Anda di halaman 1dari 5

Akuntansi Manajemen dan Sistem Pengendalian Manajemen

Sektor Publik

PROGRAM STUDI
S1-AKUNTANSI
5 SA-2

Kelompok 1 :
1. Aisyah Ranindita Putri S. 17.1.01.10418
2. Viranda Rizky 17.1.01.10472
3. Shelin Dwi O. 17.1.01.10723
4. Adellia Rachma Hardini 17.1.01.10774
5. Tita Marita 17.1.01.10800

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA


(STIESIA) SURABAYA
2019/2020
A. Proses Perencanaan dan Pengendalian Sektor Publik
Perencanaan dan pengendalian merupakan proses yang membentuk suatu siklus,
sehingga satu tahap akan terkait dengan tahap lainya. Apabila tidak ada pengendalian
maka perencaan tidak akan ada tindak lanjut untuk mengidentifikasi mengenai rencana
organisasi yang telah dicapai. Sebaliknya, apabila tidak ada perencanaan maka
pengendalian tidak akan berarti karena tidak ada target atau rencana yang digunakan
sebagai pembanding.
Proses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sector publik
menurut Jones dan Pendlebury (1996) terbagi menjadi 5 tahap, yaitu :
1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendalian dan pengukuran
5. Pelaporan, analisis, dan umpan balik.
B. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik
Setiap organisasi publik maupun swasta memiliki tujuan yang hendak dicapai. Untuk
mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan strategi yang dijabarkan dalam bentuk
program-program atau aktivitas. Organisasi memerlukan sistem pengendalian
manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara
efektif dan efisisen sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian manajemen
meliputi beberapa aktivitas, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Koordinasi antar berbagai
bagian dalam organisasi, (3) Komunikasi informasi, (4) Pengambilan keputusan, (5)
Memotivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan
organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi, (6) Pengendalian, (7)
Penilaian kinerja.
Kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena
adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses
pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen sektor publik berfokus pada
bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efesien sehingga tujuan
organisasi dapat dicapai. Sistem pengendalian manajemen tersebut harus didukung
dengan perangkat yang lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe
pengendalian manajemen yang digunakan, manajemen sumber daya manusia, dan
lingkungan yang mendukung.
Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen, karena
sistem pengendalian manajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagaui pusat
pertanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan, pengendalian, dan
penilaian kinerja. Manajemen sumber daya manusia harus dilakukan sejak proses
seleksi dan rekruitmen, training, pengembangan, dan promosi hingga pemberhentian
karyawan. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik, ekonomi, sosial, keamanan,
dan sebagainya. Ke semua unsur tersebut hendaknya dapat mendukung pelaksanaan
strategi organisasi.

Tipe Pengendalian Manajemen


Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Pengendalian preventif (preventif control)
pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi perencanaan strategik yang
dijabarkan dalam bentuk program-program.
2. Pengendalian operasional (operational control)
pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah
ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan
perencanaan dengan pengendalian.
3. Pengendalian kinerja
pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur
kinerja yang telah ditetapkan.
C. Penetapan Harga Pelayanan (Charging for Services)
Dalam menetapkan harga pelayanan, pemerintah membebankan biaya
pelayanan kepada konsumen dengan memperhitungkan total biaya yang
digunakan untuk menyediakan pelayanan tersebut. Namun dalam menghitung
total biaya terdapat kesulitan antara lain:

1. Tidak mengetahui secara tepat berapa biaya total, sehingga perlu


memperhitungkan semua biaya untuk mengidentifikasi biaya
secara tepat untuk tiap jenis pelayanan.
2. Sulit untuk mengukur jumlah yang dikonsumi, dengan begitu
pembebanan biaya harus disamakan antar konsumen agar adil.
3. Pembebanan tidak memperhitungkan kemampuan masyarakat
untuk membayar. Untuk masyarakat yang tidak mampu
membayar terdapat subsidi biaya.
4. Menghitung biaya apa saja yang perlu dimasukkan termasuk
biaya penggantian barang modal yang sudah usang yang disebut
dengan prinsip marginal cost pricing.
Penetapan harga publik dengan marginal cost pricing memperhitungkan:
1. Biaya operasi variabel
2. semi variable overhead cost (misalnya biaya modal atas
aktiva yang digunakan untuk memberikan pelayanan.
3. Biaya penggantian atas aset modal yang digunakan dalam
penyediaan pelayanan
4. Biaya penambahan aset modal yang digunakan untuk
memenuhi tambahan permintaan.

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.