Anda di halaman 1dari 2

1.

Pada praktikum ini, digunakan ujung akar bawang merah (Allium cepa cv group
aggregatum) dan bawang bombay(Allium cepa). Bawang merah sangat menolong dalam
mempelajari analisis mitosis karena memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosom
yang tidak terlalu banyak, mudah didapatkan, dan mudah dilakukan (Stack,)

2. Kromosom Bawang
Kromosom antar tanaman berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Baik dari bentuk, jumlah,
dan panjangnya. Allium cepa memiliki jumlah kromosom 2n = 16 (Sastrosumarjo, 2006). Hal ini
sangat membantu dalam mempelajari analisis mitosis pada tanaman, karena jumlahnya yang
tidak terlalu banyak, memiliki ukuran kromosom yang besar dan cukup mudah untuk dibuat
preparatnya (Stack, 1979).

Metode tanpa Pra-perlakuan (Metode Sederhana)


Ujung akar terdiri dari sel-sel yang bersifat meristematik, artinya sel-selnya sangat aktif
membelah. Sehingga penggunaan ujung akar pada praktikum ini diharapkan agar fase-fase
mitosis dapat diamati secara lengkap. Akar bawang merah dan bawang bombay yang digunakan
telah terlebih dahulu ditumbuhkan sekitar 3 hari sebelum pengamatan pada wadah yang diberi
kapas basah. Sebaiknya digunakan akar yang tidak terlalu
panjang, karena akar yang panjang akan mempunyai ukuran sel yang semakin kecil sehingga
sulit untuk diamati. Pada metode ini, ujung akar bawang kemudian direndam dengan HCl 1 N
selama 10 –15 menit

Pembelahan Mitosis

Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing
memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sam dengan sel induknya.

Pembelahan yang bertujuan untuk:

1. Mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak atau aus,
2. Pertumbuhan (perbanyakan sel sehingga baik kwantitas dan kwalitasnya bertambah).
3. Membentuk jaringan karena produk pembelahan ini kromosom /sifat induk sama dengan
sifat anakannya, artinya karena membentuk jaringan baik sel baru dan lama sama.

Pembelahan mitosis punya karakter:

1. Berlangsung pada sel somatik


2. Menghasilkan 2 buah sel anakan yang identik dengan induknya.
3. Melakukan pembelahannya sekali.
4. Anatar pembelahan satu dengan yang kedua diselingi dengan fase interfase (istirahat
tidak membelah).
5. Anakan selnya mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk sifatnya sama
dengan induk mempunyai kemampuan membelah lagi, ini tidak terjadi pada anakan hasil
miosis.
6. Pada organisme bisa terjadi pada usia muda, dewasa, ataupun usia tua, yang pada
pembelahan miosis hanya bisa terjadi di usia dewasa tidak pada organisme yang usianya
muda.