Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

TAKSONOMI TUMBUHAN

Subdivisi Angiospermae ( Monocotyledonae) Yakni Ordo Pandanales, Ordo Glumiflorae,


dan Ordo Palmales

DOSEN
Dra. Des M, M.s

Disusun Oleh
Kelompok 8

Ike Hanifa Dzakiyyah ( 18032058 )


Tassya Awike Dwi Putri ( 18032074 )
Nur Azzima ( 18032077 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


PADANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya yang
masih memberikan kesehatan dan waktu sehingga makalah kami yang berjudul tentang
“Subdivisi Angiospermae ( Monocotyledonae) Yakni Ordo Pandanales, Ordo Glumiflorae,
dan Ordo Palmales ” ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini sudah kami susun dengan
maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari segala hal tersebut, kami sadar
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karenanya kami dengan lapang dada menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang
“Subdivisi Angiospermae ( Monocotyledonae) Yakni Ordo Pandanales, Ordo Glumiflorae,
dan Ordo Palmales” ini memberikan manfaat maupun inspirasi utuk pembaca.

Padang, 1 September 2019

Tim Penyusun

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................... i

DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang ........................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ...................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................................................................ 2
D. Manfaat Penulisan ...................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3

A. Pengertian Angispermae ............................................................. 2


B. Klasifikasi ................................................................................... 3
C. Diagram Bunga ............................................................................ 24
D. Reproduksi .................................................................................... 26

BAB III PENUTUP ........................................................................................ 27

A. Kesimpulan ................................................................................. 27
B. Saran ........................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA

4
BAB I
PENDADULUAN

A. Latar Belakang
Tumbuhan adalah organisme yang memiliki akar, batang, dan daun sejati. Akar, batang
dan daun merupakan organ hasil diferensiasi jaringan. Tumbuhan memiliki sel eukariotik dan
mempunyai kloroplas. Didalam kloroplas terdapat pigmen klorofil. Pada umunya tumbuhan
memiliki klorofil a, klorofil b dan ada juga yang mengandung karoten. Sel-sel tumbuhan
memiliki dinding sel yang mengandung selulosa, mengakibatkan tubuhnya kaku. Dalam
klasifikasi dengan system 5 kingdom diantaranya tumbuhan biji namun ditekankan pada
Phanerogamae dan lebih kepada Angiospermae.
Angiospermae merupakan tumbuhan biji tertutup. Hampir semua tumbuhan yang ada di
daratan merupakan angiospermae. Angiospermae dibedakan atas dua kelas yakni dikotil dan
monokotil. Klasifikasi angiospermae menjadi dikotiledon dan monokotiledon didasarkan
sejumlah perbedaan, yaitu perbedaan struktur vegetatif (batang, daun, akar) dan struktur
generatif (bunga dan biji).

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Subdivisi Angiospermae?
2. Apa yang dimaksud dengan Monocotyledonae?
3. Apa yang dimaksud dengan ordo Pandanales?
4. Apa yang dimaksud dengan ordo Glumiflorae?
5. Apa yang dimaksud dengan ordo Palmales?

C. Tujuan Penulisan
1. Agar dapat mengetahui pengertian dari subdivisi Angiospermae
2. Agar dapat mengetahui yang dimaksud dengan Monocotyledonae
3. Agar dapat mengetahui yang dimaksud dengan ordo Pandanales
4. Agar dapat mengetahui yang dimaksud dengan ordo Glumiflorae
5. Agar dapat mengetahui yang dimaksud dengan ordo Palmales

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Angiospermae
Angiospermae merupakan kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan bumi,
nama Angiospermae diambil dari 2 kata bahasa Yunani Kuno yaitu aggeion yang berarti
penyangga atau pelindung dan sperma yang merupakan bentuk jamak untuk biji.
Diperkenalkan oleh Paul Hermann tahun 1690. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
merupakan salah satu tumbuhan berbiji (spermatophyta) selain tumbuhan berbiji terbuka
(gymnospermae). Mari ulas lengkap ciri-ciri khusus angiospermae dan contoh tumbuhannya.
“Angiospermae dibedakan kedalam dua jenis yaitu dikotil (tumbuhan berbiji belah) dan
monokotil (tumbuhan berbiji tunggal)”
Ada sekitar 270.000 spesiel Angiospermae yang dikenal pada hari ini, Angiospermae
mencangkup semua tumbuhan yang mempunyai bunga dan menghasilkan biji tertutup di
dalam sebuah karpel.
Karpel ialah daun yang dimodifikasi membungkus benih kemudian dapat berkembang
menjadi buah.

6
1. Ciri-Ciri Angiospermae
a. Tubuhnya terdiri dari bunga, daun, batang, dan akar
b. Akarnya berbentuk serabut/tunggang
c. Bakal biji tertutup oleh daun buah
d. Daun pipih, tulang daun beraneka ragam
e. Makroskofil membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji didalamnya
(tidak tampak)
f. Makrosporofil dan mikrosporofil (benangsari) terpisah atau terkumpul dalam satu
bunga
g. Berkas pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka, terdapat juga yang
tertutup, ada yang bikolateral
h. Xylem terdiri dari trakeida dan trakea
i. Floem dengan sel-sel pengiring
j. Terjadi pembuahan ganda
k. Alat reproduksi disebut bunga
l. Bentuk tulang daun bervariasi, bisa lurus, menjari, atau menyirip
m. Daun buah berdaging tebal
n. Biji terlindungi oleh bakal buah
o. Bentuk dan ukuran tubuh yang bermacam-macam
p. Daun umumnya lebar, tunggal atau majemuk
q. Reproduksi secara generatif dan vegetatif
r. Bunga mempunyai kelopak, mahkota, benang sari dan putik
s. Batangnya ada yang mempunyai kambium dan ada juga yang tidak berkambium
t. Mempunyai pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel yang tebal
dan berlignin
u. Habitat berupa pohon, herba, perdu, atau semak
v. Selisih waktu yang relatif pendek antara penyerbukan dan pembuahan
w. Batang bercabang/tidak bercabang
x. Terdapat bunga, tersusun dari sporofil dan bagian-bagiannya

7
2. Klasifikasi dan Keanekaragaman Angiospermae
a. Monokotil
a) Pengertian
Tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil) adalah salah satu dari dua
kelompok besar tumbuhan berbunga yang secara klasik diajarkan; kelompok yang
lain adalah tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil. Ciri yang paling khas adalah
bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini
diakui sebagai takson (sebagai kelas maupun subkelas) dalam berbagai sistem
klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae,
Liliopsida, dan Liliidae.
Berdasarkan analisis filogeni, kelompok ini diketahui bersifat
monofiletik atau holofiletik. Sistem klasifikasi APG II mengakui monokotil
sebagai klad yang disebut monocots. Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai
tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan,
sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian,
media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya.
Terdapat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu jenis yang telah dikenal; menurut
IUCN terdapat 59.300 jenis. Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) adalah suku
yang memiliki anggota terbesar dalam dunia tumbuhan berbunga, dengan 20 ribu
jenis. Anggota suku padi-padian (Poaceae atau Graminae) dikenal sebagai suku
dengan areal penanaman terluas di dunia karena nilai pentingnya sebagai sumber
bahan pangan. Suku-suku lainnya yang tak kalah penting adalah suku pinang-
pinangan (Arecaceae atau Palmae), suku bawang-bawangan (Alliaceae), suku
temu-temuan (Zingiberaceae), dan suku pisang-pisangan (Musaceae). Banyak
juga di antaranya yang dibudidayakan sebagai tanaman hias.

b) Ciri-Ciri Monokotil
a) Ciri utama tumbuhan monokotil
adalah akar berbentuk serabut, batang beruas-ruas, tidak berkambium,
pertulangan daun sejajar atau melengkung, bagian-bagian bunga berjumlah
tiga atau kelipatannya, memiliki satu kotiledon/keping lembaga.

8
b) Ciri tumbuhan monokotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki:

1. Bentuk Akar Memiliki sistem akar serabut

2. Jumlah keping biji atau kotiledon satu buah keping biji saja

3. Bentuk sumsum atau pola tulang daun Melengkung atau sejajar

4. Kaliptrogen / tudung akar Ada tudung akar / kaliptra

5. Kandungan akar dan batang Tidak terdapat kambium

6. Pertumbuhan akar dan batang Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi


membesar

7. Jumlah kelopak bunga Umumnya adalah kelipatan tiga

8. Pelindung akar dan batang lembaga Ditemukan batang lembaga / koleoptil


dan akar lembaga /keleorhiza

3. Contoh Tumbuhan Monokotil


Tumbuhan monokotil terdiri dari berbagai famili. berikut Famili-famili
yang ada dalam tumbuhan monokotil beserta contohnya:
a) Liliaceae
Contoh Gloria superba (kembang telang), Lilium longiflorum (lilia gereja).
b) Amaryllidaceae
Contoh Agave cantala (kantala), Agave sisalana (sisal).
c) Poaceae
Contoh Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Oryza sativa
(padi), Panicum milliaceum (jewawut).
d) Zingiberaceae
Contoh Zingiber officinale (jahe), Alpinia galanga (laos), Kaempferia
galanga (kencur), Curcuma domestica (kunyit).
e) Musaceae
Contoh Musa textiles (pisang manila), Musa paradisiaca (pisang).

9
f) Orchidaceae
Contoh Dendrobium phalaenopsis, Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan).
g) Arecaceae
Contoh Cocos nucifera (kelapa), Elaeis guinensis (kelapa sawit), Arenga
pinata (aren), Areca catechu (pinang).
h) Araceae
Contoh Colocasia esculenta (talas), Alocasia macroriza (sente), Xanthosoma
violaceum (bentul).

Secara garis besar contoh tumbuhan monokotil dikelompokkan dalam 5


suku berikut pengelompokan tumbuhan monokotil berdasarkan Suku nya:
a) Suku Rumput-rumputan (Graminaeae)
Suku Graminaeae mempunyai daun berbentuk pita dan bertulang daun
sejajar. Daun suku rumput-rumputan melekat langsung pada batang, yaitu
pada tiap ruas batangnya. Bunga Suku Rumput-rumputan berupa bulir dan
penyerbukannya dibantu angin. Contoh: Rumput, Padi dan jagung, Tebu.
b) SukuAngrek-anggrekan (Orchidaceae)
Biasanya Suku Orchidaceae hidup secara epifit pada tumbuhan lain. Akar
Suku Angrek-anggrekan berupa akar rimpang dan mempunyai sel khusus
yang berguna untuk menempel pada tumbuhan yang ditumpanginya. Daun
Suku Angrek-anggrekan berdaging dan tepinya rata. Baik kelopak bunga
maupun mahkota bunganya, masing-masing berjumlah tiga buah.
Contoh: Macam-macam anggrek, Vanili.
c) Suku Pisang-pisangan (Musaceae)
Suku Musaceae berbentuk seperti lanset dan tulang daunnya menyirip.
Batang Suku Pisang-pisangan merupakan batang semu, sedangkan bunganya
berupa karangan bunga. Karangan bunga ini terdiri atas banyak bunga. Suku
Pisang-pisangan banyak jenisnya dan biasanya diambil buahnya.
contoh: pisang ambon, raja, dll.

10
d) SukuJahe-jahean(Zingiberaceae)
Suku Zingiberaceae mempunyai batang yang tumbuh dari rimpang.
Rimpang ini tumbuh menjalar di dalam tanah. Daun Suku Jahe-jahean
mempunyai pelapah yang memeluk batang dan letak daunnya berseling atau
tersusun spiral. Mahkota bunga Suku Jahe-jahean berjumlah tiga dan kelopak
bunganya Berbentuk tabung. Contoh: Jahe, kunyit, kencur, dan bunga tasbih.
e) Suku Pinang-pinangan (Palmae)
Pada umumnya, Suku Palmae mempunyai batang yang tidak bercabang.
Tulang daunnya menyirip, namun ada pula yang berbentuk kipas. Bunganya
berupa karangan atau tongkol. Letak tongkol ini pada ketiak daun atau ujung
batang. Contoh: Pinang merah, palem, Kelapa, Salak, sagu.

Sedangkan dalam klasifikasi Ordo Monoctyledonae pada Angispermae dapat


dibedakan beberapa macam yakni:
a) Ordo Pandanaceae
1) Ciri umum Pandanaceae
Semak, perdu atau pohon dengan batang yang besar dan tumbuh tegak,
bercabang-cabang atau berupa liana dengan batang-batang memanjat. Pada
pangkal batang terdapat akar tunjang, kadang-kandang akar keluar dari bagian
yang lebih tinggi, bahkan dari cabang-cabangnya. Daun sempit, panjang,
bangun pita dengan tepi berduri kecil-kecil tajam, duri-duri kadang-kadang
juga pada sisi punggung ibu tulangnya, tersusun dalam garis spiral (spirostich)
yang biasanya ada 3.
Bunga berkelamin tunggal, telanjang, tersusun sebagai bunga tongkol
yang bersifat majemuk, terdapat pada ujung batang atau dalam ketiak daun-
daun pelindung yang besar, seringkali berwarna. Bunga jantan dengan atau
tanpa putik yang rudimenter, mempunyai banyak benang sari yang terdapat
pada sumbu bunga pendek atau panjang, tangkai sari bebas atau berlekatan,
kepala sari tegak terdiri atas 2 ruang sari yang masing-masing dapat terbagi
lagi dalam ruang-ruang yang lebih kecil. Bunga betina tanpa benang sari
mandul atau bila ada kecil dengan posisi yang hipogin. Bakal buah

11
menumpang, beruang 1, bebas atau berlekatan dengan bakal buah di dekatnya
membentuk kelompok-kelompok bakal buah dengan kepala putik yang
menjadi satu atau tetap terpisah-pisah, duduk langsung pada bakal buah atau
pada tangkai putik yang pendek. Buahnya buah batu atau menyerupai buah
buni, terkumpul menjadi buah ganda. Biji kecil, mempunyai endosperm
berdaging dan lembaga yang kecil.
Suku ini mempunyai warga yang jumlahnya seluruhnya di taksir antara 200-
300 jenis, terbagi dalam 3 marga, terutama tersebar di daerah tropika, di tepi-
tepi pantai dan sungai-sungai, tetapi tidak terdapat di Amerika
Contoh-contoh:
Pandanus: P. tectorius, P. bidur, P. furcatus, daunnya penghasil bahan anyam-
anyaman, tikar pandan, tas, atau bahan pembungkus; P. amaryllifolius
(pandan wangi), sebagai pewangi minyak rambut, pemberi aroma masak-
masakan (kue-kue) tertentu; P. edulis, buah dapat dimakan.
Pandanus furcatus

Sumber : photobucket.com

Contoh:
Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)
Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) atau biasa disebut
pandan saja adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae.

12
Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan
negara-negara Asia Tenggara lainnya. Klasifikasi ilmiah dari pandan wangi
adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus amaryllifolius
Nama binominal : Pandanus amaryllifolius Roxb. Sinonim dari Pandanus
amaryllifolius Roxb. adalah Pandanus odorus Ridl., Pandanus latifolius
Hassk. dan Pandanus hasskarlii Merr.
Pandan wangi merupakan tumbuhan berupa perdu dan rendah,
tingginya sekitar dua meter. Batangnya menjalar, pada pangkal keluar berupa
akar. Daun berwarna hijau kekuningan, diujung daun berduri kecil, kalau
diremas daun ini berbau wangi. Tumbuhan ini mudah dijumpai di pekarangan
atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh. Daun tunggal, duduk, dengan
pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun
berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang
40 - 80 cm, lebar 3 - 5 cm, berduri tempel pada ibu tulang daun permukaan
bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau dan berbau wangi. Beberapa
varietas memiliki tepi daun yang bergerigi. Tata letak daun pada tanaman
pandan mengikuti garis-garis ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral
yang melingkari batang atau dapat dikatakan karena terjadi pertumbuhan
batang yang tidak lurus melainkan memutar, akibatnya ortostiknya ikut
memutar yang disebut spirostik. Batang tanaman pandan memperlihatkan tiga
spirostik atau disebut trispirotik. Oleh karena itu, tanaman pandan tidak dapat
ditentukan rumus daunnya.

13
Sumber :.wikimedia.org
Bunga majemuk, bentuk bongkol, warnanya putih. Berakar gantung,
dengan akar tinggal dan akar gantungnya, tumbuh menjalar, hingga dalam
waktu singkat akan merupakan rumpun yang lebat. Perdu tahunan, tinggi 1-2
m. Batang bulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, akar tunjang
keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Buahnya buah batu,
menggantung, bentuk bola, diameter 4 - 7,5 cm, dinding buah berambut,
warnanya jingga.

b) Ordo Glumiflorae (Poales)


Disebut glumiflorae karena bunganya mempunyai gluma. Gluma
adalah daun semacam bractea untuk melindungi bunga, tak berwarna, kering
dan relativ keras. Herba parenial, sering dengan rizhoma, jarang yang annual,
kadang-kadang berkayu (seperti pada bambu). Bunga kecil disebut floret,
tersusun dalam bulir, kecil. Perianthium tidak jelas, kadang-kadang berupa
rambut-rambut atau sisik. Bractea kaku atau kering. Benang sari biasanya 3, 6
atau lebih, uniseksual, kadang-kadang biseksual, ovarium susperus, 2-3 karpel
dan 1 ruang (cyperaceae 3 ruang), buah caryopsis atau achen, biji dengan
endosperm berlimpahdan berbentuk tepung.
1) Family Graminae
Family graminae didunia diperkirakan mempunyai kurang lebih
10.000 spesies. Jenis family ini lebih dikenal dengan nama rumput-

14
rumputan atau graminae. Perbedaan antara genera rumput terutama terletak
pada susunan bentuk dan modifikasi sisik yang berbentuk seperti daun
kecil yang membungkus bunga, sedangkan spesies-spesies pada umumnya
dibedakan bedasarkan ketidaksamaan dalam hal umur pertumbuhan
(Adrich, 1984 dalam Ermaya 2004).
Rumput-rumputan merupakan salah satu tumbuhan darat yang
paling berhasil. Rumput-rumputan terdapat dalam semua tipe tempat
tumbuh dan pada bermacam-macam keadaan. Ada yang berumur panjang
(perenial) dan yang berumur pendek (annual). Graminae ada yang
berbentuk rumpun, yaitu membentuk kelompok-kelompok tertutup dan
menghasilkan padang rumput dengan penutupan tanah yang tidak lebat,
dikarenakan mempunyai sistem akar serabut yang luas dan persaingan yang
intensif antara rumput-rumput itu sendiri, rumput yang merayap biasanya
bercabang secara ekstravaginal dan menyebar dengan stolon atau rhizome.
Rambut merambat cenderung tumbuh ditepi dan diantara semak-semak dan
tumbuh berkayu. Rumput yang berumur pendek merupakan anggota yang
berhsail dalam famili Graminae/Poacea (Soetikno, 1990).
Batang rumput yang mendukung daun dan bulir disebut tangkai.
Bentuk silinder, umumnya kosong,kecuali pada buku yang terdiri dari
jaringan padat. Pada beberapa rumput ruas bagian bawah ada yang seperti
umbi (Soetikno, 1990). Biasanya, secara alamiah, setiap permukaan tanah
yang gundul, lama kelamaan akan ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan, mula
mula oleh bentuk yang sederhana dan kemudian hasil reaksi tumbuhan dan
habitat, oleh bentuk yang lebih tinggi bilamana kondisi untuk pertumbuhan
suatu tanaman menadi lebih baik. Rumput-rumputan kebanyakan
membentuk rumpun yang terdiri dari beberapa cabang keluar dari pangkal
batang pokok, kemudian membentuk semak-semak beberapa cm hingga
lebih dari 15 m tingginya (Adrich, 1984 dalam Ermaya, 2004).
Jenis rumput yang tergolong dalam tumbuh-tumbuhan berkeping
satu atau monokotil, tidak membentuk akar pokok, tetapi membentuk akar
serabut yang tumbuh dari pangkal batang pokoknya. Bentuk akar ramping,

15
relatif pendek, tidak bercabang banyak, dan dapat tumbuh dangkal di
bawah permukaan tanah dan dapat pula tumbuh cukup dalam (Soetikno,
1990). Bentuk batang ramping, silindris, atau pipih, maupun bersiku-siku.
Batang rumput tidak dapat membesar, tebalnya ditentukan sejak mulai
tumbuh hingga akhir pucuknya. Batang rumput dapat memanjang karena
adanya jaringan meristem yang berada diatas setiap ruas. Meristerm ini
menjamin batang akan terus tumbuh, walaupun pucuknya dipotong.
Meristem ini dilindungi oleh pelepah yang melingkari batang (Soetikno,
1990).
Daun tumbuh dari setiap ruas. Bagiannya ialah pelepah yang
melingkari batang ,helai daun, lidah daun, yan berada diatasi helai dan
pelepah. Helaian daun membentuk lanset, ditengah-tengahnya nampak jelas
ibu tulang daun dan beberapa tulang daun lainnya yang sejajar tumbuhnya.
Dibatas antara helai dan peleppah daun, ada jaringan meristem yang dapat
menjamin kelangsungan pertumbuan daun, walaupun pucuk dipotong.
Daya tumbuh ini berada pada dasar batang daun pokok memungkinkan
tumbuhan rumput dapat bertahan terhadap terinjak-injak hewan ataupun
gangguan lainnya (Soetikno, 1990). Contoh: Oryza sativa, Zea mays,
Saccharum sp.

16
2) Cyperaceae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
Divisi :Magnoliophyta
(tanpa takson): Monokotil
(tanpa takson): Commelinids (EuMonokotil)
Ordo: Poales
Famili: Cyperaceae
Suku teki-tekian atau Cyperaceae adalah salah satu suku anggota
tumbuhan berbunga. Menurut sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk
ke dalam bangsa Poales, klad commelinids (euMonokotil). Ke dalamnya
termasuk teki, papirus, finger millet, dan beberapa tumbuhan dengan nilai
ekonomi kurang penting.
Suku ini adalah kerabat terdekat suku padi-padian (Poaceae) dan
memiliki banyak kemiripan. Orang yang kurang terbiasa sering
mengacaukan teki dari rumput biasa karena penampilannya yang mirip,
seperti daun berbentuk lanset, kebanyakan berwujud terna kecil yang mudah
menjadi tumbuhan pengganggu (gulma), serta susunan bunga yang mirip.
Beberapa jenis yang memiliki nilai ekonomi (tidak selalu positif,
karena dapat merugikan pula) di antaranya adalah
(a) teki biasa (Cyperus rotundus), gulma penting pertanian
(b) teki umbi (Cyperus edulis), umbinya dimakan atau dibuat emping
(c) Eleocharis dulcis atau water chestnut, umbinya dimakan
(d) Cyperus papyrus, tumbuhan penghasil media tulis papirus
(e) Eleusine coracana atau finger millet, tumbuhan serealia sekunder di
daerah kering
(f) papirus hias, menjadi tumbuhan penghias tepi kolam

17
a) Ordo palmales
terdiri dari satu suku yaitu suku Palmae yang merupakan pohon atau
semak tegak, kadang-kadang memanjat. Daun menjangat, dengan pertulangan
menyirip atau menjari, tangkai daun berpelepah. Bunga versimetri banyak,
kecil tersusun dalam panikula. Buah berupa drupa, nut atau beri.
1) Family Arecaceae/ palmae
adalah keluarga botani tanaman tahunan. Kelapa dikenal seluruh
penduduk kepulauan tropika sebagai tumbuhan serba guna. Demikian
pula enau dan pinang. Pemanfaatannya mencakup hampir semua bagian
tumbuhan, tetapi terutama adalah buahnya. Masyarakat Indonesia,
khususnya di Maluku, memanfaatkan tanaman ini sebagai makanan pokok
yaitu sagu yang diambil dari batangnya jenis Metroxylon sago, hal ini
merupakan keunikan tersendiri dalam hal makanan pokok masyarakat di
dunia. Suku ini dulu dikenal sebagai Palmae dan mencakup semua
tumbuhan yang biasa disebut palma atau palem.
Anggota suku ini relatif mudah dikenali oleh orang awam.

Biasanya berbentuk pohon, semak atau perdu dengan batang yang


jarang bercabang dan tumbuh tegak ke atas. Tumbuh secara berbatang
tunggal (umpamanya kelapa) dan juga ada yang berumpun

18
(umpamanya salak). Beberapa anggotanya setengah merambat atau
memanjat (umpamanya rotan).

Akarnya tumbuh dari pangkal batang, berbentuk silinder, kurang


bercabang tetapi biasanya tumbuh banyak dan masif (padat). Akar palem
biasanya menghunjam dalam ke tanah, sehingga mampu menopang batang
yang tumbuh menjulang tinggi (hingga 20m atau bahkan lebih).

Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati. Bila


diiris melintang, batangnya memperlihatkan saluran pembuluh yang
menyebar di bagian dalamnya. Luka batang ini cenderung tidak tertutup
kembali, justru malah membesar atau malah membusuk.

Daun majemuk dan tersusun menyirip tunggal yang khas dan


menjadi tanda pengenal yang paling mudah. Pada beberapa kelompok
ditumbuhi duri. Tangkai daun dilengkapi pelepah daun yang membungkus
batang.

Bunga tersusun dalam karangan yang bila masih muda terlindung


oleh seludang bunga. Karangan bunga palem ini disebut mayang. Tangkai
mayang ini bila dilukai akan mengeluarkan cairan manis yang disebut nira.
Dalam karangan bunga ini terdapat bunga betina dan/atau bunga jantan. Jika
keduanya ditemukan bunga betina terletak di bagian lebih pangkal. Orang
Jawa menyebut bunga betina sebagai bluluk. Penyerbukan dilakukan
oleh serangga atau burung.

Buahnya biasanya memiliki kulit luar yang relatif tebal, yang


menutupi bagian dalam (mesokarpium) yang berair atau
berserat. Biji dilindungi oleh lapisan buah bagian dalam (endokarpium)
yang keras dan berkayu. Pada kelapa, lapisan ini disebut sebagai batok.
Serat buah dikenal juga sebagai sabut. Di dalam batok terdapat biji yang
ketika buah masih muda relatif cair dan berangsur-angsur membentuk
endapan yang semakin lama mengeras. Endapan ini biasanya mengandung
banyak lemak dan protein. Beberapa jenis masih menyisakan cairan di

19
dalamnya. Cairan ini dapat diminum sebagai minuman penyegar (seperti
pada kelapa dan siwalan).
Contoh:

(a) Arenga pinnata (enau/kolang-kaling)


(b) Cocos nucifera (kelapa)
(c) Phoenix dactylifera (kurma)
(d) Salacca zalacca (salak)
(e) Metroxylon sago (rumbia/sagu)
(f) Elaeis (kelapa sawit)
(g) Borassus flabellifer (lontar/siwalan/atep)
(h) rotan(Calamus rottan)
(i) Chrysalidocarpus lutescens (palem kuning)
(j) Cyrtostachys lakka (palem merah)
(k) Corypha utan (gebang)
(l) Roystonea regia (palem raja)
(m) Hyophorbe lagenicaulis (palem botol)

20
3. Rumus Bunga dan Diagram Bunga
a) Rumus bunga
Rumus bunga hanya dapat ditunjukkan hal-hal mengenai 4 bagian pokok bunga
sebagai berikut :
1) Kelopak, yang dinyatakan dengan huruf K singkatan kata kalix (calyx), yang
merupakan istilah ilmiah untuk kelpoak.
2) Tajuk atau mahkota, yang dinyatakan dengan huruf C, singkatan dari corolla
(istillah ilmiah untuk mahkota bunga).
3) Benang-benang sari, yang dinyatakan dengan huruf A singkatan kata androcium
(istilah ilmiah untuk alat-alat jantan pada bunga).
4) Putik, yang dinyatakan huruf G, singkatan kata gynaecium (istilah ilmiah untuk
alat betina pada bunga).
Jika kelopak dan mahkota sama, baik bentuk maupun warnanya, kita lalu
mempergunakan huruf lain untuk menyatakan bagian tersebut, yaitu huruf P,
singkatan dari kata Perigonium (tenda bunga).

b) Simetri pada bunga


Simetri adalah sifat suatu benda atau badan yang juga biasa disebut untuk
bagian-bagian tubuh tumbuhan, jika benda tadi oleh sebuah bidang dapat dibagi
menjadi dua bagian yang serupa sehingga kedua bagian itu saling dapat menutupi.
Berikut macam-macam simetri pada bunga :

1) Asimetris atau tidak simetris, jika tidak dapat dibuat satu bidang simetri, misalnya
bunga tasbih (Canna hybrida Hort.).
2) Setangkup tunggal (monosimetris atau zygomorphus), jika hanya dapat dibuat
satu bidang simetri saja. Simetri ini terbagi lagi, yaitu :
(a) Setangkup tegak, misalnya bunga telang (Clitoria ternatea L.).
(b) Setangkup mendatar, misalnya bunga Corydalis.
(c) Setangkup miring, misalnya bunga kecubung (Datura metel L.)

21
3) Setangkup menurut dua bidang (bilateral simetris atau disimetris), dapat pula
dikatakan setangkup ganda karena bisa dilakukan dua tangkupan, misalnya bunga
lobak (Raphanus sativus L.) dan bunga tumbuhan lain yang se suku (Cruciferae).
4) Beraturan atau bersimetri banyak (polysimetris, regulasi atau actinomorphus),
yaitu jika dapat dibuat banyak bidang simetri, misalnya lilia gereja (Lilium
longiflorum Thunb.)

Didepan rumus hendaknya diberi tanda yang menunjukkan simetri bunga, biasanya
hanya diberikan dua macam tanda simetri, yaitu :

* untuk bunga bersimetri banyak (actinomorphus),

misalnya pada lilia gereja : * P6. A 6. G 3

↑ untuk bunga yang bersimetri satu (zygomorphus),

misalnya pada bunga merak : ↑ K 5. A 5. A 10. G 1.

Selain lambang yang menunjukkan simetri, pada rumus bunga dapat pula ditambahkan
lambang yang menunjukkan kelamin bunga. Untuk bunga banci (hermaphroditus)
dipakai lambang : ♀. Untuk bunga jantan dipakai lambang : ♂. Dan untuk bunga
betina dipakai lambang : ♀. Lambang jenis kelamin ditempatkan didepan lambang
simetri. Suatu bagian bunga dapat tersusun dalam lebih daripada satu lingkaran jika
terjadi hal demikian maka digunakan lambang + dan diletakkan di dua angka yang
menunjukkan bagian bunga yang tersusun dalam dua lingkaran atau lebih tadi. Jika
bagian-bagian bunga yang tersusun dalam masing-masing lingkaran berlekatan satu
sama lain, maka yang menunjukkan jumlah bagian bersangkutan ditaruh dalam kurung
( ).

Jika ada dua bagian bunga yang berbeda (misalnya benang sari dan mahkota) saling
berlekatan satu sama lain, dalam keadaan yang demikian maka kedua huruf beserta
angka yang dmenunjukkan kedua bagian bunga yang berlekatan tadi ditaruh didalam

22
kurung kurawal [ ]. Jika bagian bunga tidak dapat diketahui jumlahnya karena terlalu
banyak maka di tulis dengan lambang ∞.

Adapun lambang yang digunakan untuk menyatakan duduknya bakal buah, jika bakal
buahnya tenggelam maka pada angka yang menunjukkan jumlah dari putik diberi garis
bawah, contoh G1. Apabila bakal buahnya sejajar tidak ada tanda khusus, dan jika
bakal buahnya lebih tinggi maka pada angka yang menunjukkan jumlah putik diberi
garis di atas angka tersebut. Karena urutan bagian bunga yang sifatnya tetap maka bisa
saja beberapa lambang dalam rumus bunga dapat di hilangkan misalnya lambang
untuk menunjukkan jenis kelamin jantan, betina dan banci, karena jenis kelamin dari
bunga juga dapat dilihat pada ada atau tidaknya benang sari dan putik dalam satu
bunga, jika keduanya ada maka bunga tersebut adalah bunga banci. Tetapi jika
dibelakang A ditulis 0 berarti bunganya betina, sebaliknya jika dalam rumus tertera G
0, berarti bunganya adalah bunga jantan.

Berikut beberapa contoh dari diagram dan rumus bunga dari beberapa spesies tanaman
:

1. Suku Plamae (Araceae), misalnya pada kelapa.

♂ K 3. C 3. A (6). G 0

♀ K 3. C 3. A 0, G (3)

2. Suku Graminae (Poaceae), misalnya padi.

♀ ↑ K 1. + (2). C 2 + 0, A 3, G 1

3. Suku Malvaceae, misalnya kapas.

♀ * K (5). [C 5. A (∞)]. G (5)

Dan masih banyak lagi rumus-rumus bunga lainnya, yang dapat menunjukkan ciri
khasnya masing-masing.

23
c) Diagram bunga
Gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya, dalam
pengertian lain disebutkan sebagai suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari
semua bagian bunga yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan
penampang melintang daun kelopak, tajuk bunga, benang sari dan putik serta
bagian-bagian lainnya. Untuk membuat diagram bunga, harus diperhatikan hal-hal
berikut :

1) Letak bunga pada tumbuhan, kita hanya membedakan dua macam letak bunga :
(a) Bunga pada ujung batang atau cabang (flos terminalis).
(b) Bunga yang terdapat dalam ketiak daun (flos axillaris).
2) Bagian bunga yang akan dibuat diagram tersusun dalam beberapa lingkaran.
Untuk bunga yang letaknya pada ketiak daun, garis itu menggambarkan
bidang yang dapat dibuat melalui sumbu bunga, sumbu batang yang mendukung
bunga, dan tengah-tengah (poros bujur) daun, bidang ini disebut dengan bidang
median. Dalam menggambar bagian-bagian bunganya sendiri harus diperhatikan
ialah :

(a) Berapa jumlah masing-masing bagian bunga tadi.


(b) Bagaimana susunanya terhadap sesamanya (misalnya daun kelopak satu dengan
daun kelopak lain), bebas satu sama lain, bersentuhan tepinya, berlekatan dll.
(c) Bagian susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain (daun-daun kelopak
terhadap daun-daun tajuk bunga, benang sari, dan daun-daun buah penyusun
putiknya), berhadapan atau berseling, bebas atau berlekatan, dll.
(d) Bagaimana letak bagian-bagian bunga itu terhadap bidang median.
Bagian-bagian lain pada bunga yang seringkali dapat menjadi ciri khas
untuk golongan tumbuhan tertentu dan sewajarnya pula jika dinyatakan pada
diagram bunga :
a) Kelopak tambahan (apicalyx), umumnya terdapat pada tumbuhan suku
Malvaceae, misalnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis).

24
b) Mahkota (tajuk) tambahan (corona), misalnya pada biduri (Calotropis gigantea
Dryand).

Dalam penyusunan diagram bunga dapat berpenganggan pada pendirian berikut :

a) Hanya menggambarkan bagian bunga menurut apa adanya,


b) Membuat diagram bunga yang tidak hanya memuat bagian-bagian yang benar-
benar ada, tetapi juga menggambarkan bagian-bagian yang sudah tidak ada
(tereduksi), namun menurut teori seharusnya ada.

Dengan demikian kita dapat membedakan dua macam diagram bunga :


a) Diagram bunga empirik
Diagram bunga yang hanya memuat bagian-bagian bunga yang benar-
benar ada, jadi menggambarkan keadaan bunga yang sesungguhnya, oleh sebab
itu diagram ini juga dinamakan diagram sungguh (yang sebenarnya).
b) Diagram teoritik
Diagram bunga yang selain menggambarkan bagian-bagian bunga yang
sesungguhnya, juga memuat bagian-bagian yang sudah tidak ada lagi, tetapi
meurut teori seharusnya ada.

Gambar Diagram Bunga:

25
4. Reproduksi Tumbuhan Berbiji Tertutup

Pada tumbuhan berbiji sub phylum Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup,
alat reproduksi generatifnya adalah bunga yang di dalamnya terdapat stamen yang berisi
benangsari dan pistilum yang berisi sel telur.
Pada Angiospermae terjadi proses pembuahan ganda yaitu, peleburan antara sel
sperma dengan ovum (singami) yang menghasilkan zigot dan fusi antara sel sperma
lainnya dengan inti kandung lembaga sekunder yang menghasilkan endosperm. Setelah
polinasi dan pembuahan maka ovarium atau bakal buah akan berkembang menjadi buah
dan bakal biji (ovulum) akan berkembang menjadi biji. Biji di sini berfungsi sebagai alat
penyebaran spesies dan calon tumbuhan baru.

26
BAB III
KESIMPULAN

1. Angiospermae diambil dari 2 kata bahasa Yunani Kuno yaitu aggeion yang berarti
penyangga atau pelindung dan sperma yang merupakan bentuk jamak untuk biji.
2. Ciri-cirinya antara lain yaitu mempunyai bunga, akar berbentuk serabut/tunggang, daun
pipih, beraneka macam tulang daun, floem dengan sel pengiring.
3. Angiospermae dibagi menjadi dua jenis yaitu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
4. Monokotil memiliki ordo Pandanales, Ordo Poales, Ordo Palmae

27
DAFTAR PUSTAKA

A.D, Undang. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bidang Ilmu Hayati,
ITB: Bandung.
Akmalia, Tri Siska. 2014. Identifikasi Tumbuhan Angiospermae dengan Kunci Determinasi
Berbasis Flash sebagai Media Belajar untuk Siswa Kelas X SMA/MA (Skripsi S1
Pendidikan Biologi). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Adi, Yudianto Suroso. 2001. Keanekaragaman Hayati. Bandung: file. Upi edu. Akas, Pinaringan
Sujalu. 2008. “Analisis Vegetasi Keanekaragaman Anggrek Epifit di Hutan Bekas Tebangan,
Hutan Penelitian Malinau (MRF) – CIFOR”. Media Konservasi. Vol. 13. 13, No. 3
Desember 2 Amintarti, Sri 2014. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA
FKIP UNLAM: Banjarmasin

28