Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PERSPEKTIF SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


TERHADAP LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL DAN
PERUBAHAN PARADIGMA MANAJEMEN

Dosen Pengampu : Drs. Ekhsan, M.Pd,M.Si

Disusun Oleh:
Hanifah Sri Utami 2016353786

INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS AHMAD DAHLAN JAKARTA


2019

1
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT Rabb semesta alam, yang telah
menurunkan Al-Qur’an yang mulia sebagai petunjuk dan peringatan bagi seluruh
makhluk dari kalangan jin dan manusia.
Alhamdulillah atas izin Allah SWT serta limpahan rahmat dan hidayah–Nya,
makalah kami yang berjudul “Perspektif system pengendalian manajemen
terhadap lingkungan bisnis global dan perubahan paradigma manajemen” dapat
terselesaikan tepat pada waktunya, dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah
sistem pengendalian manajemen dengan dosen pengampu bapak Drs. Ekhsan,
M.Pd,M.Si.
Di dalam makalah ini terdapat beberapa penjelasan diantaranya karakteristik
lingkungan bisnis global, pergeseran paradigama manajemen serta yang lainnya.
Dengan makalah ini pembaca diharap dapat mengetahui lebih dalam mengenai
sistem perkembangan sistem pengendalian manajemen.
Semoga makalah ini membawa manfaat bagi kita semua dalam pembinaan
diri, dalam hal menanggapi dan memahami pembahasan.

Cileungsi, September 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2
DAFTAR ISI .................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ..................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH ................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN
A. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL ............................... 5
1. Zaman Globalisasi Ekonomi ............................................................................ 5
2. Zaman Teknologi Informasi ............................................................................. 7
3. Zaman strategic Quality Management ............................................................. 10
1. TAHAP PERGESERAN PARADIGMA ........................................................ 11
2. Pergeseran paradigma ...................................................................................... 11
3. Pergesran paradigma Manajemen sekarang ..................................................... 12
4. Rerangka perkembangan ilmu dan pengetahuan.............................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 14

3
BAB I
A. LATAR BELAKANG
System pengendalian manajemen merupakan alat untuk memonitor atau
mengamati pelaksaan manajemen perusahaan, yang mencoba mengarahkan pada
tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak
manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan efektif.
Dalam makalah ini menggambarkan karakteristik lingkungna bisnis yang
dimasuki oleh perusahaan-perusahaan masa kini dan masa depan. Oleh karena
sekarang kita hidup di zaman globalisasi ekonomi, zaman teknologi informasi,
zaman strategic quality management, dan zaman revolusi manajemen kita perlu
memahami karakteristik setiap zaman tersebut dan dampaknya terhadap prinsip-
prinsip manajemen.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah karakteristik lingkungan bisnis global?
2. Bagaimana tahap pergeseran paradigm manajemen?

4
BAB II
A. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL
1. Zaman Globalisasi Ekonomi
Kita sekarang memasuki abad yang diawali dengan globalisasi ekonomi yang
melanda semua Negara di dunia. Globalisasi ekoniomi dimungkinkan dengan
semakin luasnya penerapan teknologi informasi (computer, telekomunikasi, dan
peralatan kantor elektonik) dalam semua arena kehidupan dan kemajuan yang
pesat dalam bidang transfortasi.
Globalisasi ekonomi telah menciptakan lingkungan bisnis yang menyebabkan
perlunya peninjauan kembali prinsip-prinsip manajemen dalam persaingan oleh
perusahaan untuk mampu betahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang
telah berubah ini, manajemen perusahaan perlu mengubah paradigm manajemen
agar sikap dan tindakan mereka dalam running the business menjadi efektif.
1.1 Proses Globalisasi Ekonomi
Globalisasi ekonomi ditandai dengan empat proes berikut
a. Mobilitas
Jika di masa lalu hanya modal yang mengalir secara lancer di hampir seluruh
pelosok dunia, globalisasi ekonomi sekarang telah memperluas proses mobilitas
ke angkatan kerja (tenaga kerja) dan ide.
b. Keserentakan
Perkembangan pesat, telekomunikasi dan transportasi memungkinkan setiap
perubahan di Negara maju hampir secara serentak dapat diikuti oleh Negara-
negara lain.
c. Pencarian jalan bebas hambatan
Proses pencarian jalan bebas hambatan menjadi semakin meluas dalam zaman
globalisasi ekonomi. Setiap hambata, baik yang disebabkan oleh monopoli atau
peraturan pemerintah, dipecahkan oleh bisnis melalui pencarian jalan bebas
hambatan. Monopoli pengiriman surat dan barang oleh pos bisnis pengiriman
surat dan barang oleh pos dipecah bisnis pengiriman surat dan barang seperti
federal express dan DHL.
d. Kemajemukan (Pluralisme)

5
Zaman globalisasi ekonomi ditandai dengan meningkatknya poses kemajemukan
yang menjadikan pusat tidak mampu lagi mengendalikan semua urusan. Dengan
semakin turbulennya lingkungan bisnis, perusahaan-perusahaan memerlukan
kecepatan respoms terhadap setiap perubahan yang terjadi. Situasi demikian
hanya dapat dihadapi jika organisasi perusahaan didsentralisasi sedemikian rupa,
sehinga wewenang pengambilan keputusan berada di pimpinan yang dekat dengan
lingkungan bisnis yang dihadapinya.
1.2 Gambaran Perubahan Lingkungan Bisnis di Zaman Globalisasi Ekonnomi
Globalisasi ekonomi berdampak terhadap 3C (customer, competition, dan
change). Perusahaan-perusahaan dipaksa memasuki suatu daerah yang di
dalamnya 3C tersebut mengalami perubahan yang sangat berbeda dengan keadaan
di masa lalu.
a. Customer Memegang Kendali Bisnis
Akibat globalisasi ekonomi, terjadi pergeseran kekuasaan dalam pasar. Keadaan
yang sebelumnya prosedur yang menentukan produk dan jasa apa yang harus
disediakan di pasar, berubah menjadi customer yang menentukan produk dan jada
yang mereka butuhkan, yang harus dipenuhi oleh prosedur.
b. Perubahan Menjadi Berubah
Globalisasi ekonomi menyebabkan kerakteristik perubahan sangan berbeda
dengan sebelumnya. Jika di masa lalu orang hanya mengenal bahwa yang konstan
di dunia ini hanya perubahan, dalam zaman globalisasi ekonomi ini, perubahan
pun telah mengalami perubahan menjadi konstan, pesat, radikal, serentak, dan
pervasif.
c. Kompetisi Semakin Tajam
Globalisasi ekonomi tidak hanya menambah jumlah persaingan di pasar, namun
juga menyebabkan bervariasinya persaingan.
1.3 Perubahan Logika Produser ke Logika Customer
Salah satu cara untuk mengubah jalan pikiran produser agar cocok dengan zaman
yang di dalamnya customer memegang kendali bisnis ini adalah dengan
memahami perbedaan antara logika produser dan logika customer menurut

6
Rosabeth Moss Kanter dalam bukunya yang berjudul World Class Thriving
Locally in The Global Economy.
a. Produser berpikir bahwa mereka membuat produk. Customer berpikir bahwa
mereka membeli jasa.
b. Produser menginginkan untuk memaksimumkan pengembalian (return) atas
sumber daya yang mereka miliki. Customer memedulikan tentang apakah sumber
data digunakan oleh produser untuk memberikan manfaat bagi customer, bukan
bagi pemiliknya.
c. Produser khawatir tentang kekeliruan yang terlihat. Customer meninggalkan
produser karena kekeliruan yang tidak terlihat.
d. Produser berpikir bahwa teknologi mereka menciptakan produk. Customer
berpikir bahwa kebutuhan merekalah yang menciptakan produk.
e. Produser mengorganisasikan kegiatan untuk kenyamanan internal mereka.
Customer menginginkan kenyamanan mereka yang diutamakan.
1.4 Prinsip-Prinsip Manajemen Dalam Zaman Globalisasi Ekonomi
Prinsip ekonomi manajemen dalam zaman globalisasi ekonomi telah mengalami
perubahan.
a. Pusat tidak lagi berkuasa penuh. Organisasi bersaing di pasar global melalui
jejaring organisasi yang dibangun antarorganisasi perusahaan dari Negara yang
sama, dan dari berbagai Negara.
b. Semua perusahaan baik besar maupun kecil, akan menjadi perusahaan global
dalam operasi bisnis mereka. Pasar domestic tidak hanya dilayani oleh perusahaan
dalam negeri, namun dipenuhi kebutuhannya oleh perusahaan luar negeri.
c. Perusahaan akan memfokuskan semua stuktur dan proses system manajemen
mereka ke customer.
d. Karena lingkungan bisnis sangat turbulen, posisi kompetitif perusahaan hanya
akan dicapai melalui improvement (perbaikan) berkelanjutan terhadap system dan
proses yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilakan value bagi
customer.

2. Zaman Teknologi Informasi

7
2.1 Lima Tren Sebagai Tanda Zaman Teknologi Informasi
a. Tren Pergeseran dari Hard Automation Tecnology ke Teknologi Informasi
Di dalam hard automation, apa yang harus dikerjakan dan bagaimana
mengerjakannya telah disetel dalam mesin sehingga hanya memelukan pekerja
terampil dan terdapat keterpisahan antara pekerja dan alat produksinya. Smart
technology tidak menentukan apa yang harus dikerjakan oleh pekerja, apabila
menentukan bagaimana mengerjakannya. Misalnya komputer tidak akan dapat
dijalankan jika tidak ada perangkat lunaknya, namun itu juga tidak menghasilkan
apapun jika penggunanya tidak mempunyai pengetahuan, ide, atau kreatifitas yang
dapat diolah dengan menggunakan perangkat lunak tersebut.. dengan demikian,
smart technology hanya akan produktif jika dimanfaatkan oleh smart people.
b. Tren Pergeseran ke Responsibility- Based Organization
Kemampuan shared database oleh smart technology menuntut restrukturisasi
organisasi dari komando dan pengendalian ke information-baed organization.
Dalam organisasi yang pengumpulan informasinya dipusatkan di bawah
penguasaan manajemen puncak, keputusan hanya dapat dilakukan oleh
manajemen puncak. Di dalam information-based organization, informasi
dikumpulkan disimpan dalam database sehingga memungkinkan siapa saja
melakukan information-judgment dalam pengambilan keputusan.
c. Tren Pergeseran ke Knowledge-Based Works
Dengan semakin luasnya smart technology dalam bisnis, semakin banyak
knowledge works yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi
customer. Produk dan jasa tersebut sangat ditentukan oleh kandungan
pengetahuan yang dapat diwujudkan oleh personel melalui smart technology
tersebut.
d. Perdagangan Berjalan Melalui Jalan raya Elektronik
Transaksi bisnis menjadi tidak lagi dilaksanakan melalui kertas, namun
dilaksanakan dengan memanfaatkan shared database, electronic fund tramsfer,
electronic data interchange dan electronic commerce (e-commerce).
e. Kekayaan lebih banyak dihasilkan dari human assets dibandingkan dari financial
asset

8
Sebagaimana diuraikan di atas, teknologi informasi hanya dapat produktif di
tangan knowledge workers yang mendesain produk dan jasa sesuai kebutuhan
customer secara cost effective dan memasarkan produk dan jasa tersebut secara
efektif. Dengan demikian, produk dan jasa yang bersaing tersebut memiliki
kandungan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan customer
f. Intangible assets menjadi kekayaan perusahaan yang paling berharga
ika di masa lalu, tanah, mesin dan aktiva berwujud merupakan penghasil utama
pendapatan perusahaan, dimasa sekarang ini aktiva tak berwujud seperti customer
confidence, brand name, kecanggihan teknologi informasi, kapabilitas dan
komitmen personel menjadi pemicu utama nilai pasar perusahaan.
2.2 prinsip-prinsip Manajemen dalam Zaman Teknologi Informasi
peinsip manajemen dipengaruhi oleh dua factor.
a. Dampak pendayagunaan knowledge workers terhadap prinsip manajemen
1. Organisasi
Organisasi dapat dipandang dari dua aspek: struktur dan kapitalistas. Untuk
memasuki lingkungan bisnis turbulen dan kompetitif, diperlukan struktur
organisasi nirbatas (boundary organization) organisasi dengan batas-batas vertical,
horizontal, eksternal dan geografik yang sehat. Dari aspek kapitalitas, organisasi
dituntut untuk memiliki learning capability- kapabilitas untuk memperoleh ilmu
dan pengetahuan baru.
2. Pengendalian , untuk mengendalikan pekerjaan skilled workers ini, diperlukan
aturan yang ketat sehingga pengendaliannya pun memerlukan supervisor yang
mengamati kesesuaian pekerjaan karyawan dengan aturamm yang telah
ditetapkan.
3. Berdasarkan prinsip wewenang dimana manajer bertanggung jawab untuk
melakukan pemberdayaan dan pelibatan knowledge workers dalam melakukan
perbaikan berkelanjutan dalam organisasi perusahaan.
b. Dampak penyediaan fasilitas information sharing terhadap prinsip manajemen
Setiap organisasi dibangun dengan emapat macam batas:

9
1. Batas vertical, yaitu batas-batas antara tingkat atau jenjang karir dalam organisasi,
sehingga memeisahkan antara pemimpin dan pengelola dengan yang dipimpin dan
yang dikelola.
2. Batas horizontal, yaitu batas-batas antara fungsi dan disiplin.
3. Batas eksternal, yaitu batas-batas antara organisasi dengan pemasok, customer,
dan badan pengatur.
4. Batas gepgrafis, yaitu batas-batas antara bangsa, kultur, dan pasar.

3. Zaman Stategic Quality Management


Kita sekarang hidup di zaman strategic quality management. Sampai dengan
sekarang, pandangan prodeser terhadap kualitas produk dan jasa telah mengalami
evolusi melalui empat zaman.
3.1 Evolusi Pandangan Produser terhadap Kualitas Produk dan Jasa
a. Zaman inspeksi
Dalam zaman ini, kulaitas produk hanya terbatas pada atribut yang melekat pada
produk. Oleh karena itu, kualitas hanya dipandang sebagai masalah yang
berkaitan dengan produk rusak, cacat, atau penyimpangan yang terjadi dalam
atribut yang melekat pada produk.
b. Zaman pengenndalian kualitas secara statistic
Pada zaman inspeksi kualitas produk hanya dideteksi melalui inspeksi atribut
produk yang dihasilkan proses produksi, dalam zaman ini hasil deteksi yang
menunjukkan penyimpangan signifikan secara statistik sudah mulai digunakan
oleh Departemen Produksi untuk memperbaiki proses dan sistem yang digunakan
untuk mengolah produk.
c. Zama Jaminan Kualitas
Dalam zaman ini diperkenalkan konsep total quality control (TQC) oleh Armand
Fiegenbaun pada tahun 1956. Menurut beliau, kualitas produk tidak hanya
ditentukan oleh pekerjaan manufactur, namun lebih luas dari itu, menyangkut
keterlibatan pemasok, desain dan pengembangan produk, dan kerja tim
antarfungsi.
d. Zaman manajemen kualitas secara strategik

10
Dalam zaman ini, keterlibatan manajemen puncak sangat besar dan menentukan
dalam menjadikan kualitas yang dapat menempatkan perusahaan pada posisi
kompetitif. Oleh karena itu kualitas produk menjadi tanggung jawab setiap orang
di dalam organisasi, sejak dari manajemen puncak sampai dengan karyawan.
prinsip-prinsip Manajemen Dalam Zaman manajemen kualitas secara strategik
1. Value-based strategy, strategi yang dipilih perusahaan tidak lagi diarahkan untuk
mengalahkan pesaing, namun untuk menghasilkan value terbaik bagi customer.
2. Posisi kompetitif peusahaan dicapai melalui kinerja penerapan pengetahuan.
e. Zaman Revolusi Manajemen
Berikut ini sejarah tiga revolusi besar yang berkaitan dengan manajemen.
1. Revolusi industry, di masa sebelumnya, produk dihasilkan oleh para pengrajin
dengan menggunakan tenaga kerja manusia. Dengan meneraokan pengetahuan
kea lat produk dan proses, masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya melalui
mesin-mesin bertenga uap dan kemudian dengan tenaga listrik.
2. Revolusi Produktivitas, cara membuat produk yang dikuasai pengrajin saat itu
hanya disebarkan kepada anggota keluarga dekat oleh para pengrajin, melalui
cara-cara yang sangat dijaga kerahasiaannya.
3. Revolusi Manajemen, terjadi penerapan pengetahuan ke pengentahuan. Yaitu
pengetahuan yang digunakan untuk memanfaatkan alat, pekerjaam dan factor
produksi lain, termasuk modal manusia untuk menghasilkan produk.

B. TAHAP PERGESERAN PARADIGMA


Paradigma adalah lensa yang kita gunakan untuk memandang dunia. Paradigm
menentukan sikap kita yang menentukan tindakan kita terhadap sesuatu. Paradigm
bisnis adalah cara orang berpikir dan cara mereka melaksanakan bisnis.
A. Pergeseran paradigma terjadi melalui tiga tahap, yaitu:
1. Normalcy
Dalam tahap ini, praktik-praktik manajemen benar-benar sesuai dengan prinsip-
prinsip atau kebenaran yang diyakini oleh masyarkat. Antara tindakan dan
pemikiran berjalan normal.
2. Anomaly

11
Dalam tahap ini, berdasarkan pengamatan karakteristik lingkungan bisnis yang
dimasuki oleh berbagai perusahaan, dijumpai berbagai bukti yang bertentangan
dengan asumsi manajemen tentang lingkungan bisnis yang selama ini digunakan.
Kondisi normal terganggu, realitas yang terdapat dalam lingkungan bisnis tidak
lagi sesuai dengan paradigm yang digunakan.
3. Penggantian
Dalam tahap ini, paradigm yang sebelumnya digunakan untuk menjalankan bisnis
diganti denagn paradigm baru, paradigm yang dibangun atas dasar karakteristik
lingkungan bisnis baru yang berhasil diamati.
B. Pergeseran Paradigma Manajemen Yang Sedang Berlangsun Sekarang
Paradigma baru yang sedang berkembang dalam manjemen untuk menghadapi
lingkungan bisnis global
1. Customer value strategy
Oleh karena lingkungan bisnis di zaman globalisasi ekonomi ini customer
memegang kendali bisnis, maka manajemen perusahaan harus mengubah
paradigm mereka kepada trategi penyediaan value terbaik bagi customer.
2. Continuous improvement
Oleh karena dalam lingkungan bisnis di zaman globalisasi ekonomi ini kompetisi
semakin tajam dan peubahan telah mengalami peubahan, customer value akan
senantiasa mengalami perubahan dengan pesat dan radikal. Paradigm continuous
improvement adalah pandangan bahwa perusahaan hanya akan mampu bertaha
dan bertumbuh dalam jangka panjang.
3. Prganizational System
Adalah pandangan bahwa untuk mampu bertahan dan bertumbuh di lingkungan
bisnis global, system organisasi perusahaan harus didesain sedemikian rupa
sehingga berorientasi untuk memuasi kebutuhan customer dan untuk
memungkingkan dilaksanakannya improvement berkelanjutan terhadap system
dan proses yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer.

C. Rerangka Pengembangan Ilmu dan Pengetahuan

12
Kita perlu menyadari bahwa perkembangan sains dan pengetahuan tidak melalui
proses akumulasi, namun melalui pergeseran paradigm. Sains dan pengetahuan
dibangun atas dasar peradigma tertentu. Jika paradima yang dipakai sebagai dasar
untuk membangun sains dan pengetahuan masih mencerminkan secara akurat
kondisi lingkungan, sains dan pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan
kejadian dalam lingkungan tersebut, dan untuk memprediksi masa depan.
Pengetahuan manajemen juga berkembang melalui proses pergeseran
paradig,ma, dari satu paradigma ke paradigma lain. Manajemen tradisional yang
memiliki karakteristik: sentralisasi, organisasi fungsional dan birokrasi dibangun
berdasarkan atas paradigma: lingkungan bisnis yang stabil, persaingan tidak
tajam, pengendalian yang menjadi focus manajemen.
Dengaan perubahan lingkungan bisnis yang berkarakteristik, customer
memegang kendali bisnis, persaingan tajam, dan perubahan menjadi konstan,
pesat, serentak, dan pervasif diperlukan paradigmabaru sesuai dengan kondisi
yang dihadapi oleh perusahaan.
Dengan demikian, kita sekarang berada dalam masa transisi reformasi prinsip-
prinsip manajemen, perubahan manajemen yang didasarkan pada paradigma lama
ke total quality management yang di dasarkan pada the emerging paradigs,
customer value, continuoud improvement, dan organizational system,

13
DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi. 2007 Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen.jakarta:
Salemba empat.

14