Anda di halaman 1dari 40

Selain lewat ebook ini

bunda juga bisa bergabung


di group Facebook
Tanya Jawab ASIX,
di dalam group bunda bisa
bertanya atau membantu
sharing seputar ibu
menyusui dan
perkembangan si kecil.

https://www.facebook.com/groups/TanyaJawabASIX
DISCLAIMER:

Penulis bukanlah dokter ataupun tenaga medis yang


kompeten dalam bidang ASI dan menyusui.

Penulis hanya seorang ibu biasa sama seperti Anda yang


sekedar ingin berbagi sedikit pengetahuan yang
insyaallah bermanfaat.

Semua konten yang tertulis di ebook ini adalah hasil dari


membaca ataupun pengalaman pribadi penulis bukan
berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang dilakukan
secara pribadi.
Hallo Bunda,

Perkenalkan saya Ida, seorang ibu rumah tangga


dan telah dikaruniai satu anak laki-laki yang
menggemaskan bernama Muhammad Azzam Al
Musthofa.

Saya tinggal di kota Lamongan besama


suami tercinta Mustofa Thovids,
(ingat Pecel Lele, ingat Lamongan)

Kegiatan lain saya habiskan untuk fokus


menikmati tumbuh kembang Azzam, memberikan
waktu-waktu terbaik yang saya miliki untuk
melihat segala kelucuan yang dia lakukan setiap
hari.
Rasanya senang sekali saat pertama kali menjadi BUSUI
( Ibu Menyusui) dan syukur alhamdulillah saya bisa
memenuhi kebutuhan Asi Eksklusif sampai 6 bulan dan
memberikan ASI sampai Azzam usia 2 tahun.

Sebenarnya, di masa memberi ASI Eksklusif, saya


sempat mengalami penurunan produksi ASI. Saya
stress… sangat kuatir tidak bisa memenuhi kebutuhan
ASI Eksklusif, apalagi sampai 2 tahun.

Berbagai literatur saya baca, dan juga beberapa cara


tradisional yang diajarkan orang tua saya lakukan agar
ASI kembali lancar, sampai akhirnya ASI saya lancar
bahkan berlimpah.
Nah.. akhirnya banyak yang bertanya, bagaimana cara
melancarkan ASI supaya yang keluar bisa banyak dan
lancar seperti punya saya?.
Bagaimana ASI di produksi oleh tubuh kita?

Susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat


penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi
yang baru lahir.

ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya


sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak
asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum
susu formula buatan pabrik-pabrik.

Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah saat


mereka berusia 0-6 bulan. Pada usia-usia ini bayi sangat
membutuhkan asupan nutrisi yang banyak.
Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi
adalah ASI. Bagi para ibu sendiri memiliki ASI yang
sehat, lancar dan eksklusif pun menjadi impian mereka
semua.

Akan tetapi banyak dari mereka yang tidak


mendapatkan kelancaran saat menyusui bayi mereka.

Sejatinya banyak faktor yang mempengaruhi produksi


ASI dan produksi ASI di dalam tubuh bergantung
terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.
Apa itu Hormon Prolaktin?

Hormon prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap


produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin
berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI.

Semakin banyak nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka


semakin banyak hormon prolaktin, dan semakin banyak
pula produksi air susunya.

Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-


ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan
makanan yang mereka makan agar makanan tersebut
juga bisa menghasilkan nutrisi yang bertujuan untuk
memperlancar dalam memproduksi ASI.
Apa itu Hormon Oksitosin?

Untuk hormon oksitosin sendiri bekerjanya hormon ini


tergantung akan sering atau tidak puting susunya
dihisap oleh bayi mereka.

Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak


produksi hormon oksitosin yang berdampak terhadap
lancarnya ASI yang keluar.

Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon


kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati
dan perasaan seorang ibu pada saat mereka meyususi
bayinya.
Akan tetapi jika kedua hormon ini tidak bekerja secara
lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua
hormon ini bekerja secara optimal tapi sebelum itu ibu
harus fahami dahulu penyebabnya.
Penyebab ASI Tidak Keluar atau Keluar Hanya Sedikit

Jika ditanya penyebab ASI tidak keluar atau keluar tapi


hanya sedikit maka secara sederhana saya
mengelompokkan menjadi 3 hal.

A. Karena "Penyakit"

Kanker, produksi ASI juga bisa berkurang karena faktor


penyakit seperti kanker payudara. Jika penyebabnya ini
maka Anda harus periksakan ke dokter

Faktor Genetika atau keturunan, jika ibu mengalami ini


solusinya juga sama yaitu konsultasikan kepada dokter
kepercayaan atau dokter spesialis yang ibu percaya.
B. Karena "Proses“

Pasca persalinan, perlu ibu ketahui sejak usia kehamilan


16 minggu atau berkisar empat bulan kehamilan
produksi ASI sudah mulai ada, tetapi dihambat oleh
kadar hormon kehamilan yang tinggi.

Baru pada hari ke-2 atau ke-3 pasca melahirkan, kadar


hormon kehamilan turun drastis dan hormon yang
memengaruhi produksi ASI (hormon prolaktin) semakin
dominan.

Saat itulah ASI mulai dikeluarkan dari payudara. Jadi


secara alamiah payudara mulai membengkak pada hari
ke-2 atau ke-3 pasca persalinan.
C. Karena "Gaya Hidup“

Penyumbatan pada saluran Air Susu, tanda penyumbatan


pada saluran air susu adalah adanya benjolan kecil yang
keras jika dipijat. Penyebabnya bisa karena ukuran Bra
yang tidak sesuai, pemberian ASI yang tidak tuntas atau
kurang sering, pompa ASI yang kurang bagus, dll

Kurangnya asupan gizi atau nutrisi yang dibutuhkan, hal


ini sangat mempengaruhi produksi dan kualitas ASI. Ibu
menyusui membutuhkan asupan gizi yang cukup dan
terbaik.
Stress atau tekanan batin/ pikiran, seringkali ASI tidak
keluar karena ibu mengalami stress. Beban pekerjaan
kantor, atau kerjaan di rumah yang banyak bisa
mempengaruhi psikologis ibu. Hubungan dengan suami
dan lingkungan juga bisa.

Kecilnya kapasitas penyimpanan ASI. Hal ini tidak ada


hubungannya dengan besar payudara. Jika kapasitas
penyimpanan ASI anda kecil maka sebaiknya sering-
seringlah memberikan ASI atau memompanya, dan
mengosongkan cadangan ASI. Sehingga ini akan
merangsang produksi ASI kembali
Cara Melancarkan ASI secara Alami & Aman

Setidaknya ada 4 cara yang bisa ibu praktikkan untuk


meningkatkan produksi ASI, tapi cara ini digunakan
khusunya untuk meyelesaikan masalah ASI yang keluar
sedikit atau tidak keluar karena faktor “gaya hidup”
seperti yang saya jelaskan diatas.

A. Penuhi kebutuhan nutrisi


B. Meningkatkan frekuensi menyusui & memompa ASI
C. Meminimalisir tingkat stres dengan breastfeeding
father
D. Bantu maksimalkan dengan minum pelancar ASI
A. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi


secara seimbang dan baik. Hal ini bertujuan agar ASI
yang keluar dapat lancar dan eksklusif.

Berikut adalah 10 makanan wajib bagi ibu menyusui.


Tubuh dan bayi anda akan sangat berterimakasih bila
anda rutin mengonsumsi makanan pelancar asi berikut
ini:
1. Ikan salmon

Tidak ada satu jenis makanan yang sempurna. Tapi


salmon paling mendekati. Salah satu makanan terbaik
untuk ibu menyusui, salmon, seperti ikan berlemak
lainnya, sarat dengan jenis lemak yang disebut DHA.

DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf


bayi Anda. Semua ASI mengandung DHA, tetapi tingkat
nutrisi penting ini lebih tinggi dalam ASI wanita yang
mendapatkan DHA tambahan dari makanan mereka.

DHA dalam ikan salmon juga dapat membantu mood


Anda, sehingga mengurangi resiko terkena baby blues.
2. Daging sapi tanpa lemak

Bila Anda sedang mencari makanan untuk


meningkatkan energi Anda sebagai ibu baru, carilah
makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak.

Kekurangan zat besi dapat menguras tingkat energi


Anda, sehingga sulit bagi Anda untuk bersaing dengan
tuntutan bayi yang baru lahir.

Juga, ketika Anda menyusui, Anda perlu makan protein


tambahan dan vitamin B-12. Daging sapi tanpa lemak
merupakan sumber yang sangat baik untuk keduanya.
3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, terutama yang berwarna gelap


seperti kacang hitam dan kacang merah, adalah
makanan untuk ibu menyusui yang sangat bermanfaat,
terutama untuk vegetarian.

Bukan saja mereka kaya akan zat besi tapi juga kaya
akan protein berkualitas non-hewani, dengan harga
yang tidak menguras kantong.
4. Bluberi

Ibu menyusui harus mendapatkan dua atau lebih porsi


buah atau jus setiap hari. Bluberi, kaya akan antioksidan,
adalah pilihan yang sangat baik untuk membantu Anda
memenuhi kebutuhan Anda.

Buah ini kaya akan vitamin dan mineral dan karbohidrat


dalam dosis yang sehat untuk menjaga tingkat energi
Anda.
5. Beras coklat atau beras merah

Jika Anda ingin segera menurunkan berat badan setelah


melahirkan, anda pasti akan mengurangi asupan
karbohidrat Anda.

Tapi kehilangan berat badan terlalu cepat menyebabkan


Anda menghasilkan lebih sedikit ASI dan membuat Anda
merasa lesu.

Makanlah jenis karbohidrat yang sehat seperti beras


coklat / beras merah atau roti gandum untuk menjaga
tingkat energi anda.
6. Jeruk

Mudah ditemukan dimana-mana dan bergizi, jeruk


sangat penting karena ibu menyusui membutuhkan
vitamin C dosis tinggi, bahkan lebih banyak daripada ibu
hamil.

Tidak dapat menemukan waktu untuk duduk untuk


mengupas jeruk? Minum jus jeruk memberikan manfaat
yang sama.

Beberapa jus jeruk yang dijual di supermarket sekarang


bahkan telah diperkaya dengan kalsium, sehingga anda
dapat memperoleh manfaat ganda.
7. Telur

Kuning telur adalah salah satu sumber alami vitamin D –


nutrisi penting untuk menjaga tulang Anda kuat dan
membantu tulang bayi Anda tumbuh.

Selain itu telur adalah cara mudah untuk memenuhi


kebutuhan protein harian Anda. Siapkan telur dadar
untuk sarapan dengan roti gandum, atau tambahkan
telur rebus pada soto anda saat makan siang.
8. Roti gandum (whole wheat bread)

Asam folat sangat penting untuk perkembangan bayi


Anda pada tahap awal kehamilan. Selain itu, asam folat
juga penting bagi bayi.

Pastikan dalam ASI Anda mengandung cukup asam


folat. Salah satu sumber terbaik dari asam folat adalah
roti gandum, yang juga dapat menyumbangkan
kebutuhan serat dan zat besi Anda.
9. Sayuran berwarna hijau

Banyak manfaat sayuran berwarna hijau seperti bayam,


kangkung dan brokoli. Mereka sangat kaya dengan
vitamin A, yang perlu bayi dapatkan dari ASI.

10. Air

Dehidrasi menurunkan tingkat energi seseorang secara


drastic. Untuk menjaga tingkat energi Anda dan
produksi ASI, pastikan Anda tetap terhidrasi dengan
baik.

Variasikan pilihan Anda dalam memenuhi kebutuhan


cairan dengan minum jus dan minuman pelancar asi.
2. Meningkatkan Frekuensi Menyusui & Memeras ASI

Hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang


banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi
disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi
ASI oleh sang ibu.

Jika sang ibu pun sibuk bekerja, jarang bekerja dan takut
akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu tersebut
dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk
memompa payudara agar produksi ASI tetap banyak.
Susuilah bayi pada saat dia meminta dan hentikan hanya
setelah dia merasa cukup, sebab:

1. Bayi memiliki lambung yang kecil dan ASI sangat


mudah diserap. Semakin muda umur bayi,
semakin cepat dia merasa lapar kembali.

Kapasitas produksi ASI antar ibu juga bervariasi.


Semakin kecil produksi, semakin sering dan lama
bayi harus disusui. Hanya bayi itu sendiri yang
tahu kapan saatnya harus menyusu.
2. Kandungan gizi dalam ASI yang dikeluarkan
selama menyusui bervariasi. Kandungan lemak
pada menit-menit awal cukup rendah, lalu
meningkat terus sampai menit terakhir.

Bila ibu menghentikan proses menyusui sebelum


saatnya, maka bayi akan kekurangan lemak dan
cepat lapar kembali.

3. Bila menyusui dilakukan secara terjadwal, dalam


tiga bulan produksi ASI akan menurun. Aktivitas
menyusui merangsang keluarnya hormon
prolaktin yang memproduksi susu.
Semakin sering menyusui, semakin besar
prolaktin yang dikeluarkan. Bila ibu jarang
menyusui, maka otomatis tubuhnya juga pelan-
pelan akan mengurangi prolaktin yang
bermanfaat dalam produksi ASI.

4. Bayi meminta menyusu bukan semata-mata


karena lapar, namun juga karena kebutuhan
emosional untuk disayangi dan dilindungi.
3. Meminimalisir Tingkat Stres dengan Breastfeeding
Father

Stres sendiri dapat mengakibatkna produksi ASI


berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam
keadaan rileks, tenang, dan senang.

Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya


ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena
jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.
Peran ayah juga sangat penting saat ibu menyusui.

Cinta kasih Ayah yang luar biasa dan kesadarannya


mendampingi Ibu dalam menjalani proses pemberian
ASI adalah sebuah bentuk komitmen dalam keluarga
yang sangat diperlukan.

Bukan hal yang mudah, namun Ayah bisa berperan


penting dalam proses ini karena dukungan emosionalnya
dapat mempengaruhi produksi ASI serta keputusan Ibu
untuk menyusui sang Buah Hati.

Pemberian ASI secara eksklusif sejak dini menjadikan


tumbuh kembang sang Buah Hati lebih berkualitas.
Produksi ASI sangat berkaitan erat dengan kondisi
emosional Ibu. Jika Ibu merasa cemas, takut ataupun
khawatir, tentu akan mempengaruhi produksi ASI.

Asupan ASI yang kurang dapat mengganggu tumbuh


kembang Si Kecil.

Susu formula dapat diberikan jika ada indikasi medis


tertentu sesuai dengan rekomendasi dokter, namun
tetap ASI adalah sumber nutrisi yang terbaik untuk sang
Buah Hati.

Suasana kehangatan dan kebersamaan yang dibangun


dari hubungan Ayah dan Ibu ikut mempengaruhi kualitas
menyusui.
Karena peranan Ayah sangat penting dalam proses
menyusui, jadi Ibu tidak akan sendirian saat merawat
sang Buah Hati.

Proses ini tentu akan menjadi ritual yang seru dan


menyenangkan untuk Ibu, Ayah & sang Buah Hati.

Dukungan emosional, spiritual, moral dan fisik adalah


jenis dukungan yang Ayah perlu berikan untuk Ibu,
peranan Ayah dalam fase ini disebut sebagai
‘Breastfeeding Father’.

Dukungan Breastfeeding Father ini datang saat Ibu


memasuki fase menyusui. Ibu akan merasa lebih nyaman
dan tentram ketika dukungan ini datang, sehingga
produksi ASI akan lancar dan berlimpah.
4. Bantu maksimalkan dengan minum pelancar ASI

Semua sudah bunda lakukan tapi ASI masih kurang,


maka untuk membantu memaksimalkan produksi ASI
supaya lebih banyak bunda bisa minum teh pelancar asi.

Salah satunya yang lagi ngetrend saat ini adalah teh


Mama Asix.

Peran teh Mama ASIX disini adalah membantu supaya


proses produksi ASI menjadi lebih cepat dan lebih
banyak karena kandungn (komposisi) didalamnya yang
mampu mempengaruhi kondisi hormon prolaktin
(hormon yg memproduksi asi) untuk lebih banyak dan
cepat dalam memproduksi asi.
Dipilih dari 100% bahan herbal terbaik yang telah
terbukti berkhasiat bisa meningkatkan produksi ASI.
Selain itu, kualitas bahan baku yang terjaga dengan
takaran yang tepat dan terstandar menjadikan Mama
Asix aman untuk ibu dan bayi.

Apalagi untuk para ibu yang harus bekerja, kebersamaan


yang terbatas bersama buah hati sangatlah berharga.

Mama Asix cocok untuk para ibu dengan segudang


aktifitas, di formulasikan secara khusus sehingga
bereaksi lebih cepat dalam meningkatkan produksi ASI.

Hadir dalam bentuk teh kantong (tea bag), sangat


praktis cukup diseduh air mendidih.
Untuk info detail tentang Mama Asix bisa bunda baca
sendiri di website resminya mamaasix.com

Atau bunda cari aja di mbah Google ^_^


Apakah 4 cara di atas pasti berhasil?

Tidak ada yang pasti di dunia ini bun, tugas kita sebagai
orang tua adalah berusaha, Ikhtiar semaksimal mungkin.
Soal hasil kita pasrahkan saja.

Yang terpenting tetap berfikiran positif, tetep optimis.

Pertama yang harus kita fahami, kodisi ASI tidak lancar


itu bukan penyakit (minum obat lalu sembuh) tapi
disebabkan banyak hal mulai dari tingkat streess, capek
fisik sampai kurangnya asupan nutrisi ibu menyusui
Saran saya terus berusaha apalagi untuk anak yang kita
sayangi.

Praktikkan cara diatas, jangan sia-siakan waktu


menyusui yang berharga ini, terus upayakan dan berikan
yang terbaik untuk anak kita.

Terima kasih,