Anda di halaman 1dari 2

Kania Qaula 10718033 Ismah Ibtihal F 10718079

Tasya Bakta 10718035 Monica Mayrene K. 10718084


V. I. Patricia 10718041 Afiifa Nuur 10718
Ghanes Zainy 10718078

PENERAPAN KESETIMBANGAN KIMIA DALAM BIDANG FARMASI


1. Reaksi Kesetimbangan pada Peredaran Oksigen dalam Tubuh
Dalam tubuh makhluk hidup, oksigen terlebih dahulu diikat oleh darah, beredar ke seluruh tubuh
melalui peredaran darah makhluk hidup. Oksigen yang masuk dalam darah akan diikat oleh
hemoglobin (Hb) sesuai dengan persamaan reaksi:
Hb + O2 ↔ HbO2
Dalam paru-paru, reaksi berlangsung ke arah kanan karena ada
proses pengikatan oksigen dari udara. Dalam jaringan, reaksi
berlangsung ke arah kiri, yaitu pelepasan oksigen yang akan
digunakan untuk proses pembakaran.
Adanya CO dalam tubuh menyebabkan kemampuan darah untuk
mengikat oksigen berkurang. Hal ini terjadi karena ketika gas CO
masuk ke dalam tubuh melalui peredaran darah, gas itu akan
diikat oleh Hb sehingga terjadi persaingan antara O2 dan CO
untuk berikatan dengan Hb dan ternyata Hb lebih mudah mengikat CO. Hal ini disebabkan oleh
tetapan kesetimbangan HbO2. Gas CO dapat melepaskan ikatan HbO2 dengan reaksi:
HbO2 + CO ↔ HbCO + O2. Hal ini menyebabkan bertambahnya ketegangan pada jantung karena
lebih banyak darah yang harus diedarkan ke seluruh tubuh daripada saat normal.
Penyakit: Anoksia Anemia (anemia Anoxia) adalah suatu kondisi dimana tidak cukup hemoglobin
untuk membawa oksigen, Ini didapati pada anemia berat dan peredaran darah yang tiba-tiba.
Keadaan ini diibaratkan dengan sedikitnya kendaraan yang membawa bahan bakar ke pabrik.
Pengobatan: Pengobatan tergantung pada berapa lama otak atau bagian lain dari tubuh kehilangan
oksigen. Jika otak tidak mendapatkan cukup oksigen selama beberapa menit fungsi fisik dan mental
tertentu dapat melemah sehingga pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah resusitasi
cardiopulmonary (CPR) atau menempatkan penderita pada ruang luas dan kosong untuk
mendapatkan oksigen yang cukup. Kehilangan oksigen ke otak menyebabkan kerusakan atau
kerugian permanen dalam kemampuan Anda untuk berjalan, berbicara, atau melakukan fungsi
dasar.
Dalam hal ini, dokter mungkin akan merekomendasikan hal berikut:
o terapi fisik untuk membantu memulihkan kemampuan untuk berjalan dan mengendalikan
tubuh
o terapi bicara untuk membantu mengembalikan kemampuan untuk berbicara dan menelan
o terapi okupasi untuk membantu menyesuaikan diri dengan aktivitas kehidupan sehari-hari

2. Reaksi Kesetimbangan dalam Mulut


Pada mulut, terjadi kesetimbangan kimia, lebih tepatnya berada pada gigi. Pada email gigi
mengandung senyawa Ca5(PO4)3OH. Zat ini akan mengalami reaksi kesetimbangan:
Ca5(PO4)3OH ↔ 5Ca2+ (aq) + 3PO43- (aq) + OH- (aq)
Apabila kita memakan makanan yang mengandung asam (banyak mengeluarkan ion H +), maka ion
H+ akan mengikat ion PO43- dan OH- sehingga reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan yang
menyebabkan konsentrasi Ca5(PO4)3OH berkurang. Hal ini mengakibatkan lapisan email menjadi
keropos. Keropos email inilah yang membuat gigi menjadi sakit.
Penyakit:

3. Reaksi Kesetimbangan Air dalam Tubuh


Setiap waktu tubuh kita selalu mengeluarkan air, melalui kulit (sebagai keringat), paru-paru, ginjal,
ataupun melalui saluran pencernaan. Untuk mempertahankan kesetimbangan air dalam tubuh,
maka air yang hilang harus diganti dengan air yang baru. Masukkan air ke dalam tubuh berasal dari
air minum dan makanan.
Penyakit: Dehidrasi merupakan kondisi kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar
lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk. Dehidrasi dapat menjadi faktor risiko terjadinya
obesitas pada anak dan remaja di samping asupan energi dan lemak yang berlebihan.
Pengobatan: Cairan dan elektrolit merupakan komponen tubuh yang berperan dalam
memelihara fungsi tubuh dan homeostatis. Elektrolit merupakan komponen yang berada baik
dalam cairan intrasel maupun ekstrasel. Ketidakseimbangan satu atau lebih komponen elektrolit
menyebabkan mekanisme pertahanan homeostatis.Pemberian Zink yang berfungsi untuk proses
pertumbuhan dan diferensiasi sel, sintesis DNA serta menjaga stabilitas dinding sel. Pemberian
suplementasi zink menurunkan prevalensi diare serta menurunkan morbiditas dan mortalitas
penderita diare. Setelah pemberian oralit Zinc, infus D ¼ NS, memonitor tanda-tanda vital,
mencatat input dan output, ada perubahan tanda-tanda dehidrasi yang berkurang dan intnsitas
diare yang berkurang serta yang awalnya berlendir menjadi berampas.

Sumber:
Hasannudin. 2015. Kesetimbangan Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari.