Anda di halaman 1dari 42

Membangun

Direktorat Pengawasan Norma


Manusia Karya
Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Prinsip Dasar
Keselamatan dan kesehatan
Kerja
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Upaya u/ menjamin keutuhan dan


kesempurnaan baik jasmani maupun
rohaniah tenaga kerja pada
khususnya, hasil karya dan budayanya
u/ meningkatkan kesejahteraan
(kwalitas hidup)
KESEHATAN KERJA

Spesialisasi dalam ilmu kesehatan/


kedokteran beserta prakteknya yang
bertujuan agar tenaga kerja
memperoleh derajat kesehatan
setinggi-tingginya, baik fisik,
mental, maupun sosial dengan usaha
preventif dan kuratif.
Sasaran : manusia
Sifat : medis
Ergonomi: Sasaran : manusia
Sifat : teknik
KECELAKAAAN KERJA

• KECELAKAAN INDUSTRI • KECELAKAAN DALAM


(an industrial accident) HUBUNGAN KERJA
(community accident)
• di tempat kerja • di luar tempat kerja
• karena bahaya kerja • dalam perjalanan kerja

UU No. 1/1970 UU No. 3/1992


( UU No.2/1951 dan PP
No.33/1977)
KECELAKAAAN
• peristiwa
• tidak diduga dari semula
• tidak dikehendaki
• mengacaukan proses akivitas yang telah
ditentukan
• dapat menimbulkan kerugian
- korban manusia
- harta benda
KECELAKAAAN
• Kejadian yang tidak diinginkan yang dapat
menimbulkan cidera fisik seseorang dan atau kerusakan
milik

• Kecelakaan biasanya akibat kontak dengan sumber


energi diatas nilai ambang batas dari badan atau
bangunan

• Kejadian yang tidak diinginkan yang mungkin (atau


dapat) menurunkan efisiensi operasional suatu usaha
KECELAKAAAN

• kejadian yang tidak diinginkan

• dapat berakibat cidera fisik dan atau kerusakan milik

• melibatkan kontak dengan sumber energi

• kejadian yang disebabkan oleh deretan faktor/sumber


bahaya yang saling berkaitan
6 HAL DALAM KECELAKAAAN

• dapat terjadi setiap saat


• tidak memilih cara tertentu untuk terjadi
• selalu dapat menimbulkan rugi (loss)
• selalu menimbulkan gangguan
• selalu mempunyai sebab
• dapat dicegah/dieliminir
DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan berakibat cedera
pada manusia, kerusakan
barang, gangguan terhadap
pekerjaan dan pencemaran
lingkungan.
DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana pada
saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat
mengakibatkan terjadinya
accident.
INCIDENT :
 MEMPUNYAI KATAGORI LEBIH LUAS DARI ACCIDENT
 SEMUA ACCIDENT ADALAH INCIDENT, TIDAK SEMUA
INCIDENTADALAH ACCIDENT

INDUSTRIAL ACCIDENT PREVENTION, McGraw – Hill, NY,1980


HAZARD
(POTENSI BAHAYA)
Suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat
menimbulkan kecelakaan/ kerugian berupa
cidera, penyakit akibat, kerusakan atau ketidak
mampuan melaksanakan fungsi yang telah
diterapkan

BAHAYA (DANGER)
Ungkapan adanya potensi bahaya secara relatif
RISK
(RESIKO)

Menyatakan kemungkinan terjadinya kecelakaan/


kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus
operasi tertentu
AMAN / SELAMAT
Kondisi yang tidak ada kemungkinan malapetaka

TINDAKAN TAK AMAN


Suatu pelanggaran tehadap prosedur keselamatan yang memberikan
peluang terhadap terjadinya kecelakaan.

KONDISI TAK AMAN


Kondisi fisik atau keadaan yang berbahaya yang mungkin dapat
langsung mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
ACCIDENT RATIO STUDY.
Frank Bird,Jr

• MATI / LUBER
1
• LURING
• KERUSAKAN MATERIAL
10
• INSIDEN TANPA LUKA
30 ATAU KECELAKAAN

600
ACCIDENT PREVENTION

Equipment

Procedures

Behavior

Time

SUMBER : Safety and Loss Control


Group safety Centre BP International Ltd.
Second Edition, Nov. 1989
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN
POTENSIAL LOSSES FROM ACCIDENTS

$ 1
• MEDICAL
• COMPENSATION COST
INJURY & ILLNESS COST
(INSURED COST)

$ 5 - 50
LEDGER COST OF
PROPERTY DAMAGE
( UN INSURED COSTS )

$1-3
UN INSURED
MISCELLANEOUS COST
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN
BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT
• Pengobatan/ Perawatan
• Gaji (Biaya Diasuransikan)
$1
• Kerusakan gangguan
• Kerusakan peralatan dan perkakas
• Kerusakan produk dan material
• Terlambat dan ganguan produksi
$5 HINGGA $50 • Biaya legal hukum
BIAYA DALAM PEMBUKUAN: • Pengeluaran biaya untuk penyediaan
KERUSAKAN PROPERTI fasilitas dan peralatan gawat darurat
(BIAYA YANG TAK • Sewa peralatan
DIASURANSIKAN) • Waktu untuk penyelidikan

• Gaji terusdibayar untuk waktu yang hilang


$1 HINGGA $3 • Biaya pemakaian pekerja pengganti dan/
BIAYA LAIN YANG atau biaya melatih
TAK DIASURANSIKAN • Upah lembur
• Ekstra waktu untuk kerja administrasi
• Berkurangnya hasil produksi akibat dari
sikorban
• Hilangnya bisnis dan nama baik
FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN
RESIKO KECELAKAAN KERJA

TENAGA
KERJA

KESEHATAN KESELAMATAN
PROSES
BAHAN ALAT

LINGKUNGAN
( H.W. HEINRICH, 1931)

ENVIRON
PERSON HAZARD ACCIDENT INJURY
MENT

SOCIAL
ENVIRON FAULT UNSAFE
MENT OF ACT/
PERSON UNSAFE
CONDITIO
N

INDUSTRIAL ACCIDENT PREVENTION, McGraw – Hill, NY,1980


( FRANK BIRD JR, 1970 )

Lack of SYMPTOM
ORIGIN CONTACT Loss
Control

LACK OF
CONTROL BASIC IMMEDIATED
INCIDENT INJURY /
CAUSES CAUSES / ACCIDEN
DAMAGE

MANAGEMENT GUIDE TO LOSS CONTROL, Institute Press, Loganville,1974


( ILCI model - Bird & German, 1985 )

Lack of Basic Immediate


Incident Loss
Control Causes Causes

Inadequate
Program Personal Substandard Contact People
Factors Acts With
Inadequate Property
Standard Job Substandard Energy or Process
Conditions Substance
Inadequate Factors (Profit)
Compliance
Logika terjadinya kecelakaan
Setiap kejadian kecelakaan, ada hubungan mata
rantai sebab-akibat (Domino Squen)

BASIC
LACK OF CAUSES INSIDENT
IMMIDIATE
CONTROL CAUSES LOSSES
The Three Basic Causes
Poor Management Safety Policy & Decisions
Personal Factors Basic Causes
Environmental Factors

Unsafe
Unsafe Act Indirect Causes Condition

Unplanned release of
ACCIDENT
Energy and/or
Personal Injury
Hazardous material
Property Damage
MANAGE- LACK OF CONTROL
MENT
• Program tidak baik
LACK OF
CONTROL
• Standar tidak baik
• Tidak sesuai dengan standar
yang berlaku
PENGAWAS YANG DAPAT MENGENDALIKAN
• Mengetahui program
• Mengetahui standar
• Merencanakan & mengorganisasikan pekerjaan
• Memimpin orang u/ mencapai standar
• Mengukur perilaku perorangan
• Mengukur perilaku kelompok
• Menilai perilaku
• Memperbaiki perilaku perorangan
• Memperbaiki perilaku kelompok
BASIC CAUSES

Faktor Perorangan
• Alasan perorangan
• Kurang pengetahuan atau
ORIGIN ketrampilan
• Motivasi yang kurangn/tidak baik
BASIC
• Problema mental atau fisik
CAUSES
Faktor Pekerjaan
• Standar kerja kurang baik
• Perencanaan atau pemeliharaan
kuran baik
• Standar pembelian kurang sepadan
• Pemakaian dan pemeliharaan tidak
abnormal
IMMEDIATED CAUSES
TINDAKAN TIDAK AMAN
• Mengerjakan tanpa ijin
• Gagal memberitahu atau
SYMPTON mengamankan
• Mengerjakan dengan kecepatan yang
IMMEDIA- salah
TED • Membuat alat pengaman tidak
CAUSES berfungsi
• Menggunakan peralatan yang rusak
• Menggunakan perlatan yang tidak
sebenarnya
• Kesalahan tidak menggunakan APD
• Salah mengisi/menumpuk/meletakan
SYMPTON • Salah mengangkat
• Mengambil posisi salah
IMMEDIA- • Memperbaiki alat dlam keadaan
TED bergerak
CAUSES • Bermain-main dalam melaksanakan
pekerjaan (horseplay)
• Minum-minum atau makanan terlarang
KEADAAN (KONDISI) TIDAK AMAN
• Pelindung atau pencegahan tidak
baik
• Bahan, perlatan, perkakas rusak
SYMPTON • Terlapau padat
• Sistem (tanda-tanda) peringatan
IMMEDIA- tidak baik
TED • Bahaya ledakan atau kebakaran
CAUSES • Penanganan standar bantuan
• Suasana yang berbahaya
• Asap dan bau-bauan
• Bising
• Pemaparan radiasi
CONTACT (Cammon Types)
• Terbentur pada
Accident • Tertumbuk oleh
• Jatuh ketingkat bawah
INCIDENT/ • Jatuh pada tingkat yang sama
ACCIDENT • Terjepit
• Terjepit diantaranya
• Terkena dengan
• Melampaui muatan
• Terdampar pada
CIDERA FISIK
• ringan (minor injury)
* with minor potensial hazard
Injury * serious potensial hazard
• parah/berat (serious injury)
INJURY/ • yang dilaporkan
DAMAGE • yang mendapatkan kompensasi
• cacat
• hari kerja hilang
• kejadian utama (major) atau
kekacauan (catastrop)
• kematian (fatal accident)
• kerusakan
IMMATERIEL
• Kesedihan
• Beban tanggungan berat yang
tidak
Injury diduga
• Sakit fisik dan rasa tidak enak
INJURY/ • Problem psikologis
DAMAGE
MATERIEL (EKONOMIS)
• Kerugian yang diasuransikan
• Kerusakan barang yang tidak
diasuransikan
• Kehilangan jam kerja
• Turunnya kwalitas produksi
MACAM KECELAKAAN

 Kecelakaan dengan potensi bahaya


tinggi (major)

 Kecelakaan dengan potensi bahaya


kecil (minor)
POLA PENCEGAHAN KECELAKAAN
Peraturan
 Standarisasi

 Pengawasan

 Penelitian Teknik

 Penelitian Medis

 Penelitian Psikologis

 Penelitian Statistik

 Pendidikan

 Training (pelatihan)

 Persuasi

 Asuransi

 Penerapan
KONSEPSI DASAR PERATURAN K3

MGT
SDM

BAHAN
LINGKUNGAN KERJA

AMAN Prod’s
FAKTOR
PERALATAN TEMPAT KERJA SEHAT
PENYEBAB

SIFAT PEKERJAAN
PROSES PRODUKSI

CARA KERJA KECELAKAAN

ANALISIS
1. Safety Hazard 1. Health Hazard
• Mechanic • Physic
• Electric • Chemical
• Kinetic • Biologic
• Substances  Flammable • Ergonomics
 Explosive Accidental • Psychosocial
 Combustible release
 Corrosive
2. Konsekuensi  Minor 2. Konsekuensi
• Accident  Injuries  Mayor • Terpapar  kontak  penyakit
 Fatal mendadak, menahun, kanker dan
 Assets  Damage dampak terhadap masyarakat umum
(Prolonged Reaction)
• Mendadak, dramatis, bencana
(Sudden Reaction) 3. Konsentrasi kepedulian
• Environment (bahan • Titik berat pd
3. Konsentrasi kepedulian pencemar) bahaya tersembunyi
• Process • Titik berat pd
• Exposure • Sepertinya kurang
• Equipment, facilities, kerusakan asset,
• Work hours urgent (laten)
tools fatality
• PPE • Prinsip pendekatan
• Working practices • Sepertinya urgen
• Pendidikan • Pengkajian
• Guarding (bahaya mendadak)
• Karir jab. Sesuai kepaparan
• Pengalaman • Prinsip pendekatan
pendidikan • Utk
• Karir lapangan + • Pengkajian resiko
memperkecil
pelatihan • Utk memperkecil
kepaparan
resiko ts@utps-k3
Terima kasih

atas perhatian dan kerja samanya,


maaf bila ada kekurangan
PERAN PENTING SUPERVISOR

• memiliki hubungan langsung dengan pekerja


• berada pada tempat dimana pekerjaan
dilaksanakaan
• mengetahuinn dengan baik apa yang
seharusnya
dikerjakan bawahannya
• lebih baannnnyaak mengetahui pribadi
bawahannnya
• mengetahui bagaimana cara mengerjakan
suatu
pekerjaaan yang dilaksanakan
bawaaahannnya
• mempunyai wewenang dan tanggung jawab
u/
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SUPERVISOR
DALAM K3

• Harus mengetahui ketentuan K3


• Harus menjamin bahwa pekerja bawahanya mendapat
pendidikan cukup u/ mengetahui sumber bahaya yang ada
• Harus menjamin bahwa bawahannya mengetahui apa yang
harus dikerjakan, tempat dan cara menggunakan alat
penolong bila terjadi kecelakaan
• Harus menjamin semua pekerja yang bertugas mengetahui
tempat P3K
• Melakukan pembinaan secara terus menerus kepada
pekerja dibawah pengawasanya bagaimana bekerja secara
aman
• Setiap saat dapat memberikan pengawasan dan bimbingan
yang dibutuhkan terutama kepada pekerja baru
• Harus sesegera mungkin melakukan penelitian terhadap
kecelakaan u/ mengetahui penyebabnya dan melakukan
usaha agar tidak terulang kembali
• Harus membuat laporaan tertulis dengan formulir yang
telah ditentukan pada setiap terjadi kecelakaan yang
mengakibatkan luka (injury), kerusakan maupun hari kerja
yang hilang
• Harus memberikan kerja sama yang baik dengan Safetty
Inspector serta menyertai sewaktu mengadakan inspeksi
• Harus mengawasi bahwa pekerja dibawah pengawasannya
mentaati prosedur kerja yang telah ditentukan dan
menggunakan alat keselamatan kerja dengan semestinya
• Harus selalu berusaha agar semua peraalatan K3 yang
diperlukan selalu dalam keadaan siap dan terpelihara
dengan baik
• Harus berusaha agar setiap mesin dan peralatan lainnya
dipelihara dengan baik agar tetaap aman u/ digunakan
• Harus segera melaporkan serta berusaha memperbaiki
perlengkapan yang rusak yang ada dibawah
pengawasannya
• Tetap memelihara good houskeeping setiap saat
• Harus menanggapi dan memberikan perhatian kepada
pekerja yang menyampaikan hal-hal yang berhubungan
dengan K3
• Membina hubungan dan kerja sama dengan
petugas/bagian yang khusus menangani K3
• Menghadiri sidang P2K3 bila diperlukan