Anda di halaman 1dari 3

1.

1 Latar Belakang

Trakoma masih menjadi salah satu penyakit yang diperhatikan di dunia dan
insidennya paling sering terjadi di negara berkembang. Di 2003, WHO
memperkirakan jika 84 juta orang menderita trakoma aktif di seluruh dunia, 76 juta
dengan trikiasis trakoma, dan 5 juta dengan risiko serius terhadap penglihatan
mereka dan berpotensi mengalami kebutaan. Lebih lanjut, 80 juta anak-anak
menderita trakoma inflamatori yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan
serius. Istilah trakoma (Bahasa Yunani: Tráchomas) memiliki arti kasar, kental
atau membengkak, menjelaskan penampakan konjungtiva tarsal yang terdampak.
Trakoma disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, suatu bakteri gram negatif
dengan infektivitas rendah namun terdistribusi luas di seluruh dunia. Trakoma
termasuk ke dalam penyebab kebutaan yang dapat dicegah dan masuk dalam
GET 2020 (Global Elimination of Trachoma) oleh WHO, yang bertujuan untuk
mengeliminasi penyebab kebutaan yang dapat dicegah di seluruh dunia pada
tahun 2020.
Trakoma dianggap sebagai penyakit mata inflamasi yang menyebabkan
keratokonjungtivitis kronis, dan seiring berjalannya waktu dapat membentuk
parutan pada konjungtiva palpebra superior, yang akhirya menyebabkan
terbentukya entropion (palpebra yang terlipat masuk ke arah mata) dan trikiasis
(bulu mata dengan posisi abnormal sehingga menyentuh bola mata). Fase aktif
yang infeksius dari trakoma sering kali ditemukan pada usia taman kanak-kanan
dengan risiko kebutaan di masa depan pada area yang sangat endemis. Fase
scarring inaktif ditemukan pada dewasa. Diagnosis trakoma dapat ditegakkan
secara klinis, dengan mengevaluasi perubahan dari palpebra, bulu mata,
konjungtiva tarsal dan bulbar, serta kornea. Palpebra superior dieversikan dan
konjungtiva superior diperiksa secara menyeluruh. WHO menyarankan bahwa
diagnosis trakoma ditegakkan jika ditemukan setidaknya dua di antara beberapa
tanda klinis berikut: folikel pada konjungtiva tarsal superior, folikel pada limbus
atau Herbert pits, scarring tipikal pada konjungtiva dan pannus pada limbus
superior.
Definisi

Trakoma adalah keradangan konjungtiva yang akut, sub akut atau kronis yang
disebabkan oleh Chlamidia Trachomatis. Trakoma termasuk jenis infeksi mata yang
berlangsung lama yang menyebabkan inflamasi dan jaringan parut pada konjungtiva dan
kelopak mata serta kebutaan.

Epidemiologi

Trakoma merupakan penyebab kebutaan terbanyak kedua di seluruh dunia,


dengan mempertahankan level hiperendemisitasnya di berbagai belahan dunia, seperti
Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Di Amerika, terdapat beberapa outbreak di beberapa
area seperti Meksiko Selatan, Guatemala, Bolivia, Peru, dan Timur laut Brazil. Insiden
trakoma mengalami peningkatan terutama pada kondisi higenitas dari lingkungan
tersebut pada akhir Revolusi Agrikultur dan dimulainya Revolusi Industri (10). Selama
beberapa abad terakhir, trakoma sering ditemukan di Eropa dan Amerika Utara dan
merupakan penyebab utama kebutaan di area tersebut. Survei Departemen Kesehatan
Republik Indonesia tahun 1996 prevalensi penyakit mata utama khususnya untuk
konjungtivitis sebesar 1,74 %. Seperti yang kita ketahui, trakoma termasuk infeksi mata
yang lama kelamaan akan menyebabkan kebutaan. Badan kesehatan dunia WHO
merillis data bahwa setidaknya ada 40 - 45 juta penderita kebutaan (cacat
netra)/gangguan penglihatan. Setiap tahunnya kurang lebih dari 7 juta orang mengalami
kebutaan atau setiap detiknya terdapat satu penduduk bumi menjadi buta dan perorang
mengalami kebutaan perduabelas menit dan ironisnya, kebanyakan orang yang berada
di ekonomi bawah yang terkena gangguan penglihatan yaitu sekitar 90%.

Etiologi

Trakoma disebabkan oleh Chlamydia Trachomatis serotipe A, B, Ba atauC.


Masing masing serotipe ditemukan di tempat dan komunitas yang berbeda. Chlamydia
ini termasuk bakteri gram negatif. Ordo Chlamydiales, family Chlamydiacea, dan genus
Chlamydia. Chlamydia trachomatis serotipe A-C menyebabkan trakoma, sedangkan
serotipe D-K menyebabkan konjungtivitis inklusi dan limfogranuloma venerum
disebabkan oleh serotipe L1-L3.