellitus tidak terkontrol di
lingkup PROLANIS
3) Rendahnya kesadaran pasien TB terhadap kepatuhan meminum obat

Tabel 2.2.1 Analisa isu

No Isu U S G Total Peringkat

1. Meningkatnya angka penderita Diabetes Mellitus 5 4 5 14 1


yang tidak terkontrol di lingkup Prolanis

3. Rendahnya kesadaran pasien TB terhadap kepatuhan 4 3 3 10 2


meminum obat

2. Masih banyaknya ODGJ yang belum mendapatkan 3 3 2 8 3


pengobatan secara kontinyu

Keterangan:
U = Urgency Skala 1 – 5 : Sangat rendah – Sangat tinggi
S = Seriousness
G = Growth

Berdasarkan analisis tersebut, maka isu yang diangkat adalah:


“Meningkatnya angka penderita Diabetes Mellitus tidak terkontrol di
lingkup PROLANIS” dengan gagasan solusi meningkatkan kesadaran
pasien mengenai penyakit Diabetes Melitus
Tabel 2.2.2 Pemecahan Isu
NO URAIAN TUGAS PERMASALAHAN SOLUSI
Melakukan Meningkatnya angka Meningkatkan
1
Pelayanan medik penderita Diabetes kesadaran pasien
umum Mellitus tidak terkontrol mengenai
di Puskesmas penyakit Diabetes
Kelurahan Utan Kayu Mellitus dengan
Utara di lingkup peserta melakukan
PROLANIS penyuluhan
secara rutin,
pembuatan kartu
kendali DM,
meningkatkan
aktivitas fisik
pasien, Membuat
buku register
khusus pasien
DM dengan
disabilitas dan
penyulit lainnya
serta membuat
SMS reminder
pengingat kontrol
dan minum obat
2.3 Capaian Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
Tabel 2.3 Capaian Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
Kegiatan 1 Membuat kartu kendali DM

Tanggal 12 juli sampai 24 Juli 2019

1. Meminta persetujuan dan berkonsultasi kepada pimpinan/ mentor untuk


pembuatan kartu kendali DM
A. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan (Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan meminta
persetujuan secara bertanggung jawab, saya telah melaksanakan nilai
akuntabilitas agar persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi
proses
B. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan
dengan bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap pimpinan
C. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya
melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
D. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi.
Hal tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasan

Output : Persetujuan atasan berupa video dan surat persetujuan


Gambar 2.3.1 Video persetujuan pimpinan

Gambar 2.3.2 Surat Persetujuan Pimpinan

2. Menyusun dan membuat format desain kartu kendali DM


A. Saya menyusun dan membuat format kartu kendali DM dengan penuh
tanggung jawab. Dengan membuat kartu DM dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar pembuatan
kartu kendali DM dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya membuat kartu kendali DM menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar sesuai EYD yang berlaku. Dengan membuat kartu
kendali DM menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, saya
telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke – 3 ( Persatuan Indonesia )
C. Saya membuat kartu kendali DM yang belum pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara.
Teknik : Mendesain ukuran dan bentuk serta memilih bahan
Output : Foto dokumentasi, Kartu kendali DM dalam bentuk soft copy dan
cetak
Gambar 2.3.3 Foto Dokumentasi Tahapan Kegiatan Pembuatan Desain kartu
kendali DM

Gambar 2.3.4 Kartu Kendali DM dalam


bentuk cetak dan softcopy

3. Melakukan sosialisasi dengan PJ progam PTM mengenai kartu kendali DM


A. Saya melakukan sosialisasi dengan PJ progam PTM secara partisipasif.
Dengan melaksanakan koordinasi secara partisipasif, maka saya telah
melaksanakan nilai akuntabilitas agar dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.
B. Saya menyampaikan informasi secara sopan. Dengan menyampaikan
informasi secara sopan, saya telah melaksanakan nilai dasar etika
publik, sebagai wujud rasa hormat terhadap teman sejawat.
C. Saya melakukan koordinasi dengan pihak terkait melalui musyawarah
untuk mencapai mufakat. Dengan melakukan koordinasi secara
musyawarah, saya telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke – 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilan )
D. Saya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait sebagai wujud
penerapan whole of government
Teknik : Melakukan sosialisasi dengan PJ PTM perihal Kartu kendali DM
Output : Foto dokumentasi kegiatan sosialisasi Kartu Kendali DM dengan
PJ PTM
Gambar 2.3.5 Foto Dokumentasi Tahapan Kegiatan Sosialisasi dengan PJ PTM

4. Memberikan informasi dan pemberian kartu kendali DM kepada pasien


A. Saya memberikan informasi kepada pasien dengan penuh tanggung
jawab. Dengan memberikan informasi dengan penuh tanggung jawab,
saya telah saya melaksanakan nilai akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya menyampaikan informasi dengan sopan. Dengan menyampaikan
informasi dengan sopan, saya telah melaksanakan nilai etika publik
sebagai wujud penghargaan terhadap masyarakat
C. Saya menyampaikan informasi kepada pasien tanpa membeda-
bedakan. Dengan menyampaikan informasi tanpa membeda-bedakan,
saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila
sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
D. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan penuh kejujuran
tanpa mengharapkan dan menerima imbalan. Dengan memberikan
penjelasan dengan penuh kejujuran, saya telah melaksanakan nilai dasar
anti korupsi agar menghindari tindak pidana gratifikasi.
E. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan bahasa yang
mudah dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan.
F. Saya memberikan informasi dan pemberian kartu kendali DM kepada
pasien dalam wujud peran ASN, sebagai pelayan publik
Teknik :Menyampaikan informasi sekaligus pemberian Kartu kendali
DM kepada pasien Prolanis saat kegiatan prolanis berlangsung
Output : Foto dan video dokumentasi kegiatan

Gambar 2.3.6 Video dan foto saat Pemberian Kartu DM


Kegiatan 2 Buku Register Pasien DM dengan disabilitas dan penyulit

Tanggal 15 Juli sampai dengan 31 Juli 2019

1. Meminta persetujuan dan berkonsultasi kepada pimpinan/ mentor untuk


pembuatan Buku Register DM dengan disabilitas dan penyulit lainnya
A. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan ( Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan meminta
persetujuan secara bertanggung jawab, saya telah melaksanakan nilai
akuntabilitas agar persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi
proses
B. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan
dengan bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap pimpinan
C. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya
melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
D. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi.
Hal tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasan

Output : Persetujuan atasan dan video dokumentasi

Gambar 2.3.7 Video persetujuan pimpinan


Gambar 2.3.8 Surat Persetujuan Pimpinan

2. Mengumpulkan data pasien DM


A. Saya melakukan pengumpulan data pasien DM dengan penuh tanggung
jawab. Dengan melaksanakan tanggung jawab itu saya melaksanakan
nilai dasar akuntabilitas agar data dapat dipertanggungjawabkan dari
segi proses
B. Saya melakukan pengumpulan data ke seluruh unit yang terkait tanpa
membeda-bedakan. Dengan melakukan pengumpulan data tanpa
membeda-bedakan, saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
C. Saya telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of government
Teknik : Mengumpulkan data pasien DM di setiap unit melalui buku
register pasien rawat jalan maupun kunjungan sakit 3 bulan terakhir
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan & daftar Pasien DM

Gambar 2.3.9 Foto Dokumentasi Tahapan Kegiatan mengumpulkan data


pasien DM
Gambar 2.3.10 Foto Daftar Pasien DM

3. Melakukan diskusi dengan tim KPLDH dan melakukan seleksi serta


menentukan skala prioritas
A. Saya melakukan diskusi dengan tim KPLDH secara partisipasif .
Dengan melakukan diskusi dengan tim KPLDH secara partisipasif, saya
telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar data dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan diskusi dengan tim KPLDH dengan menggunakan
Bahasa yang sopan. Dengan melakukan diskusi dengan tim KPLDH
denganmenggunakan Bahasa yang sopan, saya telah melaksanakan nilai
dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat terhadap teman sejawat
C. Saya melakukan diskusi dengan tim KPLDH secara musyawarah untuk
mufakat. Dengan melakukan diskusi dengan tim KPLDH secara
musyawarah, saya telah melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilan
D. Saya melakukan diskusi dengan tim KPLDH dengan penuh keadilan.
Dengan melakukan diskusi dengan tim KPLDH dengan penuh kejujuran,
saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi untuk menghindari
tindak pidana perbuatan curang.
E. Saya telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan tim KPLDH
sebagai wujud pen erapan whole of government
Teknik : Melakukan seleksi pasien DM menggunakan metode USG
Output : Foto dokumentasi tahap kegiatan
Gambar 2.3.11 Foto dokumentasi tahap kegiatan diskusi dengan tim KPLDH

4. Mencatat daftar pasien terpilih di dalam buku register DM


A. Saya melakukan pencatatan daftar pasien terpilih dengan penuh
tanggung jawab. Denagn melakukan pencatatan daftar pasien terpilih
dengan penuh tanggung jawab, saya telah melaksanakan nilai dasar
akuntabilitas agar data dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan pencatatan daftar pasien terpilih dengan penuh
kejujuran. Dengan melakukan pencatatan daftar pasien terpilih dengan
penuh kejujuran, saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi untuk
menghindari tindak pidana perbuatan curang.
Teknik : Melakukan pencatatan pasien DM yang sudah terpilih ke
dalam buku register DM dengan disabilitas dan penyulit
Output : Foto dokumntasi tahapan kegiatan dan Buku Register Pasien
DM dengan disabilitas dan penyulit
Gambar 2.3.12 Foto Tahapan Kegiatan Pencatatan Daftar Pasien Terpilih

Gambar 2.3.13 Buku Register Pasien DM dengan disabilitas dan penyulit

5. Melakukan koordinasi dengan tim KPLDH untuk membantu memantau


pasien melalui kegiatan home visited an menentukan jadwal home visite.
A. Saya koordinasi dengan tim KPLDH dengan penuh tanggung jawab.
Dengan melakukan koordinasi dengan penuh tanggung jawab, saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar tindak lanjut dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan koordinasi dengan tim KPLDH dengan menggunakan
Bahasa yang sopan. Dengan menggunakan Bahasa yang sopan, saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap teman sejawat
C. Saya memberikan informasi kepada TIM KPLDH perihal pasien yang
harus di home visite dalam wujud peran ASN, sebagai pelayan publik
Teknik : Mendiskusikan dan menentukan jadwal home visite
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan dan Jadwal Home visite

Gambar 2.3.14 Foto Tahapan Kegiatan kordinasi dengan tim KPLDH untuk
pelaksanaan home visite

Gambar 2.3.15 Jadwal home visite Pasein DM dengan Disabilitas

6. Melakukan pencatatan pelaporan home visite di buku register pasien DM


A. Saya melakukan pencatatan pelaporan home visite dengan penuh
tanggung jawab. Dengan melakukan pencatatan pelaporan home visite
dengan penuh tanggung jawab, saya telah melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar data dapat dipertanggungjawabkan dari segi
proses.
B. Saya melakukan Saya melakukan pencatatan pelaporan home visite
dengan penuh kejujuran dan transparansi. Dengan kejujuran tersebut
saya telah melaksanakan indikator nilai dasar anti korupsi untuk
menghindari tindak pidana perbuatan curang.
Teknik : Mencatat hasil laporan home visit eke dalam buku register DM
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan, foto dokumentasi home
visite dan Pencatatan laporan home visite
Gambar 2.3.16 Foto Tahapan Kegiatan pencatatan laporan Home Visite

Gambar 2.3.17 Foto dokumentasi home visite


Kegiatan 3 GEMA BASIK ( Gerakan Masyarakat Beraktivitas Fisik )

Tanggal 16 Juli sampai dengan 24 Juli 2019

1. Meminta izin dan berkonsultasi kepada pimpinan untuk melakukan Progam


GEMA BASIK
A. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan (Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan melaksanakan
tanggung jawab ini saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar
persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan dengan
bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat terhadap
pimpinan
C. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan yang
akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah untuk
mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila sila ke-4,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
E. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi. Hal
tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasa

Output : Persetujuan atasan berupa video dan surat persetujuan

Gambar 2.3.18 Video Persetujuan Pimpinan


Gambar 2.3.19 Surat Persetujuan Pimpinan

2. Penyusunan jadwal pelaksanaan senam senam kaki DM dengan tim terkait


( PJ promkes )
A. Saya melakukan penyusunan jadwal dengan penuh tanggung jawab.
Dengan melakukan penyusunan jadwal dengan penuh tanggung jawab, saya
telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar jadwal dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan penyusunan jadwal bersama tim terkait ( PJ Promkes )
dengan menggunakan Bahasa yang sopan. Dengan melakukan penyusunan
jadwal bersama tim terkait menggunakan Bahasa yang sopan, saya telah
melaksanakan indikator etika publik sebagai perwujudan rasa hormat
kepada teman sejawat
C. Saya melakukan penyusunan jadwal melalui metode musyawarah untuk
mufakat. Dengan melakukan penyusunan jadwal melalui metode
musyawarah untuk mufakat, saya melaksanakan nilai dasar nasionalisme,
yakni sesuai dengan pancasila sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilan.
Teknik : Konsultasi dan pembuatan jadwal senam

Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan dan Jadwal senam


Gambar 2.3.20 Foto Tahapan Kegiatan koordinasi dan pembuatan jadwal senam

Gambar 2.3.21 Jadwal senam

3. Membuat desain leaflet dan slide paparan yang berisi tata cara senam kaki DM
A. Saya membuat desain leaflet dan slide paparan dengan penuh tanggung
jawab. Dengan membuat desain brosur dengan penuh tanggung, saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya membuat leaflet dan slide paparan Senam kaki DM menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD yang berlaku. Dengan
membuat kartu kendali DM menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar, saya telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni sesuai dengan
pancasila sila ke – 3 ( Persatuan Indonesia )
C. Saya membuat leaflet dan slide paparan dengan bahasa yang mudah
dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Teknik : Membuat desain leaflet dan mencetaknya, serta membuat slide
paparan

Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan, slide paparan dan Leaflet


senam kaki DM
Gambar 2.3.22 Foto Tahapan Kegiatan Pembuatan desain Leaflet dan slide
paparan senam kaki DM

Gambar 2.3.23 Desain leaflet Senam Kaki DM

Gambar 2.3.24 Desain slide paparan senam kaki DM

4. Pelaksanaan kegiatan senam kaki DM dan pembagian leaflet


A. Saya melaksanakan kegiatan senam kaki DM penuh tanggung jawab.
Dengan melaksanakan kegiatan senam kaki DM penuh tanggung jawab,
saya melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melaksanakan kegiatan dengan penuh sopan santun. Dengan
melaksanakan kegiatan dengan penuh sopan santun, saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar etika publik sebagai penghormatan
kepada pasien yang sudah berpatisipasi
C. Saya melaksanakan kegiatan senam kaki DM sesuai dengan ketentuan yang
sudah ditetapkan. Dengan melakukan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa
mengharapkan imbalan apapun. Dengan melaksanakan kegiatan senam
kaki DM sesuai dengan ketentuan dan tanpa mengharapkan imbalan
apapun, saya telah melaksanakan indikator nilai dasar anti korupsi
sehingga menghindari tindak pidana gratifikasi
Teknik : Melakukan peragaan senam kaki DM dan pembagian leaflet

Output : Foto dan video Dokumentasi tahapan kegiatan dan video

Gambar 2.3.25 Video Dokumentasi tahapan kegiatan senam kaki DM

Gambar 2.3.26 Foto tahapan kegiatan pembagian leaflet dan pemaparan


seputar senam kaki DM
Kegiatan 4 Membuat SMS reminder untuk mengingatkan waktu control/ ambil
obat

Tanggal 19 juli sampai dengan 27 September 2019

1. Meminta izin dan berkonsultasi kepada pimpinan perihal gagasan


pembentukan SMS reminder
A. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan (Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan melaksanakan
tanggung jawab ini saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar
persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan
dengan bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap pimpinan
C. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya
melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
D. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi.
Hal tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasan

Output : Persetujuan atasan berupa video dan surat persetujuan

Gambar 2.3.27 Video persetujuan pimpinan


Gambar 2.3.28 Surat Persetujuan Pimpinan

2. Melakukan Koordinasi dengan PJ PTM


A. Saya melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan PJ progam PTM
secara partisipasif. Dengan melaksanakan koordinasi secara
partisipasif, maka saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar
dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya menyampaikan informasi menggunakan Bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan nilai dasar etika publik, sebagai wujud rasa
hormat terhadap teman sejawat.
C. Saya telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of government
D. Saya menyampaikan informasi kepada PJ PTM dengan penuh
kejujuran. Dengan memberikan penjelasan dengan penuh kejujuran,
saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi agar menghindari
tindak pidana perbuatan curang.
Teknik : Melakukan sosialisasi dengan PJ PTM perihal SMS Reminder
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan
Gambar 2.3.29 Foto dokumentasi tahapan kegiatan Koordinasi dengan PJ PTM

3. Membuat template SMS reminder


A. Saya Membuat template SMS reminder dengan penuh tanggung jawab.
Dengan Membuat template SMS reminder dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar
dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
B. Saya membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan membuat template SMS Reminder menggunakan
bahasa yang sopan, saya telah melaksanakan indikator etika publik
sebagai perwujudan rasa hormat kepada teman sejawat
C. Saya membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD yang berlaku. Dengan
membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar, saya telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke – 3 ( Persatuan Indonesia )
D. Saya membuat SMS Reminder yang belum pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara.
Teknik : Membuat template SMS reminder beserta pengaturan jadwal
pengiriman SMS Reminder
Output : Screenshoot Template SMS Reminder

Gambar 2.3.30 Screenshoot Template SMS Reminder


4. Melakukan sosialisasi Sistem SMS Reminder kepada pasien
A. Saya memberikan informasi kepada pasien dengan penuh tanggung
jawab. Dengan memberikan informasi dengan penuh tanggung jawab,
saya telah saya melaksanakan nilai akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan nilai etika publik sebagai wujud penghargaan
terhadap masyarakat.
C. Saya menyampaikan informasi kepada pasien tanpa membeda-
bedakan. Dengan menyampaikan informasi tanpa membeda-bedakan,
saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila
sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
D. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan penuh kejujuran
tanpa mengharapkan imbalan. Dengan memberikan penjelasan dengan
penuh kejujuran, saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi agar
menghindari tindak pidana gratifikasi.
E. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan bahasa yang
mudah dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan.
F. Saya memberikan informasi kepada pasien dalam wujud peran ASN,
sebagai pelayan publik
Teknik : Memberkan penjelasan dan informasi kepada pasien DM
perihal system SMS reminder
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan

Gambar 2.3.31 Foto dokumentasi tahapan kegiatan sosialisasi SMS Reminder

5. Mengirim SMS kepada pasien H-3 kontrol dan H-1 kontrol


A. Saya mengirimkan SMS reminder dengan penuh tanggung jawab.
Dengan mengirimkan SMS reminder dengan penuh tanggung jawab,
saya telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya mengirimkan SMS Reminder menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa yang
sopan, saya telah melaksanakan indikator etika publik sebagai
perwujudan rasa hormat kepada teman sejawat
C. Saya mengirimkan SMS Reminder kepada seluruh pasien tanpa
mebeda-bedakan. Dengan mengirimkan SMS Reminder kepada seluruh
pasien tanpa mebeda-bedakan, saya telah melaksanakan saya
melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila sila ke
-2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
D. Saya mengirimkan SMS Reminder sesuai dengan ketentuan yang
sudah ditetapkan dan tidak meminta atau menerima biaya atau
bentuk apapun di luar ketentuan. Dengan mengirimkan SMS Reminder
sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dan tidak meminta atau
menerima biaya atau bentuk apapun di luar ketentuan, saya telah
melaksanakan indicator nilai dasar anti korupsi sehingga menghindari
tindak pidana gratifikasi
Teknik : Mengirimkan SMS Reminder sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan
Output : Video cara pengiriman SMS Reminder dan contoh screenshoot
pengiriman SMS Reminder
Gambar 2.3.32 Video tata cara pengiriman SMS Reminder

Gambar 2.3.33 Screenshoot pengiriman SMS Reminder


Kegiatan 4 Membuat SMS reminder untuk mengingatkan waktu control/ ambil
obat

Tanggal 19 juli sampai dengan 27 September 2019

6. Meminta izin dan berkonsultasi kepada pimpinan perihal gagasan


pembentukan SMS reminder
E. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan (Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan melaksanakan
tanggung jawab ini saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar
persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
F. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan
dengan bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap pimpinan
G. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya
melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
H. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi.
Hal tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasan

Output : Persetujuan atasan berupa video dan surat persetujuan

Gambar 2.3.27 Video persetujuan pimpinan


Gambar 2.3.28 Surat Persetujuan Pimpinan

7. Melakukan Koordinasi dengan PJ PTM


E. Saya melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan PJ progam PTM
secara partisipasif. Dengan melaksanakan koordinasi secara
partisipasif, maka saya telah melaksanakan nilai akuntabilitas agar
dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses.
F. Saya menyampaikan informasi menggunakan Bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan nilai dasar etika publik, sebagai wujud rasa
hormat terhadap teman sejawat.
G. Saya telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of government
H. Saya menyampaikan informasi kepada PJ PTM dengan penuh
kejujuran. Dengan memberikan penjelasan dengan penuh kejujuran,
saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi agar menghindari
tindak pidana perbuatan curang.
Teknik : Melakukan sosialisasi dengan PJ PTM perihal SMS Reminder
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan
Gambar 2.3.29 Foto dokumentasi tahapan kegiatan Koordinasi dengan PJ PTM

8. Membuat template SMS reminder


E. Saya Membuat template SMS reminder dengan penuh tanggung jawab.
Dengan Membuat template SMS reminder dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar
dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses
F. Saya membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan membuat template SMS Reminder menggunakan
bahasa yang sopan, saya telah melaksanakan indikator etika publik
sebagai perwujudan rasa hormat kepada teman sejawat
G. Saya membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD yang berlaku. Dengan
membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar, saya telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke – 3 ( Persatuan Indonesia )
H. Saya membuat SMS Reminder yang belum pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara.
Teknik : Membuat template SMS reminder beserta pengaturan jadwal
pengiriman SMS Reminder
Output : Screenshoot Template SMS Reminder

Gambar 2.3.30 Screenshoot Template SMS Reminder


9. Melakukan sosialisasi Sistem SMS Reminder kepada pasien
G. Saya memberikan informasi kepada pasien dengan penuh tanggung
jawab. Dengan memberikan informasi dengan penuh tanggung jawab,
saya telah saya melaksanakan nilai akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
H. Saya menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan nilai etika publik sebagai wujud penghargaan
terhadap masyarakat.
I. Saya menyampaikan informasi kepada pasien tanpa membeda-
bedakan. Dengan menyampaikan informasi tanpa membeda-bedakan,
saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila
sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
J. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan penuh kejujuran
tanpa mengharapkan imbalan. Dengan memberikan penjelasan dengan
penuh kejujuran, saya telah melaksanakan nilai dasar anti korupsi agar
menghindari tindak pidana gratifikasi.
K. Saya memberikan Penjelasan kepada pasien dengan bahasa yang
mudah dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan.
L. Saya memberikan informasi kepada pasien dalam wujud peran ASN,
sebagai pelayan publik
Teknik : Memberkan penjelasan dan informasi kepada pasien DM
perihal system SMS reminder
Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan

Gambar 2.3.31 Foto dokumentasi tahapan kegiatan sosialisasi SMS Reminder

10. Mengirim SMS kepada pasien H-3 kontrol dan H-1 kontrol
E. Saya mengirimkan SMS reminder dengan penuh tanggung jawab.
Dengan mengirimkan SMS reminder dengan penuh tanggung jawab,
saya telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
F. Saya mengirimkan SMS Reminder menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan membuat template SMS Reminder menggunakan bahasa yang
sopan, saya telah melaksanakan indikator etika publik sebagai
perwujudan rasa hormat kepada teman sejawat
G. Saya mengirimkan SMS Reminder kepada seluruh pasien tanpa
mebeda-bedakan. Dengan mengirimkan SMS Reminder kepada seluruh
pasien tanpa mebeda-bedakan, saya telah melaksanakan saya
melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila sila ke
-2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
H. Saya mengirimkan SMS Reminder sesuai dengan ketentuan yang
sudah ditetapkan dan tidak meminta atau menerima biaya atau
bentuk apapun di luar ketentuan. Dengan mengirimkan SMS Reminder
sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dan tidak meminta atau
menerima biaya atau bentuk apapun di luar ketentuan, saya telah
melaksanakan indicator nilai dasar anti korupsi sehingga menghindari
tindak pidana gratifikasi
Teknik : Mengirimkan SMS Reminder sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan
Output : Video cara pengiriman SMS Reminder dan contoh screenshoot
pengiriman SMS Reminder
Gambar 2.3.32 Video tata cara pengiriman SMS Reminder

Gambar 2.3.33 Screenshoot pengiriman SMS Reminder


Kegiatan 5 Penyuluhan Terpadu DM

Tanggal 26 Agustus sampai dengan 24 September 2019

1. Meminta persetujuan dan berkonsultasi kepada pimpinan/ mentor untuk


Penyuluhan terpadu DM
A. Saya meminta persetujuan dan konsultasi kepada pimpinan (Kepala
Puskesmas) dengan penuh tanggung jawab. Dengan meminta
persetujuan secara bertanggung jawab, saya telah melaksanakan nilai
akuntabilitas agar persetujuan dapat dipertanggungjawabkan dari segi
proses
B. Saya meminta persetujuan dan melakukan diskusi kepada pimpinan
dengan bahasa yang sopan. Dengan bahasa yang sopan tersebut saya
melaksanakan nilai dasar Etika Publik sebagai wujud rasa hormat
terhadap pimpinan
C. Saya meminta persetujuan sekaligus mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada pimpinan melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan melaksanakan musyawarah tersebut saya
melaksanakan nilai dasar nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila
sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.
D. Saya meminta persetujuan sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi.
Hal tersebut merupakan wujud dari Whole of Government
Teknik : Konsultasi dan meminta persetujuan atasan

Output : Persetujuan atasan berupa foto dan video persetujuan

Gambar 2.3.34 Video persetujuan pimpinan


Gambar 2.3.35 Surat persetujuan pimpinan

2. Membuat jadwal penyuluhan


A. Saya melakukan penyusunan jadwal dengan penuh tanggung jawab.
Dengan melakukan penyusunan jadwal dengan penuh tanggung jawab,
saya telah melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar jadwal
dapat dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan penyusunan jadwal bersama tim terkait ( PJ PTM )
dengan sopan santun. Dengan melakukan penyusunan jadwal bersama
tim terkait dengan sopan santun, saya telah melaksanakan indikator etika
publik sebagai perwujudan rasa hormat kepada teman sejawat
C. Saya melakukan penyusunan jadwal melalui metode musyawarah untuk
mufakat. Dengan melakukan penyusunan jadwal melalui metode
musyawarah untuk mufakat, saya melaksanakan nilai dasar
nasionalisme, yakni sesuai dengan pancasila sila ke-4, Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilan
E. Saya melakukan diskusi tentang penetapan jadwal penyuluhan sebagai
bentuk koordinasi dan kolaborasi. Hal tersebut merupakan wujud dari
Whole of Government
Teknik : Diskusi mengenai jadwal penyuluhan

Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan dan Jadwal penyuluhan

Gambar 2.3.36 Foto dokumentasi tahapan kegiatan pembuatan jadwal


Gambar 2.3.37 Jadwal Penyuluhan DM

3. Menyiapkan materi penyuluhan beserta soal pre dan post test


A. Saya membuat materi penyuluhan dengan penuh tranparansi. Dengan
membuat materi penyuluhan dengan penuh tranparansi, saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya membuat materi penyuluhan dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD yang berlaku. Dengan
membuat kartu kendali DM menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar, saya telah melaksanakan nilai nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 ( Persatuan Indonesia )
C. Saya membuat materi penyuluhan dengan bahasa yang mudah
dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan
D. Saya menyiapkan materi secara mandiri tanpa ada tekanan dari pihak
manapun. Dengan materi secara mandiri tanpa ada tekanan dari pihak
manapun, saya telah melaksanakan indicator nilai dasar anti korupsi
sehingga menghindari tindak pidana perbuatan curang.
Teknik : Mengumpulkan dan mencari sumber data yang relevan yang
kemudian disusun dalam bentuk slide presentasi

Output : Foto dokumentasi tahapan kegiatan, Slide presentasi, soal pre


test dan post test

Gambar 2.3.38 Foto dokumentasi tahapan kegiatan Mempersiapkan materi


penyuluhan, soal pre test dan post test

Gambar 2.3.39 Slide presentasi

Gambar 2.3.40 soal pretest, post test

4. Pelaksanaan Penyuluhan terpadu DM


A. Saya melaksanakan penyuluhan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan melaksanakan penyuluhan dengan penuh tanggung jawab, saya
telah saya melaksanakan nilai akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya menyampaikan isi penyuluhan dengan penuh sopan santun.
Dengan menyampaikan isi penyuluhan dengan penuh sopan santun,
saya telah melaksanakan nilai etika publik sebagai wujud penghargaan
terhadap masyarakat.
C. Saya menyampaikan isi penyuluhan kepada pasien tanpa membeda-
bedakan. Dengan menyampaikan informasi tanpa membeda-bedakan,
saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan pancasila
sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
D. Saya menyampaikan isi penyuluhan kepada pasien dengan bahasa yang
mudah dimengerti agar efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan.
E. Saya memberikan informasi kepada pasien dalam wujud peran ASN,
sebagai pelayan publik
Teknik : Melakukan pre test terlebih dahulu sebelum penyuluhan,
kemudian diakhiri dengan post test

Output : Foto dan video dokumentasi penyuluhan, lembar absen, post test dan
pre test

Gambar 2.3.41 Video Dokumentasi Tahapan Kegiatan Penyuluhan DM

Gambar 2.3.42 Foto Dokumentasi Tahapan Kegiatan Penyuluhan dan pengisian

Pre test dan Pos test

Gambar 2.3.43 Foto lembar absen, post test dan pre test
5. Evaluasi Hasil Pretest dan Postest
A. Saya melakukan analisa hasil pretest dan postest dengan penuh
tanggung jawab. Dengan melakukan analisa hasil pretest dan
postest dengan penuh tanggung, saya telah melaksanakan indikator
nilai dasar akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi proses.
B. Saya melakukan analisa hasil pre test dan postest secara objektif,
tanpa membeda-bedakan. Dengan melakukan analisa hasil pre test
dan postest tanpa membeda-bedakan, saya telah melaksanakan
saya melaksanakan nilai nasionalisme yang sesuai dengan
pancasila sila ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan beradab )
C. Saya melakukan analisa hasil pre test dan postest dengan penuh
kejujuran dan transparansi. Dengan kejujuran tersebut saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar anti korupsi untuk menghindari
tindak pidana perbuatan curang
Teknik : Membandingkan hasil pre test dan postest dan dituangkan
dalam bentuk grafik

Output : Grafik hasil analisa pretest dan postest

Gambar 2.3.44 Grafik hasil analisa pretst dan postest penyuluhan DM terpadu
2.4 Masalah dan Cara Mengatasi Masalah Selama Kegiatan Aktualisasi
Selama melaksanakan kegiatan aktualisasi nilai-nilai ANEKA pada profesi
ASN di tempat tugas, penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi.
Namun agar kegiatan tetap dapat terlaksana, penulis harus segera mencari
solusi yang terbaik, sebagai berikut:

Tabel 2.4.1 Masalah dan Cara Mengatasi Masalah Selama Kegiatan


Aktualisasi
No Kegiatan Masalah Cara Mengatasi Masalah
1. Membuat kartu Tidak adanya literature Menyusun kartu kendali
kendali DM template kartu kendali DM berdasarkan skala
DM yang baku yang kepentingannya
dapat digunakan
sebagai dasar
pembuatan kartu
kendali DM

2. Membuat buku Sulitnya menganalisa Melakukan koordinasi


register DM dan menyeleksi dengan kader setempat
pasien-pasien DM perihal pasien DM yang
yang mengalami memerlukan pamantauan
keterbataan atau lebih lanjut
penyulit, dikarnakan
minimnya data rekam
medis pasien.
3. Melakukan Tidak semua pasien Membuat jadwal lanjutan
GEMA BASIK datang saat paparan untuk kegiatan GEMA
senam kaki DM BASIK
( Gerakan
Masyarakat
Beraktivitas Fisik
)

4. Membuat SMS Tidak semua pasien SMS Reminder dikirim ke


reminder untuk DM memiliki alat nomor telepon keluarga
No Kegiatan Masalah Cara Mengatasi Masalah
mengingatkan komunikasi telepon atau lingkungan terdekat,
waktu control/ genggam yang nantinya diharapkan
ambil obat dapat disampaikan kepada
pasien
5. Penyuluhan Peserta penyuluhan Memberikan isi materi
Terpadu DM ada bebera yang penyuluhan dalam bentuk
datang terlambat, hardcopy dengan Bahasa
sehingga tidak yang mudah dimengerti
terpapar informasi oleh segala kalangan
secara lengkap.

Kemampuan paserta
dalam menerima
informasi yang
berbeda karena
berasal dari latar
belakang pendidikan
serta usia yang tidak
sama.
2.5 Analisa Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan

Tabel 2.5.1 Analisa Dampak Bila Nilai-Nilai Dasar ANEKA, Peran, dan Kedudukan PSN Tidak Diaktualisasikan
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
1 Membuat kartu 1. Meminta Akuntabilitas Berkonsultasi dan meminta persetujuan
kendali DM persetujuan dan kepada pimpinan dimaksudkan untuk
Saya meminta persetujuan dan memberi pengarahan lebih lanjut pada
berkonsultasi
konsultasi kepada pimpinan kegiatan yang akan dilakukan. Bila tahap
kepada pimpinan (Kepala Puskesmas) dengan ini tidak dilaksanakan maka akan timbul
penuh tanggung jawab. kesalahpahaman dan ketidakpercayaan,
Dengan meminta persetujuan serta tidak ada koordinasi antara tenaga
secara bertanggung jawab, kesehatan terkait dengan kelancaran
saya telah melaksanakan nilai kegiatan.
akuntabilitas agar persetujuan
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses

Etika Publik

Saya meminta persetujuan dan Bila konsultasi (kepada atasan) tidak


melakukan diskusi kepada dilakukan dengan sopan, santun, dan
pimpinan dengan bahasa yang sistematis maka pimpinan akan merasa
sopan. Dengan bahasa yang kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
sopan tersebut saya tersebut berakibat kurangnya kepedulian
melaksanakan nilai dasar Etika pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
Publik sebagai wujud rasa dapat berdampak langsung pada
hormat terhadap pimpinan kegiatan yang akan dijalani

Nasionalisme Bila nilai nasionalisme tidak


diterapkan maka semua keputusan
Saya meminta persetujuan akan bersifat sepihak, sehingga akan
sekaligus mendiskusikan menimbulkan perselisihan pendapat
rencana kegiatan yang akan
di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
dilakukan kepada pimpinan dapat menghambat jalannya kegiatan.
melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

2. Menyusun dan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai akuntabilitas


membuat format pembuatan kartu kendali DM tidak
desain kartu kendali Saya menyusun dan membuat tersusun secara sistematis karena
format kartu kendali DM
DM dengan penuh tanggung
tidak sesuai dengan sasaran atau
jawab. Dengan membuat kartu target yang akan dicapai.
DM dengan penuh tanggung
jawab, saya telah
melaksanakan nilai
akuntabilitas agar pembuatan
kartu kendali DM dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses

Nasionalisme
Jika tidak diterapkan nilai
Saya membuat kartu kendali nasionalisme pada pembuatan kartu
DM menggunakan bahasa
kendali DM ini, pasien yang
Indonesia yang baik dan
benar sesuai EYD yang
memagang kartu tidak dapat
berlaku. Dengan membuat mengetahui kondisi kesehatannya,
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
kartu kendali DM menggunakan sehingga berdampak kepada
bahasa Indonesia yang baik menurunnya kesadaran pasien
dan benar, saya telah terhadap kesehatannya
melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya membuat kartu kendali
DM yang belum pernah ada
sebelumnya (Inovasi) ,
sehingga diharapkan dapat Jika tidak diterapkan nilai komitmen mutu,
menjadi perbaikan dalam maka dapat menurunkan kualitas
pengendalian penyakit DM di kesehatan pasien penderita DM yang
Puskesmas Kelurahan Utan seharusnya mendapat penangana yang
Kayu Utara cepat dan berkelanjutan.

3. Melakukan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai


sosialisasi Saya melakukan sosialisasi akuntabilitas, maka tidak akan
dengan PJ dengan PJ progam PTM secara terjalinnya kerjasama yang solid serta
progam PTM partisipasif. Dengan sistematis, yang nantinya akan
mengenai kartu melaksanakan koordinasi berdampak kepada keberhasilan
secara partisipasif, maka saya
kendali DM kegiatan yang akan dilakukan.
telah melaksanakan nilai
akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya menyampaikan informasi
dengan bahasa yang sopan. Bila konsultasi (kepada PJ PTM) tidak
Dengan menyampaikan dilakukan dengan sopan dan santun,
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
informasi secara sopan, saya maka PJ unit terkait akan merasa kurang
telah melaksanakan nilai dasar nyaman dan kurang dihargai, hal tersebut
etika public, sebagai wujud berakibat kurangnya kepedulian teman
rasa hormat terhadap teman sejawat terhadap kinerja kita. Sehingga
sejawat. dapat berdampak langsung pada
kegiatan yang akan dijalani
Nasionalisme

Saya melakukan sosialisasi


dengan pihak terkait melalui
musyawarah untuk mencapai
mufakat. Dengan melakukan Bila nilai nasionalisme tidak
koordinasi secara musyawarah,
diterapkan maka semua keputusan
saya telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai akan bersifat sepihak, sehingga akan
dengan pancasila sila ke – 4 menimbulkan perselisihan pendapat
(Kerakyatan yang dipimpin oleh di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
hikmat kebijaksanaan dalam dapat menghambat jalannya kegiatan.
permusyawarahan perwakilan )

Whole of Government
Saya telah melakukan
koordinasi dan kolaborasi
dengan pihak terkait sebagai
wujud penerapan whole of
government
Jika tidak melakukan koordinasi
dengan tim, akan terjadi
miskomunikasi di antara sesama
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
yang baik, menyebabkan kegagalan
dalam pelaksanaan kegiatan
4. Memberikan Akuntabilitas Jika tidak menerapkan Nilai Dasar
informasi dan Saya memberikan informasi Akuntabilitas dalam kegiatan Integrasi
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
pemberian kartu kepada pasien dengan penuh maka informasi yang disampaikan tidak
kendali DM tanggung jawab. Dengan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya
kepada pasien memberikan informasi dengan dan informasi banyak yang hilang
penuh tanggung jawab, saya sehingga output yang didapat akan
telah saya melaksanakan nilai melenceng dari tujuan utama.
akuntabilitas agar informasi
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik
Saya menyampaikan informasi Jika tidak diterapkan nilai dasar etika
dengan sopan. Dengan public dalam penyampaian informasi
menyampaikan informasi kepada pasien, maka dapat terjadi
dengan sopan, saya telah kesalahpahaman antara dokter dengan
melaksanakan nilai etika publik pasien, sehingga akan berakibat pasien
sebagai wujud penghargaan tidak peduli dengan keberadaan kartu
terhadap masyarakat. kendali DM tersebut

Nasionalisme
Saya menyampaikan informasi
kepada pasien tanpa Jika nilai dasar nasionalisme tidak
membeda-bedakan. Dengan diterapkan, maka akan timbul perasaan
menyampaikan informasi tanpa diskriminatif,
membeda-bedakan, saya yang nantinya dapat terjadi perpecahan
melaksanakan nilai sekaligus berdampak kepada
nasionalisme yang sesuai keberhasilan kegiatan.
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )

Anti korupsi Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti


Saya memberikan Penjelasan Korupsi maka akan timbul konflik
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
kepada pasien dengan penuh kepentingan dalam pelaksanaannya,
kejujuran tanpa sehingga hasil yang didapat tidak
mengharapkan dan maksimal dan telah disusupi oleh
menerima imbalan.. Dengan golongan tertentu.
memberikan penjelasan
dengan penuh kejujuran tanpa
mengharapkan imbalan, saya
telah melaksanakan nilai dasar
anti korupsi agar menghindari
tindak pidana gratifikasi.

Komitmen mutu
Saya memberikan Penjelasan Jika tidak diterapkan nilai dasar komitmen
kepada pasien dengan bahasa mutu, maka pasien tidak dapat
yang mudah dimengerti agar menangkap dengan maksimal apa yang
efektif untuk meningkatkan telah disampaikan. Bila kurangnya
mutu pelayanan. pemahaman pasien mengenai penyakit
diabetes, akan sulit untuk mengubah pola
hidup pasien yang akan berpengaruh
terhadap tidak membaiknya kondisi
pasien setelah mendapatkan terapi dari
dokter.

Manajemen ASN
Saya memberikan informasi Jika tidak diterapkan nilai manajemen
dan pemberian kartu kendali ASN, maka kegiatan tidak akan berjalan
DM kepada pasien dalam dengan baik, dikarenakan pelayanan
wujud peran ASN, sebagai yang tidak maksimal
pelayan publik

2. Buku Register 7. Meminta Akuntabilitas Berkonsultasi dan meminta persetujuan


Pasien DM persetujuan dan kepada pimpinan dimaksudkan untuk
Saya meminta persetujuan dan memberi pengarahan lebih lanjut pada
dengan berkonsultasi
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
disabilitas dan kepada pimpinan/ konsultasi kepada pimpinan kegiatan yang akan dilakukan. Bila tahap
penyulit mentor untuk (Kepala Puskesmas) dengan ini tidak dilaksanakan maka akan timbul
pembuatan Buku penuh tanggung jawab. kesalahpahaman dan ketidakpercayaan,
Register DM Dengan meminta persetujuan serta tidak ada koordinasi antara tenaga
dengan disabilitas secara bertanggung jawab, kesehatan terkait dengan kelancaran
saya telah melaksanakan nilai kegiatan.
dan penyulit lainnya akuntabilitas agar persetujuan
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses

Etika Publik

Saya meminta persetujuan dan


melakukan diskusi kepada Bila konsultasi (kepada atasan) tidak
pimpinan dengan bahasa yang dilakukan dengan sopan, santun, dan
sopan. Dengan menggunakan sistematis maka pimpinan akan merasa
bahasa yang sopan tersebut kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
saya melaksanakan nilai dasar tersebut berakibat kurangnya kepedulian
Etika Publik sebagai wujud rasa pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
hormat terhadap pimpinan dapat berdampak langsung pada
kegiatan yang akan dijalani
Nasionalisme
Bila nilai nasionalisme tidak
Saya meminta persetujuan diterapkan maka semua keputusan
sekaligus mendiskusikan akan bersifat sepihak, sehingga akan
rencana kegiatan yang akan menimbulkan perselisihan pendapat
dilakukan kepada pimpinan di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
melalui metode musyawarah dapat menghambat jalannya kegiatan.
untuk mufakat. Dengan
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan Jika tidak melakukan koordinasi dengan
sebagai bentuk koordinasi dan tim, akan terjadi miskomunikasi di antara
kolaborasi. sesama anggota, tidak akan terjadi
kerjasama yang baik, menyebabkan
kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan

8. Mengumpulkan Akuntabilitas Apabila tidak diterapkan nilai dasar


data pasien DM Saya melakukan pengumpulan akuntabilitas, maka dalam pengambilan
tiga bulan data pasien DM dengan penuh data dan kevalidan data tidak dapat
terakhir tanggung jawab. Dengan dipertanggungjawabkan, maka data dan
melaksanakan tanggung jawab informasi yang didapat tidak akan
itu saya melaksanakan nilai melambangkan kondisi yang sebenarnya
dasar akuntabilitas agar data dilapangan sehingga hasilnya akan
dapat dipertanggungjawabkan melenceng dari tujuan utama.
dari segi proses.

Nasionalisme
Saya melakukan pengumpulan Apabila tidak diterapkan nilai dasar
data ke seluruh unit yang Nasionalisme data yang didapatkan
terkait tanpa membeda- mencerminkan diskriminasi bagian dan
bedakan. Dengan melakukan tidak akan mampu menjawab kebutuhan
pengumpulan data tanpa pelayanan
membeda-bedakan, saya
melaksanakan nilai
nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
Whole of Government
Saya telah melakukan
koordinasi dan kolaborasi Jika tidak melakukan koordinasi dengan
dengan pihak terkait sebagai tim, akan terjadi miskomunikasi di antara
wujud penerapan whole of sesama anggota, tidak akan terjadi
government kerjasama yang baik, menyebabkan
kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan

9. Melakukan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai


diskusi dengan Saya melakukan diskusi akuntabilitas, maka tidak akan
tim KPLDH dan dengan tim KPLDH secara terjalinnya kerjsama yang solid serta
melakukan partisipasif . Dengan sistematis, yang nantinya akan
seleksi serta melakukan diskusi dengan tim berdampak kepada keberhasilan
KPLDH secara partisipasif,
menentukan kegiatan yang akan dilakukan.
saya telah melaksanakan nilai
skala prioritas akuntabilitas agar data dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya melakukan diskusi
dengan tim KPLDH Bila konsultasi (kepada tim KPLDH) tidak
menggunakan Bahasa yang dilakukan dengan sopan dan santun,
sopan. Dengan melakukan maka PJ unit terkait akan merasa kurang
diskusi dengan tim KPLDH nyaman dan kurang dihargai, hal tersebut
menggunakan Bahasa yang berakibat kurangnya kepedulian teman
sopan, saya telah sejawat terhadap kinerja kita. Sehingga
melaksanakan nilai dasar Etika dapat berdampak langsung pada
Publik sebagai wujud rasa kegiatan yang akan dijalani
hormat terhadap teman sejawat

Nasionalisme

Saya melakukan diskusi


dengan tim KPLDH secara Bila nilai nasionalisme tidak
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
musyawarah untuk mufakat. diterapkan maka semua keputusan
Dengan melakukan diskusi akan bersifat sepihak, sehingga akan
dengan tim KPLDH secara menimbulkan perselisihan pendapat
musyawarah, saya telah di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
melaksanakan nilai dasar dapat menghambat jalannya kegiatan.
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke-4,
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan

Anti korupsi
Saya melakukan diskusi
dengan tim KPLDH dengan
Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
penuh keadilan. Dengan
Korupsi maka akan timbul konflik
melakukan diskusi dengan tim
kepentingan dalam pelaksanaannya,
KPLDH dengan penuh
sehingga hasil yang didapat tidak
keadilan, saya telah
maksimal dan telah disusupi oleh
melaksanakan nilai dasar anti
golongan tertentu.
korupsi untuk menghindari
tindak pidana perbuatan
curang.

Whole of Government
Saya telah melakukan
koordinasi dan kolaborasi
dengan tim KPLDH sebagai Jika tidak melakukan koordinasi dengan
wujud penerapan whole of tim, akan terjadi miskomunikasi di antara
government sesama anggota, tidak akan terjadi
kerjasama yang baik, menyebabkan
kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan
10. Mencatat daftar Akuntabilitas Pelaporan dimaksudkan sebagai wujud
pasien terpilih di Saya melakukan pencatatan pertanggung jawaban atas kegiatan yang
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
dalam buku daftar pasien terpilih dengan telah dilaksanakan sehingga dapat
register DM penuh tanggung jawab. diketahui hasil yang telah berhasil
Denagn melakukan pencatatan dicapai. Jika tidak ada pelaporan maka
daftar pasien terpilih dengan kegiatan tidak akan akuntabel dan tidak
penuh tanggung jawab, saya dapat dipercaya
telah melaksanakan nilai dasar
akuntabilitas agar data dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Anti korupsi Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti


Saya melakukan pencatatan Korupsi maka akan timbul konflik
daftar pasien terpilih dengan kepentingan dalam pelaksanaannya,
penuh kejujuran. Dengan sehingga hasil yang didapat tidak
melakukan pencatatan daftar maksimal dan telah disusupi oleh
pasien terpilih dengan penuh golongan tertentu.
kejujuran, saya telah
melaksanakan nilai dasar anti
korupsi untuk menghindari .
tindak pidana perbuatan
curang
5. Melakukan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai
koordinasi dengan Saya koordinasi dengan tim akuntabilitas, maka tidak akan
tim KPLDH untuk KPLDH dengan penuh terjalinnya kerjsama yang solid serta
membantu tanggung jawab. Dengan sistematis, yang nantinya akan
memantau pasien melakukan koordinasi dengan berdampak kepada keberhasilan
penuh tanggung jawab, saya
melalui kegiatan kegiatan yang akan dilakukan.
telah melaksanakan indikator
home visited dan nilai dasar akuntabilitas agar
menentukan tindak lanjut dapat
jadwal home visite dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
Saya melakukan koordinasi .
dengan tim KPLDH
menggunakan bahasa yang Apabila saya tidak menggunakan bahasa
sopan. Dengan melakukan yang sopan dalam koordinasi, maka inti
koordinasi menggunakan dari koordinasi yang ingin dijalin tidak
bahasa yang sopan, saya akan tersampaikan dengan baik.
melaksanakan nilai dasar Etika
Publik sebagai wujud rasa
hormat terhadap teman sejawat

Manajemen ASN
Saya memberikan informasi
kepada TIM KPLDH perihal
pasien yang harus di home Apabila tidak menjalankan
visite dalam wujud peran ASN, manajemen ASN maka pelayanan
sebagai pelayan publik publik yang ingin diwujudkan
selanjutnya tidak akan berjalan

6. Melakukan Akuntabilitas Pelaporan dimaksudkan sebagai wujud


pencatatan Saya melakukan pencatatan pertanggung jawaban atas kegiatan yang
pelaporan home pelaporan home visite dengan telah dilaksanakan sehingga dapat
visite di buku penuh tanggung jawab. diketahui hasil yang telah berhasil
register pasien Dengan melakukan pencatatan dicapai. Jika tidak ada pelaporan maka
pelaporan home visite dengan kegiatan tidak akan akuntabel dan tidak
DM
penuh tanggung jawab, saya dapat dipercaya.
telah melaksanakan indikator
nilai dasar akuntabilitas agar
data dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Anti korupsi Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti


Saya melakukan Saya Korupsi maka akan timbul konflik
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
melakukan pencatatan kepentingan dalam pelaksanaannya,
pelaporan home visite dengan sehingga hasil yang didapat tidak
penuh kejujuran dan maksimal dan telah disusupi oleh
transparansi. Dengan kejujuran golongan tertentu.
tersebut saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar anti korupsi untuk
menghindari tindak pidana
perbuatan curang.

3. Meningkatkan 5. Meminta izin dan Akuntabilitas Berkonsultasi dan meminta persetujuan


aktivitas fisik berkonsultasi kepada pimpinan dimaksudkan untuk
pasien DM kepada pimpinan Saya meminta persetujuan dan memberi pengarahan lebih lanjut pada
dengan GEMA konsultasi kepada pimpinan kegiatan yang akan dilakukan. Bila tahap
untuk melakukan (Kepala Puskesmas) dengan
BASIK (Gerakan ini tidak dilaksanakan maka akan timbul
Progam GEMA penuh tanggung jawab.
Masyarakat kesalahpahaman dan tidak ada
BASIK Dengan melaksanakan
Beraktifitas Fisik koordinasi antara tenaga kesehatan
) salah satunya tanggung jawab ini saya telah terkait dengan kelancaran kegiatan.
berupa senam melaksanakan nilai
kaki DM akuntabilitas agar persetujuan
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses

Etika Publik
Bila konsultasi (kepada atasan) tidak
Saya meminta persetujuan dan dilakukan dengan sopan, santun, dan
melakukan diskusi kepada sistematis maka pimpinan akan merasa
pimpinan dengan bahasa yang kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
sopan. Dengan bahasa yang tersebut berakibat kurangnya kepedulian
sopan tersebut saya pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
melaksanakan nilai dasar Etika dapat berdampak langsung pada
Publik sebagai wujud rasa kegiatan yang akan dijalani
hormat terhadap pimpinan
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
Nasionalisme Bila nilai nasionalisme tidak
diterapkan maka semua keputusan
Saya meminta persetujuan
akan bersifat sepihak, sehingga akan
sekaligus mendiskusikan
rencana kegiatan yang akan
menimbulkan perselisihan pendapat
dilakukan kepada pimpinan di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
melalui metode musyawarah dapat menghambat jalannya kegiatan.
untuk mufakat. Dengan
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government

Saya meminta persetujuan Jika tidak melakukan koordinasi


sebagai bentuk koordinasi dan dengan tim, akan terjadi
kolaborasi. Hal tersebut miskomunikasi di antara sesama
merupakan wujud dari Whole
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
of Government
yang baik, menyebabkan kegagalan
dalam pelaksanaan kegiatan
6. Penyusunan Akuntabilitas Jika nilai dasar tidak dilaksanakan maka
jadwal Saya melakukan penyusunan jadwal senam tidak bisa
pelaksanaan jadwal dengan penuh dipertanggungjawabkan kepada piminan
senam senam tanggung jawab. Dengan dan pihak terkait ( PJ Promkes )
kaki DM dengan melakukan penyusunan jadwal
dengan penuh tanggung jawab,
pihak terkait saya telah melaksanakan
indikator nilai dasar
akuntabilitas agar jadwal dapat
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya melakukan
penyusunan jadwal bersama Bila konsultasi (kepada PJ PTM) tidak
tim terkait ( PJ Promkes ) dilakukan dengan sopan dan santun,
dengan sopan. Dengan maka PJ unit terkait akan merasa kurang
melakukan penyusunan nyaman dan kurang dihargai, hal tersebut
jadwal bersama tim terkait berakibat kurangnya kepedulian teman
dengan sopam, saya telah sejawat terhadap kinerja kita. Sehingga
melaksanakan indikator dapat berdampak langsung pada
etika publik sebagai kegiatan yang akan dijalani
perwujudan rasa hormat
kepada teman sejawat
Nasionalisme

Saya melakukan penyusunan Bila nilai nasionalisme tidak


jadwal melalui metode diterapkan maka semua keputusan
musyawarah untuk mufakat. akan bersifat sepihak, sehingga akan
Dengan melakukan menimbulkan perselisihan pendapat
penyusunan jadwal melalui di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
metode musyawarah untuk
dapat menghambat jalannya kegiatan.
mufakat, saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan

7. Membuat desain Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai akuntabilitas


leaflet dan slide Saya membuat desain leaflet pembuatan leaflet tidak tersusun
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
paparan yang dan slide paparan dengan secara sistematis.
berisi tata cara penuh tanggung jawab.
senam kaki DM Dengan membuat desain leaflet
dan slide paparan dengan
penuh tanggung, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar
informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Nasionalisme

Saya membuat leaflet Senam Jika tidak diterapkan nilai


kaki DM menggunakan bahasa
nasionalisme pada pembuatan kartu
Indonesia yang baik dan
benar sesuai EYD yang
kendali DM ini, pasien yang
berlaku. Dengan membuat memagang kartu tidak dapat
kartu kendali DM menggunakan mengetahui kondisi kesehatannya,
bahasa Indonesia yang baik sehingga berdampak kepada
dan benar, saya telah menurunnya kesadaran pasien
melaksanakan nilai terhadap kesehatannya
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen mutu
Saya membuat leaflet dengan
bahasa yang mudah
dimengerti agar efektif untuk
meningkatkan mutu pelayanan.
Jika tidak diterapkan nilai dasar komitmen
mutu, maka pasien tidak dapat
menangkap dengan maksimal apa yang
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
telah disampaikan. Bila kurangnya
pemahaman pasien mengenai penyakit
diabetes, akan sulit untuk mengubah pola
hidup pasien yang akan berpengaruh
terhadap tidak membaiknya kondisi
pasien setelah mendapatkan terapi dari
dokter.

4. Pelaksanaan Akuntabilitas Jika tidak menerapkan Nilai Dasar


kegiatan senam Saya melaksanakan kegiatan Akuntabilitas dalam kegiatan Integrasi
kaki DM dan senam kaki DM penuh maka kegiatan yang dilakukan tidak
pembagian leaflet tanggung jawab. Dengan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya
melaksanakan kegiatan senam dan informasi banyak yang hilang
kaki DM penuh tanggung sehingga output yang didapat akan
jawab, saya melaksanakan melenceng dari tujuan utama.
indikator nilai dasar
akuntabilitas agar informasi
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik
Jika tidak diterapkan nilai dasar etika
Saya melaksanakan kegiatan public dalam penyampaian informasi
dengan penuh sopan santun. kepada pasien, maka dapat terjadi
Dengan melaksanakan kesalahpahaman antara dokter dengan
kegiatan dengan penuh sopan pasien, sehingga akan berakibat pasien
santun, saya telah tidak peduli dengan keberadaan kartu
melaksanakan indikator nilai kendali DM tersebut
dasar etika publik sebagai
penghormatan kepada pasien
yang sudah berpatisipasi

Anti Korupsi

Saya melaksanakan kegiatan


No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
senam kaki DM sesuai dengan Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
ketentuan yang sudah Korupsi maka akan timbul konflik
ditetapkan. Dengan melakukan kepentingan dalam pelaksanaannya,
sesuai ketentuan yang berlaku sehingga hasil yang didapat tidak
tanpa mengharapkan imbalan maksimal dan telah disusupi oleh
apapun. Dengan golongan tertentu.
melaksanakan kegiatan senam
kaki DM sesuai dengan
ketentuan dan tanpa
mengharapkan imbalan
apapun, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar anti korupsi sehingga
menghindari tindak pidana
gratifikasi

4 SMS reminder 11. Meminta izin Akuntabilitas Berkonsultasi dan meminta persetujuan
untuk dan berkonsultasi kepada pimpinan dimaksudkan untuk
Saya meminta persetujuan dan memberi pengarahan lebih lanjut pada
mengingatkan kepada pimpinan
konsultasi kepada pimpinan kegiatan yang akan dilakukan. Bila tahap
waktu kontrol/ perihal gagasan (Kepala Puskesmas) dengan
ambil obat pembentukan SMS ini tidak dilaksanakan maka akan timbul
penuh tanggung jawab. kesalahpahaman dan tidak ada
reminder Dengan melaksanakan koordinasi antara tenaga kesehatan
tanggung jawab ini saya telah terkait dengan kelancaran kegiatan.
melaksanakan nilai
akuntabilitas agar persetujuan
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses

Etika Publik

Saya meminta persetujuan dan Bila konsultasi (kepada atasan) tidak


melakukan diskusi kepada dilakukan dengan sopan, santun, dan
pimpinan dengan bahasa yang sistematis maka pimpinan akan merasa
sopan. Dengan bahasa yang kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
sopan tersebut saya tersebut berakibat kurangnya kepedulian
melaksanakan nilai dasar Etika pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
Publik sebagai wujud rasa dapat berdampak langsung pada
hormat terhadap pimpinan kegiatan yang akan dijalani

Nasionalisme
Bila nilai nasionalisme tidak
Saya meminta persetujuan
diterapkan maka semua keputusan
sekaligus mendiskusikan
rencana kegiatan yang akan
akan bersifat sepihak, sehingga akan
dilakukan kepada pimpinan menimbulkan perselisihan pendapat
melalui metode musyawarah di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
untuk mufakat. Dengan dapat menghambat jalannya kegiatan.
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan Jika tidak melakukan koordinasi
sebagai bentuk koordinasi dan dengan tim, akan terjadi
kolaborasi. miskomunikasi di antara sesama
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
yang baik, menyebabkan kegagalan
dalam pelaksanaan kegiatan
12. Melakukan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai
Koordinasi dan Saya melakukan koordinasi akuntabilitas, maka tidak akan
sosialisasi dengan dengan PJ progam PTM secara terjalinnya kerjsama yang solid serta
PJ PTM partisipasif. Dengan sistematis, yang nantinya akan
melaksanakan koordinasi berdampak kepada keberhasilan
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
secara partisipasif, maka saya kegiatan yang akan dilakukan.
telah melaksanakan nilai
akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya menyampaikan informasi
dengan bahasa yang sopan. Bila konsultasi kepada unit terkait tidak
Dengan menyampaikan dilakukan dengan sopan dan santun,
informasi secara sopan, saya maka PJ unit terkait akan merasa kurang
telah melaksanakan nilai dasar nyaman dan kurang dihargai, hal tersebut
etika public, sebagai wujud berakibat kurangnya kepedulian teman
rasa hormat terhadap teman sejawat terhadap kinerja kita. Sehingga
sejawat. dapat berdampak langsung pada
kegiatan yang akan dijalani
Nasionalisme

Saya melakukan koordinasi Bila nilai nasionalisme tidak


dengan pihak terkait melalui diterapkan maka semua keputusan
musyawarah untuk mencapai akan bersifat sepihak, sehingga akan
mufakat. Dengan melakukan menimbulkan perselisihan pendapat
koordinasi secara musyawarah, di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
saya telah melaksanakan nilai
dapat menghambat jalannya kegiatan.
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 4
(Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan )

Whole of Government
Saya telah melakukan
koordinasi dan kolaborasi
dengan pihak terkait sebagai
Jika tidak melakukan koordinasi
wujud penerapan whole of
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
government dengan tim, akan terjadi
miskomunikasi di antara sesama
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
Anti korupsi yang baik, menyebabkan kegagalan
Saya menyampaikan informasi dalam pelaksanaan kegiatan.
kepada pJ PTM dengan penuh
kejujuran. Dengan
memberikan penjelasan
dengan penuh kejujuran, saya
telah melaksanakan nilai dasar Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
anti korupsi agar menghindari Korupsi maka akan timbul konflik
tindak pidana perbuatan kepentingan dalam pelaksanaannya,
curang. sehingga hasil yang didapat tidak
maksimal dan telah disusupi oleh
golongan tertentu.

13. Membuat Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai dasar


template SMS Saya Membuat template SMS akuntabilitas, maka pembuatan
reminder reminder dengan penuh template SMS Reminder tidak akan
tanggung jawab. Dengan terususun secara sistematis, sehingga
Membuat template SMS pengiriman SMS reminder jmenjadi
reminder dengan penuh
kurang efektif
tanggung jawab, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya membuat template
SMS Reminder
menggunakan bahasa yang Jika tidak menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan membuat sopan dalam pembuatan template SMS,
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
template SMS Reminder maka inti dari isis SMS Reminder tidak
menggunakan bahasa yang akan tersampaikan dengan baik.
sopan, saya telah
melaksanakan indikator
etika publik sebagai
perwujudan rasa hormat
kepada teman sejawat

Nasionalisme

Saya membuat template SMS


Reminder menggunakan
bahasa Indonesia yang baik
dan benar sesuai EYD yang Jika tidak diterapkan nilai
berlaku. Dengan membuat nasionalisme pada
template SMS Reminder pembuatantemplate SMS Reminder
menggunakan bahasa ini, pasien akan kebingungan dalam
Indonesia yang baik dan benar, menelaah isi SMS reminder, sehingga
saya telah melaksanakan nilai berdampak kepada menurunnya
nasionalisme, yakni sesuai
kesadaran pasien terhadap
dengan pancasila sila ke – 3
( Persatuan Indonesia )
kesehatannya

14. Melakukan Akuntabilitas Jika tidak menerapkan Nilai Dasar


sosialisasi Sistem Saya memberikan informasi Akuntabilitas dalam kegiatan Integrasi
SMS Reminder kepada pasien dengan penuh maka informasi yang disampaikan tidak
kepada pasien tanggung jawab. Dengan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya
memberikan informasi dengan dan informasi banyak yang hilang
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
penuh tanggung jawab, saya sehingga output yang didapat akan
telah saya melaksanakan nilai melenceng dari tujuan utama.
akuntabilitas agar informasi
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik Jika tidak diterapkan nilai dasar etika


Saya menyampaikan informasi public dalam penyampaian informasi
dengan sopan. Dengan kepada pasien, maka dapat terjadi
menyampaikan informasi kesalahpahaman antara dokter dengan
dengan sopan, saya telah pasien, sehingga akan berakibat pasien
melaksanakan nilai etika public tidak peduli dengan keberadaan kartu
sebagai wujud penghargaan kendali DM tersebut
terhadap masyarakat.

Nasionalisme Jika nilai dasar nasionalisme tidak


Saya menyampaikan informasi diterapkan, maka akan timbul perasaan
kepada pasien tanpa diskriminatif,
membeda-bedakan. Dengan yang nantinya dapat terjadi perpecahan
menyampaikan informasi tanpa sekaligus berdampak kepada
membeda-bedakan, saya keberhasilan kegiatan.
melaksanakan nilai
nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )

Anti korupsi
Saya memberikan Penjelasan Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
kepada pasien dengan penuh Korupsi maka akan timbul konflik
kejujuran. Dengan kepentingan dalam pelaksanaannya,
memberikan penjelasan sehingga hasil yang didapat tidak
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
dengan penuh kejujuran, saya maksimal dan telah disusupi oleh
telah melaksanakan nilai dasar golongan tertentu.
anti korupsi agar menghindari
tindak pidana gratifikasi.

Komitmen mutu Jika tidak diterapkan nilai komitmen mutu,


Saya memberikan Penjelasan maka pasien tidak dapat menangkap
kepada pasien dengan bahasa dengan maksimal apa yang telah
yang mudah dimengerti agar disampaikan. Bila kurangnya
efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penyakit
mutu pelayanan. diabetes, akan sulit untuk mengubah pola
hidup pasien yang akan berpengaruh
terhadap tidak membaiknya kondisi
pasien setelah mendapatkan terapi dari
dokter.

Manajemen ASN
Saya memberikan informasi Jika tidak diterapkan nilai manajemen
kepada pasien dalam wujud ASN, maka kegiatan tidak akan berjalan
peran ASN, sebagai pelayan dengan baik, dikarenakan pelayanan
public yang tidak maksimal

15. Mengirim Akuntabilitas Jika tidak menerapkan Nilai Dasar


SMS kepada Saya mengirimkan SMS Akuntabilitas dalam kegiatan Integrasi
pasien H-3 kontrol reminder dengan penuh maka informasi yang disampaikan tidak
dan H-1 kontrol tanggung jawab. Dengan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya
mengirimkan SMS reminder dan informasi banyak yang hilang
dengan penuh tanggung jawab, sehingga output yang didapat akan
saya telah melaksanakan melenceng dari tujuan utama.
indikator nilai dasar
akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan

Etika Publik
Saya mengirimkan SMS
Reminder menggunakan
bahasa yang sopan. Jika tidak diterapkan nilai dasar etika
Dengan membuat template public dalam penyampaian informasi
SMS Reminder kepada pasien, maka dapat terjadi
kesalahpahaman antara dokter dengan
menggunakan bahasa yang
pasien, sehingga akan berakibat pasien
sopan, saya telah tidak peduli dengan keberadaan kartu
melaksanakan indikator kendali DM tersebut
etika publik sebagai
perwujudan rasa hormat
kepada pasien.

Nasionalisme

Saya mengirimkan SMS Jika nilai dasar nasionalisme tidak


Reminder kepada seluruh diterapkan, maka akan timbul perasaan
pasien tanpa mebeda-bedakan. diskriminatif,
Dengan mengirimkan SMS yang nantinya dapat terjadi perpecahan
Reminder kepada seluruh sekaligus berdampak kepada
pasien tanpa mebeda-bedakan, keberhasilan kegiatan.
saya telah melaksanakan saya
melaksanakan nilai
nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )

Anti korupsi
Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
Saya mengirimkan SMS Korupsi maka akan timbul konflik
Reminder sesuai dengan kepentingan dalam pelaksanaannya,
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
ketentuan yang sudah sehingga hasil yang didapat tidak
ditetapkan dan tidak meminta maksimal dan telah disusupi oleh
atau menerima biaya atau golongan tertentu.
bentuk apapun di luar
ketentuan. Dengan
mengirimkan SMS Reminder
sesuai dengan ketentuan yang
sudah ditetapkan dan tidak
meminta atau menerima biaya
atau bentuk apapun di luar
ketentuan, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar anti korupsi sehingga
menghindari tindak pidana
gratifikasi
5. Penyuluhan 1. Permohonan izin Akuntabilitas Berkonsultasi dan meminta persetujuan
Terpadu DM kepada kepada pimpinan dimaksudkan untuk
Saya meminta persetujuan dan memberi pengarahan lebih lanjut pada
pimpinan/mentor
konsultasi kepada pimpinan kegiatan yang akan dilakukan. Bila tahap
(Kepala Puskesmas) dengan ini tidak dilaksanakan maka akan timbul
penuh tanggung jawab. kesalahpahaman dan tidak ada
Dengan melaksanakan koordinasi antara tenaga kesehatan
tanggung jawab ini saya telah terkait dengan kelancaran kegiatan.
melaksanakan nilai
akuntabilitas agar persetujuan
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses

Etika Publik

Saya meminta persetujuan dan Bila konsultasi (kepada atasan) tidak


melakukan diskusi kepada dilakukan dengan sopan, santun, dan
pimpinan dengan bahasa yang sistematis maka pimpinan akan merasa
sopan. Dengan bahasa yang kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
tersebut berakibat kurangnya kepedulian
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
sopan tersebut saya pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
melaksanakan nilai dasar Etika dapat berdampak langsung pada
Publik sebagai wujud rasa kegiatan yang akan dijalani
hormat terhadap pimpinan

Nasionalisme
Bila nilai nasionalisme tidak
Saya meminta persetujuan
sekaligus mendiskusikan
diterapkan maka semua keputusan
rencana kegiatan yang akan akan bersifat sepihak, sehingga akan
dilakukan kepada pimpinan menimbulkan perselisihan pendapat
melalui metode musyawarah di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
untuk mufakat. Dengan dapat menghambat jalannya kegiatan.
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan
sebagai bentuk koordinasi
dan kolaborasi. Jika tidak melakukan koordinasi
dengan tim, akan terjadi
miskomunikasi di antara sesama
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
yang baik, menyebabkan kegagalan
dalam pelaksanaan kegiatan
2. Membuat jadwal Akuntabilitas Apabila saya tidak berkonsultasi dan
penyuluhan Saya melakukan penyusunan meminta persetujuan atasan sebelum
jadwal dengan penuh
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
tanggung jawab. Dengan saya melakukan kegiatan maka akan
melakukan penyusunan jadwal menghambat kegiatan aktualisasi
dengan penuh tanggung jawab, yang akan saya lakukan.
saya telah melaksanakan
indikator nilai dasar
akuntabilitas agar jadwal dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya melakukan
penyusunan jadwal bersama Bila konsultasi (kepada atasan) tidak
tim terkait ( PJ Promkes ) dilakukan dengan sopan, santun, dan
sistematis maka pimpinan akan merasa
dengan sopan. Dengan
kurang nyaman dan kurang dihargai, hal
melakukan penyusunan tersebut berakibat kurangnya kepedulian
jadwal bersama tim terkait pimpinan terhadap kinerja kita. Sehingga
dengan sopan, saya telah dapat berdampak langsung pada
melaksanakan indikator kegiatan yang akan dijalani
etika publik sebagai
perwujudan rasa hormat
kepada teman sejawat

Nasionalisme

Saya melakukan penyusunan


jadwal melalui metode Bila nilai nasionalisme tidak
musyawarah untuk mufakat.
diterapkan maka semua keputusan
Dengan melakukan
penyusunan jadwal melalui akan bersifat sepihak, sehingga akan
metode musyawarah untuk menimbulkan perselisihan pendapat
mufakat, saya melaksanakan di lingkungan unit kerja. Hal tersebut
nilai dasar nasionalisme, yakni dapat menghambat jalannya kegiatan.
sesuai dengan pancasila sila
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
ke-4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan

Whole of Government
Saya melakukan diskusi
tentang penetapan jadwal
penyuluhan sebagai bentuk
koordinasi dan kolaborasi. Jika tidak melakukan koordinasi
Hal tersebut merupakan wujud dengan tim, akan terjadi
dari Whole of Government miskomunikasi di antara sesama
anggota, tidak akan terjadi kerjasama
yang baik, menyebabkan kegagalan
dalam pelaksanaan kegiatan

3. Menyiapkan Akuntabilitas Jika tidak diterapkan nilai dasar


materi penyuluhan Saya membuat materi akuntabilitas, maka pembuatan materi
beserta soal pre penyuluhan dengan penuh penyuluhan tidak akan terususun
dan post test tranparansi. Dengan membuat secara sistematis, sehingga materi
materi penyuluhan dengan yang ditampilkan kurang menarik dan
penuh tranparansi, saya telah
sumbenya dapat dipertanyakan.
melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar
informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Nasionalisme
Jika tidak menggunakan bahasa yang
Saya membuat materi sopan dalam pembuatan template SMS,
penyuluhan dengan maka inti dari isis SMS Reminder tidak
menggunakan bahasa
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
Indonesia yang baik dan akan tersampaikan dengan baik.
benar sesuai EYD yang Jika tidak diterapkan nilai
berlaku. Dengan membuat nasionalisme pada pembuatan materi
kartu kendali DM menggunakan penyuluhan ini, pasien akan
bahasa Indonesia yang baik kebingungan dalam menelaah isi
dan benar, saya telah materi penyuluhan, sehingga dapat
melaksanakan nilai
terjadi ketidakefektifan penyuluhan.
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen mutu
Saya membuat materi
penyuluhan dengan bahasa Jika tidak diterapkan nilai komitmen mutu,
yang mudah dimengerti agar maka kegiatan penyuluhan yang
efektif untuk meningkatkan seharusnya dapat menambah
mutu pelayanan pengetahuan masyarat, malah membuat
masyarakat bingung dan sulit menerima
isi materi penyuluhan
Anti korupsi
Saya menyiapkan materi
secara mandiri tanpa ada
tekanan dari pihak manapun. Jika saya tidak menyusun soal pretest
Dengan materi secara mandiri
dan post test secara mandiri, maka akan
tanpa ada tekanan dari pihak
manapun, saya telah ada intervensi yang timbul.Intervensi
melaksanakan indicator nilai tersebut tidak akan dapat menjamin
dasar anti korupsi sehingga kerahasiaan soal dan tidak dapat
menghindari tindak pidana menjamin tidak terjadinya kecurangan
perbuatan curang sehingga menjadi bias dalam mengukur
pengetahuan sasaran.
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
4. Pelaksanaan Akuntabilitas Jika nilai Akuntabilitas tidak dijalankan
penyuluhan Saya melaksanakan dalam tahapan kegiatan ini, kegiatan
Terpadu DM penyuluhan dengan penuh penyuluhan tidak akan berjalan sesuai
tanggung jawab. Dengan aturan yang sudah ditentukan, yang
melaksanakan penyuluhan nantinya akan berdampak kepada
dengan penuh tanggung
kurang efektifnya kegiatan.
jawab, saya telah saya
melaksanakan nilai
akuntabilitas agar informasi
dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik
Saya menyampaikan isi Jika tidak diterapkan nilai dasar etika
penyuluhan dengan penuh publik dalam penyampaian informasi
sopan santun. Dengan kepada pasien, maka dapat terjadi
menyampaikan isi penyuluhan kesalahpahaman antara dokter dengan
dengan penuh sopan santun, pasien.
saya telah melaksanakan nilai
etika publik sebagai wujud
penghargaan terhadap
masyarakat.

Nasionalisme
Saya menyampaikan isi Jika nilai dasar nasionalisme tidak
penyuluhan kepada pasien diterapkan, maka akan timbul perasaan
tanpa membeda-bedakan. diskriminatif, yang nantinya dapat terjadi
Dengan menyampaikan perpecahan sekaligus berdampak kepada
informasi tanpa membeda- keberhasilan kegiatan.
bedakan, saya melaksanakan
nilai nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan

5. Evaluasi Hasil Akuntabilitas JIka nilai dasar akuntabilitas tidak


Pretest dan Saya melakukan analisa hasil diterapkan, maka kegiatan evaluasi
Postest pretest dan postest dengan tidak dapat dipertanggungjawabkan
penuh tanggung jawab. keabsahannya. Hal ini dapat menjadi
Dengan melakukan analisa bias dalam pengukuran tingkat
hasil pretest dan postest
pengetahuan pasien terhadap
dengan penuh tanggung, saya
telah melaksanakan indikator penyakit DM.
nilai dasar akuntabilitas agar
informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Nasionalisme
Saya melakukan analisa hasil
pre test dan postest secara
objektif, tanpa membeda-
Jika nilai dasar nasionalisme tidak
bedakan. Dengan melakukan
diterapkan, maka akan timbul
analisa hasil pre test dan
postest tanpa membeda- perasaan diskriminatif, yang nantinya
bedakan, saya telah dapat terjadi perpecahan sekaligus
melaksanakan saya berdampak kepada keberhasilan
melaksanakan nilai kegiatan.
nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )
Anti Korupsi
Saya melakukan analisa hasil
pre test dan postest dengan
penuh kejujuran dan
transparansi. Dengan
kejujuran tersebut saya telah Jika tidak menerapkan Nilai Dasar Anti
No Kegiatan Tahapan kegiatan Nilai-Nilai Dasar Dampak Bila Tidak Diaktualisasikan
melaksanakan indikator nilai Korupsi maka akan timbul konflik
dasar anti korupsi untuk kepentingan dalam pelaksanaannya,
menghindari tindak pidana sehingga hasil yang didapat tidak
perbuatan curang maksimal dan telah disusupi oleh
golongan tertentu.

Tabel 2.5.2 Analisa Dampak Bila Kegiatan Tidak Dilaksanakan terhadap Isu
No Kegiatan Dampak terhadap Isu Bila Kegiatan Tidak Dilaksanakan
1. Pembuatan KARTU Kendali DM Apabila kegiatan pembuatan Kartu kendali DM tidak
dilaksanakan, maka pasien tidak memiliki pedoman dalam
mengevaluasi kondisi kesehatannya, sehingga kesadaran pasien
dalam menjalani terapi akan berkurang. Serta dengan tidak
adanya kartu kendali DM ini, akan berdampak kepada kesulitan
tenaga medis dalam memantau kesehatan pasien, dikarenakan
Tidak adanya catatan medis khusus yang dipegang pribadi oleh
pasien.
2. Pembuatan Buku Register DM dengan Apabila buku Register DM dengan disabilitas dan penyulit lainnya
disabilitas atau penyulit lainnya tidak dibuat, maka tidak akan adanya panduan khusus dalam
memantau kesehatan pasien Diabetes Melitus dengan disabilitas
ataupun penyulit secara berkelanjutan. Hal tersebut dapat
membuat derajat kesehatan pasien menurun, mengingat pasien
No Kegiatan Dampak terhadap Isu Bila Kegiatan Tidak Dilaksanakan
dengan disabilitas atau penyulit lainnya kesulitan dalam
mendapatkan pelayanan kesehatan.
3. GEMA BASIK ( Gerakan Masyarakat Beraktivitas Beraktivitas fisik merupakan satu dari empat pilar penatalaksanaan
Fisik ) pengobatan diabetes melitus. Latihan fisik pada penderita diabetes
dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan menurunkan penyakit
kardiovaskular.
Apabila kegiatan GEMA BASIK ( Gerakan Masyarakat
Beraktivitas Fisik ) tidak dilaksanakan, maka akan timbul
ketidaktahuan dan ketidakpahaman pasien tentang pentingnya
aktivitas fisik yang merupakan salah satu pilar dari
penatalaksanaan pengobatan Diabetes Melitus. Dengan
kurangnya pengetahuan pasien terhadap pentingnya beraktivitas
fisik, akan berdampak secara langsung terhadap kualitas
kesehatan pasien yang juga berkurang, serta dapat meningkat
resiko lebih tinggi terjadi komplikasi terkait penyakit Diabetes
Melitus.
4. SMS Reminder dalam mengingatkan kontrol Apabila SMS Reminder tidak dilaksanakan, maka akan
dan minum obat berdampak ada menurunnya kepatuhan pasien Diabetes Melitus
dalam menjalankan terapi penyakitnya. Mengingat pasien
Diabetes Melitus mayoritas berusia diatas 50 tahun, sehingga
harus ada sarana pengingat jangka panjang sebagai pengingat
No Kegiatan Dampak terhadap Isu Bila Kegiatan Tidak Dilaksanakan
pasien dalam menjalani pengobatan Diabetes Melitus.
5. Penyuluhan terpadu DM Apabila tidak dilakukan penyuluhan terpadu DM, maka tidak
dapat menilai tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus
sebelum dilakukan intervensi maupun sudah dilakukan intervensi.
Hal tersebut dapat menjadi penyulit dalam melakukan evaluasi
atau penilaian sejauh mana tingkat pengetahuan pasien terhadap
penyakit Diabetes Melitus.
Dan juga dapat berdampak dengan berkurangnya kualitas
kesehatan pasien Diabetes Melitus. Hal ini dikarekanan pasien
tidak mengetahui bahaya apa saja yang dapat terjadi pada
penderita Diabetes Melitus itu sendiri, sehingga tidak adanya
kewaspadaan dalam mengantisipasi komplikasi – komplikasi
yang dapat ditimbulkan dari penyakakit Diabetes Melitus.
BAB III
RENCANA AKSI AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Tugas : Melakukan Pelayanan Medik Umum


Isu : Rendahnya kesadaran pasien terhadap kepatuhan meminum obat TB
Solusi/gagasan : Meningkatkan kepatuhan pasien TB dengan progam “GO-OAT “

Tabel 3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar, Peran dan Kedudukan PNS Dalam NKRI ( Isu kedua )

Keterkaitan Substansi Mata Output/Hasil Konstribusi Penguatan


Pelatihan terhadap Kegiatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai-nilai
Nilai-Nilai ANEKA
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Mendata 5. Meminta Akuntabilitas  Video dokumentasi Pelayanan yang Membuat program
Identitas Pasien persetujuan dan meningkatkan GO -OAT
TB berbasis berkonsultasi Saya meminta persetujuan dan  Surat kualitas mendukung nilai-
google form kepada pimpinan konsultasi kepada pimpinan persetujuan pengobatan TB nilai organisasi
untuk melakukan (Kepala Puskesmas) dengan mendukung visi Puskesmas
pendataan Identitas penuh tanggung jawab. Puskesmas Kecamatan
Pasien TB berbasis Dengan meminta persetujuan Kecamatan Matraman, yaitu :
google form secara bertanggung jawab, saya Matraman :
telah melaksanakan nilai “Menjadi 1. Kerja keras :
akuntabilitas agar persetujuan Puskesmas Yang kerja dengan
dapat dipertanggungjawabkan berprestasi dan berpikir kreatif
dari segi proses terakreditasi dan inovatif
paripurna menuju 2. Kerja loyalitas :
Etika Publik Matraman sehat” kerja dengan
penuh tanggung
Saya meminta persetujuan dan Dan sesuai juga jawab dan
melakukan diskusi kepada dengan misi poin menjaga
pimpinan dengan bahasa yang 1, yaitu : kepercayaan
sopan. Dengan menggunakan 3. Kerja tuntas :
bahasa yang sopan tersebut “Mewujudkan kerja sampai
saya melaksanakan nilai dasar pelayanan tugas selesai
Etika Publik sebagai wujud rasa kesehatan yang 4. Kerja integritas :
hormat terhadap pimpinan merata, bermutu kerja dengan
dan berorientasi benar sesuai
Nasionalisme pada kepuasan dgn prosedur
pelanggan”
Saya meminta persetujuan
sekaligus mendiskusikan
rencana kegiatan yang akan
dilakukan kepada pimpinan
melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke-
4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan
sebagai bentuk koordinasi dan
kolaborasi.
6. Melakukan Akuntabilitas Terlaksananya
Koordinasi dengan Saya melakukan koordinasi koordinasi dengan
PJ Program TB dan dengan PJ progam TB dan baik dalam bentuk
petugas di Poli TB petugas di Poli TB secara adanya UANG
partisipasif. Dengan
melaksanakan koordinasi (Undangan,
secara partisipasif, maka saya Absensi, Notulensi,
telah melaksanakan nilai Gambar )
akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya menyampaikan informasi
dengan bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan
informasi secara sopan, saya
telah melaksanakan nilai dasar
etika public, sebagai wujud rasa
hormat terhadap teman sejawat.

Nasionalisme

Saya melakukan koordinasi


dengan pihak terkait melalui
musyawarah untuk mencapai
mufakat. Dengan melakukan
koordinasi secara musyawarah,
saya telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 4
(Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan )

Whole of Government
Saya telah melakukan
koordinasi dan kolaborasi
dengan pihak terkait sebagai
wujud penerapan whole of
government

Anti korupsi
Saya menyampaikan informasi
kepada PJ progam TB dan
petugas di Poli TB dengan
penuh kejujuran. Dengan
memberikan penjelasan dengan
penuh kejujuran, saya telah
melaksanakan nilai dasar anti
korupsi agar terhindar tindak
pidana perbuatan curang.

Akuntabilitas
Saya Membuat template
identitas pasien dengan penuh
tanggung jawab. Dengan
Membuat template identitas
pasien dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan
7. Membuat template
indikator nilai dasar akuntabilitas Template identitas
identitas pasien TB
agar dapat pasien berbasis
berbasis google
dipertanggungjawabkan dari google form
form
segi proses.

Etika Publik
Saya membuat template
template identitas pasien
menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan membuat
template SMS Reminder
menggunakan bahasa yang
sopan, saya telah
melaksanakan indikator etika
publik sebagai perwujudan rasa
hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme
Saya membuat template
template identitas pasien
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
sesuai EYD yang berlaku.
Dengan membuat template
SMS Reminder menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar, saya telah
melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya membuat template
identitas pasien yang belum
pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan
dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di
Puskesmas Kelurahan Utan
Kayu Utara.
Anti korupsi
Saya membuat template
identitas pasien secara mandiri.
Dengan membuat template
identitas pasien secara mandiri,
saya telah melaksanakan nilai
dasar anti korupsi agar
menghindari tindak perbuatan
curang

8. Menginput data Akuntabilitas Adanya data


identitas pasien Saya Menginput data identitas identitas pasien
Tuberkulosis di pasien Tuberkulosis di google sesuai format
google form ke form ke bentuk google dengan google form
bentuk google spreadsheet google form secara
spreadsheet bertanggung jawab. Dengan
google form melaksanakan koordinasi
secara bertanggung jawab,
maka saya telah melaksanakan
nilai akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Komitmen Mutu
Menginput identitas pasien
Tuberkulosis ke google
spreadsheet memudahkan
dalam pembacaan identitas,
penggolongan tanggal kontrol
pasien, pengeditan dan
memudahkan penginputan
untuk SMS Reminder termasuk
efektif dan efisien
5. Memberi warna di Akuntabilitas Adanya pembedaan
google Saya memberikan warna di warna di google
spreadsheet untuk google spread sheet dengan spreadsheet : MDR
membedakan jenis konsisten. Dengan memberikan (kuning), sudah di
pasien dan warna di google spread sheet SMS (biru), Mangkir
keterangan lainnya berdasarkan jenis pasien, saya (merah), GO-OAT
telah menjalankan nilai (ungu), Pengobatan
akuntabilitas agar bisa lengkap/sembuh/pin
dipertanggungjawabkan dalam dah (Hijau)
segi proses

Komitmen Mutu
Memberi warna pada google
spreadsheet untuk
mempermudah petugas dalam
pemantauan status pasien
termasuk hal yang efektif dan
merupakan inovasi baru

2. Membuat SMS 1. Meminta . Akuntabilitas  Video dokumentasi Pelayanan yang Membuat SMS
reminder persetujuan dan Saya meminta persetujuan dan  Surat persetujuan meningkatkan Reminder
pengambilan berkonsultasi konsultasi kepada pimpinan kualitas pengambilan OAT
Obat Anti kepada pimpinan (Kepala Puskesmas) dengan pengobatan TB menguatkan nilai-
Tuberkulosis untuk pembuatan penuh tanggung jawab. mendukung visi nilai organisasi
(OAT) SMS Reminder Dengan meminta persetujuan Puskesmas yaitu :
Pengambilan Obat secara bertanggung jawab, saya Kecamatan
Anti Tuberkulosis telah melaksanakan nilai Matraman : 1. Kerja cerdas :
(OAT) akuntabilitas agar persetujuan “Menjadi kerja secara
dapat dipertanggungjawabkan Puskesmas Yang efektif dan
dari segi proses berprestasi dan efisien
Etika Publik terakreditasi 2. Kerja keras :
Saya meminta persetujuan dan paripurna menuju kerja dengan
melakukan diskusi kepada Matraman sehat” berpikir kreatif
pimpinan dengan bahasa yang dan inovatif
sopan. Dengan menggunakan Dan sesuai juga 3. Kerja loyalitas :
bahasa yang sopan tersebut dengan misi poin kerja dengan
saya melaksanakan nilai dasar 1, yaitu : penuh tanggung
Etika Publik sebagai wujud rasa jawab dan
hormat terhadap pimpinan. “Mewujudkan menjaga
pelayanan kepercayaan
kesehatan yang
Nasionalisme merata, bermutu
Saya meminta persetujuan dan berorientasi
sekaligus mendiskusikan pada kepuasan
rencana kegiatan yang akan pelanggan”
dilakukan kepada pimpinan
melalui metode musyawarah
untuk mufakat. Dengan
melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan
nilai dasar nasionalisme, yakni
sesuai dengan pancasila sila ke-
4, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawarahan
perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan
sebagai bentuk koordinasi
dan kolaborasi.

2. Membuat Akuntabilitas Template SMS


template SMS Saya Membuat template SMS Reminder
reminder reminder dengan penuh
dengan format tanggung jawab. Dengan
yang telah Membuat template SMS
disepakati reminder dengan penuh
tanggung jawab, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya membuat template SMS
Reminder menggunakan
bahasa yang sopan. Dengan
membuat template SMS
Reminder menggunakan
bahasa yang sopan, saya telah
melaksanakan indikator etika
publik sebagai perwujudan rasa
hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme
Saya membuat template SMS
Reminder menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar sesuai EYD yang
berlaku. Dengan membuat
template SMS Reminder
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar,
saya telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya membuat SMS Reminder
yang belum pernah ada
sebelumnya (Inovasi) ,
sehingga diharapkan dapat
menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di
Puskesmas Kelurahan Utan
Kayu Utara.
Anti korupsi
Saya membuat template SMS
Reminder secara mandiri.
Dengan membuat template
SMS Reminder secara mandiri,
saya telah melaksanakan nilai
dasar anti korupsi agar
menghindari tindak perbuatan
curang

4. Menginput data Akuntabilitas Data phonebook


identitas pasien Saya menginput data identitas SMS reminder
Tuberkulosis ke pasien Tuberkulosis dengan terinput di aplikasi
phonebook penuh tanggung jawab. SMS reminder
SMS reminder Dengan melaksanakan
dan membuat tanggung jawab itu saya
grup MDR di melaksanakan nilai dasar
phonebook akuntabilitas agar data dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Komitmen Mutu
Saya menginput data pasien TB
ke phonebook SMS reminder
merupakan inovasi berbasis
teknologi yang efektif agar
format panggilan dan nama
secara otomatis akan muncul
saat mengirim SMS, pembuatan
grup MDR di phonebook
mempermudah pengiriman SMS
reminder ke pasien MDR setiap
hari dan berorientasi kepada
pasien
( efesien, efektif, inovasi )
6. Mengirim SMS Akuntabilitas
reminder H-1 Saya mengirimkan SMS
sebelum hari reminder dengan penuh Tersampaikannya
kontrol pasien tanggung jawab. Dengan SMS reminder ke
Tuberkulosis (TB) mengirimkan SMS reminder Pasien Tuberkulosis
dengan penuh tanggung jawab, ditandai kata “sent
saya telah melaksanakan atau delivered”
indikator nilai dasar akuntabilitas
agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya mengirimkan SMS
Reminder menggunakan
bahasa yang sopan. Dengan
membuat template SMS
Reminder menggunakan
bahasa yang sopan, saya telah
melaksanakan indikator etika
publik sebagai perwujudan rasa
hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme
Saya mengirimkan SMS
Reminder kepada seluruh
pasien tanpa mebeda-
bedakan. Dengan mengirimkan
SMS Reminder kepada seluruh
pasien tanpa mebeda-bedakan,
saya telah melaksanakan saya
melaksanakan nilai
nasionalisme yang sesuai
dengan pancasila sila ke -2 (
Kemanusiaan yang adil dan
beradab )

Anti korupsi
Saya mengirimkan SMS
Reminder sesuai dengan
ketentuan yang sudah
ditetapkan dan tidak meminta
atau menerima biaya atau
bentuk apapun di luar
ketentuan. Dengan mengirimkan
SMS Reminder sesuai dengan
ketentuan yang sudah
ditetapkan dan tidak meminta
atau menerima biaya atau
bentuk apapun di luar
ketentuan, saya telah
melaksanakan indicator nilai
dasar anti korupsi sehingga
menghindari tindak pidana
gratifikasi

3. Melakukan 1.Mempersiapkan Akuntabilitas Dokumentasi alat Pelayanan Melaksanakan


sosialisasi alat dan bahan Saya mempersiapkan alat dan dan bahan seperti kesehatan program GO-OAT
tentang SMS yang bahan yang dibutuhkan untuk laptop, printer, berkualitas menguatkan nilai-
Reminder dipergunakan membuat poster dengan cermat. stabilo, lem, kertas dengan kunjungan nilai organisasi yaitu :
kepada pasien untuk membuat Dengan mempersiapkan alat buffalo besar, rumah oleh
TB melalui poster Sosialisasi dengan cermat, saya telah penggaris untuk petugas Kerja cerdas : kerja
poster di poli TB SMS reminder melaksanakan nilai dasar membuat poster kesehatan secara efektif dan
akuntabilitas agar dapat Sosialisasi SMS mendukung visi efisien
dipertanggungjawabkan dari reminder Puskesmas
segi proses. Kecamatan 1. Kerja ikhlas : kerja
Matraman dengan niat yang
“Menjadi tulus
Puskesmas Yang 2. Kerja keras : kerja
berprestasi dan dengan berpikir
komitmen mutu terakreditasi kreatif dan inovatif
paripurna menuju 3. Kerja cerdas :
Saya mempersiapkan alat dan Matraman sehat” kerja secara
bahan yang dipergunakan untuk efektif dan efisien
membuat poster termasuk Dan sesuai juga 4. Kerja loyalitas :
efisen dalam pengeluaran, dengan misi poin kerja dengan
murah dan sederhana serta 1, yaitu : penuh tanggung
informasi dapat tersampaikan ke jawab dan
pasien TB. “Mewujudkan menjaga
pelayanan Kepercayaan
kesehatan yang 5. Kerja tuntas :
merata, bermutu kerja sampai
dan berorientasi tugas selesai
pada kepuasan
pelanggan”

2. Membuat design Akuntabilitas Design poster


poster Sosialisasi Saya Membuat design poster sosialisasi SMS
SMS reminder dengan penuh tanggung reminder
jawab. Dengan Membuat
design poster dengan penuh
tanggung jawab, saya telah
melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Etika Publik
Saya design poster
menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan membuat
template SMS Reminder
menggunakan bahasa yang
sopan, saya telah
melaksanakan indikator etika
publik sebagai perwujudan rasa
hormat kepada teman sejawat.

Nasionalisme
Saya membuat design poster
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
sesuai EYD yang berlaku.
Dengan membuat design poster
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar,
saya telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

3. Menempel poster Akuntabilitas Poster SMS


tentang SMS Saya menempelkan poster reminder yang
reminder di ruang dengan cermat. Dengan dipajang di ruang
tunggu poli TB menempelkan poster dengan tunggu poli TB
cermat, saya telah
melaksanakan nilai dasar
akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari
segi proses.

Komitmen Mutu
Saya menempel di ruang tunggu
poli TB agar poster mudah
dibaca pasien TB sehingga
informasi tentang SMS reminder
tersampaikan merupakan
inovasi baru dan penerapan
saya sebagai pelayan publik
Melaksanakan 1. Merekap data Akuntabilitas Adanya data pasien Pelayanan Melaksanakan
4. Kunjungan pasien Saya Saya merekap data pasien TB di google kesehatan program GO-OAT
rumah dan atau tuberkulosis yang berwarna merah di google spreadsheet yang berkualitas menguatkan nilai-
Program GO- tidak hadir spreadsheet yang merupakan berwarna merah dengan kunjungan nilai organisasi yaitu :
OAT (berwarna merah) pasien yang tidak hadir kontrol yang merupakan rumah oleh
pengantaran dalam secara cermat. Dengan pasien TB mangkir petugas Kerja cerdas : kerja
Obat Anti pengambilan Obat melakukan perekapan data kesehatan secara efektif dan
Tuberkulosis Anti Tuberkulosis pasien secara cermat, saya mendukung visi efisien
oleh tim KPLDH (OAT) telah melaksanakan nilai Puskesmas
(Ketuk Pintu akuntabilitas agar data dapat Kecamatan 5. Kerja ikhlas : kerja
Layani Dengan dipertanggungjawabkan dari Matraman dengan niat yang
Hati) segi proses. “Menjadi tulus
Puskesmas Yang 6. Kerja keras : kerja
Komitmen mutu berprestasi dan dengan berpikir
terakreditasi kreatif dan inovatif
Saya merekap data yang paripurna menuju 7. Kerja cerdas :
berwarna merah pada pasien Matraman sehat” kerja secara
TB yg tidak hadir dalam efektif dan efisien
pengambilan OAT Dan sesuai juga 8. Kerja loyalitas :
mempermudah petugas untuk dengan misi poin kerja dengan
menandakan pasien TB yang 1, yaitu : penuh tanggung
mangkir dari pengobatan dan jawab dan
lebih efisien, efektif dalam “Mewujudkan menjaga
pengolahan data TB pelayanan Kepercayaan
kesehatan yang 5. Kerja tuntas :
merata, bermutu kerja sampai
dan berorientasi tugas selesai
pada kepuasan
pelanggan”
Akuntabilitas Adanya catatan
Saya mencatat kendala pasien kendala pasien TB
2. Menelepon dan TB mangkir di dalam google yang mangkir di
mencatat spreadsheet dengan cermat. dalam google
kendala pasien Dengan melakukan pencatatan spreadsheet
TB mangkir yang daftar pasien dengan cermat,
tidak hadir saya telah melaksanakan nilai
sesuai jadwal di dasar akuntabilitas agar data
google dapat dipertanggungjawabkan
spreadsheet dari segi proses.

Komitmen mutu

Saya mencatat kendala pasien


TB mangkir di google
spreadsheet untuk
mempermudah perekapan
setiap pasien termasuk efektif,
tidak menggunakan biaya
efisien dan berorentasi kepada
pasien.

3. Melakukan Akuntabilitas Dokumentasi dan


Kunjungan rumah Saya melakukan kunjungan notulen dari tim
oleh tim KPLDH rumah dengan tim KPLDH KPLDH setelah
kepada pasien TB dengan penuh tanggung dilakukan kunjungan
yang mangkir dan jawab. Dengan melakukan rumah dan
pengantaran OAT kunjungan rumah dengan penuh pengantaran OAT
dengan kriteria tanggung jawab, saya telah bagi pasien TB
tertentu (Lansia melaksanakan indikator nilai mangkir dengan
tidak ada keluarga dasar akuntabilitas agar tindak kriteria tertentu
lain yang satu lanjut dapat
rumah, Sakit tidak dipertanggungjawabkan dari
bisa mobilisasi segi proses.
dan tidak ada
keluarga lain yang Etika Publik
satu rumah) Saya melakukan kunjungan
rumah dengan tim KPLDH
menggunakan bahasa yang
sopan. Dengan melakukan
kunjungan rrumah
menggunakan bahasa yang
sopan, saya melaksanakan nilai
dasar Etika Publik sebagai
wujud rasa hormat terhadap
teman sejawat

Manajemen ASN
Saya dan tim KPLDH
melakukan kunjungan rumah
disertai pengantaran OAT bagi
pasien tertentu, melakukan
edukasi tentang TB juga
pendekatan ke pasien dan
keluarga menunjukan pelayanan
terhadap pasien dan
berorientasi kepada kesehatan
pasien dalam wujud peran ASN,
sebagai pelayan publik
Tugas : Melakukan Pelayanan Medik Umum
Isu : Masih banyaknya ODGJ yang belum mendapatkan pengobatan secara Kontinyu

Solusi/gagasan : JUMANJI ( Juru Pemantau Jiwa )

Tabel 3.2 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar, Peran dan Kedudukan PNS Dalam NKRI ( Isu Ketiga )

Keterkaitan Substansi Mata Output/Hasil Konstribusi Penguatan


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Pelatihan terhadap Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai-nilai
Nilai-Nilai ANEKA Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Akuntabilitas Pembentukan Pada kegiatan ini
Kader Kesehatan memberikan
Saya meminta persetujuan dan
Jiwa ini sesuai penguatan
konsultasi kepada pimpinan (Kepala
dengan visi kepada nilai
Puskesmas) dengan penuh Puskesmas
Puskesmas
tanggung jawab. Dengan meminta kecamatan
Kecamatan
persetujuan secara bertanggung  Video Matraman : matraman yaitu :
jawab, saya telah melaksanakan Dokumentasi “Menjadi
1. Meminta nilai akuntabilitas agar persetujuan
persetujuan dan
Tahapan Puskesmas Yang 1. Kerja keras :
dapat dipertanggungjawabkan dari Kegiatan kerja dengan
Membentuk KANJI berkonsultasi berprestasi dan
segi proses berpikir kreatif
1. ( Kader Kesehatan kepada pimpinan/ terakreditasi
Etika Publik  Surat paripurna menuju dan inovatif
JIwa ) mentor untuk 2. Kerja loyalitas
persetuju Matraman sehat”
pembentukan : kerja dengan
Saya meminta persetujuan dan an
KANJI penuh
melakukan diskusi kepada pimpinan pimpinan Dan sesuai juga
dengan bahasa yang sopan. dengan misi poin tanggung
Dengan menggunakan bahasa yang 1, yaitu : jawab dan
sopan tersebut saya melaksanakan menjaga
“Mewujudkan kepercayaan
nilai dasar Etika Publik sebagai
pelayanan kesehatan 3. Kerja tuntas :
wujud rasa hormat terhadap
yang merata, kerja sampai
pimpinan
bermutu dan tugas selesai
berorientasi pada 4. Kerja
kepuasan integritas:
Nasionalisme pelanggan” kerja dengan
benar sesuai
Saya meminta persetujuan sekaligus dgn prosedur
mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada
pimpinan melalui metode
musyawarah untuk mufakat.
Dengan melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan nilai
dasar nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke-4,
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan sebagai
bentuk koordinasi dan kolaborasi.

Akuntabilitas
Saya melakukan pengumpulan data
pasien DM dengan penuh tanggung
jawab. Dengan melaksanakan
tanggung jawab itu saya
2. Mendata kader di melaksanakan nilai dasar Daftar data
akuntabilitas agar data dapat kader di
tiap RW setiap RW
dipertanggungjawabkan dari segi
proses.

Nasionalisme
Saya melakukan pengumpulan data
ke seluruh unit yang terkait tanpa
membeda-bedakan. Dengan
melakukan pengumpulan data tanpa
membeda-bedakan, saya
melaksanakan nilai nasionalisme
yang sesuai dengan pancasila sila
ke -2 ( Kemanusiaan yang adil dan
beradab )

Whole of Government
Saya telah melakukan koordinasi
dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of
government

Akuntabilitas
Saya membuat undangan dengan
penuh tanggung jawab. Dengan
membuat desain leaflet dan slide
paparan dengan penuh tanggung,
saya telah melaksanakan indikator
nilai dasar akuntabilitas agar
informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi
3. Membuat dan proses. Undangan
menyebarkan
sosialisasi
undangan Nasionalisme

Saya membuat undangan


menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar sesuai EYD
yang berlaku. Dengan membuat
kartu kendali DM menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar, saya telah melaksanakan
nilai nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke – 3 (
Persatuan Indonesia )

Komitmen mutu
Saya membuat undangan dengan
bahasa yang mudah dimengerti
agar efektif untuk meningkatkan
mutu pelayanan.
Akuntabilitas
Saya melakukan koordinasi dengan
pihak terkait secara partisipasif.
Dengan melaksanakan koordinasi
secara partisipasif, maka saya telah
melaksanakan nilai akuntabilitas Terlaksanan
agar dapat dipertanggungjawabkan ya koordinasi
dari segi proses. dengan baik
dalam
Etika Publik bentuk
4. Mengadakan Saya menyampaikan informasi adanya
pertemuan dan dengan bahasa yang sopan. UANG
Sosialisasi tentang Dengan menyampaikan informasi
ODGJ dan secara sopan, saya telah (Undangan,
program jumanji melaksanakan nilai dasar etika Absensi,
menggunakan public, sebagai wujud rasa hormat Notulensi,
terhadap teman sejawat. Gambar )
media visual video
Terpilihnya
Nasionalisme KANJI dari
Saya melakukan koordinasi dengan setiap RW, 1
pihak terkait melalui musyawarah RW 2 oarng
untuk mencapai mufakat. Dengan
melakukan koordinasi secara
musyawarah, saya telah
melaksanakan nilai nasionalisme,
yakni sesuai dengan pancasila sila
ke – 4 (Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan )

Whole of Government
Saya telah melakukan koordinasi
dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of
government

1.Meminta Akuntabilitas  Video Pembuatan KAPAO Kegiatan ini


persetujuan dan Dokumentasi ( Kalender mendukung nilai
Saya meminta persetujuan dan Tahapan Pantau Obat )ini – nilai
berkonsultasi
konsultasi kepada pimpinan (Kepala Kegiatan mendukung visi organisasi, yakni
kepada pimpinan/ Puskesmas) dengan penuh “Menjadi :
mentor untuk tanggung jawab. Dengan meminta  Surat
pembuatan Puskesmas Yang
persetujuan secara bertanggung persetuju berprestasi dan 1. Kerja cerdas
KAPAO jawab, saya telah melaksanakan : kerja
an terakreditasi
nilai akuntabilitas agar persetujuan pimpinan paripurna menuju secara efektif
dapat dipertanggungjawabkan dari Matraman sehat” dan efisien
segi proses dan misi 2. Kerja ikhlas :
2. Membuat KAPAO kerja dengan
( Kalender Pantau Etika Publik “Mewujudkan
pelayanan niat yang
Obat ) tulus
Saya meminta persetujuan dan kesehatan yang
merata, bermutu 3. Kerja tuntas :
melakukan diskusi kepada pimpinan kerja sampai
dengan bahasa yang sopan. dan berorientasi
pada kepuasan tugas selesai
Dengan menggunakan bahasa yang
sopan tersebut saya melaksanakan pelanggan”
nilai dasar Etika Publik sebagai
wujud rasa hormat terhadap
pimpinan
Nasionalisme

Saya meminta persetujuan sekaligus


mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada
pimpinan melalui metode
musyawarah untuk mufakat.
Dengan melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan nilai
dasar nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke-4,
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan sebagai
bentuk koordinasi dan kolaborasi.

2.Mendesign dan isi Akuntabilitas  Design


dari KAPAO beserta Saya Membuat desain KAPAO KAPAO
stiker dengan penuh tanggung jawab. dan stiker
Dengan Membuat template SMS
reminder dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan
indikator nilai dasar akuntabilitas
agar dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik
Saya Saya Membuat desain
KAPAO menggunakan bahasa
yang sopan. Dengan membuat
template SMS Reminder
menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan indikator
etika publik sebagai perwujudan
rasa hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme

Saya membuat Saya Membuat


desain KAPAO menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar sesuai EYD yang berlaku.
Dengan membuat template SMS
Reminder menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, saya
telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai dengan
pancasila sila ke – 3 ( Persatuan
Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya membuat KAPAO yang belum
pernah ada sebelumnya (Inovasi) ,
sehingga diharapkan dapat menjadi
perbaikan dalam pengendalian
penyakit DM di Puskesmas
Kelurahan Utan Kayu Utara.
3.Memberikan ke Akuntabilitas  KAPAO
bagian pengadaan Saya mencetak KAPAO melalui
pengadaan secara tranparansi.
Dengan membuat materi
penyuluhan dengan penuh
tranparansi, saya telah
melaksanakan indikator nilai dasar
akuntabilitas agar informasi dapat
dipertanggungjawabkan dari segi
proses.

Komitmen Mutu
Saya membuat SMS RemiKAPAO
yang belum pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan
dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di
Puskesmas Kelurahan Utan Kayu
Utara.
4.Mensosialisasikan Akuntabilitas  Pihak
cara penggunaan Saya melakukan koordinasi dengan terkait
KAPAO dan stiker pihak terkait secara partisipasif. mengerti
Dengan melaksanakan koordinasi dan paham
ke keluarga secara partisipasif, maka saya telah seputar
ODGJ,KANJI (kader melaksanakan nilai akuntabilitas sosialisasi
kesehatan jiwa) agar dapat dipertanggungjawabkan yang
serta ke ODGJmya dari segi proses. dilakukan
sendiri apabila
Etika Publik
sudah mampu dan Saya menyampaikan informasi
mandiri dengan bahasa yang sopan.
Dengan menyampaikan informasi
secara sopan, saya telah
melaksanakan nilai dasar etika
public, sebagai wujud rasa hormat
terhadap teman sejawat.

Nasionalisme

Saya melakukan koordinasi dengan


pihak terkait melalui musyawarah
untuk mencapai mufakat. Dengan
melakukan koordinasi secara
musyawarah, saya telah
melaksanakan nilai nasionalisme,
yakni sesuai dengan pancasila sila
ke – 4 (Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan )

Whole of Government
Saya telah melakukan koordinasi
dan kolaborasi dengan pihak terkait
sebagai wujud penerapan whole of
government

1. Menginput Akuntabilitas  Group WA Kegiatan Group Kegiatan Group


data identitas Saya menginput data identitas khusus jiwa Whats up ini Whats up ini
pasien ODGJ, pasien Tuberkulosis dengan penuh mendukung visi mendukung nilai
Keluarga, dan tanggung jawab. Dengan “Menjadi – nilai
Kader melaksanakan tanggung jawab itu Puskesmas Yang organisasi, yaitu
Kesehatan saya melaksanakan nilai dasar berprestasi dan :
Jiwa ke akuntabilitas agar data dapat terakreditasi 1. Kerja keras :
phonebook dipertanggungjawabkan dari segi paripurna menuju kerja dengan
proses. Matraman sehat” berpikir kreatif
Membuat Group
dan misi dan inovatif
Whats up yang terdiri Komitmen Mutu 2. Kerja loyalitas
3.
dari KANJI, Keluarga “Meningkatkan
Saya menginput data pasien ODGJ, pemanfaatan dan : kerja dengan
ODGJ keluarga ke phonebook merupakan penuh
optimalisasi
inovasi berbasis teknologi yang sarana dan tanggung
efektif agar format panggilan dan prasarana jawab dan
nama secara otomatis akan muncul ( kesehatan dan menjaga
efesien, efektif, inovasi ) teknologi” kepercayaan
3. Kerja cerdas :
kerja secara
efektif dan
efisien
4. Kerja ikhlas :
kerja dengan
niat yang tulus

2. Mengevaluasi Akuntabilitas  Laporan via


ODGJ Saya mengevaluasi ODGJ penuh WA setiap
dengan tanggung jawab. Dengan rabu dan
membuat mengevaluasi ODGJ penuh dengan jumat
pelaporan penuh tanggung jawab, saya telah
rutin setiap melaksanakan indikator nilai dasar
rabu dan akuntabilitas agar dapat
jumat dipertanggungjawabkan dari segi
proses.

Etika Publik
Saya mengevaluasi ODGJ penuh
menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan mengevaluasi ODGJ penuh
menggunakan bahasa yang sopan
saya telah melaksanakan indikator
etika publik sebagai perwujudan
rasa hormat kepada teman sejawat

Membuat Aplikasi 1. Meminta Akuntabilitas  Video Kegiatan Kegiatan ini


untuk persetujuan dan dokumentasi mendukung visi menguatkan nilai-
pemantauan ODGJ berkonsultasi Saya meminta persetujuan dan Puskesmas nilai organisasi
kepada pimpinan konsultasi kepada pimpinan (Kepala  Surat Kecamatan yaitu :
sehingga
untuk pembuatan Puskesmas) dengan penuh persetuju Matraman :
memudahkan
aplikasi EMOJI tanggung jawab. Dengan meminta an “Menjadi 1. Kerja cerdas :
4. petugas kesehatan persetujuan secara bertanggung kerja secara
dalam memantau Puskesmas Yang
jawab, saya telah melaksanakan berprestasi dan efektif dan
dan nama nilai akuntabilitas agar persetujuan efisien
terakreditasi
aplikasinya adalah dapat dipertanggungjawabkan dari 2. Kerja keras :
paripurna menuju
EMOJI (e - monev segi proses Matraman sehat” kerja dengan
Jiwa) berpikir kreatif
Etika Publik Dan sesuai juga dan inovatif
dengan misi poin 3. Kerja loyalitas
Saya meminta persetujuan dan 1, yaitu : : kerja dengan
melakukan diskusi kepada pimpinan penuh
dengan bahasa yang sopan. “Mewujudkan tanggung
Dengan menggunakan bahasa yang pelayanan jawab dan
sopan tersebut saya melaksanakan kesehatan yang menjaga
nilai dasar Etika Publik sebagai merata, bermutu kepercayaan
wujud rasa hormat terhadap dan berorientasi
pimpinan pada kepuasan
pelanggan”
Nasionalisme

Saya meminta persetujuan sekaligus


mendiskusikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan kepada
pimpinan melalui metode
musyawarah untuk mufakat.
Dengan melaksanakan musyawarah
tersebut saya melaksanakan nilai
dasar nasionalisme, yakni sesuai
dengan pancasila sila ke-4,
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawarahan perwakilan.

Whole of Government
Saya meminta persetujuan sebagai
bentuk koordinasi dan kolaborasi.

2. Membuat design Akuntabilitas  design dan


dan Tools untuk Saya Membuat design dan Tools untuk Tools untuk
aplikasi Emoji aplikasi Emoji dengan penuh aplikasi
tanggung jawab. Dengan Membuat Emoji
design dan Tools untuk aplikasi Emoji
dengan penuh tanggung jawab, saya
telah melaksanakan indikator nilai
dasar akuntabilitas agar dapat
dipertanggungjawabkan dari segi
proses.

Etika Publik
Saya Membuat design dan Tools untuk
aplikasi Emoji menggunakan bahasa
yang sopan. Dengan Membuat
design dan Tools untuk aplikasi Emoji
menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan indikator
etika publik sebagai perwujudan
rasa hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme
Saya Membuat design dan Tools untuk
aplikasi Emoji menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
sesuai EYD yang berlaku. Dengan
Membuat design dan Tools untuk
aplikasi Emoji menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, saya
telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai dengan
pancasila sila ke – 3 ( Persatuan
Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya Membuat design dan Tools untuk
aplikasi Emoji yang belum pernah ada
sebelumnya (Inovasi) , sehingga
diharapkan dapat menjadi perbaikan
dalam pengendalian penyakit DM di
Puskesmas Kelurahan Utan Kayu
Utara.

Anti korupsi
Saya Membuat design dan Tools untuk
aplikasi Emoji Reminder secara
mandiri. Dengan Membuat design
dan Tools untuk aplikasi Emoji secara
mandiri, saya telah melaksanakan
nilai dasar anti korupsi agar
menghindari tindak perbuatan
curang

3. Membuat Akuntabilitas  Aplikasi


Aplikasi Emoji Saya Membuat Membuat Aplikasi Emoji
Emoji dengan penuh tanggung
jawab. Dengan Membuat Aplikasi
Emoji dengan penuh tanggung
jawab, saya telah melaksanakan
indikator nilai dasar akuntabilitas
agar dapat dipertanggungjawabkan
dari segi proses.

Etika Publik
Saya Membuat Aplikasi Emoji
menggunakan bahasa yang sopan.
Dengan Membuat Aplikasi Emoji
menggunakan bahasa yang sopan,
saya telah melaksanakan indikator
etika publik sebagai perwujudan
rasa hormat kepada teman sejawat

Nasionalisme
Saya Membuat Aplikasi Emoji
menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar sesuai EYD
yang berlaku. Dengan Membuat
Aplikasi Emoji menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, saya
telah melaksanakan nilai
nasionalisme, yakni sesuai dengan
pancasila sila ke – 3 ( Persatuan
Indonesia )

Komitmen Mutu
Saya Membuat Aplikasi Emoji yang
belum pernah ada sebelumnya
(Inovasi) , sehingga diharapkan
dapat menjadi perbaikan dalam
pengendalian penyakit DM di
Puskesmas Kelurahan Utan Kayu
Utara.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang dilaksanakan
oleh penulis sebagai dokter umum di Puskesmas Kelurahan Utan Kayu
Utara, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1) Sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di lingkungan Puskesmas
yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk
masyarakat, penulis dituntut untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat dengan sebaik-baiknya baik dari segi upaya kesehatan
perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat, sehingga derajat
kesehatan masyarakat akan meningkat sesuai harapan visi dan misi
organisasi Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara
2) Di lapangan penulis menemukan kondisi keterbatasan sarana dan
prasarana dalam bekerja, diantaranya medan lapangan yang sulit
untuk dijangkau, dan banyaknya program-program puskesmas yang
juga harus diselesaikan. Dengan aktualisasi seperti ini diharapkan
ASN senantiasa memegang teguh nilai-nilai dasar profesi ASN
sehingga segala keterbatasan bukanlan kendala justru dapat dijadikan
wahana untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas mutu
pelayanan kepada masyarakat.
3) Nilai-nilai dasar ANEKA yang ditekankan pada aktualisasi ini
sebetulnya adalah nilai-nilai dasar yang juga sesuai dengan kode etik
kedokteran, sehingga dalam pelaksanaannya penulis diingatkan
kembali untuk selalu menjunjung tinggi kode etik profesi.
4.2 Saran
Untuk pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA berikutnya di
lingkungan Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara, hendaknya
memperhatikan :
1) Senantiasa membina hubungan baik dan meningkatkan kerjasama,
koordinasi dengan pimpinan dan pegawai terkait dalam pelaksanaan
kegiatan tidak hanya saat aktualisasi namun seterusnya dimanapun kita
ditempatkan
2) Meningkatkan lagi kegiatan upaya kesehatan masyarakat dalam
kegiatan aktualisasi sehingga program promosi kesehatan sebagai
program andalan yang dimiliki Puskesmas dapat terlaksana.
3) Setiap pegawai ASN hendaknya selalu menekankan nilai-nilai dasar
ANEKA dalam setiap kegiatan apapun di lingkungan kerja, sehingga
citra PNS menjadi baik dan tidak kalah bersaing dengan pegawai
swasta yang senantiasa mengutamakan pelayanan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 tahun 2014. Tentang tentang Pusat


Kesehatan Masyarakat
2. Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan
I dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil. Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara.
3. Hari Diabetes Sedunia 2018. Available at :
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/hari-diabetes-
sedunia-2018.pdf. Access on August 2019.
4. Prevalensi Diabete Melitus. Available at :
http://www.depkes.go.id/article/view/414/tahun-2030-prevalensi-diabetes-melitus-
di-indonesia-mencapai-213-juta-orang.html. Access on August 2019.

Anda mungkin juga menyukai