Anda di halaman 1dari 10

Reaksi Redoks

A. TUJUAN

Melihat ciri reaksi redoks spontan dan tidak spontan

B. TEORI

Pengertian

Redoks adalah suatu reaksi yang mengandung reaksi oksidasi dan reduksi sekaligus. Jenis
reaksi ini tersusun atas reaksi oksidasi dan reduksi.

 Reaksi Oksidasi
Reaksi pelepasan electron dan bilangan oksidasi bertambah pada zat yang mengalami
oksidasi.

 Reaksi Reduksi
Reaksi penyerapan electron dan bilangan oksidasi berkurang pada zat yang mengalami
reduksi.

Jika logam tembaga, Cu dicelupkan kedalam larutan yang mengandung ion perak, Ag+ maka
akan terjadi reaksi redoks. Cu akan mengalami reduksi. Reaksi redoks dapat diamati dengan
terbentuknya lapisan perak, Ag pada permukaan logam tembaga dan larutan menjadi
berwarna biru setelah beberapa saat. Warna biru disebabkan ion Cu2+ yang terlarut.

Zat yang mengalami oksidasi dinamakan reduktor sedangkan zat yang mengalami reduksi
dinamakan oksidator. Pada kasus diatas Cu merupakan reduktor dan Ag sebagai oksidator.

Penyetaraan Redoks

Penyeteraan redoks adalah suatu cara untuk menentukan koefisien persamaan reaksi agar
diperoleh persamaan reaksi yang setara. Suatu persamaan reaksi redoks setara bila memenuhi
criteria, sbb:
 Unsur yang sama pada ruas kiri dan ruas kanan jumlahnya sama
 Muatan ruas kiri dan ruas kanan adalah sama

Penyetaraan redoks dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:


1. Metode Setengah Reaksi (Metode ion electron)
Metode ini didasarkan pada jumlah electron reaksi oksidasi dan reduksi harus sama.

2. Metode perubahan Bilangan Oksidasi


Metode ini berdasarkan jumlah perubahan bilangan oksdasi. Bilangan oksidasi pada reaksi
oksidasi dan reduksi harus sama.

Sel Volta
Dalam Sel volta atau sel galvanic terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Reaksi reduksi terjadi pada katode (electrode positif) dan reaksi oksidasi terjadi pada anode
(electrode negative). Potensial listrik yang dihasilkan oleh sel volta disebut potensial sel (Eo
sel). Potensial tersebut dinamakan gaya gerak listrik (GGL)

Pada sel Volta, reaksi akan berlangsung apabila Eo sel berharga positif. Untuk konsentrasi 1
M: Eo sel = Eo reduksi –Eo oksidasi. Berdasarkan harga Eo, dapat disusun deret unsure-unsur
yang dikenal sebagai deret volta:

Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn, Fe, Ni, Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Pt, Au

Sifat deret volta dari kiri ke kanan:


 Eo semakin besar
 Sifat oksidator semakin kuat (lebih mudah tereduksi)
 Sifat reduktor semakin lemah (lebih sulit teroksidasi)

Berlangsungnya reaksi redoks dapat diperkirakan dari harga potensial sel .Reaksi Redoks
Spontan (dapat berlangsung) jika selisih kedua electrode atau Eo s el bernilai positif.
Sebaliknya, suatu reaksi redoks tidak dapat berlangsung (tidak spontan) jika Eo sel bernilai
negative

a. Reaksi redoks spontan

Eo sel > 0 atau Eo katode – Eo anode > 0 atau Eo reduksi- Eo oksidasi > 0
b. Reaksi redoks tidak spontan

Eo sel < 0 atau Eo katode – Eo anode < 0 atau Eo reduksi- Eo oksidasi < 0

C. ALAT DAN BAHAN

No. Alat dan Bahan Ukuran/Konsentrasi Jumlah/Volume

1. Tabung reaksi/rak - 4/1


2. Pipet tetes - 3
3. Ampelas - Secukupnya
4. Larutan ZnSO4 1M 5 mL
5. Larutan CuSO4 1M 5 mL
6. Larutan HCl 1M 10 mL
7. Lempeng logam seng 0,5 x 2 cm 2 potong
8. Lempeng logam tembaga 0,5 x 2 cm 2 potong

D. LANGKAH KERJA
1. Ampelaslah lempeng logam seng dan tembaga hingga bersih, kemudian guntinglah menjadi
ukuran 0,5 x 2 cm, masing-masing 2 potong.

2. Siapkan 4 tabung reaksi yang bersih dan beri nomor 1 sampai 4. Isilah keempet tabung itu
sebagai berikut:
 Tabung 1 dengan larutan CuSO4 kira-kira 3 mL
 Tabung 2 dengan larutan ZnSO4 kira-kira 3 mL
 Tabung 3 dan 4 dengan larutan HCl masing-masing kira-kira 3 mL.

3. Tambahkan lempeng logam seng ke dalam tabung 1 dan 3, sedangkan lempeng logam
tembaga ke dalam tabung 2 dan 4. Catat pengamatan kamu, apakah terjadi atau tidak terjadi
reaksi !

E. HASIL KERJA

Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4

Larutan yang diisikan CuSO4 (aq) ZnSO4 (aq) HCl(aq) HCl(aq)

Warna larutan Biru Bening Bening bening

Logam yang
ditambahkan Zn Cu Zn Cu

Perubahan setelah
penambahan logam
Bening bening Keruh bening
1. Warna larutan
-
Sedang Banyak -
2. Gelembung
gelembung
Lempeng Lempeng Cu
3. Lempeng -
terdapat menjadi
endapan - bening dari
hitam awalnya
Dingin
4. Suhu Panas (endoterm) Normal Dingin
(eksoterm) (endoterm)

F. ANALISA HASIL
No. Tabung Reaksi Keterangan

1. Tabung 1 Pada tabung 1 ketika ditambahkan


Zn, mengalami perubahan warna
larutan yang semula biru menjadi
bening dan suhu yang dihasilkan
menjadi panas.

Hal ini dikarenakan lembaran Zn ketika


dimasukkan kedalam larutan CuSO4
akan saling bereaksi. Zn akan mengalami
oksidasi dan Cu mengalami Reduksi
sehingga terjadilah reaksi yang
dinamakan reaksi redoks . Dan peristiwa
ini juga mengakibatkan pembebasan
kalor yang menyebabkan suhu menjadi
panas (Eksoterm) serta penyepuhan
2. Tabung 2 lembaran Zn.

Pada tabung 2 ketika ditambahkan


Cu, mengalami perubahan warna
larutan yang semula bening menjadi
sedikit keruh dan suhu yang
dihasilkan menjadi dingin tetapi
lempeng tidak mengalami perubahan
sama sekali.

Hal ini dikarenakan Potensial sel (Eo


sel)yang dihasilkan bernilai negative
sehingga reaksi redoks tidak dapat
berlangsung (tidak spontan) sehingga
lempeng Cu tidak dapat bereaksi dengan
3. Tabung 3 larutan ZnSO4

Pada tabung 3 ketika ditambahkan


Zn, mengalami perubahan warna
larutan yang semula bening
menjadi keruh dan suhu yang
dihasilkan normal serta banyak
gelembung yang keluar.
Hal ini dikarenakan lembaran Zn ketika
dimasukkan kedalam larutan HCl akan
saling bereaksi. Zn akan mengalami
oksidasi dan H2 mengalami Reduksi
sehingga terjadilah reaksi redoks.
4. Tabung 4 Gelembung yang keluar merupakan efek
dari reaksi redoks tersebut Reaksi ini
terjadi karena potensial sel yang
dihasilkan bernilai positif. Dan disebut
reaksi redoks spontan.

Pada tabung 4 ketika ditambahkan


Cu, tidak mengalami perubahan
warna larutan dan suhu yang
dihasilkan dingin serta lempeng
menjadi bening dari awalnya. Dan
tabung ini terjadi reaksi redoks yang
tidak spontan.

Hal ini dikarenakan Potensial sel yang


dihasilkan bernilai negative .

Reaksi Tabung 1:
Reduksi

2+
0

CuSO4 + Zn ZnSO4 + Cu
2+ 0

Oksidasi

 Zn(s) Zn2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = -0,76 volt


 Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) (reduksi) Eo = 0,34 volt

Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi


= 0,34 – (-0,76)
= 1,1 volt (Reaksi Spontan)

Reaksi Tabung 2:
Reduksi

2+

2+

ZnSO4 + Cu CuSO4
+ Zn
Oksidasi

 Cu(s) Cu2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = 0,34 volt


 Zn2+(aq) + 2e- Zn(s) (reduksi) Eo = -0,76 volt
Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi
= -0,76 – 0,34
= - 1,1 volt (Reaksi tidak Spontan)

Reaksi Tabung 3:

Reduksi

2HCl + Zn ZnCl2
+ H2
2+ 0

Oksidasi

 Zn(s) Zn2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = -0,76 volt


 2H+(aq) + 2e- H2(s) (reduksi) Eo = 0 volt

Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi


= 0 – (-0,76)
= 0,76 volt (Reaksi Spontan)

Reaksi Tabung 4:

2HCl + Cu CuCl2 + H2
1+ 0
 Cu(s) Cu2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = 0,34 volt
 2H+(aq) + 2e- H2(s) (reduksi) Eo = 0 volt

Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi


= 0 – 0,34
= -0,34 volt (Reaksi tidak Spontan)

G. PERMASALAHAN

1. Pada tabung manakah terjadi reaksi redoks spontan dan pada tabung yang mana tidak
terjadi reaksi ?

Jawab : ~ Reaksi redoks Spontan terjadi pada tabung 1 dan tabung 3


Hal ini dikarenakan Eo sel yang dihasilkan bernilai positif

~ Reaksi redoks tidak spontan terjadi pada tabung 2 dan tabung 4


Hal ini dikarenakan Eo sel yang dihasilkan bernilai negatif

2. Tulislah persamaan reaksi setara untuk reaksi yang berlangsung spontan.

Jawab :

Reaksi Tabung 1:

Reduksi

2+

CuSO4 + Zn ZnSO4 + Cu
2+ 0

Oksidasi
 Zn(s) Zn2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = -0,76 volt
 Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) (reduksi) Eo = 0,34 volt

Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi


= 0,34 – (-0,76)
= 1,1 volt (Reaksi Spontan)

Reaksi Tabung 3:

Reduksi

2HCl + Zn ZnCl2
+ H2
2+ 0

Oksidasi

 Zn(s) Zn2+ (aq) + 2e- (oksidasi) Eo = -0,76 volt


 2H+(aq) + 2e- H2(s) (reduksi) Eo = 0 volt

Eo sel = Eo reduksi- Eo oksidasi


= 0 – (-0,76)
= 0,76 volt (Reaksi Spontan)

H. KESIMPULAN
Dari pratikum yang telah kami lakukan, kami dapat menarik
kesimpulan bahwa reaksi redoks terbagi menjadi 2, yaitu Reaksi redoks
spontan dan reaksi redoks tidak spontan. Reaksi spontan mempunyai ciri
sebagai berikut :
 Energi potensialnya bernilai positive
 Bereaksinya lempengan Zn yang ditandai dengan perubahan-perubahan
dari warna larutan, suhu, maupun lempengannya.

Sedangkan reaksi tidak spontan ditandai dengan cirri sebagai berikut:


 Energi potensialnya bernilai negative
 Tidak terjadinya perubahan warna pada larutan sehingga terbukti bahwa
reaksi redoks tidak dapat bereaksi