Anda di halaman 1dari 7

RESUME

Etika dalam Manajemen


Sumber Daya Manusia
ETIKA BISNIS
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

Oleh :

1. RIZKA YOHANA (1610210394)


2. RANI ASTIKA PUTRI (1610210460)
3. OEIRIKA LYASARI (1610210785)

2
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

1. FUNGSI OPERASIONAL MSDM


Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan basic ( dasar )
pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
Fungsi operasional tersebut terbagi 5 ( lima ), secara singkat sebagai berikut:

a. Fungsi Pengadaan
adalah proses penarikan ,seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi untuk mendapatkan karyawan
yang sesuai kebutuhan perusahaan.( the right man in the right place).

b. Fungsi Pengembangan
adalah proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual, dan moral karyawan melalui
pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan masa kini maupun masa depan.

c. Fungsi Kompensasi
adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada
karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi
adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab karyawan tersebut.

d. Fungsi Pengintegrasian
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga
tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan.Dimana Pengintegrasian adalah hal
yang penting dan sulit dalam MSDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang
bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.

e. Fungsi Pemeliharaan
adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan
agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

2. INTEGRASI ETIKA DENGAN FUNGSI MANAJEMEN


SUMBER DAYA MANUSIA
Implementasi konsep etika kedalam fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia :

a. Seleksi, dalam hal ini biasanya manajemen menggunakan tes untuk mengukur kemampuan
perkembangan moral untuk menentukan kejujuran dan personalitas serta sebagai alat untuk melihat
karateristik karyawan.
b. Orientasi Karyawan, tujuan yang penting dalam konsep orientasi karyawan adalah mengerjakan
mereka norma-norma, attitude, dan believe yang berlaku dalam organisasi.
c. Training , dalam integrasi training menanamkan nilai-nilai etika adar karyawan memiliki lebih luas
pengembangnya.

3
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

d. Penilaian kinerja, proses penilaian kinerja juga dapat diartikan sebagai perwujudan proses keadilan.
Penilaian kinerja seharusnya dikomunikasikan dalam cara penyampaian informasi mengenai
keadilan antar individu. Karyawan seharusnya diberikan keterangan, khususnya untuk hasil yang
negatif dan merekaseharusnya diperlakukan sesuai martabat dan rasa hormat.
e. Reward dan hukuman, pendekatam yang kompleks dapat dilakukan dengan pemberian reward
untuk perlakuan yang etis dan hukuman untuk perlakuan kurang etis.

 Dengan adanya reward, diharapkan bahwa tuntunan adanya perilaku yang lebih beretika
tidak dianggap sebagai suatu tambahan beban. Tentunya reward untuk perilaku yang etis
dapat menjadi sesuatu yang berlebih-lebihan.

 Manajemen sumber daya manusia harus menunjukan dukungan kepada karyawan yang
menginginkan standar etika yang tinggi. Sehingga melalui dukungan tersebut aspiasi
program penanaman nilai-nilai etika dapat dibicarakan sungguh-sungguh dan lebih berarti.

 Hukum menyediakan pembelajaran sosial yang penting bagi karyawan untuk mnjadi lebih
sadar dan mempunyai kemauan dalam menegakkan nilai-nilai dan etika organisasi. Jika
perlu tidak etis tidak perlu diberikan sanksi, maka karyawan akan beranggapan bahwa
mereka juga dapat terhindar dari hukuman.

3. MENCIPTAKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG BAIK


Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbantuk antara para pelaku dalam proses
produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hubungan antara pengusaha/pemberi kerja
dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan
perintah disebut Hubungan Kerja. Dalam setiap hubungan kerja pasti akan selalu ada perbedaan
pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha ayau gabungan pengusaha dengan
pekerja/buruh atau SP/SB karena adanya perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan PHK
serta perselisihan antar SP/SB dalam satu perusahaan disebut dengan Perselisihan Hubungan
Industrial.

Hubungan Industrial dibutuhkan untuk menciptakan ilkim yang kondusif terhadap dunia usaha
dalam pembangunan perekonomian nasional secara luas. Tujuannya agar tercipta ketenagan kerja dan
berusaha serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan bagi semua pihak. Hubungan Industrial
akan mengatatur syarat kerja yang terdiri hak dan kewajiban dari masing-masing pihak untuk
mewujudkan kondisi yang aman dan dinamis.

Dalam hubungan industrial terdapat dua azas yaitu :

4
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

1. Equality before the law yaitu bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sama di
depan hukum yang berarti walaupun secara kedudukan pengusaha/pemberi kerja lebih tinggi
dari pekerja/penerima kerja tetapi secara hukum kedudukannya adalah sama.

2. Equality and equity yaitu hubungan industrial dapat tercipta bila dilandasi azas
kesetaraan dan keadilan, kesetaraan disini berarti kedudukan yang setara antara pengusaha
dan pekerja yang diwakili oleh serikat pekerjanya dan keadilan dalam hal pengaturan dan
pelaksanaan hak dan kewajiban.

Salah satu contoh dalam penerapan dua azas diatas adalah Perundingan PKB. Dalam perundingan
PKB kedua belah pihak mempunyai bargaining power yang sama dan PKB sah bila ditanda tangani
kedua belah pihak, kedua belah pihak harus tunduk terhadap isi PKB yang telah disepakati dan
ditandatangani bersama, karena kesepakatan adalah UU bagi yang membuatnya dan pengaturan hak
serta keadilan para pihak di PKB adalah cermin dari keadilan.

Salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan hubungan industrial adalah komunikasi yang
efektif karena 95% masalah hubungan industrial adalah karena mampetnya komunikasi,
miskomunikasi, salah persepsi dll. Karena baik pengusaha ataupun serikat pekerja dapat mengetahui
dinamika denyut nadi keadaan perusahaan sehingga dapat menjelaskan kondisi riil perusahaan.

Ada beberapa prinsip kemitraan dalam hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja yaitu :

1. Partner in production dimana pengusaha menyediakan lahan fasilitas, material dan modal
sedangkan pekerja menyedia kan pikiran dan tenaga untuk berproduksi, prinsip kemitraan ini
biasanya dapat dilakukan dengan baik.

2. Partner is responsiblity yaitu pengusaha maupun pekerja memiliki tanggung jawab untuk
merealisasikan tujuan bersama seperti perusahaan yang tumbuh dan berkembang serta
meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya. Secara umum prinsip ini dapat
dilaksanakan oleh kedua belah pihak walaupun juga tidak sedikit yang gagal melaksanakannya.

3. Partner in benefit adalah kedua belah pihak berhasil melaksanakan kemitraan baik dalam
produksi maupun tanggung jawab sehingga tercapai tujuannya, maka patnershipnya berikutnya
adalah bagi hasil atas benefit dan keuntungan yang telah dicapai secara adil.

Dalam hubungan industrial pemerintah memiliki peran dan fungsi untuk menetapkan kebijakan,
memberikan pelayanan, melakukan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran UU.
Pengusaha mempunyai peran dan fungsi untuk menciptakan kemitraan, mengembangakan usaha,
memperluas lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan secara terbuka, demokratis dan
berkeadilan. Sedangkan pekerja atau buruh memiliki peran dan fungsi untuk melaksanakan pekerja
sesuai kewajiban, menjaga ketertiban dan kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara
demokrasi, mengembangkan keterampilan dan keahlian, ikut memajukan perusahaan dan
memperjuangankan kesejahteraan.

Hubungan industrial dilakukan dengan sarana : serikat pekerja baik tingkat perusahaan maupun
naasional, organisasi pengusaha, LKS Bipartit, LKS Tripartit, Perusahaan Perusahaan (PP), Perjanjian

5
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

Kerja Bersama (PKB), Peraturan Perundang di bidang Ketenagakerjaan dan Lembaga Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

4. PELANGGARAN ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER


DAYA MANUSIA
Contoh kasus :

Yuki Irawan, 41 tahun, bos pabrik panci CV Sinar Logam di Bayur Opak, Desa Lebak Wangi,

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berjanji mengawal kasus penyekapan puluhan buruh di
pabrik panci aluminium, CV Cahaya Logam, di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten
Tangerang.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja, Muji
Handaya, bos pabrik panci ini akan dikenakan pasal pelanggaran Undang-Undang Pidana Umum,
Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya dalam hal penyidikan dan
penuntutan hukum," ucap Muji ketika dihubungi Tempo, Ahad, 5 Mei 2013. Namun, kata dia,
pemerintah berfokus pada penuntutan pidana terhadap pelanggaran aturan ketenagakerjaan.

Muji mengatakan, para tersangka penyekapan buruh harus dihukum berat secara pidana sebagai efek
jera dan pelajaran bagi para pengusaha lain. Para pengusaha yang mempekerjakan para buruh wajib
menaati aturan ketenagakerjaan dan memperlakukan para pekerja dengan layak.

Sedangkan 34 buruh yang dipekerjakan dengan buruk di pabrik panci yang terletak di Kampung Bayur
Opak RT 03 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, itu sudah bertemu kembali
dengan keluarga mereka. Pemulangan dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan oleh dinas kesehatan,
serta proses pemeriksaan oleh kepolisian dan pegawai pengawas ketenagakerjaan Kementerian Tenaga
Kerja.

Pemulangan para buruh tersebut, menurut Muji, dilakukan Sabtu malam. Pemulangan dibagi ke dalam
dua gelombang dengan tujuan Lampung Utara dan Cianjur.

Penyekapan di pabrik panci Cahaya Logam terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil
melarikan diri. Andi Gunawan, 20 tahun, dan Junaidi, 22 tahun, kabur setelah tiga bulan dipekerjakan
dengan tidak layak.

ANALISIS

Kejadian ‘perbudakan’ di Tangerang tersebut tidak cukup hanya dilakukan tindakan represif terhadap
oknum siapapun yang bertanggungjawab. Namun perlu tindakan preventif dan evaluatif atas semua
sarana dan prasarana pengawas ketenagakerjaan dari tingkat nasional sampai dengan tingkat
kabupaten/kota.

6
[ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA] ETIKA BISNIS

Pertama, Dinas Tenaga Kerja setempat perlu mengupayakan sistem dan metode pengawasan terpadu
dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kelurahan dan atau kecamatan untuk melakukan
pengawasan secara langsung ke lapangan secara periodik. Pengawasan yang dilakukan seharusnya tidak
terbatas pada pengusahanya tetapi juga bertemu langsung dengan tenaga kerjanya.

Kedua, model pengaduan dan informasi melalui membuka hotline, surat elektronik, sms pengaduan,
dan media informasi lainnya harus terus dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat pelaku
produksi.

Ketiga, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus dan terstruktur tentang UU Ketenagakerjaan
dan peraturan yang berkaitan kepada semua pelaku usaha baik dalam bentuk usaha berbadan hukum
atau tidak, milik perorangan, milik persekutuan, milik badan hukum, baik swasta maupun milik negara,
skala kecil dan menengah.

Keempat, pemerintah harus serius melakukan upaya penghapusan biaya-biaya ‘siluman' (upeti) untuk
berdirinya suatu usaha ataupun setelah badan usaha terbentuk (operasional) dan membersihkan oknum-
oknum aparat/pejabat di pusat dan daerah yang meminta sumbangan atau dana dalam bentuk apapun.

Kelima, perlu dilakukan terobosan karena keterbatasan jumlah pengawas ketenagakerjaan dengan
membentuk ‘Intel’ Ketenagakerjaan yang bertugas mengumpulkan informasi dan data awal dengan
tidak mengenal jam kerja sebagaimana pegawai negeri saat ini. Antara Intel Ketenagkerjaan dan
Pengawas Ketenagakerjaan sebagai Penyidik saling berkoordinasi setiap ada temuan-temuan, info-info,
dan data-data yang ada di lapangan, sehingga laporan-laporan ketengakerjaan yang diwajibkan selama
ini mendekati akurat dan konkrit, setelah mendapatkan keterangan awal tersebut petugas pengawas
melakukan tugas sebagaimana mestinya salah satunya pembinaan.

Hak-hak yang harus dipenuhi sebagai seorang karyawan agar konsep etika dapat menghasilkan
keputusan yang etis setiap level manajemen sumber daya manusia adalah
1. Hak atas pekerjaan , kerja merupakan hak asasi manusia karena dengan hak akan hidup.
2. Hak atas upah yang adil sehingga tidak ada diskrimanitif dalam pemberian upah.
3. Hak untuk berserikat dan berkumpul, dapat menjadi media advokasi bagi pekerja.
4. Hak un tuk perlindungan keamanan dan kesehatan.
5. Hak untuk diproses hukum secara sah, hak untuk diperlakukan sama.
6. Hak atas rahasia pribadi.
7. Hak atas kebebasan suara hati.