Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN COMMISSIONING RBS 6000

UNTUK 2G SISTEM PERANGKAT


ERICSSON

Malam Blog,
https://blogkoeniy.blogspot.com/2014/04/panduan-commissioning-rbs-6000-untuk-2g.html
Sepertinya sudah sangat lama tidak berkunjung lagi, dan menuliskan semua hal yang
terjadi. Tetapi kali ini bukan mau curhat blog,. ^_^, aku mau titip sesuatu..

Ya blog, aku cuma mau titip "PANDUAN COMMISSIONING RBS 6000 UNTUK 2G SISTEM
PERANGKAT ERICSSON" ini, panduan ini aku buat sendiri mengikuti mekanisme yang aku
tahu, dan semoga saja, yang membaca nya juga mengerti.. ini sih harapan blog.. hehehe..

oke kita mulai saja ya..

Di dunia telekomunikasi kita mengenal software yang namanya OMT. OMT ini singkatan dari
Operation Maintenance dan Terminal, jadi dari nama nya kita bisa sedikit tahu bahwa
software ini digunakan untuk maintenance ataupun sebagai alat untuk kita melakukan
comissioning perangkat Ericsson sebelum dilakukannya proses integrasi.

Sambungkan cable Rj45 – Db9 ke port LMT A (Rj45) di DUG 20 01 dan Db9 yang sudah di
sambung dengan kabel ATEN ke port USB laptop.
Cek port com berapa yang dipakai di laptop.

Kemudian Open program OMT ( Operation Maintenance & Terminal ) :


Cek di menu “tool” --> “Option”, kemudian akan muncul tampilan seperti ini :
Selanjutnya pilih di “COM Port Number” sesuai port Com yang terbaca di laptop.

Selanjutnya, Pilih “Configuration” --> “Create IDB”


Di “Cabinet Setup” pilih “New”, selanjutnya akan muncul tampilan “Define Setup for
Cabinet”

Yang perlu diperhatikan di sini adalah :


- Cabinet type

Kita ambil contoh cabinetnya adalah 6601 (karena saat ini, cabinet inilah yang paling
banyak digunakan), untuk “power System” dan “Climate System” sudah default settingan
nya untuk type cabinet ini, jadi kita tidak perlu ubah configurasinya.
Setelah kita tekan tombol “oke”, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Selanjutnya kita akan defined “Antenna Sector Setup”, caranya sama seperti saat kita akan
defined cabinet, kita pilih “New”, maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah.

Yang perlu diperhatikan adalah :


- Jumlah sector yang akan di pakai
- Frequensi yang dipakai
- Jumlah RUS yang dipakai dalam 1 sector
- Metoda Antenna Sharingnya.

Kita ambil contoh, frequensi yang akan dipakai adalah GSM, GSM di tandai dengan kode
perangkat “B0 atau B8”, sedangkan DCS atau 1800 di tandai dengan kode perangkat “B3”.
Oke kita lanjut… Jumlah sector yang dipakai di sini adalah “3 sector”, untuk provider
Indosat, jumlah sector yang dipakai adalah “3 sector”.
Untuk config basic adalah config 4 + 4 + 4, dengan kata lain, sector 1 (4Trx) + sector 2
(4Trx) + sector 3 (4Trx), ini berlaku untuk config basic maksimal dengan menggunakan “1
cabinet type 6000” baik itu 6201, 6102 ataupun 6601 dan 1 RUS.
Jadi 1 RUS itu maksimal memiliki 4 Trx.

Oke kita lanjut, jadi menurut asumsi di atas tadi kita dapat mendefined “Antenna Sector
Setup” nya menjadi seperti gambar di bawah :
Untuk settingan Trx nya , kita bisa pilih “RE Setup”, yang kita defined hanya “Number Of Trx”
nya saja.

Dari gambar “RE Setup” di atas kita bisa lihat, bahwa maksimal Trx yang bisa di defined
adalah 4 untuk RRUS 01

Jika menggunakan RRUS 12 (Radio Remote System for 12 Trx)


Selanjutya kita pilih “oke”, dan tampilan akhir akan seperti ini untuk RRUS 01:

Tampilan akhir akan seperti ini untuk RRUS12 :

Setelah kita pilih “Oke” kembali, maka tampilan nya akan menjadi seperti ini :

- Tampilan di “system”
Jika menggunakan RRUS 12

- Tampilan di “Cabinet 0”

Jika menggunakan RRUS 12


Sampai di sini, tugas kita belum selesai, kita harus mendefined “RRUS, SAU dan DUG” nya,
caranya.:

- Di tombol define present RUS kita Klik :


Selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini :

Kita “klik dua kali di RRUS-0, RRUS-1, RRUS-2 dan SAU”, jika sudah tampilan nya akan
menjadi seperti ini :
Selanjutnya kita klik “oke”, maka tampilan di “cabinet 0” nya akan menjadii seperti ini :

Sampai di sini tugas kita sudah selesai.? Belum..tugas kita belum selesai, selanjutnya kita
harus mendefined posisi DUG nya, caranya, kita klik “Configuration” --> “Define” --> “RU
Position”

Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini :

Untuk Shelf kita pilih “A1” dan untuk Slot kita pilih “2”, maka tampilan nya akan menjadi
seperti ini :
Selanjutnya kita defined disisi Transmisi DUG nya, caranya :
Ditampilan “system” klik kanan di “Transmisi” --> Define --> Transmission

Tampilannya akan seperti ini :

Gambar ini adalah gambar yang menunjukkan bahwa status link nya masih ATM atau E1
belum over TCU, kita dapat lihat di STN Equipmentnya.

Jika sudah Over TCU, atau linknya sudah Over IP, tampilan nya sebagai berikut :
Tambahan :
Jika untuk satu modul MU menggunakan 2 DUG, dengan kata lain ada Master dan Slave,
maka kita jangan lupa mendefined Node parameternya. Fungsi Node Parameter ini adalah
sebagai penghubung antara 1 DUG dengan DUG yang lain dalam 1 Modul MU (subrack)
Caranya :

Klik menu “Configuration” --> Define --> Node Parameters


Tampilannya akan seperti ini :

Gambar di atas jika hanya menggunakan 1 DUG dalam 1 Modul MU (subrack)

Jika menggunakan 2 DUG :


Kita geser ke tampilan “External Nodes”
Setelah itu klik “Add Nodes”

Pilih HUB Address nya, ingat jangan sampai salah pilih, jika sudah kita pilih External Nodes
nya, tampilan nya akan menjadi seperti ini :

Kemudian kita tekan “oke”


Maka tampilan awal akan menjadi seperti ini :
Untuk DUG 20 01 yang Slave nya di “Node Parameters” tadi kita define port nodes nya.
Caranya sama seperti kita mau defined Node parameters sebelumnya, hanya di tampilan
seperti dibawah, untuk Support system controlnya kita pilih “false” dan HUB position nya di
“EC B”

Kemudian di “RU position” untuk perangkat “SAU” nya jangan didefined di DUG Slave (DUG
yang Ke-2)

Untuk nama RBS dapat kita defined juga dengan cara :

Isikan RBS identify nya sesuai dengan nama site nya :


Contoh untuk GSM:
Contoh untuk DCS :

Kemudian tekan oke”

Sampai di sini tugas kita sudah selesai untuk commissioning.

Catatan :

1. Untuk 1 RBS atau 1 DUG maksimal Trx adalah 12 Trx, yang mana 12 Trx ini di ambil dari
config maksimal basic yaitu 4 + 4 + 4
2. Untuk 1 RBS biasa nya menggunakan 1 E1, tetapi jika lebih biasanya case, tetapi di sini kita
menggunakan 1 Rbs dengan 1 E1.
3. Jika config Trx lebih dari 12 Trx, contoh :
- 5+4+4 --> 13 Trx atau.
- 4+5+4 --> 13 Trx atau,
- 4+4+5--> 13 Trx , maka kita harus menggunakan tambahan 1 RBS atau 1 DUG lagi, dengan
ketentuan penambahan 1 E1.

Jika tidak ada E1 tambahan.? Apakah kita bisa lakukan config di atas 12 Trx .? jawabannya
bisa. Kita bisa lakukan Upgrade dengan metode “Abis Optime” atau “Optimize 1 E1 menjadi
2 E1” atau bahasa gaulnya, dipakai 1 E1 tetapi yang terbaca adalah 2 E1.

DEFINED TRANSMISI MODE DI DUG 20 01 OVER TCU

Sekarang sudah mulai banyak ditemukan disite, untuk Transmisi sudah menggunakan
minilink-TN, dengan kata lain untuk 2G pun baik itu GSM ataupun DCS sudah over IP, koq
bisa..? ya bisa lah, wong over TCU, dalam artian E1 sudah diganti menggunakan IP.
Pada prinsipnya over IP ini menggunakan Minilink-TN dengan port TR3 di minilink-TN nya.
Biasanya kita gunakan Link IP untuk 3G

Minilink-TN [TR3] à TCU [TN-A]

Yang ke DUG

TCU [ET-A] ke DUG 20 01 [ET-A] --> untuk GSM System à TgTransportnya GIP_NamaSite
TCU [ET-B] ke DUG 20 01 [ET-A] --> untuk GSM system Slave (jika ada)

Jika tidak ditemukan maka akan digunakan untuk DCS System DUG ke-3
TgTransportnya GHIP_NamaSite,
atau jika digunakan untuk DCS System jadi DHHIP_NamaSite

TCU [ET-C] ke DUG 20 01 [ET-A] à untuk DCS system (Master) à penamaan Tgtransport nya
DIP_NamaSite
TCU [ET-D] ke DUG 20 01 [ET-A] à untuk DCS system (Slave)à penamaan Tgtransportnya
DHIP_NamaSite

Tapi bagi temen2 untuk sementara mungkin ini dulu yang kita bahas, untuk materi yang lain
, kita bisa bahas secara perlahan di lapangan.. Selamat Bekerja….