Anda di halaman 1dari 11

I .

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kinetika merupakan cabang fisika yang mempelajari tentang gerak . Benda


dikatakan bergerak bila benda tersebut mengalami perubahan posisi .besarnya
perubahan posisi disebut perpindahan . Perpindahan yang terjadi setiap satuan
waktu disebut kecepatan .posisi , perpindahan, kecepatan,dan percepatan
merupakan besaran fisika yang berkaitan dengan cabang kinetika .besaran ini
merupakan besaran vektor yang menyatakan nilai dari besaran harus disertai
dengan arahnya (Palupi, 2006)

Kinetika juga mempelajari skala yang berkaitan dengan gerak yakni jarak ,
kelakuan dan pelayan . Jarak digunakan untuk menyatakan panjang lintasan yang
ditempuh pada suatu benda . Kelakuan digunakan untuk menyatakan besar jarak
yang ditempuh pada setiap satuan waktu .pelajuan merupakan perubahan kelajuan
setiap satuan waktu . Kinetika membagi gerak dalam beberapa jenis yang di
bedakan berdasarkan lintas gerak .lintas gerak dibedakan menjadi gerak lurus dan
tidak lurus (Kanginan, 1995)

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Menghitung gaya gesek dan koefisien gesekan

2. Menghitung percepatan benda bergerak

3. Mengetahui cara menghitung konstanta gaya gesek


II. TINJAUAN PUSTAKA

Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah
kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda
bersentuhan. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya gaya gesek statis
dan kinetis. Gaya gesek dapat merugikan dan juga dapat bermanfaat. Bila
permukaan suatu benda saling kontak, maka permukaan bergerak terhadap benda
lainnya dan menimbulkan gaya tangensial disebut gaya gesek (Rusmardi, 2008).

Gaya gesek statis (Fgs) adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak
bergerak relatif satu sama lainnya. Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya
yang diaplikasikan sebelum benda tersebut bergerak. Ketika tidak ada gesekan
yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga gaya gesek
maksimum. Gaya gesek statis terjadi saat benda dalam keadaan diam atau
tepatnya akan bergerak Koefisien gesek statis dinotasikan dengan µs . Sedangkan,
gaya gesek kinetis atau dinamis (Fgk) adalah gesekan yang terjadi ketika dua
benda bergerak relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan. Gaya gesek
kinetik terjadi saat benda dalam keadaan bergerak (Riyadi, 2005,)

Gaya gesek yang bekerja pada 2 benda dipengaruhi oleh 2 faktor lain, yaitu
pelumasan dan kekasaran permukaan bahan. Pelumasan adalah tindakan
menempatkan pelumas antara permukaan yang saling bergeser untuk mengurangi
keausan dan friksi. Pelumas umumnya berupa cairan yang dapat memperkecil
gaya gesek. Hal ini menjadikan pemberian pelumas sebagai pengaruh yang amat
signifikan terhadap besar kecilnya gaya gesek yang terjadi (Darmanto, 2011).

Selain pelumas, hal lain nya yang mempengaruhi gaya gesek adalah
gayaPermukaan-permukaan bahan yang nampaknya halus sesungguhnya kasar
apabila dilihat dibawah mikroskop, karena suatu permukaan bahan sesungguhnya
terdiri atas bukit dan lembah yang cukup besar dibandingkan dengan skala
atomik. Hal ini sangat dipengaruhi juga dengan keadaan permukaan, apabila
keadaan permukaan halus maka gaya gesek yang dihasilkan kemungkinan lebih
kecil dari pada permukaan yang kasar (Yulia, M., 2001).
III. METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tmpat.

Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin, 4 maret 2019 pukul 10:00-12:00 wib
di laboratorium fisika dasar , jurusan teknik pertanian, fakultas
pertanian,universitas lampung .

3.2 Alat dan Bahan .

Alat- alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :


stopwatch,spidol,busur,mistar ukur,dan timbangan.

Bahan –bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah papan kayu sepanjang
1 meter ,dan balok kayu

3.3 Prosedur Praktikum

Prosedur yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

3.3.1 Statik

1. peletakan papan di atas meja ,pada posisi mendatar

2. menaruh potongan balok (penimbangan balok terlebih dahulu dan catat


bobotnya )di atas papan (posisi di tengah)

3. Pengangkatan salah satu papan pelan – pelan terus sampai balok meluncur

4. diukur sudut kemiringan papan dengan busur derajat,pada saat balok meluncur

5. pencatatan dan pengulangan langkah 1 sampai 4 tiga kali


6. penghitungan gaya gesek maksimum dan koefisien gesek statis dengan melihat
vektor kesetimbangan gaya

3.3.2 Kinetik

1. penyiapan papan dan ditandai dengan spidol titik 0 dan 1 berjarak 75 cm

2. pemiringan papan tersebut dengan besar sudut 30 derajat

3. pelepasan balok pada titik 0 dan di luncurkan ,pada saat yang bersamaan
ditekan tombol on pada stopwatch

4. pada saat balok berada pada titik 1,penekanan pada tombol off stopwatch ,
penghitungan waktu balok kayu meluncur sejauh 0,75 m

5. pengulangan langkah 2 -4 sampai 3 kali

6. pengulangan langkah 2-5 dengan sudut 45 derajat dan 60 derajat


IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum

Tabel 1. Pengukuran statis

Ulangan Fs (N) µs
1 1,44 1,19
2 1,44 1,19
3 1,63 1,73
Rata-rata 1,5 1,47
Standar Deviasi (SD) 0,109 0,31
Tabel 2. Pengukuran Sudut 30

Ulangan Fk (N) µk V (m/dt) a (m/dt2) F (N)


1 0,451 0,28 1,39 2,57 0,47
2 0,289 0,18 1,59 3,38 0,65
3 0,56 0,35 1,20 1,93 0,37
Rata-rata 0,45 0,27 1,39 2,62 0,96
SD 0,142 0,085 0,19 0,726 0,58
Tabel 3. Pengukuran Sudut 45

Ulangan Fk (N) µk V (m/dt) a (m/dt2) F (N)


1 0 0 2,27 6,87 1,32
2 0,27 0,21 2 5,4 1
3 0,45 6,33 1,87 4,6 0,87
Rata-rata 0,23 6,18 2,05 5,6 4,15
SD 6,21 0,16 0,2 1,1 3,8
Tabel Sudut 60

Ulangan Fk (N) µk V (m/dt) a (m/dt2) F (N)


1 1,08 -1,15 3,26 14,17 2,73
2 0,66 0,7 3 12 2,32
3 0,86 -0,914 3,12 13,02 2,51
Rata-rata -1,63 3,13 13 2,52
SD 0,537 0,41 1,08 0,205
4.2 Pembahasan

Gaya gesek merupakan gaya sentuh yang muncul jika permukaan dua zat padat
bersentuhan secara fisik, dimana arah gaya gesekan sejajar dengan permukaan
bidang dan selalu berlawanan dengan arah gerak relatif antara ke dua benda
tersebut. Gaya gesek memiliki dua jenis gaya gesekan yang bekerja pada benda,
yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetik. Gaya gesek statis (fs) bekerja saat
benda dalam keadaan diam dan nilainya mulai dari nol sampai suatu harga
maksimum. Jika gaya tarik/dorong yang bekerja pada suatu benda lebih kecil dari
gaya gesek statis maksimum, maka benda masih dalam keadaan diam dan gaya
gesekan yang bekerja pada benda mempunyai besar yang sama dengan nilai gaya
tarik/dorong pada benda tersebut. Besarnya gaya gesekan statis maksimum adalah
fs = µs . N, dimana µs adalah koefisien gesekan statis dan N adalah gaya Normal.
Besarnya gaya normal ( N ) tergantung besarnya gaya tekan benda terhadap
bidang secara tegak lurus. Gaya gesek kinetis (fk) yaitu gaya gesekan yang
bekerja pada benda ketika benda sudah bergerak. Nilai gaya gesekan kinetis selalu
tetap, dan dirumuskan dengan fk = µk . N, dimana µk adalah koefisien gesekan
kinetis benda. Antara koefisien gesekan statis dan kinetis mempunyai nilai yang
berbeda, nilai koefisien gesekan statis selalu lebih besar daripada nilai koefisien
gesekan kinetis benda.

Dinamika merupakan cabang dari ilmu mekanika yang meninjau gerak partikel
dengan meninjau penyebab geraknya dikenal sebagai dinamika. Dalam bagian ini
kita akan membahas konsep-konsep yang menghubungkan kondisi gerak benda
dengan keadaan-keadaan luar yang menyebabkan perubahan keadaan gerak
benda.
LEMBAR PENGESAHAN

Hari : Senin

Tanggal : 4 Maret 2019

Waktu : 10.00 WIB s.d 11.40 WIB

Tempat ; Laboratorium Fisika Dasar

Jurusan : Teknologi Hasil Pertanian

Fakultas : Pertanian

Kelompok : III

Nama : 1. Rizka Hidayati (1814051032)

2. Salma Aprilia (1814051036)

3. Okta Sekar Ningtyas (1814051038)

4. Nurhanifah (1814051040)

5. Denny Zakaria (1814051060)

6. M. Alfarizi Gumay (1814051064)

Bandar Lampung,..........
Mengetahui
Asisten Dosen,

Hendri Maulana
` (1514071005)
DINAMIKA GERAK
(Laporan Praktikum Fisika Dasar Pertanian)

Oleh
Kelompok 3

LABORATORIUM FISIKA DASAR


JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
V.KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

1. Perhitungan percobaan statis didapat rata-rata gaya gesek sebesar 0,3 N


dengan rata-rata koefisien sebesar 0,47. Perhitungan pada percobaan
kinetik dengan sudut 50°, 45°, dan 60° didapat rata-rata gaya gesek secara
berturut-turut sebesar 0,025 N ; 0,021 N ; dan 0,081 N
2. Perhitungan pada percobaan kinetik dengan sudut 30°, 45°, dan 60°
didapat rata-rata kecepatan benda bergerak sebesar 0,126 m/s ; 0,318 m/s ;
daan 1,357 m/s.
3. Gaya yang beekrja pada benda, yaitu gaya gesek, gaya normal, dan gaya
berat.
DAFTAR PUSTAKA

Darmanto. 2011. Mengenal Pelumas Pada Mesin. Jurnal Momentum.


Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim. Semarang

Kanginan, Marthen.1995.Fisika SMU kelas 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.


Palupi, 2006. Bahan Ajar Fisika untuk SMA/MA Berdasarkan Kurikulum
Pemerintah. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta
Rusmardi. 2008. Analisis Percobaan Gesekan (Friction) Untuk
Pengembangan Teknologi Pengereman Pada Kendaraan Bermotor. Jurnal Ilmiah
Poli Rekayasa, Volume 3, Nomor 2, Maret 2008. Jurusan Teknik Mesin Politeknik
Negeri Padang.

Riyadi, T.W.B. 2005. Pengaruh Koefisien Gesekan Pada Proses


Manufaktur. Jurnal Media Mesin, Volume 6 Nomor 1, Hal. 23 – 29. Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yulia, M.. 2001. Analisa Sudut Pembasahan, Kekasaran Permukaan, Dan


Koefisien Gesek pada Beberapa Permukaan Material. Fakultas Teknologi
Pertanian. Institut Pertanian Bogor.