Anda di halaman 1dari 7

DECENTRALIZATION: RESPONSIBILITY ACCOUNTING, PERFORMANCE EVALUATION

AND TRANSFER PRICING


Soal 1
Berikut ini adalah informasi yang berhasil dikumpulkan oleh PT Rachmawati mengenai Divisi A
dan Divisi B:

KETERANGAN Divisi A DIVISI B


Penjualan Rp8.000.000.000 Rp14.000.000.000
Laba operasi 720.000.000 840.000.000
Aktiva operasi rata-rata 4.000.000.000 4.000.000.000
Aktiva tetap 2.000.000.000 1.600.000.000

Diminta:
1. Hitunglah ROI untuk setiap divisi.
2. Hitunglah margin dan turnover ratio setiap divisi.
3. Berdasarkan jawaban pada butir 1, divisi manakah yang kinerjanya lebih baik?
4. Jika kinerja manajer divisi dinilai berdasarkan residual income (RI) dan minimum tingkat
kembalian divisi adalah 12%, hitunglah RI setiap divisi.
5. Berdasarkan jawaban pada butir 4 di atas, manakah di antara kedua manajer divisi yang
kinerjanya lebih baik?

Soal 2
Manajer Divisi Pizza Hut pada Pepsi Co. saat ini sedang menghadapi peluang investasi pada 2
proyek independen, yaitu Proyek Pizza Hut Seturan dan Pizza Hut Babarsari. Pada saat ini Divisi
Pizza Hut menggunakan aktiva operasi sebesar Rp10.000.000.000 dan laba operasi yang
diperoleh adalah sebesar Rp1.600.000.000. Informasi yang berhubungan dengan kedua proyek
tersebut adalah sebagai berikut:

KETERANGAN PROYEK SETURAN PROYEK BABARSARI


Outlay Rp650.000.000 Rp400.000.000
Laba operasi 91.000.000 52.000.000

Untuk keperluan investasi tersebut, kantor pusat menyediakan dana sebesar Rp1.300.000.000.
Dari jumlah tersebut, apabila ada yang tidak terpakai, akan digunakan oleh kantor pusat untuk
diinvestasikan dengan tingkat kembalian sebesar 10%.

Diminta:
1. Hitung ROI untuk setiap investasi.
2. Hitunglah ROI untuk setiap kondisi sebagai berikut:
a. Tidak ada investasi yang dibuat
b. Investasi pada Proyek Seturan saja
c. Investasi pada Proyek Babarsari saja
d. Investasi pada Proyek Seturan dan Babarsari

1
3. Jika divisi tersebut dinilai kinerjanya dengan menggunakan ROI, manakah di antara 4
alternatif pada butir 2 di atas yang akan dipilih oleh manajer divisi?
4. Hitunglah tambahan laba atau rugi untuk perusahaan sebagai dampak keputusan yang
diambil pada butir 3.
5. Tentukan keputusan mana yang seharusnya dibuat oleh manajer divisi?
6. Hitunglah RI untuk setiap investasi.
7. Hitunglah RI untuk setiap kondisi sebagai berikut:
a. Tidak ada investasi yang dibuat
b. Investasi pada Proyek Seturan saja
c. Investasi pada Proyek Babarsari saja
d. Investasi pada Proyek Seturan dan Babarsari
8. Jika divisi tersebut dinilai kinerjanya dengan menggunakan RI, manakah di antara 4 alternatif
pada butir 7 di atas yang akan dipilih oleh manajer divisi?
9. Hitunglah tambahan laba atau rugi untuk perusahaan sebagai dampak keputusan yang
diambil pada butir 8.
10. Tentukan keputusan mana yang seharusnya dibuat oleh manajer divisi?

2
Jawaban 1

1. Perhitungan ROI Divisi A:


ROI = LABA OPERASI
Rerata Aktiva Operasi X 100%
= 720.000.000
4.000.000.000
= 18%

Perhitungan ROI Divisi B:


ROI = LABA OPERASI X 100%
Rerata Aktiva Operasi
= 840.000.000
4.000.000.000
= 21%

2. Perhitungan Margin Divisi A:


MARGIN = LABA OPERASI X 100%
Penjualan
= 720.000.000
8.000.000.000
= 9%

Perhitungan Turnover Ratio Divisi A:


TR = PENJUALAN
Rerata Aktiva Operasi
= 8.000.000.000
4.000.000.000
= 2 kali

Perhitungan Margin Divisi B:


MARGIN = LABA OPERASI
Penjualan X 100%
= 840.000.000
14.000.000.000
= 6%

Perhitungan Turnover Ratio Divisi B:


TR = PENJUALAN
Rerata Aktiva Operasi
= 14.000.000.000
4.000.000.000
= 3,5 kali

3
3. Penjelasan:
Jika kinerja manajer divisi diukur dengan menggunakan ROI, maka kinerja manajer divisi
yang paling baik adalah manajer yang menghasilkan ROI yang paling tinggi, yaitu manajer
Divisi B, dengan ROI sebesar 21%.

4. Perhitungan Residual Income Divisi A:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)

= 720.000.000 – (12% x 4.000.000.000) = Rp240.000.000

Perhitungan Residual Income Divisi B:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)

= 840.000.000 – (12% x 4.000.000.000) = Rp360.000.000

5. Penjelasan:
Jika kinerja manajer divisi diukur dengan menggunakan RI, maka kinerja manajer divisi yang
paling baik adalah manajer yang menghasilkan RI yang paling tinggi, yaitu manajer Divisi B,
dengan RI sebesar Rp360.000.000.

Jawaban 2:
1. Perhitungan ROI Proyek A:

LABA OPERASI
ROI = Rerata Aktiva Operasi X 100%

91.000.000
= 650.000.000

= 14%

Perhitungan ROI Proyek B:

LABA OPERASI
ROI = Rerata Aktiva Operasi X 100%

52.000.000

4
= 400.000.000

= 13%

2. Perhitungan ROI Divisi:

A. Tidak ada investasi:


ROI = LABA OPERASI X 100%
Rerata Aktiva Operasi
= 1.600.000.000
10.000.000.000
= 16%

B. Investasi pada proyek A:


ROI = LABA OPERASI X 100%
Rerata Aktiva Operasi
= 1.691.000.000
10.650.000.000
= 15,88%

C. Investasi pada proyek B:


ROI = LABA OPERASI X 100%
Rerata Aktiva Operasi
= 1.652.000.000
10.400.000.000
= 15,88%

D. Investasi pada proyek A dan proyek B:


ROI = LABA OPERASI X 100%
Rerata Aktiva Operasi
= 1.743.000.000
11.050.000.000
= 15,77%

3. Penjelasan:
Jika manajer divisi hanya dinilai kinerjanya berdasarkan ROI saja, maka alternatif terbaik
yang harus dipilih adalah alternatif 1, yaitu tidak melakukan investasi baru, karena dengan
memilih alternatif 1, ROI yang dihasilkan divisi tersebut paling besar (16%).

4. Tambahan laba (rugi) karena keputusan pada butir 3 adalah berupa rugi karena peluang
untuk memperoleh return sebesar 14% (proyek A) dan 13% (proyek B) tidak diambil,
sehingga dananya digunakan oleh Kantor Pusat untuk melakukan investasi dengan tingkat
kembalian sebesar 10%:

5
Rugi dari proyek I=(14% - 10%) x 650.000.000= Rp26.000.000
Rugi dari proyek II=(13% - 10%) x 400.000.000= 12.000.000
Jumlah Rp38.000.000

5. Penjelasan:
Keputusan yang seharusnya diambil oleh manajer Divisi adalah memilih alternatif d, karena
dengan memilih alternatif d, maka perusahaan secara keseluruhan tidak kehilangan laba
sebesar Rp38.000.000.

6. Perhitungan Residual Income Proyek A:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)

= 91.000.000 – (10% x 650.000.000)

= Rp26.000.000

Perhitungan Residual Income Proyek B:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)


= 52.000.000 – (10% x 400.000.000)
= Rp12.000.000

7. Perhitungan RI Divisi:

A. Tidak ada Investasi:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)


= 1.600.000.000 – (10% x 10.000.000.000)
= Rp600.000.000

B. Investasi pada Proyek A:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)


= 1.691.000.000 – (10% x 10.650.000.000)
= Rp626.000.000

C. Investasi pada Proyek B:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)


= 1.652.000.000 – (10% x 10.400.000.000)
= Rp612.000.000

6
D. Investasi pada Proyek A dan Proyek B:

RI = Operating Income – (r x Operating Assets)


= 1.743.000.000 – (10% x 1.050.000.000)
= Rp638.000.000

8. Penjelasan:
Jika manajer divisi hanya dinilai kinerjanya berdasarkan RI saja, maka alternatif terbaik yang
harus dipilih adalah alternatif d, yaitu melakukan investasi pada proyek A dan proyek B,
karena dengan memilih alternatif d, RI yang dihasilkan divisi tersebut paling besar, yaitu
sebesar Rp638.000.000.

9. Tambahan laba (rugi) karena keputusan pada butir 3:

Laba dari proyek I=14% x 650.000.000= Rp91.000.000


Laba dari proyek II=13% x 400.000.000= 52.000.000
Jumlah Rp143.000.000

10. Penjelasan:
Dengan pendekatan RI, maka keputusan yang dibuat oleh manajer sudah tepat, yaitu
memilih alternatif d. Dengan demikian, perusahaan secara keseluruhan memperoleh
tambahan laba seebsar Rp143.000.000.